. Halaman Baru Part 38 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 38

0
273

Halaman Baru Part 38

INSANE TRIP ; LOST IN THE DARK

Kak Neta :” hai adik2…. kalian sudah melakukannya…? ”

Kak Neta yang membuka kamar dan langsung bertanya seperti itu kepada kami… aku dan Ressa seketika saling melihat karena ucapan Kak Neta Itu…

Kulihat Ressa tertunduk malu…

Aku :” belumm.. Ehm… tidakk….. ” ucapku pada Kak Neta… aku bingung mau bilang apa sama dia… kulihat Ressa lagi… dia semakin menunduk antara malu dan ketakutan… Lagipula kenapa sih Kak Neta pakai acara kesini pagi2 gini…

Kak Neta :” hmm. ? Bukannya kemarin di Kantin Pak Dirga sudah bilang… semua peserta pagi ini harus packing dan siap2.. Kalian sudah melakukannya? ”

Eh….? Jadi itu maksudnya….. Kulihat kepala Ressa langsung tegak kembali…

Ressa :” oiya….. belum Kak… Hihi… ”

Fiuhh… Tapi tidak mungkin Kak Neta kesini hanya tanya tentang itu… kulihat dia sedang memandangi botol pelumas miliknya diatas meja yang sudah habis.. bisa terlihat karena botolnya transparan… kemudian dia melihatku dan tersenyum seakan dia tau sesuatu…. sesuatu yang sangat jelas terlihat… Hadeehh…. aku jadi salah tingkah dia melihatku seperti itu…

Kak Neta :”kamu? Sudah kan…? “dia bertanya padaku sambil tersenyum..

Aku :” ehh.. iya… Eh belumm.. ”

Kak Neta :” baiklah.. aku keliling dulu… Mumpung masih ada waktu….. Lakukan dengan cepat.. ”

Kemudian dia menutup pintu kamarku dan pergi….

Ressa :” ngomong apa’an sih dia tadi….? ”

Aku :” tau’… Bodo amat… ” aku segera beranjak dari tempat tidur dan memulai mengepak kembali pakaian dan barang2ku ke dalam tas…

Setelah selesai.. kulihat Ressa masih sibuk merapikan pakaiannya…

Ressa :” Lohhhhh.. pantiesku kok kurang satu… Kamu ambil ya?” dia menuduhku mengambil pantiesnya….

Aku :” hahhh? Enggak… ngapain juga ngambil pantiesmu….. ”

Ressa :” hmmm…? Uda jujur aja…. gpp kok.. kamu punya kelainan mengoleksi cd cewek2 kan..?.. Ngaku…..!”

Aku :” woi… Woi… sembarangan… yang kamu pake sekarang uda dihitung? ”

Ressa :” ehh…? Oiya…. hahahaha… ”

Aku :” tuh kan… dasar. o’on…. ”

Langsung aku keluar kamar ini.. didepan sudah banyak anak2 yang saling bergerombol… entah apa yang mereka bicarakan.. ada yang asik2an kejar2an… Ada yang sembunyi2 membawa rokok ditangannya dan pergi ke suatu tempat…

Kalau aku sedang menuju kamarnya Adit.. Eh malah ketemu dia sedang jalan dengan Dio menuju ke arahku.

Adit :” uda siap2..?”

Aku :” uda… Kalian mau kemana..? ”

Dio :” jalan.. Jalan aja.. lihat adik2 kelas yang unyu2… ya gak bro..? ” Dio tanya ke Adit…

Adit :” yoiii Bro….. Ayo ikut… ” Adit langsung menarikku.. kami bertiga menuju halaman depan penginapan ini.. disana kami ngobrol banyak tentang adik kelas… .

Tak terasa ngobrol sampai waktunya makan siang tiba… kami bertiga langsung menuju kantin…

Di kantin kami juga duduk semeja… aku mencari keberadaan Ressa..

Nah itu dia….

Dengan pakaiannya seperti itu, beberapa kali Ressa digoda adik kelasnya…

Ressa sedang duduk semeja dengan Amel..

sempat juga kulihat Kak Neta dengan guru PPL yang lain, Kak Fanny…. Kak Neta sempat melirikku bentar lalu melanjutkan ngobrol lagi…. siang ini adalah makan siang terakhir di tempat ini… karena sekitar 4 jam lagi kita akan pulang…. Pak Dirga sempat memberikan sambutan pada semua peserta dan guru2… Seperti adegan di film Harry Potter ketika Albus Dumbeldore memberikan sambutan pada selurus siswa hogwarts,, kami semua mendengarkan sambutan Pak Dirga yang me-review kegiatan selama disini sambil menikmati makan siang… dia bilang kalau acara ini cukup sukses.. dan semua siswa akan mendapatkan nilai bagus.. Tak ayal ucapan Pak Dirga langsung disambut meriah para peserta… bahkan buat aku yg gak ikutan kegiatan sama sekali.. hihihi

.

.

Setelah selesai makan siang, aku, Adit dan Dio masih ngobrol di depan kantin… tiba2 ada yang mendatangi kami…

Mira :” hai.. Kak Rega…. kak Adit… dan Kak…..? ”

Dio :” aku Dio…. ketua kelas… ”

Mira :” ohhh… Hai Kak Dio Ketua Kelas… ”

Ternyata Mira yang menyapa kami, tak lupa juga Winry ada di belakang Mira… Winry hanya tersenyum kepada kami bertiga..

Mira :” foto dong Kak. . buat kenang2an…”

Aku :” Ehh..? Boleh…. ”

Mira :” yesss.. ehmm.. Kak Adit tolong fotoin kita Yah..? ” dia lalu melepas kamera yang daritadi dikalungkan di lehernya, dan memberikannya pada Adit..

Adit :” harus aku nih yang fotoin…? ” ucap Adit kecewa..

Dio :” Uda Broo fotoinn….” dengan lemas Adit akhirnya mau fotoin kami…

Secara berurutan sedang berpose membelakangi tulisan “CANTEEN” yaitu Dio, Winry, Mira dan Aku… beberapa pose kami peragakan…. lalu datang Ressa dan Amel..

Ressa :” loh.. kok gak ajak2 sih….. ikuuutt” Ressa langsung lari menuju kami tak lupa menggandeng Amel…

Ressa memposisikan Amel berdiri disebelahku.. Amel yang sedang minum susu sempat kaget ditarik Ressa ke sebelahku….

Ressa pasti sengaja melakukan itu..

Amel :” Tapi Ress… ehm… ” Amel bicara sambil menunduk, dia tidak berani melihatku…

Ressa :” uda kamu disini aja… ” lalu Ressa berpindah ke sebelahnya Dio…

Adit :” agak deket lagi Mel… jangan jauh2…..”

Iya juga sih.. Amel terlalu jauh berdirinya disebelahku… Ada kali 1 meteran… Tapi Amel tidak bergerak sedikitpun meskipun sudah diperingatkan Adit… dia hanya cemberut… Tambah kelihatan menggemaskan..

semuanya sedang ngelihatin Amel yang masih tidak bergerak…

Reflek kutarik tangan Amel agar dia mendekatiku….

Amel :” aaaaaaccccccchhhh……. ” aku sangat terkejut mendengar Amel melenguh saat Kupegang tangannya…. Bukan hanya aku, semua yg ada disini juga terkejut mendengar lenguhan seksi yang keluar dari mulut Amel, Terutama Adit & Dio..

Adit :” Aaa..apaa itu tadi…? Pegang lagi bro…. ”

Buset,, Adit malah menyuruhku memegang Amel lagi…. aku masih melihat Amel yang ngos2an setelah melenguh tadi…. Nafasnya terlihat begitu cepat

Aku :” maa.. Maaaf Mel….. ” ucapku padanya….

Amel :” ii.. Iyaa… ”

CKREK

CKREK

CKREK

Beberapa kali foto diambil oleh Adit… lalu bergantian dengan Dio yang mengambil foto… Mira sempat ingin foto berdua denganku, sambil memeluk lenganku…. Ressa & Amel melihatku,, aku hanya tersenyum pada mereka…

Setelah sesi foto foto selesai… Ressa dan Amel pamitan….

Aku :” mau Kemana….? ”

Ressa :” saya Ke Hutan… ”

Eh..?

Adit :” Saya ke jalur atas.. ”

Dio :” Saya ke jalur tengah.. ”

Mira :” saya ke jalur bawah.. ”

Amel :” saya butuh Tank… Upss.. ” Amel langsung menutup mulutnya…

Whatt?

Woi… penulis gila… obrolan macam apa ini…?

Adit :” ngomong apa’an sih kita tadi..? ”

Ressa :”tau’ aneh…. aku sama Amel mau ke Hutan.. Ada yang mau ikut…? ”

Aku :” ngapain..? Bentar lagi kan balik… ”

Ressa :” bentaran doang.. … ”

Mira :” aku boleh ikut Kak…?” tanya Mira pada Ressa..

Ressa :” boleh dong.. nanti kita foto2 disana… ”

Mira :” yeee.. yuk Win ikutan…. ” tanyanya ke Winry… Winry hanya mengangguk.

Ressa :” kalian bertiga ikut juga yah…. ” ucap Ressa padaku, Adit dan Dio….

Ressa :” apa kalian tega lihat bidadari2 cantik seperti kami berkeliaran di hutan tanpa pengawalan…? Hihihi… ”

Dio :” Dit.. Ga.. kalian aja ya yang ikutan… aku mau keliling dulu mau absenin siswa yang lain…. Bye… ” Dio langsung pergi meninggalkan kami..

Huftt.. terpaksa deh.. aku dan Adit mengawal cewek2 ini…. Kami berenam pun berjalan menuju bagian samping komplek penginapan ini… Menuju hutan yang letaknya di bagian samping berlawanan dengan arah menuju sungai kemarin… lebih tepatnya sih ke arah pantai….

Aku :” yakin nih? …kita kan belum pernah masuk ke Hutan yang sebelah sini…! ”

Ressa :” makanya itu perlu kita jelajahi…. penakut banget sih jadi cowok.. uda sana kembali kekamar kalau takut…. ”

Adit :” iya Bro… santai aja. kita puasin nikmati alam sekitar sebelum balik.. masih ada waktu 4 jam,,”

Ressa :” nah betul itu….. ”

Yasudahlah ngikut aja….

Beberapa menit kami berjalan masuk ke dalam Hutan… Mencoba menyusuri hutan ini melalui jalan yang mudah untuk dilalui.. tiap ada halangan seperti semak2 dan Pohon yang jatuh.. kami berbelok arah, Seperti itu terus… Pokoknya kita lalui jalan yang aman2… Sampai kami lupa tidak menghitung atau mengingat berapa kali belokan yang kami laluii….suasana di dalam hutan masih terlihat cerah, sinar matahari masih bisa masuk melalui rindangnya dedaunan pohon pohon yang tinggi ini… Entah sudah seberapa jauh kami berjalan,, saat ini kami sedang berhenti…. .

beberapa kali Mira mengabadikan momen kami di dalam Hutan… sedangkan Adit tidak henti2nya menggoda Amel daritadi… sepertinya Adit suka dengan Amel… Apalagi setelah mendengar desahan Amek yang menggitu menggoda telinga…. Tapi Amel dari tadi selalu menghindari Adit dengan berlindung di badannya Ressa… hihi lucu juga mereka..

CKREK

cKREk

Mira mengabadikan momen Adit Ressa dan Amel…

Winry :” hai Senior…..!”

Eh.. Winry..? Dia tiba2 ada berdiri disebelahku dan meyapaku..

Winry :” Kak Amel lucu ya…? ”

Aku :” iya… ”

Winry :” Kak Ressa juga lucu… sama2 cantik… ”

“Kamu juga lucu dan cantik Win..” ucapku dalam hati…

Amel :” Adit. pergi sana… Huss. Hus…. ”

Ressa :” hahahaha, kamu kayak kecoa Dit, diusir Amel kayak gitu …. ”

Mereka masih asik bercanda… sedangkan Mira juga terlihat tertawa melihat kelakuan Adit dan Amel…

Aku :” kalau aku…? ” tanyaku ke Winry..

Winry :” ehmm.. kamu mesum.. Hihihi… ” ucapnya, kemudian menunjukkan 2 jarinya dihadapanku.. tanda damai…

Aku :” hehehe….. ” hasyemmm… dia pasti langsung menghakimiku sebagai cowok mesum saat kapan hari dia melihatku nabrak2 payudara Kak Neta…

Mira :” Winry,, Kak Rega…..! ” dari kejauhan Mira memanggilku dan Winry… dia berniat memotret kebersamaan kami…

Reflek Winry mendekat ke tubuhku.. dia tidak ragu menempelkan lengannya di tubuhku dan tersenyum menghadap Mira.. .. aku sih fine fine saja… tapi agak baper… hihihi

CKREK

CKREK

Winry :” senior… kamu ngerasain sesuatu nggak…? ”

Aku :” ehh.. Apa..? ” jangan bilang dia tau aku lagi baper sama dia…

Winry :” nggak tau juga sih.. kayak ada yang aneh sama Hutan ini… tempat ini terasa sakral…”

Selepas Winry mengatakannya, tiba2 angin yang sangat kencang berhembus menabrak tubuh kami berenam.. daun2 dan ranting bergerak tak beraturan terkena hembusan angin yang sangat kencang ini…. Sekitar 10 detik hembusan angin menerpa sekitar tempat kami berdiri.. walaupun sebentar tapi efeknya sangat kuat sampai kamera yang dipegang Mira terjatuh.. semua sontak melihat sekeliling,… aku dan Winry langsung saling melihat…

Benar yang dikatakan Winry, ada yang aneh dengan Hutan ini… Dan Sakral?

Aku : ” Sakral bisa juga berarti keramat,, dan kalau hutan ini benar benar keramat.. tidak seharusnya kita menginjakkan kaki dan bercanda disini…. ”

Winry :” aku setuju denganmu senior… ” kami berdua melihat keempat teman kami yang lain.. yang masih melanjutkan bercanda dan tertawa selepas hembusan angin tadi…

Mira :” hmmm.. untung kameraku baik2 aja… ” ucap Mira langsung mengkalungkan kembali Kameranya di lehernya..

Aku :” guys… sepertinya sudah cukup… sebaiknya kita kembali…. ” ucapku agak keras pada mereka…

Ressa :” yaelah baru sebentar… ”

Adit :” iya bro.. aku masih belum sukses nih deketin Amel… Hahaha. ” Amel terlihat cemberut mendengar ucapan Adit…

Ressa :” aku pengen ketemu kelinci putih yang imut dan lucu…. ”

Aku dan Winry mendekat ke mereka…

Aku :” mana ada binatang seperti itu di hutan seperti ini.. ”

Ressa :” hmmm kamu gak tau sih.. liat aja pasti ada… ”

Gak mungkin….

Ressa :” ayo jalan lagi…..! ” Ressa langsung menggandeng Amel jalan terlebih dahulu… Diikuti Mira yang berjalan dibelakang mereka..

Aku :” Woi.. Ress ini sudah terlalu jauh… ”

Ressa :” bodo’… Aku mau nyari kelinci… ”

Hadeeeh….

Aku :” Dit.. Kita harus kembali… ”

Adit :” kenapa sih Bro..? ” ucap Adit padaku..

Aku :” kamu gak ngerasain…? Suasanya uda gak enak…. ”

Winry memgangguk ngangguk disebelahku…

Adit :” ngerasain Apaan..? Uda tenang aja… jangan parno… ”

Tiba2 dari arah depan Ressa berteriak….

Ressa :” yeeeeeeee.. kelinci…… ”

What…? Serius…..?

Aku Adit dan Winry langsung menyusulnya, dan ternyata benar ada Kelinci di hutan ini, jumlahnya ada 5 ekor… … dan lebih gilanya,, sesuai dengan yang dikatakan Ressa.. kelinci itu warnanya putih imut dan lucu… Buset.

Ressa :” nih lihat… ada kan…? Gak percayaan sih…. ” dia memegang kelinci itu dan menggendongnya di lengannya… Kelinci itu merangkak di payudara Ressa yang besar…

Mira :” lucunya…… ”

Amel, Mira dan Winry langsung mengerubungi kelima ekor kelici itu… wanita memang suka hal2 yang berbau lucu dan imut…. Bener nggak?

Kulihat jam tangan sudah menunjukkan pukul setengah 2 siang…

Kemudian kami berenam melanjutkan berjalan masuk lagi ke dalam Hutan.. Pikirku, mungkin tidak masalah setengah jam lagi berjalan.. pokoknya jam 2 pas harus kembali.. dan mereka semua menyetujuinya….

Ressa yang dari tadi berjalan di paling depan berhenti… dia menungguku yang berjalan paling belakang… Dia membawa satu kelici yang masih digendong di lengannya…

Ressa :” kamu itu kenapa sih…? Bete mulu dari tadi….!” ucap Ressa padaku saat aku sudah didekatnya… dia kini berjalan disebelahku…

Aku :” gpp…. ” ucapku datar padanya…

Ressa :” hmmm..?….”

CUP

Dia tiba2 mencium pipiku…. untung tidak ada yang melihat…

Aku :” woi… banyak orang tau’… ”

Ressa :” hihihi.. biar gak bete… Senyum dong…. ”

Hadehh…. Aku tersenyum padanya…

Ressa :” naahh gitu kan cakepp… Ya kan Kelinci…? ” dia ngomong sama kelinci…

Ressa :” dia itu culun.. tapi kalo senyum cakep kan…? ”

Ressa :” aduuuuhhh….. Aaaaaaa…. ” aku kaget tiba2 mendengar Ressa berteriak… sontak semua berhenti dan melihat Ressa… kelinci yang daritadi dipegangnya langsung berlari…

Aku :” kenapa Ress…? ”

Ressa :” digigit kelinci… perihhh… ” kulihat jari telunjuknya berdarah..

Langsung kupegang tangannya dan kuhisap jari telunjuknya yang berdarah… menurut buku yang pernah kubaca di perpustakaan.. Di dalam air ludah kita itu terdapat bakteri yang bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka.. Itulah mengapa biasanya orang2 reflek menghisap jari mereka ketika jarinya terluka seperti terkena sayatan pisau…

Setelah beberapa saat, kulepaskan jarinya dari mulutku…

Amel :”Ressa kamu gpp…? ” tanya Amel.. dia malu2 dekat denganku…

Ressa :” gpp kok Mel…”

Ressa :” jadi sange gini yah kamu isep jariku…. hihihi” bisik Ressa padaku…

Busett.. gampang banget dia terangsang.

Ressa :” yuk lanjut…… ”

Dan kami pun melanjutkan perjalanan kami…

Ressa :” kelici tadi marah sama aku saat aku bilang kamu cakep…. dia gak setuju denganku… hahaha”

Aku :” hmmm.. Kelinci tadi berontak karena gak bisa nafas daritadi kamu bekepin ke itumu…. ”

Ressa :” oh yah..? Iya kali ya… hahaha..”

Beberapa menit kami berjalan, kali ini Mira dan Winry yang ada di depan… dan akhirnya Amel dan Adit bisa akur dengan berjalan beriringan.. meskipun tidak ada obrolan diantara mereka.. dibelakang mereka ada aku dan Ressa…

Mira :” Kak Adit..? ”

Mira dan Winry berhenti berjalan dan mengadap ke belakang.. .. mereka berhenti karena jalan mereka terhalang pohon besar dan tanah yang meninggi…

Adit kemudian noleh kebelakang kearahku..

Adit :” gimana Bro..? ”

Aku :” mau gimana lagi…? Uda gak bisa diterusin… sebaiknya kita kembali.. uda hampir jam 2 juga… ”

Adit :” oke….. ”

Ressa :” istirahat dulu ya.. capek nih…. ”

Kulihat jam tangan sudah menunjukkan pukul jam 2 kurang 7 menit…

Aku :” yauda istirahat dulu…… ”

Kami berenam akhirnya beristirahat ditempat ini… di sebelah kanan kami ada sebuah pohon yang roboh.. dan kami duduk disekitar situ… aku dan Ressa duduk dibawah bersandar di pohon itu… sedangkan Adit dan Amel duduk diatas pohonnya… Mira dan Winry masih berdiri sambil memotret secara bergantian…

Ressa :” culuunn… ”

Aku :” Apa…? ”

Ressa :” kebelet pipis…. ”

Aku :” yauda sana… ”

Ressa :” ihh.. anterin… takut sendirian… ”

Dia langsung menarikku…

Aku :” bentar ya Dit…. ”

Adit :” Oke.. ”

Ressa menarikku agak jauh ke deretan pepohonan besar… Saat sudah sampai di sebuah pohon yang besar, Ressa mendorongku bersandar di pohon besar itu… Dan menekan tubuhku..

Aku :”lohh.. katanya kebelet… ”

Ressa :” emang.. aku kebelet gini…. . ”

Ressa mencium bibirku,, gila nih cewek… sempet sempetnya kepikiran kayak gini di dalam Hutan…

Tapi tetap kusambut ciumannya.. kami berdua berciuman panas dibawah pohon besar ini.. Saling beradu lidah… bertukar air liur…. Kupegangi bokong besar milik Ressa… kemudian terlepas… Dia tersenyum..

Aku :” dasar Mesum…. ”

Ressa :” hihi.. Kamu sih… bikin sange aja..”

Aku tersenyum padanya, tubuh kami masih berpelukan di bawah pohon… Suasanya sangat sunyi dan sepi… beberapa menit kami masih berpelukan dengan posisiku yang bersandar pada pohon dan Ressa menekan tubuhku…

Ressa :” bentar lagi kan uda kembali,,, nanti di sana gak akan bisa sebebas kayak gini sama kamu.. Disana kamu akan kembali ke pelukan AL.. Jadi, kenapa gak dipuas2in sekarang meluk dan cium kamu… ”

Iya juga sih.. meskipun tidak ada perasaan cinta ke Ressa.. tapi aku merasa nyaman dipeluk dan diciumnya… kuusap punggung Ressa…

Ressa :” culun.. pernah nggak kamu kepikiran kalau AL itu cuma main2 sama kamu….? ”

Aku :” haah…? ”

Ressa :” iya… dia sengaja pacaran denganmu hanya untuk membuat kakakmu marah dan sedih… mereka kan tidak pernah kelihatan akur… ”

Itu memang dugaanku pada awalnya, aku sempat meragukan cinta Alexa kepadaku karena hal tersebut… Tapi..

Aku : “dia serius kok denganku, dia sangat tulus mencintaiku…..”

Ressa :” bisa aja kan dia cuma akting,, dia sengaja bikin kamu nyaman dengan ungkapan cinta dan sayang yang selalu dia ucapkan kepadamu…. ”

Ehh…?

Ressa :” tapi dibalik kenyamanan yang dia berikan kepadamu, ternyata dia hanya memanfaatkanmu untuk balas dendam ke Kakakmu… dia ingin kakakmu hancur melihatmu berpacaran dengan dia… Pasti menang besar tu AL ngelihat kakakmu hancur… ”

Astaga… benarkah seperti itu…?

Aku :” tapi… Aku dan dia sudah….. ”

Ressa :” apa? sudah tidur bersama…,? Cewek akan rela melakukan apa saja karena dendam… karena dendam antar cewek itu lebih kejam… kamu harus tau itu… ”

Benarkah yang dikatakan Ressa? Ahhhhh.. sial… ucapan Ressa membuat keraguanku terhadap Alexa muncul lagi…Benarkah cintanya Alexa kepqdaku hanya kedok untuk menghancurkan Rein… Aku emosi memikirkan Ucapan Ressa. karena ucapannya ada benarnya…

Ressa :” hihihi… sudah lupakan omonganku tadi… belum tentu juga bener kan….yang penting aku sudah mengingatkan.. ”

Kulihat Ressa.. lalu kubalik tubuhnya bergantian bersandar ke pohon… Lalu dengan ganas kucium bibirnya…

Kami berciuman panas lagi… Kali ini lebih panas dari sebelumnya, karena saat ini aku meremas payudara Ressa…. Meremas dengan kuat kenyalnya payudara Ressa…

Ressa :” emmphhh….. Emphh… ”

Saat ciuman kami terlepas, kuciumi lehernya Ressa dan pundaknya dan bagian atas payudaranya yang tidak tertutupi bajunya..

Ressa :” ssshhh…. ahhhhh… ”

Ressa menarik satu kakiku… dan dia menggesekkan bagian pangkal pahanya di pahaku…

Ressa :” achhhhh….. Sssshhhh…culuunn”

Bergantian masing2 bagian lehernya kuciumi sambil tetap meremas payudaranya… Ressa semakin menekan nekan bagian memeknya di pahaku…

Ressa :” uhhhhhhhh…. aacchhh… culuunn.. pengen…. ”

Aku :” pengen Apa sayang..? Hmm…? ”

Ressa :” pengen dianalin kamu lagi…. Achhh….. ”

Aku :” pengen lagi.. ..? Disini…? ”

Ressa :” achhh…. Sshhh.. iya… Ayoo… ” rengeknya padaku.

Kutarik satu bagian tali bajunya yang tanpa lengan ke samping… Bra yang dia pakai kelihatan… dan langsung kuangkat keatas bra itu… satu bagian payudara jumbo Ressa sudah terbebas… aku masih melihati besarnya payudara Ressa…

Ressa :” cuman dilihatin doang nih…? ”

Aku tersenyum padanya dan langsung menjilati bagian atas payudara itu.. pas disekitaran putingnya…

Ressa :” ssshhhh….. ”

Lalu kuhisap putingnya… enak sekali menyedot payudara wanita,, apalagi payudara sebesar ini…

Ressa :” achhhhhh…….. ”

Tangannya Ressa sudah berani masuk kedalam celanaku dan mengusap penisku dari dalam…

Ressa :” aachhh… Ayo sekarang…. ” rengeknya padaku…

Sambil menyedot payudara Ressa aku berpikir, haruskah melakukannya sekarang..? Tidak pakai pelumas…? Bodo amat kali yah… benar kata Ressa.. kita nikmatin waktu yang tersisa disini… sebentar lagi Ress… aku akan melakukannya denganmu disisni…

Saat kami sedang asyik saling merangsang masing2.. Tiba2 ada seseorang yang datang dan melihat aksi kami…

Winry :” ehmm.. Senior dan Kak Ressa..!!.”

Beberapa detik aku dan Ressa tetap tidak berekasi dengan mulutku masih menempel diputingnya Ressa sambil ngelihat Winry…. tapi kemudian kami tersadar…..

Aku dan Ressa :”WWAAAAAAAAA…… ” kami berdua kaget ada yang melihat aksi kami… Langsung aku dan Ressa berbalik badan membelakangi Winry, untuk merapikan pakaian kami…. siall.. Winry memergoki perbuatan kami… dia sangat jelas melihatku sedang menyedot payudara Ressa dengan tangannya Ressa masuk di dalam celanaku… Perbuatanku semakin menebalkan kesan mesum pada diriku dimata Winry.. .

Winry :”Ehmm.. Maaf ganggu kalian… tapi… Mira hilang… ”

Eh…? Aku langsung reflek berbalik badan…

Aku :” Hilang..? Kok bisa…? ”

Winry :” ii.. Iya.. 20 menit yang lalu dia pamitan akan buang air kecil.. tapi sampai sekarang dia belum juga kembali… ”

Langsung kulihat jam tangan.. sudah hampir setengah 3… Gawat.. aku terlalu enjoy dengan Ressa sampai lupa waktu..

Kemudian akami bertiga kembali ke tempat tadi kami istirahat..

Adit : “Mirr……. Miraaaaa…….. ”

Amel :” Miraaaaaa… ”

Dari kejauhan kudengar Adit dan Amel sedang berteriak memanggil manggil Mira…

Adit :” kalian dari mana aja sih…? ” tanya Adit padaku dan Ressa saat kami sudah mendekati Adit dan Amel..

Aku :” ehhmm.. Tadi…… ”

Ressa :” nanti aja ceritanya, kita cari Mira dulu…. ”

Aku :” betul.. kita cari Mira dulu..”

Akhirnya kami berlima mencari Mira,, menuju ke arahnya dia tadi pergi sesuai petunjuk dari Winry orang terakhir yang melihat Mira pergi… memanggil manggil namanya di kesunyian Hutan yang sudah mulai gelap…

Yang paling kutakutkan adalah Mira jatuh ke jurang seperti aku kemaren, dan dia pingsan.. soalnya sepanjang pencarian kami, beberapa kali kami bertemu dengan Jurang…

Amel : “Mira…..”

Aku : “Miraaaaaa….”

Winry : “Miraaaa.”

Ressa : “MIe Ayammmmmm…..”

Aku : “kok Mie Ayam?”

Ressa : “hehe.. biar gak bosen Mira Mulu yang dipanggil dari tadi… Laper Nih…hihihi”

Hadeeehh.. masih aja bercanda di saat seperti ini ..

Winry : “itu kan…?”

Kami langsung berlari menuju sesuatu yang ditunjuk Winry..

Adit :” kameranya Mira… ” kameranya Mira tergeletak di tanah dekat jurang,, tapi tidak ada tanda2 dari Mira.. Winry mengambil kamera itu….

Winry :” seniorr… coba lihat ini….. ” winry memberikan kamera itu padaku..

Badanku langsung merinding dengan apa yang kulihat.. semua hasil foto Mira di hutan ini hasilnya aneh.. semuanya bergelombang..

Ressa :” yaaa.. kok jelek2 gini sih hasilnya… bisa motret nggak sih tu anak… ” mendengar ucapan Ressa langsung kuketuk kepalanya pelan…

Aku :” bukan Mira yang nggak bisa motret… tapi…… ”

Winry :” Hutan ini gak mau dipotret…… ” setelah itu lagi2 angin yang sangat kencang berhembus di sekitar kami…

Ressa :” ihh… Serem… Ayo kembali aja yuk…. ”

Aku :” Mira harus ketemu dulu… coba aja kita balik daritadi, Mira gak bakalan Hilang… ,,,”

Ressa :” iya.. Iya.. Salahku…. Puas? ” ucapnya dengan cemberut…

Adit :” atau mungkin Mira uda balik ya…?”

Ressa :” iya pasti dia balik duluan… ”

Aku :” kalau dia belum balik gimana..? ”

Ressa :” ihh kamu itu, Mira pasti balik duluan….. ”

Winry : “kita cari dulu aja ya Kak… Aku khawatir dengan Mira..dia tidak mungkin kembali ke penginapan meninggalkan kamera kesayangannya ini…. .”

Aku dan Ressa ribut, kami saling beragumen tentang keberadaan Mira… Adit ikut membela Ressa.. Sedangkan aku dibantu berdebat oleh Winry…

Amel :” teman… teman….. ”

Amel berusaha mengatakan sesuatu di tengah tengah Kami yang sedang ribut..

Amel :” teman.. Teman…. ”

Amel :” Teman…. teman… DIAMMMM… ”

Kami berempat kaget dengan teriakan Amel yang sangat kencang… Amel sedang melihat ke arah bawah jurang..

Adit :” Gila… Amel bisa kayak gitu bro… ” ucap Adit pelan padaku…

Aku :” ii.. Iya Mel.. kenapa..? ”

Amel :” diam Sebentar… ” . Kami berempat bingung melihat Amel.. tapi tiba2…

…….. :” tolong……. .”

Samar2 aku mendengar suara minta tolong.. Dari arah jurang., Meskipun sangat pelan… dan itu suara Mira…

Kami berempat Langsung menoleh ke arah jurang…

Winry :” Miraa….. ”

Ressa :” Miraa… Mirr…. ”

Kami semua langsung memanggil manggil Mira….

Mira :” Win.. .. tolong… ”

Setelah mematiskan kalau itu Mira.. aku dan Adit saling berpandangan dan Adit langsung turun ke bawah ke arah jurang yang tidak kelihatan dasarnya karena tertutupi semak2… Aku langsung ikut Adit turun ke bawah…

Ressa :” hati2 culuuunn…… ”

Yap… Dengan sangat hati2 aku menuruni jurang ini… beberapa kali aku berpegangan pada akar2 pohon yang mencuat dibalik tanah.. Sedangkan Adit tubuhnya lebih luwes.. dia tidak ragu meloncat loncat di miringnya jurang ini… dan tidak jauh aku melihat Mira sedang tergeletak di tanah dekat kubangan air…

Adit :” Mira… kamu gpp…? ” adit tiba terlebih dulu….

Mira :” sshh.. sakit kak…. ” Mira memegangi kakinya…

Adit :” kamu jatuh dari atas..? ” Mira hanya mengangguk, .sambil merintih kesakitan..

Aku :” Gimana Dit…? ” tanyaku pada Adit saat aku sudah mendekati mereka..

Adit :” kakinya terkilir…. ”

Kulihat keadaan Mira.. Bajunya yang basah sobek2 dan dari sobekan itu terlihat goresan2 darah… tapi dia memegangi kaki kanannya…

Adit :” bantu aku bro…. ” Adit berusaha menggendong Mira di belakang punggungnya…

Mira :” ahhh…. “Kubantu Tubuh Mira agar bisa pas di belakang tubuh Adit..

Aku :” gpp Dit….? ”

Adit :” uda gpp. back up dari belakang bro… ”

Dengan perlahan lahan kami berdua naik lagi… menyusuri miringnya jurang ini ke atas.. kupegangi tubuh Mira agar dia dan Adit tidak terjatuh…

Ressa :” ya ampun Mira….. Kamu gpp.?” tanya Ressa saat kami sudah sampai atas…

Kemudian Adit menurunkan tubuh Mira di tanah…

Aku :” Dit….? ”

Aku menunjukkan jam tangan kepada Adit.. sudah jam 3 lebih… seharusnya sebentar lagi rombongan peserta wisata akan berangkat.. dan tidak mungkin kami bisa kembali ke penginapan tepat waktu… Apalagi dengan kondisi Mira seperti ini..

Adit :” berarti harus sekarang…? ” Aku mengangguk,

Akhirnya kami berenam segera beranjak dari tempat ini menuju penginapan dengan posisi Mira yang digendong Adit lagi…

Hanya Mengandalkan feeling, kami terus berjalan dan berharap jalan yang kami tuju adalah jalan yang benar menuju penginapan…

Aku : “sudah jam 4…..”

Ressa : “masih jauh yah…? Ditinggal dong kita…..”

Aku yakin Mereka tidak akan meninggalkan kami.. pasti yang dipenginapan sedang kebingungan mencari kami,,, kami hanya berharap ada yang mencari kami ke dalam hutan… . karena…

Winry :” Sepertinya kita tersesat…. ”

Kami sudah berjalan selama sejam,, melewati jalanan hutan yang mudah untuk dilewati.. tapi kita tidak bisa menemukan jalan yang tepat untuk kembali ke Hutan.. kami semua sedang berhenti di tengah jalan…

Adit :” kita harus tetap berjalan… ”

Aku :” jalan kemana Dit…? Kita sudah tersesat.. nanti kita malah semakin jauh tersesat kalu terus memaksa berjalan… ”

Adit :” terus mau gimana? Mau diem disini..? Bentar lagi gelap.. .. aku gak mau bermalam ditempat seperti ini… ”

Ressa :” uda.. Jalan aja yuk.. Serem disini.. ” ucap Ressa pelan padaku…

kami pun kembali berjalan,dan lagi lagi kami hanya berjalan lurus kedepan sesuai insting kami dan beranggapan kalau jalan ini adalah yang benar menuju penginapan.. tapi.. kami sudah 2 jam berjalan lurus, dan masih belum ada tanda2 kalau kita sudah dekat dengan Penginapan. malahan suasana semakin gelap karena sudah jam 6 sore…

Ressa :” capekk… berhenti dulu… ” kulihat Ressa.. Dia sangat kelelahan… aku melihat Amel juga begitu… sedangkan Winry, meskipun dia masih kelihatan fit.. tapi aku tau dia juga capek..

Adit :” gak… Kita harus tetap berjalan… ”

Aku :” mereka kelelahan Dit…. ”

Adit :” gak bisa bro.. Mira harus segera dapet pertolongan…. ” ohh.. jadi Mira alasannya..

Mira :” gpp Kak.. Istirahat aja dulu… ” ucap Mira dibelakang tubuh Adit.. Mendengar ucapan Mira, akhirnya Adit setuju untuk istitahat sebentar…

Ressa sedang duduk berdekatan dengan Amel.. Adit duduk dengan Mira yang tidur di pangkuannya…

Suasana di Hutan ini semakin dingin di malam hari… Beberapa suara Hewan malam sudah mulai terdengar.. Bisa kudengar suara serangga dan burung gagak… semakin membuat suasana semakin mencekam..

Winry sedang duduk disebelahku,, dia kedinginan karena hanya memakai Kaos dan celana pendek…

reflek kulepas kemejaku,, dan kututupi tubuh mungilnya dengan kemejaku… aku masih ada kaos yang menutupi tubuhku…

Winry :” makasih senior… ” dia mendekat dan menempelkan tubuhnya ketubuhku..

Kulihat Ressa melihatku dengan tatapan yang tajam… ngapain dia melihatku dengan seperti itu..?

Aku :” ehmm. Win.. Soal tadi siang… Jangan cerita ke siapa2 ya..maaf kamu harus melihat itu semua. ”

Winry :” iya.. namanya juga sama pacar.. bebas2 aja.. Maaf ya ganggu kalian tadi… Mira pasti sedih tau kamu sudah punya pacar,, dia ngefans banget sama kamu senior…”

Ucapannya datar dan biasa aja, apa dia sering melihat kejadian tadi..? Atau dia sering seperti itu…? dan Mira ngefans aku ..?

Aku :” ehm.. Kami bukan sepasang kekasih..”

Winry :” hah..? Kok bisa kalian seperti itu..? ” akhirnya dia terkejut…

Aku :” entahlah…. ”

aku sendiri juga bingung begitu mudahnya melakukan itu dengan Ressa padahal dia bukan kekasihku… dan padahal aku sudah punya kekasih.

Adit :” bro…. ” adit memnggilku.. segera kuhampiri dia… Gestur wajahnya menyuruhku untuk memeriksa Mira…

Kulihat Mira.. matanya terpejam…dengan wajah yang sangat pucat.. Kupegang Dahinya… astaga.. Dingin banget tubuhnya…

Winry :” Mira.. Jangan Tidur… miraaa bangunnn.. . ” Winry berusaha menggerak gerakan tubuh Winry… dia kelihatan sangat panik

Eh….? Gak boleh tidur…?

Kepanikan yang ditimbulkan Winry membuat Ressa dan Amel bergerak mendekati kami…

Winry :” Miraaa… jangan tidur… kak Adit.. Mira Gak boleh Tidur… dia kena hiportemia.. ”

Whattt…? Bagaimana Winry bisa tau…?

Adit :” iya betul… Dia bisa kehilangan kesadaran kalu tidur… Mira… Mira… ”

Sial… Sial…. kenapa bisa jadi sepert ini… Hiportemia kan penurunan suhu tubuh manusia… kalau misalnya Mira tidur, tubuhnya tidak bisa menghangatkan tubuhnya sendiri Dan akhirnya akan….. ..astaga

Aku :” apa yang haru kita lakukan…? ”

Winry :” kak Ressa tolong buka pakaian Mira…. ”

Dengan segera Ressa melepaskan pakaian Mira dan tanktop yang dipakai Mira…

Ressa :” Bra nya sekalian…?… Culun jangan lihat…. “ucap Ressa… Busett. kenapa aku masih memandangi tubuh Mira.. kualihkan pandanganku kesamping.. Kulihat Winry melepas kemejaku yang dipakainya, kemudian dia tidak ragu membuka kaosnya dihadapan kami… tubuh bagian atasnya sekarang hanya tertutupi bra warna Hitam. …kulit tubuh Winry sangat putih.. aku sempat melirik payudaranya yang kecil…

Dengan cepat Winry memakaikan kaosnya ke tubuh Mira kemudian memakaikan kemejaku juga di tubuh Mira…

Benar yang dilakukan Winry,, dia mengganti pakaian Mira yang basah agar tubuhnya Mira tetap hangat…

Adit :” Miraa….”

Winry : “Miraaa.. Please bangunn. .”

Mira :” hmm….win…? ”

Syukurlah Mira mulai sadar,, kami semua lega bisa mendengar Mira bicara lagi… Kemudian Winry menjauh dari kami yang sedang berusaha menghangatkan tubuh Mira, dengan menggosok gosok lengan dan kakinya…

kususul Winry… dia sedang duduk dibalik pohon besar…. Merangkul tubuhnya sendiri..

Aku :” kamu gpp…? ” Dia mengangguk…

Aku : “bagaimana kamu bisa tau tentang hiportemia…?”

Mira : “cowok yang paling kucintai meninggal karena hiportemia saat dia dan teman2nya mendaki gunung…” air mata Winry menetes….

Kupeluk tubuhnya, dia tidak menolak….

Winry :” hikss.. Kali ini aku tidak ingin kehilangan sahabatku….hiks… ”

Winry menangis.,, batinnya begitu tertekan melihat Sahabatnya kehilangan kesadaran dan hampir pergi untuk selamanya seperti pengalaman yang pernah dialaminya…

Aku :” kamu sudah melakukan yang terbaik… ”

Winry :” hiks….. Hiks… ”

Kuusap punggungnya yang sudah tidak memakai baju,,,

Aku :” kamu nggak kedinginan..? ” tanyaku saat Winry sudah mulai tenang..

Winry :” meskipun badanku kecil,, daya tahan tubuhku kuat kok.. ”

Winry :” senior.. apakah kita bisa keluar dari Hutan ini…? ”

Aku :” aku juga tidak tau… Hutan ini seperti tidak ingin kita keluar dari sini… Jalan yang kita lalui seperti tidak ada akhirnya, seolah kita hanya berputar putar disebuah lingkaran.. ”

Kutarik ke atas tubuh Winry… kugandeng dia ke teman2 yang lain lagi.. Kulihat Mira sudah mulai sadar dengan mata yang terbuka.. walaupun masih kelihatan lemah…

SREKKKK

Srkkk

SRKRKRKKRKKRKRKKRKRK

Kami berenam kaget mendengar suara berisik dari arah semak semak… seperti ada sesuatu yang memaksa masuk ke semak semak itu…

Ressa :” apa itu…? ”

SREKKKK

SRKRKRKKRKKRKRKKRKRK

Suara berisik itu berpindah dengan cepat dari sebelah kanan berpindah ke arah belakang kami… Dan Suaranya semakin dekat…..

Badanku langsung merinding… aku tidak bisa melihat siapa atau apa yang sedang mendekati kami karena keadaan sekitar yang gelap.

Ressa :” Waaaaaaaaaa… takutttt. .. ” Ressa langsung berlari kebelakangku…

SREKKKK

Srkkk

SRKRKRKKRKKRKRKKRKRK

Mungkinkah Binatang?

Kami melihat sekeliling, tidak ada seseorang atau sesuatu yang datang… padahal suara tadi sangat terasa begitu dekat… Kami semua jadi sangat ketakutan..

Ressa :” aku tidak takut mati.. Tapi kalau soal beginian aku takut banget…..”

Hadeehh…

Ressa : pasti itu pocong….iya pasti pocong”

Aku : “mana ada setan seperti itu disini….”

Ressa : “hmm kamu gak tau sih……”

Langsung kubekap mulut Ressa dengan tanganku, agar dia tidak melanjutkan perkatannya tentang pocong….

Ressa : “emphhhh… Emph……”

Tadi Tiba2 aku teringat perkataan Ressa tadi siang tentang kelinci putih imut dan lucu,, kelinci itu tiba2 muncul dihadapan kami meskipun gak mungkin banget ada binatang itu di hutan sepert ini, seolah hutan ini mengabulkan apapun perkataan Ressa… dan barusan dia bicara kalau ada pocong di tempat ini.

Aku : “jangan sembarang kalau ngomong.. muncul beneran baru tau rasa…”

Ressa : “hehehe.. gak jadi.. . Gak jadi… Tidak ada pocong disini…. Tapi genderuwo…”

Adit : “hush… Sereman genderuwo daripada pocong.. …”

Ressa : “oh yahh…? Tuyul ajadeh kalo gitu….”

Aku : “tetep aja setan….. ”

Ressa : “ih.. tapi kan Tuyul lucu dan imut2..&.. kepalanya botak… hihihi…”

Aku : “terserah… Terserah…..”

Ressa : “hihihihi…..”

Kami berenam tetap berjaga jaga saling berdekatan akibat suara berisik tadi…

Lalu tiba2 suasanya yang tadi dingin kini menjadi lebih dingin….

Adit : “Bro… .”

Adit menunjukkan sesuatu di depannya..

Ressa : “eh.. Ada asap…hutan ini kebakaran.. ”

Aku : “bukan. … itu kabut….”

DEG

Melihat kabut itu Aku langsung teringat malam itu dengan Kak Neta saat ada di kereta Gantung.. Kereta Gantung itu berhenti saat kabut itu datang…

Dan kabut itu sekarang menuju ke arah kami..

Ressa : “ohh.. cuman kabut kan..?”

Winry : “itu bukan kabut biasa…”

Eh..? Dari semua yang ada disini,, Winry memang paling peka dengan keadaan dan selalu sepemikiran denganku…

Kabut itu menerjang pepohonan di depan kami.. dan akhirnya kabut itu sudah menyelimuti daerah di sekitar kami. Hawanya sangat dingin.. Tidak terdengar suara2 Hewan malam yang tadi kudengar…Begitu sepi dan sunyi hanya suara hembusan angin pelan yang aku dengar… Membuat bulu kuduk langsung berdiri….

Astaga apa itu ? Aku kaget melihat seseorang tidak jauh dari tempat kami berdiri.. .. seorang wanita berambut panjang sedang berdiri dengan satu tangannya berpegangan pada pohon.

Amel : “ada orang.. Ada orang.. ..”

Adit : “siapa wanita itu…?”

Ressa : “mungkin penduduk sekitar…”

Sepertinya bukan, seingatku saat melewati daerah perbukitan ini dengan Kereta gantung, aku tidak melihat rumah penduduk sama sekali…

Tiba2 Winry memegang tanganku kuat.. pandangannya tertuju ke wanita itu,

Wanita Itu terlihat menunduk dengan rambut yang menutupi wajahnya..

Ressa : “Bu’…. Ibu tau jalan menuju penginapan…?” ucap Ressa mencoba bertanya pada wanita itu…

Tapi wanita itu masih terdiam dan tertunduk..

Ressa :” Budeg kali yah….? ”

Sampai tiba2 wanita itu mengangkat kepalanya,, dia melihat kami dengan kedua mata merah yang menyala … wajah wanita itu rusak penuh darah sedang tersenyum kepada kami…sedetik Kemudian wanita itu berjalan cepat menuju kami…

Amel : “AAAAAAAA……….”

Aku : “LARIIII LARIII……” teriakanku langsung direspon semuanya.. kami membalikkan badan dan berlari berpencar ke segala arah.. kulihat Adit sempat menggendong Mira….

Ressa dan Amel berlari ke sebelah kiri… Adit dan Mira di gendongannya berlari ke sebelah kanan.. Sedangkan Aku dan Winry berlari lurus kedepan dengan tetap bergandengan tangan…

Dengan sekuat tenaga aku dan Winry berlari.. kulihat kebelakang, wanita itu tetap mengejar kami.. Pandangan yang gelap dan jalan yang terjal membuat kami beberapa kali menabrak pohon dan tersandung akar pohon yang mencuat dari dalam tanah…

Aku dan Winry berhenti berlari dan bersembunyi di balik pohon…. Nafas kami tersengal, Winry sampai batuk2…

Dengan Bersamaan kami menoleh ke belakang dibalik pohon.. Wanita menyeramkan tadi sudah tidak kelihatan….

Fiuhh…… Wanita itu sudah tidak mengejar kami…

Beberapa detik kemudian kabut yang tadi sudah hilang kini muncul lagi disekitar kami… tiba2 kami mendengar suara yang menyeramkan seperti suara yang ditimbulkan oleh tenggorokan srigala saat menanti mangsanya, suara itu terdengar dari arah atas kami…. Reflek aku dan Winry melihat ke atas..

“waaaaaaaaaaaa……….”

Aku dan Winry langsung berteriak sekencang kencangnya….

Wanita menyeramkan yang tadi mengejar dibelakang kami kini menempel di pohon seperti cicak diatas kami dengan kepala di bawah sedang melihat tajam ke arah kami dengan mata merahnya.

Lalu kami berlari lagi dengan sekuat tenaga.. kami begitu ketakutan diteror wanita itu..

Tiba2 gandengan Winry di tanganku terlepas… Dia terjatuh jauh di belakangku…. Waktu kulihat kebelakang, kabut dan wanita menyeramkan tadi sudah dekat dengan tubuh Winry yang terjatuh ditanah..

Winry : “Lari seniorr.. Lari……” teriak Winry padaku….

Hah…? Haruskah aku meninggalkan Winry…?

Saat aku masih berpikir tindakan apa yang harus kulakukan, tubuh Winry sudah tidak bisa terlihat karena tertutupi kabut yang sangat pekat.

Aku : “Winry…….” aku berteriak memanggilnya. ….

Tapi kabut itu tetap berjalan menuju arahku.. Oh sial…. Reflek aku kembali berlari sekuat tenaga…

Apa yang terjadi denganmu Win? Kenapa semuanya jadi seperti ini…. Tiba tiba kakiku tersandung sesuatu dan tubuhku jatuh terperosok kedepan….

Saat aku melihat kebelakang dengan posisi tubuhku yang masih tiduran di tanah.. kabut pekat itu menerjangku…

Seketika keadaan sekitar menjadi sangat sangat dingin… tubuhku seperti membeku dan susah bernafas.. tubuhku susah digerakkan, dan nyaris tidak bisa bergerak sama sekali…. dengan susah payah aku bergerak merangkak untuk bersandar di pohon yang ada didekatku… nafasku masih begitu berat… kulihat sekeliling ke arah pepohonan, tidak kutemukan wanita menyeramkan itu…

“TIDAK…….”

“KEMBALI…..”

Samar2 kudengar suara rintihan seorang wanita…

“TIDAK…….”

“KEMBALI…..”

Suara Siapa itu? Suara itu bukan suaranya Ressa, Amel, Winry ataupun Mira, dan sangat bukan suaranya Adit… .. Suara seorang wanita yang lebih dewasa dariku..

“TIDAK…….”

“KEMBALI…..”

Suara wanita itu terdengar begitu pedih, dia merintih dan menangis..mendengar Suaranya Membuatku seakan ikut merasakan kesedihannya..

“TIDAK…….”

“KEMBALI…..”

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

Tiba2 suaranya terdengar sangat keras dan sangat nyaring…. membuat telingaku sakit saat mendengarnya.. kututup telingaku dengan kedua tanganku.. tapi suara wanita itu tetap bisa kudengar dengan jelas.. seolah olah suara itu berasal dari dalam tubuhku….

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

suara teriakan wanita tadi juga terdengar begitu dekat..

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

Suara yang awalnya merupakan suara wanita, tiba2 berubah menjadi suara seorang yang sangat berat dan menyeramkan….

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

“TIDAAAAAAAAKKKK……”

“KKKEEMMBBAALLLIIII….”

Aku : “arrrgghhhhhhhb…….” telingaku sakit sekali, dan aku juga semakin susah bernafas….. .

“tolong aku…….hiksss..”

Suara menyeramkan yang sangat keras tadi berubah lagi, sekarang terdengar seperti suara wanita yang meminta tolong dan menangis.

“tolong aku….”

Nafasku sudah kembali normal… tubuhku sudah bisa bergerak…

“tolong aku….”

Aku melihat sekeliling mencoba mencari asal suara wanita yang meminta tolong itu….

Waktu aku melihat ke belakang pohon tempatku bersandar,, aku terkejut melihat gundukan tanah dengan nisan batu diatasnya…. aku langsung teringat perkataan mas2 teknisi kereta gantung tentang adanya makam di hutan ini….. Sial… Sial…..

“tolong aku..”

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA”

Wanita yang bersuara minta tolong tadi kini berteriak sangat kencang…

kemudian sunyi. … Tidak ada suara apapun…

Apa yang terjadi ?

Lalu tiba2 angin berhembus sangat kencang menerjang daerah di sekitarku….

Deg

Aku melihat sesuatu di pohon yang tepat ada dihadapanku… tangan? Aku melihat lengan yang menyeramkan sedang merangkul pohon itu, dengan darah disetiap ujung ujung jarinya menetes ke tanah… aku melihat ke pohon yang lain, pohon itu juga ada lengan yang merangkulnya.. … pohon2 yang lain juga…..

Tiba2 sesuatu menembus pohon..

Deg

Wanita menyeramkan yang tadi mengejarku dan Winry sekarang tepat dihadapanku….

Siapapun atau apapun dia, kini sedang berjalan mendekatiku…. tiba2 nafasku kurasakan berat lagi.. tubuhku tidak bisa bergerak lagi…. Oh tidaak….

Deg

Deg

Wanita itu semakin dekat….

Aku :” jangan mendekat… Pergi…… ” ucapku pada wanita itu…

Deg

Deg

Tapi dia tetap tidak nau berhenti.. dia masih berjalan pelan menuju arahku dengan wajah yang sebagian besar tertutupi rambutnya, hanya menyisahkan satu mata merah menyala…..

Apa yang akan dilakukannya padaku..?

Aku :” yameroooooo….. Yamerooooo….. ”

Tidak ada salahnya dicoba,, barangkali dia setan Jepang.. Hehe… tapi tetap… Dia masih berjalan menuju arahku….

Deg

Deg

Aku sangat ketakutan,

Aku : “PERGIIIII… JANGANNN MENDEKATT.. …..”

Buset dia tidak mau berhenti… masih mendekatiku….

Deg

Deg

Wanita sudah sangat dekat dengan kedua lengannya diregangkan kedepan kearahku,,

Aku :” AAAAAAAAAA PERGIIIII….PERGIII… ”

Deg

Deg

Deg

Aku hanya bisa pasrah saat wanita menyeramkan itu sudah tepat berada dihadapanku… sangat dekat hingga begitu jelas betapa menyeramkannya sosok wanita ini….

Aku sampai tidak bisa berkata apa2 lagi….. Dengan mulut terbuka aku memandangi makhluk menyeramkan ini……

Tiba2 suasana dingin daritadi yang kurasakan berubah menjadi hangat… kubuka mataku, aku melihat cahaya yang sangat terang dari arah samping…. cahaya putih itu mendekati tubuhku…

Saat cahaya putih itu sudah dekat dengan tubuhku.. wanita menyeramkan tadi langsung sirna, hancur dan menghilang bersamaan dengan hilangnya kabut yang menyelimuti daerah disekitarku. nafasku kembali normal.. . dan bisa kugerakkan tubuhku lagi.. ….

Cahaya putih itu masih ada didekatku… samar2 aku melihat apa yang ada didalan cahaya putih itu…

Wanita ?

Ya.. Aku melihat seorang wanita berdiri di balik cahaya itu… Ternyata cahaya yang sangat terang itu berasal dari semacam lentera yang dibawanya.. … aku tidak bisa melihat dengan jelas wajah wanita yang memakai baju terusan putih panjang itu.. tapi kulihat dia tersenyum kepadaku.. lalu wanita dan cahaya itu melayang begitu cepat di kegelapan Hutan..

Siapapun wanita itu dan makhluk dari jenis apapun dia… aku sangat tertolong dengan kehadirannya… Aku baru sadar, malam itu juga saat kereta gantung yang aku tumpangi dengan Kak Neta berhenti… aku juga melihat cahaya putih berjalan sangat cepat masuk kedalam kabut… dan kemudian kabut itu hilang lalu kereta gantung kembali menyala…

Jadi dia menyelamatkanku dua kali..

Aku masih ngos2an rebahan ditanah, tidak kusangka aku akan mengalami hal spiritual dan terorr seperti itu.. apakah ini mimpi…? Kalau misalkan mimpi… Ini merupakan mimpi terburukku….

Aku langsung bangkit,, aku harus segera menemukan Winry dan teman2 yang lain… aku berjalan ke arah wanita berbaju putih tadi melayang…

Sekitar sepuluh menit aku berjalan akhirnya aku melihat mereka… semua teman2ku, mereka sedang berkumpul duduk lesu tertunduk di tanah.. semuanya lengkap termasuk Winry…..dan dia pertama kali melihatku… dia langsung berlari ke arahku dan memeluk tubuhku….

Aku : “kamu gpp…?”

Winry : “aku mengkhawatirkanmu senior….”

Teman2 yang lain juga ikutan berdiri, kecuali Mira yang hanya bisa duduk di tanah karena kakinya terkilir…. mereka semua memeluk tubuhku dan Winry…

Aku : “syukurlah kalian semua tidak kenapa2….”

Lalu kami semua saling bercerita apa yang kami lalui setelah berpencar tadi… aku menceritakan semuanya tentang wanita menyeramkan dan wanita yang menyelamatkanku… ternyata setelah berpencar tadi, semuanya juga dikejar dan diteror wanita yang menyeramkan itu… dan mereka juga diselamatkan wanita bercahaya putih tadi .. Aku masih penasaran dengan wanita yang menyelamatkan kami….

Kemudian Adit berdiri.. dia menggendong Mira….

Adit : “ayo kita jalan lagi….”

Aku : “jalan kemana Dit..? Kita bahkan tidak tau arah yang benar itu dimana…”

Adit : “pokoknya kita harus tetap jalan… Aku yakin disana itu arah yang benar..” dia menunjukkan suatu arah didepan..

Aku : “gakk.. Kita harus tetap disini.. Lebih baik kita menunggu pagi dan melihat arah terbitnya matahari…”

Adit : “apa kamu gila..? Kalau setan itu datang lagi gimana…?” ucapnya sedikit membentak…

Aku : “kalau kita semakin tersesat bagaimana Dit…? Kamu gak lihat kegelapan itu..? ” ucapku pada Adit yang juga agak membentak padanya….

Ressa : “sudah.. Sudah jangan ribut…”

Adit : “tidak akan tersesat.. aku yakin itu jalan yang benar… kita harus segera jalan lagi.” dia tetap bersikeras kalau kami harus jalan…

Aku : “kita tetap disini… tidak boleh ada yang pergi…”

Adit : “ohh.. oke. Kalau kamu mau tetap disini… ayo guys kita tinggalkan pengecut ini disini….”

Adit berjalan beberapa langkah dengan menggendong Mira…

Tapi, Ressa, Amel & Winry tidak ada yang bergerak mengikutinya…. Mereka semua diam…

Adit : “kenapa Kalian semua diamm..? Ayo jalan….”

Ressa : “aku tetap disini Dit….”.. Diikuti anggukan oleh Amel

Ressa dan Amel memilih bertahan denganku disini.. laku Winry berjalan menuju Adit… apakah Winry akan ikut Adit..?

Winry : “Kak Adit… tolong turunkan Mira disini….! Pergilah tanpa membawa Mira. ”

Adit : Kalian ini kenapa sih…..?” lalu Adit menurunkan Mira…

Adit : “kalian semua pengecut…. kalian akan membusuk disini…”

Aku : “Dit…. Adit…..” aku mencoba menahannya.. tapi dia tetap pergi meninggalkan kami…

Ohh.. Sial…..

Kami berlima duduk ditengah2 hutan yang gelap ini.. Merenungi nasib kami disini.. Winry sedang duduk dengan Mira yang tidur di pangkuannya.. Ressa dan Amel duduk sambil memeluk kakinya sendiri…

Apa keputusanku benar untuk menunggu pagi disini ? Atau seharusnya kami ikut dengan Adit?

“hiks… Hiks…..”

Aku mendengar Ressa terisak…. Kuhampiri tubuhnya… Dengan duduk dihadapannya..

Aku : “kenapa Ress…?”

Ressa : “hikss… karena aku kita tersesat di hutan ini… Hikss.. karena aku kita dikejar kejar setan… dan karena aku kamu dan Adit bertengkar…. Dan meninggalkan kita .”

Kupegang tangannya..

Aku : “Sudahlah Ress. Kamu tidak salah… …..”

Ressa : “aku takut Ga… aku takut tidak bisa pulang….hiks…”

Ya.. kita semua takut tidak bisa kembali lagi… takut tidak bisa bertemu lagi dengan keluargaku, Rein., Alexa… aku juga takut tidak bisa bertemu Adit lagi….

Aku :” sudah jangan sedih… semuanya akan baik2 saja…… ”

Semoga….

Amel : “Ressa jangan nangis….” Amel mendekati tubuh Ressa dan memeluknya.. .

.

Beberapa jam setelah kepergian Adit.. suasanya sudah tenang… Ressa dan Amel bersandar di sebuah pohon.. Mereka memejamkan mata… Aku harap mereka bisa tidur… sedangkan aku sedang duduk dengan Kepala Winry bersandar di pundakku… matanya juga terpejam… Mira juga tertidur dipangkuan Winry… Kami semua telah mengalami malam yang sangat berat dan melelahkan…

Aku melihat suasana sekitar.. malam yang dingin masih menyelimuti hutan ini… aku dari tadi masih tetap terjaga.. menunggu pagi yang tak kunjung datang…

Satu jam selanjutnya aku masih tetap terjaga… Sebenarnya tubuhku capek dan lelah… tapi aku sama sekali tidak bisa tidur… aku masih berharap pagi segera datang.. tapi kenapa pagi yang kutunggu tak juga kunjung datang..

Winry : “tidurlah Senior….” tiba2 Winry terbangunnn..

Aku menggelengkan kepalaku… Dia lalu memegang kepalaku… Kepalaku dituntunya turun ke paha satunya… tubuhku kini rebahan di tanah dengan kepalaku ada di paha Winry… dia mengusap usap rambutku…

Winry : “lepaskan sejenak semua bebanmu,,,”

Usapan2 Winry membuatku nyaman. akhirnya akupun tertidur……

.

.

Entah berapa lama aku tertidur… tapi aku dibangunkan Winry. ..

Winry : “Seniorr.. bangun…”

Dengan sangat berat aku membuka mata.. kulihatt keadaan sekitar sudah mulai terang… pagi akhirnya datang. . aku melihat ke wajah Winry. dia tersenyum… Kemudian berucap…

Winry : “Mereka datang…..”

Aku : “Mereka….?”

……… : “anak…. Anakk……”

……… : ” halo….. anak… Anak….”

Samar2 aku mendengar suara keramaian dari kejauhan… …

………. : “Regaaa…”

Mereka memanggil namaku… Akhirnya dari kejauhan aku melihat segerombolan orang… Tidak terukur betapa senangnya aku melihat orang2 itu….

Aku : “DISINIIIIII TOLONGGG DISINIIII….” Aku berteriak sangat kencang pada mereka…

Aku : “TOLONGGGGG……”

Teriakanku membuat Amel, Ressa dan Mira terbangun… mereka langsung ikutan berteriak…

Mendengar teriakan kami… segerombolan orang tadi langsung berjalan dengan cepat menuju ke arah kami..

……… : “Disana… Disana…..”

Dan akhirnya beberapa orang pertama sampai di tempat kami, dan memeriksa keadaan kami…. beberapa orang dengan seragam orange bertopi datang membawa tas.. …. aku menolak diperiksa..

Aku : “tolong dia dulu….” aku menyuruh orang tadi memeriksa Mira..

…… : “Rega…..?”

Aku : “Pak Dirga….”

Ternyata Pak Dirga ikut dalam rombongan pencarian…

Pak Dirga : “Syukurlah kalian tidak kenapa2…..”

.

.

Akhirnya kami semua bisa kembali ke penginapan dengan selamat.. Mira dibawa dengan tandu menuju ke penginapan ini…

Suara tepuk tangan dari para siswa lain mengiringi rombongan masuk ke dalam pencarian…. ternyata mereka semua masih disini.. Mereka begitu kelihatan senang melihat rombongan team pencari berhasil menemukan kami…. Mereka membentuk barisan mengiringi langkah kami menunu pengipanan…

Tapi pandanganku tertuju ke salah satu anak… anak itu langsung berlari ke arahku dan merangkul tubuhku…

Aku : “ternyata kamu benar Dit….maafkan aku tidak percaya padamu.. ”

Yap.. Ternyata Adit sudah sampai duluan… ternyata jalan yang dikatakan Adit adalah jalan yang benar… dan Kata Pak Dirga.. Adit menunjukkan lokasi tempat kami berhenti ke team pencari….

Adit : “gak Bro… jalan yang kulalui sangat berat.. cewek2 itu tidak akan bisa melaluinya… maafakan aku semalam sudah kasar padamu dan pada mereka semua.. …”

Ressa : “Aditt……..” Ressa datang ikutan berpelukan dengan kami…. lalu satu lagi… Amel meskipun malu2 akhirnya dia ikutan berpelukan dengan Kami… akhirnya kita berkumpul lagi..

Ressa dan Amel tak henti2nya menangis bahagia bisa berkumpul lagi… aku dan Adit juga sempat terharu….

Saat kami sedang dikerumuni teman2 yang lain,, tiba2 seseorang menarik tanganku pergi agak menjauh dari kerumunan itu…

Kak Neta : “kukira kamu tidak akan pernah kembali…..” ucap Kak Neta padaku…

Aku : “hehe…”

Kak Neta : “kamu masih punya hutang dua hari denganku…”

Hadeeeehh… masa’ cuman itu yang ada dipikirannya… kemudian dia memelukku sangat erat.. membenamkan kepalaku di payudara yang gede itu…

“aku sangat benci dia melakukan seperti ini….” ucapku dalam hati..

Selepas Kak Neta pergi.. Gantian Dio Ketua Kelas mendatangiku…

Dio : “akhirnya kalian Kembali….”

Aku : “aku juga tidak menyangka bisa kembali….”

Dio : “asal kamu tau,, Kemarin Pak Dirga memutuskan untuk semua para siswa berangkat duluan Meninggalkan kalian… Dan hanya menyisahkan beberapa guru untuk tetap tinggal mencari kalian… ”

Dio : “tapi kami semua para siswa dan beberapa guru termasuk Kak Neta sepakat tidak mau kembali sampai kalian ketemu….”

Astaga… aku merinding mendengarnya… Semuanya sangat peduli dengan kami. aku jadi terharu…

Dio : “lain kali hilangnya agak lama’an ya Ga… biar semua siswa tidak pusing pelajaran…. hahaha”

Tiba2 aku melihat beberapa orang dan guru sedang mendorong tempat tidur yang ada rodanya khas tempat tidur rumah sakit,, diatas tempat tidur itu Ada Mira sedang berbaring.. Dan dibelakang orang2 itu ada Winry yang mengikuti mereka…

Reflek aku memanggil Adit yang sedang ngobrol dengan beberapa Teman yang lain..

Aku :” Dit……. ” sambil menunjuk ke arah Mira…

Sontak aku dan Adit menuju Mira dan Winry… Adit menuju Mira dan ikut membantu mendorong tempat tidur itu Sambil ngobrol dengan Mira… Sedangkan aku,.. Aku menahan langkah Winry….

Aku :” Mira mau dibawa Kemana? ”

Winry :” ehmm… kita mau terbang pakai helikopter agar Mira lebih cepat sampai Rumah Sakit.. ”

Widihh… keren bisa naik Helikopter

Aku :” kita..? Kamu juga ikutan…? ”

Winry :” yupp.. Mira memintaku menemaninya… ”

Aku :” baiklah.. jaga diri ya….! ”

Winry :” siap Senior…. Sampai ketemu lagi.. ” dia tersenyum padaku….

Aku :” bye… Junior….. ” mendengar ucapanku Winry tersenyum lagi… kemudian dia menyusul Mira.

Tak lama setelah Winry berlalu, Sebuah helikopter melintas sangat dekat di atas kepalaku menjauhi penginapan ini…..

.

.

Dan akhirnya kami semua berangkat setelah makan siang bersama, aku dengar kabar kalau Mira baik2 saja dan segera bisa kembali ke tempat asal esok hari.. syukurlah.. … rombongan bus sudah meninggalkan penginapan ini… walaupun telat sehari.. tapi kami semua senang bisa kembali…..

Sempat kuceritakan apa yang kami alami selama di hutan kepada orang2 yang ikut mencari kami….

Menurut legenda orang tua mereka,, dulu dipantai itu ada seorang wanita yang selalu menunggui kekasihnya yang sedang berlayar.. hanya ditemani sebuah lentera, tiap hari siang dan malam wanita itu masih setia menunggu dan berharap kekasihnya segera datang dari laut… tapi setelah sekian lama ditunggu, pria itu tak kunjung kembali…. sampai akhirnya warga menemukan wanita itu sudah meninggal dan warga menguburkannya di dalam hutan…. Aku terkejut mendengar cerita orang itu…

Jadi makam yang kulihat di hutan itu adalah makam wanita yang membawa lentera itu… wanita itu melindungi kami dari gangguan dan teror dari segala makhluk jahat penunggu hutan. Mungkin kami tidak sadar kalau sudah mengganggu ketenangan makhluk2 gaib di dalam hutan,, kami dengan santainya masuk ke hutan itu tanpa permisi dan bercanda disana… bahkan aku sempat mesum dengan Ressa disana…. hehe.. seharusnya kita tidak main2 dan bertindak konyol dimanapun tempat yang kita kunjungi…. setinggi apapun derajat kita, kita adalah tamu di tempat itu… dan sudah menjadi kebiasaan yang harus dilakukan, setiap tamu yang datang harus permisi dulu sama tuan rumah… kalau tidak, si empunya rumah akan tersinggung dan marah..

Tapi bisa juga memang karena makhluk2 gaib di dalam hutan itu memang jahat,, menggangu siapapin yang datang ke hutannya..

Aku menghela nafas kuat di dalam bus.. Ressa sedang bersandar di pundakku…

Akhirnya usai sudah kegiatan wisata ini.. berbagai kejadian tidak terduga aku alami selama kegiatan ini.. Susah, senang, ceria, bahagia, sedih, takut melengkapi hari2ku selama kegiatan ini… dan semua itu tidak akan pernah terlupakan… dan pasti juga tidak akan terkupakan bagi Ressa, Adit, Amel, Winry dan Juga Mira…. aku sangat bersyukur kami semua baik2 saja setelah melalui malam yang penuh dengan teror itu…

“Wisata kali ini memang benar benar GILA…”

Ressa : “hmm…? Siapa yang Gila…?” Ressa mendengar ucapanku….

Aku tersenyum padanya dan kukecup bibirnya yang merah..

Ressa : “ehhh…? Wahhh.. Kesurupan nih anak…. Husssss..husssss….”

Aku :” hihihi… aku setaaaan….. ”

Ressa :” hahaha… setan kok ngaku…. ”

Aku menggelitiki tubuh Ressa.. Sesekali kusentuh payudaranya…

Ressa :” Waaaaa tolonggg… Setannya mesum… ”

Kami berdua bercanda sepanjang perjalanan pulang…

BERSAMBUNG

Daftar Part