. Halaman Baru Part 39 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 39

0
255

Halaman Baru Part 39

ADDICTED

Jam di tangan menunjukkan hampir jam 10 malam saat rombongan bus berhenti di luar halaman sekolah..

Ressa :” rame banget…… ” Ucap Ressa saat dia melihat keluar jendela…

Memang di luar halaman sekolah sudah berderetan mobil para orang tua siswa yang akan menjemput anaknya… tapi entah kenapa bisa rame gini yah yang dateng.. padahal kemaren waktu berangkat tidak seramai ini.. atau jangan jangan keluarga para siswa ini begitu khawatir dengan keadaan anaknya karena jadwal kepulangan wisata ini mundur sehari.. apakah mereka mendapatkan kabar kalau ada siswa yang sempat hilang dan tersesat di hutan saat acara Wisata berlangsung?

Sepertinya sih begitu,, tidak mungkin sekolah menutup nutupi kepada orang tua siswa tentang apa yang sebenarnya terjadi hingga membuat jadwal kepulangan anak2 mereka terlambat.

Dan jika memang para orang tua tau apa yang terjadi, mereka pasti sangat khawatir dengan anaknya…..

Saat aku turun dari bus, aku lihat beberapa siswa disambut haru oleh keluarga mereka..

………. :” kamu tidak kenapa2..?”

………. :” syukurlah kamu baik2 saja..”

………. :” apa yang terjadi…? ”

………. :” siapa yg hilang.? ”

.

Kalimat2 seperti itu yang kudengar saat aku melewati keluarga2 yang sudah bertemu dengan siswa…

Ressa :” ini pasti karena kita ya culuunn,, jadi rame kayak gini… Jadi semakin merasa bersalah….. ” ucapnya khawatir..

Aku :”sudah lupakan… yang penting kita semua sudah kembali dengan selamat… ”

Aku dan Ressa akan masuk ke halaman sekolah,,, tiba2 ada yang berteriak memanggilku…

……. :” Regaaaa….. ”

Eh.. Suara ini?

Reflek aku dan Ressa menoleh ke sebelah kiri… yang tadi memanggilku langaung berlari ke arahku dan memelukku…

Aku :” kamu kok kesini…?”

Kemudian dia melepaskan pelukannya…

Rein :” aku sudah dengar apa yang terjadi… semua keluarga para siswa juga sudah mendengarnya… bahkan dari kemarin sekolah ini banyak didatengin keluarga para siswa…. ”

Tuh kan… mereka tau apa yang terjadi… tidak kusangka efek yang ditimbulkan kejadian kemarin bisa sedahsyat ini… Rein juga pasti sangat khawatir denganku..

Rein :” dan….. aku juga sudah mendengar kalau yang hilang itu salah satunya kamu…. ”

Aku :” hehehe….. ADUH…. ADUHHH… REINNN.. AMPUNNNN…..AMPUNNN. ”

Tiba2 Rein menjewer telingaku dengan kuat…

Rein :” DIBILANGIN JANGAN BANYAK TINGKAH, JANGAN MAIN JAUH JAUH…. ” dia kelihatan sangat marah kepadaku… kulihat juga Ressa yang ada disebelahku tertunduk… Dia pasti semakin merasa nersalah..

Aku :” iya.. Iya… Maaf…. ”

Rein masih melihatku, tiba2 air matanya menetes….. eh…? Kenapa…?

Langsung kupeluk tubuhnya….

Aku :” maafin aku Rein…. ”

Rein :” seneng banget sih bikin aku khawatir.. Kalau kamu gak ketemu gimana? . siapa yang akan nemenin aku dirumah..? Dan apa yang harus kukatakan ke Bunda..? ”

Mendengar ucapanya semakin kupeluk erat tubuhnya… meskipun dia hanya kakak tiriku,, tapi dia sangat menyayangiku seperti adik kandungnya… Huftt… Lagi2 aku membuat dia bersedih.

Aku : ” maaf Kak…. ”

Setelah beberapa saat, pelukan kami terlepas…

Rein :” jangan diulangin lagi….. ”

Aku tersenyun padanya…

Kemudian kulihat dia sedang melihat Ressa yang ada disebelahku….

Aku :”.. kenalin ini namanya…… ”

Rein :” aku sudah tau siapa dia…… ” kalimatku dipotong oleh Rein.. Ucapannya terdengar datar terkesan jutek..

Membuat Ressa semakin tertunduk, padahal dia tadi sudah tersenyum manis ke Rein….

Rein :” next time.. main2lah kerumah… ” ucap Rein kepada Ressa.. Kali ini nada bicaranya santai.. dan Rein tersenyum kepada Ressa…

Loh. ..?

Ressa :” iya Kak..hehe… ” Ressa terlihat senang dengan keramahan Rein..

Rein :” kamu pulang naik apa..? Bareng kita aja ya… ”

Ressa :” ehmm.. Makasih Kak.. Tapi aku nebeng Adit kok, . rumah kami searah… Kemarin juga waktu berangkat, Adit menjemputku kerumah… ”

Loh…? Aku malah gak tau…

Ressa :” yauda aku duluan ya Cul.. eh.. Ga dan Kak Manda…. Adit pasti sudah menungguku…. Bye”

Ressa pun meninggalkan kami…

Rein :” yuk pulang….. ”

Aku :” aku kan bawa sepeda…. ”

Rein :” uda ditinggal aja disini.. atau kalau perlu buang aja sekalian…. ”

Buset… Padahal itu sepeda kesayangan papanya.

Rein :” ngapain dia disini…? ”

Eh.. Siapa…? Aku ikut melihat ke arah pandangan Rein….

DEG

Aku terkejut dengan siapa yang kulihat…

AL ?

Alexa sedang berdiri di dekat pagar sekolah, pandangannya tertuju pada kami… padaku..

Melihat Alexa aku jadi teringat dengan dugaan Ressa tentang dia yang hanya main2 denganku…

Benarkah seperti itu AL ?

Astaga.. apa yang sedang kupirkan.. belum tentu juga semua dugaan Ressa itu benar.. seperti Rein… Alexa pasti kesini juga karena khawatir denganku.. tapi dia tidak bisa menemuiku sekarang karena Rein sedang ada didekatku… mungkin dengan melihatku baik baik saja seenggaknya bisa membuatnya lega.. aku juga seneng bisa melihat AL…

Rein :” eneg aku ngelihatnya… ayo pergi dari sini….. ”

Rein menggandengku pergi menjauh menuju mobil rumah yang sudah terparkir di depan sekolah…. Sebelum masuk ke dalam mobil, aku sempatkan melihat AL sekali lagi… dia masih melihatku…. sebenarnya aku begitu merindukannya… Tapi dibalik semua rinduku.. , ada rasa bersalah sangat besar kepadanya.

“maafkan Aku AL…. ”

,

.

Hari minggu pagi,, kemarin seharian aku hanya dirumah, tepatnya berada di kamarnya Rein…. dan kalian pasti tau apa yang kami lakukan seharian disana…

tepat sekali.. kami beradu kelamin seharian penuh… Rein menagih janjiku sebelum berangkat berwisata yaitu akan bercinta seharian penuh saat aku sudah pulang.. terpaksa deh aku harus menepati janjiku. Dia sangat sangat ingin bercinta karena dia sempat curhat tertekan dengan try out yang sulit selama tiga hari… Dia stress dan merasa hasil try out nya akan jelek.. dia butuh pelampiasan.

Kami melakukannya sambil aku bercerita semua yang terjadi selama kegiatan wisata (Insane Trip Up 33 – 38). Mulai dari awal mula di bus dengan Ressa (Up 33. The Beginning) , lalu keesokan harinya mengintip Kak Neta dan Pak Dirga (Up 34. The Sisters) , pertemuanku dengan Mira dan Winry (Up 35. The Face of The Future), dipantai dengan Kak Neta (Up 36. The Slave & Lessons From The Sea) disungai dengan Ressa dan melakukan anal dengannya (Up 37. Silent in The Trees) , sampai dengan apa yang terjadi ketika kami tersesat di hutan (Up 38. Lost in The Dark).

Semuanya kuceritakan secara detail ke dia, sesuai janjiku untuk menceritakan kepadanya saat aku tidur dengan cewek lain,, tentunya tidak kuceritakan tentang hubunganku dengan Alexa. Dia begitu terkejut mengetahui aku bisa bercinta dengan guru PPL dan berani melakukan Anal dengan Ressa.. Dia hanya berkomentar…

“kamu sudah jadi cowok sejati….. ”

Hihihi… Tapi dia menuduhku melakukannya dengan Winry juga.. katanya kelihatan banget aku tertarik dengan Winry… iyasih sedikit,, tapi aku membantah tidur juga dengan Winry…

Rein juga memintaku menceritakan detail aktivitas seks ku dengan Kak Neta dan Ressa.. yang mana malah membuat dia semakin bergairah. .. aku sampai kewalahan melayani Hasratnya Rein kemarin. Tapi aku selalu menyukai bercinta dengan Rein, menyodok memeknya, menyodok mulutnya, meremas bokong dan payudaranya yang menggemaskan, menjilati tubuhnya Rein yang mulus mulai dari kaki sampai keningnya…. Pokoknya gak akan pernah bosan deh bercinta dengan kakakku yang cantik itu.. hihihi, dengan Kak Neta juga asik Sih, apalagi dia begitu pengalaman,, dengan Ressa juga oke dengan lobang anusnya yang sempit itu….. aku menyukai bercinta dengan mereka semua…

Atau aku sudah ketagihan bercinta?

Jika ditarik mundur, sangat sering aku bercinta seminggu belakangan ini.. Bahkan kemarin saat seharusnya aku istirahat setelah kecapek’an pulang dari wisata, aku malah bercinta dengan Rein seharian..seolah aku ingin melakukannya lagi dan lagi dan tidak bisa berhenti… Aku benar2 ketagihan bercinta dan gak bisa menahan diriku untuk melakukannya..

Atau jangan2 aku sudah termasuk golongan hiperseks…?

Sepertinya bukan, aku pernah membaca di majalah dewasa dulu waktu SMP yang sering dibawa Dika kesekolah… kalau Hiperseks itu agresif dan tidak pernah merasa puas, jika tidak ada partner seks, dia akan mencari siapapun atau pekerja seks.. dan jika kepuasan belum tercapai dan tidak bisa terpenuhi akan berujung pada kecemasan dan depresi.. Widihh.. kak Neta banget tuh…

Sementara ini aku belum sampai ke arah situ… Jadi aku cuman kecanduan..hehe atau mungkin diusiaku saat ini hormon seksualku lagi tinggi tingginya hingga membuatku kecanduan bercinta…

Rasanya sama seperti kecanduan zat2 adiktif seperti alkohol, rokok atau drugs.. Sekali puas, akan mencari dan mengulangi kepuasan yang sama.. Atau bisa juga disebut ketagihan.

Tapi yang namanya ketagihan itu seringnya dinotasikan tidak baik karena walaupun menyenangkan, tidak baik dilakukan secara berlebihan… Pasti ada dampak atau efek karena melakukannya secara berlebihan… aku belum tau apa yang akan terjadi pada diriku jika terus2an tiap hari bercinta seharian penuh… pastinya tidak baik bagi kesehatanku.

Jadi aku putuskan hari minggu ini aku akan istirahat seharian penuh… tadi subuh aku keluar dari kamarnya Rein menuju kamarku… belum tidur sama sekali… tapi sesampainya dikamarku aku malah gak bisa tidur.. banyak sekali yang aku pikirkan… terutama soal AL dan Ressa…. aku masih kepikiran ucapan Ressa tentang cintanya Alexa yang hanya kedok untuk menghancurkan Rein… gara2 ucapannya itu, seharusnya semalam aku mendatangi kedai tempat Alexa bekerja.. tapi tidak kulakukan karena keraguanku padanya… Dan juga pikiranku bertambah untuk segera mencari uang buat menebus obatnya Ressa… hadeeeeh… Banyak banget yang harus kupikirkan…. sampai aku benar2 tidak bisa tidur.. karena saat ini sudah jam 8 pagi.. dari tadi aku hanya gulung2 di tempat tidur…

Sejam kemudian Ren masuk ke dalam kamarku bersama ” teman2nya”.

Rein :” loh uda bangun dek..? ”

Aku :” udaa….. ” dia pasti langsung ngomel kalau aku bilang belum tidur… kadang cerewetnya padaku ngalah2in bunda…

Rein :” hmm.. kirain belum bangun, makanya aku bawa boneka kesini biar aku ada temannya main sambil nungguin kamu bangun… hehhehe.”

Dia langsung tiduran di tempat tidur dan rebahan disebelahku..

Rein :” sana mandi…”

Aku :” iya ntar…. ”

Rein :” hmm.. badanmu bau giniloh… ”

Aku :” masih ngantuk Rein.. pgn tidur lagi… ”

Rein :” yauda tidur lagi sana… Aku mandi duluan.. Aku mandi disini ya… ”

Masalahnya aku gak bisa tidur… namun tiba2 aku punya ide… Kutarik tubuh Rein saat dia akan beranjak dari tempat tidurku…

Langsung kutarik tubuhnya untuk menindihku… posisinya Rein saat ini ada diatas tubuhku dengan dia menghadap ke atas… Aku punya ide untuk melakukannya lagi… biar ngantuknya datang…

Rein :” loh..loh.. . ini ngapain sih… ”

Aku :” lagi yuk Rein…. ” sambil kuusap panties Rein tepat di memeknya…

Rein :” achhh… Adeeekkk.. katanya mau tidur… masih kurang semalam..? ”

Aku :” kurang.. mau lagi… ”

Rein :” ssshhhh… uhhhhhhh… Deek… ”

Saat ini tanganku sudah masuk ke dalan pantiesnya,, menggosok langsung bibir memeknya Rein… Sambil kuremas pagudaranya dan kuciumi lehernya dari samping…

Gerakan tanganku di memeknya membuat bokongnya naik turun di atas tubuhku menimpa bagian penisku…

Aku :” sekarang ya Rein…? ”

Rein :” yauda ayo.. tapi pelan2.. Belum basah… ”

Aku :” kamu diatas aja yah.. capek nih… ”

Rein :” hmm.. mau enak2 tapi gak modal tenaga…. Dasar..”

Meskipun dia ngomel2, tapi dia tetap nenuruti pernintaanku.. dia menurunkan sedikit celana pendekku hingga penisku mencuat keluar… dia langsung duduk diatas tubuhku menghadapku.. dia tidak melepaskan pantiesnya, hanya menyingkapkan sedikit bagian depan pantiesnya, lalu bersiap memasukkan penisku di dalam memeknya.. Saat penisku akan masuk di dalam memeknya.. , gerakan pinggul Rein terhenti saat dua ketukan terdengar dari pintu kamarku…

Tok tok

Hadeeeeh.. ganggu ajasih….

Mbk Tina: ” Mas Rega… ada tamu… ”

Tamu? Aku dan Rein langsung saling berpandangan..

Aku :” siapa Mbak..? Adit…? Bilang aja aku lagi pergi mbak… ”

Mbk Tina :” bukan Mas. tamunya cewek.. ”

What..? Cewekk..?

Rein :” Siapa…? ”

Aku :” Tau’…”

Rein :” ditemuin dulu sana…! ”

AAAAAAAAAAAA… Ganggu banget…

Aku :” jangan mandi dulu ya… nanti dilanjut lagi.. biar aku usir dulu itu tamunya… ”

Rein :” hahaha iya2… Aku masih disini kok… Aku basahin dulu ini biar nanti tinggal masukiinn… hihihi… ” dia menggosok gosok memeknya sendiri, dengan raut wajah yang sangat menggoda…. buseet.. gimana bisa menolak seharian melakukan dengannya, jika disuguhin pemandangan seperti itu…

.

.

Setelah ke kamar mandi cuci muka sebentar, langsung aku turun ke bawah… sebelum aku sampai di lantai bawah.. tamu itu sudah bisa melihatku dari ruang tamu dan memanggilku dengan suaranya yang cempreng…

Ressa :” Culuuuunnnnn……. ”

Oh sial.. kenapa Ressa pagi2 kesini……

Aku :” ngapain kesini…? ” aku masih bingung kenapa dia pagi2 kesini..” Aku ikut duduk di sofa.

Ressa :” Kak Amanda kan nyuruh main kesini.. hehe… rumahmu gede banget culuun.. Itu dibelakang kolam renang yah..? Kereeeeen…. Nih yah, luas ruang tamu ini bahkan dua kali lipat dari luas rumahku… ”

Aku :” ini rumahnya Rein,, bukan rumahku…. ”

Ressa :” hmm sama aja.. kan kamu tinggal disini… ”

Kemudian Mbak Tina datang membawa minuman untuk Ressa.

Ressa :” terimakasih mbak cantik…. ”

Mbak Tina tersenyum mendengar pujian Ressa… tak lama Rein turun dari atas…

Rein :” ohh ternyata kamu tamunya…. ”

Ressa :” hai Kak….. ”

Rein gabung duduk dengan kami, dan kami ngobrol banyak…. gilanya Rein masih hanya memakai Panties dan korset kesayangannya….

Setelah beberapa waktu ngobrol ini itu,,,

Rein :” kamu pengen tau kamarnya Rega..? ” ucapnya pada Ressa…

Ressa :” mau… Mau…. ”

Rein :” kamu naik ke atas.. lalu jalan ke kiri… disitu kamarnya Rega.. ”

Woi.. Woi…..

Ressa :” boleh….? ”

Rein :” boleh dong… kalian main aja disana.. Aku mau renang dulu… ”

Ressa :” assikkkk…. ” mendengar ucapan Rein Ressa langsung naik ke atas….

Aku :” ngapain sih nyuruh dia ke kamarku..? ”

Rein langsung berpindah duduk naik ke pangkuanku, menghadapku dan merangkulkan lengannya dileherku.. .. Kupegang pinggulnya agar dia tidak jatuh kebelakang…

Rein :” bukannya kamu tadi lagi pengen yah…? Tuh sama dia aja… hahahaha”

Buset.. kakakku sudah gila….

Rein :” nanti malem aja sama aku.. ” ucapnya pelan…

Aku :” gimana kalau kamu ikutan…? ” aku menggodanya…

Rein :” hmm? Main bertiga…? Menang banyak dong kamu…… ”

Aku :” hehehehe… yuk…? ”

Rein :” aku maunya sama dua cowok, ajak Adit kesini, kita main bertiga.. …” dia tersenyum…

Aku :” haahhh? Gak boleh.. Gak boleh… Enak aja….. ”

Rein :” hahahaha… makanya jangan nantang2 main bertiga.. karena gak semuanya rela melihat orang yang paling disayanginya main dengan orang lain..”

Hadeeeh. Ternyata dia balik menggodaku… Rein memang paling pintar membalikkan kata2ku… Dan yang diucapkannya ada benarnya… aku gak akan rela melihat langsung Rein disetubuhi cowok lain.. Karena aku sangat sayang kepadanya.. Berarti dia juga sayang padaku dong…? Hihihi… dia memang kakak terhebat.. Seandainya dia bukan Kakakku,, aku ingin dia jadi istriku nanti… Hahaha

Cup, kukecup bibirnya..

Rein :” hmmm..? mbak Tina ada di dapur.. ”

Aku :” biarin.. emang gak boleh nyium kakakku sendiri…?”

Rein :” hahaha… sudah ah… ”

Kemudian dia pergi kebelakang rumah untuk berenang..

Aku langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamar… Ressa sudah melepas cardigannya.. menyisahkan terusan hitam yang menutupi tubuhnya.

Resaa sedang bermain dengan bonekanya Rein yang masih ada dikamarku…

Ressa :” aku tau kamu culuun.. tapi tidak kusangka kamu juga koleksi boneka…. ”

Aku :” hmm..? Itu bonekanya Rein…. ”

Ressa :” oh yah..? Kok ada disini…? Apa dia sering tidur disini ? ” tanyanya sedikit curiga….

Aku :”eh.. Egak.. kebetulan aja dia tadi pagi kesini bawa boneka2 itu…. ”

Ressa :” ouww.. kak Amanda seksi banget ya.. Aku jadi ngiri.. dia tiap hari tidak pakai baju gitu kalau dirumah…? ”

Aku :” eh..? Ii.. Iya… ”

Ressa :” dan kamu gak tergoda ngelihat dia seperti itu…? ”

Tiap hari aku tergoda dengannya…

Aku : ” enggakk… ”

Ressa :” wah.. Wah.. Gak normal kamu itu…. Hihihi.. ”

Aku :” udah ya.. yuk turun.. terus kamu pulang… ”

Ressa :” hmm diusir nih? Baru aja dateng… kenapa sih? Hari ini Kamu ada acara kencan dengan AL? ”

Mendengar ucapannya langsung kubekap mulutnya….

Aku :” woi.. Jangan keras2…jangan nyebut namanya disini.. ” jangan sampai Rein mendengar ucapan Ressa…

Ressa :” hihihi maaf.. Maaf.. lupa… ”

Aku :”aku Mau tidur…ngantuk… kamu pulang aja yah..atau kamu ikutan renang sana sama Rein.. . ”

Ressa :” hmm masih pagi uda mau tidur aja… aku pengen main.. males dirumah… Dan aku tidak bisa berenang… Heehehe”

Hadeeh.. aku langsung tiduran di tempat tidur…

” bisa nggak biarin aku tidur sebentar aja… ” ucapku dalam hati..

Ressa malah ikutan tiduran diasebelahku,,

Ressa :” aku kesini juga pengen mainin kontolmu…. hihihi… ”

Whatt. ?

Ressa :” kita lanjutin yang tertunda kemarin waktu di Hutan..” Aku tau dia kesini ada maksud lain selain cuma pgn main…

Ressa menempelkan payudaranya yang super itu dadaku dan menggesek gesekannya… Gilaaa..

Ressa :” aku kangen dengan kontimu yang gede ini…. ” dia mulai mengusap penisku dari luar celana pendekku…

Aku :”Ress… ”

Ressa :” soalnya Kontimu ini gede banget.. lebih gede dari punya Galih dan yang lain… ”

Aku :” ahh…” usapan tangan Ressa di penisku mulai tersa nikmat..

Ressa :” bahkan lebih gede dari punya Adit…. ”

Suasana yang tadi begitu menggairahkan langsung berubah… aku sangat terkejut dengan yang diucapkannya… Reflek aku bangkit…

Ressa :” hmm…? ”

Aku :” kamu pernah lihat punyanya Adit.?. ”

Ressa :” Pernah… Upsss.. ” Ressa langsung tersadar dengan ucapannya dan langsung menutup mulutnya dengan tangannya.

Aku :” haaahh..? Apa yang sudah kalian lakukann..? ”

Dia masih menutup mulutnya sambil menggelengkan kepalanya… Kutarik tangannya..

Aku :” katakan…. ” dia kelihatan panikk.

Ressa :” ntar kamu marah…. ”

Aku :” kenapa aku harus marah..? Apa yang sudah kalian lakukan….? ”

Buset… aku penasaran banget… Apakah Adit pernah bertransaksi dengan Ressa.. Atau jangan2 Adit malah juga pernah anal dengannya..

Ressa :” janji gak akan marah…,?”

Aku :” iya…… ” sial.. malah semakin membuatku penasaran..

Ressa :” sebenarnya.. Ehm.. aku…. ”

Dia kelihatan sangat berat mengatakannya..

Ressa :” aku…. Aku pernah mengintip Adit dan Kakakku sedang begituan dirumah…. ”

Aku :” haaahh…? ”

Ternyata Adit ada sesuatu dengan kakaknya Ressa…. Aku langsung tiduran lagi… Ressa menindihku… buset.. berat banget badannya anak ini…

Ressa : ” jangan bilangin Adit ya.. please.. Please… ”

Aku :” iya…. kapan itu terjadi..? Baru baru ini…? ”

Ressa :” ehmm.. uda lama..sehari sebelum kakakku pindah ke kota sebelah… ”

Aku :” mereka dulu pacaran…? ”

Ressa :” gak tau juga sih.. cuman mereka selalu bersama… ”

Aku :” ohh… ”

Ressa :”kapan2 main bertiga yuuk sama Adit… ”

Aku :” hahhh…? Maksudnya…? ”

Ressa :” aku pengen kalian berdua bergantian nganalin aku… pasti seruuu… Hihihi… ”

Busett… kenapa cewek selalu punya fantasy bercinta dengan dua cowok sih…

Aku :” gak mau… lakukan sendiri dengannya.. ”

Ressa : ” hmm jeles yah…? Hihihi.. kamu kan pernah lihat tubuhku dibuat pesta beberapa anak… tidak ada salahnya kan kalau cuman Adit yang gabung… Bayangin nanti gantian konti kalian aku hisap.. dan Kalian menyemburkannya diseluruh tubuhku… uhhhhh.. pasti seru…. Yuk direalisasikan…. ”

Sempat kubayangin apa yang dikatakan Ressa.. Seru sih.. tapi gimana yah..? Kayak ada rasa ngeganjel kalau melakukan seperti itu dengan Ressa dan ada Adit juga…

Aku :” gak mau….”

Ressa :” yaaaahh.. gak asik nih… ”

Dia sedikit kecewa, lalu menghempaskan kepalanya di dekat kepalaku, dengan posisinya masih menindihku.. Tubuh Ressa berat banget kurasakan karena badannya yang chubby… Aroma rambutnya terasa wangi, kuusap usap punggung Ressa…

Ressa :” jadi ngantuk gini yah..kamarmu nyaman banget.. enak ya punya kamar sendiri segede ini.. . ”

Mungkin dia sedang membandingkan kamarku dengan keadaan rumahnya..

Aku :” Bentar Ress.. kekamar mandi dulu..kebelet ”

Setelah keluar dari kamar mandi.. Kulihat Ressa sedang tengkurap di atas tempat tidur dengan kedua betis yang terangkat dan membelakangiku .. Terusan yang dia pakai hanya bisa menutupi bongkahan pantatnya yang gede..sedangkan pahanya Ressa yang gede juga terlihat begitu jelas., sekarang malah pinggulnya Ressa bergerak gerak membuat bagian bawah terusannya sedikit tersingkap dan menampakkan sedikit panties hitam dibalik terusan itu. disuguhi pemandangan seperti itu penisku sedikit menegang…

Langsung deh kutindih tubuh Ressa dari belakang.. Bagian pangkal pahaku menekan bokongnya Ressa.. kuusap usap bagian atas lengannya .. dan kuciumi pundaknya… Sedikit kumainkan lidahku di sana…

Aku :” mau dilanjut? ”

Ressa :” apa…? ”

Aku :” katanya mau ngelanjutin yang tertunda di Hutan..? ”

Ressa :” hihihi… lanjuutttttt…. ” ucapnya dengan semangat…

Kukecup bibirnya dari samping… kami berciuman sambil tubuh Ressa kutekan dengan tubuhku….

Lalu ciumanku berpindah lagi ke seluruh bagian belakang leher dan punggungnya yang tidak tertutupi bajunya.. Sambil tetap pinggulku menekan nekan bokongnya.. kusingkap rambut panjang Ressa kesamping.. melihat bagian belakang lehernya yang ditmbubi rambut2 halus sukses membuatku horny…. kuciumi bagian itu….

Ressa :” emphhh…… Sssshhh” dia kegelian..

Lalu kupindahkan tubuhku ke samping tubuhnya,, dia juga memiringkan tubuhnya menghadapku.. langsung kucium lagi bibirnya Ressa dengan memegang pipinya.. Kecupan demi kecupan kami lakukan.. sambil tangan kami saling mengusap punggung satu sama lain…

Ressa :” emphhh….. ”

Sambil tetap berciuman.. satu paha Ressa menuju selangkanganku, langsung kujepit pahanya itu dengan kedua pahaku.. Dia menggesek gesekkan pahanya itu di selangkanganku… uhh… Terasa enak Ketika pahanya Ressa menekan nekan penisku…

CUP

CUP

Lalu kuciumi lehernya, sambil mengusap payudaranya…

Ressa :” emmpph….. ”

Ressa terpejam merasakan rangsangan di tubuhnya…

Lalu bergantian Ressa saat ini menindih tubuhku dengan posisi selangkangannya di gesekkan di satu pahaku pas dibagian memeknya…

Ressa :” achhhh….. ”

Ressa semakin cepat menggesekkan selangkangannya di pahaku saat kuremas kedua payudaranya… Pinggul Ressa naik turun menekan pahaku yang sedikit terangkat

Ressa :” ssssshh…… Achhh..achhh..culuuunn pengennn…. Achh.. .”

Kemudian remasan tanganku berpindah ke bokongnya… kutekan bokongnya itu agar selangkangannya lebih menekan pahaku..

Ressa :” uhhhhh…. ”

Kemudian tubuh kami berguling guling diatas kasur.. sampai bergantian lagi tubuh Ressa yang kutindih, dan kuciumi bibirnya lagi…

Ressa :” emphh…. ”

Badanku kini nungging diatas tubuhnya… kedua tangan Ressa digerakkan ke atas kepalanya.. membuat kedua payudaranya semakin membusung keatas.. dan bisa kulihat jelas ketiak putihnya…

Tidak ragu bergantian kuciumi ketiaknya Ressa.. lidahku menjilati kulit ketiaknya. dia semakin kegelian…

Lalu dia meraih satu tanganku.. Memasukkan jari telunjukku di mulutnya… dia menghisap jariku itu… membuat penisku semakin menegang…

Setelah itu kutarik tubuhnya untuk duduk diatas tempat tidur… Sambil berciuman lagi kupindahkan tali baju yang ada dipundaknya ke kanan dan ke samping hingga bajunya itu tidak menutupi tubuh bagian atasnya.. terlihat langaung bra warna Hitam Yang dipakai Ressa… Sedikit kudorong tubuhnya.. lalu kutarik lagi ke bawah terusan itu sampai lolos dari kakinya.. kini Ressa hanya memakain daleman yang serba hitam… Posisi kami sekarang duduk saling berhadapan.. Ressa berinisiatif mengangkat kaos yang kupakai sampai lepas dari tubuhku.. setelah lepas, kami berpelukan lagi… saling menempelkan kulit kami.. enak banget berpelukan dengan cewek tanpa memakai baju.. Sambil tetap berpelukan kulepaskan kait bra Ressa.. lalu pelan pelan kutarik ke bawah.. Sambil menciumi lehernya Ressa…

Saat bra Itu sudah lepas dari tubuhnya.. langsung kuremas payudara Ressa dari bawah sampai ke atas…

Ressa :” ssshhh…. ”

kemudian kupegang masing2 putingnya yang sudah mengeras… kupilin kedua puting itu dengan jari jempol dan telunjukku..

Ressa :” achh.. Aach… Ach…. Ach…. Ssshhh”

Setelah asik memainkan putingnya dengan jariku, gantian puting itu kumainkan dengan mulutku.. kujilati, kugigit, kuhisap bergantian puting susu Ressa..

Ressa :” achh… Achhhh…. ”

Setelah puas bermain main di kedua payudaranya.. aku memandang wajahnya.. dia tersenyum.. Tak lama matanya terpejam saat kedua jempol tanganku memencet mencet putingnya seperti sedang memegang stick PS..

Ressa :” achhhh.. Achh… ”

Lalu dia menarik tabuhku untuk menindih tubuhnya di atas kasur… Langsung dengan gaya seperti melakukan penetrasi, kutekan tekan pinggulku di pinggulnya dengan sangat kuat…

Ressa :” achhhh…achhhh…..culunn.. Mekiku gatel… garukiinn…. achhhh”

Pinggulkumenekan pinggulnya pas dibagian memeknya.. dan dadaku menekan payudara Ressa..payudara itu terasa empuk dan hangat di dadaku…

Ressa :” achhh… Achhhh.. Achhhh…. ”

Setelah itu kubangkitkan tubuhku.. aku duduk di sela2 kakinya Ressa.. kuusap perutnya keatas sampai ke payudaranya..

Aku :” gede banget Ress punyamu ini…. ”

Ressa :” achhh… gede mana sama punyanya dia… ”

Dia? Mungkin maksudnya AL..

Aku :” hmm.. kamu mengejekku? kamu sudah tau jawabannya… ” jelas beda banget kalau dibandingkan dengan payudara Alexa yang kecil… Bahkan payudara Ressa lebih besar dari payudaranya Rein.. hanya Kak Neta yang bisa menandingi payudara Ressa..

Ressa : hahahaha.. Punya kakakku lebih gede… Achh… Sshhh…”

Aku : “masa’? Kenalin dong….. Hehe…”

Ressa : “hmmm maunya… besok kalau dia pulang aku kenalin deh… tapi jangan dianalin loh yah…”

Aku : “hahahaha… enggak enggak.. bisa dimarahin Adit aku ntar…” aku mengucapkannya sambil melepas Pantiesnya Ressa..

Ressa :” ssshh.. ” tangannya Ressa memegang megang bibir memeknya sendiri sambil mekihatku… langsung kubelai lipatan bibir perawan ini..

Ressa : “achhhh…… ”

Kubuka lebar kakinya, dengan sangat hati2 kumasukkan satu jariku di bagian atas memeknya. Aku menggosok gosokan jariku dibagian itu…

Ressa :” achhh… Achhh…… Achhhhh…. Achh… Achh…… Achhhhhhhhhhh.. ”

Desahan Ressa mulai terdengar ke enakan… dan memeknya mulai basah… Tapi tetap kugosok2 bagian memeknya itu…

Ressa :” achhhhh…. Achhhhhhh..achhhh… Achhhhhhh… culuuuunn….. ”

Setelah puas memainkan memek Ressa.. aku menghentikan aksiku.. aku tersenyum padanya yang masih ngos2an…lalu dia bangkit dan menarik tubuhku sampai aku rebahan di tempat tidur, bergantian dia yang saat ini nungging diatas tubuhku…

Dengan cepat dia melepaskan CD dan celana pendekku.. Dia melihat penisku yang sedikit menegang… Lalu dijilatnya tanpa memegamgnya…

Aku :” ahhh… ”

Ressa menjilati penisku secara perlahan tak lupa menjilati kedua bola yang menggantung di bawah penisku…

Aku :” ahhhh…. ”

Jilatannya semakin ke bawah.. semakin ke bawah sampai ke lobang anusku… Gilaaa…

Aku :” Ressaa… Ahhh… ”

Ressa :” iya..? Kenapa,? hihihi….. ”

Aku :” ahhhh.. enak Resss… ”

Sekarang penisku sudah masuk ke dalam mulutnya.. kepalanya naik turun mengulum penisku dengan hebat…

“yeaaaaaaayyyyyy…….. ”

“asikkkkkk……. ”

Eh…?

Samar2 aku mendengar teriakan Rein dari lantai bawah… kenapa lagi tu anak..?

Slurppppp

Slurppppppppp

Tapi suara mulut Ressa yang sedang menghisap penisku lebih terdengar menggairahkan…

Aku :” ssshhh….”

Ressa :” sekarang ya…? ”

Aku :” baiklah….. ”

Ressa langsung memposisikan tubuhnya nungging di sebelah tubuhku… Aku langsung bangun dan memegang perutnya…

Aku :” kali ini aku akan melakukannya sambil melihat wajahmu… ”

Ressa :” hmm…? ”

Dengan perlahan kuposisikan tubuh Ressa rebahan di tempat tidur…lalu kuambil satu bantal dan kutaruh di bawah pantatnya Ressa.. dengan begini bisa lebih mudah penisku saat penetrasi ke anusnya…

Aku :” yakin gak pakai pelumas…? ”

Ressa :” iya gpp.. . ”

Baiklah. . Akan aku lakukan dengan pelan.. perlahan kumasukkan penisku di dalam lobang sempit ini…

Ressa :” sshhhhhhh…. Ach… ” matanya terpejam dengan mulut yang terbuka lebar.

Dan akhirnya bisa masuk semuanya….

Ressa :” achhhhhhhhhh……… ”

Aku :” sakit….? ”

Dia menggelengkan kepalanya… wow hebat, lobang anusnya seperti sudah terbiasa kemasukan penisku meskipun tanpa pelumas…

Ressa :” achhhh….achhhh.. Achhhh… Achhhhhhb….”

Plok plok plok plok

Aku tak ragu menggenjot penisku sangat dalam di lobang anusnya…

Ressa :” achh.. Achh… Achhhhh. Achhhb…. Achhhhhh…… ”

Plok plok plok plok plok

Aku :” ahhh sempit banget Resss… ”

Ressa :” ach… Achhh.. Achh… Ach….. ”

Kupegang pahanya… dan kutekan sangat kuat penisku di dalam lobang anusnya… gila enak banget…. .

Aku :” ahhh.. Ahhh. Ahhhh… Ahhhhhhhhhh”

Plokk plok plok plok plok

Ressa :” achhhhhhhhhhhhhh….. ”

Suara desahan Ressa semakin keras.. Payudara Ressa naik turun menggemaskan karena tubuhnya bergoyang saat kugenjot…

Ressa :” achhhhhh enak banget…ach. Ach.. Ach… Achhhhh…. ”

Aku pandangin tubuh dan wajah Ressa.. sebenarnya Ressa itu cantik kok, apalagi tubuhnya bohay.. meskipun agak chuby… , coba dia anaknya orang kaya… pasti deh dia akan bisa merawat tubuhnya.. dan semakin kelihatan sempurna… aku baru tersadar kalau aku sangat beruntung bisa bercinta dengannya.. Memikirkannya membuatku tersenyum sendiri…

Ressa :” achhhh… ngapain senyum2 gitu…? Serem tau nggak…. ahhhhhhh”

Plok plok plok

Aku :” kamu cantik….. ”

Ressa :” haaaaah..? Achhhhh… kalau uda gini aja kamu bilang aku cantik… Achhhh.. dasar cowok… ”

Aku :” hihihihi.. Serius tau’….. ”

Ressa :” uda jangan banyak ngegombal… kenecengin lagi…. Achhhhh… ”

Plok plok plok plok

Aku : ” as you wish….. ”

Semakin kukencang genjotan pinggulku sambil kakinya Ressa kuangkat satu dan menempel di dadaku…

Plok plok plok plok plok

Ressa :” achh.. Achh… Ach… Iya gitu….. Achhhhhhhhhhhhh”

Karena genjotanku yang cepat, jadinya aku merasakan sudah akan mencapai orgasme. .

Aku :” aku mau nyampek Ress… ”

Ressa :” hahh..? Jangan dulu…… ”

Ehh..?

Dia langsung bangun dan mendorong tubuhku.. kali ini dia ada di atas dengan posisiku rebahan… sempat kurasakan sakit pada penisku saat perpindahan posisi tadi…

Dia mengangkat tubuhnya keatas,, sampai penisku keluar dari anusnya… Dia pegang penisku lalu di gosok gosokkan di memeknya…

Ressa :” dimasukkin disini aja ya..? ”

Aku :” hehh.. Jangan macem macem.. ”

Ressa :” hihihi…. gak asik…”

Lalu dia mengarhkan penisku di lobang anusnya…

Ressa :” achhhhhhhhhhh…… ”

Stelah masuk lagi ke dalam anusnya tubuhnya naik turun mencengkram penisku…

Aku :” ahhhh…. ”

Ressa :” achhhhh.. Achhhhhhh…shhhhhhhh… ”

Kulihat Ressa sangat menikmati lobang anusnya disodok penisku.. berkali kali dia tersenyum sendiri seperti orang mabuk…

Ressa :” achhhhh.. Achhhh.. Achhhhhhh… ”

Gila aku semakin tidak kuat mendengar desahannya semakin kencang…

Ressa :” uhhhhhhhh… Achh.. Achhha.. Achh.. Achh.. Achhhhhhh… ”

Tok Tok Tok

Mendengar ketukan di pintu Ressa langsung menghentikan aksinya dan menutup mulutnya.

Rein :” dekk… Istirahat dulu mainnya… ayo makan dulu ajakin Ressa sekalian…. ”

Mendengar suaranya Rein, Ressa langsung kelihatan panik dan melepaskan penisku dari anusnya…

Ressa :” waduh gimana ini..? Jangan2 kakakmu tau kita lagi kayak gini….. ”

Dia memang sudah tau dari awal,, sialan Rein malah menggodaku lagi….

Aku :” enggak dia gak akan tau….. ”

Ressa :” seriuss.? Kok tadi dia bilangnya gitu…? ”

Hadehh.. gara2 Rein ini.. aku bingung harus menjelaskan seperti apa pada Ressa.. aku tidak mungkin bilang ke Ressa kalau Rein tau apa yang kita lakukan…

Aku :” uda lupakan… Ayo lanjut dikit lagi nih… ”

Ressa :” hmm.. Udahan aja ya…. ”

What…? Nanggung banget ini.. lalu gimana nasib penisku yang masih tegang ini…

Ressa melihatku yang sedang melihat penisku..

Ressa :” hihihi… kasian… Gini aja… ”

Ressa lalu turun dari tempat tidur… dia menarikku untuk duduk di tepian tempat tidur dan dia jongkok di depanku…

Apa yang akan dia lakukan? Menghisap penisku lagi…?

Dia masih mengocok penisku…

Aku :” ahhhh…. ”

Sambil melihatku, Ressa mengocok penisku… enak banget…

Aku :” ahhhh…. ”

Tidak sampai 5 menit dikocok tangannya aku sudah merasakan akan orgasme…

Aku :” ahhh.. bentar lagi…. ”

Dia masih mengocok penisku…

Aku :” ahh.. Ress… ”

Tiba2 Ressa membuka mulutnya lebar2 tepat di ujung kepala penisku… dia tidak memasukkan penisku di dalam mulutnya.. dia seperti menunggu penisku yang menyemprotkan sperma di dalam mulutnya

Aku :” ahhh. Ahhhhhhhhhhhhhhhh….. ”

Crot

Sekali semprotan Spermaku langsung menyemprot mulutnya…

Crot cro crot crot

Akhirnya penisku menyemprotkan lebih banyak sperma di dalan mulutnya.. gilanya aku bisa melihat spermaku yang tertahan di dalan mulutnya yang terbuka lebar… Setelah memastikan tidak ada sperma yang keluar dari penisku.. dia menutup mulutnya dan mengulum spermaku itu seperti mengemut permen.. Sampai ada yang menetes ke lantai…

Ressa benar2 gila dan Liar…

Ressa :” ahhhh…. Enaknya… ”

Busett

Aku :” enak..?…. ”

Ressa :” iya.. Anget… Hihihi.. Sini ciummm.. ” dia langsung memajukan kepalanya menuju wajahku…

Aku :” hahhhh..? Gak mau.. Gak mau….. ”

Ressa :” hihihi……. ”

Aku yang tidak siap langsung terjatuh ke belakang.. Ressa menindihku… kututup mulutku dengan tanganku agar bibirnya tidak mencium bibirku….

Tapi dia malah menjilati pipiku….

Aku :” AAAAAAAAAAAAaaaaaa…… ”

Ressa :” he he he…… ”

.

.

Setelah bersih2 kami berdua turun dan langsung menuju meja makan.. sudah ada Rein disana….

Rein :” akhirnya Turun juga kalian… Ayo makan.. ”

Kami bertiga makan bersama semeja, Mbak Tina hari ini masak beberapa makanan. ada ayam goreng, ada sayur, ada sambel, dan lain lain… Kami pun langsung menyantap semua makanan ini sambil ngobrol .. Rein menyuruh Ressa sering2 main kesini… dan disambut dengan senang hati oleh Ressa…

Hadeeeeh…

Rein :” oiya… Dek.. Lihat ini… ” dia menunjukkan sesuatu padaku..

Aku :” ehh? Handphone baru…? ”

Rein :” tadi datang paket kiriman dari Papa isinya ini… ”

Ohh pantes dia tadi terdengar begitu senang sampai suaranya terdengar dari kamarku..

Aku :” untukku mana…? ”

Rein :” gak ada.. ”

Aku :” yaaaahhh papa curang.. Anaknya doang yang dikasih….”

Rein : “hush… Kamu itu masih kecil gak boleh pegang hp, ntar kamu malah gak niat belajar… ”

Ressa tertawa melihatku gak dibelikan Hp.. padahal harusnya kan Rein yang gak boleh pegang HP.. Dia kan bentar lagi ujian… Tapi gak ngaruh sih… Rein otaknya encer..

Rein :” dan.. 3 hari lagi papa pulang…. ”

Aku :” Papa pulang? Yeyyyy… ” akhirnya bisa ketemu orang tuaku lahi…

Rein :” tapi bunda gak ikut pulang… ”

Aku :” loh kok gitu…? ”

Rein :” Papa ada acara di kota sebelah, mau tanda tangan proyek… setelah itu dua hari disini.. terus balik lagi ke luar negeri…..”

Aku :” ohh….. ” padahal aku kangen Bunda.. tapi gpp deh.. bisa ketemu dengan papanya Rein juga oke.. sudah lama juga aku gak ketemu ayah baruku itu…

Setelah makan selesai, aku dan Ressa balik lagi ke kamar… … Dia bermain dengan bonekanya Rein lagi… Sedangkan aku rebahan aja di tempat tidur dan sangat mengantuk…

Ressa :” kapan yah aku punya boneka segede ini… Sejak kecil aku gak punya boneka… ”

Eh…? Kok sedih ya dengernya.

Aku :” bawa pulang aja satu.. bonekanya Rein ada banyak.. ”

Ressa :” hihihi… Gak ah… beliin aku yang baru, yang lebih gede dari ini…”

Aku :” eh.. Ogah.. mending beliin AL daripada beliin kamu… ”

Ressa :” hmmm.. bilangin Amanda nih… ”

Aku :” eh.. Eh… Gak lucu……. ”

Ressa :” hihihi….. ”

.

.

Aku dan Ressa bercanda di kamar sampai sore.. aku sempat ketiduran sejam saat Ressa membangunkanku ketika dia mau pulang…

Ressa :” aku Pulang ya Culun… Kapan2 boleh main kesini lagi ya? ” kami berdua sudah ada di teras depan…

Aku :” iya boleh…. ”

Ressa :” asikkk… ”

Aku : ” makasih ya Ress hari ini…. ”

Terima kasih atas nikmat yang kamu berikan tadi… Hihihi

Ressa :” iya sama2.. Makasih juga uda nyuruh sopir nganterin aku pulang… Bye.. salam buat Kak Amanda.. ”

Dia berjalan menuju mobil yang sudah siap mengantarkannya pulang…

Selepas Ressa pulang aku menuju kamar.. sudah jam 7 malam… waktunya tidur yang sangat aku butuhkan dari semalam..

Waktu aku masuk kamar.. Ternyata Rein ada di dalam..

Aku :” ngapain..? aku mau tidur….. ”

Rein :” yauda tidur aja.. aku masih pengen disini…. ”

Lalu aku merebahkan tubuhku di tempat tidur, menutup wajahku dengan bantal.. Aku tidak tau apa yang dilakukan Rein.. beberapa kali kasur bergerak gerak.. dia seperti melakukan sesuatu..

Lalu hening… saat bantal yang menutupi wajahku kuangkat.. aku terkejut… Rein tiduran disebelahku sudah tanpa pakaian sama sekali.. bugil dengan mata terpejam…

Buset… ngapain juga dia kayak gini… melihat tubuh indah Rein yang tanpa busana membuat penisku kembali menegang… Sial.. Tiba2 Rein membuka Mata…

Rein :” masih pengen tidur dek…?” dia tersenyumm…

Aku :” aku akan tidur setelah memperkosamu…. ”

Rein :” hahahha… auwwwww….”

.

(SKIP YA GUYS..TERLALU PANJANG… AHAAHA :D )

.

dan lagi2 aku tidak kuasa menahan diriku untuk tidak melakukannya.. Dua ronde aku dan Rein beradu kelamin….. spermaku muncrat di mana mana… kami benar2 melakukannya dengan gila gilaan…

Setelah sejam berhenti….

Rein :” lagi yukk….. ”

Aku :” haaahh..? Uda Rein.. ampun.. Capek. ”

Rein :”yauda…. ” dia seperti akan beranjak daei tempat tidur… Tapi kutahan..

Aku :” mau kemana…? Tidur disini aja… ”

Rein :” males ah. kamarmu bau’ sperma… ”

Hadeeeh.. Dia pun pergi meninggalkan kamarku.. jam sudah menunjukkan pukul 11 malam….

Aku :” saatnya beneran tidur…… ”

15 menit kemudian aku masih belum bisa tertidur… tiba2…

Tek

Hmmm? Suara apa itu…? Suaranya berasal dari jendela kamarku…

Tek

Kulihat sekilas kejendela kamarku.. tidak ada apa2 disana…

Aku langsung merinding… oh siall.. pengalaman di hutan dan wanita menyeramkan langsung terngiang di kepalaku..

Langsung kututup wajahku dengan bantal dan berharap tidak ada sesuatu yang yang menyeramkan di kamar ini…

Tek

AAAAAAAAA kenapa suara itu masih muncul…?

Tek

Buset…Kuberanikan diriku untuk melihat ke arah jendela lagi… Beberapa menit tidak ada yang terjadi…

Tek

Suara itu nuncul lagi… padahal tidak ada apa2 di jendela…dengan tubuh gemetaran aku beranikan berjalan mendatangi jendela.. aku masih tidak melihat apa2…

Kuberanikan lagi membuka jendela kamarku yang menghadap ke arah halaman depan rumah…

DEG

Aku terkejut melihat ke arah bawah…. Ada seseorang berambut panjang sedang melihatku dari bawah dan melambaikan tangannya ke arahku dengan pakaian serba hitam…

Aku :” ssse.. Setannnn? ”

Tapi setelah kuperhatikan lebih jeli lagi… ternyata bukan setan… wanita itu adalah..

Aku :” AL…..? ”

Ternyata suara2 tadi berasal dari AL yang melemparkan batu2 kecil ke arah jendelaku…. Langsung aku keluar kamar, sebelum menuruni tangga kupastikan Rein ada di dalam kamar.. pintu kamarnya tertutup…

Aku langsung keluar rumah menuju halaman… AL sudah menunggu disana..

Aku :” bagaimana kamu bisa masuk..? ” tanyaku padanya…

Lalu dia menunjukkan sebuah kunci padaku,,

AL :” kunci gembok pagar belakang rumah ini… aku masih menyimpannya, dulu aku dan Amanda malam2 sering kabur lewat pintu belakang… tidak kusangka masih bisa kupakai…. ”

Whatt….?

Aku :” lalu? Ngapain malam2 kesini…?”

Dia langsung memelukku….

AL :” aku tidak bisa menahan rinduku lagi… semalem kamu juga tidak datang ke kedai, Padahal aku menunggumu sampai malam hari…. ”

Astaga… dia nekat kesini malam2 karena sangat rindu denganku…. Aku semalam malah enak2an dengan Rein..

Kusambut pelukannya,,

Aku :”maaf aku tidak datang semalam…”

Lalu pelukan kami terlepas…

Aku :” tapi kamu harus segera pergi dari sini… bisa gawat kalau Rein tau kamu disini menemuiku… ”

Dia menggelengkan kepalanya…

AL :” aku masih ingin melihatmu…please biarkan aku malam ini lebih lama lagi bersamamu… . ” air mata Alexa menetes dipipinya. .

Astaga aku tidak sanggup melihatnya,,Kutarik tangan Alexa… Kutarik dia sampai masuk ke dalam rumah… dia sempat menarik narik kaosku.. mungkin dia kaget aku malah membawanya masuk ke dalam rumah… masih kugandeng tangannya menuju lantai atas dengan berjalan secara perlahan lahan.. lalu kami berdua masuk ke dalam kamarku dan langsung kukunci pintu kamarku.

AL :” apa yang kamu lakukan…? ”

Aku :” aku juga tidak mengerti apa yang sudah aku lakukan dengan membawamu kesini… ”

Dia tersenyummm….

Lalu dengan cepat senyumnya itu kurasakan di bibirku… Bibir ini lagi.. bibir kekasihku,,, rasanya masih sama saat pertama kali dia menciumku di sekolah… kemudian ciuman kami terlepas..

AL :” aroma apa ini….? ”

Eh…? Dia melihat keadaan sekitar kamarku…

AL :” itu bonekanya Amanda kan…. Kamu barusan melakukan dengannya..? ” dia menatapku tajam.. Gawat… ketahuan yah… Selama statusku dan Alexa menjadi sebuah pasangan kekasih.. Aku dan dia baru melakukannya Sekali di studionya Adit… tapi aku sudah sangat sering melakukannya dengan Rein selama itu.. bahkan dengan cewek lain…

Aku :” maaf…. ”

AL :” uda gpp.. selama itu dengan Amanda.. aku rela berbagi dengannya… ” dia tersenyumm..

Aku malah semakin merasa bersalah padanya.. tapi aku mencoba tersenyum kepadanya….. Masih ada cintaku untuknya, aku tidak akan menceritakan kisahku dengan Kak Neta dan Ressa padanya.. aku takut dia terluka.. atau dia malah tidak peduli? Sial… Ucapan Ressa tentang Alexa tiba2 merasuki pikiranku…

Kutarik tangannya kuposisikan dia duduk di atas tempat tidur..

Aku :” ada yang ingin kutanyakan padamu… ”

AL :” apa…..? ”

Kulihat wajah Alexa… haruskah kutanyakan padanya? Tentang keraguanku, tentang dugaan dugaan Ressa… Bagaimana kalau itu hanya akan membuat perasaanya terluka.. sial…

Aku :” ehm.. Bagaimana try out nya..? ”

AL :” bukan itu yg ingin kamu tanyakan padaku……”

Buset.. Bagaimana dia bisa tau…

Aku :” eh… apa? Emang itu yg ingin kutanyakan padamu… ”

AL :” apa yang sebenarnya ingin kamu katakan…? ” dia menggenggam tanganku..

Aku masih terdiam.. Aku tidak bisa mengatakan padanya…

AL :” baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya.. ,, kapanpun kamu siap, kamu tau mencariku dimana… ”

dia tersenyum… Kemudian dia berdiri…

Aku :” sudah mau pulang…? ”

AL :” sudah malam sayang… bukannya kamu tadi mengusirku..? ”

Aku :” hehe.. tidurlah disini..besok pagi2 sekali kamu bisa pulang.. .pleasee ”

AL :” ehmmmmm…..” saat dia masih berpikir kutarik tubuhnya sampai tubuhnya jatuh ke temoat tidur…

AL :” auww… ” dia sedikit berteriak lalu menutup mulutnya dengan tangannya…

AL : ” kamu ini…….. ” lalu aku menindih tubuhnya Alexa…

Aku : ” hehehe.. selama ini kita belum pernah kayak gini kan…? ”

Langsung kuciumi bibirnya… Kami berciuman panas.. suara2 yang ditimbulkan pertemuan bibir kami begitu seksi… lalu kukecup lehernya… sudah lama aku tidak mencumbu Alexa.. aroma tubuh Alexa begitu wangi.. kutekan tubuhnya dengan tubuhku. .

Kubuka satu kancing kemejanya dan kuciumi bagian atas dadanya… dia mendesah saat tiba2 kuremas payudaranya…

AL :”achhh…. ”

kuangkat sedikit kemejanya, kuusap perut kecilnya… Lalu kupaksakan tanganku menyusup ke dalam celananya tapi tanganku ditahan olehnya…

AL :” stop….. ”

Ehhh? Kenapa dia menghentikanku..? Apakah di tidak menginginknnya….?

AL :” aku lagi halangan…. ”

Aku :”hahhh…? ” dia tersenyum melihatku tterkejut..

Langsung aku lemes menindih tubuunya… Kurain malam ini aku akan melakukannya dengan Alexa…. Aku sangat inigin melakukan dengan pacarku ini.. karena sudah lama banget kami tidak melakukannya… Tapi yasudahlah… Setidaknya ada yang menahan diriku untuk tidak bercinta lagi hari ini…

Aku berpindah ke sebelahnya,..

AL :” Maaf. . ”

Aku :” gpp.. tidur aja yuk… ” Aku tersenyum padanya…

AL :” beneran nih malam ini aku tidur dikamarmu..? ”

Aku :” harus.. bukannya ini dulu kamarmu? ”

AL :” hihihi.. iya aku dulu sering tidur dikamar ini.. aku masih ingat saat mamanya Amanda menemaniku sampai aku tertidur… ”

Aku :” malam ini aku yang akan menemanimu sampai kamu tertidur disini. .. ”

Cup.. dia mengecup bibirku

AL :” kamu suka tidur dengan lampu menyala..,? ”

Aku :” ehm.. enggak kok. aku matikan yah..? ” Dia mengangguk…

Setelah aku mematikan lampu, aku kembali lagi ke tempat tidur.. Di sebelahnya Alexa lagi…

Setelah itu kami hanya mengobrol dan Alexa tidak henti2nya membuatku terbang dengan gombalan2nya padaku… emang dasar vocalist,, pinter banget merangkai kata… tak lupa dia juga bertanya tentang apa yang terjadi saat kegiatan wisata.

AL :” aku shock mendengar ada anak kelas 10 dan 11 yang hilang di hutan.. Dan aku semakin panik saat aku tau kalau salah satu dari mereka itu kamu… saat itu juga aku berpikir untuk menyusul kesana…. ”

Aku :” maaf ya uda bikin kamu khawatir… ”

AL :” kamu tau apa yang aku takutkan saat pertama kali aku mencintaimu…? ”

Aku :” satu2nya yang paling aku takutkan saat mencintaimu adalah kehilanganmu…. ”

Ohh My…. tidak ada henti2nya dia membuatku nyaman dengan ucapannya… Aku tersenyum padanya.

AL :” sini agak deketan.. .. Biarkan aku menikmati senyummu itu sampai pagi … ”

Hadeeehh… kugerakkan kepalaku agar wajahku mendekat kewajahnya… kami berdua tiduran miring berhadapan.. wajah kami hanya berjarak 1 Cm… kami saling memandang dan saling tersenyum.. tak lama kemudian kami saling mengecup bibir kami.. bergantian dia mengecup bibirku duluan,, tak lama kubalas kecupannya…lalu Dia membalas kecupanku lagi…. Seperti itu terus yang kami lakukan sampai beberapa menit kemudian…

AL :” ngantuk. ”

Aku :” hmm…? Bukannya malaikat tidak bisa tidur…? ”

AL :” hahaha… aku tidak ingin jadi malaikat… aku hanya ingin jadi Nyonya Widyono…. ”

AAAAAAAAAAAAAA.. spechlesss…….

Aku :”emangnya.. kamu mau menikah denganku…? ”

AL :” hmm.. itu hanya pertanyaan atau kamu sedang melamarku? ”

Aku :” ehh..?…..”

AL :” hihihi… mana cincin nya? Aku akan menjawabnya….. ” dia tersenyum…

Waduuh…

Aku :” aku tidak punya cincin….. ”

Kemudian Alexa melihat sekeliling kamarku,, dia mengambil kawat pengikat yang ada di atas meja belajarku…

AL :” gunakan ini…”

Hahhh…? Ohhh Aku tau maksudnya….. kuambil kawat itu,, lalu kuposisikan tubuhku duduk diatas tempat tidur… dia juga..

Kupegang tangannya,,,

Aku :” ehmmm… AL.. meskipun hubungan kita masih belum lama,, tapi aku tidak ingin terlalu berlama lama jadi pacarmu.. pilihannya hanya ada dua sih.. … Kamu mau jadi istriku atau aku yang akan jadi suamimu… gimana..? ”

AL :” hahahaha… Hahahahaha……. ”

Alexa tak henti2nya tertawa mendengar perkataanku…

Aku :” jadi gimana…?. ”

AL :” oke.. Oke… aku akan menjawabnya… .. Rega Widyono,, , selama dunia tidak memisahkan kita… aku mau jadi istrimu dan aku ingin kamu jadi suamiku…. ”

Mendengar ucapannya, langsung kuikatkan kawat itu di jari manisnya….. dia hanya senyum2 melihatku melakukannya…

AL :” boleh sambil kunyanyikan sebuah lagu untukmu…? ”

Aku :” mauu… tapi jangan keras2… ”

Dengan posisi kami yang masih duduk berhadapan, si vocalist cantik ini mulai menyanyi..sambil aku mengikat kawat di jarinya…

♫ I’m addicted to you (Aku kecanduan dirimu)
♫ Hooked on your love (Terikat cintamu)
♫ Like a powerful drug (Seperti obat yang kuat)
♫ I can’t get enough of (Aku tidak pernah merasa puas)
♫ Lost in your eyes (Tersesat di matamu)
♫ Drowning in blue (Tenggelam dalam depresi)
♫ Out of control (Hilang kendali)
♫ What can I do? (Apa yang bisa kulakukan?)

♫ I’m addicted to you! (Aku kecanduan dirimu)

Lagunya berhenti saat aku sudah selesai mengaitkan kawat di jarinya… kami berpelukan…

Aku :” love you….. ”

AL :”love you too… sudah cukup bicaranya..”

Hmmm..?

AL : “puaskan aku sekarang juga… . ” bisiknya padaku…

Aku :” haaah..? Kamu kan sedang…. ”

Dia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum….

Aku :” jadi kamu berbohong padaku….? ” dia masih aja hanya senyum2… Ternyata Dia tadi mengerjaiku…

Langsung kucium bibirnya yang sedang tersenyum… kami berciuman panas selama beberapa menit…. sambil kubuka satu persatu kancing kemejanya.. setelah semua kancingnya terbuka kulepaskan kemejanya dari tubuhnya…lalu aku berusaha melepas kait branya… dia juga sedang berusaha menarik kaosku keatas dengan cepat…. Kami berdua begitu bergairah… sebuah gairah yang selama ini kami pendam…..

Kami berdua sudah tidak memakai atasan… langsung kuciumi payudara Alexa… membuat tubuhnya kebelakang dengan kedua tangannya menopang tubuhnya…

AL :” ach…. ”

Secara bergantian kuciumi payudara Alexa yang ranum ini.. lalu ciumanku turun ke bawah, ke perutnya… sambil aku berusaha membuka kancing celananya… setelah terbuka..kutarik kebawah celana ketat yang dipakainya….

Kubuka lebar kaki Alexa… kuciumi CD nya pas dibagian Memeknya… hmm.. harum sekali..

AL :” achhh…. ”

Tidak perlu pakai lama.. Langsung kutarik ke bawah CD Alexa.. tapi tidak terlepas.. CD nya masih tertahan di tumit satu kakinya…

AL :”sssssshh….. Sayang… Achhh…. ” AL mendesah keenakan saat lidahku sudah membelai bibir memeknya….

Aku hisap memeknya Alexa sambil meremas remas payudaranya….

AL :” ahhhhh….. Shhh… ”

Beberapa menit mulutku bermain main di memeknya Alexa… sampai memeknya basah..

Cklek

Aku dan Alexa terkejut mendengar gagang pintu kamarku ada yang berusaha membukanya… Tapi untungnya terkunci…

Tok Tok Tok

Deg

Deg

Rein :” Deekk… kok dikunci sih…? Aku pengen tidur disini…. ”

Kulihat jam di dinding menunjukkan pukul 1 dinihari…

Tok Tok Tok

Rein :” Dekkkk…. ”

Aku lihat Alexa.. kutempelkan telunjukku di bibirku sebagai isyarat untuknya agar tidak bersuara…

Aku berharap Rein menganggapku tidak mendengarnya dan dia segera kembali ke kamarnya….

Beberapa detik hening… kemudian kudengar suara pintu terbuka dan tertutup… sepertinya Rein sudah kembali ke kamarnya… fiuh….

AL :” kalian sering tidur bersama…? ”

Aku :” iya.. kadang2 dia suka tiba2 masuk kamarku waktu malem dan….. ”

AL :” sudah jangan diteruskan… ” dia kelihatan agak cemberut…. sebesar apapun kerelaanya dengan membebaskanku bercinta dengan Rein, pasti Alexa juga punya rasa cemburu…

Segera aku rangkul tubuhnya dan merebahkan tubuhnya…. Kuciumi lehernya lagi..

Aku :” aku masukkan sekarang… ”

Dia mengangguk…

Kupegang penisku.. kuarahkan ke memeknya.. dan

BLESSSSSSSS

AL :” achhhhhhhhhh….. ” kulihat dia memejamkan matanya…

Lalu pelan pelan pinggulku menggenjot memeknya,, sambil tetap posisiku merangkul tubuh Alexa.. tubuh kami masih bertindihan dengan wajahku yang sangat dekat dengan wajahnya…

AL :” achhh.. Achh… Ach…… Sshhh… ”

Aku bisa melihat wajah Alexa yang sayu merasakan kenikmatan yang bersumber dari memeknya…

AL :” jangan dilihatin… achh… ” dia cemberut…

Aku :” tak akan kulewatkan melihat wajah cantikmu yang sedang kemerahan ini…. ”

AL :” achh…. achhh… ”

Memang wajahnya Alexa agak kemerahan saat ini.. Beda dari sebelumnya… sangat natural ekpresi wajahnya….

Dia langsung mencium bibirku… sambil tetap penisku keluar masuk di memeknya Alexa…

AL :”enphhhh….. ”

Goyangan pinggulku tidak terlalu kencang.. aku tidak ingin kenikmatan ini cepat selesai. aku tidak ingin cepat2 menyudahi keadaan ini… karena aku sadar kalau kesempatan bercinta dengan Alexa sangat kecil…karena aku tidak bisa melakukan dengannya setiap hari… Tapi karena kami jarang dan hampir tidak pernah melakukannya, ketika mendapat kesempatan seperti malam ini, susana bercinta semakin terasa lebih intim dan tak terlupakan…. Karena kami sama2 merindukan moment seperti ini..

Sekitar setengah jam kami masih bisa tanpa berganti posisi…. malah pelukanku semakin erat.. payudara Alexa yang tidak begitu besar menempel di dadaku…

AL :” achhh.. Achhhhhhhh…. Achhhhhhhh… Achhhhh… ”

Aku :” ahhh… Bentar lagi….. ”

AL :”sshh… meskipun kamu sudah melamarku.. Tapi jangan di dalam ya… Achhh… ” dia tersenyumm

Saat aku sudah benar2 akan mencapai orgasme… agak kupercepat goyangan pinggulku…

Setelah itu kukeluarkan penisku dari mmemeknya.. dan kukocok..

AL :” aku aja…. ”

Tangan Alexa menggantikan tanganku mengocok penisku..

Aku :” ahhhhh…… ”

Beberapa kali kocokan penisku langsung menyemprotkan sperma di atas perutnya Alexa…

Aku :” achhhhhhhhhhhhhhh….. ”

Crot crot crot crot

Akhirnya kesekian kalinya penisku menyempot lagi seharian ini…..

Aku langsung mengambil tisu dan membersihkan spermaku yang ada di perutnya Alexa dan membersihkan memeknya..

Lalu aku rebahan di sebelah tubuhnya… dia menarik selimut menutupi tubuh kami…

Aku :” makasih sayang… ”

AL :” iya.. aku juga makasih…. ”

.

.

3 jam kemudian mataku masih terjaga… aku tidak bisa tidur lagi malam ini… aku masih memandangi wajah Alexa yang sudah tertidur daritadi…

Kulijat jam dinding sudah menunjukkan pukul 4 pagi lebih sedikit.. Kemudian Alexa terbangun…

AL :” kamu kok gak tidur…? ” dia melihatku masih terjaga….

Aku :” wajah cantikmu membuat mataku tidak mengantuk sama sekali.. hehe” dia melihat jam dinding…

AL :” sepertinya aku harus segera keluar dari rumah ini…. ” dia bangkit dan dengan cepat memakai semua pakainnya… Begitu juga denganku….

Sebelum kami keluar dari kamar, kami ssempatkan berpelukan lagi…

Aku :” lain kali menyusuplah kesini lagi… ”

AL :” haha… akan kuusahakan… ” kemudian kami keluar kamar dengan pelan2… Aku hanya berharap Mbak Tina belum bangun…

Tepat jam setengah 5 Alexa keluar dari pagar belakang rumah. . suasana masih dingin meskipun cahaya fajar mulai terlihat.. Alexa bilang kalau dia akan naik taxi menuju rumahnya… dan dia sempat khawatir kalau Papa Angkatnya akan marah melihat dia pulang sepagi ini….

Setelah itu aku masuk ke dalam rumah lagi.. mataku sangat berat.. tubuhku langsung ambruk di sofa ruang tamu….dan aku tertidur..

.

Sampai kurasakan tubuhku ada yang mengoyang goyang…

Rein :” Dek. Bangun… kok tidur disini sih.. ayo bangun… nanti telat… ”

Kulihat jam dinding menunjukkan jam setengah 6 pagi.. aku tertidur satu jam… gila… Berarti dalam 2 hari aku hanya tidur selama 2 jam…. gilaaa…

Kepalaku berat dan pusing sekali.. tubuhku lunglai… bahkan aku tidak bisa membuka mataku saat aku sudah ada di dalam mobil dalam perjalanan menuju sekolah…

Rein :” Deekk.. kamu sakit…? ”

Aku :” ehmm..? Enggak….. ”

Sesampai di sekolah tak henti2nya aku menguap saat menuju kelasku…. di tengah perjalanan aku ketemu dengan Mira…

Mira :” hai Kak Rega….”

Aku :” Mira..? Kamu uda sehat…? ”

Mira :” uda dong… Nih buat kakak.. Aku tadi juga memberikannya ke Kak Adit, Kak Amel dan Kak Ressa… ” dia memberiku Coklat….

Aku :” makasih… ” tiba2 kurasakan gempa bumi…sampai tubuhku kusandarkan ke tembok di sebelahku..

Aku :” ada gempa yah… ”

Mira :” Gempa..? Gak ngerasain apa2…kak Rega kenapa? Kok pucet gitu sih…? ”

Aku :” ehmm..? Gpp kok…. ” sial kepalaku pusing banget….

Aku :” loh Winry mana? Biasanya kalian selalu kelihatan bersama sama… ”

Mira :” Winry hari ini tidak masuk Kak… ”

Aku :” kenapa…? Sakit…? ”

Mira :” bukan.. hari ini tepat 5 tahun mamanya meninggal.. jadi hari ini dia dan Papanya mengunjungi makam Mamanya… ”

Aku :” astaga.. jadi Mamanya Winry sudah tidak ada… ? ”

Mira :” Iya.. dia hanya tinggal serumah dengan Papanya.. sebenarnya Winry punya kakak.. tapi kakaknya itu sedang kuliah di kota sebelah… ”

Tettttttttttttttttt

Suara bel panjang tanda pelajaran dimulai terdengar sangat keras..

Mira :” aku masuk dulu ya Kak… Bye Kak Rega….. ”

Aku langsung bergegas menuju kelas.. sangking pusingnya kepalaku,, aku tidak menyadari kalau beberapa anak menyapaku.. tapi aku hanya melewati mereka tanpa membalas sapaanya…

Sesampainya di mejaku.. aku langsung tertunduk… Ressa yang sudah datang terlebih dulu berbicara sesuatu padaku.. tapi aku tidak bisa mendengarnya…

Aku :” hahh.. Apa…? ”

Ressa berdiri….

Ressa :”culunnn.. ayo berangkat… Yang lain uda duluan itu… ”

Aku :” hahhh.. kemana? ”

Ressa :” ke lapangan lah… upacara culunn…. ”

Hahhh? Oiya ini hari senin… Ressa meninggalkanku yang sedang mencari sesuatu di tasku .

“topiku kemana yah…? ” ucapku dalam hati saat tidak kutemukan topiku didalam tas.. Sial sepertinya ketinggalan dikamar..

Dengan langkah gontai aku berjalan menuju lapangan.. padahal baru berjalan sebentar,, tapi aku sudah merasa capek…

Sesampainya di lapangan, salah satu guru BK menghampiriku…

Guru BK :” mana topimu…? ”

Aku :” ketinggalan Pak… ”

Guru itu langsung menarik tanganku menuju barisan para siswa lain yang tidak menggunakan aksesoris lengkap seperti topi dan dasi… haduhh.. malu banget…

Seluruh siswa sedang melihat kami… pasti semua yang kukenal sedang melihatku termsuk Rein, Alexa, Ressa, Adit, Mira dan Kak Neta…

Beberapa menit setelah acara upacara dimulai.. kurasakan kepalaku semakin berat.. kepalaku pusing banget… Ditambah cuaca yang sangat panas… sinar matahari langsung menyinari tubuhku… Badanku sangat lemas dan berkeringat… Sedikit kurasakan mual…pandanganku juga kelihatan kabur dan berkunang kunang… Jantungku Berdebar sangat cepat..

Deg deg

Deg deg

Apa yang terjadi denganku? Apakah ini dampak karena kecanduan dan keseringan bercinta?

aku sudah tidak kuat menahannya.. tiba2 kakiku terasa lemas… dan tubuhku ambruk ke tanah.. seketika pandanganku semakin memudar lalu yang kulihat dimataku hanya putih… dan aku tidak ingat apa yang terjadi berikutnya….

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler