. Halaman Baru Part 46 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 46

0
228

Halaman Baru Part 46

SELALU MENYUKAI HUJAN

DIMALAM YANG SAMA KETIKA REGA BERTAMU DI KOST KAK NETA DAN ADIT KETEMU ALEXA. SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN….

——————————POV RESSA—————————–

Mataku memandangi air hujan yang sampai malam ini masih turun membasahi bumi tempat aku berdiri saat ini.. walaupun malam hari, masih bisa Kuihat air hujan itu berjatuhan di bawah sinar lampu jalanan.

Aku julurkan tanganku,

Tes

Tes

Tes

Sambil terpejam kurasakan rinai air hujan menyentuh telapak tanganku.

Malam ini Aku sedang berdiri didepan sebuah toko kue di area pertokoan tidak jauh rumahku. Sudah hampir setengah jam Aku berdiri disini menunggu seseorang, setelah siang tadi aku janjian dengannya untuk bertemu di tempat ini. Kulihat orang orang lalu lalang berjalan dengan cepat setelah keluar dari mobil agar air hujan tidak terlalu banyak membasahi tubuh mereka.

Aku kadang bingung dengan orang-orang, banyak yang bilang menyukai dan merindukan hujan.. , tetapi ketika hujan tiba, mereka selalu berlindung dibawah payung, memakai mantel dan berteduh dibawah atap sambil memaki dan mencaci hujan yang tak kunjung berhenti.

Nyatanya Mereka tidak benar benar menyukai hujan,,

Teekadang memang orang-orang tidak jujur dengan perasaan mereka sendiri, Sama seperti kejadian tadi pagi, ternyata selama ini Alexa tidak benar-benar mencintai sahabatku yang sudah kuanggap seperti kakak, Rega. Alexa mengatakan dengan tegas kalau selama ini dia tidak mencintai Rega dan hanya memanfaatkan Rega untuk membalas Amanda. Shock dan kaget yang kurasakan saat melihat langsung kejadian tadi pagi. .. Aku sedih melihat Rega, aku marah Rega diperlakukan seperti itu. Padahal selama ini Rega mati2an mencintai Alexa, dia selalu membela cinta Alexa kepada orang2 yang ragu dengan ketulusan cintanya,,,, aku bisa merasakan betapa hancur dan sakitnya perasaan Rega mengetahui cintanya Alexa selama ini hanya pura-pura kepadanya. tidak kusangka Alexa bisa sejahat itu kepada Rega.. Rega Juga sih… aku kadang gemes dengan si culun itu karena jadi cowok terlalu polos.. huftt…. Akibatnya dia begitu mudah dibohongin Alexa..

Aku harap Rega tidak terlalu larut dalam kesedihannya, cewek sejahat Alexa tidak pantas untuk ditangisi. Kalau perlu sekalian balas perbuatan Alexa kepadanya.. masa’ dia mau begitu saja diperlakukan seperti itu sama Alexa…

Tapi….

Rega tetaplah Rega.. palingan dia hanya akan menerima dengan lapang dada dan kebesaran hatinya meskipun sudah diperlakukan sejahat itu…

“Huff.,, Aku jadi Gak Rela….”

Biarlah, Yang penting dia segera ceria kembali seperti semula, tidak perlu lagi mempedulikan orang orang yang jahat kepadanya.. seperti hujan.. hujan akan tetap turun,. Hujan tidak peduli dengan omongan orang yang tidak menyukainya, hujan masih akan tetap turun untuk siapapun yang membutuhkan kehadirannya..

“Aku membutuhkanmu….” Ucapku dalam hati

Kuambil botol obat kosong yang masih kutaruh di dalam tas kecil yang saat ini kubawa. Obat obat ini lebih cepat habis dari yang kukira, bahkan sudah habis sejak dua hari yang lalu. Semalam tidak bisa kuhindari rasa sakit yang terasa begitu menyakitkan menyerang kepalaku, tanpa obat itu aku hanya bisa menahan rasa sakitnya dengan air mata dan kekuatan untuk bertahan hidup.

Bertahan hidup ?

Ya.. aku masih ingin hidup.. aku ingin sembuh… Rega telah menyadarkanku untuk tetap bertahan demi orang2 yang peduli denganku.. aku ingin tetap hidup demi kedua kakakku.. Rega dan Resty…. Aku tidak akan menyerahkan begitu saja hidupku pada monster ini… demi mereka…

Karena alasan itulah saat ini aku berdiri disini daritadi, aku sudah memutuskan mencari uang sendiri untuk membeli obat itu. Paling tidak, aku bisa hidup lebih lama lagi untuk memikirkan bagaimana mencari uang lebih banyak lagi agar aku bisa sembuh…

Rega pernah berjanji padaku untuk berusaha mencarikan uang itu agar aku bisa menebus obat-obat itu sebelum 2 minggu.. dasar.. si culun itu tetap aja sok2an jadi pahlawan….. tapi ini sudah hampir 2 minggu dan tidak ada tanda2 Rega akan mendapatkan uang itu, malah dengan adanya kejadian tadi pagi, semakin kecil kemungkinan Rega untuk mendapatkannya..

Apakah dia lupa dengan janjinya?

Aku tidak pernah bertanya padanya ataupun mengingatkan dia akan janjinya padaku… meskipun dia lupa juga tidak apa2.. Aku sadar diri, ini masalahku… Dia tidak berhak susah susah memikirkan masalahku.. aku tidak mau merepotkan dia ataupun orang lain… sebaiknya saat ini dia memikirkan masalahnya sendiri.. masalah dengan kakakknya.

Ehm… Pasti Rega akan marah padaku saat tau aku akan melakukan hal ini.. tapi ini satu satunya cara dan dia tau itu. kalau dia masih aja marah.. biar nanti aku beri service spesial untuknya… Hihihi… Dia pasti suka dan gak marah lagi.. hahaha.. dan aku sangat senang melakukan dengannya, meskipun lagi2 bukan untuk yang pertama kali dengannya..

“lama banget sih…..” ucapku sebal…

Aku masih mengamati orang2 yang berlalu lalang disekitaran komplek pertokoan ini.. beberapa cowok memandang cukup lama kepadaku saat mereka melintas didepanku.. mungkin yang ada di pikiran mereka :

“siapa bidadari cantik yang sedang berteduh itu. . kecantikannya bagaikan kehangatan ditengah tengah dinginnya hujan…”

Hihihi…Atau

“kasihan gadis imut dan lucu itu kedinginan,, aku jadi ingin memberikan cintaku padanya untuk menghangatkan hatinya…”

Hihihihi…

Ahh.. Tapi Gak mungkin seperti itu yang ada dipikiran mereka.. mereka pasti mikirnya. :

“montok banget tu cewek,, enak tuh kalo dientot dingin2 kayak gini….”

Yap.. pasti seperti itu yang ada dipikiran mereka.. huff….

Kualihkan pandanganku ke belakang, ke arah kaca toko kue,, deretan bermacam macam aneka kue berbagai jenis dan rasa dipajang. Bikin ngiler,,,,

Beberapa menit kemudian sebuah mobil sedan berwarna hitam datang dan parkir tepat didepan toko kue ini… Dan yang mengendarainya adalah seseorang yang daritadi aku tunggu kedatangannya,,, akhirnya dia datang juga.. dia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kearahku…..

Aku : “lama banget sih…? Dingin tau’… ” ucapku sebal padanya..

Galih : “iya Maaf.. Macet banget tadi.. ..”

Hmm? Tumben dia bilang maaf..?

Aku : “bagaimana..?”

Galih : “Dia menolak karena harga yang kamu sebutkan terlalu besar.. 3 kali lipat dari biasanya… ”

Aku : “yaaaahh……” aku kecewa mendengar berita darinya…

Galih : “tapi aku meyakinkannya, kukatakan padanya kalau harga segitu layak, aku mengatakan kalau kamu tidak akan mengecewakan….. Dan.. akhirnya dia mau…”

Aku : “hahh..? Serius….?.”

pandangan matanya tajam melihatku… lalu tangannya masuk kedalam tas yang dibawa bersamanya. dia mengeluarkan bungkusan kertas berwarna coklat dan memberikannya padaku.

Galih : “itu setengah dari yang kamu minta.. sisanya akan dia berikan langsung saat bertemu denganmu…”

Hmm..? Jadi bungkusan tebal segenggaman tanganku ini isinya uang…? Dengan uang sebanyak ini seharusnya aku bisa membeli stok obat untuk setahun kedepan….

Galih : “belilah pakaian baru, kamu harus kelihatan sempurna saat bertemu dengannya sabtu nanti….”

Aku : “iya….”

Tiba2 Galih menggenggam kuat pergelangan tanganku… Aku sampai kaget…

Galih : “jangan mengecewakan orang itu, dia bukan orang sembarangan… namaku juga dipertaruhkan disini..”

Kulihat dia sangat serius mengatakannya, dia benar2 takut dengan orang itu.. orang yang akan membeli perawanku.

Aku : “iya.. Iya.. jangan khawatir, dia tidak akan kecewa denganku.. kamu tau sendiri bagaimana keahlianku…” Galih menggelengkan kepalanya,

Galih : “bersikaplah seperti cewek SMA pada umumnya,, jangan tunjukkan padanya kalau selama ini kamu mencari uang dengan tubuhmu.”

Hmm..?

Aku : “kamu sudah membantuku.. apa yang bisa kulakukan untuk membalasnya.? di dekat persimpangan itu ada hotel,…”.

Aku yakin dia tau maksudku… Dia tidak butuh uang, uangnya sudah banyak… Satu2nya yang bisa kulakukan untuk membalasnya adalah dengan tubuhku.. Aku rela melayaninya, karena dia sudah berusaha membantuku..

Galih : “Aku tidak akan melakukannya lagi denganmu.. temani aku makan kue….”

Eh..? Galih menarik tanganku masuk ke dalam toko kue ini… kenapa dia tiba2 seperti ini? Mungkinkah sikapnya kepadaku langsung berubah 180 derajat setelah kuceritakan tentang penyakitku…? senakal nakalnya Galih, ternyata dia bisa tersentuh dengan kisah hidupku… hihihi… gemess… Galih itu sebenarnya tampan.. cuman dia nakal..

.

.

——————————POV REGA—————————–

……… : “Hai… akhirnya kamu datang juga….. Kami sudah menunggumu…..”

Eh…?

Bukan Kak Neta yang membukakan pintu.. tapi salah satu guru PPL lain…. . namanya Fanny., memang disekolah kak Fanny sering terlihat bersama Kak Neta… … Adit selalu membanding bandingkan kemolekan tubuh Kak Fanny yang tidak kalah dengan Kak Neta…

Kenapa kak Fanny ada didalam kamarnya Kak Neta…?

Dan.. ..

Kenapa dia bugil….?

Takut dikira gak sopan, Aku langsung reflek membalikkan badanku.

Fanny : “hahahahahahahahaha…….. hahahaha”

Buset,, kenapa dia malah bahagia setelah kulihat tubuh telanjangnya,

Fanny : “Bener yang Kamu bilang Net,,,, dia langsung gak berani melihatku,,, hahahahahaha”

Hmm..? Jadi Kak Neta di dalem..?

Neta : “Namanya juga pengecut.,,,,,” teriak Kak Neta dari dalam kamar, sialan dia memanggilku seperti itu lagi,

Fanny : “Rega,,,,? Gak Mau masuk aja…?”

Waduh gimana ini,,,, ?

Fanny : “atau aku yang harus keluar dari kamar ini untuk menarikmu ke dalam..?”

Hmm? Kulihat dari arah lorong ada beberapa penghuni kos lain sedang berjalan,,,

Aku : “Jangan…jangan,,,,, “ aku langsung masuk kedalam kamar, melewati tubuh Kak Fanny dan dia langsung menutup pintu kamar ini.

Saat aku masuk ke dalam kamar, kulihat Kak Neta berada di dalam kamar, dan lagi-lagi kau dikagetkan dengan kak Neta yang juga Telanjang. Dia sedang asyik memakan cream dari sebuah kue tart yang dia pegang,, dan tubuhnya penuh dengan cream kue tersebut. Apa yang telah mereka lakukan ? atau apa yang akan mereka lakukan ?

Kak Neta : “Hai……” dia tersenyum padaku.

Gila… lihat payudaranya Kak Neta, gede banget kan..?

Tiba-tiba tanganku ditarik kak Fanny untuk duduk diatas tempat tidur, kemudian dia menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur.

Bener-bener tubuh kak Fanny gak kalah sama tubuhnya kak Neta, sama sama sexy dan mulus banget tubuh mereka berdua. Sungguh sempurna tubuh mereka berdua di usia mereka yang masih 20-an. disuguhin pemandangan seperti itu penisku langsung menegang.

Fanny : “jadi dia yang pernah bikin kamu puas..? jadi penasaran…. !” ucap Fanny pada Kak Neta

Ehh..? apa maksudnya ?

Fanny : “Biasanya nih yah, Neta itu harus dengan 2 cowok atau lebih… baru dia puas… ”

Whattt..?

Fanny : “Aku boleh coba…?”

Neta : “Kok tanya aku,, tanya langsung ke anaknya,,, btw, dia habis diputusin ceweknya.,, mungkin dia juga membutuhkannya…”

Hadeehh,, ternyata kak Neta juga tau kejadian tadi pagi,,, lalu kak Fanny memindahkan posisinya yang kini menghadapku

Payudaranya yang besar menggantung indah dihadapanku,,, Gila…

Fanny : “uhmm kasian,,, pacaran sama aku aja yuk,,,? Aku juga jomblo nih…”

Aku : “Aku kesini bukan untuk ngomongin statusku…”

Fanny : “Woouww…tegas juga ya…. hihihii”

Mendengar ucapanku, Kemudian Kak Neta turun dari meja dan menghampiriku, dia letakkan kuenya diatas meja. Dia tidak ragu memperlihatkan tubuhnya yang telanjang tepat dihadapanku

Neta : “oke… apa yang ingin kamu bicarakan ? atau cuma mau minta pelumas …?”

Fanny : “hahahahahahahaha…hahahahahahahaha”

Buset,, dilihat dari tertawanya,,, kemungkinan kak Fanny sudah tau tentang kegiatan wisata kemaren. Bener-bener gak bisa dipercaya ni kak Neta,, dia menceritakan semuanya ke Kak Fanny.

Aku : “ehmm,, bisa kita ngomongnya empat mata ?”

Neta : “sudah tenang aja, meskipun Fanny tidak pernah mengajar di kelasmu,, dia bisa dipercaya kok, dia istriku……”

Hah Istri ? Kulihat kak Fanny,

Fanny : “percaya padaku….” dan tersenyum setelah mengatakannya

Alamakkk,,, Imut banget ya wajah guru satu ini…. Tidak ada pilihan lain,,, langsung kuutarakan niatku selama ini ingin bertemu dengan kak Neta untuk meminjam uang padanya, tapi tidak kuceritakan tentang Ressa,

.

.

Fanny : “Buat apa uang sebanyak itu ? jujur sama kakak… mau dipake nge-drugs ya ?”

Ucapnya dengan serius,,,Kak Fanny langsung heboh, dia duduk bersila menghadapku diatas tempat tidur,,,

Aku : “Hahh..? bukan..bukaann…… aku gak bisa mengatakan alasannya…!”

Sementara kak neta masih terlihat tenang melihatku,,,,

Fanny : “jangan dikasih Net,,, pasti dipake untuk yang tidak2….”

Aku : “Kak Please,,,, percaya padaku,, tidak akan kugunakan untuk hal seperti itu,,,, aku cuman tidak bisa mengatakan untuk apa uang itu,,, janji akan aku kembalikan .. tapi nyicil yah..?” ucapku pada kak Neta

Kak Neta menatapku tajam, seperti memikirkan sesuatu,,,

Neta : “Uang segitu gak masalah buatku,, aku juga tidak peduli mau kamu apakan uang sebanyak itu,,, kamu bisa mendapatkan uang itu tapi ada syaratnya,,”

Eh…? Seharusnya aku sudah menebak, pasti kak Neta tidak akan begitu mudahnya meminjamkan uang kepadaku.

Neta : “Pertama,,, malam ini kamu jadi milik kami berdua,,,,,”

Fanny : “asyiiikk…” Kak Fanny langsung terlihat senang mendengar rencana Kak Neta.

Aku : “Deal,,,, gak masalah buatku…” terserah mereka mau melakukan apapun padaku, tidak ada lagi hati yang harus kujaga,,, aku tidak akan berberat hati menahannya..

Neta : “ hahahaha, mentang2 uda diputusin,, oke yang kedua…. Akhir pekan ini,, ,ikut aku ke kota sebelah…”

Aku : “hmm,,,,?”

Fanny : “Tunggu,,,tunggu,,,,, jangan bilang kamu mau ajak anak ini ke acara itu…? Uda gila ya ??”

Aku : “Acara apa di kota sebelah ?”

Fanny : “Kamu gak bisa mengajaknya ke acara itu… pikirin masa depan anak ini, dia bahkan belum 17 tahun Net.…”

Kali ini kak Fanny berlagak seperti seorang guru beneran, dia gak rela aku dibawa kak Neta ke acara itu karena berhubungan dengan masa depanku,,, jadi penasaran acara apa yang mereka maksud.

Aku : “ aku mau,, aku akan ikut denganmu…..” ucapku pada kak Neta…

Neta : “ Oke kalau begitu kita sepakat…..”

Aku : “tapi aku mau uangnya sekarang….”

Fanny : “kalian memang Gila…..” Kak Fanny malah kelihatan sebel melihat aku mau aja menerima tantangan kak Neta,, emang ada acara apaan sih di kota sebelah ?

Kak Neta menghampiri kak Fanny yang sedang cemberut, dia duduk di sebelah kak Fanny,,,

Neta : “Uda tenang aja,, aku akan menjaganya,, ada kamu juga kan Fann…kita jagain dia bersama sama” kak Neta mengusap usap punggung kak Fanny.

Kejadian berikutnya sungguh diluar akal sehatku, tiba2 dari samping kak Neta mencium bibirnya kak Fanny,, Gilaak,, dan kak Fanny kelihatan menikmati ciuman itu. Kedua mata mereka terpejam saling memagut bibir mereka,,, apakah mereka ini termasuk golongan lesbian ? baru pertama kali aku melihat sesama cewek saling berciuman bibir secara langsung. Lalu Tangan kak Neta begitu saja meremas payudara besar kak Fanny,, aku jadi pengen meremas payudara kak Fanny juga,,,

Neta : “kamu ingat saat dengan Bagas ?” ucapnya pada kak Fanny,, mereka berdua langsung melihatku

Fanny : “Boleh aku aja,,,?”

Neta : “Tentu, malam ini dia milik kita,,,,, ambil yang banyak,,,”

Kak Fanny kemudian mendekat ke arahku,, semakin dia mendekat aku jadi semakin takut dengan apa yang akan dia lakukan,, aku sampai turun dari tempat tidur.

Fanny : “mendekatlah kesini sayang…” ucap kak Fanny masih posisi merangkak di atas tempat tidur,,

Sesuai janjiku, aku harus pasrah dibuat mainan dua cewek binal ini, aku mendekati tepian tempat tidur,, dengan cepat kak Fanny langsung memegang penisku dari luar celanaku,,, tak perlu berlama-lama penisku sudah dikeluarkan dari celanaku,,,, dia langsung mengocoknya dengan tangan kanannya,,,

Fanny : “uhhhh gede banget punyamu,,,,,pantesan Neta menyukaimu,,, slurrppppppppppp”

Gila,,, kak Fanny langsung memasukkan penisku di dalam mulutnya,,,

Aku : “ahhh…”

Kuluman mulut kak Fanny sangat terasa enak, gerakan lidahnya, sedotan bibirnya,,,, dia sangat hebat melakukannya,,,, rasanya seperti dibawa terbang melayang…. Aku tidak akan bisa bertahan lama jika seperti ini kulumannya.

Aku : “ahhh… Ssshhhh…”

Dari mataku aku bisa melihat tubuh belakang kak Fanny yang benar-benar indah… pantat yang besar,, pinggul yang ramping,, punggung yang mulus,,,, kepalanya maju mundur memanjakan penisku di dalam mulutnya.

Aku : “ahhhhh,,,ahhh,,, kakkkk,,,, aku mau keluar,,,,”

Kak Fanny masih melanjutkan menyedot penisku, sambil melirik kearahku,,,,

Aku : “Kaaaakkkkkkk,,,,,,”

Saat benar-benar mau keluar,, Kak Fanny menekan tubuhku agar spermaku keluar di dalam mulutnya,,,,

Crot..crot…crot…crot.,.crott

Aku : “ahhh….hahhhh,,,,,hah,,,,,,”

Kemudian kak Fanny melepas penisku dari mulutnya,, gila.. perasaan banyak banget keluar di dalam mulutnya,,, lalu dari belakang ,kak Neta menghampiri kak Fanny dan memegang tubuh Kak Fanny dari belakang,,, kemudian,,,

Whatt,,,?

Mereka ciuman lagi,,, tapi kali ini bisa jelas kulihat mereka saling bergantian mengemut spermaku tadi,, mereka saling berbagi spermaku diantara mulut mereka. Ini benar benar pemandangan yang gila,,,,

Neta : “Kamu mau mencium kami…?” tanya Kak Neta padaku,, aku langsung menggelengkan cepat kepalaku.

Kemudian kak Neta memposisikan tubuhnya tiduran diatas tempat tidur,, dia tersenyum ke arah kak Fanny,, kak Fanny lanngsung merangkak ke arah tubuh kak Neta,,, lalu kak Fanny memulai mengecup dan menjilati betis kak Neta yang penuh dengan cream kue… Kemudian kecupan kecupan itu naik ke atas, satu kaki kak Neta disilangkan dan kak Fanny menjilati bagian luar paha kak Neta.. jantungku berdebar saat kecupan kecupan kak Fanny akan menyentuh memek kak Neta… tapi tidak jadi,, Kecupan Kak Fanny langsung menuju mulut kak Neta lagi,,,

Kak Fanny menciumi lagi bibir kak Neta sambil satu lutut kak Fanny digesekkan pas di memek kak Neta yang berbulu lebat itu,, sedangkan tangan kak Neta tidak tinggal diam dengan menyusuri lekuk tubuh indah Kak Fanny. Tangan kak Neta meraba raba pinggul kak Fanny dengan perlahan…

Neta : “achhhh,,,,”

Kak Neta mulai meracau saat kak Fanny menjilati payudaranya, kedua payudara besar itu diremas sangat kuat oleh kak Fanny,,, tubuh mereka berdua saling bertindihan,, pasti enak banget kalau ada di antara tubuh mereka berdua,,, hehehe.

Neta : “Fann,,,, achh,,”

Mulut kak Fanny berpindah turun menuju memek Kak Neta, bisa kulihat dengan jelas lidah kak Fanny menjilati bibir memek kak Neta dengan penuh perasaan,, seperti menjiati memek pacarnya sendiri,,, aku hanya bisa bengong melihat aksi kak Fanny, satu tangan Fanny membelai bulu bulu diatas memek Kak Neta..

Neta : “achhh…fuckk,,, iya gitu sayangg….uhhhhhhhh…”

Kini kedua tangan kak Fanny mulai meremas lagi kedua payudara besar kak Neta,, sesekali dia menciumi kedua bongkahan payudara kak Neta,,,

Neta : “Achhhh,,,,,”

Lalu kak Fanny mengangkat tubuh kak Neta untuk duduk dipangkuan kak Fanny,,, kak Neta langsung memposisikan memeknya tepat di memeknya kak Fanny,, kemudian mereka saling menekan memek mereka masing2,,,

Fanny : “ahhhhh,,,ssshhhh…achhhhhh..”

Neta : “Uchhhhhhhh,,, Fann,,,,,,,sshhhh..”

Mereka saling berpandangan. Saling memperlihatkan ekpressi kenikmatan yang mereka rasakan akibat pertemuan kelamin mereka berdua.

Setela beberapa saat saling mempertemukan kemaluan mereka,,, gantian kak Neta yang menjilati kedua payudara Kak Fanny yang tak kalah besar dari payudara kak Neta,,, dengan lembut kedua tangan kak Neta meremas kedua payudara kak Fanny sambil berciuman lagii…pandangan mataku tidak bisa lepas dari memeknya kak Fanny yang mulus itu,,, penisku yang tadi lemas kini sudah sangat tegak,,

Lalu tangan kak Neta turun dari payudara kak Fanny menuju memeknya kak Fanny,, dia masukkan satu jarinya untuk menggosok bagian dalam bibir memek kak Fanny,,,

Fanny : “ehm,,,, ahhhh…”

Sedangkan mulut kak Neta tidak tinggal diam menjilati putting kak Fanny,,,, Gilakkk,,, aku semakin tidak tahan ketika melihat mulut Kak Neta mulai menjilati memek gundul kak Fanny,,,,

Fanny : “achhhhhhhhhhhhhh,,,Netaaa,,,,,,uhhhh…”

Aku melihat ekspressi wajah kak Fanny yang imut itu yang saat ini sedang merasakan memeknya di jilati kak Neta,, lucu dan menggairahkan,,

Fanny : “ahhhhhh,,, yesss,,,, Fuckkkkkkkk……”

Kemudian kak Fanny mengganti posisinya kini tengkurap,, kak Neta langsung menusukkan satu jarinya ke dalam memek kak Fanny,,, sambil tangan satunya menampar nampar pantat kak Fanny….

Fanny : “ahh,,,,, fuck me,,,,,,ahhhhh,, Netaaaa, Fuck me,,,,,,” Rengek kakk Fanny….

Tubuh kak Fanny bergerak geraak tidak beraturan saat gerakan tangan kak Neta semakin cepat,,, matanya terpejam,, sedangkan kak Neta tersenyum melihat partnernya merasakan kenikmatan surgawi,,, beberapa saat kemudian kak Neta didorong kak Fanny sampai dia terlentang,,, sekarang bergantian kak Fanny yang menjilati memek kak Neta lagi,,, bibir memek kak Neta dibuka lebar lebar oleh kak Fanny dan lidahnya langsung bermain di dalam memek kak Neta,,,,

Neta : “Ouhhhhh,,,,, achhhh,,,,,,,Fuckkkkkkkk….”

Gila,,, kenapa orang dewasa suka banget mengumpat yah,,,, kulihat kak Neta semakin tidak tahan dengan permainan mulut kak Fanny di memeknya,,, beberapa kali tangan kak Fanny bergantian mengusap usap memek kak Neta,,,

Neta : “ouhh,,, acchhhhh,,,,,, sayang,,,,,,, ahhhh…”

Lalu kak Fanny memposisikan tubuhnya duduk miring pas diatas bagian memek kak Neta,,, dan kak Fanny mulai menggesek gesekkan memeknya di memeknya kak Neta,,,,

Neta : “Achhhhh…”

Fanny : “achhhhhhhhhh…”

Neta : “Achhhhhachhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…”

Fanny : “achhhhhhhhhh…achh…achhhhhhh..achhh…”

Mereka berdua saling mendesah dan merintih merasakan pertemuan memek mereka berdua lagi,,,, Gila,,, aku sampai tidak terasa mengocok penisku sendiri melihat aksi mereka,,,

Neta : “lepas bajumu,,,,,,” Ucap Kak Neta padaku..,

Fanny : “biar aku bantu,,,,,,”

Kak Fanny langsung meninggalkan kak Neta, dia berjalan ke arahku….

Neta : “Faaannyyy,,,,, selalu deh…” Kak Neta kelihatan sebel melihat kak Fanny begitu saja meninggalkannya,,

Kak Fanny menarik kaosku keatas,, kemudian dia mengusap dadaku sampai ke bawah dengan lembut,, membuatku langsung merinding saat telapak tangannya menyentuh langsung kulitku… dengan perlahan dia menurunkan celanaku, sambil melirik penisku.,.. kak Fanny kemudian jongkok di hadapanku dan memasukkan lagi penisku di dalam mulutnya,,,…

Aku : “sshhhh… Kakk,,,”

Hanya sebentar dia melakukannya, kemudian dia menarikku keatas tempat tidur,, dia dorong tubuhku agar tiduran disebelah kak Neta.. Kak Neta langsung tidur miring dan menyerbu bibirku,,, akhirnya bisa kurasakan lagi bibir tebal kak Neta ini..,, sambil kissing dengan kak Neta kurasakan kak Fanny duduk diatas tubuhku,, dia duduk dengan membalakangiku,, lalu kurasakan penisku dikocok lembut kak Fanny,,, disebelahku, Kak Neta memegang tanganku,,, dia genggam sebentar telapak tanganku lalu diarahkannya ke memeknya,, dia memintaku untuk mengusap memeknya,,, sesuai yang dia mau,,, aku langsung mengusap usap bibir memeknya yang sedikit basah ini, sama dengan bibir mulut kak Neta yang saat ini masih membasahi mulutku… kembali ke atas,, Kak Fanny dengan gerakan tangan yang sangat handal, mengurut panjangnya penisku dari bawah sampai keatas..beberapa detik kemudian aku merasakan penisku dijepit seuatu yang kenyal dan hangat,,, jika aku bisa menebaknya, saat ini kak Fanny menjepitkan penisku di belahan payudaranya,,, bisa kurasakan hangatnya bongkahan payudara kak Fanny mengocok ngocok penisku…. Diiringi dengan erangan erangan dari mulutnya…

Fanny : “ehmm,, ahhh,,,”

Kembali kesebalah, aku rasakan pinggul kak Neta beberapa kali terangkat saat klirotisnya kuusap dengan satu jariku… memek kak Neta semakin basah.. kemudian kak Neta melepaskan ciumannya,, dia membangkitkan tubuhnya,,, aku melihat punggung kak Fanny,, kuberanikan memegang pinggulnya,, meraba punggung mulus ini dari bawah sampai keatas… tubuhnya sudah mulai berkeringat… kemudian kak Neta juga tidak mau kalah, dia juga berencana duduk diatas tubuhku,,, dia mengarahkan memeknya pas di mulutku, menghadap kak Fanny yang masih asik memainkan penisku dengan payudaranya,,, tidak pakai ragum], segera lidahku bermain main memeknya kak Neta,,,, Memek Kak Neta bener bener sudah basah.

Neta : “achh…achhhhh…”

Fanny : “ssshhhh……..”

Kak Fanny ikutan merintih,, aku tidk tau apa yang mereka lakukan karena pandanganku hanya melihat bagian bawh tubuh kak Neta.. aku hanya bisa membayangkan saat ini kak Neta sedang mengusap usap punggung kak Fanny,,, beberapa kali kudengar suara mereka sedang berciuman bibir,,,

Fanny : “uchhhhhhhhh,,,, “

Mungkin saat ini Kak Neta sedang meremas payudara kak fanny dari belakang,, aku bisa merasakan tubuh kak Fanny yang kali ini duduk diatas tubuhku agak mundur kebelakang, mendekati tubuh kak Neta… tubuh mereka berdua bergoyang goyang diatas tubuhku, tanganku tak mau tinggal diam,, aku remas pantat kak Fanny .. kenyal banget bokongnya.,,,

Kemudian tubuh kak Fanny terangkat, aku tidak bisa melihat apa yang dia lakukan,,,

Fanny : “aku duluan ya Net…?”

Hmm,,Apa maksdunya,,,? Beberapa detik kemudian aku tau maksudnya, kurasakan sesuatu yang sempit, hangat dan basah menjepit penisku,,, penisku berada di dalam memeknya kak Fanny,,,

Fanny : “ouhhhh,,, gede banget,,,,, ssshhhhhh….”

Neta : “sakit….?”

Fanny : “ssshhhh,, sedikit,,,achhh,”

Loh kak Fanny kesakitan,,,? Memang kurasakan memek kak Fanny sempit banget,, sudah berapa lama dia tidak melakukannya…?

Kak Fanny mulai menggerakkan pinggulnya,, dari arah gerakannya,, aku tau kak Fanny kali ini menghadap kak Neta… tidak lama, kudengar suara mereka sedang berciuman lagi,, sedangkan kak Neta masih asik menggesek gesekkan memeknya di mulutku,,,,

Neta : “achhhhh ,,, sssssshh pinter banget kamu dekk,,,,, achhh…..”

Memek kak Neta sudah sangat sangat basah.,, sedangkan gerakan pinggul kak Fanny semakin cepat,,,

Fanny : “achh…ach…..achhhhhhh…. Fuckkkkkkk…..”

Fanny : “bentar lagi,,, bentar lagi,,,,,, achhhhhhhhhhhhhhhh….”

Neta : “ “sudah….?”

Fanny : “hah,,,hah,,,hah,,, udah,,, gila enak banget kontol anak ini,,,, sshhhhhh…”

Neta : “Gantian,,,, !!”

Kini bergantian memek kak Neta yang diaduk aduk penisku,,, memek yang sudah basah itu langsung bergerak keatas dan kebawah…

Neta : “awas ya keluar duluan sebelum aku,,,” ancam kak Neta kepadaku….

Busett,,, kulihat ke samping,,, kak Fanny tiduran disebelahku, tubuhnya lemas sambil memejamkan mata,,, kemudian dia melihatku dan tersenyum,, dia dekatlkan kepalanya ke wajahku dan kemudian dia mencium bibrku, bibir imut kak Fanny sangat lembut,, ciumannya juga sangat santai, bener bener kayak ciuman dengan pacar sendiri..

Saat aku dan kak Fanny sedang ciuman mesra,, kak Neta melakukan gerakan andalannya,, pinggulnya menghujam dengan sangat kuat penisku,,,, aku sampai mendesah didalam ciumanku,,,

Fanny : “Netaa,, pelan-pelan kenapa sih,,, bisa patah itu nanti,,,”

Neta : “achhhh….achhhhhhh…achhh….achhhhhhhhhhhh… fuckkkkkk…”

Kak Neta tidak peduli dengan kak Fanny, aku iseng memegang kedua payudara kak neta yang menggantung indah bagaikan buah semangka yang siap untuk dipetik,, kubiarkan kedua payudara ini bergoyang goyang ditelapak tanganku,,,,

Neta : “achhh…achhhhh…achhhhh……achhhhhhhhhhhhhhh……”’

Blug blug blug blug

Aku : “ahhh ,,,, enak kakkkk,,,, ahhhhh”

Neta : “uchhhhhh,,, ssshshhhhh,,, Fuckkkk… achhhhhhhhhhhhhh”

Blug blug blug blug

Kurasakan pinggul kak Neta bergerak semakin cepat, Beberapa saat kemudian kak Neta ambruk menindihku, sepertinyaa dia sudah orgasme..lalu dia memindahkan tubuhnya disebelahku,,,, kulihat dia memejamkan mata mengatur nafasnya,,, penisku masih tegak berdiri karena belum orgasme….

Tiba tiba kak Fanny mendekat ke tubuhku,, dia memelukku dari samping,,,,

Fanny : “Rega,, taukah kamu …. kamu bisa mendapatkan ketenangan dari tubuh seorang wanita, apalagi buat kamu yang sedang patah hati,,,”

Neta : “ohh..please,,,,” ucap kak Neta sinis setelah mendengar ucapan Kak Fanny..

Aku : “hmm,, ?”

Fanny : “peluk aku,,,,,”

Kuiikuti perintahnya, aku tidur miring menghadapnya.. dia semakin erat memeluk tubuhku.. aku reflek memegang pinggulnya..

Fanny : “masih belumm sadar,,? Apakah kamu ingat Dulu waktu kamu kecil sering memeluk pinggul ibumu saat kamu sedang bersedih…?”

Eh…? Kemudian kak Fanny mengarahkan tanganku menyentuh pahanya…

Fanny : “Paha wanita juga akan bisa membuatmu terlena dari kesedihan,,,bayangkan kamu dulu sering tidur dipangkuan ibumu,,,? Nyaman kan…?”

Aku : ii..iya…”

Fanny : “satu lagi,,, “

Kali ini kak Fanny menggerakkan salah satu payudaranya, dia memegangi putting payudara itu..

Fanny : “Kamu pasti tau apa yang dilakukan ibumu ketika melihatmu yang masih bayi sedang menangis..”

Aku : “aku tau,,,,”

Aku langsung menyedot putting susu kak Fanny,,, dengan perlahan lahan mulutku menghisap putting susu kak Fanny,,.. tangan kak Fanny mengusap usap kepalaku,,, aku seperti seorang bayi yang sedang ditenangkan ibunya. Kak Fanny memang hebat, dalam sekejap saja dia bisa membuatku nyaman… pacar idaman banget ini guys..

Fanny : “itu tadi bagian2 tubuh wanita yang bisa membuat seorang lelaki merasa tenang dan merasa nyaman,,,,”

Fanny : “sebenarnya ada bagian tubuh wanita yang paling nyaman bagi seorang lelaki yang sedang patah hati, bagian tubuh ini tidak kasat mata, karena letaknya ada di bagian dalam tubuh wanita, yaitu hati… jika kamu ingin menemukan ketenangan sejati, carilah hati wanita dan berteduhlah disana, dapatkan cintanya. Karena saat hati seorang wanita bisa membuatmu tenang, pada saat itu kamu akan mendapatkan kebahagiaan..”

Fanny : “jangan pernah ragu dekat dengan wanita hanya karena salah satu dari mereka telah menyakitimu, segera cari wanita yang tepat, karena sebenarnya kamu bisa menemukan sumber kasih sayang yang tanpa batas dari seorang wanita…”

Fanny : “achhhh….”

Neta : “jangan percaya kata-katanya,, dia berkata seperti itu kepada semua pria,, aku jadi curiga dia mengajarkan itu kepada murid-muridnya,,,,”

Fanny : “kamu percaya padaku kan Ga…?”

Aku tersenyum kepada kak Fanny, dan mengangguk,,,, entah yang dikatakannya tadi hanyalah sebuah modus atau bisa disebut SSI, tapi tidak ada yang salah dari kata-katanya,,, kak Fanny benar benar bisa membuatku nyaman. Dia bisa memperlakukan pasangannya dengan sangat baik, wanita dewasa memang hebat,,,,, seandainya kak Fanny lebih muda 5 tahun,, aku mau pacaran dengannya,, hihihi,, hadehhh,, mulai deh penyakitku kumat, terlalu mudah jatuh cinta,,,

.

.

.

Setelah beristirahat sebentar, permainan kami lanjutkan kembali,,,,, aku berdiri dekat tepian tempat tidur,,, dihadapanku sedang terlentang bersebelahan kak Neta dan Kak Fanny dengan kedua kaki mereka dilipat keatas..

Neta : “aku dulu,.,.”

Baiklah,, segera kuarahkan penisku di memeknya kak Neta,,, penisku yang sudah sangat tegak langsung menyodok memek kak Neta

Plok Plo Plok Plok Plok Plok

Neta : “achhhhhh.. ehmmmm…. Achhh,,,,,,,,”

Aku : “sshhhhhh….ahhh….”

Plok plok plok plok

Kulihat kak Fanny menggosok memeknya sendiri dengan tangannya,, kemudian dia mencium kak Neta… mereka berciuman panas lagi…

Fanny : “emph,,,,,, “

Neta : “achh,,,,, Fuckkkkkkk……”

Gerakan Pinggulku semakin cepat,, kini kak Fanny menejilati kedua payudara kak Neta secara bergantian,, membuat kak Neta semakin blingsatan,,, beberapa saat kemudian kak Neta menegakkan tubuhnya,, dia mendorongku kebelakang,,penisku sampai terlepas dari memeknya,,,, dia sekarang menindih kak Fanny,,,

Segera kuarahkan penisku ke memeknya lagi,,,

Neta : “Lobang satunya dek….”

Eh..? Anal…?

Aku : “oke,,,,”

Penisku tanpa halangan langsung masuk lobang anus Kak Neta… kupegangi pantatnya dan kugenjot pinggulku sekuat tenaga,, kak Neta sekarang mencumbu kak Fanny,,, mereka ciuman lagi sambil tangan kak Neta meremas kedua payudara kak Fanny,,,

Plok Plok Plok Plok Plok

Luar biasa wanita satu ini, melihat keindahan tubuhnya dari belakang semakin membuatku bersemangat menggenjot anus kak Neta… sensasi pertemuan pinggulku dan bokongnya menciptakan rasa yang luar biasa…

Neta : “achhhh……achhhh…..”

Kulihat tangan kak Fanny meraba raba bagian belakang tubuh kak Neta…

Fanny : “Rega,, aku juga mau…..”

Aku : “anal juga,,,,,?”

Fanny : “jangan..jangan,,,, lobang yang itu masih perawan,, itu hadiah untuk suamiku kelak,, kalau kamu ingin merasakannya,, jadilah suamiku,,, hihihihihi….achhhhhh….”

Tanpa aba2 aku langsung menyodok memek kak Fanny setelah mencabut penisku dari anus kak Neta…. Kak Neta mencium lagi bibir kak Fanny yang mulai merintih akibat sodokan penisku.

Fanny : “achhhh…..achhhhhhhh… achhhhhhhhhhhhhhhh…”

Setelah kurasa cukup, kucabut penisku dari memeknya kak Fanny,,, kemudian bergantian lagi menyodok anus Kak Neta…

Plok Plok Plok Plok

Neta : “achhhh……fuckkkkkk,,,,,”

Sekarang gantian kak Fanny yang mencumbu leher kak Neta dari bawah,,,

Neta : “aku uda,,,,, aku uda,,,,,, achhhhhhhhh…”

Hmm,, kak Neta sudah orgasme….

Aku : “sebentar ya kak,, aku juga mau yampek…ahhh…ahhh….ahhhh,,,,achhhhhhhhhh…”

Kucabut penisku dari anus kak Neta saat akan menyemprotkan sperma,,, Kak Neta langsung membalikkan badan dan rebahan di sebelahnya kak Fanny…

Crot crot crot crot

Beberapa kali spermaku menyemprot di perutnya kak Neta….. spermaku yang berceceran di perutnya kak Neta langsung dijilati kak Fammy tanpa sisa… lalu dia megarahkan mulutnya ke mulutnya kak Neta.. seakan tau apa yang akan dilakukan kak Fanny,, kak neta membuka mulutnya dan seketika spermaku jatuh keluar dari mulut kak Fanny dan masuk ke dalam mulut kak Neta.. mereka transfer sperma lagi… kemudian mereka berciuman lagi…

Setelah beberapa menit saling berciuman,, kak Neta berdiri dari tempat tidur,,,

Neta : “kalian lanjutkan… aku mau mandi…” kemudian kak Neta masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamar kost ini,,,

Fanny : “Masih kuat….?” Tanya kak Fanny kepadaku…

Aku : “untuk kakak cantik aku bisa kuat sampai pagi,, hehehe…”

Fanny : “hahahah.. buktikan,,,,,!!!” kak Fanny membuka lebar lebar kakinya.. memeknya yang mengkilap karena basah itu ikut terbuka… tidak perlu pakai lama kumasukkan lagi penisku di dalam memeknya…

Fanny : “achhhh…. Sayang,,,,,,ssshhh…”

Plok plok plok plok plok plok

Aku : “kak,,, memangnya akhir pekan nanti itu acara apa…?’

Fanny` : “achhh… Pesta….”

Aku : “,, pesta,,,,?”

Fanny : “kami menyebutnya blue heaven… achhhh… sebuah acara rutin yang kami adakan selama 2 bulan sekali,,,”

Aku : “kami,,,? Berapa orang kak,,? Seperti apa acaranya…?

Fanny : “acara itu yang mengadakan adalah klub pertemanan kami yang terdiri dari 12 wanita berbagai macam profesi …. Di acara itu setiap peserta harus membawa satu atau lebih cowok yang berbeda setiap acaranya diadakan… kami semua akan pesta didalam suatu ruangan,,, masing2 peserta bebas merasakan cowok yang dibawa teman yang lain di dalam ruangan itu juga….”

Whatt…?

Fanny : “biasanya kami membawa teman, kenalan atau sapapun itu… kalau tidak ada, biasanya kami menyewa seorang gigolo yang masih muda dan berbadan kekar.. alkohol bahkan drugs bisa kamu temukan disana… bagi kami itu sungguh menyenangkan,, tapi menurutku acara itu tidak cocok buat kamu, belum saatnya…”

Ohh,, jadi acara seperti itu,,, serem juga yah,,, itu konsekuensi yang harus kuterima.. aku akan ikut acara itu,,,

Fanny : “pikirkan lagi ya.. aku cuman gak tega melihatmu berada di acara itu…. “

Aku hanya tersenyum kepada kak Fanny,

Fanny : “Doggy yuk sayang,,,,,”

Kak Fanny membungkuk diatas tempat tidur,,, aku langsung menyodok lagi memeknya lewat belakang sambil meremas remas kedua payudaranya,,,,

Aku : “ahhh….”

.

.

.

.

——————————POV ALEXA—————————–

(Rega : “achhhh….”)

Aku mengira kalau aku akan siap menghadapi ini semua. Ternyata aku salah, aku belum sepenuhnya siap menghadapi perpisahan ini. Sepanjang perjalanan pulang dari kedai sampai sekarang ini air mataku tak henti hentinya menetes membasahi wajahku bercampur dengan air hujan yang mengguyur tubuhku. Tadi aku putuskan untuk berjalan kaki menuju rumah meskipun hujan sedang turun. Sengaja aku ingin berjalan di tengah rintik hujan agar orang-orang tidak ada yang tahu kalau aku sedang menangis.

(Rega : “achhhh… Kak Fanny,,, ssshhh..….”)

Sambil berjalan aku mencarinya di setiap sudut ruang dikepalaku, mencari segala kenangan tentangnya. Dalam pencarianku kutemukan dia saat pertama kali kita saling bertemu dan bertatap muka, cinta tidak langsung menyapaku saat itu. Dan memang tidak semudah itu bagiku untuk jatuh cinta setelah kejadian pahit yang telah kualami. Aku masih belum sadar kalau cowok cupu yang sedang terbaring kesakitan itu nantinya adalah seseorang yang bisa membuatku tergila gila dan cinta mati kepadanya.

Pertemuan kedua kali denganya, saat itu aku membuat perasaannya terluka, dengan tega aku mempermalukannya di depan siswa lain.

Sungguh aku menyesal telah berbuat seperti itu kepadanya …. saat itu aku masih labil aku masih terpengaruh dengan gengnya Galih, pacar bohonganku saat itu. Setahun kemudian aku bertemu lagi dengannya, penampilannya sudah berbeda dari terakhir kali aku melihatnya. Saat itu pun masih belum ada tanda tanda aku akan jatuh cinta kepadanya.

Sampai hal itu terjadi..

Tidak kusangka akibat dari kenekatanku menciumnya akan menimbulkan efek begitu besar pada diriku. Jantungku berdebar debar untuk pertama kalinya merasakan bibirku bersentuhan dengan bibir cowok. Yang kurasakan adalah perasaan bangga dan takut secara bersamaan. Aku menyadari bahwa sesuatu sedang terjadi padaku, sesuatu yang baru telah bangkit di dalam diriku.

Dan pada saat itu juga kusadari bahwa hatiku bukan lagi milikku

Aku terkejut ketika dia mendatangi tempat kerjaku untuk pertama kali, dia datang dengan misi mencari tau apa yang sebenarnya terjadi antara aku dan kakak tirinya. Panjang lebar kujelaskan padanya apa yang membuatku dan kakak tirinya berselisih selama ini. Aku kira dia akan membela kakak tirinya, nyatanya dia bisa mengerti posisiku dan membelaku,,

Rega : “Kamu bukan orang jahat, kamu sudah melakukan hal yang benar, kamu rela dicaci dan dihujat untuk sebuah kebenaran… sebenarnya kamu dan Rein adalah korban.. kamu tidak pantas dibenci olehnya”

Dan pada saat itu juga sebuah pelukan hangat dia berikan untukku, nyaman sekali dipeluk olehnya… sejak kejadian kejadian itu aku selalu memikirkannya , selalu terbayang wajahnya, hangat peluknya. Dan hingga kusadari kalau aku sedang jatuh cinta kepadanya. Aku sangat yakin dia adalah cowok yang tepat untuk memulai suatu hubungan. Aku juga yakin aku pasti akan bahagia jika bisa bersama sama dengannya. Gayung pun bersambut, dia menerima cintaku saat kuberanikan diri menyatakan perasaanku padanya meskipun aku sedikit menangkap keraguan dari raut wajahnya. Hari itu adalah salah satu hari terbaik yang pernah terjadi di hidupku, dan aku sangat bahagia..,

Nyatanya aku dan dia tidak siap menghadapinya, kami ketahuan kakak tirinya lebih cepat sebelum kami menemukan solusi untuk membuat kakak tirinya mau menerimaku lagi. Sebenarnya aku tidak peduli kakak tirinya mencaci maki harga diriku dihadapan orang banyak, aku hanya ingin membela hubunganku dengan dia.

Tapi….

“Amanda mencintaimu,,, apakah kamu tidak menyadarinya,,,?”

Aku tidak bisa lagi berkata apa2 jika sudah seperti itu, aku harus membela seperti apa ? Perpisahan memang adalah jalan satu satunya, jika memang kamu dan kakakmu tidak bersatu, begitu juga dengan kita… Perpisahan memang selalu terasa menyakitkan, tapi itu adalah suatu kenyataan. Sebuah kenyataan yang telah menghancurkan segala harapan dan keinginan yang selama ini kami impikan untuk bersama sama selamanya. Mungkin Memang dari awal kami tidak akan pernah bisa bersatu..

Rega :” Aku masih mencintaimu AL… Kumohon jangan menyerah.. kita pasti bisa melalui semua ini, kita perjuangkan cinta kita bersama sama…aku janji tidak akan menyia nyiakanmu lagi…. . “

“Aku tau kamu mencintaiku,,,,, hikss,,,,”

“Aku tau…hiks”

“Aku juga mencintaimu Rega…. Hiks…”

“Aku ingin kamu tau kalau aku juga mencintaimu, tapi aku tidak bisa mengatakannya… Aku tidak bisa.. ”

Langkahku terhenti di pinggir jalan yang sepi, aku tidak kuat menahan rasa sedihku ,, aku menangis duduk tergeletak di trotoar jalan dengan air hujan yang masih mengguyur tubuhku. Ternyata tidak mudah merelekan untuk melepas orang yang sangat kucintai. Aku tidak bisa membayangkan jika besok harus berpapasan dengannya,, aku tidak yakin bisa rela berbahagia melihatnya jalan dengan cewek lain. Bagaimana bisa aku melepaskan cintanya saat cinta itu tidak mau lepas dari diriku. Cintanya terasa seperti tetesan air hujan ini, Aku tidak akan pernah bisa menghindari hujan turun dari langit, Hujan akan selalu datang menyentuh tubuhku, merasuk ke dalam hatiku dan aku tidak bisa menghindarinya.

Mulai saat ini hujan akan selalu membawaku pergi ke dimensi lain di kepalaku, membawaku kembali ke kenangan kenangan indah yang sebisa mungkin tidak akan pernah kulupakan, jika aku mulai lupa, aku akan berlari dibawah guyuran hujan, karena hujan akan selalu menampilkan cuplikan cuplikan kenangan indah saat bersamamu.

———

Dan aku ingin kau tau, kenyataan yang sebenarnya

Namun terkadang, Hal itu membuatku muak

Tidak, Aku tidak bisa mengatakannya kepadamu

Aku takkan mengatakannya

Karena kita bisa melihat

Hubungan ini telah berakhir

Tapi, aku terlanjur jatuh cinta kepadamu

Seandainya saja dengan begini aku bisa melupakanmu

Namun semakin aku memikirkan dirimu,

Aku semakin menjadi tau

Bahwa melupakanmu itu mustahil bagiku,

We Always wish

Tonight could last forever

I Can be your side

(Pierce – One OK Rock)

——————————POV REGA—————————–

Setelah permainan panas yang kami bertiga lakukan, saat ini aku berdiri di dekat jendela kost kak Neta,, memandangi air hujan yang masih tetap jatuh dari langit meskipun hari sudah hampir larut. Entah kenapa tiba tiba pikiranku jadi tidak tenang, tiba tiba saja dia datang dipikiranku saat aku memandangi air hujan. Kenangan –kenangan saat bersamanya terlintas di bayanganku, kenapa aku masih belum bisa melupakannya…?

Fanny : “Rega,,, ayo tidur,, besok kamu masih sekolah…” Ucap Kak Fanny kepadaku…

Aku melihat kak Fanny, dia sudah bersiap untuk tidur,,, kulihat Kak Neta sudah menutupi tubuhnya dengan selimut diatas tempat tidur,,,

Aku : “iya kak Bentar lagi….”

Fanny : “Kamu masih memikirkannya…?”

Aku : “hmm…?”

Fanny : “Hujan akan semakin membuatmu mengingatnya, karena hujan 10 persennya terdiri dari air dan sisanya adalah kenangan…”

Dia benar,,, sepertinya sudah cukup bagiku melihat hujan,,, hujan hanya akan semakin membuat perasaanku terluka… Segera aku beranjak ke tempat tidur dan tidur disebelahnya kak Fanny,,, dia ada ditengah antara aku dan kak Neta… langsung kuberanikan diri tidur sambil memeluk kak Fanny dan dia tidak keberatan.

KEESOKAN PAGINYA

——————————POV ALEXA—————————

Kudengar seseorang masuk ke dalam kamarku, entah jam berapa sekarang ini . mataku terasa berat sekali untuk terbuka.

Mama : “Tumben Anak Mama kok masih tidur..?… hm, badanmu panas sekali Nak…” kurasakan tangan mama menyentuh keningku.

Aku : “Gpp kok Ma.. aku mau kesekolah……” kucoba membangkitkan tubuhku, tapi tidak bisa. Badanku sangat lemas.

Mama : “Kamu sedang sakit sayang, gak usah dipaksakan…. Istirahat saja yah,,, nanti mama panggilkan dokter…”

Jadi aku beneran sakit…? Kulihat mama tiriku akan pergi dari kamarku.

Aku : “Ma….?”

Mama : “iya sayang..?”

Aku : “Makasih……”

Mama hanya tersenyum kepadaku dan meninggalkan kamarku, meskipun mama selalu jarang kelihatan di rumah karena kesibukannya,tapi mama sangat peduli denganku,, Saat Mama sedang dirumah pasti selalu menyempatkan waktu untuk bertemu denganku menanyakan hari-hariku saat Mama tidak dirumah.

Akhirnya aku sakit, pasti gara-gara semalam. Terpaksa hari ini aku tidak bisa berangkat kesekolah padahal aku ingin melihatnya, aku sudah sangat merindunya,,,,,, meskipun hujan hanya akan membuatku sakit., tapi aku akan selalu menyukainya.

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler