. Halaman Baru Part 50 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 50

0
262

Halaman Baru Part 50

MEMBUKA LEMBARAN BARU

AL : “Silahkan…. mau pesan apa kak..?”

Alexa tersenyum manis saat aku sudah ada dihadapannya, bahkan sedari tadi dia sudah senyum senyum sendiri sambil meladeni pelanggan saat menyadari aku ada di antrian pelanggan yang akan memesan sesuatu di kedai tempatnya bekerja ini.

Aku : “ehmmm.. Kemarin kan sudah nyobain Vanilla Latte.. malam ini aku ingin nyobain senyum manismu kak…Bisa ??” ucapku, lalu aku tersenyum padanya,

AL : “Uhm,, Bisa,,.. mau ditambahin cream rasa cinta?”

Ucapnya sambil tersenyum padaku…

Aku : “Boleh deh kalau kakak memaksa…”

AL : “hahaha… aku terlalu memaksakan cintaku ya ? denger ya,,, memang terkadang cinta membuat kita jadi egois, ,Cinta telah membuatku selalu menginginkanmu hanya untukku seorang, apakah kamu akan menyalahkanku karena itu ?”

Damn….

Aku : “tidak,,, malahan Aku senang saat kamu memaksakan cintamu untukku,, serasa aku ini cowok paling beruntung di dunia dipaksa cewek sepertimu,, aku akan selalu minta kamu memaksaku,,, ”

Meskipun ada meja kasir yang menghalangi,, Alexa mendekatkan tubuhnya kepadaku,,,

AL : “hihihi…. aku memang belum pernah mencintai seseorang sebelumnya, tapi aku akan memberikan seluruh isi hati dan perasaanku padamu, bersedia melakukan apapun untukmu, rela berkorban untukmu dan aku akan selalu berusaha membahagiakanmu….” ucapnya sambil tersenyum manis kepadaku,,

Buset,,, ucapan Alexa berhasil membuat hatiku luluh,, aku belum pernah menjalin suatu hubungan asmara sebelumnya, apakah seperti ini rasanya dicintai seseorang ? please, seseorang katakan padaku ucapannya ini beneran tulus atau dia hanya sedang gombalin aku,, ?

AL : “Kemarin sudah kukatakan kepadamu, tidak perlu kesini tiap malam,,, Amanda pasti mengkhawatirkan adik kesayangannya ini selalu pulang malam..” ucapnya sambil mengusap rambutku…

Aku : “Aku tidak bisa menahan diriku yang ingin selalu melihat wajah cantikmu tiap hari.,,hihihi.. lagipula kamu selalu cuek padaku disekolah.. hanya disini kita tidak perlu berpura pura tidak saling mencintai,, hehehe”

…… : “ehemm.. ehemm…”

Hmm?

Aku langsung reflek menoleh kebelakang,, karena keasikan ngobrol dengan Alexa,, aku tidak menyadari kalau antrian di belakangku sudah panjang banget,,,, aku jadi malu,, apakah mereka mendengar obrolan kami tadi ?

Aku : “Dinner…?” ucapku pada Alexa,, sambil menunjukkan padanya kantong kertas berisi makanan yang tadi kubeli …

Alexa hanya mengangguk, dan memberi isyarat untuk menunggunya sebentar…

.

Alexa mengajakku melewati sebuah pintu besi di samping ruko tempatnya bekerja, menaiki tangga besi menuju atap ruko yang terdiri dari 3 lantai ini. Tidak ada apa2 di atap ruko ini, hanya ada sebuah jemuran untuk menjemur pakaian.. Alexa mengajakku duduk di tepian Ruko, dari sini bisa kulihat dari atas jalanan depan komplek ruko ini yang malam ini cukup padat,,,lalu kuberikan makanan yang tadi kubeli untuk Alexa…

AL : “Sandwich ..? “

Tanya Alexa kepadaku heran setelah mengetahui makanan yang kuberikan padanya adalah sandwich,,

Aku : “Kenapa,,? Kamu gak suka,,,?” ucapku padanya sambil memakan sandwichku sendiri,,,

AL : “Sayang,,, sandwich tidak cocok dimakan di malam hari.,, gak baik buat kesehatan..”

Eh ? aku langsung menghentikan mengunyah sandwich ini.. kayaknya salah membeli makanan nih.

AL : “Tapi karena kamu yang membawanya, aku akan tetap memakannya….” Ucapnya lalu memakan sandwich itu dan tersenyum padaku….

Hmmm,, manisnya,,, Sambil memandangi lampu kota dari atas ruko ini, Kami berdua makan, bercanda dan tertawa bersama….

Setelah selasai makan,, Alexa menyadarkan kepalanya di pundakku….

AL : “Ternyata kamu banyak bicara juga ya, pertama kali melihatmu,, kukira kamu anaknya pendiam…” ucap Alexa,,,

Aku : “uhmm,, aku memang tidak banyak bicara jika dengan orang yang baru kukenal,, aku hanya akan diam dan bingung mau membicarakan apa dengan mereka,, itu sebabnya aku tidak terlalu suka dengan lingkungan baru,, karena aku tidak bisa cepat beradaptasi..”

AL : “Oh gitu,, btw, lalu bagaimana denganmu ? apa kamu ingat saat pertama kali melihatku..?” ucapnya, dia menghadapku,, penasaran dengan jawabanku…

Aku : “Ehmm,, aku ingat pertama kali melihatmu ketika sedang ada festival musik di sekolah… aku sedang ngobrol dengan Adit di lapangan,, saat itu aku mendengar suaramu terlebih dahulu,, kamu menyanyikan lagunya Paramore ? The Only Exception ? suaramu sangaaaaaaaaaat indah,,, suara ajaibmu memaksaku untuk mencari asal suara tersebut…..”

Alexa tersenyum mendengar ceritaku,,,

Aku : “Hingga akhirnya aku melihatmu di panggung itu dari kejauhan,,. Ternyata suara indah itu berasal dari seorang wanita yang sangaaaaaat cantik,,,, Jika kembali ke hari itu, aku masih tidak percaya bisa melihat kecantikanmu sedekat ini…” kuarahkan wajahku sangat dekat dengan wajahnya..

Dia memegang tanganku, lalu mengarahkannya ke wajahnya…

AL : “percayalah,, wajah ini milikmu sayang, kamu bisa melihat dan menyetuhnya setiap hari sampai kita tua nanti, ehmm,, Sepertinya aku akan menikahimu,,,,” Ucapnya kepadaku sambil tersenyum lagi,,,,

Aku : “Eh…..?”

Menikah ? secepat ini dia bicara tentang pernikahan ? padahal kami baru 3 hari resmi berpacaran,,,,

AL : “hahaha,, perjalanan kita masih sangat panjang untuk menuju kesana,,,,uhmm,. Jadi saat acara itu yah,,? sudah lama banget…”

Aku : “sejak saat itu baru aku tau, ternyata kamu cukup populer dan dikenal di sekolah, semua siswa mengenalmu,, semua orang kagum denganmu, aku juga mendengar cerita tentang prestasi dan segala yang kamu berikan untuk sekolah,, mereka juga salut denganmu, meskipun kamu populer, tapi kamu tidak sombong, ramah kepada siapapun,,, apalagi saat itu kamu berpacaran dengan Galih, walaupun pacar bohongan,,kalian adalah pasangan fenomenal yang diperbincangkan semua siswa setiap hari,, ”

AL : “kadang aku risih dengan itu semua,seolah mereka menelenjangi kehidupan pribadiku dan aku hanya bisa pasrah kehidupan pribadiku menjadi konsumsi semua orang,,, padahal aku hanya cewek biasa yang ingin mencari ketenangan jiwa,,,”

AL : “Lalu apa yang kamu pikirkan tentangku..? apa kamu langsung percaya dengan semua yang mereka katakan tentangku ?”

Aku : “meskipun dulu kamu pernah menjahiliku,, tapi setelah dekat denganmu beberapa hari ini,, menurutku tidak ada salah dari yang mereka katakan..”

Alexa terdiam sesaat….

AL : “maaf….. aku bukan seperti yang kamu pikirkan…” ucapnya tiba2 serius

Eh,,?

AL : “taukah kamu kalau aku ini bukan cewek baik2..?”

Hahhh..? aku langsung kaget mendengar dia bicara seperti itu,, apa maksudnya ?

AL : “sebenarnya aku ini cewek liar yang hanya akan mempermainkanmu, suatu saat nanti aku akan menghancurkanmu, dan meninggalkanmu begitu saja ketika kamu benar2 mencintaiku,, kamu akan merasakan sakit yang luar biasa karena kehilanganku,,,…..”

Whatttt …? Dia mengucapkannya dengan sangat sangat serius,,, matanya tajam melihatku…. Benarkah yang dia katakan? aku sampai tidak bisa berkata apa2 ….

AL : “hahahahaha,,, haduh,, kamu harus melihat ekpressi wajahmu sendiri,,,, hahahaha,,..”

Buset,, dia mengerjaiku,,,, Alexa malah tertawa puas setelah melihat ekpressiku dan tidak bisa berhenti tertawa selama beberapa saat…. Lalu dia melihatku lagi yang sedang sebel kapadanya…

AL : “bercanda sayang,,,,, jangan terlalu serius,, …”

AL : “baiklah,, sepertinya kamu sudah tau semua tentangku, bahkan kamu sudah benar2 menelanjangiku…” ucapnya lalu tersenyum,, aku jadi ingat kapan hari di studionya Adit,, hihihihi

AL : “Sekarang ceritakan kisahmu,,, aku ingin tau semua tentangmu,,,,,”

Hmmm..? aku langsung memandang kedepan lagi, pandanganku menerawang jauh di kegelapan malam…

Aku : “,,,,, tidak ada yang perlu kuceritakan kepadamu, sebelum pindah di kota ini, hari hariku tak ada yang menarik,,,,, kamu harus melihat diary yang pernah dibelikan bunda kepadaku,,

kosong,

tidak ada tulisan apapun disetiap lembarannya, lembaran lembaran kosong itu mencerminkan betapa membosankannya hidupku selama ini,,”

Alexa memegang tanganku,,

AL : “heiii,, mulai sekarang aku akan mengisi setiap lembaran kehidupanmu,,, aku akan menemanimu mengisi semua lembaran lembaran kosong itu” ucapnya kepadaku,,

Entah kenapa aku merasa sangat bahagia saat dia mengucapkan itu. kupandangi wajah Alexa….. Aku merasa dengan bersamanya akan membuat duniaku menjadi lebih indah dari sebelumnya, kehadiran Alexa di hidupku benar benar membuatku merasakan kebahagiaan yang belum pernah kurasakan sebelumnya,,, baiklah, akan kumulai mengisi lembaran hidupku, aku akan memulainya dengan menuliskan nama Alexa di lembaran itu,,, didepan sana masih banyak lembaran kosong yang harus diisi dan aku senang karena Alexa akan ada disampingku saat aku menulis lembaran kehidupanku.

Kupegang bagian belakang leher Alexa,,,, Kudekatkan wajahku ke wajahnya, dia tau maksudku,, matanya langsung terpejam menyambut ciuman bibirku,,,

Aku : “Love you…”

AL : “Love you too…”

.

.

—-

Teringat di saat kita tertawa bersama

Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang aku dan dia

Dan kita bersama saat dulu kala

Ada cerita tentang masa yang indah

Saat kita berduka saat kita tertawa

—-

.

.

.

Langit sangat gelap, awan mendung itu seakan mengerti apa yang kami rasakan. Aku ditemani Amel, Ressa dan Rein serta beberapa orang sedang berdiri menatap penuh kesedihan pada sebuah gundukan tanah di sebuah pemakaman. Kulihat Mira bersandar lemas di badannya Adit agak jauh dari sini.

Tangisan terdengar dari beberapa orang termasuk kedua orang tua angkat Alexa, teman-teman Alexa di sekolah juga banyak yang datang, juga ada beberapa perwakilan guru yang datang turut serta mengantarkan Alexa ke perisitirahatan terakhirnya termasuk Kak Neta dan Kak Fanny. Mereka berdua daritadi melihatku,,, Aku mencoba tabah, sekuat tenaga aku tidak ingin menangis karena Alexa memintaku untuk tidak bersedih.

Aku tertunduk disini, kupegang batu nisan ini.. tidak menyangka begitu cepat Alexa meninggalkanku, meninggalkan Rein sahabat baiknya yang kini sedang menangis di atas gundukan itu, Rein juga sangat terpukul atas kepergian Alexa, karena Alexa mengorbankan nyawanya untuknya.

Alexa sudah pergi, tapi aku masih tidak bisa merelakan kepergiannya,, aku tidak sanggup menghadapi kenyataan ini.. tak bisa kubayangkan bagaimana hari-hariku kedepan tanpa Alexa lagi,, aku masih berharap kalau aku sedang bermimpi dan segera bangun dari mimpi buruk ini.

Perlahan air mataku menetes, kututup mataku dengan tanganku,, Amel dan Ressa memegang pundakku, mencoba menenangkanku..

Kemudian aku berdiri, Amel dan Ressa memelukku, mereka menangis sambil memelukku.

Setelah itu semua orang pergi, yang tersisa hanya orang tua angkat Alexa dan beberapa kerabatnya. Sebelum mereka pergi, mereka yang tau aku dekat dengan Alexa memintaku untuk tegar, tetap tabah, tidak bersedih, dan segala macam support yang biasa di berikan kepada orang yang baru kehilangan orang terdekatnya untuk selama-lamanya.

Dengan mata yang merah, dan terisak… Rein mengajakku pulang,,,

Aku : “aku masih ingin disini..” Rein mengerti dan meninggalkanku,,,

Aku masih menatap makam Alexa, bahkan saat semua sudah pergi, aku masih ada disini…. Tatapanku kosong, sesekali aku tersenyum sendiri mengingat saat saat masih bersamaya, mengingat ketika aku bersamanya di tempatnya bekerja, di sekolah, di ruangan eskul musik, di taman, dibioskop, dikamarku…. , lalu air mataku menetes lagi… sampai akhirnya 2 jam kemudian aku meninggalkan tempat ini.

“Bukan,,,, bukan Alexa yang ada di makam itu…” ucapku dalam hati…

Ketika aku keluar dari komplek pemakaman ini, aku melihat seseorang,

Winry ? tadi tidak kulihat dia ada di dalam,,, kenapa di amasih disini ?

Dia melihatku,, lalu dia menghampiriku… langsung kuusap semua air mataku..

Aku : “Kamu masih disini…?”

Tanyaku pada Winry,, Winry tidak menjawabku, dia langsung memelukku erat.

Winry : “aku menunggumu seniorr,,,”

Dengan mobil , Aku diantar Winry pulang kerumah,,

.

.

Jam 11 Malam hujan turun sangat deras, pikiranku tidak tenang memikirkan Alexa…

“Aku harus kesana,,,,,,” ucapku ke dalam hati,,, segera aku beranjak dari tempat tidurku, memakai jaket dan keluar kamar,,, aku langsung turun ke bawah,, saat aku akan membuka pintu rumah Rein menahanku dari belakang.

Rein : “mau kemana…?”

Aku : “aku mau menemui Alexa,, “ ucapku padanya, lalu kubuka pintu ini,, tapi Rein menarikku lagi..

Aku : “Lepasin Rein,, kamu tidak lihat hujan itu ? Alexa pasti kedinginan disana,, aku akan menemaninya,,,,”

Rein langsung meneteskan air matanya saat aku mengucapkan itu,,, lalu dia memelukku dan menangis.

Aku : “Alexa sudah pergi Dek,,, dia sudah pergi.. relakan kepergiannya..“ ucapnya kepadaku sambil menangis,,

Benarkah ? benarkah Alexa sudah pergi ? sebagian diriku sadar dan tau Alexa sudah pergi untuk selamanya, tapi sebagian diriku yang lain masih percaya bahwa Alexa masih hidup,, dia sedang berada di suatu tempat dan sedang menunggu kedatanganku..

.

.

Hari hari setelah kepergian Alexa merupakan hari-hari yang sangat berat untukku. Aku masih belum bisa merelakan kepergian Alexa, aku masih belum bisa menerima kenyataan. Aku selalu terbangun di tengah malam , peristiwa pahit ketika Alexa tertabrak selalu datang di tidurku,, sejak saat itu aku selalu takut untuk menutup mata… di sekolah pikiranku kosong, aku sering tenggelam dalam pikiranku sendiri,,, semua teman-temanku kuhindari, padahal mereka selalu berusaha menghiburku,,, tiap jam istirahat aku pergi ke ruangan eskul musik, dan hanya berdiri memandangi pintu ruangan eskul musik yang tertutup sampai dengan jam istirahat usai, aku berharap tiba2 Alexa keluar dari pintu itu,, tapi pintu itu selalu tertutup.

Setiap pulang sekolah Rein dan teman-teman yang lain selalu mengajakku ke makam Alexa,, tapi aku selalu menolaknya,, kukatakan pada mereka bahwa yang ada di makam itu bukan Alexa, aku tidak akan pernah kesana lagi… aku lebih memilih datang ke tempat Alexa bekerja,, disana aku duduk sambil memandangi meja kasir berharap Alexa tiba2 muncul dan menyapaku,, Tapi Alexa tidak pernah muncul.

SEMINGGU SETELAH KEPERGIAN ALEXA

Jam isitirahat berbunyi, sama seperti hari hari sebelumnya,, aku langsung pergi ke ruangan eskul musik. Dan sama seperti hari-hari sebelumnya Pintu ruangan ini tertutup.. kupegang gagang pintu ruangan ini berniat untuk membukanya, tapi pintu ini tidak bisa terbuka,, berkali kali kucoba memutar gagang pintu ini, tapi tetap tidak bisa terbuka…

Aku : “AL…?”

Dok dok , Kuketuk pintu rungan ini pelan,,,

Aku : “AL.. buka pintunya,,,,” Tidak ada jawaban dari Alexa,, ‘

Dok Dok Dok, kuketuk pintu ini lebih keras.

Aku : “AL aku tau kamu kamu didalam,, buka pintunya….”

Ketukanku di pintu semakin keras,, dan suaraku semakin keras

DOK DOK DOK DOK

Aku : “ALEXAAA…. BUKAA PINTUNYA ,, AKU TAU KAMU DIDALAM,, KENAPA KAMU TIDAK MAU KELUAR,,?”

DOK DOK DOK DOK DOK

Aku : “ALEXA,,,KELUARLAH,, KUMOHON KELUARLAH,,,,,” ucapku sangat keras sambil meneteskan air mata..

Karena keributan yang kutimbulkan, semua siswa datang ke ruangan ini,, mereka semua berkumpul melihat miris kearahku yang daritadi mencoba menggedor pintu ruangan eskul musik. Tidak ada satupun dari mereka yang berani mendekatiku,,, sampai akhirnya teman-teman yang mengenalku juga datang,, Ressa, Amel, Adit dan Mira,, dan juga beberapa guru datang termasuk kak Neta dan Kak Fanny,,,, Rein akhirnya datang juga ditempat ini,, kemudian datanglah Winry, dia langsung mendekatiku… sebenarnya Rein akan menghampiriku tapi ditahan oleh kak Neta ketika melihat Winry memelukku.

Winry : “Senior,,, Menangislah jika ingin menangis,, jika kamu inging marah, marahlah,,,, jangan ditahan..!! karena itu hanya akan membuatmu sakit,,, keluarkan semua kesedihanmu… ”

Ucap Winry kepadaku didalam pelukannya,,, disaat semua orang menyuruhku untuk tetap tegar ,tabah dan tidak terlalu larut dalam kesedihan,, Winry datang menyuruhku untuk marah , menangis, melampiaskan semua kecewaku atas kepergian Alexa…,,, aku langsung menangis di pelukan Winry,,,,

Aku : “Hikss.. Alexa, Win…”

Winry : “Aku tau apa yang kamu rasakan,,, aku juga pernah merasakannya….”

Aku ingat Winry bercerita kepadaku tentang cowok yang sangat dicintainya yang juga pergi meninggalkannya untuk selamanya, kami sama sama ditinggalkan orang yang sangat kami cintai.

.

.

MALAM HARINYA

Rein masuk kedalam kamarku membawa sepiring makanan, melihatku rebahan di tempat tidur, dia langsung duduk di tempat tidurku..

Rein : “Dek,, makanlah sesuatu…”

Aku : “aku tidak lapar,,,,”

Lalu Rein meletakkan piring itu di meja belajarku…

Rein : “Sampai kapan kamu mau seperti ini terus ? Hatiku hancur melihatmu seperti ini dek,, sadarkah kalau selama ini kamu menghindariku, menghindari teman-temanmu,, ” ucapnya kepadaku, kulihat matanya berair,,,

Aku : “ Lalu apa maumu..?,, sebaiknya kamu jangan mempedulikanku,, tinggalkan aku sendirian,,” ucapku kepadanya datar,,

Rein : “Dek,, mungkin memang kamu tidak membutuhkanku,, tapi aku membutuhkanmu….”

Rein : “Kamu tidak ingat kenapa Alexa pergi ?,, dia mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku …… ALEXA PERGI KARENA AKU.. … APA KAMU TAU RASANYA SEPERTI APA ?” tiba2 Rein berteriak kepadaku,,,,

Rein : “bagaimana aku bisa hidup dengan kenyataan seperti itu ? hah ? Apa kamu sama sekali tidak peduli dengan perasaanku ? padahal aku sangat membutuhkanmu, tapi kamu sama sekali tidak peduli denganku,,”

Astaga,,, aku sama sekali tidak memikirkan itu..

Rein : “sepertinya kamu memang tidak membutuhkanku,, kalau seperti ini, seharusnya Alexa membiarakan aku ditabrak mobilnya bajingan itu,, biarkan aku yang mati, biar Alexa tetap hidup dan kamu tidak perlu lagi bersedih ditinggal Alexa… itu yang kamu mau ?” Ucap Rein kepadaku,,, air matanya menetes deras di pipinya..

Aku : “Maafkan aku Rein,, maafkan aku,,,, aku tidak mau kamu pergi meninggalkanku,, jangan bicara seperti itu,,,, Aku Cuma merindukannya,, aku merindukannya Rein… “ kupeluk kakakku yang sedang menangis

Bodohnya aku hanya memikirkanku sendiri, seharusnya aku juga memikirkan Rein,,

Rein : “maafkan aku Dek,, Alexa harus pergi karena aku,, Maafkan aku…”

Rein pasti juga sangat sedih karena kepergian Alexa, tapi dia tetap tegar dan kuat, dia tidak menunjukkan kesedihannya kepadaku,, tidak seperti aku yang tidak bisa menahan meratapi kesedihanku. Aku akan mencoba sekuat tenaga menahan kesedihanku ini, agar Rein tidak khawatir denganku lagi, aku akan mencoba bersikap biasa didepannya, dan dihadapan teman-temanku. Rein dan teman temanku pasti juga sedih melihatku seperti ini Mereka semua peduli denganku, aku yang tidak sadar dengan semua perhatian mereka kepadaku selama ini,,

Aku : “Kamu sudah makan..? temani aku makan….” Ucapku pada Rein..

Rein mengusap air matanya,,, lalu mengambil piring makanan tadi.

Rein : “aku sudah makan kok,,makanlah, kali ini aku yang suapin….” Ucapnya kepadaku.

Rein benar-benar menyuapiku malam ini,,

Rein : “istirahatlah…” ucap Rein kepadaku setelah selesai menyuapiku,,, aku hanya mengangguk kepadanya dan dia keluar dari kamarku,,

Beberapa saat kemudian seseorang masuk ke dalam kamarku, aku langsung kaget melihatanya masuk ke dalam kamarku, dan menutup pintu kamarku, kemudian duduk disebelahku…

Aku : “AL……?”

AL : “Hai cengeng,,, kamu ituuu,, cowok kok cengeng banget sih…”

Aku masih tidak percaya dengan yang kulihat,,,

Aku : “AL..? ini beneran kamu…?”

AL : “Peluk aku, agar kamu percaya kalau ini memang aku…”

Langsung kupeluk tubuhnya,, Dia benar2 Alexa,, aroma tubuhnya sama…. Semakin kupeluk erat tubuhnya… tapi tunggu dulu… aku langsung melepas pelukanku… aku melihatnya lagi,,

AL : “Berhenti menatapku seperti itu,,, iya aku tau,, aku sudah meninggal… dan kamu membunuhku…”

Hah…?

Aku : “Aku tidak,,, AL,, bukan,,,, “

AL : “Jangan salahkan Galih,, dan tentunya jangan menyalahkan Amanda,,aku kasihan padanya,, dia sangat sedih dan merasa bersalah padaku, jangan semakin membatnya bersedih dengan sikapmu akhir akhir ini,,,, padahal kamu satu satunya orang yang membunuhku…”

Dia tersenyum kepadaku…

AL : “Cintaku padamu yang membuatku berani melakukan itu,, ternyata mencintaimu bisa membunuhku…”

Aku : “AL.. maafkan aku,, aku tidak bisa berbuat apa2 waktu itu… kenapa harus kamu ,,? kenapa kamu yang harus pergi ? ” aku menangis di hadapan Alexa…

Dia mengusap air mataku,,

AL : “Heii,, sudah kubilang untuk tidak bersedih,,percayalah,, aku bahagia sayang,, aku sudah bertemu kedua orang tuaku, ternyata mereka sudah menungguku,, aku juga sudah bertemu mamanya Amanda,,, aku sangat bahagia…”

Aku : “Tapi aku masih membutuhkanmu AL … bagaimana aku bisa menjalani hari-hari esok tanpa kehadiranmu,, ? bukankah kamu pernah berjanji padaku untuk menemaniku mengisi lembaran lembaran hidupku ?”

AL : “Maafkan aku, aku tidak bisa menepati janjiku,, aku harus meninggalkanmu lebih dulu, aku tidak bisa menemanimu lagi,, bukan aku yang akan mengisi lembaran hidupmu sampai akhir nanti,, akan ada wanita lain yang akan menemani dan mengisi setiap lembaran hidupmu, dan kamu akan bahagia bersamanya,, ,

jangan terlalu bersedih karena aku harus pergi, kita sudah menulis kisah kita seindah mungkin,, yang harus kamu lakukan sekarang, bukalah lembaran baru hidupmu,, tulislah dengan cinta, kebaikan, kehangatan, dan kebahagiaan.. aku yakin kamu akan menemukan kebahagiaanmu,, karena masih akan ada banyak orang-orang disekitarmu yang menyayangimu..”

Aku : “bagaimana aku bisa bahagia dengan wanita lain,? Aku masih mencintaimu,, hanya kamu yang bisa membuatku bahagia…. Please jangan pergi.,, tetaplah disini,, atau ajak aku kemanapun kamu pergi,,,,”

AL : “Sayang,, memang jiwaku telah mati, tapi tidak dengan cintaku padamu,,, aku mencintaimu.. aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun , cintaku akan selalu abadi hanya untukmu,,, meskipun kamu tidak bisa merasakannya lagi,,, aku akan selalu ada disini…”

Alexa menyentuh dadaku,,,

AL : “percaya padaku…, aku akan selalu menemanimu,,, aku akan selalu berada disampingmu,, aku akan ada di setiap hembusan nafasmu, disetiap air mata yang menetes dari matamu,,, jadi kumohon jangan bersedih lagi.., karena aku akan sedih jika melihatmu bersedih…. Jika kamu merindukanku, tutup matamu, dimanapun kamu berada,, kamu akan menemukanku… ”

AL : “oke,, ? ayolah jangan sedih,,,, kamu jadi tidak kelihatan lucu lagi kalau menangis seperti itu… tersenyumlah untukku,, plisssssssss…”

Kuusap air mataku, dan aku tersenyum kepada Alexa….

AL : “nah gitu dong,, ini baru kesayanganku,,,sudah saatnya aku pergi,,, peluk aku sayang,,,”

Kupeluk tubuh Alexa,,,,

Aku : “aku akan sangat merindukanmu,,,,”

AL : “kamu bolah merindukanku,, tapi ingat,, jangan bersedih lagi,,,,”

Pelukannya yang awalnya kurasakan hangat, perlahan mulai hilang,,,

AL : “Love you sayang….”

Aku : “Me too..”

AL : “Selamat tinggal cinta matiku….”

Dan Alexa benar-benar sudah pergi lagi,,

Aku : “AL….?”

Aku langsung terbangun,,,,

Mimpi ?

Ternyata aku bermimpi,, Alexa datang dalam mimpiku,,, Rein tiba-tiba masuk kedalam kamarku,,,

Rein : “Dek,,,? Kamu gak kesekolah,,,,,?”

Hmm? Sudah pagi,,,,? Ini pertama kalinya kau bisa tidur nyenyak……

Aku : “Rein,,, maukah kamu menemaniku menemui Alexa…?”

Rein : “hmmm? Tentu…… “ dia tersenyum kepadaku….

Hari ini aku dan Rein tidak kesekolah, Rein menemaniku mendatangi makamnya Alexa,, Rein sangat senang mengetahui akhirnya aku mau mendatangi makamnya Alexa lagi.

Kupadangi batu nisan yang terukir nama Alexa diatasnya,,,,

“AL…

Alexa……

apakah kamu bisa melihatku ?

apa kamu bisa mendengarkanku ?

apakah kamu mendengar kesedihan hatiku ?

apakah kamu bisa merasakan betapa besar kehilanganku ?

Jika kamu bisa melihatku,

Jika kamu bisa mendengarkan suara hatiku

Aku ingin kamu tau,,

Aku sangat mencintaimu,

Aku sangat menyayangimu, ,,

Berbahagialah disana sayang,,,

Aku akan selalu mendoakanmu dari sini,

Bernyanyilah bersama bidadari bidadari surga,,

Tuhan akan menjagamu disana,,

Tuhan akan mengabulkan segala permintaanmu,

karena sekarang kamu lebih dekat dengannya,,

terima kasih sudah hadir dalam kehidupanku dan mencintaiku,,

tidak ada yang lebih indah dari besarnya cintamu kepadaku,,

meskipun kamu sudah pergi,

tapi kamu tidak akan pernah pergi dari hatiku…”

“selamat jalan sayang..”

Aku sama sekali tidak menangis mengatakan itu semua, sesuai janjiku kepada Alexa untuk tidak bersedih lagi,,, malah Rein yang meneteskan air matanya mendangar ucapanku tadi.. kupeluk tubuh kakakku ini.

Aku : “jangan menangis Rein,, Alexa tidak ingin kita bersedih,,,,”

.

.

.

Rasa kehilangan terhadap seseorang yang sangat dicintai sungguh luar biasa, rasa itu akan selalu menghantuimu, merasuk ke dalam tubuhmu, mengendalikan pikiranmu untuk selalu larut dalam kesedihan. Bagi orang yang bisa menerima dan mengikhlaskan kepergian orang yang dicintainya, tentu dengan mudah bagi mereka untuk move on dalam hitungan hari, tapi tidak bagi Orang yang tidak kuat menahan rasa kehilangan dan masih belum menerima kepergian orang yang sangat dicintainya, mereka masih membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk bisa merelakannya, atau bisa saja dia tidak akan bisa merelakan seumur hidupnya,. Bahkan banyak orang depresi karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Kita tidak bisa menyalahkan mereka, mereka seperti itu karena mereka terlalu cinta. Memang tidak mudah melupakan begitu saja mereka yang telah pergi, apalagi jika kita sangat mencintainya,,, hari-hari pertama akan terasa sangat sulit menerima kepergiannya, seperti ada sesuatu yang kurang dalam hidup kita. Rasanya seperti jika kita sudah terbiasa mendengar radio di dalam mobil, tapi karena radio itu rusak , kita jadi tidak bisa mendengar suara radio itu lagi,, kita terpaksa mengendarai mobil tanpa ditemani suara musik atau berita bahkan iklan yang biasa kita dengarkan dari radio mobil. Pasti hampa banget kan rasanya seperti itu ? apalagi jalanan sedang macet,, dijamin stress dah tanpa ditemani suara radio…. Dalam kisahku, awalnya radioku tidak rusak dan baik2 saja,,, tapi seseorang mengambil radio dari mobilku dan kemudian merusaknya.. dan orang itu adalah Galih.

Malam hari saat Alexa sudah tiada, di Rumah sakit aku dan Rein bercerita tentang apa yang terjadi kepada dua orang polisi ditemani kedua orang tua angkat Alexa. Aku dan Rein mengatakan semua yang kami alami. Kami katakan kedua polisi itu kalau Galih yang menabrak Alexa. Keesokan harinya aku dapat kabar kalau Galih ditahan didalam sel tahanan. Kami semua sangat senang mengetahuinya, dan Galih harus mempertanggung jawabkan perbuatannya, aku ingin dia dihukum seberat beratnya hukuman karena dia telah merenggut nyawa Alexa, kalau bisa dia juga harus dihukum atas perbuatannya terhadap Ressa sampai dia sempat masuk rumah sakit.

Tapi setelah seminggu kemudian baru kami mendapat kabar, bahwa kenyataannya Galih hanya satu malam menginap di sel tahanan, dan dia sudah bebas. Kata orang tua angkat Alexa, banyak alasan yang membuat Galih bebas, seperti karena dia belum 18 tahun, tidak ada unsur kesengajaan dan hal yang membuat dia bisa langsung bebas adalah karena pengacara keluarga Galih menuntut Galih dibebaskan sebab dia menderita gangguan jiwa dan sudah dibuktikan dengan dikeluarkannya surat keterangan dari Rumah sakit jiwa ternama di kota ini. Akhirnya Galih bisa bebas dengan mudah. Aku dan Rein shock mendengar perkataan orang tua angkat Alexa,,, ini tidak adil,, kenapa tidak ada keadlian atas kematian Alexa ? kami tau Galih sengaja melakukan itu, dan kami tau Galih tidak mengalami gangguan jiwa… karena kekayaan orang tua Galih, mereka bisa melakukan apa saja untuk membuat Galih bebas.. tidak ada lagi yang bisa kami lakukan, kami tidak bisa melawan mereka. Kami masih terlalu muda untuk tau tentang hukum….. Kedua orang tua Alexa meminta kami untuk merelakannya,, mereka bilang sudah mengikhlaskan kepergian Alexa,, kami diminta membiarkan Alexa pergi dengan tenang… bagaimana Alexa bisa tenang jika Galih tidak dihukum ? Sial…

Meskipun Galih bebas, tapi dia tidak pernah terlihat lagi… dia meghilang begitu saja bagaikan hantu… Aku mendapatkan kabar kalau Galih dan keluarganya pindah dari kota ini,, bahkan ada kabar yang menyebutkan kalau Galih melanjutkan pendidikannya ke luar negeri,, lagi-lagi , Galih dan kekayaan orang tuanya, mereka bebas melakukan apa saja.. Kami semua terpaksa merelakan tidak adanya keadilan atas kematian Alexa….

.

.

Hari hari telah berlalu, meskipun aku sudah merelakan kepergian Alexa,, tapi aku tetap tidak bisa melupakan peristiwa pahit itu… sesekali mimpi buruk itu mendatangi malam malamku. Tapi hidup harus terus berjalan kan,,? Apa yang terjadi setelah kepergian Alexa ?

Rein berhasil lulus dengan nilai terbaik di sekolah, aku sangat senang sekali melihat prestasi Rein, Papa dan bunda juga bangga dengan keberhasilan Rein, apalagi dia sudah diterima di salah satu Universitas Ternama di kota ini. Oiya, Papa dan Bunda sudah kembali dari luar negeri. Berbeda dengan Rein, nilai rapotku sangat jelek sekali,, dan hampir tidak naik kelas 12… hadeeehh.. tapi ternyata aku tidak sendirian, Adit dan Ressa nilai rapotnya juga tidak jauh beda dengan nilaiku. Hihihihi.. mereka memang setia denganku,,,

Tak ayal, kelas 12 kuhabiskan waktuku hanya untuk belajar dan belajar, meskipun tidak bisa masuk ke dalam Universitas Bagus,, targetku pokoknya bisa lulus,, pasti malu banget kalau tidak lulus, Rein akan memarahiku jika tau aku tidak lulus. Meskipun Papa dan Bunda pulang, tapi rumah ini terasa sepi karena tidak ada Rein,,, Rein memutuskan untuk tinggal di asrama mahasiswa di kampusnya,, dia pulang hanya ketika akhir pekan, ,malahan semakin lama, dia pulang hanya sebulan sekali,, bener-bener sepi banget tanpa ada Rein di rumah. Dia sekarang sudah punya pacar loh,,,

Persahabatanku dengan Adit, Ressa,Amel dan Mira tetap kompak, di dalam sekolah maupun diluar sekolah,,, kadang kami jga belajar bersama sama di rumahnya Adit, kadang dirumahku,,, lalu Winry ?… Winry tidak terlalu dekat dengan kami.. kata Mira, papanya Winry sangat disiplin terhadap Winry,,, jadi dia tidak bisa bebas. Hanya beberapa kali saja Winry gabung dengan kami, itupun hanya sebentar..,, tiap seminggu sekali kusempatkan mengunjungi makamnya Alexa,, kadang bersama sama dengan teman-temanku,, kadang hanya sendirian.

Hingga sampai akhirnya pengumuman hasil ujian keluar,, dan aku lulus. Fiuhh,,,, rasanya sangat lega sekali… bukan hanya aku,, Ressa , Adit dan Amel juga lulus. Di malam pengumuman kelulusanku, Rein sengaja pulang kerumah,, dia merayakan kelulusanku bersama dengan Papa dan Bunda., dan ketika tengah malam tiba, Rein menyusup ke kamarku,,, dan dia memberiku hadiah spesial untukku,, hadiah yang dulu sering kami lakukan ketika Papa dan Bunda di luar negeri, kalian pasti tau apa yang kami lakukan malam itu sampai pagi hari. Yang lucu saat itu adalah,, Rein sekuat tenaga menahan untuk tidak bersuara sama sekali ketika kami melakukannya.. hihihi kasihan banget dia malam itu..

Beberapa hari setelah kelulusan, kejadian yang tidak terduga terjadi. Penyakit Ressa kumat, dia kritis,,, dan karena tumor di otaknya, dia mengalami koma……saat aku datang menjenguk Ressa,, tapi terlambat… aku sudah tidak melihat Ressa di ruangannya…

Aku : “Dit,, Ressa…?” tanyaku pada Adit,

Dia menggelengkan kepalanya…

Adit : “baru saja dia dibawa pergi kakaknya ke kota sebelah,, kakanya bilang Ressa akan dirawat dikota sebelah,, aku tidak bisa mencegahnya Ga,,, kakaknya bilang dia punya uang untuk merawat Ressa di Rumah sakit yang lebih bagus di kota sebelah….”

Sial..sial..sial…. hari itu juga kami harus berpisah dengan Ressa…

Bahkan perpisahan yang lain harus terjadi diantara kami,, Adit melanjutkan kuliahnya di provinisi lain,, dia memilih untuk mendalami lebih jauh lagi tentang musik,, karena keputusannya itu, Adit harus rela putus dengan Mira.. mereka putus baik-baik. Amel juga memutuskan untuk kuliah di kota sebelah,, sedangkan aku, aku masih tetap di kota ini, dan terdaftar di salah satu Universitas Swasta di kota ini.. dan perpisahan diantara kami pun tidak bisa dihindari. Kami terpakasa saling mengucapkan selamat tinggal dan berjanji suatu saat nanti akan bertemu lagi.

Dan akhirnya,, SELAMAT DATANG MASA KULIAH

Seperti biasa, aku tidak terlalu bisa beradapatasi dengan lingkungan baru,, Ternyata dunia sekolah dan kampus sangat berbeda,, hari pertama masuk kuliah adalah masa perkenalan dan mencari teman yang kira-kira bisa diajak berteman sampai dengan wisuda nanti… aku mencoba bergaul dengan beberapa teman yang berbeda dan sempat salah pergaulan di semester awal masa kuliah. Meskipun sempat bermasalah dengan pergaulan, aku bisa melalui semester 1 dan 2 dengan selamat.

Hingga akhirnya ketika semester 3, aku bertemu dengannya Lagi… Winry

Winry kuliah di tempat yang sama denganku.. dan dia tidak sendirian,,, Mira juga kuliah di kampus ini,,

Persahabatan mereka masih berlanjut sampai dengan kuliah,, apakah lagi lagi aku akan mengahancurkan persahabatan dua wanita.,,? Semoga tidak

Tidak hanya mereka berdua yang mengisi hari hariku saat kuliah,,, entah kenapa wanita – wanita yang tidak terlalu berperan di lembaran lamaku, di masa kuliah ini mereka lebih banyak mengisi hari hariku.

Melly,,

Ternyata Melly sekampus denganku, aku baru tau saat semester 3,, itupun karena Rein memberitahuku…

Kak Fanny,

 

Tanpa sepengetahuan Kak Neta,, Kak Fanny sering sengaja menemuiku di kota ini… aku pikir dia menyukaiku.. hihiihi

Selain mereka ada juga beberapa wanita lain yang baru kukenal turut serta mengisi lembaran masa kuliahku.

Berangkat dari kesamaan pernah ditinggalkan orang kami cintai, aku dan Winry menjadi dekat, sangat dekatt..… bahkan selama 4 semester aku dan dia tinggal serumah,, kedekatanku dengan Winry membuatku lupa akan kesedihanku atas kepergian Alexa,, aku sempat menjalani masa-masa yang indah dengan Winry, dan mengukir kenangan indah bersama,,, aku pernah berpikir kalau Winry adalah wanita yang akan menemaniku mengisi lembaran lembaran hidupku selamanya.., seperti yang pernah dikatakan Alexa dalam mimpiku,.. meskipun tidak pernah ada kata cinta diantara kami, tapi kami berdua tau kalau kami saling mencintai. Saat itu aku masih takut untuk menjalin hubungan asmara , aku takut menyakiti perasaan pasanganku,, karena saat itu aku masih berkelana dengan banyak wanita.

.

.

.

.

Rein : “Deek,, Apa yang harus kulakukan supaya aku bisa membujukmu untuk tetap di kota ini…?”

Ucap Rein kepadaku saat aku sedang bersiap-siap berangkat ke kota sebelah… dia kelihatan kecewa karena aku akan bekerja di kota sebelah.. bahkan sejak jauh jauh hari dia selalu ngomel kepadaku saat tau aku diterima magang di kota sebelah..

Aku : “ kakakku sayang,,, mau sampai kapan kamu akan jadi baby sitterku ? aku bukan anak SMA lagi… ”

Dia cemberut mendengar ucapanku…

Rein : “Rumah ini, Kota ini,, semuanya tidak akan sama lagi tanpa kehadiranmu,,,”

Aku : “hahaha,,, tidak ada lagi yang tersisa untukku di kota ini,, banyak kenangan indah yang tercipta di kota ini,, tapi selalu berakhir dengan kenangan pahit,, Alexa,,, Winry,,, aku tidak akan pernah bisa melupakan mereka jika aku masih tetap berada disini,,”

Kuhampiri Rein,, kupegang kedua lengannya..

Aku : “ aku membutuhkan suasana baru Rein,,”

Aku : “Yap,, aku memang membutuhkan ini,,,, aku sudah banyak merasakan dicintai dan mencintai serta merasakan kehilangan karena itu,,, semuanya akan menjadi pengalaman yang baik dan pelajaran yang sangat berharga untuk melanjutkan hubungan berikutnya. Perpisahan akan membuka lembaran baru kehidupanku,,, lembaran baru kehidupan cintaku. Dan aku akan memulai lembaran baru kehidupanku di kota sebelah..”

Aku : “mungkin memang awalnya akan terasa sulit bagiku, bertemu orang-orang baru, lingkungan baru,, tapi percayalah,, I will survive…” aku tersenyum padanya..

Rein : “huff,, sering-sering pulang ya dek… jaga diri selama disana, jaga kesehatan,, jangan terlalu banyak meniduri wanita.. aku akan selalu mengawasimu dari sini…”

Aku : “iya..iya… “

Dia memeegang keduap pipiku.. lalu mengarahkan wajahnya untuk mencium bibirku,, kusambut ciumannya,,, kami ciuman beberapa saat.. meskipun kami sudah sama sama dewasa,, tapi kami tetap sering melakukan ini.

Rein : “kenapa pakai motor sih Dek,,,? Mana belinya kredit lagi,,, Kamu kan uda punya mobil..? dan…ngekost ? papa akan membelikanmu apartemen disana jika kamu memintanya…”

Aku : “Rein,,, aku magang disana itu hanya sebagai staff biasa,, apa nanti kata orang2 jika melihatku tinggal di apartemen dan punya mobil sekeren itu…. Tolong jagain mobilku yah,, hihihi..”

Rein : “Dasar,,, “

.

.

Aku pun berangkat ke kota sebelah dengan semangat untuk memulai lembaran baru kehidupanku. aku tidak tau apa yang akan menantiku disana, apa yang akan terjadi padaku saat memulai hal baru disana. Kak Neta pernah berkata padaku, ketika itu kami sedang ada di pantai, kita tidak dibekali kekuatan untuk meramalkan apa yang akan terjadi di masa depan.. kita harus melaui hari hari kedepan untuk bisa mengerti apa yang terjadi di masa yang akan datang,, saat masa depan sudah menjadi masa kini, akan ada masa depan lain yang sudah menunggu didepan mata. kita sebagai manusia hanya bisa berharap bisa melalui hari hari itu dengan baik.,,akan kujadikan momen ini untuk kembali memulai segala sesuatunya dari awal. Aku bertekad untuk meninggalkan lembaran lama kehidupanku di kota ini. Masa lalu akan menjadikanku lebih baik lagi dari sebelumnya, yap,, aku akan melakukan yang terbaik.

Aku berharap bisa menemukan seseorang yang tepat di waktu yang tepat di salah satu persimpangan hidupku di kota sebelah. Seseorang yang mempunyai arah dan tujuan yang sama denganku, dan bersamanya akan kutulis kisah hidup kami seindah mungkin di lembaran lembaran kosong. Seseorang yang kusebut, pendamping hidup.

.

.

.

Tapi seperti yang pernah kubilang sebelumnya, terkadang harapan tidak selalu menjadi kenyataan,, mungkin kalian sudah tau apa yang terjadi padaku di kota sebelah,, jika kalian lupa, aku akan sedikit mengingatkan kalian.,,

Hari pertama menjalani lembaran baru dikota sebelah kuawali dengan datang pada acara Reuni SMP setelah seminggu sebelumnya temanku saat SMP Dika mengabari acara reuni tersebut. Di acara itulah awal dari segalanya, hari itu aku bertemu dengan mereka,,

Dias dengan senyum manisnya yang masih sama seperti dulu,

Lalu sahabat baik Dias sejak dulu,Linda wanita yang penuh dengan kejutan… dia sekost dan satu tempat kerja dengan Dias.

Kemudian Meta, seorang wanita yang cantik dan romantis walaupun terkadang sadis seperti Rein

Pada acara itu awal mula kami bertemu lagi setelah beberapa tahun berpisah. Kami sempat saling bertukar nomor handphone dan janji akan bertemu bersama sama lagi namun tidak pernah terealisasi. Aku senang hari itu ketemu mereka, bisa bertemu Dias lagi, dan ternyata dia masih mengingatku padahal penampilanku sudah berubah,, dia satu satunya orang di acara itu yang mengenaliku,

Kemudian hari kedua di kota sebelah merupakan hari pertama aku magang di sebuah perusahaan, hari itu aku bertemu dengannya,,,

Resty, seorang wanita yang cantik, sexy, dan manja banget kepadaku.

Hari hari pertama magang di perusahaan itu, Resty yang merupakan leaderku tak henti hentinya menggodaku dengan tubuh indahnya, tapi aku masih bisa bertahan,,, Dias yang membuatku bisa bertahan dari segala godaan Resty. Aku sering jalan berdua dengan Dias,, dia sangat baik kepadaku, aku jadi baper ketika bersamanya.. perlahan cintaku untuk Dias mulai tumbuh dan aku nekat akan menyatakan cintaku padanya, meskipun aku tidak tau dia punya perasaanku atau tidak, tapi aku tetap bertekad menyatakan cintaku padanya…. . tapi sebelum aku mengatakan cintaku, dia memberitahuku kalau dia sudah dijodohkan orang tuanya. Duniaku langsung hancur seketika mendengarnya lagi lagi aku merasakan luka akibat cinta,,

Saat itulah Resty datang membawa obat untuk luka hatiku, dia menghiburku, kami bersenang senang bersama.. dia juga mengajakku “tugas” di Singapore bersama,, perlahan aku mulai peduli dengan Resty.. dia manja banget kepadaku,, dia selalu baik kepadaku,, bahkan dia memberikan tubuhnya untukku. Sekilas Resty mengingatku dengan Ressa temanku SMA,, walaupun masih sangat kecil, tapi aku punya perasaan dengan Resty,, aku selalu bertanya tanya apakah Resty juga punya perasaan kepadaku ? aku tidak berani mengungkapkan perasaanku kepadanya akibat trauma dengan Dias.. tapi Resty tidak ada tanda2 mencintiku, aku berpikir dia hanya menjadikanku pelampiasan nafsunya yang gede,,

Ketika masih dibingungkan dengan perasaanya Resty kepadaku, aku bertemu dengan Meta… dan dihari itu juga dia mengatakan kalau ingin berpacaran denganku,, aku sangat kaget dengan niatnya. Aku sempat berpikir dia hanya main2 denganku,,, saat Dias dan Resty sama sekali tidak mengatakan perasaannya kepadaku, Meta secara terang terangan bilang dia menyukaiku. Dengan jebakan yang sempurna, Meta berhasil menjadikan aku sebagai cowoknya… awalnya aku ragu dengan cinta Meta kepadaku, tapi diluar dugaan,, dia sangat mencintaiku.. selama 4 hari berpacaran dengannya,, dia selalu menunjukkan kalau dia benar benar mencintaiku, bahkan aku sudah diajak bertemu dengan orang tuanya,,saat itu aku sangat yakin kalau Meta sangat serius denganku. Hanya selama 4 hari dia berhasil membuatku jatuh cinta kepadanya…, kita benar benar pasangan yang saling mencintai. Sebuah perasaan yang dulu pernah kurasakan dengan Alexa dan Winry…. Aku sempat yakin Meta adalah seseorang yang selama ini kucari..

Tapi semuanya berubah ketika Resty datang saat aku dan Meta sedang berduaan, dan saat itu juga aku tau ternyata Meta dan resty adalah teman baik, mereka sudah sahabatan sejak lama,,, dimalam yang sama, Meta memutuskan untuk mengakhiri hubungannya denganku. Aku sempat emosi kepada Meta… kenapa dia tega membuangku saat aku sangat sangat cinta kepadanya.

Keesokan harinya aku berkunjung ke kostnya Linda, dia sangat sedih dan khawatir saat Dias tidak pernah kembali ke kost.., dia sempat bilang kepadaku kalau Dias sangat mencintaiku,, tapi semua sudah terlambat,, Dias sudah dijodhkan. Aku berusaha menghibur Linda, sampai akhirnya aku dan Linda melakukannya,, aku melampiaskan emosi karena diputuskan Meta dengan bercinta dengan Linda,, aku tidak menyadari kalau Dias sedang melihatku dan Linda melakukan itu.

Aku baru tau Dias melihatku bercinta dengan Linda saat aku sedang berada di apartemennya Resty,, Linda bilang kepadaku kalau Dias sangat kecewa dengan kami berdua.. keberadaanku di apartemennya Resty karena dia memintaku untuk menemuinya,,, Resty bilang kepadaku kalau dia sangat mencintaiku, dan berkata kalau Meta hanya main main denganku, dia bilang cintanya Meta kepadaku itu palsu.. mereka sempat bertengkar hebat sebelumnya…. Tapi Resty salah. aku tau yang sebenarnya,, Meta benar benar mencintaiku,, dan alasan Meta mengakhiri hubunganku dengannya karena merelakan aku agar bersama Resty… Meskipun akhirnya Resty mengatakan perasaanya kepadaku tapi semua sudah terlambat,,, dihatiku cuman ada Meta seorang…

Dihari itu juga peristiwa yang menyeramkan terjadi,, aku melihat dengan kedua mataku sendiri Resty diperkosa oleh dua orang tua yang salah satunya merupakan seseorang yang ternyata menjadikan Resty sebagai wanita simpanannya.. sesuai dengan gosip yang pernah dikataka Rendy teman kerjaku. Resty diperlakukan dengan sangat keji,,, hatiku hancur mengetahui orang itu menghukum Resty karena dia tau kalau Resty dekat dengan seseorang, yang tidak lain adalah aku. Jadi karena aku Resty diperlakukan seperti itu.

Saat semuanya berkahir, Resty memintaku untuk pergi,,, dia mengusirku, bahkan dia tidak mau melaporkan perbatan keji dua orang tua itu ke polisi, Resty mengatakan kalau dia masih membutuhkan orang itu. Aku tidak tau kenapa alasannya..

Itulah yang terjadi padaku saat aku mencoba memulai lembaran baru hidupku di kota sebelah, kacau, tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan ketika pertama kali berangkat ke kota sebelah. Aku gagal menjalin hubungan dengan Dias, Resty ataupun Meta… Dias kecewa denganku, Meta seorang yang paling kucintai hilang entah kemana, mungkin dia sudah bahagia dengan cowok lain. Resty mengusirku dan tidak mau bertemu lagi denganku.. mungkin dia malu kepadaku mengetahui kalau dia adalah wanita simpanan. Semuanya benar benar berantakan, bahkan aku membuat persahabatan Dias-Linda dan Resty-Meta jadi hancur,, padahal mereka sudah sahabatan sudah sangat lama.. aku mengacaukan hidup mereka.. aku menyesal ketemu dengan mereka,, seandainya mereka tidak ketemu denganku, pasti mereka tidak akan mengalami itu semua.

Disat aku terpuruk karena kekacauan yang kutimbulkan, Rein mengirim pesan padaku,,, dia menyuruhku untuk pulang,, seolah dia tau apa yang terjadi kepadaku,,, benar kata Rein, aku harus pulang,,, tidak seharusnya aku berangkat ke kota sebelah dengan sok-sok an untuk memulai lembaran baru. Ternyata bukan masalah tempatnya, tapi penyebabnya adalah aku seorang,,, dimanapun aku berada aku hanya akan merasakan kesedihan dan menghancurkan hidup orang – orangg disekitarku.. apakah ini kutukan ? aku gagal menemukan pendamping hidup di kota sebelah… apakah selamanya aku akan sendiri ?

.

.

.

Aku benar benar pulang kerumah lagi,, aku sudah memakirkan motorku di halaman rumah,, saat ini sudah hampir jam 1 malam… Papa dan Bunda tidak ada, mereka masih di luar negeri,,, aku berjalan dengan langkah gontai menaiki tangga dan melihat kamarnya Rein tertutup. Mungkin dia tidur,,, aku tidak akan menggangunya. Kubuka pintu kamarku,,,,

Ternyata Rein ada di dalam kamarku,,

Seperti biasa, dia selalu tidak memakai baju kalau sedang dirumah,,,,, Lihatlah Rein yang saat ini sudah dewasa,,, Rein menjelma menjadi wanita yang sempurna dengan kecantikan dan keindahan tubuhnya.. Segala keindahan tubuh wanita ada padanya.. dan saat ini dia sedang jomblo,,

Dia bingung melihatku pulang selarut ini..

Rein : “kenapa kamu pulang ..?” Apa maskudnya ? bukannya dia tadi yang menyuruhku pulang…?

Kutaruh begitu saja tas yang kubawah di lantai kamarku, aku berjalan lemas menghampirinya… dan aku langsung memeluknya…

Rein : “Deek..? apa yang terjadi…? Kenapa kamu bersedih..?”

Aku tidak menjawabnya,,,, malah semakin kupeluk erat tubuhhnya…

Rein : “Kejadian Alexa terulang lagi..? atau kejadian Winry terjadi lagi…?”

Air mataku menetes saat Rein menyebut nama mereka berdua….

Aku : “Rein….”

Rein : “Hmm..?”

Aku : “Menikahlah denganku…..!!”

Bersambung

Daftar Part