. Halaman Baru Part 37 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 37

0
260

Halaman Baru Part 37

INSANE TRIP ; SILENT IN THE TREES

Astaga?

Kulihat beberapa botol obat dari plastik berserakan di atas tempat tidur bahkan ada yang terjatuh di lantai… kukumpulkan semua botol obat yang terdiri dari beberapa macam nama obat dan ukuran itu ..

kalian tau apa yang membuat botol botol obat itu tampak sama?

Semua tempat obat itu sama2 tidak ada isinya.. kosong…. Aku langsung Panik dan khawatir

… Oh Tuhan… apa yang terjadi denganmu Ress…? dimana kamu sekarang?

Aku langsung keluar kamar,. Dan berusaha mencari Ressa… Aku mencarinya di sekeliling penginapan ini.kuperiksa satu demi satu beberapa kumpulan anak.. terutama anak kelas 11

Aku begitu khawatir dengannya, dengan apa yang terjadi padanya.. mungkinkah penyakitnya kumat Lalu dia kehabisan obat? Kapan kejadiannya? Tadi malam,,? Aku takkan memaafkan diriku sendiri jika terjadi sesuatu pada Ressa karena tidak kembali ke kamar semalam saat Ressa sedang membutuhkanku, dia pasti kesakitan,, sedangkan aku malah enak enakan dikamarnya Kak Neta.. Sial… Oh Tuhan… dimana dia,?

Aku : “ngeliat Ressa nggak?”

Aku : “Ressa disini…?”

Aku : “ada yang tau Ressa dimana?”

Aku bertanya pada beberapa anak yang kutemui, tetapi tidak ada yang mengetahui keberadaan Ressa.. tapi aku masih akan berusaha mencarinya.

…….. : “Ressa itu yang mana ya kak?” jawab seorang siswa saat kutanya tentang Ressa..

Aku : “yang anaknya segini,, agak chubby., manis…..”

…….. : “………….?” anak tadi tampak kebingungan dengan penjelasanku..

Aku : “sudahlah lupakan….” aku langsung meninggalkannya

Aaaaaaaaaa.. bodohnya aku malah tanya ke anak kelas 10. Mungkin Sangking paniknya, kemudian aku melanjutkan pencarianku lagi.. Mencari ke beberapa kamar kamar para siswa yang berderetan…

beberapa gedung kumasuki termasuk hall, tetap tidak kutemukan dia…

Kini Aku sudah sampai di depan kamarnya Adit.. Aku harap Ressa ada di dalam kamar ini.. Kubuka pintu kamar ini, didalam Adit sedang ngobrol dengan dua teman yang lain termasuk Dio ketua kelas, Tidak ada Ressa disana…

Adit : “nahh.. ini dia anaknya.. . kemana aja dari kemaren? Ditanyain Ressa mulu tuh. … .”

Dio : “Disuruh ngapain sama Pak Dirga…?”

Bukan saat yang tepat menjawab pertanyaan mereka..

Aku : “nanti aku ceritain…. Ehmm. Dit.. Lihat Ressa nggak?”

Adit : “emang dikamarnya gak ada..? Terakhir…. ketemu dengannya tuh semalem di kantin..”

Aku : “aku mencarinya kemana mana gak ada Dit….” jawabku masih panik…

Adit : “kenpa sih bro..?” Adit tampak kebingungan melihatku

Dio : “ehmmmmm. tadi pagi waktu aku sholat subuh kayaknya ngeliat Ressa deh… dia berjalan sendirian…”

Langsung kuhampiri Dio yang sedang duduk diatas tempat tidur.. Dan kugoyang goyangkan badannya..

Aku : “Kemana dia ? Kemana perginya….?”

Dio : “woi… Woi…. Santai dong… Aku gak tau perginya kemana.. aku cuman ngelihat sebentar….”

Sial… kemana sih Dia… aku harus berpikir kira2 kemana perginya Ressa pagi tadi…

(Ressa :” kamu sih tadi tidurnya pules banget… tadi jalan2 sama Adit.. Gak jauh dari penginapan di dalam hutan… ada sungai yang airnya jernihhhhh dan dinginnnn banget… bagus tempatnya. Suasananya tenang dan nyaman banget disana,, cocok buat meditasi,,…. besok pagi aku ajakin kesana.. “)

Aku langsung teringat ucapan Ressa kemaren.. Iya disana… Pasti dia ada di sungai itu.

Aku : “ehmmm Dit.. Sungai yang kamu kemaren datengin sama Ressa letaknya dimana…?”

Adit : “sungai…? arah sana… ” Adit menunjukkan suatu arah di didepan.. aku langsung lari keluar dari kamar..

Adit : “hoi Bro kenapa….?” teriak Adit padaku saat aku keluar dari kamar…

Sorry Dit.. tidak ada waktu menjelaskannya… aku harus segera menemukan Ressa.. aku hanya ingin memastikan keadaanya. dan semoga tidak terjadi sesuatu dengannya.

Aku berlari cukup kencang menuju bagian samping penginapan ini, diujungnya ada pagar tembok yang cukup tinggi, tembok itu memisahkan area penginapan dengan Hutan dibalik tembok itu, dan juga sebagai pelindung dari apapun yg akan masuk dari arah Hutan… disana ada pintu kecil yang hanya bisa dilalui orang untuk menuju keluar…

Aku masih berlari masuk ke dalam hutan, tak peduli dengan semak2 dan tanaman liar di dalam Hutan, aku masih berlari lurus kedepan sesuai arahan Adit. beberapa kali kakiku tersandung akar pohon yang mencuat dari dalam tanah. Dan juga kedua tanganku tergores sesuatu yang sangat tajam ketika melewati semak semak tadi.

Semakin masuk ke dalam Hutan keadaanya semakin gelap.. karena hutan ini terdiri dari kumpulan pepohonan yang sangat tinggi dengan daun daunnya yang begitu lebat, sehingga menghalangi sinar dari matahari yang membuat suasana didalam Hutan begitu menyeramkan.. . sebenarnya aku takut, takut akan hewan seperti ular, macan, beruang, singa, buaya, Naga.. eh? Emang hewan hewan seperti itu ada di Hutan ini? Haha… gak tau deh… tapi aku lebih takut lagi jika tidak bisa bertemu Ressa lagi.

Semakin masuk lagi kedalam Hutan aku semakin tidak bisa berlari cepat, begitu banyak rintangan yang harus dilewati seperti pohon besar yang roboh, semak semak yang semakin susah dilewatin, jalan yang semakin terjal.

apa benar arahnya kesini? atau Jangan jangan aku malah tersesat?

Seandainya saja aku punya kekuatan seperti Edward Cullen dalam novel Twilight, aku pasti bisa berlari sekencang mungkin meskipun ada di dalam Hutan… Samar samar aku mendengar suara aliran air dari arah depan.. , pasti disana sungainya….

Eh?

Tiba tiba setelah melewati semak2 yang cukup lebat satu langkah kakiku tidak merasakan tanah,, waktu kupaksakan untuk tetap melangkah, tubuhku malah jadi tidak seimbang dan terperosok kedepan. ternyata aku tidak menyadari kalau dibalik semak2 tadi adalah sebuah jurang yang dalamnya sekitar 5 Meter,, langsung tubuhku berguling guling di miringnya jurang ini,, beberapa kali tubuhku terbentur sesuatu sampai akhirnya tubuhku berhenti saat menabrak sebuah pohon besar.

“arghhh…….”

Kurasakan segala bagian tubuhku rasanya sakit dan perih… Sial.. Punggungku sakit sekali….. bahkan aku tidak bisa mencoba untuk berdiri.. sakit bangett.

“Bunda.. tolong aku…..”

“Rein….” andai saja ada Rein,, dia pasti langsung tau kalau terjadi apa2 denganku…

Beberapa menit aku masih meringkuk di bawah pohon besar ini, merasakan sakit yang luar biasa di beberapa bagian tubuhku.. Di tengah2 rasa sakit yang kurasakan, terdengar suara aliran sungai yang lebih kencang daripada tadi.. sepertinya aku sudah semakin dekat dengan sungai itu… dengan sekuat tenaga aku mencoba bangkit sambil berpegangan pohon besar ini,, aku tidak akan menyerah,, keadaan Ressa lebih penting daripada rasa sakit yang kualami.

Saat aku sudah berhasil berdiri, kulihat keadaanku,, beberapa bagian kaki dan lenganku lecet dan lebam.. Kurasakan juga sedikit darah di atas pelipis mataku sebelah kanan.

Aku mencoba kembali berjalan,, Beberapa langkah, aku masih tidak kuat berjalan, kakiku masih susah melangkah.. tapi akhirnya bisa segera terbiasa walaupun tidak bisa berjalan dengan cepat.

Dari kejauhan aku lihat cahaya yang cukup terang … Sepertinya itu sungainya.

Aku berjalan menuju arah cahaya itu.. Beberapa menit kemudian aku sudah menjangkau cahaya ini.. .. ternyata benar.. cahaya ini berasal dari cahaya Matahari yang sinarnya tidak terhalangi pepohonan karena ada sungai meskipun masih tidak begitu terang.

Air yang jernih dan arus sungai yang tidak terlalu kencang terpampang dihadapanku, mungkin lebar sungai ini sekitar kurang lebih 5 meter,, kulihat ke arah sebelah kiri.. Tidak bisa kulihat ujung sungai dari sini… lalu kulihat ke arah sebelah kanan…

DEG

Aku terkejut melihat sesuatu di sebelah kanan, dari arah seberang sungai ini ada seseorang yang tergeletak di pinggiran sungai ini..

dan itu Ressa…

Reflek aku langsung masuk ke dalam sungai,

NYESSS

Dingin banget sungai ini, dinginnya langaung menusuk kulitku… aku berjalan melawan arus sungai menuju Ressa.. kulihat dia tidak bergerak sama sekali, tanpa memakai baju.. hanya Bra dan Panties menutupi tubuhnya….

“Ress….. Ressa…” teriakku padanya…

Tetapi tidak ada tanggapan darinya, tubuhnya masih diam. mungkinkah dia…?

“Oh Tuhan…. tidak.. Tidak…..”

Kugerakkan semakin cepat langkahku didalam air.. Untungnya sungai ini tidak begitu dalam,,

Aku langsung menuju ke tubuhnya saat aku sudah berhasil melewati sungai ini.. Kulihat Ressa terpejam,,..

“tidak… tidak… Ress…” ucapku…

Aku jongkok disamping tubuhnya yang hampir telanjang ini.. ,kemudian kuarahkan kepalaku di dadanya untuk memastikan detak jantungnya… saat telingaku sudah menempel di payudaranya.. Tiba2…

Ressa :” woi culun.. ngapain Sih…? Aku belum mati tau’…..”

Aku : “waaaaaaaaaaaa…….”

Sumpah aku kaget tiba2 mendengar dia berbicara… tubuhku langsung roboh kebelakang..

Ressa : “hihihi.. kenapa sih..?” dia menegakkan bagian atas tubuhnya.. Posisinya sekarang duduk dengan kedua kaki yang masih tegak lurus di tanah..

Langsung kupeluk erat tubuhnya dari samping… Aku sangat senang mengetahui dia baik-baik saja. “terimakasih Tuhan…”

Aku : “aku mengkhawatirkanmu tau’….”

Ressa :” cieeee..culunnn.. kenapa.?”

Aku : “aku lihat botol botol obat yang kosong itu…”

Ressa : “ohh karena itu… .. nihhh…” dia menunjukkan sesuatu padaku.. sebuah botol obat yang masih penuh.. ternyata dia masih mempunyai botol obat yang lain.

Syukurlah. . Kupeluk erat lagi tubuhnya…

Ressa : “aduhhh… .aduh… . erat banget meluknya…btw, Dapet tugas apa’an sih dari Pak Dirga? Ditungguin semalaman gak dateng2..”

Ehmm.. dapet tugas melayani nafsu guru PPL yang Hyper… hehe.. tidak mungkin aku bilang ke Ressa soal itu.. mungkin saja Kak Neta saat ini sudah bangun dan sedang mencariku…

Aku : “eh. Ini.. disuruh bantu2 mempersiapkan untuk acara hari ini dengan panitia yang lain..sorry gak sempet kembali ke kamar.. ”

Ressa : “serius..? Kok kamu yang disuruh..?padahal kamu bukan anak OSIS..”

Aku : “tau’… Mungkin Pak Dirga lihat jiwa sosialku yang tinggi.. hehe…”

Ressa : “hahhh? Gak salah…? Cowok pemalu kayak kamu..? Dikasih toket aja kamu kabur… ”

Aku : “hehehe.. ya gak tau juga sih..”

.

Ressa : “hmmm… loh..loh..ini kenapa..?” Dia melihat dan memegang kedua lenganku.. Dia melihat lecetnya beberapa bagian lenganku yang keliatan begitu mengkilau merah karena basah setelah terkena air sungai.

Ressa : “kok lecet2 gini sih… bertengkar Lagi…? Dengan siapa? Adit…? Sudahlah kalian itu kenapa sih ngerebutin aku…hihihi.. aku milik kalian… ” kini dia memegang kedua lenganku, lalu memegang dahiku…

Aku : “ngapain juga ngerebutin kamu, kalau perlu, aku suruh Adit membawamu jauh2 dariku….. Argggghhh.. Ssshhhh…woi… sakit tau’.. ..” dia tiba2 memegang dengan kuat bagian lenganku yang lebam…

Resaa :”serius ini kenapa…? ”

Aku : “tadi terjatuh, gpp kok Ress…”

Ressa : “beneran Gpp..?”

Aku : “iya.. tenang aja…” aku mencoba kuat dihadapannya, padahal masih terasa sakit…

Ressa : “yaudah.. .. ” kemudian dia tiduran lagi… Aku ikut rebahan di sebelahnya…

Kami berdua melihat ke atas,, melihat rindangnya pepohonan di sekitar sungai ini.. benar kata Ressa.. suasana di sini sangat sejuk dan tenang.. Meskipun jalan menuju kesini sangat terjal,, sungai ini bagaikan oase di tengah hutan belantara yang gelap dan menyeramkan.

Aku :” kenapa cuman pakai daleman sih..? ”

Ressa :” hehehe.. biarin… atau mending dilepas semua yah? ”

Buset…

Aku :” terseraaah.. …… ”

Ressa :” hihihi.. kamu itu selalu deh. … ” kemudian dia menggerakkan tubuhnya memelukku…

Kulihat matanya terpejam dengan senyum menghiasi wajahnya..

Ressa :” culun… ”

Aku :” apa…? ”

Ressa : “ehmmmm.. tinggal botol obat ini satu satunya yang tersisa…”

Eh..?

Ressa : “uang dari Galih sudah habis.. aku butuh uang untuk membeli obat lagi…”

Ressa : “sepertinya aku harus melakukannya lagi,,, selama ini aku menolak tawaran mereka karena uang dari Galih masih tersisa…. dan karena kamu……”

Karena aku?

Ressa : “tapi sekarang uangnya sudah habis… Aku harus melakukannya lagi.. aku harap kamu bisa mengerti dan jangan menahanku melakukannya…”

Ressa : “atau.. kalau perlu aku akan menjual perawanku supaya dapat uang lebih banyak tanpa harus mengandalkan recehan dari para siswa. ”

DEG

Aku : “tidak…jangan lakukan itu… bukannya kamu ingin….”

Ressa : “mati dalam keadaan suci…?” dia memotong kalimatku…

Ressa : “jadi menurutmu lebih baik aku mati sekarang dengan mempertahankan perawanku…?”

Aku : “eh.. bukan gitu maksudku… pasti ada cara lain tanpa melakukan itu..”

Ressa : “tidak ada cara lain tau’… Atau.. kamu punya banyak uang ? Aku ingin kamu yang membeli perawanku….”

Gila…..

Aku : “aku tidak punya uang banyak,, meskipun aku punya.. akan kuberikan semua untukmu tanpa harus melakukan itu…”

Ressa : “yaudaa.. .. jadi tidak ada pilihan lain.. aku harus menjual perawanku pada orang lain…..”

Ressa : “atau mungkin….. lebih baik aku mati saja, meninggalkan dunia ini, meninggalkan semua rasa sakit itu, melepas semua beban hidup ini… hidupku akan lebih tenang jika aku mati sekarang, tidak bakalan ada lagi yang kesusahan karena aku,, kakakku tidak perlu lagi mati2an menjagaku, kamu juga… Aku tidak perlu lagi melihat tatapan mengenaskan orangtuaku saat melihatku, aku tidak perlu lagi melihat tatapan2 mesum cowok2 kepadaku….. ya.. . Lebih baik aku mati..,”

Astaga… aku sungguh tidak percaya dengan apa yang dikatakannya, begitu mudah dia menentukan akhir hidupnya.. dia seperti sudah memegang kunci menuju pintu kematiannya sendiri..

Aku : “kamu tidak seharusnya berkata seperti itu… DAN BERHENTILAH BERBICARA TENTANG KEMATIAN…” ucapku dengan sedikit membentak kepadanya.. Membuatnya bangkit dari tidurnya yang tadi memelukku.. Dia kini duduk disebelahku..

Ressa : “KAMU TIDAK AKAN MENGERTI BAGAIMANA RASANYA… AKU CAPEK SEPERTI INI TERUSS..” gantian dia yang membentakku…

Ressa : “sejak kecil hidupku sudah menderita… saat kamu bisa dengan enaknya tidur di tempat tidur yang empuk,, aku dan keluargaku harus tidur beralaskan tikar lusuh dalam satu ruangan. saat datang hujan, rumahku tenggelam… Aku sangat kedinginan sambil berdoa agar hujan cepat berhenti dan berharap rumahku tidak roboh terkena angin… Ayahku hanya seorang pekerja serabutan… untuk makan sehari hari aja susah… Tiap hari aku dan kakakku harus membantu ibuku mencuci pakaian orang2 yang iba melihat keadaan keluarga kami… kalau ada uang lebih ibuku akan membuat makanan kecil dan menjualnya keliling kampung agar dapat uang lebih banyak… APA KAMU PERNAH HIDUP SEPERTI ITU ?? ? APAKAH KELUARGAMU PERNAH MENDERITA SEPERTI ITU ?? HAAAH? ”

Ressa : “tidak cukup sampai disitu… lagi2 keluargaku harus menderita.. saat aku masih bocah SD aku divonis sakit keras.. ada tumor di otakku….”

Astaga…. Jadi itu penyakit yang dideritanya…

Ressa : “keadaan ekonomi yang dibawah pas pasan.. membuatku tidak bisa berobat ke rumah sakit…. ayahku hanya bisa pasrah dan minta maaf kepadaku karena tidak mampu membiayai pengobatanku.. ,, ibuku tiap hari menangis saat melihatku… mereka sama sekali tidak ada yang berani lama2 didekatku… aku yang sedang menderita, tapi mereka yang tidak bisa menerima kenyataan… padahal aku sangat sangat membutuhkan mereka…. mereka terlalu sedih jika melihatku… kedua orang tuaku akhirnya bekerja lebih keras siang malam untuk membelikan obat agar membuatku tetap hidup…. sehari hari aku hanya ditemani kakakku,, dia tidak pernah sedih melihatku,, dia selalu tersenyum,, dan berjanji akan selalu menjagaku.. Hanya kakakku yang selalu ada untukku.. menemani setiap rasa sakit yang tiba2 menyerang kepalaku….. Untungnya aku dan kakakku masih bisa sekolah.. seorang dermawan menyekolahkan kami di sekolah yang sangat mahal itu.. Tapi kakakku memutuskan pindah ke kota sebelah untuk sekolah sambil bekerja karena orang tuaku sudah tidak sanggup membiayai kebutuhan hidup keluargaku,,… Hingga akhirnya aku terpaksa rela melakukan hal kotor demi uang.. hanya itu yang bisa kulakukan untuk membantu keluargaku dan untuk membeli obatku sendiri… .karena aku tidak mau mengemis, dan mengharapkan belas kasihan orang lain… aku rela jadi perek demi keluargaku dan hidupku.. Rasa malu sudah kubuang jauh2 dari diriku… APA KAMU TAHU RASANYA?? ”

Ressa : “KAMU TIDAK AKAN TAHU RASANYA.. NGERTI ?” air matanya mulai menetes di pipinya..

Ressa : “aku sudah capek menjalani itu semua.. aku ingin mati…. aku ingin mati….. Hiksss… hiks.. ” ingin kupeluk rubuh Ressa, tapi dia menolaknya… Mungkin dia marah denganku, marah dengan hidupnya,,,,

Benar apa yang dikatakannya, aku tidak akan mengerti rasanya… meskipun awalnya keluargaku tidak sekaya keluarganya Rein atau Kak Neta.. tapi aku masih jauh lebih beruntung daripada Ressa.. kalau aku punya penyakit seperti itu pasti aku sangat ketakutan, dan keluargaku juga pasti berusaha semaksimal mungkin untuk kesembuhanku..

Tidak kusangka, cewek yang sedang menangis didepanku saat ini ternyata lebih kuat dari kelihatannya,, lebih kuat dariku,, mungkin lebih kuat dari kalian semua.. Segala penderitaan dan air mata yang dia lalui sejak kecil membuat hatinya sekuat baja dan bertambah kuat seiring dengan bertambah usianya.

Karena Disaat anak2 lain sedang dimanjakan orang tuanya, dia sudah belajar caranya bertahan hidup ditengah tengah segala keterbatasan.. Ressa adalah salah satu dari sekian banyak anak di dunia ini yang harus dipaksa merasakan pahitnya kehidupan sejak kecil, merasakan ketidakadilan hidup di dunia, Segala macam penderitaan telah dia alami seumur hidupnya.

Bahkan Sejak kecil, Monster ganas yang sangat susah dikendalikan bersemayam Didalam tubuhnya, monster itu sewaktu waktu bisa berontak.. kapanpun dimanapun monster itu bisa menjadi sangat mematikan…. Tapi dia tidak mau menyerah pada dirinya.. seolah dia merubah segala penderitaan dan kesakitan yang di derita menjadi sebuah kekuatan untuk bertahan hidup..

TES, air mataku menetes memikirkan itu…

Tapi kekuatan itu sekarang terlihat lemah, dia tidak sanggup lagi menahan segala derita yang dia alami.. Tidak kuat menanggung beban dalam hidupnya, Tidak sanggup lagi mengendalikan monster yang ada pada dirinya. karena dia merasa tidak ada lagi alasan untuknya bertahan hidup dan ingin segera mengakhiri ini semua..

Kupegang tangannya… dia masih menangis meskipun tidak sekencang tadi..

Aku : “Ress… kumohon jangan menyerah. bertahanlah Hidup..”

Ressa : “UNTUK APA? UNTUK APA AKU LAMA LAMA HIDUP JIKA TERUS TERUSAN MENDERITA? AKU SUDAH GAK KUATT.. ”

Aku : “Ress… kamu tidak dilahirkan didunia ini hanya untuk menyerah pada kehidupan, bukannya kita Hidup di dunia adalah untuk Hidup?….”

Aku : “maafkan aku.. Aku tau kamu lelah dengan semua itu… tapi kumohon bertahanlah hidup.. Bertahanlah hidup bukan demi aku atau bukan

demi dirimu sendiri… tapi… tetaplah hidup untuk orang2 yang menyayangimu… hiduplah untuk kakakmu yang begitu menyayangimu.. Apa kamu tidak berpikir bagaimana sedihnya kakakmu jika harus kehilanganmu… Kamu tidak ingin membuatnya sedih kan? ”

Perkataanku sukses membuat air matanya mengalir deras lagi.. kupeluk dia.. kali ini dia tidak menolak pelukanku. Kuusap punggungnya…. kubiarkan dia menangis sampai tenang.. Sepertinya kepalaku konslet karena jatuh tadi, aku tidak percaya bisa bicara seperti itui…

Kemudian dia melepaskanku,,,

Ressa : “dasar culuun.. Bisa2nya bikin aku nangis..”

Aku : “jadi….?”

Ressa : “iya.. Iya… aku akan tetap hidup untuk kakakku… benar apa yang kamu katakan.,,”

Aku lega mendengarnya,, aku tersenyum kepadanya… kakaknya Ressa merupakan alasan yang tepat untuknya bertahan hidup.. karena mereka saling menyayangi satu sama lain..

Ressa : “untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku ingin sembuh…”

Aku : “hahhh? serius…?…..”

Dia mengangguk…

Ressa :”semuanya karena kamu,, makasih ya culuun…sini peluk lagi…”

Kami berpelukan lagi…

Resaa : “jadii..tolong carikan aku pembeli untuk perawanku.. kalau bisa yang ganteng.. xixixi…”

Loh…? Kulepas pelukannya…

Aku : “haaaahh…? Kok gitu…?”

Ressa : “hmm.. gimana aku bisa sembuh kalau obatku habis…?”

Eh.. Iya juga sih…

Aku : “… berapa lama kira2 obat itu akan habis..?”

Ressa : “ehmm.. mungkin 2 minggu lagi…”

2 minggu yah…?

Aku : “baiklah akan kucarikan uang untuk menebus obat itu… Tapi selama itu jangan pernah menjual perawanmu kepada siapapun,, dan jangan pernah bertransaksi lagi dengan anak2 lain….”

Ressa : “loh… Loh… tapi…..”

Aku : “aku tau kamu tidak mau mengemis dan mengharapkan belas kasihan orang lain.. tapi kumohon kali ini ijinkan aku membantumu….”

Dia diam seperti mencerna ucapakanku tadi…

Ressa : “emang bisa…? Uang segitu Tidak sedikit.”

Aku : “serahkan semuanya padaku…” ucapku padanya… walaupun pasti sangat susah dan hampir tidak mungkin mendapatkan uang sebanyak itu dalam 2 minggu.

Ressa : “baiklah,, jika kamu gagal, aku akan tetap menjual perawanku… tapi jika kamu berhasil…. ”

Aku masih menantikan apa yang akan dikatakannya…

Ressa : “jika kamu berhasil,, perawanku buat kamu,.. dan jangan menolaknya…”

Ehhh..? Gila…… Gila.. .

Ressa : “gimana…? Deal…?”

Aku : “ehmmm.. oke deal…… Emppphhhhhh..” tanpa aba2 tiba2 Ressa mencium bibirku.

Dan dia tersenyum setelah melakukannya,

Ressa : “itu tanda jadinya… hihihi.. oiya satu lagi…”

Aku : “apa lagi. .?”

Ressa : “jadikan aku pacarmu….”

Waduuhh gawattttt……

Aku : “ehh.. Gak bisa gitu dong…..”

Ressa : “kenapa…? Kamu sudah punya pacar kan?”

Aku : “ehmm.. Anu… .”

Ressa : “haha cuman bercanda kok,, cowok culun kayak kamu bukan tipeku bangett… hahahaha.. , ternyata benar dugaanku kalau kamu sudah punya pacar… kamu dan Adit menyembunyikan dariku…siapa dia? sekolah disana juga…?.”

Hmmm.. sepertinya sudah tidak bisa kusembunyikan dari Ressa..

Aku : “iya.. Iya.. aku uda punya pacar,,”

Ressa : “siapa..?..siapa? ”

Aku : “dia yang pernah menciumku disekolah…”

Ressa : AL?.. Yaelah… masih aja bercanda.. Gak lucu… serius ini.. siapa..?”

Buset.. dia sangat sangat sangat tidak percaya aku berpacaran dengan Alexa…

Ressa :” ehh..? Seriusan kamu berpacaran dengannya…? ”

Aku mengangguk..

Ressa :” kok bisa yah?apa dia benar benar serius mencintaimu…? ..lalu kakak tirimu tau? ”

Aku :” dia serius denganku tau’.. Nah itu masalahnya, aku dan dia pacaran diam2 tanpa sepengetahuan Rein.. hanya Adit yang tau,, sekarang kamu juga mengetahuinya.. aku harap kamu juga tidak bilang ke siapa2….”

Sebenarnya Kak Neta juga tau sih… hadeeh.. Jadi semakin banyak yang tau hubunganku dengan Alexa..

Ressa :” wah.. serem juga yah kamu pacaran dengan musuh kakakmu.. . iya2 aku gak akan bilang ke siapa2…kalau gitu Jadikan aku pacar keduamu.. Hihihi ”

Aku :” katanya aku bukan tipemu…? ”

Ressa :” emang.. aku gak butuh cintamu.. Aku hanya ingin kamu menjagaku,, dan….. ”

Dia mendekatkan tubuhnya ke tubuhku, semakin dekat…

Ressa :” pelampiasan sangeku….. ” dia menciumku lagi….

Padahal dia sudah tau aku sudah punya pacar, tapi tetap saja dia tidak mempedulikannya,, kenapa wanita2 disekitarku seperti ini semua sih? dia tidak ragu menciumku…. tapi anehnya. aku menikmati ciumannya.. Dan aku ikutan mencium bibirnya…

Bibir kami saling menggigit satu sama lain.. Ciuman kami semakin panas dengan lidah yang saling beradu.. tiba2 kurasakan penisku dipegangnya dari luar… dia mengusap usap penisku dari luar celanaku.

Tidak tau apa yang aku pikirkan,tiba2 tanganku meremas payudara Ressa yang masih terbalut bra… akibat remasanku di payudaranya, dia mendesah saat bibir kami masih beradu..

Ressa :” emphhhh…. Emphhhh….. ”

Entah karena daritadi melihat tubuhnya yang hampir telanjang, atau karena ciuman dengannya atau juga karena kepalaku yang konslet akibat benturan saat terjatuh tadi, saat ini aku sedang berusaha melepas bra yang dipakai Ressa… saat kait bra belakangnya sudah terlepas.. kulepas ciumanku dan menarik kedepan bra yang sudah lepas kaitnya ini dan meloloskannya dari tubuh Ressa..

Payudara besar milik Ressa langsung jatuh melebar karena sudah tidak ada yang menahannya..

Resaa :” tumbennn…? Kamu lagi sange yah…? ”

Melihat kedua payudara Ressa, langsung kuhisap pas dibagian putingnya…

Ressa :” ssshhh… Culuuunnn.. Achhhhh… .”

Payudara satunya kuusap bagian bawahnya, kemudian usapan tanganku melingkar keatas mengikuti bulatnya Payudara Ressa…

Ressa :” ssshhhhh….. ”

Tanpa ragu kuremas lembut payudara Ressa, saat ini putingnya kugigit gigit, sedangkan puting satunya kupilin dengan jariku.. dia pasti sangat kegeliann..

Ressa :” ahhhh…… Sssssshhhh…. ”

Kemudian gantian mulutku berpindah ke payudara yang lain… kujilati semua bagian payudara Ressa, sampai payudaranya mengkilap terkena air liurku.. setelah beberapa menit bermain main dengan payudara Ressa,, kucium lagi bibirnya, lidah kami beradu lagi.. Lalu Kucumbu lehernya sambil meremas kedua payudaranya.. …

Ressa : “achh…Regaaa…..”

Hihihi, akhirnya dia memanggil namaku…

Aku : “Kenapa Ress…? Suka diremes gini..?” kuremas kuat kedua payudara ini…

Ressa : “sshhhh….”

dia memasukkan tangannya ke dalam celanaku dan memijat mijat penisku yang sudah menegang..

Setelah beberapa menit kegelian menerima cumbuanku, dia berdiri di hadapanku,, aku menoleh keatas, ke arah wajahnya karena posisiku masih duduk di tanah dekat air… Dia melihatku…

Ressa :” lepasin…..!” dia menyuruhku melepas panties mini yang tidak bisa menutupi bokongnya yang gede…

Sesuai perintahnya langsung kuturunkan panties itu sampai lepas dari kakinya,,, pemandangan indah terlihat jelas di depanku. memek perawan milik Ressa.. mulus dan pink… aku tidak sabar ingin menjilati memeknya Ressa..

Ressa :” lakukan seperti di bus kapan hari…! ”

Aku :” kamu suka,,,? ”

Ressa :” banget…. ”

Dia tidak sabar menungguku untuk menjilati memeknya, dia malah mengarahkan memeknya di wajahku sambil memegangi kepalaku…

Ressa :” ouhhhhh……. Sshhhhhhhh”

Dia langsung mendesah saat lidahku sudah menjilati memeknya…..

Ressa :” ach.. Shhhhh…”

Kujilati memeknya sambil meremas bongkahan bokongnya… aku menyukai meremas bokong gede seperti ini…

Ressa :” achh… Regaaaa… ssshhhh enak banget sumpah….. ”

Ressa :” achhh… Ach……. ”

Mulutku melahap habis memeknya,, sesekali kuhisap bibir memeknya,

Ressa : “achhhhhhhhh…….”

Desahan desahan Ressa semakin kerass. .semakin membuat gairahku memuncak…

sempat terbesit dalam pikiranku untuk melakukannya dengan Ressa…ingin Meneroboskan penisku dilipatan memek yang pasti sangat sempit ini… Apa aku harus melakukannya disini? Ressa pasti tidak keberatan memberikan perawannya untukku…

Ressa :” sssshhh…. achhh”

Memek Ressa sudah sangat basah karena jilatanku dan cairan memeknya yang sudah keluar…

Aku sangat ingin melakukannya dengan Ressa… Bagaimana kalau dia gak mau? Apa aku harus memaksanya….?

Ressa :” ach.. Achhh…. ”

Jantungku semakin berdebar memikirkan hasratku yang sangat ingin memperawani Ressa…

Setelah itu aku sudahi permainan mulutku di memek Ressa..

Ressa :” kok udahan…? Dikit lagi padahal…. ”

Aku melihati wajah Ressa.. apa yang harus aku lakukan…? Aku tidak bisa menahan gairah dalam tubuhku untuk memperawani Ressa..

Ressa :” ada apa…? ” dia kebingungan melihatku sedang menatap wajahnya..

Aku :” Ress……. ”

Ressa :” ya…..? ”

Aku :” ehmmm…. ”

Ressa :”…………..? ”

Aku :” kembali ke penginapan yuk….. ”

Sial.. Sial…. Sial….. kenapa aku berpikiran untuk merenggut perawannya… bodoh.. Bodoh….. kenapa aku malah ingin merusaknya, padahal dia menjaganya sejak lama…. otakku beneran konslet nih, atau karena keracunan kata2 kak Neta tentang kebutuhan biologis manusia dan tentang pelampiasan hasrat… semua ucapannya kemarin membuatku tidak bisa berpikir jernih…

Ressa :” yaaaahh… Disini aja dulu kenapa sih.. aku males ikutan acara hari ini… ” kemudian dia duduk didepanku…

Ressa :” belum juga ngapa2in… Uda mau balik aja… ” kemudian dia memasukkan tangannya lagi di dalam celanaku…

Lalu dia keluarkan penisku,,.

Ressa :” hallooo. culun junior…… ” ucapnya pada penisku….

Ressa :”gak kangen sama bibirku… Hmmm? ” imbuhnya…. Sambil mengocok penisku..

Kemudian tidak pakai lama dia langsung mengulum penisku…

Aku :” ahhhh…… ”

Slruphhhhhhbb

Slurphhhhhhhj

Slurphhhhbn

Aku :” ahhhh.. Resss….. ”

Enak banget kuluman mulut Ressa.. Dengan teratur kepala Ressa naik turun memanjakan penisku.

Slurphhhhhh

Sluuuuuurphhhh

Aku :”ahhhhh…enak Resss. .. ”

Kemudian dia berhenti mengulum penisku… Kirain mau berhenti cuman sebentar,, tapi dia benar2 bergenti melakukannya…

Aku :” Eh.. Kok uda.. ? ” buset nanggung banget…

Ressa :” enak…?”

Aku :” iya… lakukan lagi… ”

Ressa :” gak mau… hihihi…. ”

Whatttt….? Aaaaaaaaa… nanggung banget.. masa’ aku harus memaksanya

Ressa :” kalau mau yg lebih enak.. masukkan ke punyaku…. ”

Aku :” hahhhh?.. Aku gak mau merusak perawanmu.. . ”

Ressa :” yeee.. siapa juga yang nyuruh kamu perawanin aku… masukkan lewat sini… ”

Dia mengangkat satu kakinya, dan memegang lobang anusnya didepanku…

Anal ? Apa aku harus melakukan anal dengan Ressa…?

Ressa :” kamu pasti sudah pernah bercinta sebelumnya… dengan AL? ..”

Bagaimana dia bisa tau..?

Ressa :” atau dengan kakakmu…? ”

Gawat ….

Aku :” woi… Jangan ngawur… ”

Ressa :” hihihi… kamu jago banget memainkan mekiku dengan mulutmu.. Siapa yang ngajarinn.?.. ”

Hadeehhh… Kelihatan banget yah…?

Aku : “aku belajar sendiri.. ….” ucapku padanya

Ressa :” gak percaya… yasudah ayo masukin.. masih tegang tu kontimu, kayak uda gak sabar pengen masuk kelobangku…. Hihihi… ”

Ressa benar2 serius ingin aku melakukan anal dengannya…

Aku :” tidaaak……. ” ucapku padanya..

Ressa :” yaaah…. ” ucapnya cemberutt…

Aku :” tidak disini……. ”

Ressa :” loh…..? Kamu mau? ”

Aku mengangguk…..

Ressa :” yeehhhhhhhhh… yasudah ayo kekamar… ” dia kelihatan sangat senang mengetahui aku akan melakukan dengannya..

Dia langsung berdiri dan memakai semua daleman yang tadi sudah terlepas… Aku pun segera merapikan pakaianku lagi.

Setelah itu kami berdua kembali ke penginapan, Ressa menunjukkanku jalan yang tidak terlalu terjal dan mudah dilewati…

.

.

Sesampainya di depan kamar,,

Aku :” kamu masuk duluan.. Aku pergi dulu sebentar… ”

Ressa :” kemana…? ”

Aku :” uda tunggu aja.. gak lama kok… ”

Aku langsung berjalan meninggalkan kamar itu.. sudah jam 11 siang… penginapan ini sudah sepi karena acara hari ini adalah mengenal alam sekitar penginapan ini yang harusnya sudah mulai jam 10 tadi. Semuanya pasti ikut… kecuali aku dan Ressa

Dan juga dia…

Tok tok

Kuketok pintu kamar ini… Tak lama pintu ini terbuka.. sudah kuduga dia pasti tidak ikutan acara dan pasti menungguku…

Kak Neta :” uda berani kabur dariku yah….? Jangan main main denganku…. ” ucapnya ketika melihatku yang mengetuk pintunya

Glek…

Aku :” hehe.. Sorry…. ”

Kak Neta :” masuk.. Hari ini kemana lagi kita? ”

Aku :” ehmm kak…. ”

Kak Neta :” ini kenapa….? ” dia memegang lenganku, melihat lecet2 yang menghiasi lenganku…

Aku :” jatuh tadi… gpp kok…. Ehmm Kak.. maaf hari ini aku gak bisa menemanimu.. ” dia langsung menatapku tajam…

Aku :” akan kuganti dilain hari…. janji.. ” Dia masih menatapku tajam,

Aku :” sebenarnya aku kesini ingin…. ” haduhh aku berat ngomongnya…

Aku :” ehm… boleh minta pelumasnya….? ”

Dia masih diam melihatku, tidak bereaksi sama sekali… kemudian dia masuk ke dalam kamarnya,, mengambil pelumas yg kami pakai semalam di mejanya… lalu memberikannya padaku tanpa berkata apa apa.. Bahkan dia tidak bertanya untuk apa aku meminta pelumas ini… Dia pasti tau apa yang akan aku lakukan dengan pelumas ini….

Aku :” makasih… ” langsung aku membalikkan badanku dan berniat kembali ke kamarku.

Kak Neta :”Dek….. ”

Aduhh… dia pakai memanggilku lagi… Dengan pelan aku membalikkan tubuhku lagi.. Dan melihatnya..

Kak Neta :” lakukan yang terbaik….. ” kemudian dia tersenyum..

Kubalas senyumannya dan segera kembali ke kamar..

.

.

Waktu aku kembali ke kamarku, lagi lagi Ressa tidak ada di dalam kamar. Buset, cepet banget sih ngilangnya tuh anak…

Tapi kudengar suara air shower yang sedang nyala,, mungkin dia sedang mandi… Kurebahkan tubuhku yang lelah, ngantuk dan memar2 ini di tempat tidur. Aku kurang tidur nih sepertinya….

Ressa :” culuun kamu sudah datang….? ” teriak Ressa dari dalam kamar mandi..

Aku :” udah…. ” balasku padanya…

Ressa :” yauda sini atuh mandi bareng…. ”

Aku :” gak mau….. ”

Kemudian Ressa keluar dari kamar mandi, bugil… tubuhnya masih basah…. dia langsung menarikku. Tapi aku bertahan….

Aku :” woi……. ”

Ressa :” mandi dulu.. badanmu bau’…. ” dia masih berusaha menarikku

Aku :” iya nanti gantian…… ”

Ressa :” uda ayo sekalian….. ”

Hadeeehhh,, terpaksa aku membiarkan dia menarikku sampai ke kamar mandi… Aku sudah di bawah shower yang tidak nyala, menghadap tembok membelakangi Ressa…

Dia sedang berusaha menarik kaosku ke atas…

Ressa :” ya ampun culuun….. Kenapa ini punggungmu? ” ucapnya saat kaosku sudah lepas..

Kenapa emangnya..? Aku malah gak tau…

Ressa :”kok bisa biru biru gini… ”

Aku :”aduh. sshhhh…” aku mendesis saat Ressa menyentuh nyentuh punggungku… ..

Ressa :” pasti sakit banget… kamu tadi jatuhnya kayak gimana sih…? ”

Aku :” eh.. Cuman jatuh biasa kok…. ”

Ressa :” bohong….. ” kemudian dia memelukku dari belakang..

Bisa kurasakan payudara Besar Ressa di punggungku.

Ressa :” kamu jatuh karena mengkhawatirkanku yah…? Maafin aku kak… ”

Kak…?

Ressa : “aku gak tau gimana caranya membalas semua kebaikanmu padaku…..”

Ressa :” hiks…… ”

Loh…? Ressa menangis…..?

Kemudian sambil memelukku dia menjangkau kran yang ada di depan tubuhku.. Lalu seketika air hangat keluar dari shower, membasahi tubuh kami berdua. Seger banget rasanya diguyur air hangat yang tidak terlalu deras, apalagi posisiku saat ini sedang dipeluk dari belakang sama Ressa, nyaman banget.. … Beberapa kali dia mengusap usap dadaku..

Setelah Beberapa menit air hangat mengguyur tubuh kami, usapan tangan Ressa berpindah ke pahaku… Pahaku diusapnya sampai ke pangkal paha… Geli banget, sampai penisku pelan pelan mulai tegak…

Beberapa kali usapan tangan Ressa menyentuh penisku, membuat penisku semakin tegak lurus kedepan… kali ini usapan tangan Ressa melingkari bagian dalam pahaku… Semakin naik ke atas… kurasakan tangannya sudah memegang kedua bola dibawah penisku dan sesekali menyentuhkan jarinya di bagian anusku… Sshhhhh..

Lalu sekarang tangannya sudah mantap memegang penisku yang sudah tegang… langsung dikocoknya dengan pelan… air membantu kocokan tangannya terasa lebih nikmat…

Aku :” Ahhhh…. ”

Ressa :” suka…? ”

Aku :” enak Ress… ”

Dia semakin mempercepat kocokan tangannya… sambil menekankan payudaranya di punggungku.. dan menciumi pundakku..

Aku :”Ahhh…. ”

Ressa :”aku masih gak percaya kamu jadian sama Alexa…”

Hmmm…?

Aku :” kenyataannya memang aku jadian sama dia…ahhhhhh.. ”

Ressa :” AL itu cantik bangett… kamu gak pantes jadi pacarnya.. Kenapa juga Galih harus putus dengannya.. padahal mereka cocok… yang satu cantik… yang satu ganteng….. ”

Aku :”Galih gak pantes buat AL… sama sekali gak pantes…. ”

Ressa :” hihihi.. ciee jeles… iya sih, sayangnya Galih anaknya nakal… ”

Aku :” ahhhhh….. ” Aku sudah tidak bisa menahannya,,,,..

Aku :” ahhhhhhhhhhhhhh……. ”

CROT CROT CROT CROT.. Spermaku langsung muncrat di tembok… uhhhmm enak bangett…

Ressa :” loh.. uda yah..? ” dia masih saja mengocok penisku… gilaa enak bangett..

Kemudian aku membalikkan tubuhku… lalu gantian dia yang kusenderkan ke tembok… Tubuh telanjang Ressa terlihat jelas dihadapanku… dengan wajahnya yang agak kemerahan kenak air hangat… rambut panjangnya yang basah jatuh ke depan menutupi payudaranya… kusingkap rambut itu agar payudaranya bisa kulihat…

Aku :” bisa nggak jangan ngomongin AL… ”

Ressa :” hihihi.. kenapa…? ”

Aku :” aku akan semakin bersalah dengannya karena aku akan melakukan ini kepadamu….. ”

Langsung kucium bibir basah Ressa.. Kulahap bibir Ressa dengan ganas.. kupegang kedua tangannya lalu kuangkat sampai menempel ke tembok di sebelah kepalanya..kugenggam erat kedua tangannya, dan kutekan tubuhnya semakin menekan tembok…. beberapa menit kami saling menekan tubuh kami, sambil tetap berciuman panas dibawah guyuran air shower yang hangat.. ..

Setelah itu kulepas ciumanku, sambil tetap memegang erat kedua tangannya, kucumbu lehernya.. kugigit gigit telinganya…

Kemudian kedua tanganku memegang pinggulnya… Kuusap ke atas sampai ke bagian pangkal lengannya.. lalu kuusap kedepan ke bagian samping payudaranya…

Ressa :” gemuk yah…? Gara2 obat2an itu tubuhku jadi lebar kayak gini….. huftt… ”

Dia tidak PD dengan badannya yang agak chubby..

Ressa :” seandaiya aku langsing,, pasti gak kalah cantik sama AL atau kakakmu… hihihi…. Achhhhh….”

Kali ini aku menghisap kuat puting susu Ressa., sambil memegang belahan memeknya, .. aku harus hati2 memainkankan tanganku di memeknya…

Setelah puas mencium menghisap dan menjilati payudaranya… kini mulutku berpindah ke memeknya… seperti di sungai tadi… aku jongkok didepannya lalu kumainkan lidahku masuk di dalam memeknya…

Ressa :” achhhhh…culuunn…. ”

Kedua tanganku berpegang pada kedua bongkahan bokong gedenya.. Sambil sesekali mengusap belahan bokongnya dan menyentuh nyentuh lobang anusnya…

Ressa :” sshhhhhh……. ”

Aku seperti mendapatkan ide… kubalikkan tubuh Ressa menghadap tembok.. Kulebarkan kedua kakinya lalu kuarahkan kepalaku pas dibawah pangkal pahanya.. Lalu menjilati memek Ressa lagi…

Ressa :” uhhhhhhh..”

Slurppppp..

Slurpppppp..

Memek Ressa sangat harum karena dari tadi diguyur air hangat..

Ressa :” ahhhhhh….. ”

Jilatan lidahku kali ini naik ke atas.. melalui belahan bokongnya dan berhenti pas dibagian lobang anusnya… lidahku menari nari disana… dan dia semakin blingstan merasakan geli yang luar biasa…

Ressa :” ahhhhhhhhh…. Axhhhhhh…. Regaa… ”

Beberapa menit kulakukan seperti itu… sepertinya ini sudah waktunya… lalu aku berdiri memeluk tubuhnya dari belakang… kuremas kedua payudaranya..

Ressa :” ahhh… Rega.. ”

Aku :” gimana…? Mau sekarang…? ” kuremas kuat payudaranya…

Ressa :” sshhh….pengen sih… tapi badanmu lagi kayak gitu… gausah dipaksakan…. Achhh… ”

Aku :”uda gpp… aku pengen nganalin kamu sekarang juga. . ”

Ressa :” hahaha…. Geli aku dengernya. sok lah…. . ” dia membungkukkan badanya.. bokongnya itu mendorong tubuhku kebelakang… dia sudah seperti nungging berpegagan ke tembok…

Aku :” jangan disini.. di tempat tidur…! ”

Ressa :” hmm….? Ok.. ”

Aku keluar dari kamar mandi duluan… setelah aku disamping tempat tidur tiba2 tubuhku didorong oleh Ressa.. aku yang tidak siap langsung jatuh kedepan di tempat tiidur…

Aku :” woi….. ”

Ressa :” hihihi… hari ini kanu aneh banget sih. . ” Dia merangkak diatas tubuhku.. Lalu mencium bibirku…

CUP

Ressa :” hari ini kamu beda dari biasanya.. ”

CUP

Ressa :” hari ini kamu lebih liar… dan aku suka… ”

CUP

Hehh..? Masa’ sih…?

Kemuudian dia merangkak kebawah tubuhku… kedua tangannya mengusap kedua pahaku… Geli banget…

Lalu tanpa bantuan tangannya, mulut Ressa meraih penisku yang masih basah dan langsung dikulumnya….

Aku :” ahhhhh……. ”

Perlahan penisku mulai membesar di dalam mulutnya… dia semakin liar mengulum penisku Dan dia sangat pintar melakukannya… yaiyalah, sudah berapa banyak penis yang dia kulum.. dia sudah berpengalaman soal itu..

Aku :” ahhhhh…. Ress.. ” dia melihatku sambil mengulum penisku…

Aku :” ouuuhh… ”

Sekitar 15 menit dia mengulum penisku…lalu melepasnya…

Ressa :” uda gede banget… uda siap nih kayaknya,? Yukk… ” dia lalu berpindah ke sebelah tubuhku dan langsung nungging….

Segera kuambil pelumas yang kutaruh di bawah bantal… Ressa melihatku,,

Ressa :” Punya siapa itu…?”

Aku :” sebaiknya jangan bertanya…. ”

dengan cepat kulumuri jariku dengan pelumas itu… Setelah itu langsung pelan2 kumasukkan jari itu ke lobang anusnya…

Ressa :” achhhhh….. ”

Lobang anus Ressa lebih kecil dari punya Kak Neta.. Kulihat penisku yang masih menegang.. beneran gpp nih..?

Ressa :” achhh…. ”

Jari telunjukku sudah masuk semua didalam lobang ini..

Aku :” sakit….?”

Ressa :” tidak sama sekali… malah enak… ”

Dia menyukainya, tahap awal sukses seperti instruksi kak Neta… jari telunjukku keluar masuk di lobang Anus Ressa…

Ressa : “achhhhhh…… Ahhhhhhhhhhhh”

Ressa :” achhhhh…. sekarangg… ”

Sekarang ya? Oke…

Kutarik lagi jari telunjukku…. Lalu kupegang perutnya.. kuangkat tubuhnya agar dia tidak nungging lagi..

Ressa :” loh….? ”

Aku :” tidak seperti itu.. percaya padaku… ”

Ressa :” hmm…?”

Kutuntun tubuhnya agar tidur miring… Lalu kuposisikan tubuhku dibelakang tubuhnya.. sesuai pelajaran dari kak Neta.

Kuposisikan penisku pas dibawah pangkal pahanya… Lalu kulumuri penisku dengan pelumas sebanyak mungkin.. lobang anusnya Ressa juga tak lupa kulumuri..

Sepertinya sudah cukup… kuawali dengan menggesek gesekan penisku di lobang itu.. sesekali penisku terpleset menggesek memeknya.. dan masuk sedikit di dalam memeknya..

Ressa :” ssshhh…… ”

Jantungku kembali berdebar merasakan gairah tubuhku yg ingin memperawani Ressa… karena saat ini penisku malah menggesek gesek memeknya Ressa. ….

Ressa :” sshh…… ”

Ressa menghadap kebelakang, dia pasti menyadari kegelisahanku karena dari tadi penisku malah menggesek memeknya…

Ressa :” lakukan apapun yg ingin kamu lakukan..”

What….? Ressa malah mengijinkanku… bagaimana ini…? Haruskah kuterobos perawannya Ressa…?

Ressa :”Ga…. lakukan.. aku gpp kok, asal kamu yg melakukannya…. ”

Deg

Deg

Deg

Gilaaa aku bingung, apa yang harus aku lakukann…?

Ressa :”Perawanku milikmu….. Lakukann…! ”

Aaaaaaaaa

Deg

Deg

Deg

Bleeeeeessssssssss

Ressa :” AAAAAAAAAAaaaaa……. ” Ressa berteriak kesakitan…

Ressa :” sssssshhh… sakit…. ”

Aku langsung panik…semoga aku tidak salah lobang… Kulirik kebawah….

Fiuhhh… selamat…. akal sehatku langsung menguasai tubuhku saat detik detik terakhir sebelum aku menerobos memeknya tadi… penisku saat ini masuk di dalam lobang anusnya… Tidak jadi menerobos memeknya…

Aku :” tahan ya Ress… tidak seharusnya seperti ini… ” ucapku pada Ressa.. kulihat dia masih terpejam menahan sakit… Seharusnya tadi pelan2 dulu sesuai ajaran Kak Neta… tapi gara2 pertempuran hatiku tadi jadinya aku langsung memasukkan penisku kedalam anus Ressa dengan kuat…

Ressa :” iya gpp… Tidak begitu sakit kok…. Lanjutkan”

Gilaaa sempit banget didalam sini… lebih sempit dari lobang Anus kak Neta…

Kutarik lagi penisku..

Ressa :” ssshhh. achhhhh.. ”

Dan kulumuri dengan pelumas lagi… lalu kumasukkan pelan2 ke dalam anusnya lagi..

Ressa :” ahhh….. ”

Masih masuk hanya kepala penisku langsung kutarik lagi… kumasukkan lagi pelan2…dan hampir masuk setengah…

Ressa :” achhh….. ”

Sempit banget gila… penisku dicengkram lobang Anus Ressa…

Aku :” kalau sakit bilang yah….! ”

Ressa :” sshhh… gak kok… Enak … ”

Dia sudah tidak kesakitan…. aku tidak ragu memasukkan semua penisku seluruhnya…

Ressa :” uhhh….. Acccchhhhh…. ”

Plok plok plok

Genjotan pinggulku mulai lebih cepat dari sebelumnya…

Ressa :” achhhhh….. Achhhh… Gaa… ”

Plok plok plok

Ressa :” ach.. Ach… Ach…. ”

kurangkulkan tanganku ditubuhnya dan kuremas bergantian payudaranya.. Satu kakinya diangkat keatas dan ditaruhnya dibelakang tubuhku… membuat penisku semakin bebas menyodok lobang anusnya… dan semakin dalam…

Ressa :” ahhhhhh…… Ahhhhhhhhhhh…… ”

Gilaaaa enak banget sensasi yang ditimbulkan akibat gesekan penisku dan dinding lobang penisnya… dan juga sensasi saat pinggulku menabrak bokongnya Ressa… mantap abis…

Ressa :” achhhh.. Aahhhh…. Uuhhhhh… Enakk Gaa… ”

Plok plok plok plok

Aku :” ahhh….. sempit banget Ress… ”

Plok plok plok plok…

Kemudian dia tiba tiba bangkit dan nungging… penisku yang masih didalam anusnya membuat tubuhku ikut bangkit… dia ingin disodok dengan gaya nungging alias doggy style…

Aku :” nggak sakit Ress…? ”

Ressa :” achhh.. enak.. Ga…..”

Okelah.. kalau dia tidak kesakitan…. langsung kusodok lagi anusnya….

Ressa :” achhhh… Achhhhhhhhh…achhhhhhhhhhhh…. ” Desahan Ressa semakin kencang….

Plok plok plok plok…

Aku :” uhhhh.. Enak banget.. Ahhhh. ”

Plok plok plok

Ressa :” sshh… Lebih kenceng.. Bisa…? ”

Hmm.. Nantangin dia….

Langsung tanganku memegang kuat bokongnya dan dengan cepat kugenjot pinggulku…

Plok plok plok plok plok plok

Ressa :” achh.. Achh..achhhhh… Achhhhhhhhhhhh… ”

Plok plok plok plokkkk

Aku :” ahhh… Gimana? Kurang kenceng.. ? ”

Plok plok plok plok plok

Ressa :” aahhhhh… Ahhh….. Ampun ampunn… uhhhhh Regaa… enak bangettt kontimu… . Sshhhhhhh”

Plok plok plok plok plok

Aku :” aku uda mau nyampek Ress…. Ahhh.. Ahh… ”

Plok plok plok,

semakin kutekan bokongnya….

Ressa :” achhhh……. Achhhhhhhhhhhh…… ”

Aku :” aaaaaaahhhhhhhhhhhhh.. ”

Crot crot crot crot crot

Spermaku muncrat di dalam anus Ressa… tubuh kami berdua langsung ambrukk dengan posisiku menindihnya…

Aku :” ahh… Ahhh.. Enak banget Ress… ”

Ressa :” gilaa.. Gila… Enak banget.. Beda banget saat dengan Galih… Akhirnya bisa merasakan nikmat bercinta… makasih ya culuun.. ”

Aku :” aku juga terima kasih….. ”

Kemudian kami berdua merebahkan tubuh kami diatas tempat tidurrr

Ressa : “culun tapi kontinya gede banget… Hihi….”

Dia memegang penisku lagi yang lemas… Kemudian dia bangkit dan tiba2 memasukkan penisku di dalam mulutnya…

Aku : “woi… Ress.. jorok tau…..”

Ressa : “emphhh…. Emphhh…….” tidak jelas apa yang dikatakannya….

Padahal penisku baru saja masuk di lobang anusnya.. tapi dia tidak ragu mengulumnya…gila bener nih cewek…. tapi enak sih…. teruskan deh Ress… hihihi

Aku : “ahhhhhh……..”

Akhirnya….. akhirnya aku melakukannya dengan Ressa… akhirnya tubuh kami bersatu dalam nikmatnya bercinta… Dan akhirnya rasa bersalahku kepada Alexa semakin menumpuk…. tapi aku mencoba meyakinkan diriku sendiri kalau aku tidak menghianati Alexa… sesuai kata2 Kak Neta,, aku dan Ressa hanya butuh pelampiasan, tidak ada cinta sama sekali….

Benarkah seperti itu? Atau aku hanya membenarkan perbuatanku….?

.

.

Ressa Kembali tiduran di sebelahku saat tadi dia bersih2 di kamar mandi… Dia memelukku…

Aku :” jangan berkata seperti tadi lagi…. ”

Ressa :”hmm.. yang mana…? ”

Aku :” tentang perawanmu…. ”

Ressa :” hihi.. Kamu sih… kelihatan banget ingin melakukannya…. Ya kan? Ya kan…? ”

Aku :” aku bingung dengan diriku sendiri… lain kali tahan aku agar tidak melakukannya… ”

Ressa :” iya.. Iya…. tapi aku serius tadi… perawanku milikmu…. Hihihi… ”

Hmmm… Semoga dia tidak serius dengan ucapannya…

Ressa :” kamu sudah menyiapakan semuanya yah…? Pelumas itu, lalu caramu melakukannya… pasti bukan pertama kalinya kan? ”

Aku :” iya… aku menyiapkannya untukmu… ”

Ressa :” hmmm… ? Aku malah nggak percaya…haha ” dia menoleh ke wajahku…

Aku :” apa…? ”

Ressa :” enggak… kamu lucu…. ”

CUP

Dia mengecup bibirku….

.

.

Akhirnya kami berdua ketiduran… Sampai akhirnya kami terbangun saat pintu kamar diketuk…

……….. :” waktunya makan malam…. ”

Ressa :” yuk ke kantin…. ”

Aku :” sebenarnya pengen.. tapi, kakiku sakit Ress.. bahkan seluruh tubuhku…. Auww… ”

Entah kenapa rasa sakit ini semakin terasa saat bangun tidur.. mungkinkah efeknya memang terasa beberapa jam kemudian…?

Ressa :” hehhh..? Aduhh.. gimana ini..? Aku panggilkan guru yah….? ” Ressa tampak panik melihatku.

Aku :” gak perlu… Cuman nyeri kok.. aku mau tidur lagi aja… ”

Ressa :” yauda. aku temenin kalo gitu… ”

Aku :” hmmm.. Gak bolehh.. kamu harus makan untuk minum obat kan…? ”

Ressa :” yaahhh… aku gk pengen kamu sendirian disini… Ntar kamu mati gimana…. hahaha”

Aku :” woi.. Woi.. Mulutnya…. ”

Ressa :” hihihihi.. Bercanda…. ”

Aku :” uda sana ke kantin…. ehmm… Gini aja, sekalian tolong bawain aku makanan… ”

Ressa :” ohh gitu.. Baiklah…”

Kemudian setelah memakai pakaian, dia keluar kamar…. sebelum keluar..

Ressa :” culuun… takut,,,…… ” ucapnya manjanya

Aku :” takut apa sih..? ”

Ressa :” takut digodain cowok ganteng… Ntar kalau aku tergoda ikut ke kamarnya gimana…?”

Aku :” kamu gak akan tergoda selain punyaku ini….. ” kubuka selimutku dan memperlihatkan penisku padanya…

Ressa :” hahahaha… ihh PD banget….. ” kemudian dia keluar dari kamar ini…..

.

.

Setelah itu aku ketiduran lagi…

Ressa :” culuuun…. Bangunn.. Ayo makan dulu.. Aku bawain nasi goreng.. . ”

Aku :” makasih Ress… ” aku berniatt mengambil sepiring makanan yang dia bawa…

Ressa :” no.. No.. No… aku supin… ” Aku tersenyum lalu membuka lebar mulutku….

Dengan telaten Ressa menyuapiku… Hmm senengnya…

Ressa :” oiya… aku kan tadi duduk semeja dengan Adit… lalu Kak Neta ikutan gabung sama meja kita… ”

Aku : “Kak Neta…?… Emphhh… ughhh…” mendengar nama Kak Neta aku sampai tersedak…

Ressa :” ihhh… pelan2… ” dia memberikanku minumannn…

Aku :” Kak Neta bilang apa …? ”

Ressa :” ehmm… cuman ngobrol2 tentang pelajaran….. Tapi….. ”

Aku :” tapi..?”

Ressa :” aku keceplosan bilang sekamar sama kamu…. hehehe… ”

Gawat…. Kak Neta pasti tau aku melakukannya dengan Ressa… hadeeewww

Ressa :” habisan dia tanya kamu kemana kok gak kelihatan… Keceplosan deh.. Hihihi… tapi kak Neta baik loh ternyata… dia gak marah dan gak akan ngelaporin kita… malah dia senyum2 mulu dari tadi sama aku….. ”

Tuh kan….

Aku :”hati2 sama senyumnya… Kadang dia licik… ” ucapku pelan…

Ressa :” hah..? Barusan bilang apa…? ”

Aku :” eh.. Enggak.. Enggak… Hehe… ”

.

.

Setelah selesai makan.. kami berdua tidur lagi… kali ini Ressa tidur di tempat tidurnya sendiri.. katanya biar aku bisa istirahat dan gak terganggu sama dia…. syukurlah… Memang itu yang aku butuhkan..

.

.

Keesokan harinya aku bangun duluan.. jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi…. kulihat Ressa masih pulas…. hari ini hari kamis….hari terakhir kegiatan wisata di tempat ini… dan tidak ada kegiatan apa2 di hari terakhir ini… semua peserta bebas melakukan apa saja..kalau lihat susunan acara,, nanti jam 4 sore kami akan meninggalkan tempat ini…

Kuhampiri tempat tidur Ressa…

Aku :” Ress.. bangunnn…. ”

Ressa :” hmm…. Hoammmmm….pagi culuuunnn.. kamu uda sehat..? ”

Aku :” lumayan…..”

Ressa :” yeeeeeeee…. ” kemudian dia menarikku sampai aku menindih tubuhnya….

Cup

Kukecup sekali bibirnya….

Ressa :” iiiihh… Bau’……. ”

Aku :” salah sendiri narik2….ayo mandi.. .”

Ressa :” bareng2 lagi…? ”

Aku :” yuk…… ”

Kami pun mandi bareng lagi, tapi kali ini tanpa permainan panas… kami hanya saling menyabuni dan bercanda di kamar mandi…. hanya sesekali kami berciuman… Ressa bilang dia sangat suka berciuman denganku…

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, aku tiduran lagi di tenpat tidur.. nungguin Ressa yang sedang dandan…. aku sempat keluar kamar untuk menjemur handukku yang basah.. lalu kembali lagi kedalam…

Saat enak2nya tiduran tiba2 pintu kamar ada yang membuka… aku dan Ressa langsung menoleh ke arah pintu kamar… dan terkejut dengan siapa yang membukanya…

Kak Neta :” hai adik2…. kalian sudah melakukannya…? ”

Kak Neta yang membuka kamar dan langsung bertanya seperti itu kepada kami… aku dan Ressa seketika saling melihat karena ucapan Kak Neta Itu…

BERSAMBUNG

Daftar Part