. Halaman Baru Part 20 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 20

0
293

Halaman Baru Part 20

LOBANG SEMPIT

–POV DIAS–

“Achhhhhh..”

Suara itu yang terdengar di telingaku saat aku akan membuka pintu kamar kostku. mespkipun aku tidak pernah melakukannya, tapi aku paham suara apa itu.

“Achhhhhh..”

Itu adalah suara lenguhan akibat aktivitas bercinta, suatu ekspresi birahi seorang manusia. Suara itu juga yang sering terdengar dari kamar Rini tetangga sebelah kamar kostku ketika dikunjungi pacarnya. Aku dan Linda sering menggosipkan suara desahan Rini dan membuatku tertawa geli karena Linda selalu berimajinasi kalau Rini sedang diginikan atau digitukan sama pacarnya.,,,

“achhhhhh.. Fuck me”

Tapi kali ini lenguhan itu bukan bukan dari kamar sebelah, dan bukan suara desahan Rini. Suara itu berasal dari dalam kamar kami dan suara desahan itu adalah suara Linda.

“Nggghh,,,”

Jantungku berdebar mendengar rintihan Linda, aku takut dengan apa yang terjadi di balik pintu ini, aku mempunyai suatu dugaan, tapi aku berharap dugaanku salah..,

“Achhhh,, besar sekali punyamu Ga…”

DEG DEG DEG DEG,

Jantungku semakin berdetak kencang saat kudengar Linda menyebutnya, seketika air mataku berair,, aku harus memastikannya, kuberanikan membuka perlahan pintu kamarku, sepelan mungkin agar mereka tidak mengetahuinya… pintu ini hanya butuh terbuka sedikit, melalui celah yang sempit ini aku bisa melihat jelas apa yang terjadi didalam, siapa yang ada didalam, dan apa yang mereka lakukan,,,

Aku terkejut, shock,, reflek kututup mulutku dengan kedua tanganku karena aku tidak percaya dengan apa yang kulihat…. Gerakanku yang tiba-tiba membuat tas yang kupegang terjatuh ke lantai,,, aku tidak mempedulikan tas itu,,

Aku masih melihat apa yang terjadi dalam melalui celah sempit ini,, kulihat Linda tanpa berpakaian sama sekali sedang duduk diatas tubunya Ega yang juga tidak memakai pakaian,, sangat jelas kulihat Linda sedang naik turun menekan tubuh Ega,,, aku tau apa yang mereka lakukan. Sedetik kemudian tubuh Linda menunduk,, mereka bericuman..

Cukup,, aku tidak sanggup melihatnya lagi,,, dengan cepat aku keluar dai kost ini menuju jalan raya dan tertunuudk disana…

Hatiku hancur,,, “beginikah caramu membalas sakit hatimu Ga…?” seperti itukah kelakuan pria yang selama ini aku perjuangkan, yang selama ini aku bela di dalam hatiku, yang selalu kusebut dalam doaku,,, “Oh Tuhan cobaan apa lagi ini..?” atau ini adalah suatu petunjuk darimu kalau aku dan Ega memang tidak bisa bersatu.

BEBERAPA SAAT KEMUDIAN

–POV LINDA—

Aku : “ati ati Ga..”

Kuucapkan pada Ega sesaat dia mengantarkanku kembali ke kost seusai makan siang bersama. Sore ini langit begitu gelap,.. tidak pernah kusangka bisa ngentot dengannya, kontolnya gede banget,, xixixi.. punya Andre kalah jauhhhh,, hahaha.. semoga aku bisa melakukannya lagi dengan Ega,, Ega berada di urutan nomor satu daftar ukuran kontol pria yang pernah ngentot denganku.

“loh kok gak terbuka..?” ucapku dalam hati ketika akan memasuki kamar kostku,, aku yakin tadi sudah aku kunci pintu kamarku ini…

Aku : “Dee..?” aku terkejut di dalam sudah ada Dias..

Aku : “Kapan datang Dee..? hmm kangennnn..” aku memeluknya yang sedang duduk di atas tempat tidurnya…. Tapi tidak ada respon darinya..

Aku : “Dee..? kamu gpp?”

Dias : “kenapa disini Lin?”

Aku : “hehh? Apanya Dee,,? ”

Dias : “kenapa kamu melakukannya disini?” air mata Dias menetes…

Aku masih tidak mengerti apa yang dibicarakannya,, melakukan apa? ,, tunggu,, jangan jangan,,, tidak,, tidak,, tidak mungkin,, Dias gak boleh tau.. jantungku berdebar,,,

Dias : “aku tau tadi Ega disini, aku tau apa yang kalian lakukan taidi,, aku melihatnya sendiri dengan kedua mataku,,”

Astagaa,, Dias benar benar tau perbuatanku dengan Ega tadi,,, aku ketahuan,, Dias pasti sangat kecewa,,, tubuhku merinding..

Aku : “Dee,, Maaf”

Dias : “Kalian berpacaran? Meskipun kalian berpacaran, kenapa kalian melakukannya diatas tempat tidurku..?” ucap Dias dengan nada sedikit meninggi…

Aku : “tidak Dee,, tidak,, aku tidak berpacaran dengannya…” air mataku ikut menetes,,,

Dias : “aku kecewa sama kamu Lin,, harusnya kamu tau aku masih berharap bisa bersama-sama dengannya,, harusnya kamu tau aku menolak perjodohan ini karena Ega”

Aku : “Hikss,, maaf Dee aku tidak bermaksud,,”

Dias : “aku sudah tidak peduli Lin,, aku sudah tidak peduli dengannya,, lakukan dengannya sesukamu, kalian bebas melakukannya disini,, aku yang akan pergi..” Dias berdiri dan menuju pintu,,,

Aku : “tunggu Dee,, dengarkan penjelasanku..Dee..” Dias tidak mempedulikanku,, dia kecewa denganku,, dengan Ega… Dias sudah pergi lagi, meninggalkanku lagi…

Aku menangis sejadi jadinya di dalam kamar,, aku menyesal, aku merasa bodoh,, aku bodoh tidak bisa menahan nafsuku,, nafsuku telah menguasai tubuhku,, membuatku kehilangan sahabat baikku,, aku telah mengecewannya,, “maafkan aku Dee..kamu tidak seharusnya pergi,, aku yang gak pantas disini lagi”

SEMENTARA ITU DI TEMPAT LAIN

Di suatu lorong gedung,, beberapa orang sedang mengawasi sesuatu di sebuah ruangan dibalik kaca,,, ada yang menangis, ada yang mencoba untuk tetap tabah…

……….. : “dokter,, bagaimana keadaan anak kami?” tanya seorang ibu kepada seorang dokter yang baru saja keluar dari ruangan itu..

Dokter : “Bagian kepala anak ibu mengalami cedera berat, saat ini anak ibu bisa dibilang mengalami koma akibat cedera itu,,, namun fisik tubuhnya tidak mengalami cedera yang serius”

……….. : “anak kami bisa bangun dan dembuh kan dok?”

Dokter : “ibu,, kami akan berusaha semaksimal mungkin mengobati lukanya dari luar,, tapi saat ini anak Ibu yang harus berjuang dari dalam dirinya untuk bangun, kami yakin anak Ibu bisa sadar lebih cepat, karena semangat anak Ibu untuk hidup sangat tinggi..tapi seandainya nanti dia pulih semoga fungsi otaknya juga bisa pulih agar tidak terjadi kelumpuhan”

Apa yang orang2 itu tangisi? Di ruangan penuh dengan peralatan Medis itu, di tempat tidur terbaring seorang wanita cantik dengan mata terpejam. Dimulutnya terpasang alat untuk menahan pangkal lidah agar nafas tidak tersumbat, dilengannya terpasang selang infus, tubuhnya penuh dengan perban yang menutupi sebagian besar tubuhnya. Jauh di dalam hatinya,,, di bagian dasar alam sadarnya,, dia terus menyebutkan satu kata..

“bee”

SEMENTARA ITU DI WAKTU YANG SAMA DI TEMPAT LAIIN, DISEBUAH KAMAR APARTEMEN

–POV EGA—

Kalian tau apa itu karma ?

Menurut wikipedia , Dalam konsep “karma”, semua yang dialami manusia adalah hasil dari tindakan kehidupan masa lalu dan sekarang. Efek karma dari semua perbuatan dipandang sebagai aktif membentuk masa lalu, sekarang, dan pengalaman masa depan.

Sedangkan menurut …… (Mau bikin skripsi Om..?)

Wow gokill,,,, terdengar suara dari langit… serem,,,

Intinya, aku tidak menyangka akan begitu cepat terkena karma akbat sesuatu yang tidak aku sadari, atau seharusnya aku menyadarinya? Mungkin bukan hanya aku yang mengalaminya, semua tokoh di cerita ini mungkin juga tidak menyadari bahwa mereka juga menanggung karma akibat perbuatan mereka. Lalu Bagaimana dengan kalian ? semoga tidak ada karma yang mengintai di belakang kalian… hati-hati dengan segala tindakan kalian, sekecil apapun itu,, seperti butterfly effect,, jika kupu-kupu mengepakkan sayapnya di waktu yang tepat, dapat menyebabkan badai ribuan km jauhnya.

Aku : “ada apa dengan kamu dan Meta? Kalian baik2 saja kan?”

Resty : “kami dulunya baik2 saja,,”

Aku : “dulu..?”

Resty : “aku dan Meta sahabatan Ga,,”

Whattt ? seriusss..?

Resty : “kami berteman baik sejak kami duduk di bangku kuliah yang sama, dia sudah kuanggap sebagai saudaraku sendiri,, bahkan kami,,,,,,,”

Aku : “,,,,,?” aku menantikan kalimatnya..

Resty : “tidak,, tidak,,, semenjak tadi malam, dia bukan lagi sahabatku, bukan saudaraku,,Dia yang mengakhiri persahabatan kami..”

Resty : “Meta itu Pembohong, jangan pernah percaya apapun apa yang dikatakannya.”

Aku : “Kenapa Meta harus berbohong Res?”

Resty : “Menurutmu..?”

Aku : “hah? Dia bahkan tidak mengatakan apapun padaku,, dimana dia sekarang?”

Resty : “Tau’… mampus kali”

Ucapnya dengan kesal,,,,

Resty : “Dia menghianati persahabatan kami,, dia menghianatiku Ga, kami bertengkar semalam…”

Aku : “Kenapa dia menghianatimu? Apa yang dia lakukan…?”

Resty terdiam cukup lama.,,,,,

Resty : “Dia merebutmu dariku…”

JJJJJJEEEEEEEDDDDDDDDDDDERRRR seperti suara petir terdengar dari luar….

Apa artinya ini? Aku masih tidak menyangka Resty dan Meta adalah teman baik, tapi kenapa Resty menyangka aku direbut oleh Meta,, siapa aku bagi Resty? Apakah dia punya perasaan padaku? Atau dia hanya tidak rela aku yang selama ini dijadikan boneka seks nya kini dekat dengan Meta..?

Resty : “Meta pasti sengaja melakukannya, dengan uangnya dia mencari tau siapa yang lagi dekat denganku, mencari tau siapa kamu, mencari kelemahanmu, mendekatimu, memaksamu menjadi pacarnya,, dia pasti menawarkan uangnya padamu? Ya kan,,? dia sengaja melakukan itu semua untuk menghianatiku Cuma gara gara dia tidak ingin kalah denganku,,, dia itu licik”

JJJJJJEEEEEEEDDDDDDDDDDDERRRR ,

aku tidak percaya Resty bisa berkata seperti itu, memang benar Meta memaksaku untuk menjadi pacarnya,,,, tapi..

Aku : “kamu salah,,, Meta tidak perlu melakukan itu semua,, karena dia adalah teman masa kecilku,, dan aku tulus mencintainya”

Resty : “tidaakkkkk,, kamu bohongggg…” Ucap Resty sambil memegangi kepalanya sambil menangis.

Kemudian Resty memeluk tubuhku,,,

Resty : “jangan katakan itu,, kamu pasti berbohong, katakan kalau kamu berbohong..” Resty memelukku sambil menangis,,

Resty : “Cintanya ke kamu itu Cuma main2, dia tidak pernah serius, aku yang lebih mencintaimu, aku sayang padamu Ga, tinggalkan dia,,. hiks”

Aku : “kenapa baru mengatakannya sekarang,,?”

Aku : “Meta sangat serius menjalin hubungan denganku, dia juga tulus mencintaiku, Bahkan Meta sudah mengenalkan aku ke orang tuanya,,,”

Meskipun Meta sudah memutuskan hubungannya denganku,, tapi Resty harus tau kenyataanya bahwa semua yang diomongkannya tentang Meta itu salah.. aku sangat yakin kalau Meta benar-benar tulus mencintaiku,, dan akhirnya aku tau kenapa Meta memutuskanku,, itu karena kamu Res,, dia melakukannya agar aku bisa kembali ke Resty. Meta merelakanku untuk sahabat baiknya..

Aku : “Tapi Meta semalam mengakhiri semuanya, dia memutuskanku,, aku yakin itu dilakukannya karenamu..”

Sesaat kemudian tangisan Resty berhenti dan dia melepaskan pelukannya,,. Dia tidak melihatku, seperti orang yang sedang melamun sepertinya dia sadar dan menyesali semua perkataan buruknya terhadap Meta. Kulihat wajahnya sudah tenang…

DOK DOK DOK DOK

Suara ketukan di pintu kamar membangunkan lamunan Resty,, dia beranjak dari tempat tidur menuju ke arah pintu. Siapa yang datang ? Meta? Resty melihat siapa yang datang dari lubang kecil pintu kamar. Sedetik kemudian dia berlari ke arahku dengan raut wajah yang sangat panik.. siapa yang datang?

Resty menarikku menuju lemari pakaiannya,, dia mendorongku masuk untuk sembunyi di dalam lemari pakaiannya,,

Aku : “Tunggu Res,, ada apa? Siapa yang datang?”

DOK DOK DOK

Resty : “Apapaun yang terjadi, jangan sampai orang itu melihatmu di kamar ini. Tetaplah disini sampai orang itu pergi,,” wajah Resty terlihat begitu panik, wajah yang tadi sudah mulai tenang kini tampak kebingungan…

Aku : “tapi Res,, kenapa?”

Resty : “Please Ga,, turuti permintaanku,, kalau sampai orang itu melihatmu disini, hidupku akan hancur..” ucapnya, air mata menetes lagi di pipinya… kemudian pintu lemari ditutupnya. Tidak pernah kulihat Resty setakut ini…

Beberapa saat kemudian kudengar suara Pintu dibuka,, kucoba membuka sedikit pintu lemari ini,, tapi tetap tidak bisa melihat siapa yang datang,,

……… : “silahkan masuk Pak Wi..” ucap salah satu orang pria,,

Pak Wi : “terima kasih..” ucap satu orang pria lagi

Siapa orang itu? Berapa orang yang datang..? kemudian pintu ditutup…

……… : “kenalkan,, ini Resty…”

Pak Wi : “ya ya ya.. cantik”

………. : “cuman cantik?”

Pak Wi : “hahaha, luar biasa, super seksi..Peliharaan Pak Danu memang hebat..”

Whatt? Obrolan macam apa itu,, siapa mereka ? kenapa Resty dipanggil peliharaan?

Resty : “ehm,,, kok sudah pulang Om? Katanya sebulan di Ausy..”

Om? Om nya Resty? Haduh siapa sih mereka…

Om Danu : “Keluargaku masih disana,, saya kembali kesini karena ada kesepakatan bisnis dengan Pak Wijoyo ini,, tolong buatkan minum untuk kami”

Resty : “baik..silahkan duduk…”

Dari celah sempit ini aku bisa melihat Resty menuju dapur,, dia sedang membuatkan minum,,,,, kedua orang tadi mengobrol sesuatu tentang ,, aku tidak terlalu paham dengan apa yang mereka obrolkan.. kulihat Resty sudah selesai membuatkan minuman. Lalu Resty duduk di tepian tempat tidur, dari celah sempit ini bisa kulihat dengan tempat tidur Resty. Resty kelihatan begitu gelisah..,,

Om Danu : “Bagaimana Pak Wi? Kita sepakat….?”

Pak Wi : “Oh,, Tunggu dulu Pak Danu,, fisik sih oke,, belum tentu bisa memuaskan”

Om Danu : “oke..oke,,, bagaimana kalau pemanasan dulu? Free..”

Apa sebenarnya yang mereka obrolkan,, kulihat Resty semakin tidak tenang di duduknya..

OM Danu : “silahkan Pak Wi,,tuh dia sudah menunggu di ranjang..”

TAP TAP TAP. Suara orang berjalan,, kemudian terlihat seorang pria tua sekitaran umur 50 tahun mendekati Resty dan duduk di sebelahnya.orang yang namanya Pak Wi itu membelai rambut Resty…

Resty : “apa apa’an ini Om?” Rucap Resty sambil menghindari tangan Pak Wi menjamah tubuhnya..

Aku emosi melihat kelakuan Pak Tua itu pada Resty,,

Kemudian seseorang yang namanya Om Danu berbicara,,

Om Danu : “Layani Pak Wi..!”

Resty : “Tapi Om..”

Om Danu : “Cepat lakukan,,” suara orang itu dengan membentak

Resty : “Gak Mau,,” Resty tertunduk,,, aku mendengar isak tangisnya

Betul Res,, jangan mau !!

Om Danu : “kamu mau semua ini aku tarik? Hah?” orang itu membentak lagi,,

Resty tidak menjawabnya,,, dia hanya terdiam dalam tangisnya…

Apa yang ditarik? Jangan2?

(Rendy : “dia itu simpenan bos2 disini?”) ingatan obrolanku dengan Rendy muncul sekilas,,,,

Astaga, ternyata benar yang diucakpan Rendy,, gosip itu benar. Seketika badanku merinding,,, Resty seorang simpenan ? kenapa Resty tidak memberitahuku?

(Resty : “aku sudah punya suami”) ya,, Resty sudah mengatakannya seusai kami bercinta di kantor, waktu aku menanyakan tentang pasangan padanya. Inikah yang membuatnya menahan untuk tidak mengatakan perasaan sesungguhnya padaku? “Fuckkk”

Pak Wi : “jangan kasar begitu Pak Danu,,, wanita cantik seperti ini harus diperlakukan dengan lembut” Pak Wi meraba payudara Resty,, Resty hanya bisa diam sambil menangis…

Pak Wi : “Besar sekali susumu cantik,,,” dengan sekali gerakkan Pak Wi mengeluarkan satu Payudara Resty dari belahan kaos Resty… dan memainkan putingnya

Om Danu : “Mantap kan Pak Wi?

Pak Wi : “Luar Biasa..” ucapnya sambil meremas payudara Resty, membuat tubuh Resty sedikit tidak tenang…

Kemudian Pak Wi membuka celananya,, bisa kulihat penis Pak Wi sudah terbebas dari celananya,,

Pak Wi : “Ayo sayang jilati punyaku,,” perintahnya kepada Resty,, Resty hanya menggeleng geleng…

Pak Wi : “ayo,, nanti Om mu itu marah lagi kalau kamu tidak melakukannya” ucapnya sambil menekan kepala Resty ke bawah,,

“jangan lakukan Res…” aku tidak sanggup melihatnya,, aku harus menyelamatkan Resty..

Saat Resty akan memasukkan penis Pak Wi ke dalam mulutnya, Resty melihat ke arah lemari,, ke arahku.. dia menggeleng gelengkan kepalanya. Bisa kulihat air mata Resty membasahi pipinya… Resty menahanku untuk tetap di lemari,, meskipun Resty tidak bisa melihatku,, dia pasti sudah tau kalau aku akan berontak kalau melihatnya melakukannya,, dia memberikan kode padaku untuk tidak keluar dari lemari ini… “Fuckkkkkkk…”

Dan akhirnya penis itu masuk di dalam mulutnya,,, Resty mengulum penis Pak Wi dengan wajah yang penuh dengan air mata.

Pak Wi : “Ouhhh,,, jago juga kamu yah..”

Aku tidak sanggup melihat pemandangan ini….

Beberapa menit kemudian Resty mengeluarkan penis itu dari mulutnya,, Resty memuntahkan sesuatu.. kurang ajar,, Pak Tua itu memuncratkan spermanya di dalam mulut Resty.

Pak Wi : “ayo sayang,, kita lakukan sekarang,,”

Pak tua itu mendorong kasar tubuh Resty hingga dia terpental ke tempat tidur,, lalu Pak Tua itu mencoba menarik kebawah celana yang dipakai Resty. Tapi Resty menahannya…

Resty : “jangan.. hentikan,,hentikannnnn” Resty berteriak,,

OM Danu: “Woo,,wooo,,, tunggu dulu Pak Wi,, kita harus sepakat dulu” orang itu berjalan mendekati Resty dan Pak Wi

Pak Wi : “hahaha,, maaf Pak Danu,, saya sudah tidak tahan menyemprotkan spermaku di dalam memeknya”

Pak Wi : “Okeeee.. oke,, deal,, proyek di pulau tetangga milik perusahaan anda”

Om Danu : “Terima Kasih,, silahkan dilanjutkan,,,” Om Danu memegangi tangan Resty,,,sehingga Pak Wi bisa leluasa melepaskan celana Resty,,, meskipun Resty berontak,, tapi dia tidak bisa berbuat apa2”

Pak Wi : “Ckckckck,, bagus sekali memekmu cantik,,” ucapnya sambil meraba memek Resty..

“Fuckkkkkkkkkk…” Resty diperlakukan seperti pelacur…

Resty : “Hentikaaannn… Please Om,, jangan lakukan ini”

Pak Wi : “Gak sayang nih Pak Danu memek sebagus ini diobral,,?”

Om Danu : “hahaha.. awalnya sih sayang Pak Wi,, karena aku sudah membayar sangat mahal untuk mendapatkan memek sebagus itu”

Om Danu : “Tapi pelacur ini sudah mulai nakal,, dia tidur dengan pria lain di Singapore, bahkan mungkin pernah melakukannya di kamar ini,,, ya kan? Dasar pelacur tidak mau diuntung”

DEG, orang itu tau kelakuanku dan Resty di Singapore,,,pasti ada hubungannya dengan Man in Black yang mengikuti kami disana.

“Fuckkk,, fuck,,,,”

Om Danu : “anggap saja ini pelajaran untuknya,, agar dia tidak macam2 lagi,, heh dengarkan dasar pelacur,,, jika kamu macam2 lagi denganku,, aku tidak hanya akan mengajak satu orang kesini,, tapi 10 orang akan aku bawa kesini untuk menjebol memekmu itu…? Atau aku harus memberi pelajaran cowok itu ? Hah?”

Om Danu : “silahkan dilanjut Pak Wi..”

Kulihat Resty tidak berdaya mendengar ancaman orang itu, mendengar ancamannya, sepertinya orang itu bukan orang sembarangan…, Aku tertunduk lemas di dalam lemari,, ini semua salahku,,, “Fuckkkkkkkk..”

Penis Pak Wi sudah mulai masuk di dalam Memek Resty… Resty lemas tidak berdaya,,, sedangkan orang satunya yang namanya Danu itu mengambil kursi dan duduk tidak jauh dari tempat tidur membelakangiku,,,,

Resty : “Nghh,, nghhh..” hanya itu suara yang keluar dari mulut Resty saat Penis Pak Wi menggenjot memeknya.. Resty sudah pasrah.

aku masih tertunduk lemas mengamati tindakan mereka kepada Resty,,

beberapa saat kemudian Pak WI mencabut penisnya dari memek Resty,, orang itu melepaskan kaos yang dipakai Resty,, Resty yang sudah tidak berani melawan pasrah ketika Pak Wi menciumi kedua payudaranya…

DRTTTT DRTTTT,,, kurasakan hapeku bergetar dua kali,, tandanya ada pesan masuk,,, ternyata ada pesan masuk dari Linda,,,

“Dias tau perbuatan kita tadi, dan dia sangat kecewa…. Maaf”

Aku sangat shock, Seketika duniaku terasa jatuh menekanku,, apa lagi ini ? tubuhku semakin tidak berdaya mendapatkan informasi buruk yang bertubi tubi,, sangking lemasnya aku tidak kuat memegang handphone yang kupegang,, hingga jatuh ke bawah.

DOK

Aku langsung tersadar, gawaat suara jatuhnya hapeku pasti terdengar mereka,,,, aku langsung lihat melalui celah sempit ini mereka bertiga melihat ke arah lemari,,, bahkan yang namanya Danu itu berdiri dari kursinya,, dan sepertinya akan bergerak menuju kesini..

“Sial,,, sial…” apa yang harus aku lakukan?

Melihat Danu yang mulai bergerak,, Kulihat Resty mendorong tubuh Pak Wi,, dan dia turun berlari dari tempat tidur menuju Om Danu,, dengan gerakan cepat Resty membalikan tubuh Om Danu,, dan jongkok di bawah,, Resty membuka celana Pak Danu,,, meskipun aku tidak bisa melihatnya, sepertinya Resty mengulum penis Om Danu agar mengalihkan perhatiannya dari lemari…

Om Danu : “Achhh,,”

Pak Wi : “Loh,, aku belum selesai denganmu cantiik,,,” Pak Wi turun dari tempat tidur menuju Danu dan Resty

OM Danu : “Mungkin dia tidak cukup dengan satu kontol”

Kulihat Pak Wi mengocok penisnya di dekat Resty dan OM Danu,,,

Pak Wi : “jilati punyaku juga sayang,,”

Secara bergantian Resty mengulum kedua penis orang orang itu,,, dilahapnya penis Pak Wi sambil tangannya Resty mengocok penis OM Danu…begitu juga bergantian sebaliknya..

Kedua orang itu mendesah merasakan kenikmatan perlakuan Resty,,,

Saat Mulut Resty sedang mengemut penis Pak Wi,,, OM Danu mengangkat pinggul Resty,, kemudian meremas bongkahan pantat Resty,,, beberapa detik kemudian Penis OM Danu sudah masuk ke dalam memek Resty dari belakang,,

Sedangkan Pak Wi,, menggenjot penisnya di dalam mulut Resty,,,,

PLOK POLOK PLOK

Pantat Resty berbenturan dengan pinggul Om Danu,, sedangkan mulutnya disiksa oleh Penis Pak WI,, air liur Resty sampai berjatuhan,,,

Beberapa saat kemudian kulihat Danu sudah orgasme… spermnya keluar dari liang memek Resty ketika Danu mencabut penisnya,,, melihat memek Resty sudah bebas, Pak Wi melepaskan penisnya dari mulut Resty.. lalu satu kaki Resty diangkatnya keatas dan Pak Wi memasukkan penisnya ke dalam memek Resty,, mereka melakukannya dengan gaya berdiri,,,,, perlahan Resty mendesah tidak kuat menahan sodokan Penis Pak Wi,,,

Resty : “Achhhh,,,achhhhhhhh”

Pak Wi : “iya sayang,,nikmatin saja,, jangan ditahann”

Sedangkan Om Danu masih mencoba mengocok penisnya sendiri agar bisa segera ereksi kembali,, sambil meremeas bokong semok Resty,,

Om Danu : “akan kutambah nikmat buatmu pelacur,,”

Apa yang akan dilakukan OM Danu?

Awalnya OM Danu hanya menggesekkan penisnya di belahan pantat Resty,, namun sekarang penisnya diarahkan ke lubang sempit Anus Resty… astaga..

Resty : “jangan disitu OM,, jangan.. jangan..” Resty ketakutan saat penis Om Danu akan menyodok anusnya.. Resty mencoba berontakk, tapi tubuhnya ditahan Pak Wi,, Resty tidak leluasa bergerak karena satu kakinya diarahkan ke atas oleh Pak Wi..

Resty : “aaaaaaaaaaaaaaa.. sakiiittttttt..hentikan Om,, periiiihhh” bisa kulihat Resty terlihat sangat kesakitan saat penis Danu sudah masuk di dalam anusnya… mulut Resty terbuka lebar,, matanya terpejamm…

Resty : “Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa..perih Ommmm” teriak Resty,,,

Om Danu : “tahan, sebentar lagi pasti terasa nikmat,,, ahhhhhh anda harus juga mencobanya Pak Wi,, sempit sekali lubang yang ini”

Aku tak sanggup melihat ini,, aku gak tega melihatnya,,,, apa yang harus aku lakukan? Tak terasa air mataku menetes,,,

Resty : “hentikaann,, hentikaaannnn…”

Teriakan Resty tidak digubris kedua orang itu,, mereka masih saja melakukan aksinya,, kedua lobang Resty diaduk aduk penis mereka,,, penis mereka beradu saling menggenjot,,,

Resty : “Sakiiitttttttt…”

Aku tidak sanggup lagi melihat ini….kuputuskan untuk tidak melihat kelakuan keji mereka lagi,,, kututup celah sempit pintu lemari ini,,, hingga hampir 2 jam berikutnya Resty masih disiksa oleh mereka berdua,,,

Resty tak henti hentinya berteriak kesakitan dan menangis,, hampir selama 2 jam itu aku tutup telingaku , aku tidak sanggup mendengar derita Resty,,,, tapi tetap saja masih samar samar terdengar…

Setelah itu tidak terdengar lagi suara Resty,,,,, apa yang terjadi? apa mereka sudah selesai? Kubuka sedikit lagi pintu lemari,, kulihat Pak Wi sedang menggenjot memek Resty di atas tempat tidur.. sedangkan Resty.. kenapa dia? Tubuhnya tidak bergerak,, matanya terpejam. Tidak ada tanda tanda pergerakan dari Resty, hanya tubuhnya bergoyang karena sodokan penis Pak Wi,,, aku khawatir dengannya,,,

Beberapa saat kemudian Pak Wi mengerang,,, dia sudah orgasme.. kulihat Danu sudah berpakaian rapi,,,

Pak Wi : “Sering2lah minta project padaku Pak Danu,,,”

Om Danu : “hahaha,, siap Pak Bos”

Beberapa saat kemudian mereka meninggalkan kamar apartemen Resty…Resty masih saja tidak bergerak di atas tempat tidur,,, kuberi jeda 10 menit, setelah itu aku akan keluar dari lemari ini, jaga jaga jika mereka kembali,,.. masih 2 menit,, lama sekali waktu ini berjalan. Ahh,, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi,, nekat aku keluar dari lemari dan langsung menuju pintu lalu menguncinya dari dalam. Kemudian aku berlari menuju tempat tidur,,,

Kulihat tubuh Resty,, aku meneteskan air mata melihat keadaan Resty,, tubuhnya tidak bergerak dengan sperma di segala bagian tubuhnya… “biadab…” Resty pingsan tidak kuasa menahan derita yang baru saja dia alami,,, segera kubersihakan seluruh tubuhnya,,, kubersihkan setiap bagian tubuhnya dengan air hangat… setelah itu kugelar selimut menutupi tubuhnya,, dan aku membersihkan kamar Resty yang berantakan dan kotor. Setelah cukup bersih kuambil kursi kuposisikan duduk di sebelah tempat tidur Resty,,, sambil kuusap keningnya…

“maafkan aku Res….”

“inii semua salahku,,,”

Setengah jam kemudian Resty siuman, dia sempat kaget melihatku dan bangkit dari tidurnya,,….

Resty : “dimana mereka..?”

Aku : “tidurlah,, mereka sudah pergi,,,,”

Sedetik kemudian Resty menangis … aku mencoba menenangkannya……

Aku : “besok kita laporkan mereka ke kantor polisi”

Resty : “tidak perlu,,,”

Aku : “Kenapa Res? Lihat yang telah mereka lakukan padamu, dia megancammu dan mengancamku juga,”

Resty : “aku masih membutuhkannya,, membutuhkan uangnya,,, hiksss” ucapnya dengan teriak..

Resty : “aku masih membutuhkannya,,,” Resty mengucapkannya berkali kali sambil tertunduk dan menangis….

Sesaat Kemudian dia berhenti menangis

Resty : “kamu sudah mengetahui yang sebenarnya tentangku,,,”

Resty : “jangan dekat denganku lagi Ga,, aku kotor.. aku tidak pantas berada didekatmu..”

Aku : “tidakk, aku tidak akan ke mana2, aku akan menemanimu”

Resty : “pulanglah,,,”

Aku : “Ress..”

Resty : “PERGIIIIIII..” Resty berteriak mengusirku….

Baiklah aku akan pergi Res, mungkin kamu akan lebih tenang jika tidak ada aku,, atau bahkan hidupmu akan baik baik saja jika kamu tidak pernah mengenalku.. segera kutinggalkan apartemen Resty..

.

.

Kacau, semuanya jadi kacau.. saat ini jam 11 malam aku sudah berada di kamar kostku, meratapi nasibku, kebodohanku, menyesali perbuatanku,, aku berpikir andai saja tidak kembali ke kota ini, andai saja aku tidak datang ke acara reuni itu pasti mereka akan baik-baik saja. Ya,, Dias, Meta, Linda dan juga Resty, pasti baik-baik saja jika aku tidak pernah ketemu mereka..

“Fuckkk…”

Aku menghancurkan kehidupan mereka,, menghancurkan persahabatan Dias & Linda, bahkan persahabatan Meta & Resty rusak karena aku…

“fuckkkkkk..”

Aku merasa sangat bersalah, dan marah, sangat marah terhadap bagaiamana berjalannya suatu dunia,, tapi aku paling marah dan benci terhadap diriku sendiri atas apa yang harusnya aku lakukan dan apa yang tak bisa kulakukan. Ada begitu banyak rasa sakit karena kesalahanku yang diderita Resty, Dias, Linda, bahkan mungkin Meta…

Meta tidak ada kabar, dia menghilang entah kemana,,, Resty mengusirku, Dias pasti sangat kecewa denganku, begitupun juga dengan Linda. aku tidak berani memutuskan harus mulai darimana aku membantu mereka, menebus kesalahanku,,, aku takut malah semakin memperparah keadaan.

Lalu apa yang harus aku lakukan esok hari? Aku tidak sanggup lagi menjalani Lembaran Baru disini,

DRTTTT DRTTT, hapeku bergetar,, ada pesan masuk di tengah malam ini. Siapa? Mungkinkah berita buruk lagi?

“Pulang..!”

Ada pesan dari Rein, dia menyuruhku pulang,, kenapa bisa pas sekali? Seolah dia tau apa yang sedang terjadi padaku,, apa benar ucapannya tentang akan selalu mengawasiku… atau jangan2 di kamar ini ada cctv tersembunyi?

Entahlah,,

Baiklah Rein kamu benar,,,, aku akan pulang .. tidak ada tempat untukku lagi di kota ini. Kehadiranku disini malah membuat kacau kehidupan wanita-wanita yang kusayangi,,, maafkan aku Dias, Linda, Meta, Resty, maafkan atas semua yang telah kuperbuat dalam hidup kalian,, aku pengecut,, aku hanya bisa lari dari semua ini. Semoga keputusanku ini tepat, semoga kehidupan kalian akan baik-baik saja tanpa aku…

Segera kuambil tas besar, dan kumasukkan beberapa pakaian dan barang yang penting ke dalam tas itu.. di tengah malam ini motorku sudah berjalan menuju kota sebelah… tidak kusangka secepat ini lembaran baru kehidupanku disini berakhir,,, Bunda, ayah,, aku akan pulang… dan Rein, akhirnya aku ketemu lagi denganmu…

Oiya,, Rein adalah sosok wanita yang sering ditulis penulis cerita ini sebagai “Ms. X” atau “dia dari kota sebelah”..

Sebelum bertemu dengan Rein,, akan sedikit kukenalkan pada kalian terlebih dahulu siapa dia,, nama lengkapnya adalah “AMANDA REIN” orang orang lebih sering memanggilnya “Manda” tapi aku lebih suka memanggil nama belakangnya,, Rein adalah wanita dari LEMBARAN LAMA hidupku,, dia begitu berjasa membantuku melewati masa-masa sulit SMA dan membantu beradaptasi di kota sebelah, Rein juga yang berhasil merubahku dari pria cupu hingga akhirnya menjadi seperti ini… asal kalian tau, Rein adalah wanita yang merenggut perjaka ku,,, dan dia adalah Kakak Perempuanku.

AMANDA REIN

Aka “Ms. X” aka “Dia dari kota sebelah” aka “kakaknya Rega”

Bersambung

Daftar Part