. Halaman Baru Part 25 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 25

0
272

Halaman Baru Part 25

CARD GAME

EMPAT HARI KEMUDIAN

Rabu, Kamis, jumat,, aku tidak masuk sekolah karena Bunda dan Rein melarangku sekolah.. Kemarin Adit sempat menjengukku, tapi dia sepertinya dia kesini hanya ingin melihat Rein,, aku sempat menanyakan keadaan Ressa padanya, katanya Ressa baik2 saja.. syukurlah. Adit kemarin kesini membawa susu kemasan untukku, katanya sudah 2 hari ada di bawah mejaku… di kemasan itu tidak ada catatan seperti yang aku harapkan sebelumnya, melainkan sebuah gambar 2 lingkaran bersebelahan.. lebih terlihat seperti gambar sebuah kacamata, tapi aku tidak paham maksudnya.

Dan selama 3 hari juga Rein tiap malam tidur dikamarku, disebelahku… kami berdua hanya terpisahkan sebuah guling.. beberapa kali waktu dia tidur duluan, aku curi2 pandang ke bagian payudaranya, hihihi. salah sendiri punya payudara begitu menggoda..

Eh yang lagi diomongin nongol,, Tiba2 Rein masuk ke dalam kamarku..

Aku : “Loh.. Kirain tadi keluar sama Tony”

Rein : “aku suruh dia pergi.. lagi gak mood keluar, mending nemenin kamu”

Aku : “oohh,, gak enak2 ke puncak dong?”

Rein : “eh..? Hahahaha.. Pertanyaanmu kok gitu sih Dek.. Wkwk”

Rein : “aku lagi halangan…” bisiknya pelan padaku.

Halangan datang bulan? Hahhhh? Masa’ sih beneran yg dimaksud Rein enak2 itu adalah ngeseks.. wah wah perlu ditanyakan ke Adit nih,, dia expert kalau masalah beginian.

Rein : “udaa jangan dibayangin macem2..” ucapnya mengagetkanku…

Aku : “he he.. . kagak”

Rein : “Oke saatnya serius.. sini!”

Eh ada apa.. aku disuruh duduk dedepannya.

Rein : “mulai besok, kita akan memulai program perubahan yg kamu inginkan.. Pertama tama yg harus dirubah adalah penampilanmu…”

Aku menganguk2 mendengarkan penjelasannya.

Rein : “kita fokus dulu merubah fisikmu,, mulai dari,,, ehm,, kamu harus punya tubuh yang bagus,, so pertama yang harus dilakukan adalah penggemukan badan, tiap hari harus makan 5 kali, sambil tetap olahraga,, tiap pagi kamu harus olahraga apapapun olahraganya,, yang penting badanmu terbentuk. Teruss,, jangan lupa perhatikan kebersihan badan, rawat tubuhmu…………………………………………………………..”

Sepanjang malam Rein menjelaskan metode metode yang akan aku gunakan untuk merubahku, aku sampai mengantuk mendengarnya,,, mending langsung praktek daripada teori yang terlalu panjang, tapi apapun motode yang dikatakan oleh Rein aku berkomitmen untuk melakukannya,, aku tidak akan ragu melakukannya. Ini tekadku…
.

.

.

HAMPIR SETAHUN KEMUDIAN

Hampir setahun sudah program “perubahan” yang aku lakukan dengan bantuan dari Rein berjalan dan hasilnya sukses besar. Penampilanku yang sekarang sudah jauh berbeda dari setahun yang lalu,, tentunya program yang kujalani ini tidak segampang yang ditulis disini. Apalagi dua bulan terakhir ini yang memasuki masa libur kenaikan kelas, aku digembleng habis habisan sama Rein karena berat tubuhku yang terlalu berlebihan. Sebulan ini juga Rein serin gmengajakku ke salon kecantikan langgananya,,, buset malu banget sama semua orang di salon itu.

Apa yang terjadi selama setahun ini ? secara garis besar tidak ada kejadian yang mengejutkan sih,, beberapa kejadian penting yang terjadi di rumah adalah, sekitar enam bulan lalu ayahku atau papanya Rein pulang, dan sebulan yang lalu ayah harus pergi lagi ke Jepang, dan kali ini beliau ngajak Bunda. Jadi sudah sebulan ini aku dan Rein hidup tanpa orang tua..

Waktu mereka akan berangkat, mereka berpesan kepadaku agar menjaga Rein,, padahal kenyataannnya sebaliknya, Rein yang selalu menjagaku. Kalau diibaratkan nih, Rein itu seperti Mikasa di serial Shingeki No Kyojin, dan aku Eren nya,, haha.

Dan sebulan ini Rein lebih sering mengajak Tony ke rumah,, 3 kali malam minggu ini dia sudah tidak lagi enak2 di luar,,, tapi enak2 dirumah ini, dikamarnya Rein,,, jadi mulai jam 5 sore Tony sudah disini,, sejam kemudian mereka masuk kamar dan baru keluar kamar jam 1 malam. Aku pernah bertanya kepada Rein apa yang mereka lakukan di dalam kamar,, Rein malah menyuruhku masuk ke dalam kamar kalau pengen tau apa yang mereka lakukan,, meskpun tidak pernah kulakukan perintahnya,, tapi aku tau apa yang mereka lakukan. Sepertinya Rein benar benar ngeseks di dalam kamarnya.

Dan karena program perubahan itu,, setahun ini aku begitu dekat dengan Rein,, meskipun kami jarang ketemu di sekolah,, kalau di rumah kami selalu dekat,, sangat sering dia tidur di kamarku secara sengaja,, atau tiba2 dia malam malam menyelinap di kamarku. Untungnya tidak pernah diketahui orang tua kami,, meskipun kami tidak ngapa2in,, aku dan dia benar benar seperti saudara kandung,, atau lebih dari saudara?

Kalau kejadian di sekolah selama setahun,,,,pertama, Ressa benar benar menghindariku selama setahun ini.. padahal aku ingin meminta maaf kepadanya, tidak ada kesempatan sekalipun aku ngobrol dengannya,, sahabatanku dengan Adit juga semakin sohib, lalu sebelum libur kenaikan kelas, jagat siswa sekolah dihebohkan dengan gosip putusnya Alexa dan Galih,,oiya,, dan aku masih belum ketemu dengan siapa yang memberikan susu kemasan setahun yang lalu,, karena dia sudah berhenti melakukannya jadi aku hentikan penyelidikanku mencarinya.

Cukup sering dalam setahun ini aku kena Bully oleh gengnya Galih, mereka tidak henti hentinya menggangguku,,, tapi aku tidak mempedulikan mereka,,, aku tidak mau mencari masalah dengan mereka,, pernah mereka sampai akan membully secara fisik, tapi aku selalu bisa berhasil kabur, seperti yang diminta Rein.

Tapi…

bukan hanya aku yang berubah secara fisik,, wanita cantik yang sedang berbaring di kamarku sekarang ini juga fisik tubuhnya berubah dari setahun yang lalu.

Rein : “apa liat2?”

Aku : “hehhehe kagak,,”

Tubuh Rein tumbuh semakin sempurna, dia tau betul menjaga bentuk tubuh langsingnya. Bahkan kini tidak hanya payudaranya yang semakin bulet,, kuperhatikan pinggulnya juga semakin sexy dengan bokong yang kencang, sangat menggoda tangan – tangan mesum untuk menjamahnya. Aku selalu membayangkan bagaimana tubuh Rein jika telanjang dan aku sering bermasturbasi dengan bayangan itu. bisakah aku memegang payudaranya?, meremas bokong indahnya….? Hehehe,

Rein : “ihh,, malah senyum senyum sendiri,, liat apa’an sih Dek?” sepertinya aku terlalu lama melihat payudaranya..

Aku : “Eh,, enggak Rein,,”

Rein : “Bohong,, kamu daritadi liat ini kan..?” ucapnya sambil membuka belahan baju terusannya malah membuat bagian atas payudaranya terlihat jelass,,,

Aku : “ennggaakak,,,” jawabku dengan gugup karena diperlihatkan pemandangan yang sangat indah itu.

Rein : “dasarrrr,,, mau dibukain? Haah?”

GLEKKK,,,

Rein : “.. yuk kekamarku Dek,,”

Aku : “ngapainn..?”

Rein : “mau dibukain Gak,,?”

Haaahh ? serius nih,,,?

Kemudian dia pergi dari kamarku menuju kemarnya,, inikah saatnya? Atau dia hanya akan mengerjaiku ? Rein memang selalu memberikan kejutan-kejutan untukku, ,dicoba aja deh,, Mumpung gak ada Bunda, xixixi,, aku pun langsung menuju kamarnya,,,

CKLEK..

CKLEK

CKLEK CKLEK CKLEK

Loh kok malah dikunci ? tuh kan dia mengerjaiku….

Rein : “sebentar,, gak sabaran amat..” suaranya dari dalam kamar,,

Apa yang dia lakukan ? apa mungkin dia langsung membukanya untukku,,,, hehehehe

CKLEK,, pintunya terbuka

Rein : “masukk,,,”

Bajunya masih lengkap kayak tadi,, tidak ada perubahan. Dia mengunci pintu kamarnya saat aku sudah masuk ke dalam kamar yang sangat girly ini.

Rein : “sini duduk,,,” dia mengajak aku duduk di dahadapannya di atas tempat tidur..,, diatas tempat tidur sudah ada setumpuk kartu remi.

Rein : “kamu pernah melihat tubuh telanjang wanita?”

Eh,, kenapa pertanyaannya seperti itu,,,

Aku : “Pernah…”

Rein : “ohyah? siapa? Siapa?”

Aku : “kamu,,,”

Rein : “hah kapan? Kamu pernah mengintipku? Ckck parahh”

Aku : “tunggu dulu,, aku kan sering lihat kamu renang…”

Rein : “yaelaaah., itu sih masih pake daleman,,, maksudku benar2 telanjang bulat?”

Aku : “ohhh.. tidak pernah sih kalau secara langsung,,, seringnya liat di pilm biru..hehehe”

Rein : “dasar cowok,,,, dengerin yah,, dengan penampilanmu yang sekarang ini, akan banyak wanita yang akan tergila-gila padamu,, besok satu sekolah pasti heboh melihatmu”

Aku : “hehehe,, ini semua berkat bantuanmu..” aku tersanjung mendengar pujiannya,, hari ini memang hari terakhir libur sekolah,,

Rein : “sekarang Kamu akan dengan mudah mendapatkan seorang pasangan, ,masalahnya,, apakah kamu siap jika pasanganmu nanti akan membuka bajunya untukmu?”

Aku : “lah ngapain harus buka baju ?,, aku tidak akan menyuruhnya membuka baju,,, ”

Rein : “lah terus? Masa’ nunggu nikah?”

Aku : “kan memang harus gitu,,,”

Rein : “hahahaha,, bullshit tau gak sih,,, itu pemikiran anak TK.. dengerin yah,, jika kamu nanti sudah mendapat pacar nih, akan ada saat dimana kalian mendapatkan dorongan untuk berbuat lebih jauh, ingin mencoba sesuatu berdua,, dan akhirnya berakhir dengan seks”

GLEKKK,

Masa’ sih? Aku masih belum kepikiran sampai ke arah situ,,, atau karena sangking culunnya aku yah. Iya juga sih,, kalau misalnya nanti pasanganku ingin melakukannya denganku gimana? masa’ iya ngeseks sebelum nikah, kalau dia hamil gimana??,, bisa dimarahin Bunda aku nanti. WAAAAAAAAA DUARRRRRRRR kepalaku pecah memikirkan itu semua.

Rein : “xixixi,, bingung ?”

Aku : “kamu pernah melakukannya..?” nekat kutanya balik padanya, walaupun aku yakin dia sudah pernah melakukannya,

Rein : “Eh,, gak sopan,, masa’ tanya kakaknya kayak gitu..”

Aku : “hehe.. bener juga sih, aku tidak siap dengan hal2 seperti itu”

Rein : “tuh kan,,, itu yang akan kita praktekkan hari ini”

Aku : “haaah? ..” aku kaget mendengar ucapannya… dia akan mengajariku bercinta? Jantungku langsung berdebar,,,

DEG DEG DEG DEG

Rein : “jangan GR dulu,, akan datang waktu dimana pasanganmu akan membuka bajunya untuk pertama kalinya dihadapanmu,, aku harap kamu tidak akan gugup ketika moment itu datang kepadamu”

Aku : “jadi,,,?”

Rein : “aku akan membuka baju untukmu… ”

DEG DEG DEG DEGG DEG DEG.. seriusan nih..? sumpah aku gugup menerima kenyataan aku akan melihat tubuh telanjang wanita untuk pertama kali… dan wanita telanjang itu adalah kakak tiriku

Rein : “Tuh kan langsung salting… tenang aja dek,, aku hanya akan membuka baju,, kamu juga pengen melihatnya kan?,, atau kamu mau lebih dari sekedar membuka baju?”

Gilaa, aku semakin tidak tenang….

Rein : “hahaha,, kita liat saja nanti,, dorongan seperti apa yang akan terjadi diantara kita” dia tersenyum….

Rein : “ehmm,, Pastinya pasanganmu nanti akan dengan senang hati membuka bajunya untukmu,, tapi sekarang kamu harus berusaha agar aku membuka baju untukmu,,, ” ucapnya sambil tersenyum.

Aku : “Hah? Maksudnya..?”

Rein : “kita mainkan sebuah permainan kartu.. ehmm kamu pernah mendengar tentang permainan kartu dengan hukuman yang kalah akan membuka bajunya satu persatu?”

Aku hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaannya,,

Rein : “sudah kuduga,, kamu ngapain aja sih dek dari dulu? Polos amat jadi cowok…”

Aku : “hehehe,, terima kasih,,”

Rein : “itu bukan pujian…” ucapnya sedikit kesall

Eh..?

Rein : “kalau hanya hukuman membuka baju sepertinya tidak seru,, aku ganti game nya,, jadi nanti kita masing masing mendapatkan 1 kartu,lalu pemain dengan nominal kartu lebih kecil dari pemain lainnya akan mendapat hukuman,, hukumannya disesuaikan dengan jenis kartu yang didapat oleh pemain yang kalah,,

Jika pemain yang kalah mendapatkan kartu jenis :

Love : maka dia harus membuka satu bagian bajunya, terserah yang mana aja, jika mendapat

Diamond : maka dia harus melakukan apapun yang disuruh pemenang., jika mendapat

Clubs : maka dia harus menjawab ya atau tidak atas pertanyaan dari pemenang, harus jujur,, dan jika mendapat

Spade : maka dia harus rela ditampar pemenang.

Jika masing2 pemain mendapatkan nominal yang sama, maka tidak ada hukuman.

Gimana menurutmu? Deal?”

Ehmm sepertinya seru dan tidak ada ruginya sama sekali bagiku,,, hehehe

Aku : “Deal..”

Rein memulai mengocok tumpukan kartu itu cukup lama dan menaruh di atas tempat tidur setelahnya. Kemudian dia mengambil kartu paling atas dan aku mengambil kartu selanjutnya..perlahan kulihat kartuku, apes pertama kali ambil dapat kartu 3 spade,, “bisa kenak gampar nih..” ucapku dalam hati

Kita membuka kartu tersbut secara bersamaann…

Aku : “yessss..” ternyata kartu Rein lebih kecil dari kartuku,, dia mendapatkan kartu 2 love hahaha.

Rein : “Yaahhh…”

Tunggu dulu,, berarti Rein harus membuka bajunya,,,?

Dengan gerakan perlahan Rein menarik baju terusan yang dia pakai dari bagian bawah,, gerakannya terasa sangaaaaaat lambat,pertama PANTIES warna putih keliatan,, lalu perut dan pusarnya keliatan,,,

GLEK, naik keatas lagi.. eh? Ada pakaian lagi di balik baju terusannya., seperti semcam korset berenda.. hingga bajunya sudah terlepas dari tubuhnya…lalu dia tersenyummm,,

Meskipun masih tertutup tapi pemandangan ini membuat penisku menegang,,

Rein : “ayo lagi,,” dia mengambil lagi kartu paling atas, begitu juga denganku.. dan kami membuka kartu itu bersamaan.. dia mendapatkan kartu Jack Club,, sedangkan aku kalah mendapatkan 7 Diamond. Apa kira2 perintahnya..?”

Rein : “ehmm,, buka celanamu,,!”

Aku : “Loh..? aku kan tidak mendapat kartu love ?”

Rein : “Diamond harus menuruti perintah,,,,”

Siallll,, dia menang banyak kalau aku kalah mendapat kartu diamond.

Aku : “Nggak kaos dulu nih?”

Rein : “Ce-la-na,,,”

Terpaksa kubuka celana panjang yang kupakai,, tau gitu tadi aku pakai boxer dulu,, jadinya bawahan aku hanya memakai CD.

Rein : “hahaha,,, apa itu yang menonjol?” sial, dia melihat penisku yang menegang, reflek aku tutupi dengan satu tanganku,,

Aku ambil satu lagi kartu paling atas, lalu gantian dia mengambil setelahnya.,,”aaaaaaaaa..” aku mendapatkan kartu 2 Spade,, “Sudah tidak ada harapan,,” sedangkan dia mendapatkan 10 club.

PLAKKKKKK

Aku : “aduuhh,, kenceng banget sihh” tamparan Rein terasa sangat sakit sekali,, dia hanya senyum senyum melihatku kesakitan

Kartu berikutnya aku beruntung mendapatkan Queen club langsung kubuka kartuku duluan dengan percaya diri,, sedangkan dia,,, “Hadeeeeh,,,” dia mendapatkan king Love.

Rein : “hahahaha,, kepedean sih”

Artinya dia akan bertanya sesuatu kepadaku,,,

Rein : “pertanyaannya,, setahun lalu kamu babak belur dihajar itu karena masalah cewek?”

DEG, kenapa dia bertanya seperti itu,, aku tidak mungkin menjawabnya dengan jujur.

Aku : “tidak..” aku menjawabnya dengan tertunduk,,

PLAKKKK

Aku : “auwwww,, kok ditampar sih ? kita belum ambil kartu kan?”

Rein : “itu karena kamu berbohong..” dia melihatku dengan mata yang tajam,,, bagaimana dia bisa tau kalau aku berbohong?. Apa dia tau tentang Ressa?

Rein : “next..” dia mengambil kartu lagi.. aku juga mengambil satu kartu berikutnya..

Sekarang aku yang menang, aku mendapatkan kartu 9 spade, sedangkan Rein mendapat 2 club. Hmm, aku tanya apa yah..

Aku : “apa kamu pernah melakukannya? Seks?” aku bertanya sesuatu yang sudah kuketahui jawabnnya,, aku hanya ingin memastikan.

PLAKKKKK

Aku : “Aduhhh,, apaan sih Rein” pipiku terasa panas lagi,,,

Rein : “Pertanyaanmu gak sopan,,,”

Aku : “Curang… aku gak mau main lagi,,”

Rein : “Oh gitu,,oke..”

PLAKKKK

“ADUHHH” gila… dari tadi aku kenak gampar, ,,

Rein : “sorry aku tadi lupa ngasih tau peraturan terakhir,, pemain yang menyerah akan ditampar sebanyak sisa kartu yang belum terbuka…”

Buset,, peraturan macam apa itu,, dia bersiap menamparku lagi,,,

Aku : “tunggu,,tungguu,, oke .oke..kita lanjutkan..” siall aku terdzolimi.,,,

Putaran berikutnya dia menang lagi,, mendapatkan 10 Love sedangkan aku hanya 4 Love.. aku membuka kaos yang kupakai.. kini hanya CD yang masih menempel diitubuhku… Rein senyum senyum mellihatku hampir telanjang..

Rein : “tinggal satu lagi yang belum terbuka, hahaha,, next”

Yessss, kali ini aku menang,, dia mendapatkan katu 5 Love,,sedangkan aku mendapatkan 8 Diamond. Rein melepas korset berenda yang dia kenakan,, kini dia hanya memakai PANTIES dan BRA,,, perlahan penisku kembali menegang setelah tadi menciut karena pipiku digampar terus sama dia…

Rein : “uda jangan lama lama ngeliatnya.. next”

Dia langsung membuka kartu paling atas dan yang dibuka adalah kartu 4 spade,,,

Rein : “Oh,,no”

Aku : “Hahaha,, aku menang lagi..” aku mendapatkan kartu 6 Diamond, itu artinya aku harus menamparnya.. eh tapi,,,

Rein : “Kok diem aja? tampar aku..!”

Aku : “Gak mau,, aku tidak akan memukul cewek,,”

Rein : “ceileh manis benerr adekku,, kalau gitu kamu pasti mau menampar ini..”

Rein kemudian memposisikan tubuhnya tengkurap di atas tempat tidur,,

Rein : “tampar pantatku Dek..”

Astaga,, bongkahan Pantat indah milik Rein ada dihadapanku, dan aku disuruh menamparnya.

Aku : “Serius nih,,,?”

Rein : “tampar sekeras mungkin,, aku menyukainya..”

PLAKK,, tamparan yang tidak terlalu kencag mendarat di salah satu bongkahan pantatnya…

Rein : “shhh…” Dia Mendesis

Aku : “eh,, terlalu kencang yah..?”

Rein : “kurang keras malah.. next”

Putaran berikutnya dia menang , dan aku harus menuruti perintahnya,,,,

Rein : “Tampar pantatku sekeras mungkin!”

Aku : “Haaahh? Aku elus elus aja yah?,,”

Rein : “hmm maunya,,,, gak boleh”

Rein : “cepetaann,,”

PLAKKKK

“Shhhhhhhhh” Rein mendesis lagii,,,

Rein : “Amazing,, next”

Seneng banget sih dia digituin,,, kulihat pantatnya memerah,,,

Kami mengambil lagi masing-masing kartu, dan dia kalah mendapat kartu club,, aku akan mengjukan pertanyaan,,, karena daritadi disuguhi pemandangan tubuh indah Rein, pertanyaanku jadi ngaco,

Aku : “boleh aku pegang itu?”

Rein : “apaan? Susuku?… itu bukan pertanyaan,,,!”

Aku : “oiya,, hehe”

Rein : “tapi,,,nihh pegang aja gpp.”

Aku : “seriuss? Nanti aku kamu gampar lagi,,,,”

Rein : “hahaha,,uda tenang aja..”

Dia malah merebahkan tubunya kebelakang,,,

Rein : “ayo, jadi nggak?!”

Tubuhku bergerak maju menuju ke tubuhnya,,, dia melihatku sambil tersenyum,,, dengan tangan gemetaran aku pegang kedua payudaranya yang masih tertutupi bra,,,

Aku : “gede banget..”

Rein : “Xixixi,,, remesin dek”

Langsung kuremas kedua payudara milik Rin sekencang mungkin,,,

Rein : “auuuwww,, sakittt” rengeknya.. Reflekk aku lepas payudaranya,,,

Aku : “Maaf..maaf..” kemudian dia bangkit dan memegangi payudaranya dengan mata terpejam,,,

Rein : “kasar banget sih dek,,, ayo lanjut lagi” ucapnya sambil cemberut.

Putaran berikutnya aku menang lagi,, kali ini dia yang harus menuruti perintahku, karena dia mendapatkan diamond, aku penasaran dengan apa yang ada di balik Bra itu,, akan kusuruh dia melepasnya.

Aku : “Lepas pantiesmu” eh.. kok jadi panties sih yang aku sebut? Otak sama mulut gak singkron nih,,,

Rein : “Hmmm mulai nakal yah,,, oke”

Dengan posisi duduk dia melepas panties itu,, tapi dia melakukannya dengan betisnya menghalangi apa yang ada di pangkal pahanya,, sehingga aku tidak bisa melihatnya.

Aku : “kok ditutupin?”

Rein : “aku harus kalah diamond lagi,, dan kamu bisa menyuruhku membukanya..” ucapnya sambil tersenyumm,,, membuatku semakin penasaran bagaimana bentuk memek Rein.

Aku : “oke,, next”

Putaran berikutnya malah aku yang kalah love.. Rein tampak kegirangan….

Rein : “yesssss…” aku harus membuka satu satunya kain yang tersisa di tubuhku.

Rein : “astaga,, gede bener punyamu Ga?” ucapnya saat aku sudah melepas CD ku,,

Hadduh aku malu,, ini pertama kalinya penisku dilihat cewek,,, reflek aku tutupi dengan kedua tanganku,,,

Rein : “Loh jangan ditutupin,,!”

Aku : “Aku harus kalah Diamond dul…….” Aku berniat meniru ucapannya tadi, tapi belum selesai aku ngomong dia memberantakan kartu yang tersisa di atas tempat tidur..

Aku : “loh,,loh,, udahan?”

Rein : “Kita ganti permainannya, masing masing ambil kartu yang berserakan ini,, apapun jenis kartunya, yang kalah harus menuruti perintah yang menang”

Aku : “Oh gitu,, oke..” satu tanganku mengambil kartu dan mendapatkan kartu 9.. lalu dia mengambil juga secara acak dan membukanya,, dia mendapat kartu 10.

Rein : “hahaha,, buka tanganmu,,,!”

Terpaksa aku membuka tanganku satunya yang sedang menutupi penisku. Kini aku sudah bugil didepan Rein,, cukup lama dia melihat penisku yang sudah berdiri tegang.

Rein : “aku pegang yah..?”

Aku : “Ja,,jangan…” meskipun aku menolaknya tanpa ragu dia tetap melakukannya.. tangan lembut Rein memegang penisku,kurasakan dingin sekali telapak tangannya.

Aku : “Rein..”

Rein : “Lihat ini,,! Tanganku sampai tidak bisa memegang penuh punyamu,, ini bener bener besar dek,,”

Sepertinya dia sudah terbiasa memegang penis pria, dia sama sekali tidak terkejut,,, kemudian perlahan dia mengocok penisku…

Aku : “sshh,, jangan digituin Rein..”

Rein : “Upsss, sorry kebiasaan..”

Haaah ? tuh kan,, dia sudah biasa….

Rein : “next,,,” dia mengucapkannya sambil tetap melihat ke arah penisku sambil senyum2

Aku mendapatkan kartu joker,, hahaha aku pasti menang,,,, dia membuka kartunya,, dia mendaptkan joker juga,,, hadeeeh pas banget yak,,,

Kami mengambil kartu lagi,,, aku mendapat kartu 5 sedangkan Rein mendapat kartu king,,

Rein : “Hmmm,,,” dia memikirkan sesuatu,,

Rein : “kocok kontolmu dek selama 2 menit,,,”

Aku : “Haaahh…? Gak mau..!”

Masa’ iya aku ngocok didepannya,,, malu.

Rein : “yang kalah harus menuruti perintah,,,”

Aku : “Passs,, yang lain,,,!”

Rein : “emangnya kuis ? pake pas segala… ayo dek lakukan,, lakukan sambil melihat ini”

Perlahan dia membuka betisnya,,

Wowww

Itu memeknya,, aku sampek melongo melihatnya, aku begitu terpana sampai tidak bisa berkedip,, first time aku melihat kelamin seorang wanita secara langsung,, memeknya Rein keliahatan mulus sekali tanpa bulu,,, penisku tambah semakin menegang.

Rein : “ayo lakukan,, atau aku tutup lagi nih,,!”

Aku : “eh ,,iya2..” reflek aku mengocok penisku sendiri, sambil memandangi memeknya.

Rein : “Xixixi,,, atau kamu mau memasukan punyamu disini..?” ucapnya sambil dia memegangi memeknya.

Aku : “Emang boleh..? nanti dimarahin Bunda.. sshhhh” kocokanku semakin cepat,,,

Rein : “Bunda kan lagi gak dirumah,, gimana?” Rein malah memasukkan satu jarinya di dalam memeknya.. sambil tetap melihatku mengocok penisku,, kami sama2 bermasturbasi.

Aku : “tapi,,,kamu kan kakak ku?” aku semakin gak konsen menjawab pertanyaannya,, tubuhku seperti dikuasai nafsu,,,

Rein : “Achhh,,, step sister.. mau nggak?”

Aku : “Aku gak tau caranya,,shhh”

Rein : “Tinggal masukin aja disini Dek,, segampang itu,,,achhhhh fuckkk” kulihat Rein merem melek akibat kocokan tangannya di memeknya yang semakin cepat,,

Aku : “Mau,, aku mau,, ” rasa ingin tau dan nafsu sudah benar-benar mengatur tubuhku,, aku sudah tidak peduli mana yang benar dan mana yang tidak,, aku tidak peduli meskipun aku akan melakukannya dengan kakak tiriku..aku tidak mempedulikan akibat yang akan aku hadapi kedepannya hanya karena tidak bisa menahan nafsu. Apa kalian pernah mengalami seperti ini?

Rein : “Oh,, mau,,, tapi akunya gak mau,,,” kulihat dia tersenyumm

Haaaah? Lalu ngapain daritadi dia menggodaku,,,? Sialll,,,

Aku : “Stop Dek, Stopp,, sudah 2 menit”

Aku : “ehh, nanggung Rein, uda mau keluarrr,, sshhh,? “ aku ngos ngosan,,,

Rein : “sana ke kamar mandi dulu,, jangan keluarin disini,,”

Eh?

Spontan aku berlari ke kamar mandi dan memuncratkan spermaku disana,,, setelah beberapa menit merasakan orgasme,, aku kembali ke tempat tidur,,, kulihat Rein masih rebahan di tempat tidur,, tapi tubuhnya ditutupi selimut,,,

Rein : “Uda lega,,,,? Sini…” dia menyuruhku tiduran disebelahnya., diatas kartu kartu yang masih berserakan..

Rein : “bahaya kamu dek,,,kamu bisa menghamili anak orang jika kamu seperti itu,,,, mana cuman tahan 2 menit.. wkwkww”

Aku : “Jadi kamu cuman mengujiku..? gak lucu,,,”

Rein : “Ciee ngambek,,,”

Rein : “dengerin ya dek,, pikirin mateng2 sebelum kamu melakukannya untuk pertama kali, jangan sampai kamu menyesal,, atau jangan sampai kamu membuat pasanganmu menyesal,, belum tentu dia yang akan menjadi istrimu,,, apalagi jika partnermu nanti juga pertama kali melakukannya,, kamu gak kasihan sama dia kalo misalnya kesuciannya kamu renggut tapi kamu tidak jadi menikah dengannya? Karena virgin hanya satu kali,, sekali lepas maka akan pergi selamanya. Dan jangan sampai menghamili pasanganmu sebelum menikah,,pikirin masa depanmu, keluargamu,, pikirin masa depannya dan keluarganya juga,,, oiya satu lagi,, sekali kamu melakukannya kamu akan ketagihan,,, jadi siapin mental…”

Disaat seperti ini, Rein terlihat begitu dewasa, aku kagum dengannya,,, Bunda atau kebanyakan ibu2 yang lain tidak mungkin bisa menerangkan seperti yang dikatakan Rein tadi kepada anaknya.

Aku : “iya,, makasih uda diingetin,,”

aku langsung tersadar mendengar ucapan Rein,, atau sebaiknya aku melakukannya saat aku menikah saja yah,,

Rein : “maaf ya dek sudah menggodamu tadi,, xixi,,” dia buka selimut yang menutupi tubuhnya, dan menutupnya ke tubuh juga, kemudian dia memeluk tubuhku, dengan kepalanya ada di dadaku,, ternyata Rein sudah melepas Bra nya dia sudah telanjang,,, kedua payudara bulet itu menempel di dadaku begitu hangat kurasakan,, tubuh telanjangnya menempel di tubuhku,, luar biasa. Aku dan dia tidak pernah sedekat ini,,,, mungkinkah bisa jauh lebih dari ini?

Rein : “saranku sih,, berhubung kamu masih belum pernah melakukannya,, carilah pasangan yang masih virgin,, lakukan dengannya, hanya dengannya, jaga dia sampai kalian menikah,, karena cewek yang masih menjaga kesuciannya itu patut diperjuangkan,,,,,, tidak seperti aku”

Akhirnya Rein mengatakannya, dia mengakui sudah pernah melakukannya, rein sudah melepas kesuciannya,, tiba2 kurasakan ada tetesan air di dadaku..

Rein Menangis ? kenapa dia menangis ? apakah semua yang dikatakannya kepadaku tadi adalah cerminan penyesalannya.,, spontan aku elus punggungnya,,,

beberapa menit kemudian dia bangkit,,

Rein : “nih pegang,,,” dia memberiku kartu 2 Love,,,

Rein : “ini kartuku,,,” dia menunjukkan kartu as love…

Rein : “kamu kalah,, aku minta kamu menciumku..”

Aku : “kartuku kan lebih besar,,,?”

Rein : “iya tau,, tapi pertama kali itu lebih dahsyat daripada kedua kali..” dia tersenyum..

Aku : “kamu benar,,,” aku tersenyum dan ikutan bangkit , inikah saatnya aku mencium bibir seorang cewek ? kutatap wajah Rein dengan matanya yang terpejam bersiap menyambut ciumanku,,, aku bersiap mencium bibirnya… tapi tidak kulakukan,, aku hanya mencium keningnya cukup lama.

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler