. Halaman Baru Part 23 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 23

0
295

Halaman Baru Part 23

MIGRAINE

“Ha..ha..hasyuuu”(bersin)

Pagi ini aku terbangun dengan bersin-bersin, pasti gara semalam Rein memaksaku ikutan renang. Semalem dia beneran memelukku loh, dia tidak sungkan memelukku meskipun dia hanya memakai bikini dan aku tidak memakai atasan,, payudaranya menempel di dadaku,, uhh kenyal-kenyal dingin.hehehe.. Lagi ngapain tu cewek, aku sedikit merindukannya,,, hihihi. aku cari di sekeliling rumah tidak kutemukan dirinya. Masa’ masih tidur..?

Aku : “Rein masih belum bangun Bun..?” tanyaku pada Bunda yang sedang menyiapkan makanan di dapur,,

Bunda : “Kok gitu manggilnya?,, panggil dia kakak”

Aku : “orang dianya suka dipanggil Rein kok Bun..”

Bunda : “Amanda lebih tua dari kamu,,, Kak Rein, atau Kak Manda…”

Aku : “iya-iya Bun,, kakak Rein..”

Bunda : “nahhh gitu,,, Dia tadi bangun-bangun pagi sekali, langsung pergi…”

Aku : “Oh Yah,? Kemana? Mau olahraga Pagi..?

Bunda : “Bukaan… Pagi ini Dia mau ketemu mamanya…”

Aku : “haaah..? kan mamanya..”

Bunda : “hihihi,, dia mengunjungi makam mamanya, katanya rindu. sudah aku tawarin untuk menemaninya atau mengajakmu, tapi dia gak mau,,”

Aku : “Ohhhh,,,”

Aku jadi tersenyum sendiri mendengar keterangan bunda,,

.

.

Sampai malam hari Rein juga belum datang, kata Pak Sopir dia tadi minta dianter ke suatu mall dan minta ditinggalkan,, katanya mau keluar sama Tony.

Aku menunggu kedatangannya di ruang tamu,, Setengah jam kemudian ada mobil datang, Rein keluar dari mobil tersebut dengan seorang pria yang kutaksir umurnya lebih tua dari Rein, cowok itu keren dan ganteng, kayaknya sih itu yang namanya Tony. Dari dalam rumah , aku bisa melihat mereka cipika cipiki lalu cowok itu pergi bersama dengan mobilnya.

Melihatku seddang duduk di sofa, dia mendekatiku dan tidur dipangkuanku,,,

Rein : “Hoaaahh,, capeknya,,, belum tidur Ga..? kamu nungguin aku yah..? hihihi”

Aku : “enggakk,, dari mana baru pulang?”

Rein : “hmmm,, uda kayak emak2 aja tanyanya,,”

Rein : “Habis enak enak,,” ucapnya pelan

Aku : “haah? Makan enak maksudnya?”

Rein : “hihhii, kamu masih di bawah umur belum tau begituan..”

Rein : “Malem ini tidurlah dikamarku,, nanti aku kasih tau apa itu” kemudian dia bangkit dan menuju lantai 2 ke kamar tidurnya,,

Begituan ? apaan sih maksudnya ? gak pahamm,,,, masa’ iya aku harus tidur di kamarnya?

ketika aku naik ke lantai 2,, langkahku terhenti di anak tangga paling atas dan kulihat ke arah kanan, disana ada pintu kamar tidur kakakku yang paling menggoda iman itu dan dia mengundangku tidur disana. “kagak deh…” aku melangkahkan kakiku ke sebelah kiri menuju kamar tidurku sendiri,,, aku paling susah tidur sekamar dengan orang lain,,, ada perasaan tidak nyaman jika harus berbagi tempat tidur dengan orang lain,,, waktu menginap di Rumah Dika aja aku susah banget tidur,, aku benar benar butuh ketenangan, butuh ruanganku sendiri… aku yang sekarang ini tidak menyadari bahwa faktanya aku seorang introvert.

.

.

Keeseokan paginya, aku terbangun mendengar suara piano yang begitu merdu dari lantai bawah,, ternyata piano itu sedang dimainkan Rein, dia masih memakai baju tidurnya ketika memainkannya,, meskipun dia bangun tidur, tetep aja keliatan cantik, bener bener natural kecantikannya,,

Rein begitu menikmati lagu yang dia mainkan, jari jarinya menari diatas tuts sambil matanya terpejam,, aku tidak tau lagu atau musik apa yang dia mainkan,, tapi bisa kurasakan feelnya yang begitu indah.

Bunda : “uda cantik, pintar, jago main piano,,” ucap Bunda yang tiba2 ada disebelahku ikutan melihat Rein.

Aku : “iya Bun,, cantik” aku masih terhipnotis dengan musik yang dimainkan Rein,,

Bunda : “Hmm,, anak Bunda uda ngerti perempuan cantik..”

Aku : “eh, bukan,,bukan,, maksudku musiknya cantikk”

.

.

Ya seperti itulah kegiatan pagi kami di rumah,, setelah Rein bermain piano dia naik ke kamarnya lagi untuk mandi dan segera berangkat ke sekolah. Aku belum sekolah? Belum,,, Bunda masih mengurus surat2 pendaftaran disekolah yang sama dengan Rein karena aku telat masuk dalam penerimaan siswa baru,, selama seminggu ini kalau sudah siang di rumah terasa sepi tanpa kehadiran Rein. Rein kalo pulang hampir selalu menjelang isya’,, kadang dia mengajak teman2 wanitanya ke rumah,, kadang dia dijemput pacarnya, kadang dia hanya sibuk di kamarnya mengerjakan tugas sekolahnya,,, hampir seminggu ini kami tidak punya waktu ngobrol yang cukup lama. Aku hanya sembunyi di kamar ketika teman ceweknya disini… aku takut dia Malu kalau tau adik tirinya seperti aku, dia juga tidak ada usaha mengenalkanku pada temannya.

Malam minggu ini pun begitu, aku menunggu kedatangannya di sofa,, jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam,, tadi dia dijemput Tony dan sampai larut gini dia belum pulang,, Beneran nih Gpp dia seperti ini? Apa mungkin memang pergaulannya seperti ini..? Mungkin bunda juga tidak berani menegurnya,, Bunda masih belum sebulan jadi ibu tirinya, jadi tidak ingin terlalu mengekangnya,, coba saja aku, jam 7 malam pasti sudah disuruh pulang sama Bunda.

Tak terasa sudah jam 1 malam, aku menyerah menunggunya,, sudah mengantuk banget,, saat aku akan beranjak pergi dari ruang tamu,, kudengar suara mobil mendekati teras rumah kemudian berhenti,,, “nah itu pasti dia…” kemudian aku duduk lagi di sofa,, “ehm, tiduran aja deh,,,biar tidak dikira menunggunya..”

CKLEK, pintu dibuka.

iRein : “Loh, nungguin aku lagi Ga?” ucapnya saat melihatku tiduran do sofa..

Ega : “Engg,,,, aduhh” kalimatku tertahan karena tiba2 Rein merobohkan tubuhnya diatasku, dia menindih tubuhku diatas sofa.. aku terkejut dengan serangannya yang tiba tiba ini,, dia tidak sungkan menekankan payudaranya dia atas dadaku, bagian pangkal pahanya tepat diatas penisku, bisa kuhirup aroma parfumnya yang segar dan menggoda,, membuat penisku konak maksimal.hahaha. dia pasti bisa merasakannya.

Ega : “Kok gini sih,, berat tau’” aku berusaha mengangkat tubuhnya,, tapi dia malah semakin menekan tubuhnya ke bawah.

Rein : “jangan ngomongin berat badan denganku,, mau aku tabok..?”

Busett,, sadis nih cewek,, emang cewek selalu sensitif ngomongin berat badan.

Aku : ‘Nanti dilihat Bunda Rein..” rengekku padanya,,

Rein : “udah ahh bawel,, Bunda pasti uda tidur,, kamu ini, bilangnya gak mau tapi punyamu berdiri”

Tuh kan dia bisa merasakannya,,, dia malah menggesek-gesekkan pinggulnya.. gila,, rasanya gimana gitu, geli geli nikmat.

Rein : “tuh kan,, pasti langsung gak rewel kalo digituin,, dasar cowok”

Heehh ? apa’an ? aku gak paham…

Rein : “capek banget badanku,,,”

Aku : “habis enak2 ?”

Rein : “hihihihi,, tau aja,, emang uda ngerti maksudnya?”

Aku hanya mengangkat pundakku, mengisyaratkan kalau aku belum paham maksudnya.

Rein : “tapi tadi enak2nya gak maksimal,, aku belum nyampek” dia mengucapkannya dengan semakin menggesekkan pinggulnya di wilayah penisku,,, aku tidak pernah merasakan perasaan seperti ini.

Aku : “Belum nyampek kemana?”

Rein : “hihihi, belum nyampek puncak Ga”

Aku : “hahh? Kalian enak2 di puncak?”

Rein : “hahaha, anggep aja gitu…”

Aku : “emangnya kenapa harus enak2 sampai ke puncak?”

Rein : “wkwkwkw,, ehmmm, susah njelasinnya,,, pokoknya kalau sudah di puncak itu rasanya seperti melayang sangaaaaaaatttt tinggi…”

Aku semakin gak paham dengan penjelasannya,,

Rein : “mau diajarin..?”

Aku : “diajarin enak2?”

Rein : “ehmm, jangan deh,, ntar aku dimarahin Bunda…” kemudian kulihat dia memejamkan mata,, dan pinggulnya berhenti bergerak.

.

Sejam kemudian, Bisa kurasakan tubuhnya sudah tenang, nafasnya teratur.. sepertinya dia tertidur, tertidur di atas badanku,,,

Rein : belum tidur..?” eh ternyata dia belum tidur,,

Aku : “lah gimana bisa tidur,, tubuhmu ada diatas tubuhku, dipikir gak berrrrr,,,”

Rein : “apa..?”

Aku : “hehehe,, kagak,,kagak,,,”

Rein : “mau gantian aku yang di bawah?” dia bangun dari atas tubuhku,, dan turun dari sofa..

Rein : “minggir…” perintahnya kepadaku

Aku : “hehh? Gimana?” aku pun berdiri juga,,, kemudian Rein rebahan di sofa panjang itu…

Rein : “Sini…!” kedua tangan Rein diarahkan kepadaku,, dia mengajakku untuk menindih tubuhnya..

Aku : “gpp nih?”

Rein : “ayo cepetaan…” yasudah, akupun menindih tubuhnya,,,

Dia tiduran sambil memeluk badanku,kini wajahku sangat dekat sekali dengan wajahnya, sedangkan dadaku terganjal payudaranya yang berisi itu,,,

Aku : “aku tetap tidak bisa tidur seperti ini… tidur di kamar saja bisa kali”

Rein : “hmm..? kamu mau kita pindah ke kamar? Hayuukk”

Aku : “Bukan ,,bukan,, maksudku tidur di kamar masing2”

Rein : “Xixi… gesekin pinggulmu Ga!”

Aku : “kenapa..?”

Rein : “ihhh ,, banyak tanya,, sudah cepetan!”

Aku turuti permintaanya, aku menggesekan pinggulku di bagian depan pinggulnya… karena gesekan itu penisku jadi menegang,,,

Rein : “Accchhh,,” loh dia kenapa,, ? aku hentikan gerakan pinggulku,,,

Rein : “loh kok berhenti,,?”

Aku : “kamu kenapa? kayak kesakitann..”

Rein : “itu bukan kesakitan adekkk,, malah enak,, ayo lakukan lagi”

Kembali kugesekkan pinggulku, dia semakin merintih,,,,

Rein : “Achhhhh,,, achh,, tekan terus Ga..”

Rein : “achh,, cium leherku..” ucapnya pelann,,

Beneran gpp nih,,? Dia kan kakakku… melihatku yang tidak ada reaksi,, dia menekan kepalaku ke bawah ke arah lehernya dengan kedua tanganyya..

Aku : “woii,,,”

Rein : “cepetaann…”

Posisi kepalaku ada di samping lehernya, aku bisa melihat bagian lehernya dengan rambut rambut tipis,, senungguh menggoda untuk menciumnya,, rambutnya sangat wangi… nekat kuturuti perintahnya,, kuciumi bagian samping lehernya sampai ke bagian bagian bawah telinganya,,,

Rein : “ahhhh,, gelii”

Tubuhnya menjadi tidak tenang dan bergerak gerak,,, tangannya kini menekan pantatku agar bisa lebih menekan tubuhnya…

Rein : “tolong bukain celanaku Dek…”

Aku : “Buat apa?”

Rein : “Selalu banyak tanya,,, sudah buka aja”

Duhh,, permintaanya semakin aneh aneh…. Perlahan kubuka kancing celananya,,,, lalu dengan tangan gemetar kuturunkan resleting celananya,, CD nya warna putih pun kelihatan sedikit, cukup lama aku memandanginya,,,

Rein : “lamaaa,,,”

Huh,, gak sabaran amat,, , ini pertama kali bagiku menelanjangi tubuh wanita,, aku tarik celana ketatnya,, agak kesusahan karena celana yang dia pakai sangat ketat.

Bener bener mulus kakimu Rein,, nekat kuraba paha mulus yang tersaji diepanku ini,,, kugerakkan jariku dari bawah sampai keatas sampai ke ,,, apa itu? terlihat olehku seperti sebuah lepitan di bagian bawah CD nya… apa itu kelaminnya? Apa itu yang disebut vagina perempuan? Aku sering melihatnya di cd bokep,, tapi tidak pernah secara langsung seperti ini.

GLEKKK

Rein : “kenapa Dek?”

Aku masih berdebar memandangi lepitan itu,,,

Rein : “Dek..?”

Aku : “eh iya…”

Rein : “hihihii,, pengen tau apa yang ada dibalik CD ku?

Aku mengangguk, pelann,,

Rein : “buka aja..”

Aku : “eh..boleh?”

Rein : “gak boleh, masa’ kamu liat punya kakakmu sendiri,, xixixi,,”

Aku : “he he,, gak boleh yah..?” yaaaahhh,,, nanggung banget uda sampai sejauh ini.

Rein : “boleh kok,, tapi aku pingin liat punyamu dulu, biar impass,,”

Aku : “haahhh? Gak mau,,,, maluu”

Rein : “beneran gak mau liat punya kakak? Gak penasaran lihat bentuknya?”

Sial,,sial,,, godaan ini terlalu besar.. kakakku binal bangeeeettt..

Rein : “yasudah kalau gak mau,, aku mau tidur aja”

Aku : “tunggu,,tunggu,,,,”

Rein : “hmm..?”

Aku : “baiklah,,,” segera kubuka celanaku,, dan kukeluarkan penisku yang sudah menegang dari sarangnya,,,,

Rein : “wowww,, lucuuuuu,,, hahaha,,.”

ini pertama kalinya penisku dilihat wanita, dan dia malah tertawa,,, haduh jadi maluuu

Rein : “besar juga punyamu Dek,,,”

Aku : “uda kan,,??”

Tanganku bergerak menuju CD nya,,,

Rein : “eitt,,, tunggu dulu,,”

Aku : “apa lagi?”

Rein : “bilang apa dulu,,,?”

Aku : “apa’an,,?”

Rein : “bilang,, boleh lihat punyamu kak? Gitu,,,”

Sialll,, dia mngerjaiku lagi,,, baiklahhhhh

Aku : “Boleh lihat punyamu kak?”

Rein : “xixixi,, geli aku dengernya,,,, tapi seruu,, lihat apa Dek?”

Aku : “punyamu Kak?”

Rein : “apa namanya.. xixi?”

“aaaaaaaaaaaaaaaaaa… nih cewek bener bener deh”

Aku : “Va,,vagina..”

Rein : “hahaha,nama lainnya..”

Haduuuh,, aku perkosa juga nih kakakku lama2… kesel banget, dia tau betul kelemahan pria

Aku : “memek.. aku pengen lihat memek kakak”

Beneran sudah hilang urat malu di tubuhku,,,,

Rein : “oke,, kamu bisa membukanya,,,”

Fiuh,, akhirnya,,,,, dengan perlahan aku tarik ke bawah CD yang dia pakai,, “akhirnya aku bisa melihat memek wanita secara langsung..” Dika pasti sangat iri jika aku menceritakan ini padanya,,,,

Bagian atas memeknya sangat mulus,,, sedikit lagi… kulihat Rein terpejam ,, sepertinya dia sudah pasrah membiarkan aku melihat punyanya..

Sebentar lagi,,,

TAP TAP TAP, tiba tiba suara langkah kaki terdengar,,, Gawat siapa itu?

Bunda : “ASTAGAAA…. EGA MANDAAA APA YANG KALIAN LAKUKAN..?” hancur hidupku mendengar teriakan Bunda,,,

Aku : “Waaaaa Bunda…”

Bunda : “Egaa,, Egaa,,,,, kok tidur disini?”

Loh,,,? Mana Rein?

Aku : “Rein mana Bun?”

Bunda : “ya tidur di kamarnya… kamu ngapain tidur disini? Sana pindah ke kamar..”

Hah,,hah,,hah,,, mimpi,,,, sial kayak beneran mimpiku barusan,, kulihat jam kuno itu menunjukkan pukul 3 pagi. Aku ketiduran,, tapi tadi seingetku Rein beneran disini deh..

eh ini,, ternyata tubuhku tertutup selimut,,, “ini selimutnya Rein” dia sempat menyelimutiku,,, ya ,, tadi waktu dia tiduran di atas tubuhku itu bukan mimpi,,, aku tidak menyangka bisa tertidur dengan posisi Tubuh Rein diatas tubuhku, ternyata aku bisa koktidur meskipun ada orang lain,,,

aku pun beranjak menuju kamar tidurku, pasti gara-gara Rein bilang “enak2” aku jadi mimpi gitu dengannya,, apa yang dimaksud “enak2” itu seks yah,, masa’ iya dia sudah pernah melakukannya?

Aku berhenti di lantai 2 menatap pintu kamar tidur Rein,, aku tersenyum mengingat mimpiku tadi..

HARI SENIN PAGIAAA

♫Summer has come and passed

The innocent can never last

Wake me up when September ends♫

Suara musik terdengar dari earphone yang sedang menancap di telingaku. Walkman ? bukan,, aku tidak hidup di jaman itu,, suara musik itu bersumber dari ipod mp3 Player yang sedang hit di jaman ini. Device tersebut milik Rein dan aku meminjam darinya, eh tapi dia malah memberikannya padaku, Lucky. Selera musik Rein boleh juga, meskipun dia cewek tapi isi Ipodnya berisi lagu-lagu dari Greenday, Linkin Park, My Chemical Romance, Evanescance, Simple Plan dan ada banyak lagunya Avril Lavigne juga sihh. Hehehe..

Aku sedang mendengarkan lagu sambil mengayuh sepeda menuju Sekolah,, yap, hari ini hari pertama aku masuk sekolah. Hihihihi, aku teringat tadi Rein sangat kecewa dan cemberut karena aku tidak mau berangkat bareng semobil dengannya,, meskpun aku sudah menjadi bagian keluaraganya, tapi aku bukan tipe anak yang tidak tau diri. Aku sadar kalau segala sesuatu yang ada di rumah itu dan segala fasilitasnya bukan murni punya keluargaku,, aku hanya beruntung bisa mendapatkan keluarga seperti itu. tapi aku tidak akan memanfaatkan keberuntunganku secepat ini,, walaupun Rein pasti tidak peduli dengan itu semua,,, lagipula sekolah kami tidak terlalu jauh dari rumah,,

Buktinya, gedung sekolah baruku sudah terlihat didepan,, tidak sampai menghabiskan 4 lagu yang sedang kumainkan. Btw, Ada yang pernah merasakan paranoid ketika akan masuk sekolah pertama kalinya? Kalau ada berarti kita sama, bagi orang yang penyendiri, kuper dan culun seperti aku,, sekolah adalah tempat paling menyeramkan, masih teringat jelas bagaimana aku diasingkan oleh teman-temanku waktu SMP. Semoga di SMA tidak lagi terjadi seperti itu,, atau mungkin malah lebih parah ?

Selamat datang di Masa SMA ku.

Suhu : “Tolong Diam sebentar… “ suara guru yang sedang mengajar dengan sangat keras,,,

DOKDOK DOK suara papan tulis yang di pukul pakai penghapus, seketika suasana yang tadi begitu berisik menjadi hening. Semua siswa di ruangan ini menghadap ke depan, menghadapku,,, tatapan mereka begitu tajam, aku tidak sanggup melihat tatapan mereka,, aku pun hanya bisa tertunduk sambil menyilangkan kedua tanganku di depan perutku.

Suhu : “Hari ini kita kedatangan murid baru,,”

Suhu : “Rega,,Perkenalkan dirimu..”

Waduuh,, kakiku gemeteran….

Aku : “ehmm,, namaku Rega,, Rega Widyono,, salam kenal”

Suasana masih hening,, seolah mereka tidak peduli dengan kehadiranku…

Suhu : “baik ,, carilah tempat duduk yang kosong..”

Saat saat seperti ini juga menjadi masalah bagiku, aku sih tidak keberatan duduk dengan siapa,, tapi mereka ? mau gak duduk sama aku.? aku hanya berharap ada meja yang tidak ada siswanya sama sekali,, tapi ternyata tidak ada,, aku harus memilih duduk di tempat yang sudah ada satu siswanya,, di bagian depan ada tempat satu kosong yang disebelahnya ada siswa cewek,,, waktu aku mau duduk disana, cewek itu menggelengkan kepalanya pelan,, artinya dia tidak membolehkan aku duduk disebelahnya,,, beberapa kursi kosong kemudian juga seperti itu,, “atau aku duduk di bawah saja yah,,” ucapku sedih di dalam hati.

……. : “hai ,, duduklah disini..”

Akhirnya ada penyelamatku, aku menoleh ke asal suara dan menuju kesana.

……. : “Benar Rega Namamu tadi?” ucapnya padaku, saat aku sudah duduk disebelahnya,,

Aku : “ehmm ,, iya,, Kamu”

……. : “namaku Adit, salam kenal,,,,” ada yang mengira dia cewek ? xixixi

Dan Adit adalah teman pertamaku di sekolah ini,, anaknya cool, baik, bahkan dia tidak cupu sepertiku,,, aku juga bingung kenapa dia mau aku duduk disebelahnya. Atau jangan-jangan dia hanya akan memanfaatkanku?

TRINGGGGGGGGGGG,,

Jam istirahat pun tiba,, Adit mengajakku ke lapangan depan tempat biasanya para siswa bercengkrama saat jam istirahat, atau saat jam pulang,.. aku diajaknya duduk di bawah pohon yang sangat rindang.. begitu sejuk di siang yang sangat terik. Di sudut lapangan ada sebuah panggung yang di atasnya tertulis Music Festival,,

Adit : “dari sini kita bisa bebas melihat indahnya karunia Tuhan..”

Aku : “ehhmm apa?”

Adit : “Kamu belum bisa melihatnya ? kamu lihat itu…” dia menunjuk ke arah kerumunan siswi,,

Adit : “lihat segala bentuk bongkahan payudara yang ranum itu,,, ada yang gede bulet, ada yang kecil tapi tetap menggiurkan, lihat pantat mereka ketika berjalan dari belakang,, uhhh,, indah bukan?”

Buseett, ternyata yang dia makasud adalah karunia tubuh indah perempuan. Mata keranjang juga ni si Adit.

Adit : “disana gedung SMP,, aku dan kebanyakan siswa dulu sekolah disana,, begitu lulus SMP kita langsung melanjutkan kesini” Adit menunjuk satu gedung tidak jauh dari gedung SMA.

Memang komplek sekolah swasta ini terdiri dari SMP dan SMA, banyak siswa yang setelah lulus SMP disini melanjutkan SMA disini juga.

Adit : “lihat cewek cantik itu,,” dia menunjuk ke salah satu cewek yang sedang berjalan dengan teman temannya

Aku : “eh, itu kan,,,”

Adit : “Kakak kelas, dia itu primadona disini, namanya Amanda,,, dan dia pacarku”

Woi… dia kakak tiriku,, dan pacarnyanya bukan kamu,,,,

Adit : “ kamu lihat cewek yang sedang ada disana… “

Aku : “yang sedang dikerumuni cowok?”

Adit : “yap,,yang toketnya super jumbo itu,,,namanya Ressa, dan dia Perek,’

Aku : “hah?”

Adit : “kalau uang jajanmu lebih-lebih,, kamu bisa memintanya menunjukkan toketnya yang gede itu,, kalau uangmu masih lebih, kamu bisa memegang toketnya,, dan kalau uangmu sangat banyak,, kamu bisa memintanya menghisap juniormu”

GLEK,, seriuss? Aku tidak menyangka ada cewek seperti itu di sini,,,,

Adit : “kamu lihat cowok cowok yang mengerumuni dia itu,, mereka itu geng yang populer disini,, dengan ketuanya Galih,, yang tajirnya gak ketulungan,, dan mereka itu pelanggan tetapnya si Ressa.. lihat saja sebentar lagi mereka akan menuju kebelakang sekolah untuk bertransaksi..” benar,, beberapa saat kemudian cowok cowok itu dengan cewek yang namanya Ressa itu pergi kebelakang..

Aku : “seriuss..? kamu tau dari mana?”

Adit : “sudah bukan rahasia lagi, aku dulu juga sekelas dengan Ressa waktu SMP”

Aku : “kamu pernah ikutan memberikan uang jajanmu ke dia?” tanyaku penasaran

Adit : “tidak,, bukannya aku tidak punya uang,, tapi aku kasihan padanya..”

Aku : “Kenapa..?”

Adit : “dia tidak membolehkanku cerita ke siapa2..”

Aku : “dulu kakanya Ressa juga sekolah di SMP itu,, tapi setelah lulus SMP kakanya pindah ke kota sebelah ikut orang tuanya sedangkan Ressa tetap tinggal disini dengan om dan tantenya..asal kamu tau, kakaknya tidak kalah semok dengan Ressa,, malah toket kakanya lebih gede daripada punya Ressa,, kakaknya namanya Res……..”

Aku tidak begitu jelas mendengarkan kalimat yang diucapkan Adit tentang kakanya Ressa,, karena aku teralihkan ke arah panggung tadi,, disana sedang ada sebuah band yang dari tadi sedang beraksi membawakan sebuah lagu..

♫I’ve got a tight grip on reality,

But I can’t let go of what’s in front of me here.

I know you’re leaving in the morning when you wake up.

Leave me with some kind of proof it’s not a dream.

You are the only exception.♫

Suara vocalistnya begitu sempurna, dia menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan,, aku sampai merinding mendengar suaranya..

Aku : “dia siapa..?”

Adit : “mana,,,? Oh yang sedang nyanyi?”

Adit : “Cantik yah?,,, panggilannya AL , dia kakak kelas,, jangan macam-macam dengannya,, dia itu pacarnya Galih..”

Aku : “galih yang tadi dengan Ressa…?”

Adit : “Yap,, kasian sih, tapi mau gimana lagi,,, Alexa tidak tau kelakuan pacarnya”

Adit : “Oiya,, Alexa itu musuh bebuyutannya Amanda ..”

Haaah? Kok bisa?

Adit : “sudah,, cari cewek yang lain saja,,, jujur, meskipun bakalan susah dengan penampilanmu yang ….. hahah sorry bro, jangan tersinggung”

Aku : “it’s Oke..”

Adit : “Tapi kamu tetap bisa bertransaksi dengan Ressa,, dia tidak pilih2 pelanggan, yang penting uangmu cukup.. lumayan broo,, seccelup dua celup di mulutnya,, hah? hah? Nanti biar aku yang bilangin ke dia..”

Aku : “he heh ,, kagakk,,” buset si Adit berbakat jadi mucikari,,,

Adit : “hahaha,, yasudahh,, ayo ke kantin,, laper nih” dia berdiri,, dan kami berdua menuju kantin,, sebelum aku beranjak aku sempatkan melihat Alexa sekali lagi,,,

.

.

Setelah makan di kantin, aku dan Adit menuju ke kelas,, di tengah perjalanan, kami berpapasan dengan gerombolan gengnnya Galih,, dan Galih berjalan paling depan sambil merangkulkan lengannya di belakang leher Alexa,,

Salah satu anggota geng Galih mendahului Galih dan Alexa,, kemudian…

BRUGGG,,, tubuhku terpental ke belakang karena dorongan yang sangat keras yang dilakukan olehnya,, akibat dorongan tadi kepalaku terbentur pinggiran pintu kelas,, darah menetes dari dahiku…

…….. : “Ngapain lihat2,, hah?” ucapnya..

Kulihat Galih dan Alexa sedang melihatku,, mereka tersenyum geli,,, dan tetap melanjutkan langkahnya meninggalkanku, sedangkan anggotanya mengkerubuniku,, kulihat Adit tidak berbuat apa2.. beberapa siswa lain yang melihatku juga tidak berbuat apa2,, tidak ada yang membantuku.

…….. : “Heh culuun,, kalau ditanya itu jawab…”

Brugg,, salah satu kaki anggota geng itu menendang perutku.. “aghhhh”

…….. : “kasih pelajaran lagi aja biar gak macem2..” salah satu anggotanya bersiap memukul tepat di wajahku” aku hanya pasrah memejamkan mata dan bersiap menghadang pukulannya dengan tanganku,,,

BRAKKK,,, AGGHHHHHJHH

Eh kenapa? suara apa itu? aku belum merasakan pukulan apapun,,, kubuka mataku,, kulihat orang yang tadi akan memukulku sudah tergeletak jauh…

TAP TAP TAP.. suara langkah laki melewatiku,,,

Rein ?

Rein mendekati cowok yang tadi menendang perutku,, dengan gerakan yang sangat cepat kakinya terangkat dan menendang perut cowok itu sampai terpental jauh,,,

Buset,,, Rein bisa karate. Melihat serangan dari Rein,, anggota geng yang tersisa langsung kabur,,,

Rein : “kalau kalian macem2 lagi dengan dia,, kalian berurusan denganku” ucap Rein kepada dua cowok yang tergelatak itu,, kemudian mereka bangkit dan kabur.. kemudian Rein mendekatiku yang sedang dibantu berdiri oleh Adit.

Rein : “kamu gpp Ga..? sialan tu cowok cowok berengsek,, beraninya menghajar adikku”

Adit : “WHATTTSS ? ADIK?” Adit terkejut mendengar ucapan Rein,,

Aku : “gpp kok Rein,,”

Adit : “REIN ?”

Aku : “apa’an sih Dit,,” ucapku agak kesal padanya,, karena dari tadi dia kaget dan mengeluarkan kata kata dengan suara yang keras,,,

Rein : “heh,, kamu bisa membawanya ke UKS ?” ucap Rein kepada Adit,,,

Adit : “bisa kak,, bisa kak,,,”

Rein : “sorry ya Ga,, aku ada Test sebentar lagi”

Aku : “Iya gpp kok Rein..”

Rein : “awas ya kalau terjadi apa-apa padanya,,” ancamnya kepada Adit,,

Setelah itu Adit mengantarku ke UKS, kepalaku pusing sekali karena benturan tadi… sesampainya di UKS kusuruh Adit masuk ke kelas, karena jam istirahat uda usai,

Di dalam UKS, aku dirawat oleh seorang anggota UKS, dia memperban kepalaku yang mengeluarkan darah tadi,, aku duduk di salah satu tempat tidur, di dalam ruangan ini ada dua tempat tidur, di tempat tidur satunya aku lihat ada yang sedang rebahan disana.

Itu kan Ressa, kenapa dengannya,,,?

……. : “istirahatlah sebentar disini,, “ ucap petugas UKS padaku sambil memberikan air mineral.

……. : “aku tinggal dulu yah…” setelah itu petugas tadi keluar ruangan…

Aku masih melihati Ressa yang sedang rebahan dengan mata terpejam tepat di sebelah ranjang yang aku duduki…

Ressa : “Aku belum mati,, jangan dilihati seperti itu” ucapnya tiba2

Aku : “eh,, sorry sorry” aku kaget dia mengetahui aku melihatinya dari tadi. Kemudian dia bangkit dari tidurnya dan duduk diatas renjang sambil memegangi kepalanya”

Ressa : “kenapa dengan kepalamu ?”

Aku : “ini ..? terbentur tadi,,,”

Ressa : “ohhh,,”

Aku : “kamu kenapa?”

Ressa : “kepalaku sakit,,, anggep aja Migrain,, boleh minta minummu?” mendengar permintaannya aku reflek turun dari ranjang dan memberikan sisa minumanku kepadanya. dan aku kembali lagi ke ranjangku tadi..

Aku : “kalau kurang bisa aku ambilkan lagi..”

Ressa : “gpp ini sudah cukup..” setelah minum dia memegangi kepalanya lagi,,

Aku : “sakit banget yah..?”

Ressa : “rasa sakit ini sudah sering menyerangku, aku sudah terbiasa..”

Apa benar cewek yang sedang menderita ini seorang perek yang disebutkan Adit tadi? Aku kasihan padanya,,, tubuhnya begitu lemah di atas tempat tidur,,,

Ressa : “bisa nggak berhenti ngeliatin aku kayak gitu…? Aku tidak perlu dikasihani,, toh hidupku juga tidak lama lagi,, aku benci orang2 melihatku seperti itu, mungkin memang mati lebih baik daripada melihat orang2 selalu menatapku seperti itu”

Aku : “eh,, maaf,, maaf,, ” apa maksudnya? hidupnya tak lama lagi?

Ressa : “Kamu punya uang lebih gak?”

Aku : “segini cukup? buat apa?” aku mengeluarkan sisa uang saku seminggu yang dikasih bunda tadi pagi,,,

Ressa : “kayaknya lebih dari cukup,,,boleh aku pinjam.? Besok aku kembalikan,,, aku mau pulang saja, tapi uangku tidak cukup buat ongkos taxi”

Aku : “ini bawa saja gpp buat kamu…”

Ressa : “aku tau maksudmu,,,” setelah itu Ressa membuka kancing kemeja seragam sekolahnya, terlihat bra hitam dengan, payudara Ressa memang sangat besar.. eh tunggu,, bukan itu maksudku…

Ressa : “peganglahh,,, maaf dengan kondisiku sekarang aku tidak bisa mengulum punyamu.. besok saja kalau aku sudah enakan,,”

Ternyata benar apa yang diucapkan Adit,,, aku sedikit merasa iba kepada Ressa. Pasti ada hubungannya dia menjadi perek dengan sakit yang dia derita dan tidak adanya semangat hidup lagi di dirinya. aku langsung turun dari ranjang dan menuju ke arahnya…

Aku : “bukan itu maksudku,,,” aku mengkancingkan lagi kemejanya tanpa melihat payudaranya,, aku hanya melihat wajahnya.

Aku : “yuk aku bantu kedepan,,,” dia tersenyumm…

Aku membantunya berjalan dari UKS sampai ke pintu gerbang depan sekolah,, dan memanggilkan taksi untuknya…

Ressa : “Namamu?” tanyanya ketika sudah masuk di dalam taxi,,,

Aku : “Rega….” Dia hanya tersenyum,, dan taxi itu pun berlalu meninggalkan komplek sekolah.

Kemudian aku kembali ke kelas,, di bawah mejaku aku menemukan satu box susu kemasan dengan catatan “semoga cepat sembuh,,”,, siapa yang menaruhnya disini? Aku melihat sekeliling kelas… Rein? Bukan,, ini bukan tulisannya…pemuja rahasia? hahaha.. siapapun itu,, terima kasih.

Yap..Seperti itulah hari pertamaku sekolah di kota ini,,, Rein, Ressa, Alexa, pemuja rahasia? , Adit, Galih dan gengnya.. mereka sudah mengisi tulisan di lembaran kehidupanku disini…


BERSAMBUNG

Daftar Part