. Halaman Baru Part 47 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 47

0
250

Halaman Baru Part 47

MEMAINKAN PERAN

POV REGA—————————–

Pagi tadi aku diantar kak Neta ke rumah untuk berganti pakaian dan mengambil peralatan sekolahku, Rein sudah berangkat ke sekolah,,, kemudian aku dan kak Neta melanjutkan menuju sekolah bersama. Susasana disekolah menjadi seperti dulu lagi. Semua siswa melihatku lagi dengan tatapan tajam mereka, entah apa yang ada dipikiran mereka setelah melihat kejadian kemarin. Ini semua gara gara dia, aku berharap tidak akan bertemu dengannya lagi. Tiba-tiba kurasakan pundakku disentuh seseorang.

Adit : ” “gimana tidurmu semalam ? Nyenyak?””

Kenapa anak ini tiba2 seperti ini,

Aku : “”sejak kapan kamu peduli dengan nyenyaknya tidurku ?””

Adit : ” “Eh,, ehmm,, sudah sarapan..?””

Mungkin dia mencoba untuk tetap biasa saja denganku meskipun telah melihat kejadian kemarin..

Aku : “Dit,, aku gpp kok… oke?,,,,, Kamu lihat Rein…?“”

Adit : ““Amanda..? tadi aku melihatnya,, dia kelihatan cantik seperti biasanya….””

Aku dan melanjutkan perjalanan menuju kelas.

Aku : “”Syukurlah,, semalam aku tidak pulang kerumah….””

Adit : ” “Loh..? dari mana kamu semalaman..?””

Aku : ” “Bukan urusanmu, aku harus bertemu Ressa” …” Aku berlari mendahului Adit agar bisa segera kekelas menemui Ressa.

Adit : ” “Brow……..!!!””

Sesampainya di dalam kelas aku langsung melihat ke arah belakang, Ressa sudah adadia dikelas sedang ngobrol dengan Amel. Segera kuhampiri mereka,,, mereka berdua mencoba tersenyum melihat kedatanganku.

Ressa : “”Culuuunnnn….””

Amel : “”Regaa…””

Aku : ” “Amel,,, pinjam Ressa bentar yah,,,””

Amel : ” “ii,,iya….”” Segera kupegang tangannya Ressa dan kutarik keluar dari kelas.

Ressa : ““Eh.,.eh..,,? Mau kemana..?””

Aku mengajak Ressa ke samping sekolah, kuberikan amplop berisi uang dari Kak Neta semalam kepadanya.

Ressa : ” “Ini apa..?””

Tanpa menunggu jawabanku, Ressa langsung melihat isi amplop itu….

Ressa : “”Culuun,, kenapa kamu masih mikirin aku sih,?, pikirin masalahmu sendiri,,,””

Ressa terlihat kesal aku memberikan uang itu padanya,

Aku : ““Ress,, aku kan pernah berjanji padamu untuk mendaptakan uang itu, aku sudah berhasil mendapatkannya,, dan kamu bisa membeli obat-obat itu… kamu masih pengen sembuh kan ?”

Ressa : “”Tapi,,, Aku,,,,,””

Aku : ” “Hmm,,,?” “dia seperti ingin mengatakan sesuatu tapi tertahan

Kemudian Ressa memelukku, sangat erat sekalii….

Ressa : ” “Makasih ya culun,,,””

Aku : ” “Iya,,iya,,, Ress uda yah,,, nanti dilihat anak lain,,, ayok ke kelas…””

Ressa : ” “Bodo’… aku masih ingin disini.,..””

Kenapa anak ini, pelukannya malah lebih erat,, kedua payudaranya Ressa yang super ini terasa sangat hangat dan kenyal di dadaku… lalu pelukan kami terlepas.

Ressa :” “Culun,, aku mau mengatakan sesuatu,,,!””

Aku : ““Apa..?””

  • Ressa : “”Mendekatlah…”..”

Badannya yang mungil dan pendek memaksaku untuk mendekatkan wajahku ke wajahnya, saat sudah dekat tiba2 kedua tangannya merangkul leherku dan,,,

CUP

Ressa mencium bibirku, aku sempat kaget dengan aksinya yang tiba2,,, bibirnya menempel basah di bibirku,, setelah beberapa saat kusambut ciumannya,, kucari lidahnya dengan lidahku,,,,Ressa sedikit mengerang.

Ressa : “”eemphh,,””

Beberapa saat kemudian ciuman kami terlepas,

Aku : “”itu yang ingin kamu katakan,,,?””

Ressa : “”hehehe,,, biar kamu semangat hari ini.. aku akan menciummu tiap hari sampai kamu tidak sedih lagi…””

Aku tersenyum mendengar kata-katanya, masih banyak yang masih peduli denganku,, mereka pasti juga khawatir melihatku bersedih, aku akan mencoba tersenyum untuk mereka, aku tidak ingin membuat mereka khawatir demganku.

Aku : “”Deal…. Kamu harus menciumku tiap hari, tiap jam, tiap menit,,,,” “ucapku penuh semangat kepadanya,,,,

Ressa : “”hahahaha, malah ngelunjak…” dia memukul pelan kepalaku pelan dengan genggaman tangannya…

Ressa :” Aku serius culuuunnn,,,, jangan sedih lagi ya…””

Aku mengangguk kepadanya, kemudian mengecup bibirnya,

Beberapa saat kemudian kami sudah di kelas, ketiga orang sahabatku Adit, Amel dan Ressa daritadi menatapku.

Aku : ” “Guys,, beneran…. aku uda gpp”…”

Ressa : “”Serius.. uda gpp..?” “tanya Ressa kepadaku,,

Aku tersenyum pada mereka bertiga,

Ressa : ” “Memang bener2 deh Alexa itu,, Cantik wajahnya tapi tidak hatinya,, jahat banget,,, awas kalau ketemu, biar aku cakar cakar wajahnya yang sok cantik itu,,huhh “”

Adit : “”Ress,,, “”

Ressa : ” “Apa…?””

Adit : “”Ehm,, Gpp…””

Ressa : ” “Amel,, nanti ikut aku mencari Alexa,,, aku ingin bicara kepadanya,,, Cewek seperti itu gak bisa dibiarin gitu aja….. Aku gak takut sama dia… ””

Adit : “”RESSAAA…..” “Adit membentak Ressa,,, kami bertiga sampai kaget.

Ressa : ““APA SIH DITT…?””

Adit : “”jangan mengganggunya, biarkan dia menjalani hidupnya sendiri,,, ,, ehmm maksudku,,, Sudahlah lupakan Alexa, tidak perlu lagi memperpanjang masalah,,,, Rega juga sudah mengikhlaskannya,, ya kan Ga…?” “tanya Adit padaku,,,

Ressa : “”Kok kamu jadi belain dia si Dit,, mentang2 selama ini kamu deket sama Dia.. iya,,? Jangan2 kamu juga kena tipu dayanya…..”

Adit : “”Apa’an sih Res,,, sebenarnya dia itu…….””

Ressa : “ “APAAA.? APAAAA.. ? masih aja belain cewek jahat yang hatinya busuk itu,… huh ”

Hadeeeh,, Adit dan Ressa malah bertengkar..

Aku :” “Dia yang jahat atau aku yang terlalu lemah…?” “Semuanya melihatku…

Aku : “”aku yang terlalu lemah atau dia yang terlalu hebat mempermainkan perasaanku..? meskipun aku tadi mengatakan kalau aku baik2 saja, tapi untuk saat ini aku belum bisa sepenuhnya baik-baik saja… bagaimana aku bisa baik-baik saja setelah mengalami hal seperti itu,, meskipun aku sudah mencoba untuk melupakan, tetapi masih ada kenangan-kenangan indah bersamanya yang masih tersisa dalam ingatanku,,, walaupun itu semua hanya ilusi tetapi aku merasakannya begitu Real.. karena aku sempat berharap kepadanya, pernah menganggapnya alasan untuk kebahagiaanku di masa depan nanti. Bahkan sampai saat ini masih tersisa cintaku untuknya walaupun sangat kecil..

lihat kan ? aku yang terlalu lemah,,,, terlalu lemah untuk bisa melupakan seseorang yang sudah menyakitiku.

Tapi aku sudah memutuskan untuk melupakannya, aku sudah bertekad untuk move on,, memangkas habis sisa sisa kenangan-kenangan itu, mengubur semua segala harapan yang sempat aku tumbuhkan saat bersamanya, aku harus benar benar bisa mematikan rasa cinta ini,,

aku hanya butuh waktu untuk melakukan itu semua, meyakinkan diriku sendiri kalau semua itu terlarang untuk disimpan dalam diriku,,.. sampai benar benar aku bisa melupakannya dan aku yakin semua rasa untukknya sudah hilang dari diriku untuk saat ini aku tidak ingin bertemu dengannya, berurusan dengannya, ataupun membalas perbuatannya,,, jadi kuminta kalian tidak melakukan apa apa yang berhubungan dengan dia,…””

Kulihat Adit, Ressa dan Amel tersenyum mendengar kata-kataku.. Ressa malah memelukku dari samping,,,

Ressa :” “Culuunnn, jadi orang jangan terlalu baik kenapa sihh, sifat baikmu ini yang bisa membuatmu kelihatan lemah dan begitu mudah dipermainkan orang lain,….””

Amel :” “Rega,, tidak apa2 menjadi lemah, dan tidak melakukan apa2, , itu adalah sebuah kebaikan karena rasa tidak ingin membalas perbuatan orang lain kepadamu..”

Ressa : “”hadeehh,, kalian ini cocok banget,,, kenapa gak pacaran ajasih..?””

Amel tertunduk malu-malu mendengar ucapan Ressa, wajahnya memerah…. Aku tau Amel menyukaiku, tapi maaf sementara ini aku tidak ingin terikat dalam suatu hubungan cinta dengan suapapun.

Adit : “”Baguslah,, ehmm,, nanti malam ikut aku kencan aja yuk Ga,,, nanti biar kusuruh Mira nagajak si Winry,,, Ressa dan Amel ikutan juga yuk,,,kita jalan2 ke mall…,””

Ressa : “”Hmm,, boleh tu,, Reuni anak2 yang tersesat di Hutan,,,, hihihi pasti seru,,,,””

Amel mengangguk dan antusias mendengar rencana Adit untuk menghiburku..,,,

Aku : “”Seru sih,,, tapi,,, nanti malam aku ingin mencoba bicara dengan Rein, aku ingin berdamai dengannya..”

Adit : ““ohh gitu,, yauda lain kali aja… ,selesaikan masalahmu dulu,,,,””

Ressa : “”Iya gpp lain kali aja,, atau nanti aku ikutan kerumahmu.. aku bantuin ngomong ke kak Amanda,,, kita semua juga bersalah dengan kak Amanda karena telah berbohong kepadanya”

Amel : “”aku ikut….””

Ressa : “”kalau perlu nanti malam aku akan menemanimu tidur….” “Bisiknya kepadaku, kulihat Adit dan Amel penasaran dengan apa yang dibisikkan Ressa kepadaku..

Aku : ““ehmm ,, gak usah makasih,,, biar aku sendiri aja dulu….””

Ressa : “hmm. Yauda kalau gitu maumu..”

Adit : “”Yoshhh,, kalau gitu nanti malem aku akan kencan berdua dengan Mira…. Hahahaha..””

Ressa : “”hmmm,, mau ngapain kalian…? Mau enak2 yah…?””

Adit :” “…hahahaha,,,,””

Ressa :” “heh Mesum,,, Anak orang itu,, awas ya kalau kenapa2…..””

Ressa : “”Culuuunn,,,,,”” Ressa menatapku manja,,, lalu tersenyum. Apa coba maksudnya dia seperti itu,,,?

.

.

.

MALAM HARINYA DI RUMAH

Dari celah pintu kamarku, aku melihat pintu kamar Rein sedikit terbuka,,,, aku daritadi memikirkan bagaimana cara untuk meminta maaf kepadanya. Apa yang harus kukatakan padanya,,? Bagaimana kalau dia masih marah ?

Kuberanikan diri untuk melangkah menuju kamarnya Rein, semakin dekat semakin berdebar jantungku. Kubuka sedikit pintu kamar ini, kulihat Rein duduk di tepian tempat tidurnya sambil menghadap ke layar handphonenya.

Aku : “”Rein,, boleh aku masuk…?””

Dia hanya melihatku sebentar langsung melihat layar Handphonnya lagi, sepertinya baik baik saja

.. aku berdiri di dekat pintu kamarnya,

Aku : ““ehm,, Rein,, selama ini aku memang bodoh,, aku minta maaf karena kebodohanku,, aku minta maaf karena tidak mendengarkanmu, tidak percaya padamu dan malah membela dia yang bermaksud untuk menyakitimu,,,, ehm,,, aku mohon kamu bisa memaafkan segala kesalahanku dan aku harap kita bisa kembali seperti dulu lagi,,,,””

Rein melihatku lagi, mata kami bertemu,,,,,, yang terjadi selanjutnya sungguh tidak terduga,,,,

PPPRRAAAAAKKKKK

Rein baru saja melemparkan handphone yang dia pegang tadi ke arah wajahku, untung aku masih bisa menghindarinya.. Handpone baru yang dikirimkan oleh papa itu kini hancur tidak berbentuk setelah menabrak tembok kamarnya Rein..

Aku shock,,,, Ternyata Rein masih marah padaku,,,

Rein :” “Aku tidak mau melihatmu,,, Keluar,,,”,” ucapnya datar..

Aku tidak akan memaksanya, dia benar-benar masih marah kepadaku. Kutinggalkan kamarnya Rein,,, menuju kamarku, sampai kapan akan terus seperti ini ?

Hari Berganti,, JUMAT MALAM

Jam 12 Malam, aku duduk di sofa,,,,, menunggu Rein yang sampai malam ini belum pulang,,, tadi kulihat dia pergi memakai pakaian yang sangat mini,, langsung pergi dengan mobilnya sendiri tanpa ditemani sopir. Aku begitu khawatir dengannya.. satu jam kemudian masih belum ada tanda-tanda Rein akan pulang. Baru sekitar jam setengah 3 pagi aku mendengar mobil datang….

……… : “”Rega… hoiiii,,, Regaa….”

Hmm ? suara ini…? Aphrodite ?

Aku mendengar suara Melly teriak teriak dari luar,,, aku langsung keluar rumah dan melihat Rein dibantu jalan oleh Melly masuk ke dalam rumah. Astaga Rein habis minum-minum,, dia mabuk,, aroma alkohol sangat kuat tercium dari tubuhnya,,, aku membantu Melly memampah Rein,,,

Rein : “”Ini dia anaknya,,, adikku yang hebat,,, hahahahaha”…” Rein Meracau tidak jelas saat aku dan Melly memapahnya ke kamarmya,

Rein : “”Meme,,, ini adikku ,,, yang telah memperlakukanku seperti sampah…. Haha,,, memangnya dia siapa berani berani melakukan itu kepadaku..”

Aku :” “Kamu mabuk Rein,,,,,,””

Rein : “”aku tidak mabuk, lepaskan aku,,,,,,, aku tidak sudi kamu menyentuhku lagi,, jangan merasa hebat ya hanya karena kamu sudah membodohiku…“”

.

.

Rein sudah tertidur di tempat tidurnya, kutarik keatas selimut untuk menutupi tubuhnya.. aku berjalan keluar dari kamarnya Rein,, Melly sudah menungguku disana…

Melly : ““aku sudah memperingatkanmu,,, jangan sampai Rein tau kamu dan Alexa berpacaran…””

Aku hanya bisa menunduk mendengarnya,

Melly : “”kamu tau, dia tadi hampir saja pergi dengan cowok yang tidak kami kami kenal. Amanda benar-benar kacau…. Kalian harus bisa segera menyelesaiakan masalah kalian…””

Melly akan pergi, tapi kutahan tangannya,,,,,

Aku : “”tidak bisakah kamu menginap disini,,, ? Rein sama sekali tidak mau berbicara denganku,,, besok pagi-pagi aku harus ke kota sebelah,, ada keperluan selama 2 hari,,,, aku tidak bisa meninggalkannya seperti itu..””

Melly : ““maaf,, aku harus pulang…..””

Aku pasrah mendengar ucapan Melly, aku benar benar tidak bisa jika meninggalkan Rein dalam kondisi seperti itu,,, aku juga tidak bisa membatalkan pergi ke kota sebelah,,,,,

Melly : “”Hei,,,,”,” Melly memelukku,,

Melly : “”Semuanya akan baik-baik saja,, oke,,? Besok malam aku akan kesini memeriksa keadaannya…. Apa tidak sebaiknya kamu menghubungi orang tua kalian..?”

Aku : “”Minggu depan mereka pulang untuk waktu yang lama….””

Melly :” “Baiklah,, aku pulang……..” “Melly menyempatkan mengecup pipiku sekali, kemudian dia pergi…

Melly : “”oiyah,,, Alexa tidak seperti yang kamu pikirkan… aku sudah mengenalnya sejak lama…””

Hmm.. ? apa maksudnya ? apakah maksudnya dia itu, tau kalau selama ini Alexa itu bukan cewek yang baik ? kenapa dia tidak memberitahuku sejak lama,,,?

.

.

PAGI HARINYA

TIIINNNNN

TIIINNNNN

Kudengar suara klakson mobil dari halaman depan, Kak Neta sudah datang menjemputku… sampai pagi inipun aku masih belum tidur,, sepertinya sudah harus berangkat… kusempatkan masuk ke dalam kamarnya Rein,, dia masih tertidur. Kudekati dia dan kukecup keningnya…

“semoga semuanya baik-baik saja…”

Kemudian aku turun menemui kak Neta,, di halaman depan sebuah mobil sedan mewah berlogo tiga bintang sudah terparkir,, kaca mobil langsung terbuka.. aku melihat ke dalam mobil,,,

Aku :” “kak Fanny….?” “Kulihat hanya ada kak Neta di dalam mobil, di kursi belakang ada beberapa kantong plastik.

Neta : “”Fanny sudah berangkat semalam,,,””

Mobil sudah berjalan menyusuri jalanan kota ini, lama perjalanan yang harus ditempuh dengan kecepatan seperti ini adalah sekitar 3 jam untuk mencapai kota sebelah. Aku dan kak Neta beberapa kali terlibat dalam suatu obrolan yang panjang. Terkadang hanya sunyi yang terjadi diantara kami, ditemani suara radio mobil.

Neta : “”apa kata kakakmu…?””

Aku : “”Hmm..? dia sedang tidur,,, aku belum bilang kepadanya…..””

Neta : “”kalian belum akur yah…?””

Aku :” “maksudnya,,,,?” “kulihat kak Neta hanya tersenyum…

Bagaimana dia bisa tau aku sedang marahan dengan Rein ? seharusnya kak Neta tidak tau kalau putusnya hubunganku dengan Alexa adalah karena Rein. Apakah dia tau…?

Neta : ““Tidurlah,,, sepertinya semalam kamu terlalu sibuk menunggui kakakmu tidur…””

Buset,, lagi2… bagaiamana dia bisa tau sih…? Aku lakukan sesuai perintahnya,, perjalanan masih panjang, masih 2 jam lagi untuk mencapai kota sebelah…lebih baik aku tidur…

.

.

Entah berapa lama aku tertidur, kurasakan mobil ini berhenti…

Aku : “”kita sudah sampai…?”” tanyaku pada kak Neta…

Neta :” “Sebentar lagi,, kita sedang berada di sekolahnya adikku,,, yuk ikut aku kedalam…. Aku kenalkan dengannya…..””

Aku :” “Hmm..? gak deh,,, aku tunggu disini aja……””

Neta :” “yasudah,, tunggu bentar yah….” ” Kak Neta keluar mobil dengan membawa semua kantong plastik yang tadi berada di kursi belakang.

Kulihat tulisan besar yang ada di dekat pintu masuk sekolah, SMA NEGERI SEKIAN SEKIAN. Sekolah ini merupakan salah satu SMA unggulan di kota ini. Aku jadi penasaran apakah temanku SMP dulu ada yang sekolah disini ? Jika bicara tentang teman masa SMP, aku jadi teringat dengan seseorang yang dulu selalu membuatku tetap bersemangat berangkat tiap hari kesekolah meskipun dulu aku selalu di bully,,,

Bagaimana kabarnya Dias sekarang,,? aku masih teringat betapa manisnya senyum Dias.. tidak akan pernah terlupa…. Semoga suatu saat nanti aku bisa bertemu lagi dengannya, melihat senyuman itu lagi. Semoga….Aku memang tidak bisa memilih di masa yang akan datang untuk dipertemukan dengan orang-orang yang aku harapkan, Orang lain entah itu yang sudah kukenal atau orang yang baru kukenal datang dan pergi di kehidupanku membawa dan meninggalkan warnanya masing-masing yang sudah pasti akan semakin membuat kehidupanku lebih berwarna. Mereka datang dan pergi di kehidupanku bukannya tanpa alasan, Sang pencipta mempertemukanku dengan mereka agar aku lebih memahami tentang hidup ini. Aku tetap bersyukur bisa bertemu dengan Alexa meskipun dia pergi meninggalkan luka, karena dengan bertemu dan terluka olehnya, aku bisa belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi untuk kedepannya.

Pertemuanku dengan orang-orang baru seperti sedang melakukan perjalanan, dalam melakukan suatu perjalanan pastinya kita akan menemui sebuah persimpangan kan? atau bisa disebut juga persimpangan kehidupan, di persimpangan itu aku dipertemukan dengan berbagai macam jenis orang dengan tujuan hidup yang berbeda-beda. Ada yang tujuannya sejajalan denganku tapi hanya untuk sesaat, ada yang berlawanan arah, atau hanya bertemu saat di persimpangan itu saja. Di Persimpangan kehidupan juga perpisahan sering terjadi, saat aku dan seseorang atau lebih memiliki jalur dan arah tujuan yang berbeda, aku dan dia harus berpisah di persimpangan itu walaupun perpisahan sering kali tidak kuhendaki, aku hanya bisa pasrah harus berpisah dengannya sambil berharap akan dipertemukan lagi di persimpangan yang lain. Mungkin suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan Dias, atau mungkin suatu saat nanti aku akan bertemu lagi dengan Alexa, atau juga bisa jadi suatu saat nanti aku dan Rein akan berpisah, dan itu akan sangat aku sesali jika benar-benar terjadi..

Memang saat ini aku masih melalui jalan kehidupan ini sendirian, hingga nanti akhirnya aku akan menemukan seseorang yang mempunyai arah tujuan yang sama denganku, dan kami akan melalui jalan kehidupan ini bersama sama. setelah pengalamanku dengan Alexa, aku tidak akan buru-buru menemukan seseorang itu, karena perjalanan yang akan kami tempuh nanti akan sangat panjang dan melelahkan, aku harus bisa menemukan orang yang tepat, yang tidak akan pernah lelah melalui perjalanan itu bersama sama senganku, yup.. aku harap akan menemukan orang yang tepat, di waktu yang tepat dan di persimpangan yang tepat..

Oiyah.. Satu hal lagi yang menarik tentang sebuah persimpangan kehidupan, di saat saat tertentu dan tidak terduga, aku tidak menyadari jika suatu persimpangan telah tercipta antara aku dengan seseorang yang akan mengisi kehidupanku di masa yang akan datang, tapi karena satu dua hal, aku dan dia belum dipertemukan di persimpangan ini,,, seandainya kami berdua bertemu di persimpangan ini, mungkin segala sesuatunya nanti tidak akan menjadi rumit dimasa depan.

————————POV NETA———————–

Mumpung sedang di kota ini, aku sempatkan untuk bertemu dengan adikku tersayang, dia pasti marah-marah melihatku ada disekolahnya. Hihihi….

Nah itu dia….

Aku :” “Adeeeekk.. “………” aku berteriak ke arahanya dari kejauhan,

Meta dengan wajah juteknya langsung berjalan menuju ke arahku,

Meta : “”Kakak ngapain pake acara kesini segala sih ?”” ucapnya dengan sebal,,,,

Aku : “hmm,, segitunya sama kakak sendiri,, ” kuhampiri dia.. kuciumi kedua pupinya.. tapi dia masih aja cemberut…

Aku :” nih oleh2,,, titip buat mama juga ya Tuan Putri….””

Meta : ““kakak ingat usaat terakhir kali kakak kesini..? semua cowok disekolah ini heboh, semuanya pada tanya kepadaku tentang kakak….””

Aku ingat, saat itu aku langsung masuk ke dalam kelasnya Meta saat pelajaran berlangsung hanya dengan memakai celana mini ketat dan tanktop..

Aku : “”hahahaha,, kenapa Dek,,? Gara2 itu, kamu jadi gak laku lagi yah…? Hahahahaha…””

Meta : ““ishh… sudah sana pergi.. kenapa gak langsung dibawa ke rumah aja sih,,, “” Ucapnya masih kesal kepadaku..

Aku :” “ehmm, aku gak ada rencana pulang Dek,, papa pasti marah kalau aku pulang tapi cuman bentar,, “”

Meta : “”hmmm..? katanya sampai besok disini….?””

Aku : “”aku ada acara nanti malam, mau menginap di apartemennya Fanny aja… oiya, di mobil ada pangeran tampan dan lucu dari kota sebelah…. dia seusia denganmu, kamu pasti suka,,””

Meta :” “hehh..? siaapa ? muridmu Kak…? Kenapa kamu bawa kesini….?” “Tanya dia penasaran

Aku :” “aku mengajaknya bersenang senang nanti malam di kota ini… kami akan menghabiskan malam bersama”…” bisikku padanya.,,

Meta : “”ckkckck,,, aku laporinin kak Vian baru tau rasa,,,, “”

Aku : “”laporin aja, aku sudah bosan dengannya,,, silahkan ambil kalau kamu mau… hahahaha””

Meta : “”Ishh gak mau,,, jelek,,,, nanti malem Pasti sama kelompok arisan itu yah…?””

Aku : ““Klub sosialita Dek… SO-SI-A-LI-TA…..””

Meta :” “whatever…..””

Aku : “”mau aku kenalin dengan cowok itu…?””

Meta :” “mau,,, mau,,,, siapa tau dia nanti akan jadi pangeranku,,,”,,” ucapnya antusias..

Aku : ” “Meskipun dia habis aku pake,, kamu masiih mau,,,?””

Meta : ““Hmm,, dipake apa…?”’

Aku :” “hahaha.. lupakan,, kamu masih kecil,,,””

Meta memasang lagi wajah juteknya,,,,

Meta : “”Kak… kamu pikir aku akan selamanya jadi anak kecil..? kamu kira aku gak ngerti apa maksudmu…? Ohh please….””

Meta : “”meskipun kakak sudah tidur dengannya aku tidak peduli,,, yang penting dia setia, mau menerima aku apa adanya dan,, yang penting dia Hot.. Di kota ini sudah tidak ada cowok yang seperti itu… Lagipula di jaman seperti ini mana ada cowok yang masih virgin…?”

Sumpah aku kaget adikku bicara seperti itu,

Aku : “”wah,,wah,,, adikku sudah dewasa ternyata,,, jangan jangan kamu sudah,,,,,,””

Meta :” “Apa….?””

Aku :” “next time, kamu harus menceritakannya padaku,,,,” “aku tersenyum kepadanya.. Meta benar2 menjelma jadi wanita yang sangat persis denganku…

Meta : “”jadi mau dikelanin gak nih..?””

Aku : “”iya,,iya,,,,””

Aku dan Meta berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman sekolah, beberapa siswa melihatku, aku tersenyum kepada mereka…

Meta : “”jangan ganjen kenapa sih Kak…” ” Meta memprotesku.,..

Aku : “”apa sih dek,,? Orang aku cuman senyum kepada mereka,,…””

Sesampainya di mobil, aku langsung membuka pintu…

Aku :” “Loh…?””

Meta : ““kenapa kak…?””

Aku : “”kemana tuh anak..? padahal dia aku suruh nunggu di dalam mobil….” ” Aku melihat sekeliling, tidak ada tanda-tanda keberadaan Rega…

Meta : “”ahh gimana sih…?, yauda aku masuk dulu ya kak,, sudah ditungguin temen2…””

Aku : “”Hmm,, yauda deh,, salam buat papa mama ya Dek,,,””

Meta : “”iyaa….” “Ucapnya sambil sedikit berlari menuju kedalam sekolah…

Beberapa detik kemudian Rega datang…

Rega : “”Uda ketemu adikmu,,,?””

Aku : “ kamu dari mana..? adikku tadi kesini mau berkenalan denganmu….””

Rega : “”Beli Cilok.. … Mau..?”” Dia menawariku bungkusan makanan kepadaku,, hmmmm, mau bagaimana pun juga dia masih anak kecil…

Aku : “”Makanlah sendiri,, ayo kita berangkat lagi…””

Rega : “”hmm.. oke….””

.

.

.

————————POV REGA———————–

Berjarak sekitar 60 menit dari sekolah adiknya Kak Neta , kami sudah sampai di sebuah apartemen yang lumayan besar. Sebenarnya tidak terlalu jauh dari sekolah tadi, tapi perjalanan terasa lama karena macet. Sudah hampir 2 tahun aku meninggalkan kota ini, jalanan masih macet seperti biasanya. Tidak ada perubahan…

Aku : “ “kamu tinggal disini kak…?” ” ucapku pada Kak Neta saat kami sedang menunggu didepan lift.

Neta : “”Fanny yang tinggal disini, aku sudah membeli sebuah apartemen tapi masih dalam proses pembangunan,, akhir tahun nanti baru bisa aku tempati…””

Aku : “”ohh,, jadi kak Fanny sudah disini,,?””

Neta :” “Hmm.. Fanny pulang kerumah orang tuanya,, dia menyuruh kita menginap disini, daripada harus menyewa hotel….””

Aku : “”Lalu Kenapa kak Fanny tidak bersama sama dengan kita…?””

Neta : ““Kenapa kamu daritadi tanya Fanny…? Suka…?””

Aku : ““eh,, enggak,,enggak,,,””

Neta : “”hahahahaha, gpp kok kalau suka,, Fanny memang orangnya baik, banyak yang suka dengannya… tidak pilih pilih teman, selalu hangat kepada siapapun, aku sudah berteman dengannya sejak lama,,, dia satu2nya teman yang aku percaya didunia ini,, seandainya di itu cowok,, aku akan menikahinya,,,, hahaha””

Aku : “”hehehe…” ….” Kelihatan banget sih memang mereka sangat dekat, bahkan terlalu dekat…

Neta :” “lagipula aku yang meminta Fanny untuk tidak mengganggu kita, ada yang ingin kubicarakan denganmu…””

Aku : “”aku,,? Tentang apa….?””

Neta : ““Alexa….””

Deg Deg

Apa maksudnya..? kenapa kak neta ingin membicarakan tentang Alexa…?

Beberapa detik kemudian pintu lift terbuka, kami berdua masuk ke dalam lift ini. Aku tidak terlalu konsen dengan lantai berapa yang akan kami tuju, aku masih bertanya tanya kira2 apa yang akan dibicarakan kak Neta tentang Alexa…

Akhirnya kami berdua sampai di kamar apartemennya kak Fanny, besar dan luas banget, sepertinya ini kamar paling mahal di apartemen ini. Orang kaya juga ternyata kak Fanny. Aku bisa melihat jacuzzi model klasik di balkon kamar ini,

Meskipun aku ada didalam kamar ini, kak Neta tidak ragu membuka segala pakaiannya dihadapanku. Hanya menyisahkan panties yang menutupi area kewanitannya. Apakah dia mau mandi…?

Neta : “”Aku mau tidur dulu,,,” “dia naik ke atas tempat tidur…

Aku : “”katanya mau bicara..?””

Neta : “”tidur dulu, baru kita bicara… kamu pikir gak capek nyetir berjam jam..? sebaiknya kamu juga tidur ,, nanti malam kamu tidak akan bisa tidur sampai pagi…””

Hmmm.. acara itu yah..?

Akhirnya aku ikutan tidur disebelahnya kak Neta, dia membelakangiku…

Meskipun dia menyuruhku tidur, nyatanya aku tidak bisa tidur,, banyak sekali yang aku pikirkan. Rein,, aku memikirkan Rein,, apakah dia baik2 saja ? apa dia sudah makan ? tadi sebelum berangkat aku titip pesan ke Mbak Tina supaya memsakkan sup untuknya.. semoga dia memakannya… Apakah dia akan mencariku jika aku tidak ada dirumah 2 hari ini..? apakah dia akan marah karena itu ? aku rindu saat dia memarahiku saat aku pulang telat,, aku rindu seperti dulu lagi dengannya,,,

““Rein,,, maafkan aku,, aku hanya bisa membuatmu bersedih.. aku ingin kita seperti dulu lagi ”

Tak terasa air mataku menetes memikirkan kesalahanku pada Rein,,

Neta : “”apa yang kamu tangisi..?””

Aku kaget saat Kak Neta tau aku sedang menangis disebelahmya,, segera kuusap air mataku…

Neta : “”Alexa… ?””

Neta : ““kakakmu…?””

Neta : “”Cintamu..?””

Neta : “”hufff,, kamu benar2 tidak bisa membiarkanku istirahat sebentar, baiklah mari kita bicara…””

Kak Neta membangkitkan tubuhnya.. dia turun dari tempat tidur dan berjalan menuju balkon kamar ini, dan melepas pantiesnya.

Neta :” “Lepas pakaianmu….!!” “Perintahnya kepadaku

Hmm..? apa yang akan dia lakukan..? aku ikuti kak Neta …. Kulihat dia berjalan menuju jacuzzi yang kulihat tadi..

Neta : “”buruan lepas semua pakaianmu..!!””

Sepertinya dia ingin mengajakku berendam bersama.. segera kulepas semua pakaianku sesuai permintaannya..

Neta : “”Kita bicara disini….””

Aku berjalan menuju jacuzzi itu, dan memposisilkan diriku duduk di seberangnya, Kak Neta sedang mengikat rambut panjangnya..

Kemudian berendam menghadapku,,

Neta : “”aku tau kamu bukan tipe orang yang mudah mengungkapkan perasaanmu kepada orang lain, dengan telanjang berdua seperti ini kamu akan bicara…” “ucapnya lalu tersenyum,,

Teori dari mana itu.? Sok tau banget,,, aku memang orangnya pendiem… dengan telanjang bersama seperti ini tidak malah membuatku terbuka tentang perasaanku,, yang ada aku malah sange melihat tubuh telanjangnya kak Neta.

Neta : “Peran apa yang sedang kamu mainkan dalam hidupmu..?”

Aku : “hahh…?”

Neta : “Antagonis,? protagonis,? Figuran..? Atau kamu hanya seorang penonton yang menyaksikan suatu drama sambil duduk manis makan cilok..?”

Aku jadi bingung dengan pertanyannya.. Tunggu dulu…

Aku : “kenapa harus memainkan peran…? Memainkan suatu peran berarti kita tidak bisa memilih jalan hidup kita sendiri… Bukannya hidup ini adalah sebuah pilihan ? Aku lebih memilih menjadi sutradara yang mengatur hidupku sendiri… ”

Neta : “jangan mencoba menjadi Tuhan, Tuhan adalah sutradara dari panggung sandiwara yang kita sebut dunia… ”

Neta : “hidup bukan lagi bicara tentang pilihan… hidup adalah tentang memainkan sebuah peran.. ”

Aku : “protagonis, aku memilih menjadi protagonis…. Bukannya pilihan yang paling baik adalah memilih yang sebaik-baiknya pilihan..?”

Kak Neta tersenyun dengan ucapanku,,

Neta : “Deek… kita juga tidak bisa memilih suatu peran, entah itu antagonis atau protagonis,, sebab peran apa yang kita mainkan hari ini belum tentu sama dengan hari esok. dan yang berhak menilai apa peran kita adalah penonton.. orang lain, orang lain yang bisa menilai kita ini orang seperti apa…

Aku : “bukannya Tuhan yang sudah menentukan peran kita di dunia ini..? katamu tadi Tuhan adalah sutradara…?”

Neta : “Kamu bisa saja menganggap dirimu adalah seorang protagonis, yang mewakili kebaikan,,sedangkan yang lain yang berseberangan dengan pikiranmu dan selalu berbuat buruk adalah seorang antagonis lalu sisanya adalah figuran… jika ada sesuatu yang buruk terjadi pasti penyebabnya adalah seorang protagonis, dan kamu sering mengabaikan figuran karena perannya di hidupmu tidaklah penting..

Kenyatannyaa tidak ada protagonis sejati didunia ini… Setiap manusia di dunia ini adalah protagonis dan antagonis, Tuhan menanamkan dalam diri manusia kebaikan dan keburukan.. dan jika kita menganggap orang lain adalah figuran… kita juga figuran dari peran orang lain…”

Aku :” sampai kapan panggung sandiwara ini akan berakhir..? ”

Neta :” kenapa sayang..? Kamu sudah lelah melakoni dramamu..? ”

Aku :” jika ini semua hanya sebuah panggung sandiwara, tidak adakah yang nyata…? Tidak bisakah aku meninggaklkan semua permainan peran ini? Aku lelah dengan semua yang tidak nyata…. ”

Neta :” Perasaan… satu2nya yang nyata adalah perasaan…. sayang… panggung ini tidak akan pernah usai. Biarkan drama tetap bermain di panggungnya masing2, entah itu drama percintaan, tragedi, komedi, misteri,, yang penting ingatlah yang nyata adalah perasaan., perasaanku, perasaanmu, perasaan orang lain adalah suatu kenyataan.. meskipun kita sedang memainkan sebuah peran yang kadang tidak sesuai dengan keinginan kita , perasaan kita tidak akan pernah berkata sebaliknya.. ”

Aku : “apa yang sebenarnya ingin kamu katakan…? Apa hubungan itu semua dengan Alexa..? ”

Neta : “Menurutmu,, Peran apa yang sedang dimainkan Alexa…?”

Deg Deg

Aku : “Ohh.. Dia pintar memainkan peran,, dia memainkan perannya dengan sangat baik,,,”

Neta : “lanjutkan…..”

Aku masih belum mengerti apa maksudnya,

Aku : “dia berhasil membodohiku selama ini, dia selalu berkata cinta kepadaku, tapi ternyata cintanya kepadaku tidak nyata, dia hanya sedang memainkan peran.. Sungguh akting yang sempurna dan sangat alami, dia benar-benar hebat melakukannya…”

Mengingat itu semua semakin membuat dadaku sesak..

Neta : “kamu percaya begitu saja?”

Aku : “Dia mengatakannya langsung kepadaku, selama ini dia hanya memanfaatkaanku untuk……”

Neta : “Untuk….?”

Apakah aku harus mengatakan kepada Kak Neta kalau selama Alexa memanfaatkanku untuk menghancurkan Rein.. ?

Aku : “kamu tidak perlu tau….”

Neta : “baiklah, kamu percaya dengan apa yang dikatakannya…? Apakah tidak sedikitpun kamu berpikir bahwa dia terpaksa mengatakan itu padamu…?”

Deg Deg

Aku : “apa maksudmu…?”

Neta : “Bagaimana kalau sebenarnya cinta Alexa kepadamu itu nyata, satu2nya yang tidak nyata adalah ketika hari itu dia mengatakan tidak mencintaimu? Hari itu dia sedang memainkan peran dan mengkhianati perasaannya sendiri…”

Deg Deg,

aku shock mendengar ucapan kak Neta, Tidak mungkin..

Aku : “tidak mungkkin dia seperti itu, kenapa dia harus melakukan itu…? Tidak.. Dia tidak pernah mencintaiku…”

Neta : “kamu tau apa alasan sesungguhnya saat mencintai seseorang..?”

Aku : “hentikan semua pertanyaan pertanyaan itu…” ucapku pada kak Neta dengan emosi..

Neta : “alasan cinta yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mencintaimu bukan karena fisikmu.. karena itu hanya nafsu.,juga bukan karena kebaikanmu, karena cinta akan lenyap saat kamu berbuat jahat kepadanya… Alasan cinta yang sesungguhnya adalah saat alasan dia mencintaimu adalah kamu.. Hanya kamu… tidak ada alasan lain.. dengan alasan seperti itu tidak alasan untuk berhenti mencintaimu selama dia masih bisa melihatmu, satu2nya yang membuat cinta itu sirna adalah ketika dia tidak bisa lagi melihatmu, atau kamu hilang dari muka bumi ini…”

Deg Deg.. kata kata itu?

Deg Deg

Neta : “pernah dengar kalimat itu?”

Deg Deg

Kata2 itu yang pernah dikatakan Alexa kepadaku,, kenapa Kak Neta tau kalimat itu..? Apa hubungannya dia dengan Alexa…?

BERSAMBUNG

Daftar Part