. Halaman Baru Part 29 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 29

0
268

Halaman Baru Part 29

KESALAHAN TERINDAH

CKLEK.. Kubuka pintu kamar..

Lohh?

Aku kaget melihat Rein tidur diatas tempat tidurku.

Kenapa dia tidur disini ? padahal 2 hari kemarin dia sama sekali tidak mempedulikanku,,, Haruskah kubangunkan dia ?

Melihat wajah Rein, aku jadi teringat semua yang dikatakan Alexa kemarin…. Langsung ku tutup pintu kamarku dan menguncinya. Setelah itu aku rebahan di sebelahnya dan kupandangi lagi wajahnya. Aku mengingat lagi apa yang dikatakan Alexa…

(Alexa : “……….dia berhasil merenggut keperawananku setelah sehari sebelumnya dia merenggut kesucian Amanda..”)

(Alexa : “………………….. aku dan Amanda hanya dijadikan bahan taruhan”)

(Alexa : “………Amanda bilang kalau dia mencintai cowok itu, dan ingin menikah dengan cowok itu…”)

Aku membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Rein ketika dia dihianati cowok yang sangat dicintainya, bahkan dia telah memberikan hal yang paling berharga dari dirinya untuk cowok itu.., aku bisa merasakan betapa menyesalnya dirinya telah memberikan kehormatannya pada orang yang salah. Cowok itu mempermainkan Cinta Rein yang begitu tulus, padahal yang diinginkan Rein hanya mendapatkan kasih sayang yang sempat hilang saat mamanya meninggal,,,, Aku yang pada dasarnya orangnya cengeng dan punya rasa empati yang tinggi langsung meneteskan air mata memikirkan itu semua,,,

Cewek seperti Rein tidak pantas diperlakukan seperti itu,, takkan kubiarkan dia mengalami hal yang sama,, aku akan sekuat tenaga menjaganya, meskipun selama ini dia yang menjagaku,, aku akan selalu…

Tiba tiba Rein membuka mata, dia melihatku yang sedang meneteskan air mata memandanginya.

Rein : “kamu kenapa…?”

Aku : “Aku menyangimu Rein…..”

Rein : “hah? kamu sakit ? tiba-tiba ngomong gitu,,,, pakai nangis segala lagi….” ucapnya sambil memegang dahiku,,,

Hadeeeh,, aku gak pantes ngomong gitu kepadanya yah? Aku langsung mengusap air mataku,,,

Aku : “hehe,, pengen aja ngomong gitu,,, itu tadi air liur bukan air mata,,,”

Rein : “hahaha aneh2 aja,,,, dari mana semalaman gak pulang? Aku menunggumu disini sampai pagi,, sampai ketiduran” ucapnya dengan ekspresi cemberut..

Dia menungguku semalaman?

Aku : “ehmm. Adit menyuruhku tidur di rumahnya. ,” aku berbohong kepadanya,,,

Rein : “uda berani bohong yah? Semalem aku hubungi rumahnya Adit,, kamu tidak ada disana..!

Whattt ?

Aku : “eh,, anu,, itu malamnya,,,” aku bingung mau berkata apa padanya, aku ketahuan.

Rein : “aku mengkhawatirkanmu tau, kalau terjadi apa2 denganmu gimana? Apa yang harus kukatakan ke Bunda,,? Katakan sejujurnya, dari mana kamu semalaman ?”

Aku gak mungkin mengatakan kalau semalam tidur sama Ressa..

Rein : “parfum siapa yang menempel ditubuhmu? Ini bukan parfummu..siapa cewek yg Tidur denganmu semalam…?”

Whatt..? Segitunya dia mengetahuinya… Aku semakin tersudut…

Rein : “atau jangan2 semalam kamu telah melakukannya ? Dengan siapa? Katakan..!”

Waaaaaaaa.. kok tambah runyam gini,,,

Rein : “katakan siapa yang sudah…….”

CUP,

Nekat kucium bibirnya saat dia masih berbicara.

Aku masih tidak tau bagaimana cara berciuman, aku hanya menempelkan bibirku di bibirnya. Dia begitu kaget dengan seranganku yang tiba2…

Beberapa detik kemudian aku melepaskan bibirnya. .masih Tidak ada rsepon darinya, Dia hanya diam saja.. dia melihatku tajam,,,

Akankah dia marah padaku? Bisa kenak gampar lagi nih….

Aku : “Maaf….”

CUP,

dia tidak marah…. dia malah menyiumku. Bibirku dilumat bibirnya.. Kali ini matanya terpejam. Kurasakan Bibir bagian bawahku dimainkan bibirnya… tiba2 matanya terbuka lalu dia lepaskan ciumannya.

Rein : “tutup matamu jika sedang berciuman…”

Eh? Kenapa?

Belum sempat aku memikirkannya dia menciumku lagi.. bibirnya kembali menyentuh bibirku dengan mata terpejam.. aku mencoba melakukan yg dikatakannya untuk memejamkan mataku.

Benar benar sensasi yang berbeda daripada aku membuka mata. Dengan menutup mataku, aku bisa lebih fokus merasakan indra perasaku yang semakin kuat,, aku bisa merasakan gerakan bibirnya yang menyedot dan menggigit bibirku.. Tiba2 kurasakan kepala bagian belakangku dipegang dan ditekan olehnya…. Jantungku berdebar menikmati permainan bibir Rein.. aku mencoba melakukan apa yg dilakukannya.. aku sedot bibir Rein yang bawah.. dia sedikit mengerang… eh apa ini? Sesuatu mencoba masuk ke dalam mulutku…

Lidah?

Lidahnya Rein mencoba masuk ke dalam mulutku,, dengan sedikit membuka bibirku lidahnya bisa masuk ke dalam mulutku dan dia menggerakkan lidahnya di lidahku.. luar biasa, pertemuan lidah kami menimbulkan sensasi yang tak bisa kujelaskan.. kami saling bertukar air liur, Rein semakin menekan kepalaku…

Saat lidahnya ditarik,, membuat lidahku gantian masuk ke dalam bibirnya.. aku mencri lidahnya… tapi dia malah menghisap lidahku…

Aku : “nghhhh…” hisapan bibirnya di lidahku membuat tubuhku bergerak tidak tenang.. nikmat sekali rasanya. Entah kenapa membuat penisku menegang.. Beberapa kali dia melakukan itu dan kemudian melepaskan bibirku…

Kubuka mataku, aku masih tidak bisa bernafas dengan sempurna karena ciuman tadi.. kulihat Rein tersenyum…

Rein : “not bad… sebagai pemula kamu melakukannya dengan baik.. Meskipun bukan ciuman pertamamu..”

Barusan itu luar biasa.. Aku ingin melakukannya lagi, lagi dan lagi… segera kuarahkan bibirku ke wajahnya,, tapi kali ini dia mengelak…

Rein : “ihh ketagihan nih anak… Jangan sekarang.. Ntra kita telat kesekolah”

Aku : “lihat tu jam berapa sekarang.. bel masuk sudah berbunyi setengah jam yang lalu..!” kulihat Rein memandang jam yang ada di meja belajarku di sebelah tempat tidur…

Rein : “yahhhhh.. bolos dong kita hari ini…!” ucapnya dengan sedikit kecewa..

Aku : “bisa kita lakukan lagi..?” aku mengajaknya berciuman lagi…

Rein : “jawab dulu pertanyaanku tadi…!”

Busett.. dia tidak melupakannya. Apa yg harus kukatakan?

Aku : “kamu tidak perlu tau….”

Rein : “gausah main rahasia2an… Katakan yg sebenarnya..!”

Aku : “kenapa? Kenapa aku tidak boleh punya rahasia? Apa kamu berani mengatakan rahasiamu?” ucapku sedikit membentak, setelah itu kusadari kalau aku terlalu kasar padanya…

Kemudian dia memalingkan wajahnya,, dia yg dari tadi tidur miring menghadapku kini melihat ke langit2 kamarku.

Rein : “kamu beda sekarang… jangan buat aku menyesal sudah membantumu berubah..” air matanya menetes di pipinya…

Bodoh.. Bodoh.. Bodoh.. Aku sangat bodoh… aku tadi bilang menyayanginya, tapi kenapa aku sekarang malah membuatnya menangis.

Aku : “maafkan aku…” kupegang tangannya…

Aku : “aku janji akan mengatakannya, tapi tidak sekarang… Satu hal yang pasti, suerrr aku belum melakukannya jika kamu ingin tau..”

Masih tidak ada tanggapan darinya..

Aku : “aku ingin melakukannya denganmu…” ucapanku barusan sukses membuatnya melihatku lagi.. dia menatapku dengan tajam.

Rein : “kita sudah bahas ini sebelumnya,, jangan melakukannya denganku.. Lakukan dengan… .!”

Aku : “Dengan yang masih virgin?..” kupotong kalimatnya…

Aku : “kenapa aku tidak boleh memilihmu?”

Rein : “kenapa kamu ingin melakukannya denganku..? Kenapa?” ucapnya dengan sedikit nada yg meninggi…

Aku : “karena aku tidak ingin menyesal dikemudian hari melakukan pertama kalinya dengan orang yang salah….”

Dia sepertinya terkejut dengan ucapanku..

Aku :” aku tau kalo permintaanku ini merupakan suatu kesalahan, tidak seharusnya aku meminta kakaku sendiri melakukannya denganku. ”

Aku : “tapi aku tidak akan pernah menyesal jika pertama kali kulakukannya denganmu..seseorang mengatakan padaku untuk melakukan pertama kalinya dengan orang yang kusayang, dan kamu satu2nya cewek yang kusayangi,, ”

Cukup lama dia diam seperti memikirkan segala yang aku ucapkan tadi.. aku berharap dia bisa memahaminya. Jujur kali ini aku ingin melakukan dengannya bukan karena 100% nafsu, bukan karena dia cantik dan sexy, tapi karena memang aku ingin dia menjadi yang pertama dan aku sangat sayang padanya. Tapi semisal dia tetap gak mau, Aku akan terima dengan lapang dada.

Rein : “kamu yakin dengan yang kamu ucapkan? ”

Aku : “aku tidak pernah seyakin ini…”

Rein : “sumpah aku kaget kamu bilang gitu,, tapi… aku terima alasanmu, aku akan melakukannya denganmu..!” dia tersenyumm,,,

Seriusss ini bukan mimpi kan ?? Yeahhhhhhhhhhhh… aku juga tersenyum memandanginya…

Rein : “lakukan sekarang….!”

Loh?

Aku : “eh.. Sekarang?”

Rein : “iya lakukan sekarang..!” ucapnya memastikan

Aku memang pengen melakukan dengannya tapi maksudku juga tidak sekarang ini.. Dipagi ini. Aku belum siap kalau harus melakukannya sekarang,, Aku juga butuh menyiapakan segala sesuatunya termasuk mental atau baca2 referensi dll.

Aku : “aku belum siap kalau sekarang.. hehe..”

Rein : “sekarang atau tidak sama sekali..!” ancamya padaku..

Ohhnooo.. seriusan sekarang nih? Aku jadi gugup…

Aku : “apa yg harus aku lakukan..?” aku harap dia membimbingku..

Rein : “buka celanamu..!”

Sesuai perintahnya,, aku langsung bangun dari posisi tidurku dan membuka celanaku sekalian CD yg kupakai. Dia bisa melihat penisku yg agak menegang. .kemudian aku duduk memposisikan tepat dihadapan tubuhnya.

Setelah itu dia melepaskan panties nya sambil melihatku.

GLEK.

Itu dia.. Memek imut itu lagi.,, aku tak bisa berhenti menatap memek mulusnya.. Lebih Mulus dari punya Ressa kemarin.. Kini kakinya malah dibuka lebar.

Rein : “lakukan…” perintahnya…

Jantungku semakin berdebar.. keraguan muncul lagi di hati dan pikiranku. Bermacam macam hal sedang kupikirkan, Sedangkan dia terlihat begitu santai..

Aku : “kalau nanti kamu hamil gimna?”

Rein : “ya kamu harus tanggung jawab…”

Aku : “haaahhh..?” buset enteng baget dia ngomongnya, masa’ aku nikahin kakakku sendiri di usia kami yg masih muda. Apa kata orang2 nanti..

Rein : “berani berbuat harus berani tanggung jawab dong.. kenapa? Takut…? Atau mau dibatalin?”

Tidak… Sudah sampai sejauh ini… aku tidak akan mundur. aku siap. Kudekatkan badanku ke tubuhnya… dengan posisi duduk aku bersiap memasukkan penisku ke memeknya. Aku bimbing penisku agar masuk disana…

Rein : “awas salah lobang…!”

Iya2 tau… bikin kaget aja.

Penisku sudah mulai melewati bibir memeknya.. tapi..

Eh? Kok gak bisa masuk.. Kok buntu yah?

Aku usahakan mendorong pinggulku tetap aja tidak mau masuk, apa bener yg ini lobangnya?

Rein : “xixixixixixi…”bukan malah diajarin.. dia malah tertawa melihatku kesusahan….

Aku : “ini gimana sih?”

Rein : “ke bawah dikit dek…”

Hah? Kurang kebawah yah…?

Aku mencoba memposisikan penisku agak kebawah, masih belum bisa masuk… aku coba ke bawah lagi… Penisku mulai terdorong masuk.. ” nah ini..!” merasakan tidak ada lagi yg menghalangi… kudorong kuat2 penisku masuk ke dalam memeknya.. Meskipun sangat sempit sekalii, tapi tetap kupaksa sampai Hampir seluruh bagian penisku tenggelam ditelan memeknya.

Aku masih melihat ke arah dimana penisku berada.. jadi seperti ini rasanya jika penis ada di dalam kelamin wanita? Rasanya penisku dijepit sesuatu yg kenyal tapi kuat… bahkan rasanya penisku seperti dipijat didalam, bisa kurasakan bagian dalam memek Rein berkedut berirama memijat penisku.

Terus? Tinggal di keluar masukin gitu kan?

Kualihkan pandanganku ke wajah Rein untuk memastikan langkahku selanjutnya.

Loh? Kenapa dengannya?

Aku tidak menyadari kalau Rein dari tadi menutup matanya dengan air mata di ujung matanya,, dengan mulut yang terbuka.. kulihat kedua tangan Rein menggenggam kuat bed cover tempat tidurku.. kenapa dia menangis? Ekpressinya sama seperti Ressa kemarin saat…… oh tidak.. jangan2 dia kesakitan? Reflek kucabut peniaku dari memeknya..

Aku : “Rein….?” Kemudian membuka matanya, dia merintih…

Rein : “sshhhhh.. sakiiittt”

Astaga.. beneran dia kesakitan.. Kemudian dia bangun dari tidurnya dan duduk disebelahku lalu memelukku.

Rein : “sakit banget deekk..”

Aku : “ma.. Maaf..”

Rein : “itu yang dirasakan pasanganmu saat kamu langsung gitu aja masukin punyamu…”

Lah tadi kan dia yang nyuruh..

Rein : “kamu sama aja seperti memperkosanya…”

Haahh?

Rein : “sama seperti punyamu yg tegak membesar jika terangsang, cewek juga perlu dirangsang biar nggak kering..”

Aku : “kan kamu yang nyuruh tadi..!” ucapku membela diri…

Rein : “iya tau.. aku ngasih contoh padamu,, biar kamu gak ngulangin lagi”

Ckckck.. dia rela kesakitan hanya demi memberikan contoh padaku.. semakin kupeluk erat tubuhnya. Dia memang kakak terbaik…

Rein : “lagipula punyamu itu terlalu besar,, aku belum pernah merasakan sebesar itu.. tolong ambilkan tisu!”

Kulepaskan pelukannya dan kuambil selembar tisu dari atas meja belajarku lalu kukasihkan ke dia.

Ternyata Tisu itu dia gunakan untuk mengusap memeknya..

Rein : “lihat nih…!” dia memperlihatkan tisu yg tadi dipakai mengusap memeknya.

Whattt? Bercak darah menempel di tisu itu..

Aku : “ka.. Kamu gpp?” aku begitu ketakutan melihat darah keluar dari memeknya meskipun hanya berupa bercak.

Rein : “ini akibatnya karena masih kering tapi kamu paksain masuk… Uda gpp kok santai aja”

Beneran nih gpp?

Rein : “gimana rasanya?”

Aku : “ehmm.. Sempit Rein…”

Rein : “xixixi.. Punyamu yg kegedean..!” tiba2 dia membuka korset yang dari tadi menempel ditubuhnya,, dia sudah tidak memakai Bra.. jika payudara Ressa besar melebar kebawah, payudara milik Rein membulat sempurna.

Rein : “bikin pasanganmu sange dek.. biar basah.!”

Aku : “gimana…?”

Dia tidak menjawab pertanyaanku,, dia menghampiri tubuhku lalu menciumku… sambil duduk diatas tempat tidur kami berciuman panas lagi, saling berpagutan dan perang lidah lagi.

Dia raih satu tanganku dan diarahkan ke payudaranya.. dibimbingnya tanganku meremas payudara bulatnya. Seakan mengerti maksudnya, tanganku yang satunya ikut2 meremas payudaranya yg lain… Tidak seperti kapan hari, Kali ini aku meremasnya dengan lembut dan penuh perasaan.. remasan tanganku di kedua payudaranya membuat bibirnya semakin menekan bibirku.. Kemudian dia lepaskan bibirku membuat air liurku menetes..

Dia menatapku sambil mendesah pelan..

Rein : “ahhhh…. Ahhh..”

Kemudian dia menarik kaos ku ke atas memaksaku melepas tanganku di payudaranya hingga kaosku terlepas.. kami berdua sudah sama2 bugil.

Aku : “Apa yang harus kulakukan selanjutnya?”

Rein : “eksplore tubuh pasanganmu dengan bibirmu.. !” lalu dia merebahkan tubuhnya..

Eh gimana?

Baiklah akan kucoba.. mulai mana dulu ? pertama kakinya yang jenjang itu, kekucup betisnya kemudian berurutan naik keatas sampai ke pahanya..

Rein : “achh…”

Dia mendesah saat ciumanku di pahanya yang mulus dekat dengan memeknya..

Perlukah kucium memeknya?

Ciumanku naik lagi ke perutnya, pusarnya,, kukeluarkan lidahku dibagian itu.. dia mendesis.. Dan memegang kepalaku.

Rein : “sshhh.. Dek..”

Sepertinya dia menyukainya, kuputuskan mengeksplore lagi menggunakan lidah.. lidahku menjilati perutnya secara vertikal tanpa henti sampai dibawah payudaranya.. Kullirik sebentar wajah Rein,kulihat dia menggigit bibir bawahnya..

Kemudian lidahku naik ke salah satu payudaranya.. Dan kuhisap putingnya. , sambil kuremas payudara yang satunya..

Rein : “sshhh.. Iya gitu Dek.. Achhh..”

Remasan dan hisapanku di payudaranya membuat tubuhnya bergerak, tapi tidak bebas karena tubuhnya tertindih tubuhku..

Beberapa menit secara bergantian kuhisap masing2 payudaranya.. Dia sangat menyukainya..

Rein : “sshhh.. Dek..”

setelah puas menjelajahi payudaranya, kupegang kedua tangannya dan kuarahkan ke atas.. itu dia.. aku ingin menjilati itu sejak lama..

Lidahku kuarahkan di ketiaknya yang sangat putih dan mulus itu…

Rein : “sshh.. Dek.. geli…”

Wangi sekali ketiaknya, meskipun dia bau saja bangun tidur,, tubuhnya benar2 terawat.. Setelah ketiaknya basah kena jilatanku, dia mengangkat kepalaku dan menciumku lagi. Kami berciuman sambil saling menekan tubuh kami masing2 mengikuti dorongan libido yang mengumpul di kelamin kami.. Aku menekan tubuhnya kebawah, dia menekankan tubuhnya keatas.. bisa kurasakan penisku menggesek gesek bibir memeknya.

Rein : “masukkan sekarang…!”

sekarang yah?

Aku mengangkat tubuhku untuk mencari posisi yang tepat.. tapi dia menahanku.

Rein : “lakukan dengan posisi seperti ini dek.. .. Tatap mata pasanganmu,, aku juga ingin melihat langsung ekspresimu.. ..!”

Aku : “susah masukinnya kalo gak sambil liat itu..”

Rein : “biar aku bantu…!”

Kemudian dia memegang penisku, dan mengarahkannya biar pas masuk di memeknya…

Rein : “pelan.. Pelan.. ..!”

Tidak seperti sebelumnya yg langsung menghujam memeknya.. kini kumasukkan secara perlahan mulai dari kepala penisku yang masuk.. bisa kurasakan memang bagian dalam memeknya sudah basah,,

Rein : “shhnnn…” dia merintih,,

Mendengarnya merintih, Aku berhenti sejenak, penisku masih masuk setengah…

Rein : “gpp lanjutkan…”

Kudorong lagi penisku, kali ini kulihat dia membuka mulutnya… Langsung kucium bibirnya. Dia agak terkejut.. sambil kucium bibirnya, penisku sudah masuk seluruhnya di memeknya..

Dia menggigit bebirku.. Kemudian melepaskannya. Kurasakan lagi sensasi penisku dijepit memeknya.

Seperti sebuah naluri tanpa perlu diperintah.. aku mulai menggerakkan penisku,, kuangkat pinggulku agar penisku keluar dari memeknya, sebelum semuanya keluar kumasukkan lagi…

“achhh….” aku dan dia mendesah bersamaan saat aku melakukan itu..

apa ini? Rasanya enak sekali menggerakkan penisku seperti itu… Akan kulakukan lagi.. Kuulangi melakukannya dengan perlahan..

“achhhh…” kami mendesah lagi…

Enak banget rasanya… Sensasi geli yang ada dipenisku serasa menyebarkan rasa nikmat ke seluruh tubuhku.. bagaimana jika dipercepat?

Kali ini kugerakkan pinggulku secara cepat.. Dua kali sodokan menghujam memeknya Rein..

Rein : “nghhhhh.. Nghhh…”

Rasanya lebih nikmat daripada sebelumnya.. Akan lebih kupercepat lagi..

Rein : “nghhh.. Ngng.. achhhhhhh…” Desahan Rein semakin keras.. semakin mebuat libidoku naik… Membuatku semakin cepat menggerakkan pinggulku…

Rein : “achhhhhh.. Achhhhhh.. Deeeekkk..” kulihat matanya sayu merasakan tiap gesekan penisku di dalam memeknya…

Karena terlalu cepat, saat kutarik penisku malah keluar dari memeknya… saat akan kumasukkan lagi tidak bisa kutemukan lobang memeknya,.. Tapi tetap kupaksa, sehingga membuat Rein kesakitan..

Rein : “auw… pelan.. Pelan2 Dek…” ucapnya padaku

Aku masih ngos2an..diatas tubuhnya… Dia kemudian menekan kepalaku ke bawah tepat disebelah kepalanya..

Rein : “tenang sayang… jangan buru2.. Masih banyak waktu.. Rileks..”

Aku : “hah.. Hah… Maaf.. enak banget Rein..”

Rein : “iya aku tau… Kalau kamu buru2,, rasa enak itu akan cepat berakhir…”

Kurasakan penisku dipegangnya lagi,, dan diarahkan ke memeknya..

BLESS, penisku langsung masuk lagi ke dalam memeknya.

Rein : “lakukan lagi…..,!”

Kugerakkan kagi pinggulku.. Kuangakat kepalaku lagi.. kali ini dia merangkulkan kedua tangannya di leherku sambil tersenyum…

PLOk PLOk PLOk

Kali ini gerakan pinggulku tidak terlalu cepat dan tidak terlalu pelan… benar kata Rein.. Aku lebih menikmati dengan kecepatan seperti ini..

Rein : “aaaaaahhh… Aaahhhhhhh….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh..”

Desahan Rein setiap penisku menghujam memeknya,

Rein : “aaaaaahhh… Aaahhhhhhh….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh Deekkk…”

Desahan ini lagi,, desahan ciri khas cewek di bokep Jepang…

Rein : “aaaaaahhh… Aaahhhhhhh….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh enak Dek?”

Aku : “bangett…”

Rein : “aaaaaahhh… Terus Dek… lebih kenceng…achhhhhhhhhhhhhhhhh… ”

Lagi2 Desahan Rein membuatku semakin blingsatan.. Kecepatan pinggulku bertambah.. Tetapi malah semakin membuat desahannya semakin keras..

Rein : “aaaaaahhh… Aaahhhhhhh….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh.. Aahhhhhhhhhhhhhh… Ahhhhhhhhhh….”

PLOK PLOk PLOK

Aku : “ahhhhhh aku uda .. gakk kuat…”

Rein : “jangnngan… Ahhchhhh di.. achhhhh.. Jangannnn di. achhhhhhhhhaaaaaaa……”

Sepertinya dia mau bilang sesuatu tapi tidak jelas karena dia merintih terlalu kencang. Aku hanya berharap Mbak Tina tidak mendengar desahan Rein..

PLOk PLOK PLOK

Rein : “jangannnn aaaaaahhh… Aaahhhhhhh….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhhchhhhhh..jangannnnn…”

Kurasakan penisku semakin dijepit memeknya,, Aku sudah tidak bisa menahan rasa nikmat ini….

Rein : “aaaa jangan di dalahhhhh….. Ahhhhhhhhhhhhhhhhh… aachhhhhhhhhhhh

Rein semakin mempererat pelukannya dan kakinya yang dari tadi melingkar di tubuhku juga semakin erat…

“ahhhhhhhhhhhhh.

CROT CROT CROt CROT

Spermaku muncrat di dalam memeknya.. Badanku merinding hebat setelah sperma terkahir muncrat, rasanya semua tulang ditubuhku lepas,, kemudian aku merasa seperti terbang melayang sangat tinggi kelangit… .. Inikah yg dinamakan klimaks? rasanya seperti jika dari tadi merasakan kenikmatan dan ini adalah puncaknya.. eh Puncak? Jadi ini yg dimaksud Rein selama ini tentang sampai ke puncak…? Yayaya

dan kurasakan jepitan memeknya mulai meregang meskipun masih berasa berkedut… kurasakan juga cairan di memek Rein semakin banyak.. apa dia juga Orgasme? Kulihat wajahnya Rein memerah dengan mata yang terpejam…

Aku :” hah.. Hah.. Hah…. Enak banget Rein…”

Dia masih tidak bersuara, hanya suara erangan nafas dari mulutnya meskipun matanya sudah terbuka, dia hanya memandangi langit2 kamarku.. aku menindih tubuhnya dengan kepalaku tepat disamping kepalanya dan penisku masih menempel di memeknya.

Setelah beberapa lama diam dia mengatakan sesuatu…

Rein : “bunda akan punya cucu…!”

Aku : “ma.. Maksudnya…?”

Rein : “kamu sudah menghamiliku Dek….”

Aku : “haaaaaaahhhhh?” aku terkejut langsung melepaskan penisku dari memeknya…

Kulihat meleleh cairan keluar dari memeknya…

Astaga apa yang aku lakukan? aku lupa tentang proses terjadinya sesuatu kehamilan itu sperma yang keluar di dalam vagina wanita akan membuahi sel telur. Waduh gimana ini? Apa kata bunda nanti…? Apa kata teman2ku? Masa’ iya aku harus nikah muda,? Masa’ aku nikah dengan kakakku sendiri…? Apa kata orang2 nanti..?

Waaaaaaaaaa Duarrrrrrrr… kepalaku seperti meletus membayangkan itu semua.

Aku sangat panik sambil memegangi kepalaku…

Sedangkan Rein? Dia masih santai rebahan di tempat tidur menikmati sisa sisa orgasmenya..

Rein : “kenapa Dek..? Jadi panik gitu sih..? Xixixi..”

Aku : “kamu akan hamil Rein…”

Rein : “salah sendiri dikeluarin didalem.. padahal aku sudah bilang jangan di dalem…jangan di dalem”

Aku : “apa’an? Kamu dari tadi mendesah gitu kok… gak jelas bilang apa..”

Rein : “hihihihi.. sangking enaknya Dek.. Aku tidak pernah mendapatkan kenikmatan seperti itu… kamu hebat..”

Aku : “tapi trus gimana?? ..”

Rein : “mau gimana lagi? Uda terlanjur… lagipula aku juga pengen punya dedek bayi kecil.. yeeeee.. Xixi”

Buset… santai banget dia ngomongnya… Membuatku semakin tertunduk lemas. Ohh masa depanku.. maafkan aku..

Rein : “uda santai aja kali Dek.. belum tentu juga jadi bayi… doakan aja tidak sampai hamil.. aku sedang tidak dalam masa subur kok..”

Aku : “ehhh..? Jadi gak bisa hamil…?”

Rein : “ya masih tetep bisa.. Meskipun kemungkinannya kecil..”

Tetep aja masih khawatir…

GRUkk Grukkk.. grukkk.. aduh perutku bunyi.. laper banget rasanya. Semalaman aku tidak makan juga.

Rein : “laper Yah..?”

Aku : “He’em….”

Rein : “akan aku masakin sesuatu untukmu…!”

Aku : “emang bisa masak..?”

Rein : “bisa dong.. Tunggu yah…!”

Setelah itu Rein memakai kembali Korset dan Pantienya… dan keluar dari kamarku.. kulihat jam menunjukkan masih pukul 8 Pagi… dari tadi masih jam 8? Rasanya lama banget…

Aku rebahan lagi di tempat tidur,, kutarik selimut menutupi tubuh telanjangku.. aku masih lemas, bahkan masih tidak kuat untuk sekedar memakai celana…

Eh aku sudah tidak perjaka yah? Rasanya luar biasa tadi bisa melakukannya,,, aku tersenyum sendiri memikirkan itu.. Hari ini, atau tepatnya pagi ini akan kuingat semur hidupku… hari ini pertama kali aku melakukannya dengan Rein..kakak tiriku, aku senang melakukan pertama kali dengannya. jadi jika di masa depan aku bilang kakakku merenggut perjakaku itu bohong… nyatanya aku yang memaksanya merenggut perjakaku.. Memang ini sungguh tidak wajar, dan benar benar suatu kesalahan melakukannya dengan kakakku sendiri meskipun dia kakak tiriku,. Jadi jangan ditiru yah.. Biarlah ini kutanggung sendiri.. karena bagiku ini merupakan kesalahan terindah yang pernah kulakukan seumur hidupku.

Hoammmmm.. kok rasanya sangat ngantuk banget yahh? Kupejamkan mataku sejenak tapi malah ketiduran.

.

.

Rein : “Dek….”

Kurasakan ada yang membangunkanku…

Aku :” hmm… ”

Rein : “Dek makan dulu.. Terus tidur lagi..”

Aku : “ngantuuk…”

Rein : “ini uda aku masakin loh.. Sini aku suapin.. ”

Aku bisa menghirup aroma khas nasi goreng dan telur… aku akhirnya membuka mata dan bangun dari tidurku..

Rein dengan telaten menyuapiku sampai dengan suapan terakhir.. Xixixi, sekali sekali manja kepadanya..

Rein : “Enakk..?”

Aku : “not bad… Makasih yah”

Rein : “yauda sana tidurr.. !”

Aku : “temenin…”

Rein : “yaelah.. Aku mau mandi Dek…”

Aku langsung menarik tubuhnya.. untuk rebahan di sebelahku..

Rein : “eh.. Eh.. Bntr2..”

Dia meletakkan piring di meja belajarku.. Kemudian ikutan tidur disebelahku..

Rein : “manja banget sih?”

Aku : “hehehe..”

Sambil tiduran Aku memeluknya, kuletakkan kepalaku diatas perutnya tepat dibawah payudaranya. Dia mengelus kepalaku..

Aku : “ngantuk banget Rein…”

Rein : “emang bercinta itu obat tidur buat cowok… ”

Oh yah? Aku baru tau…

Aku : “buka lagi dong bajunya…!” pintaku padanya…

Rein : “hmm maunya, gak mau…”

Aku mengelus pahanya yang tidak memakai apa2.. Hanya panties menutupi pangkal pahanya.

Rein : “Dek…?”

Aku : “hmm..”

Rein : “yang bilang padamu untuk pertama kali melakukannya dengan yang kamu sayangi itu cewek yg menemanimu semalem?”

Aku : “iya….”

Rein : “kenapa kamu tidak melakukan dengannya? ”

Aku : “dibilangin aku ingin melakukannya denganmu… ”

Rein : “hmm..setelah ini kamu akan melakukan dengannya? Kamu menyayanginya juga kan? ”

Sayang? Apakah rasa ingin menjaga dan melindungi itu bisa dikatakan sayang?

Aku : “gak tau.. Aku hanya ingin melakukannya denganmu.. boleh?”

Rein : “gak boleh.. tadi itu pertama dan terakhir.. Carilah pasanganmu sendiri..”

Aku : “pelit..” lalu kupandangi wajahnya dan nekat kucium bibirnya.. Dia tidak menolak ciumanku,.. Setelah itu aku lepaskan bibirnya, dan kembali memeluknya hingga akhirnya aku tertidur kembali.

.

.

Sisa hari itu aku habiskan hanya untuk tidur. badanku rasanya capek dan lemes bray.. , akibat semalaman susah tidur ditambah sesi bercinta dengan Rein dipagi hari yg cukup menguras tenaga karena begitu menegangkan. aku terbangun jam 8 malam karena perutku lapar.. Rein juga sudah tidak ada dikamarku. Tapi kulihat di meja belajarku sudah ada sepiring makanan yang siap untuk disantap,, pasti dia yang menaruhnya disini… selesai makan aku keluar kamar dan turun ke bawah, tapi tetap tidak kutemukan dirinya.. mungkin lagi dikamarnya.. biarin deh mungkin dia juga kecapek’an…

.

.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN

Di sabtu sore ini aku sedang duduk2 di sofa lantai 2… Sudah 3 hari berlalu sejak aku melepas perjakaku.. selama itu juga aku belum pernah melakukannya lagi. sebenarnya pengen sih,, apalagi aku yg baru sekali melakukannya punya keinginan begitu besar untuk mengulanginya lagi,, benar kata Rein, sekali melakukannya aku akan ketagihan, aku ingin melakukannya dengan Rein lagi.. Tapi, seperti yg dikatakan Rein,, kemarin itu pertama dan terakhir aku melakukan dengannya,, aku jadi ragu mengajaknya lagi… Huft.

Tidak ada kejadian yang perlu diceritakan Selama 3 hari di sekolah,, hanya aku sekarang lebih akrab dengan Ressa,, ternyata dia anaknya manja banget… dia juga terus2an menagih janjiku untuk melakukan dengannya, tapi selalu kutolak,, aku masih gak berani melakukan dengan cewek lain, lagipula aku juga masih ragu melakukan lewat lobang belakangnya, apalagi jika mengingat malam itu,, dia sangat begitu kesakitan.. aku aja gak tega ngeliatnya, Apalagi melakukannya. Tapi tetap aja dia bersikeras ingin melakukannya denganku… Katanya dia tidak ingin meninggalkan dunia ini dengan meninggalkan hutang padaku.. Bahkan dia menyuruh Adit membujukku agar mau melakukannya,,,

Lalu beberapa kali aku berpapasan dengan Alexa,, tidak ada perbincangan yang panjang diantara kami seperti di cafe kapan hari,, dia hanya menyapaku sambil melihat keadaan sekeliling.. mungkin dia takut dilihat Rein lagi ngobrol denganku.

CKLEK

Pintu kamar Rein terbuka..

Melihatku sedang duduk di sofa dia menghampiriku,, dan duduk disebelahku sambil membaca buku pelajaran,,.. kayak gini nih yang bikin penisku tegang.. dia kalo dirumah selalu berpakaian minim,, selalu memperlihatkan pahanya yang mulus, dan kali ini pakaian macam apa itu? Kaos super mini hanya menutupi bra yang terlihat samar menerawang… mending gak usah dipake deh… siapa coba yg tahan dengan pemandangan seperti itu?

Nekat kudekati dia dan tiduran di pangkuannya…

Rein : “ihh apaan sih dek…?”

Bisa kulihat dari sini betapa menonjolnya payudara Rein dari tubuhnya.. bikin ngiler..

Aku : “hehehe.. sexy bener kakakku..”

Rein : “hmm mulai deh.. pasti ada maunya.. gak akan yah..”

Aku : “siapa juga yg ada maunya…”

Rein : “halahh.. alesan.. bilang aja lg pengen… Bilangin Bunda loh..”

Aku : “woiii.. gak asik nih bercandanya..”

Rein : “xixixi…..”

Aku : “btw, tumben jam segini Tony belum dateng?”

Rein : “ngapain dia kesini..? Kita sudah putus…”

Aku : “haaahh? Kenapa…?”

Rein : “bosen aja… ”

Buset.. Santai bener alesannya..

Rein : “lagipula aku mau fokus belajar buat persiapan ujian Dek…”

Hmm.. alesan klasik wanita memutuskan pria. trus Tony mau aja gitu diputusin?

Aku : “owww…. ehmm.. Rein…?”

Rein : “apa..?”

Aku : “lagi yuk… hehe”

Rein : “tuh kan,,,,, gak mau…”

Aku : “yaaaaaaaa…?” kucoba merangsangnya dengan mengelus lembut pahanya..

Rein : “nooooo… makanya segera cari pasangan biar tersalurkan… Atau sana njajan diluar…”

Ckckck… tega teganya aku disuruh dengan PSK.. kakak macam apa dia ini..

Aku : “ihh serem… hiiiiiiiii”

Rein : “loh kenapa? Kalau mau nanti kupanggilkan temenku kesini…”

Aku : “haah? Siapa…?”

Rein : “temenku sekelas.. satu sekolah dengan kita..”

Aku : “emang ada temenmu yg kayak gitu?”

Rein : “banyak.. gimana mau?”

Wow… fakta yang mengejutkan banyak siswi Di sekolahku yang menjajakan dirinya…

Aku : “gak mau.. maunya sama kamu..”

Rein : “males.. gimana dengan cewek itu?”

Siapa? Ressa..?

Aku : “ehmm.. dia mengajakku sih.. tapi aku gak mau..”

Rein : “tuh kan… siapa sih dia Dek?”

Aku : “rahasiaa…”

Rein : “ahhh gak asik niih…. Gini aja, akan kuberi hadiah jika kamu mengatakan siapa cewek itu.. ”

Aku : “hadiah apa?”

Dia lalu membungkukkan badannya untuk berbisik kepadaku…

Rein : “hadiah buat kontolmu… Xixi”

Penisku langsung menegang mendengarnya…

Aku : “serius….?”

Dia mengangguk… waaa akhirnya dia akan melakukannya lagi denganku.. eh tapi aku harus cerita soal Ressa yah? Gpp deh..

Aku bilang kepadanya kalau cewek yang kumaksud adalah Ressa. Dia tampak terkejut mendengar nama Ressa.

Rein : “kamu bergaul dengan Perek itu..?”

Aku : “bagaimana kamu bisa tau kalo dia…”

Rein : “uda jadi rahasia umum kali… teman2 cowokku dikelas sering ngomongin tentang dia… banyak cowok di kelas 12 yg jadi pelanggannya.. Bahkan aku dengar gosip kalo ada guru juga yg jadi pelanggannya..”

Whattt? Segitu banyaknya pelanggan Ressa.. bahkan seorang guru.. wah perlu ditanyakan ke Adit nih..

Rein : “ngapain sih kamu dekat2 dengan dia… ? Kayak gak ada cewek yg lain aja..”

Lalu kuceritakan ke Rein tentang kejadian di UKS, Sakitnya Ressa, tentang dia yang masih virgin… tapi tidak kuceritakan tentang Galih dan gengnya berpesta dengan tubuhnya tempo hari…

Rein : “jadi dia masih virgin dan sedang sekarat..? Benar2 diluar dugaan… Ciee kamu sweet banget sih mau menjaganya…” pipiku dicubit tangannya…

Rein : “perawanin dia Dek…!” ucapnya padaku…

aku : “haaah?” aku kaget mendengar ucapannya yg begitu enteng..

Rein : “xixixi.. kalau mau menjaganya itu jangan nanggung… sekalian pacarin sampai dia meninggal… Yg penting uda dapet virginnya kan? ”

Aku : “ckckck, sadis……”

Rein : “wkwkwk… bercanda dek, aku tau kamu bukan cowok kayak gitu..”

Kemudian dia membaca buku pelajarannya lagi,,,

Lah gitu doang? Gimana dengan hadiah yang di katakannya tadi,,,? Nekar ku tekan tekan payudaranya dari bawah dengan satu jariku…

Rein : “apaan sih Dek,,?”

Aku : “Ha…di..ah..”

Rein : “hahaha,, masih inget aj sih,,,baiklah… buka celanamu…”

Aku : “hah disini..?”

Aku langsung bangkit dari pangkuannya dan duduk kembali disebelahnya.

Rein : “Uda cepetan buka…!”

Aku : “dikamar aja yuk… nanti diliat Mbak Tina tau’.. ”

Rein :” gak bakalan ke atas kalo uda malem gini. lagipula dia lagi diluar, nanti kalau dia masuk pasti ketauan suara pintu kebuka”

Waduh masa’ iya kita ngelakuin disini…

Rein :” ahh lama ini…. ” dia malah yang membuka celanaku dan langsung mengeluarkan penisku..

Tadi dia gak mau, sekarang malah dia yg agresif… sepertinya dia juga menginginkannya tapi malu. hahaha

Aku :” ahhhhh…. Shhhhhh” penisku langsung tegang saat dia beberapa kali mengocoknya..

Aku mencoba memegang payudaranya tapi dia malah menghindar..

Rein :” jangan bikin aku sange….! ”

Aku :” ahhhhh.. Lah terus..? ” gerakan tangannya sangat lembut memanjakan penisku.. Tapi apa Maksudnya dia memberikan hadiah itu hanya gini doang?

Rein :” kamu siap?”

Siap apa…? Tiba2 Rein menunduk dan memasukkan penisku ke dalam mulutnya…

Aku :” ahhhhhh… Reinnnnn.. jaannngann” aku sampai kaget, ini yang kemarin dilakukan Ressa pada Galih dan gengnya.. Bukankah jorok banget melakukan seperti ini? Tapi…

Aku :” achhh…. ssshhh”

Tapi enak banget… meskipun beda dengan masuk di memeknya,, tapi tetep sama2 nikmatnya…

Aku :” ahhhh…. ” kupegangi kepalanya… Lalu mengelus punggungnya yang tidak tertutupi baju..

Mulutnya Rein menjelajahi setiap bagian penisku,, mulai dari memasukkannya semua, menjilatinya, menghisapnya…

Aku :” ahhhh.. Ahhh… ” jago bener dia melakukannya, penisku terlihat mengkilau karena basah air liurnya,, aku bisa merasakan lidahnya juga memainkan penisku.

Eluasan tanganku yg tadi berada di punggungnya, kini turun lagi di pantatnya yg masih memakai celana jeans super pendek.. Dia tidak menolaknya.. sambil menikmati hisapan mulutnya di penisku,, aku beranikan memasukkan tanganku ke balik celananya… Tapi Sebelum tanganku masuk semua ke balik celananya,dia menepis tanganku..

Aku :” achhhhhh.. ”

Uda seperti ini, masa’ iya gak melakukannya… ” aku harus membuatnya sange… ” ucapku nakal dalam hati..

Dengan gerakan cepat tanganku langsung menerobos masuk ke dalam celananya.. langsung keremas bokongnya yang sudah tidak ada yang menhalangi.. loh? Dia gak pakai panties..?

Dia berusaha menarik, mengeluarkan tanganku,, tapi kutahan tanganku disana.. kuremas bokongnya.. Akhirnya dia menyerah.. kini dia hanya memegang tanganku tanpa menariknya,,

Sudah hampir 5 menit dia memainkan mulutnya di penisku… beberapa kali dia mengangkat pinggulnya ketika remasan tanganku mengenai belahan pantatnya.. sepertinya disana bagian sensitifnya… kuhentikan remasanku dibokongnya, lalu ku masukkan tanganku lebih dalam kemudia kusenuh pangkal belahan bokongnya.. Kuusap lembut mengikuti garis belahan bokongnya sampai keatas mencapai lobang anusnya… Seketika dia berhenti mengulum penisku dan mendesis..

Rein :” sshhhhhhh…. ”

Aku ulangi beberapa kali seperti itu.. kemudian dia menegakkan tubuhnya membuat tanganku terlepas keluar dari celananya..dia menatapku.

Rein :” nakal… ”

Aku :” hehehe.. Uda sange? “dia cemberut… Lalu mengangguk..

“yesssss….. ”

Aku :” jadi…? ”

Dia tidak menjawabku, tapi langsung mencium bibirku.. Ciuman yg panas lagi.. Kemudian kudorong tubuhnya agar tidur disofa ini. dengan tubuhku yang sedikit menindih tubuhnya,, kami berciuman lagi… Sambil tanganku mengelus paha bagian dalamnya, dengan satu tangan kubuka resleting celananya, dan tanganku sampai masuk ke dalam celananya.. kucari memeknya.. Aku mengelus bagian atas memek itu… kemudian tanganku dipegangnya,, dia membimbing tanganku lebih turun ke bawah.. Dia ingin aku memasukkan jariku? Tanpa pikir panjang kumasukkan jariku di lobang memeknya yang sudah sedikit basah.. Kukocok memeknya dengan jari tengahku.. dia malah semakin panas mencium bibirku… mulutnya semakin menekan bibirku kemudian melepasnya…

Rein :” achhhhh…. deekk.. Terusinnn”

Dia menyukainya,, semakin keupercepat gerakan tanganku di Memeknya.. Rein malah menaikkan Branya ke atas,, payudara bulat itu langsung kulahap Tepat dibagian puutingnya…

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. Aaaaaaaaaaaa”

Rein tidak kuat mengeluarkan desahannya karena titik2 sensitif tubuhnya aku serang, kakinya merangkul kakiku.. membuat posisiku yg sebelumnya menindihnya kini bersebelahan sejajar dengan tubuhnya di atas sofa.

Beberapa menit memeknya kumainkan dengan jariku, kemudian dia berdiri… dia melepaskan celanaku… aku memposisikan tubuhku duduk di sofa… dia melepaskan juga celana pendeknya,, sambil tetap berdiri.. saat dia melepaskan kaos dan branya.. kuraih tubuhnya,, kemudian kukecup perutnya.. Sambil memasukkan jariku lagi di memeknya… bener2 sudah sangat basah memeknya…

Rein :” achh… isepin deekk..!”

Aku :” haaahh ini? ” maksudku memeknya yang sedang kupegang.

Rein :” he’em…achhhhh ”

GLEK,

Sedikit jijik aku memikirkannya,, aku masih melihati memeknya yang sedang kukocok.. Harus yah aku mencium itu? Membayangkan kelaminnya di mulutku..

Rein :” kalo gak mau gpp kok… langsung aja masuukin.. ”

Tadi Rein tanpa ragu memasukkan penisku di dalam memeknya.. aku gak boleh egois.. aku akan mencobanya..

Kulepaskan jariku dari memeknya, aku kemudian turun duduk di lantai, sehingga wajahku tepat didepan memeknya,,

CUP

Pertama kukecup bibir memeknya.. tidak ada respon darinya. Aku bisa merasakan aroma sesuatu yang begitu strong.. Penasaran dengan apa yang ada di dalam memeknya,, kubuka bibir memeknya dengan kedua tanganku… tapi tidak bisa terlihat jelas lobangnya karena sempit sekali.. hanya terlihat lapisan lapisan dinding bagian dalam memeknya yang mengkilau karena lendir yang keluar dari memeknya,, aroma yang tadi tadi kurasakan malah semakin kuat menusuk hidungku saat kubuka bibir memeknya..

Tinggal dihisap kan?

Kulirik ke atas melihat wajah Rein… dia masih menunggu tindakanku selanjutnya..

“oke Rein.. Aku akan mencobanya… ” ucapku dalam hati.

Kukeluarkan lidahku dan mengusap bagian dalam memeknya bagian bawah.

Rein :” sshhh…. ”

Jadi seperti ini rasanya? Tidak jelas rasa apa yang kurasakan di lidahku, manis, asin, asem jadi satu… sepertinya gak masalah… Kujilati lagi memeknya, kini bagian atas memeknya terkena usapan lidahku.. dia malah mendesahh.

Rein :” achhhhh… Shhh disitu Dek.. ”

Dia menyukai jilatanku di bagian ini.. di bagian seperti tonjolan… langsung kujilati memeknya berfokus di bagian itu..

Kuhisap kuat2 memeknya sampai sebagian cairan yang keluar dari memeknya masuk ke dalam mulutku.. aku tidak mempedulikannya.

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. Aaaaaaaaaaaa… ”

Desahan Rein semakin keras menggema di seluruh ruangan lantai 2..

Rein :” ohhhhhhhhh… Ahhhhhh….. Aaaaaaaaaaaahhhha….dekkkk”

Rein bener2 seperti kesetanan kalau sedang mendesah.. kenceng banget,, Ressa kemarin gak sekencang ini waktu dia bermain dengan Galih.

CKLEK..

Aku langsung kaget mendengar pintu bawah kebuka… pasti Mbak Tina masuk ke dalam rumah., tap tap tap tap. kudengar langkah kaki cepat seperti berlari..

Aku :” Rein.. Ayo cepat masuk kamar… ”

Rein :” hahh.. Hahh… Bentar” dia masih ngos2an

Rein :” Mbak Tina…. ” ucapnya dengan keras..

Mbak Tina :” iya Mbak… Mbak Manda kenapa kok berteriak…? ” ucap Mbak Tina dengan keras dari bawah..

Tuh kan… suara Desahan Rein sangking kencengnya sampai terdengar sampai luar.

Rein :” Ada kecoa Mbak… Gpp kok, uda diusir sama Rega”

Mbak Tina :” owala iya Mbak… ”

Rein :” Mbak Tina tolong kolam renangnya di bersihin yah.. aku mau renang.. ”

Wow.. good idea.

Mbak Tina :” Iya Mbak,, memang mau saya bersihin kok.. ”

CKLEK

Pintu dibuKa dan ditutup lagi…

Aku :” kenceng banget sih suaramu… ”

Rein :” hihihi. kenceng banget yah? Aku memang gitu kalo lagi mendesah… apalagi enak banget tadi Dek.. kamu kok pinter sih gituin punyaku.. ”

Aku :” suka..? Aku sih asal aja ngelakuinnya.. hihihi.. Tapi jangan keras2 dong suaranya.. Ketauan bisa gawat nihh”

Rein :”mau gmna lagi.. aku gak bisa menahannya.. Aku kan anaknya ekpresif banget.. Xixi.. Ayo gituin lagi dek… Mau lagi.. mau lagi. “rengeknya padaku,,,

Aku :” iya tapi jangan kenceng2..”

Rein :” iya..iya.. Bawel… ehmmm. aku tau.. ” dia seperti punya suatu ide..

Rein :” kamu tiduran dek…!”

Aku :” dikamar aja yuk… ”

Rein :” uda disini aja.. ”

Mendengar perintahnya aku langsung rebahan di sofa.. Melihatku sudah berbaring dia naik ke sofa dengan posisi perutnya diatas wajahku.. Kemudian dia posisikan memeknya biar pas di wajahku… Langsung kuulangi menghisap memeknya.. Kemudian dia menunduk langsung melahap penisku… Jadi ini maksudnya,, kami saling memanjakan kelamin masing2 dengan mulut kami. Sebuah pemandangan yang sangat menggiurkan, bongkahan bokong putih tepat diwajahku, Aku bisa melihat lobang anus Rein dengan posisi ini.. beberapa kali,, kusentuh bagian itu.. dia pasti kegelian.. Sedangkan Rein menjilati setiap bagian penisku sampai ke bagian 2 telor di bawah penis.

Cukup lama kami melakukan itu… kami sama2 menyukai posisi seperti ini.. dengan begini, Rein tidak lagi mendesah karena harus mengulum penisku.

SLURPPPP SLURPPP… AHH

Suara seperti yang terdengar di sana,,, sekarang malah Rein semakin cepat mennggerakkan kepalanya,,, membuat pinggulku terangkat sangking enaknya,,,,

SLURPPPP SLURPPP SLURPPPP SLURPPP

Aku sudah tidak bisa menahan spermaku yang ingin segera keluar…

Aku :”Rein.. aku gak kuat.. mau keluar.. Minggir dulu”

Rein :”achhhh… keluarin aja Dek… ”

Aku :” hahh.. ? Dimulutmu? ”

Rein :” hmmm. Hm.m… ”

Gak jelas apa maksudnya, dia mengatakan sesuatu sambil mengulum penisku…”

Tidak ada pilihan lain..

CROT CROT CROT

Di dalam mulutnya aku mengeluarkan spermaku,,tapi dia malah menyedotnya sampai habis… Rein sungguh liar…

Bahkan setelah orgasme pertamaku dia masih mengulum penisku,, tidak dibiarkannya penisku menciut… langsung tegak meskipun rasanya ngilu harus tegak kembali..

Posisi Rein yang diatas membuatnya dengan mudah menekan pinggulnya ke wajahku sambil digerakkan maju mundur.. . aku sampai kewalahan karena pinggulnya yang bergerak.. kupegangi bongkahan pantatnya saat pinggulnya bergerak.. kuremas kuat2.. Aku sangat menyukai bokongnya.. Enak banget dipegang.

Kemudain dia turun dari tubuhku, turun dari sofa… dia menindihku lagi tapi tidak seperti tadi..

Dia menciumku,, tak peduli masih ada sisa cairan/sperma/lendir yang masih menempel di bibir kami… kami tetap berciuman..

Rein :” enak Dek? ”

Aku :” banget.. kamu uda sampai? ”

Rein : “uda sampai 2 kali malahan… kalo uda gini,, susah nolak ajakanmu dek.. Mana sekarang aku uda putus sama Tony. .”

Woww.. Rein sudah orgasme 2 kali dengan mulutku …

Aku : “ya jangan ditolak… Xixi”

Rein : “hmm maunya… emmm,, Okelah aku nyerah, kamu bisa memintaku kapanpun kamu mau..”

Aku : “seriusss? Asiikkkk…”

Rein : “tapi jangan sampai mengganggu aktivitas kita ya,, harus tau waktu, dan jangan sampai ketauan siapapun…”

Aku : “iya kakakku sayang…”

CUP.

Rein : “kalo uda gini aja manggil kakak.. Dasar..”

Rein : “satu lagi, bajuku akan selalu terbuka untukmu asal kamu juga terbuka denganku soal cewek yg dekat denganmu, dengan siapa kamu melakukannya.. kamu bisa bebas melakukan dengan siapapun. asal kasih tau aku siapa mereka,,”

Aku : “eh.. kenapa sih? ”

Rein : “keberatan? Kalau kamu keberatan aku juga berat melakukan denganmu…”

Susah nih kalo disuruh terbuka, aku kan anaknya tertutup banget.. apalagi masalah beginiaan… tapi okelah, asalkan aku bisa melakukan dengannya… hihihi. toh aku juga tidak berencana melakukannya dengan siapa2.

Aku : “oke deal…”

CUP.. Kini dia yang mencium bibirku..

Obrolan kecil ditengah tengah permainan panas memang bisa membuat susasana menjadi romantis.. Apalagi bisa memeluk tubuh telanjang Rein yang sedang menindihku.. kuusap punggungnya..

Rein : “mau menu utama…?” dia tersenyum..

Aku : “aku sudah menunggu dari tadi…”

Kemudian dia bangkit dari tubuhku,, dia menarikku untuk duduk di sofa.. kemudia dia mengulum penisku lagi ketika melihat penisku lemas…

Aku : “uh….”

Slurpp.. Slurpppp..

Saat sudah berdiri.. kini dia memposisikan tubuhnya duduk di pangkuanku dengan membelakangiku…

Dia memegangi penisku dan mengarahkannya di memeknya, kemudian..

bLESS

Rein dan aku : “achhh…”

Dengan posisi seperti ini, Pinggullnya Rein naik turun..

bug bug bug bug

Suara bokong rein ketika turun mengenai pertuku..

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh…”

Dari belakang.. Kuremas payudaranya.. membuatnya semakin mendesah keras..

Rein :” ahhhhhhh… Ahhhhhh….. Aaaaa..”

Bug bug bug bug

“achhh….”

Badannya agak dimiringkan, membuatku bisa menciumi payudaranya.

Bug bub bug bug

Kemudian dia mengulek pinggulnya ke kanan ke kiri.. Maju mundur…

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. Aaaaaaaaaaaa”

Seksi bener suara desahannya… Aku gak tahan mendengarnya..

Beberapa menit posisi sperti itu, dia kemudian turun dari pangkuanku… dia membungkuk dengan satu kaki diatas sofa.. satu kaki jatuh dilantai..

Rein : “coba dari belakang dek.. kamu pasti menyukainya..”

Ini yang biasa disebut posisi doggy stle yah.. ? Oke aku akan mencobanya…

Kali ini aku yang memegangi penisku mencari lobang memeknya,, agak kesusahan mencarinya.. susah kalo sperti ini. Aku paksakan masuk tapi tetap tidak ketemu…

Rein : “pelan Dek.. Jangan buru2 gitu napa..”

Kucoba lagi mengarahkan penisku agak kebawah,

Bless

Langsung masuk… tanpa ragu kugenjot memeknya dari belakang.. benar kata Rein.. aku menyukai posisi ini..

Selain penisku bisa masuk sampai mentok.. aku juga bisa melihat pemandangan tubuh indah Rein dari belakang…kulitnya yang putih, perutnya yang langsing, bokongnya yang gede..

Plok plok plok plok

Membuatku semakin keras menyodoknya.. Kutekan pinggulnya dengan tanganku..

Rein :” ahhhh… Ahhhhhh….. Aaaaaaaaaa..”

Beberapa kali dia melirikku,, aku memandangi keluar masuk nya penisku di memeknya..

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. Hahhhhhh”

Plok plok plok plok

Plok plok plok plok

Kuremas bokongnya dan kuraih payudaranya yang keliatan menggantung,,,,

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. nggggggghhh”

Kemudian tubuhnya ambruk.. Dia tidak lagi membungkuk.. dia tengkurap disofa dengan posisi penisku masih di dalam memeknya..

Agak kesusahan aku menggenjot memeknya karena bokongnya terlalu besar.. membuat penisku tidak bisa masuk maksimal.

Rein :” ngg.. Ahhhhhh….. terusin kayak gini Dek.. enakk..”

Dia menyukai posisi seperti ini.. Semakin kugenjot dengan kuat…

Blug blug blug blug

Sumpah enak banget seperti ini,, menyodok bokongnya. kupegang punggungnya yang sudah basah karena keringat.

Rein :”ahhhhh……. ”

Sambil kugenjot, kuraba payudaranya dari samping. kuremas sekencang mungkin…

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. Auwwwhhhhhhhh…”

Blug blug bug blug

Aku :” aku gak kuat Rein kalo kayak gini…. ”

Rein :” haduuhh jangan keluar dulu…. Pelan pelan.. ”

Kukehentikan gerakanku dan kurobohkan tubuhku menindihnya.. punggunya terasa licin karena keringat.. Kuciumi tengkuk lehernya…kami berdua ngos2 ngosan…

Aku :” hahh.. Hahh.. kok bisa enak gini yah? .. ”

Rein :” hahha.. Mau gini tiap hari dek? ”

Aku :” mau….”

Rein :” bisa lower punyaku,, kebagian apa ntar calon suamiku”

Aku :” hehehe.. ”

Rein :” berdiri Dek… Kayaknya kamu bakalan cepet keluar kalo posisi kayak gini..

Kucabut penisku dari memeknya… Setelah itu dia berdiri dan merebahkan tubuhnya terlentang di sofa dengan Kakinya ditekuk keatas..

Tanpa perlu disuruh, aku langsung mengarahkan penisku ke dalam memeknya,, ntah kenapa kali ini bisa langsung masuk tanpa harus dipegangin. .

Rein : “ahhhhhhhhjhhhhhh…. ahhhhhhhhh…”

Plok plok plok plok

Rein :” nghhhhh… Ahhhhhh….. Aaaaaa*

Dia begitu tak berdaya menerima hujaman penisku di memeknya,

Sambil kupegang kedua kakinya, pinggulku bergerak maju mundur…

Plok plok plok.

Benerapa menit bisa bertahan… Lalu dia mendesah dengan cepat.

Rein :” ahhhhh… Ahhhhhh….. Aaahhhh.. ahhhhhh.. Ahhhhh. Ahhhhhh.. Aku mau nyampek… Ahhhh.. Achhhhhh… ”

Kurasakan penisku semakin dijepit memeknya… semakin kutambah nikmatnya dengan memegang puting susunya dan sodokanku semakin cepat..

Payudara bulat Rein naik turun mengikuti goyangan tubuhnya saat kusodok memeknya…

Rein :” achhhhhhhhhhhhhhhhhhhh.. aku uda.. Aku uda….”

Dia sudah orgasme,,,,

Aku :” ahhh.. Sebentar lagi,, sebentar lagi Rein… ”

Aku sudah tidak kuat menahan ledakan spermaku.. tapi aku masih nekat menyodok memeknya… aku masih menahannya, aku masih ingin menikmati gesekan ini…

Plok plok plok plokk

Rein :” achhh.. Achhh.. Jangan di dalemm… Jangan di dalemm… ahhhhhhhhhh”

Oiya.. aku langsung mengingat waktu itu saat aku mengeluarkan spermaku di dalam memeknya yg masih belum jelas dia bakalan hamil atau enggak.

Langsung kukeluarkan penisku dan dia langsung mengocoknya.. hanya butuh sekali kocokan spermaku muncrat di atas perutnya….

Badanku merinding langsung merasakannikmat yang tidak ada duanya ini… dia tersenyum melihat ekpresi orgasmeku.

Kudekati wajahnya… dan kucium lagi bibirnya.. Lalu kuposisikan tubuhku disampingnya.. dia langsung memelukku. Sperma yg tadi diperutnya ikut menempel ditubuhku.

Nafas kami masih tidak bisa teratur… benar2 luar biasa…

Rein :”hahh..hahh.. kamu uda jadi cowok sejati Dek… ”

CUP

Rein :” kamu uda bisa bikin pasanganmu sangat puas… ”

CUP

Aku :” aku kan memang hebat… Palingan besok2 kamu yg akan memintaku.. hahaha”

Aku :” auwwww…..” kurasakan perutku dicubit Rein..

Rein :” gitu aja uda sok sok an… ”

Aku :” hehehe… makasih ya Rein… Kamu memang kakak terbaik di seluruh dunia.. ”

Rein :” hahaha alay… ”

CUP.

.

Tak terasa hampir 2 jam permainan panas itu berlangsung…. setelah pergi keluar cari makan.. kita melakukannya lagi di kamarku. sampai jam 2 pagi kami masih mengadu kelamin kami… kami tak pernah merasa lelah, kami seperti pasangan yang baru saja menikah dengan hasrat yang begitu besar, kami tak henti hentinya saling memuaskan,, Apalagi bagiku yg baru saja melepas perjaka. Rasanya wonderfull…

.

.

Keesokan harinya aku terbangun karena merasakan kedinginan.. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi.. kota ini benar2 dingin… Rein masih tertidur disebelahku.. Dia pasti sangat kecapek’an… kupandangi wajahnya, aku mengingat kejadian semalam sampai jam 4 subuh tadi… tak terhitung berapa kali kami orgasme… kemudian tiba2 tubuhnya bergerak dia memelukku.. Membuat wajahku tepat berada di payudaranya… sepertinya dia juga kedingingnan.. Gimana gak kedinginan.. kami berdua tidur telanjang tanpa tertutup selimut…

Kumainkan puting susunya dengan lidahku…

Rein :” deeeekk.. masih kurang aja semalem.. “ucapnya masih terpejam..

Aku :” xixixi.. ” ternyata dia sudah bangun

Kukecup payudaranya yang menggemaskan itu..

tok tok tok

Kudengar pintu kamarkau diketuk…

Mbak Tina :” Mas Rega… ada telepon dari Mas Adit.. ”

Adit? Ngapain tuh bocah minggu2 telepon..

Aku :” bilang aja masih tidur mbak… ”

Mbak Tina :” katanya penting Mas… ”

Rein :” uda sana angkat dulu… ”

Aku :” hufttt… ”

Kupakai pakaianku seadanya.. dan keluar dari kamar.

.

Aku : halo

Adit : halo bro.. lagi dirumah bro?

Aku : lah kamu kan telepon di rumahku?

Adit : oiya.. Hahaha

Aku : baga…ada apaan?

Adit : bro gawat.. cepetan kesini bro..

Aku : gawat kenapa? Ngapain kerumahmu?

Adit : uda cepetan, ada yang pengen ketemu Sama kamu..

Aku ; siapa?

Tuttttttttttttttttttt

Sialan ditutup…

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler