. Halaman Baru Part 26 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 26

0
264

Halaman Baru Part 26

REIN vs AL

Setelah permainan kartu yang cukup menegangkan itu, aku dan Rein sepanjang malam hanya di dalam kamarnya, kami mengobrol dan bercanda berdua sampai malam mengenai banyak hal, dia mengajariku tentang banyak hal mengenai wanita. Aku hanya keluar kamar sebentar untuk mengambil makan untuk kami berdua. dan pertama kalinya aku tidur dalam keadaan telanjang ditemani Rein yang juga tidak memakai apa2.. dia memelukku sepanjang malam. Ternyata tidur telanjang sambil berpelukan dengan seroang wanita itu Rasanya menyenangkan dan menenangkan.. gesekan demi gesekan diantara kedua kulit tubuh kami begitu mengasyikkan, pastinya aku tidak bisa tidur dengan keadaan seperti itu. Aku masih tidak berani macam2 menyentuh tubuhnya dan aku hanya bisa pasrah digunakan sebagai guling hidup untuknya.

.

.

KEESOKAN PAGINYA

Rein : “Dek…”

Aku : “hmm..” Rein membangunkanku, tapi aku masih terasa ngantuk karena semalaman susah tidur.

Rein : “Dek.. Bangun….”

Aku : “hmmmm…” aku masih males membuka mata.. Aku mencari guling dengan meraba raba tempat tidur.. tapi yg kutemukan malah tubuhnya Rein.. langsung kupeluk tubuh telanjang itu dan kepalaku ndusell di pinggulnya..

Rein : “hmm manja beneerr… Ayo bangunnn” aku masih tidak kuat membuka mata..

Sesaat kemudian tiba2 kurasakan geli di penisku. Seketika membuat mataku terbuka…

Rein : “tuh kan langsung bangun.. Xixixi” Rein mengocok penisku…

Aku : “shhh. Reinn.” aku mendesis merasakan nikmat kocokan tangannya Rein di penisku..

Rein : “sumpah beneran ini gede banget loh dek.. muat gak yah ini masuk di punyaku” dari semalam dia tidak henti2nya kagum dengan gedenya penisku..

Aku : “dicoba aja biar tau muat apa Gak…” aku bercanda dengannya…

Aku : “auwwwwww. ” aku merasa kesakitan karena tiba2 penisku diremas kuat sama tangannya, membuatku semakin melek,,.

Rein : “Nakal… Masih gak nyadar aja semalem di kasih tau”

Aku : “becanda tau.. salah sendiri pagi2 bikin tegang..”

Rein : “hehe.. Gemes aku dek liat punyamu,, bawaannya pengen ngocok mulu.. Xixi”

Aku : “kalau gitu kocokin lagi dong…!” aku sudah mulai berani nakal dengannya,, tapi maksudku Cuma bercanda..

Rein : “ckck mulai ngelunjak. .. Ntar kamu pengen loh..”

Aku : “uda pengen dari tadii gara2 kamu….”

Rein : “haha.. yauda ayo dikamar mandi aja… ntar tempat tidurku becek kenak cairanmu kalau ngocok disini..”

Rein : “ntar ketauan mbak tina(pembantu) bisa berabe..” ucapnya berbisik padaku..

Iya juga sih,, di rumah ini masih ada pembantu dan sopir.

Kemudian dia turun dari tempat tidur menuju kamar mandi di dalam kamarnya.

Rein : “ayo.. mau dituntasin gak?”

Eh dia beneran nanggepin serius.. yauda deh ini rejeki pagi hari.. Xixi. aku turun dari tempat tidur dan menyusulnya. Waktu aku masuk ke kamar mandi,, kulihat Rein sudah berendam di bathub yang lumayan gede dengan air yang hanya sedikit di dalam bathub itu…

Rein : “Sini…” dia menyuruhku masuk ke dalam bathub dan duduk membelakanginya. Dia langsung memelukku dari belakang dan memegang penisku ketika aku sudah masuk ke dalam bathtub.. bisa kurasakan payudara Rein menempel kenyal di punggungku. Kemudian kepalanya di posisikan di pundakku. Menyenangkan sekali dipeluk seperti ini oleh Rein, aku bener bener merasa dilindungi dan merasakankan kenyamanan dipeluk wanita dari belakang apalagi dengan tubuh kami yang telanjang,.

(gak nemu gambar yang pas,, anggep aja posisinya seperti itu,, wkwk)

Aku : “achhh…”

Kocokan tangannya sangat lembut,, sungguh aneh yang kurasakan ssaat ini, airnya terasa dingin tapi tubuhku panas dari dalam.

Rein : “enak.. ,,?”

Aku : “banget… Achhhhh”

Rein : “mau dikocokin tiap pagi?”

Aku : “emang boleeh,,,?sshhh”

Rein : “gak boleehhh.. xixi.. gak baik tiap hari kayak gini..”

Buset,,, selalu PHP

Aku : “lalu kenapa orang yang sudah menikah boleh melakukannya tiap hari? Kan sama2 orgasme.?… Achhhh”

Kocokan Rein semakin cepat…

Rein : “waduh yak gak ngerti dek.. tanya dokter aja.. hahaha,, pokoknya jangan onani tiap hari.. Gak baik buat kesehatan dan psikismu..”

Rein : “segera cari pacar,, biar tersalurkan.. harus yang masih virgin loh yah…”

Aku : “iya.. Iya.. Tapi aku masih belum berani melakukannya.. Aku gak bisa. .. Ajariin”

Aku :” aduhhhhh… Sakit Reinnn” dia meremas penisku lagi..

Rein : “dibilangin gak boleh sama aku… Bandel yahhh”

Aku : “hehe bercanda kali.. ”

Rein kembali mengocok lembut penisku… tapi Kini dia semakin erat memelukku…

Rein : “seandainya ortu kita gak nikah, seandainya aku masih virgin.. kamu mau melakukannya denganku?”

Aku : “kok gitu pertanyaannya?”

Rein : “ishh bawel.. jawab aja”

Siapa yang gak mau melakukannya dengan cewek secantik dan sexy kayak Rein? Cowok homo yang gak mau sama dia..

Aku : “mau..”

Rein : “kenapa,?”

Aku : “ehh.. ehmm karna kamu cantik dan sexy..”

Rein : “ohh..”

Hehh? Gitu doang tanggepannya,,,?

Aku : “cuma Ohh?.. Achhh.. Ssshhh.”

Aku sudah hampir dibatas puncak orgasmeku..

Rein : “cukup tau aja, kamu mau melakukannya hanya karna melihat fisikku..”

Eh? Sepertinya aku salah jawaban.. bodohnya aku tidak mengerti perasaanya,, aku memang belum ngerti perasaan wanita.

Aku : “maaf ya Rein..”

Rein : “kenapa Minta Maaf? Kan cuman seandainya..”

Aku : “kalau kamu yg ditanya gitu?”

Rein : “alasan kenapa mau melakukannya denganmu? Ehmm.. Ya karena kontolmu yang gede ini…. hahahaha”

Sialan dia malah bercanda…

Aku : “ohh…”

Rein : “gak usah sok sok an baper…”

aku : “hehehe… Enak ya melakukan itu.?”

Rein : “banget… bayangin aja kontolmu segede ini keluar masuk di lubang sempit… kamu pasti merem melek.. Xixi.”

Aku :” berapa cowok yg sudah tidur sama kamu? ”

Rein :” gak sopan pertanyaannya.. ”

Aku :” hehe maaf.. Maaf”

Rein selalu sebel jika kutanya kehidupan seksnya..

Rein :” Achhhh… ”

Eh dia kok ikutan mendesah??

Aku : “loh kamu kenapa?”

Rein : “gara2 kamu aku jadi ikutan sange. Achhh. .”

Kini Payudara Rein digesek gesekkan di punggungku.. sepertinya satu tangannya memainkan memeknya sendiri, sambil tetap satu tangannya mengocok penisku.

Rein : “achhh… ngghhhhhh Dekkkk”

Desahan Rein terdengar begitu menggoda..

Rein : “achhh.. gede banget dek..kencengin.. . Nghhhk”

heehhh? Mungkinkah dia masturbasi sambil ngebayangin melakukannya denganku? Kenapa gak pacarnya aja?

Rein : “achhhhh.. terus… Terusss.. fuck me…”

Kocokan tangannya di pensiku semakin cepat. aku semakin tidak kuat… hingga akhirnya spermaku muncrat..

CROT CROT CROT,

tapi Rein tetap mengocok penisku.. aku lihat ke belakang ke arah wajah Rein,, matanya terpejam

Rein : “shhhhh….”

Aku gak tega menghentikan kenikmatan yg dia rasakan…

Rein : “eh uda yah?” ucapnya saat dia membuka mata,,

Aku : “lanjutin Rein.. Mau dibantu?”

Rein : “ehmmm, ntar jadi keterusan Dek,,, aku gak bisa nahan diri kalau uda sange,,”

Aku : “janji gak akan aku masukkan Rein,,, atau perlu aku pake celana dulu?”

Rein : “Janji yah..? yauda kamu berdiri dulu,,,”

Reflek aku berdiri menuruti perintahnya, lalu dia juga ikutan berdiri keluar dari bathub,,,

Rein : “kamu rebahan dek,,,”

Aku rebahan di bathub itu dengan kepalaku ada di tepiannya,, kemudian dia memposisikan tubuhnya rebahan di atas tubuhku,, bisa kulihat jari tangan Rein sudah masuk lagi di memeknya,,,

Rein : “pegang susuku Dek,,”

Aku : “Sekarang,,?” dia hanya mengangguk..

Langsung kupegang kedua payudara Rein,, kubelai lembut dari sisi sisi payudaranya sampai menuju dekat dengan putingnya,,,

Rein : “Ouhhhh,,ssshhhh”

Kedua tanganku menyusuri lingkaran bentuk bulatnya payudara Rein dengan lembut.

Aku : ”gede banget Rein susumu,,”

Rein : “Suka? Achhhhhh,,,,ssshh”

Aku : “He’em,, bisa keluar airnya susunya gak Rein?”

Rein : “hahaha,,,, ya belum bisa dong dek,,, hamilin aku dulu baru nanti keluar air susunya, mau?”

Aku : “Haaahhh?”

Rein : “xixixi,, masih kecil uda berani buntingin kakaknya sendiri…”

Aku : “hehe,, aku kan gak ngerti Rein..”

Kali ini aku memegang penuh kedua payudara Rein dengan putingnya,,,

Rein : “achhh,, Cubitin kayak gini Dek,,”

Dia memegangi tanganku dan mengajariku memilin putingnya,,,

Rein : “achhhhhhhhhhhh… iya gitu deeekk,,nghhhhh,, aaaaaaaaaaachhh”

Tubuhnya Rein bergerak gerak diatas tubuhku saat kedua putingya aku pilin,, dia langsung merintih,,, rinitihan suara desahan Rein begitu menggoda,, persis seperti suara artis cd bokep Jepang yang dulu aku pernah beli dengan Dika temenku SMP. Suara desahannya, dan gesekan tubuh Rein ditubuhku membuat penisku perlahan menegang kembali. Rein pasti merasakan penisku yang menegang menyodok bokongnya,, agak sakit sih karena penisku yang berusaha tegak tertekan bokongnya Rein.

Rein : “aaaa… aaaaa,,, sssshhh,,, masukin Dekk,, masuuukiiinnn..”

Aku : “haaahhh,, seriusss?” dia menyuruhku menyetubuhinya,,, seriusan nihh? Jantungku langsung berdebar,,,,

Rein : “Achh,, ennn,,ggaakkk,,, aku Cuma ngebayangin Dek,,ahhhhhhhh ”

Ohhh,, kirain,, hehehe…

Rein : “Deekkkkk,,,nghbnhghhh ,,,ssshhhh kencengin sayang,,, sampai mentok,,,”

Kemudian Rein sedikit menggerakkan tubuhnya ke atas, membuat penisku terbebas dari tekanan bokongnya,, lalu jarinya dikeluarkan dari memeknya untuk memegangi penisku yang posisinya sekarang berdiri tegak tepat di depan memeknya. kurasakan jari tangnnya yang basah karena cairan memeknya saat memegangi penisku.

Astaga apa yang akan dia lakukan ?

Akankah dia akan memasukkannya di dalam memeknya..? apakah dia sudah tidak bisa mengendalikan nafsunya..?

Kemudian perlahan tubuhnya diturunkan hingga memeknya menyentuh penisku,,lalu dia terdiam tanpa gerakan,, bisa kulihat matanya terpejam sambil nafasnya begitu berat,, dia seperti memikirkan sesuatu,,,

Setelah beberapa detik diam, Kemudian dia mulai menggerakkan pinggulnya ke atas dan kebawah secara perlahan sambil satu tangnnya memegangi penisku,membuat penisku menggesek bibir memeknya,,, satu jari tangan satunyanya masuk sedikit di bagian atas memeknya,,, luar biasa rasanya,, tapi aku masih takut dia akan memasukannya,,,

Rein : “achhh..ahhhhhhhhhhhhhhhhh…shhhhh”

Gerakan pinggulnya semakin cepat,,, bisa kurasakan bibir memek Rein mulai terbuka karena penisku ditekan ke memeknya,

Rein : “achhhhhhh,,,ehhhh ngghhhhhhhh ,,, Dekkkk”

Beberapa kali gerakan pinggulnya hampir membuat penisku masuk ke dalam memeknya, karena kepala penisku terbentur memeknya bagian atas,,,, aku deg degan dengan kondisi sepeti ini,

Tidakk,,, jangan samapai masuk,,, aku tadi sudah janji kepadanya…

Aku : “Rein jangann,,,”

Rein : “haaahh,,, ahnhh,,,,,, achhhh,, sss..”

Gerakan pinggulnya semakin cepat,, semakin cepat….

Aku : “Rein,, stopp,,,,”

Mendengar ucapanku dia menghentikan gerakan pinggulnya,, dia juga sudah melepas penisku,,, matanya terpejam dan nafasya ngos ngosan diatas tubuhku…

Rein : “aku tau kok Dek,, tenang aja..”

Gimana bisa tenang,, hampir saja tadi masuk,,,, aku kasian sama Rein sepertinya dia belum tuntas,,,

Aku : “mau pake tanganku aja?” aku menawarkan tanganku mengocok memeknya,, aku pernah melihat adegan di pilm bokep dimana sang pria memasukkan tangannya ke dalam memek pasangannya..

Rein : “kamu mau memasukkan jarimu ke punyaku..?”

Aku mengangguk..

Rein : “gak boleeh…”

Rein : “nanti malem aja…” ucapnya pelan padaku.

Aku : “jadi bolehh?” Dia haya tersenyum..

Aku : “yes.s..”

Rein : “selama kamu gak minta memasukkan kontomu itu ke punyaku.. it’s oke,, anggep aja kamu belajar,, lagipula aku sudah sampai kok Dek,, nih liat,,,”

Dia memasukkan jarinya ke dalam memeknya dan langsung mengeluarkannya,, ketika jarinya ditarik keluar, terlihat cairan kental yang ikutan tertarik dan menempel di jarinya…

Wowww,, seperti itu cairan wanita,,,

Rein : “nih,, emutin…!” dia menggerakkan tangannya yang masih menempel lendir itu ke arah wajahku,,,

Aku : “Gak ,, gak mau,,, ihh jorokkk” aku menahan tangannya agar tidak sampai ke wajahku,,,

Rein : “hahahaha,,, Adekk, adekk,,, suatu saat kamu pasti menyukainya..”

Eh..?

Rein : “sudah ayo mandi… uda siang nihhh”

Aku : “tungguu,, kenapa kamu tadi bayangin aku?”

Rein : “Gak boleh.? Mau Protes? Aku gak pernah protes kamu jadikan aku fantasimu waktu kamu beronani ria.. ya kan? Ya kan?”

Buset.. dia tau aku sering masturbasi bayangin dia..

aku : “boleh kok.. Boleh. Hehe”

Kami berdua pun menyudahi permainan kecil di bathub dan berdiri di bawah shower bersama.. dia menyabuniku,, tapi aku gak dibolehin menyabuninya… curang

.

.

.

SATU JAM KEMUDIAN DI SEKOLAH.

Aku memakirkan sepedaku di halaman parkir sekolah,, kulihat keadaan sekitar sekolah ini masih sama seperti biasanya.. dan seperti biasanya, Rein tadi cemberut karena aku masih tidak mau berangkat kesekolah semobil dengannya.. xixixi, dia keliatan semakin cantik kalau cemberut.

Tidak kusangka sekarang aku Kelas 11 SMA, waktu guru BP memulai program penjurusan bagi kelas 10, dengan hati yang mantap kutuliskan jurusan IPS sebagai pilihan utama. aku tidak mengikuti jejak Rein yang masuk ke kelas IPA,, otakku tidak seencer dia,hehehe. Adit pun demikian,, dia juga sudah mengatakan jauh2 hari padaku akan memilih jurusan IPS. Saat memasuki lorong sekolah beberapa siswa melihatku dengan pandangan aneh..

“siapa dia?”

“anak baru yah?”

“keren banget,,”

“ganteng pisan..”

“kayak mantanku..”

“itu masa depanku..”

Suara samar2 terdengar di telingaku ketika melewati kerumunan para siswa.. sangat beda sekali dengan setahun yang lalu dimana hanya suara tertawa sinis dan menyindir ketika aku berjalan melalui lorong ini. Kini semuanya berbeda, mereka terkagum kagum melihatku, aku menjadi semakin percaya diri, aku seperti baru dilahirkan kembali… waktu aku berbelok ke lorong yang lain, aku berpapasan dengan Alexa, tidak sengaja aku menabrak tubuhnya.

Aku : “Maaf.. Maaf…” dia melihatku dengan tatapan yang terkejut .

AL : “kamu kan…?”

Aku hanya tersenyum dan meninggalkannya kebingungan.. xixixi, “sekali sekali jadi anak sombong…wkwk.” ucapku dalam hati..

Kemudian dari kejauhan aku melihat Galih dan Gengnya.. mereka sekarang sudah kelas 12.. Semoga mereka insyaf dan fokus untuk ujian nasional. Galih sempat melihatku, sejujurnya aku masih trauma jika bertemu dengan mereka, rasa takut itu masih ada.

“busett rame banget…”

Ucapku ketika sampai di papan pengumuman, kebanyakan siswa yang sedang mengerumuni papan itu adalah siswa kelas 11, sama denganku mereka juga pengen tau masuk di ruangan berapa dan sekelas dengan siapa. Aku melihat Adit keluar dengan susah payah dari keramaian itu..

Aku : “Woii. Dit…” aku menghampirinya..

Adit : “eh Ega? Gokil men.. . bisa jadi kayak gini kamu sekarang? Habis bertapa di gunung mana?”

Aku : “hehehe bisa aja kamu Dit..”

Adit : “aku tau.. pasti bertapa di gunung kembarnya Amanda yah?.. Haha.. aku tadi melihat kakakmu, tambah sexy aja tubuhnya…”

Aku : “hehehe.. ”

Adit : “jangan sering2 dekat denganku,, bisa kalah ngetop nih sama kamu.. .. ”

Adit :” eh.. tau nggak? Kita sekelas lagi.. Haha.. kita memang ditakdirkan selalu bersama Ga.. hahaha”

Aku : “Oh yah?? Syukur deh…” aku sudah sangat cocok bergaul dengan Adit.. Senangnya masih bisa sekelas dengan dia.

Adit : “satu lagi… Lihatlah siapa yang sekelas dengan kita”

Aku : “eh siapaa?” dia menarikku ke depan papan pengumuman, aku dipaksanya menerobos keramaian para siswa..

Adit : “lihat ini..” dia menunjuk ke suatu nama di salah satu kertas yang ditempel di papan itu.

“Ressa”

Aku sekelas dengan Ressa, badanku langsung merinding. Setelah setahun dia menghindariku, malah sekarang dia satu kelas denganku..

Adit : “ayo ke kelas…”

Ditengah perjalanan menuju kelas, aku melihat salah satu temanku waktu kelas 10,, namanya Amelia. Dan dia sekelas lagi denganku..

AMELIA

Aku : “Hei.. Mell,,” aku menyapanya dari belakang.. dia tampak kaget melihatku..

Amel : “aaaaaaaa.. Egg.. Ga?.. Eh….” dia langsung berlari menjauhi kami..

Aku : “kenapa dengannya?”

Adit : “tau’,, dia kan memang anaknya pemalu dan pendiem, sayang banget, padahal dia cantik..”

Iya juga sih, Amelia memang anaknya pemalu, bahkan lebih pemalu dari aku.. setahun sekelas dengannya hanya sedikit obrolan yang terjadi antara aku dan dia. Sehari hari Amelia kelihatan sangaaattt kalem, lemah lembut, bahkan terlalu kalem kalau menurutku, Amel anaknya begitu baik dan ramah, dia tidak suka kekerasan..

mengingatkanku dengan Hinata di serial Naruto.. xixi. dan benar kata Adit sebenarnya dia cantik. Coba dia lebih PD,, pasti jadi deh tuh anak.

Saat kami berdua memasuki kelas, semua siswa langsung berbisik bisik dengan teman sebangkunya.. aku hanya mengenal beberapa dari mereka termasuk Amelia dan, Ressa… itu dia.. dia duduk di kursi pojok paling belakang dekat jendela sendirian.. terlihat badannya Ressa semakin semok dan sedikit chubby,,

Adit : “kita duduk disini saja Ga..”

Aku tidak mempedulikan Adit, aku langsung menuju belakang ke arah Ressa duduk.

Adit : “woi.. Ga..” teriak Adit padaku..

Ressa melihatku dengan tatapan tajam saat aku ada disampingya..

Ressa : “heh culun ngapain kesini?,, aku pengen duduk sendirian.. Sana sana pergi”

Buset,, dia masih memanggilku culun dengan kondisiku sudah seperti ini..

Aku : “Berhenti menghindariku…masih kurang setahun kucing2an?” aku langsung memaksa duduk di sebelahnya.

Ressa : “kanapa sih? Apa menurutmu kita harus jadi akrab setelah kamu sok sok an jadi pahlawan membelaku tahun kemaren? Iya?”

Aku : “aku hanya ingin minta maaf.. Karena aku, kamu terpaska harus melayani mereka, malah kamu yang membelaku”

Mendengar ucapanku dia terdiam, dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela..

Aku : “aku juga ingin jadi temanmu…” reflek dia melihat wajahku setelah aku mengucapkan itu.

Ressa : “aku gak butuh teman..”ucapnya sedikit keras.. langsung dia berdiri dari kursinya, diambil tasnya dan pergi meninggalkan kelas.. Hadeeeh, kok malah jadi gini…

Seluruh siswa di kelas sempat kaget mendengar kegaduhan dibelakang. adit spontan berpindah tempat duduk ke belakang ke sebelahku..

Adit : “kenapa lagi tuh Ressa?”

Aku : “Aku juga bingung kenapa dia sangat membenciku…”

Padahal aku hanya ingin minta maaf kepadanya, dan jujur aku ingin berteman dengannya tapi memang karena rasa ibaku padanya dengan sakit yang di derita dan kehidupan sehari harinya disekolah,,,, sejak pertemuan kami di Ruang UKS setahun lalu melihat dia dia kesakitan, dan keesokan harinya bagaimana gengnya Galih memaksanya,, sisi hatiku yang lain berkeinginan untuk menjaganya.. Adit pernah bilang padaku saat kupaksa dia mengatakan apa yang terjadi dengan Ressa,, katanya Ressa sedang sakit. Cuman itu yang dia katakan padaku karena Adit sudah berjanji kepada Ressa untuk tidak mengatakan kepada siapapun. Adit menyuruhku tanya langsung ke Ressa,,,Aku jadi penasaran dan sangat ingin tau yang sebenarnya…

Beberapa saat kemudian Ressa masuk lagi ke dalam kelas dan menghampiriku mejaku.

Ressa : “Dit,, itu tempat dudukku,,,” reflek Adit berdiri dari kursinya,,,

Adit : “Oke,,oke,, gak masalah….” Adit langsung berpindah ke depan lagi,,

Setelah Ressa duduk, dia menatap ke arahku,,,,

Ressa : “kalau kamu ngebet banget jadi temenku,,, besok jam 9 malam datanglah kesini..”

Dia memberiku kertas yang berisi catetan,,, dan isi catetan itu menunjukkan tempat suatu Hotel kelas menengah di kota ini , room 705. Kenapa dia menyuruhku ke Hotel malem2?

Aku : “ada apa di tempat ini,,,?”

Ressa : “gak usah banyak tanya,,,,”

Baiklah akan kupikirkan, , boleh nggak sama Rein aku keluar malem besok,?,, tapi ini satu satunya kesempatanku agar aku bisa mengetahui latar belakang Ressa.

TRINGGGGGGGG

Hari pertama tahun ajaran baru pun usai, meskipun aku duduk sebelahan dengan Ressa,, tidak ada obrolan yang terjadi diantara kami berdua. Aku dan Adit berjalan menyusuri lorong sekolah menuju halaman depan,,,

Adit : “Nanti malem aku kerumahmu ya Ga.?..”

Aku : “Hehh.? Ngapain..?”

Adit : “pengen ketemu Amanda,, katamu dia kalau malem selalu renang,,, hehehe”

Aku : “dasar…. Yauda main aja,, tapi gak janji Rein bakalan renang malam ini.”

Adit : “OK siplahh,,,”

Eh tapi,, tunggu dulu,,, aku teringat sesuatu yang dikatakan Rein Tadi pagi

(Rein : “nanti malem aja…”)

Malam ini dia kan,,,,,, penisku menegang memikirkan apa yang akan kami lakukan nanti malam.

Aku : “ehmm.. Dit,, sepertinya nanti malem gak bisa deh,,, Rein mengajakku keluar belanja keperluan sekolah.. lain kali aja yah” aku berbohong kepada Adit, tidak akan kubiarkan Adit mengganggu quality time ku dengan Rein,, xxixixi

Adit : “yaelah Bro,,,, yasudah”

Saat kami masih berjalan tiba tiba ada seseorang yang memanggil Adit dari arah belakang…

………… : “Hei,, Dit..”

Spontan kami berdua berhenti dan menoleh kebelakang, dan yang memanggil Adit adalah Alexa dari kejauhan…

Adit : “gak dapet Amanda, ,, AL pun jadi,,, xixixi” ucapnya pelan padaku,,

AL : “Besok kita mulai latihan lagi.. sambil kita meeting penerimaan anggota baru untuk kelas 10” ucap Alexa ketika dia sudah ada di depan kami..

Adit : “Eh,, besok sudah mulai yah,, oke siap Kak”

Oiya, Adit sudah ikutan eskul Musik sejak kelas 10,, bahkan dia menjadi salah satu anggota struktural eskul musik,, aku lupa jabatannya apa disana. kalau aku? Aku tidak ikut eskul apa2… kelas 11 ini kesempatan terakhirku untuk mendaftar,,,, guru BP sudah pernah memperingatkanku soal aku yang yang tidak gabung eskul manapun..

Kemudian Alexa melihatku,,, aku masih ingat betul setahun lalu aku di bully olehnya,,,,

AL : “dia ini yang dulu pernah daftar bareng kamu kan Dit?” tanya Alexa pada Adit..

Tepat sekali,, dan kamu membully ku..

Adit : “Iya Kak,, hehe,, namanya Rega…”

AL : “Aku minta ma,,,,,,,,,” dia akan mengucapkan sesuatu padaku,, tapi

Tiba-tiba dari arah samping seseorang mendorong tubuh Alexa secara kasar,,,, sampai Alexa hampir saja jatuh,, untung dia masih bisa menyeimbangkan tubuhnya. Aku hampir saja reflek menarik tubuhnya,, tapi tidak bisa karena dia terlalu jauh terdorong..

AL : “apa’an sih ini ….” dengan suara keras,,,

AL : “Amanda..?” kulihat Alexa kaget melihat siapa yang mendorongnya,,,

Mendengar Alexa mengucapkan nama itu,, aku reflek menoleh kesamping,,, ternyata memang Rein yang mendorong Alexa. Tapi kenapa…? kulihat Wajah Rein sangat kelihatan marah sekali….

Rein : “HEHHH NGAPAIN KAMU MENDEKATI ADIKKU ? DASAR CEWEK MUNAFIK..’ teriak Rein kepada Alexa,,,

Teriakannya sangat keras membuat para siswa berkerumun mendekati kami,, diantara kerumunan itu ada Amelia, Ressa, Galih dan Genngya, mereka semua melihat ke arah kami.

Adit : “bakalan perang lagi nih,,,” ucapnya pelan padaku,,, apa maksudnya? Memang sih Adit pernah bilang kepadaku kalau Alexa musuhnya Rein,, tapi aku tidak tau kenapa mereka bermusuhan.

Alexa berjalan mendekati Rein,, dia berhenti tepat di hadapanku..

Alexa : “jangan ngaku2 yah,, aku tau kamu tidak punya adik,,”

Rein : “Dengerin yah bitch,,,, dia adik tiriku,,,, so jangan dekat dekat dengan dia, takkan kubiarkan kamu merebutnya lagi dariku,,,” ucap Rein sambil menunjuk ke arahku,,, apa maksudnya “lagi” ? kulihat Alexa semakin panas mendengar cacian dari Rein wajahnya memerah…

“YEAHHH,,, suitt suitt,,,”

Beberpa siswa malah menyoraki perseteruan Ren dengan AL,,,

AL : “oh.. jadi dia ini adik tirimu,,,,, lihat ini” ucapnya pada Rein..

Yang dilakukan Alexa berikutnya sungguh tidak terduga,,, dia mendekatiku,, memegang kepalaku,,,, dan dia mencium bibirku,,,,, ini adalah first kiss ku, dan aku melakukannya dengan Alexa…. Aku sampai kaget dan tidak bisa berbuat apa2…

“Yeahhhhh,,,”

“Damn,, Girl,,,”

Kerumunan siswa itu langsung heboh dan bertepuk tangan,,,,

Alexa menciumku dihapadapan Rein, dihadapan Adiit, ,, diahadapan Galih yang merupakan mantannya Alexa, dihadapan Amelia & Ressa,,, dan dihadapan semua siswa yang mengerumuni kami. Cukup lama ALexa mencium bibirku,,, dan jujur kuakui,,

ini sungguh luar biasa,,,



BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler