. Halaman Baru Part 18 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 18

0
291

Halaman Baru Part 18

UNTUK PEREMPUAN

–POV EGA—

“achhhhh..”

Aku : “it’s so tight…ahhhh”

Meta : “Keep going beibb..keep going uchhhhhh”

Aku : “aku mau nyampek bee,,,”

Meta : “keluarin di dalem,,,!!”

Aku : “hah..? gakk, ntr kamu hamil gimana..”

Meta : “Ya kamu jadi bapak,, ,, achhhhh”

Aku : “emang uda siap jadi ibu2? Hah..hah..”

Meta : “ibu dari anakmu..? kenapa enggak ? ,, uhhhhhhhhh”

CUP

Meta : “ihh,,,belum sikat gigi udah cium2,,ahhhh fuckkk enakk bee”

Aku : “sapa suruh pagi2 bikin sange..”

Meta : “No no no,, kamu ngeliat aku naked aja uda sange bee..”

Aku : “hehehe,,”

CUP

Meta : “tapi suka kan? Achhh… Kencengin bee”

Aku : “exactly.. I love morning sex and you”

Meta : “love you too.. Achhhhhhh”

CROT CROT CROTT

Spermaku muncrat di atas perut Meta,,

Ya seperti itulah, Kami memulai hari sabtu ini dengan aktivitas seks di pagi hari, hari ini merupakan hari keempat kami berpacaran.

Semalam Meta menginap lagi di kostku, padahal apartemennya lebih luas, ranjangnya lebih gede, disana bisa jungkir balik sesuka hati. Aku pernah sekali kesana dan tentunya kami ngeseks disana. tapi dia tetep suka disini, katanya disini tempat bersejarah buat hubungan kami. Tapi aku lebih mengingatnya sebagai tempat berhasilnya kamu menjebakku… tapi 4 hari ini sedikit demi sedikit cintaku ke Meta melonjak drastis. Atau memang aku gampang banget jatuh cinta yah? Meta ternyata gak sesadis yang aku kira, dia Romantis banget. Malam hari selepas kerja selalu kami habiskan waktu berdua, walaupun hanya sekedar ngemall, makan, ngobrol di café, ,Kami benar benar sedang kasmaran . Bahkan kami sudah punya panggilan sayang,, “bee” kita sepakat memakai panggilan itu,, norak ? biarin. oiya , Meta ternyata juga suka dan jago main PS. Dia suka main The Walking Dead,,, sudah cantik , suka main PS,, kurang apa coba? …Dalam 4 hari ini juga kita tidak pernah absen untuk melakukan hubungan badan,, luar biasa bisa mendapat kesempatan bercinta dengan cewek secantik Meta.

Dan sudah 4 hari juga Resty tidak ada kabar, gimana kabarnya yah dia? Harusnya hari ini dia sudah balik dari Jepang. Bagaimana perasaan dia kalau tau aku sudah punya pasangan? Lah ngapain aku mikirin perasaan Resty,, aku sekarang uda punya Meta.

CUP

Kukecup lagi bibir Meta yang sedang rebahan di sebelahku..

Meta : “cium cium mulu sihh?”

Aku : “gak boleh?”

Meta : “Bibirku bikin candu yah?”

Aku : “Yap,, boleh gak seharian ini aku mencium bibirmu?”

Meta : “hahaha, bisa menor bibirku nanti..”

Meta : “sana Mandi,, uda siang nih, aku uda janji sama papa mama dateng pagi”

Aku : “huft,, ,gak bisa ditunda lain hari yah? Gimana kalau kita ngeseks aja seharian?”

Meta : “ehmmm menggiurkan sih sebenarnya, tapi tidak hari ini ,”

Aku : “yahhhhhh”

Meta : “Haduh kenapa sih?”

Aku : “aku belum siap bee.. minder”

Meta : “ortuku gak nggigit tau.. kamu pasti bisa menghadapi mereka”

Aku : “kamu uda bilang mereka kalau dateng sama aku?”

Meta : “sudah sayangg,, jangan takut gitulah..”

Sumpah pikiranku gak tenang saat Meta semalam bilang ngajak aku berkunjung ke rumah ortunya. Aku belum punya pengalaman datang ke rumah ortu pasangan sebelumnya. Aku bingung harus gimana? Harus ngobrolin apa? Kalau ortunya Meta killer gimana? Sumpah aku minder,, apalagi ortu Meta adalah dari golongan ekonomi kelas atas.

Aku tidak menyangka secepat ini Meta mengenalkan aku kepada keluarganya, padahal kukira sebelumnya Meta Cuma main2 berpacaran denganku. Ternyata dia sangat serius berpacaran menjalin hubungan denganku,,, “fiuhh,,semoga lancar”

,

,

,

,

,

Aku : “Udah Oke belum sih?” aku sedang memandangi kaca di dalam mobil Meta. Kami sedang perjalanan menuju rumah orang tua Meta.

Meta : “Ehm,, Uda Oke kok. Kamu terlihat ganteng” ucap Meta sambil menyetir,,

Aku : “Orang tuamu nanti suka gak yah sama aku..” aku bersandar lemas di kursi..

Meta : “Tau’…xixixi”

Aku : “jawabanmu sama sekali tidak membantu..”

Meta : “Hahaha, Rileks Bee,, kamu akan baik baik saja”

Aku : “kalau ortumu menganggap aku gak pantes buatmu,,?”

Meta : “ehmm akan aku bilang ke mereka kalau kamu sudah menghamiliku,,, wkwkwk”

Kayaknya bakalan percuma ni aku ngobrolin kekhawatiranku dengan Meta, dia bercanda Mulu.. dia PD banget aku bakal diterima keluarganya.

Meta : “bee..?”

Aku : “hmm..”

Meta : “becanda Bee,, biar kamu gak tegang”

Aku : “bercandamu membuatku semakin tegang..”

Meta : “Hmm,, peganglah ini biar gak tegang” Meta menarik tanganku dan meletakkannya di atas pahanya

Meta : “Pegang yang lain juga boleh,, manapun asal kamu gak tegang lagi”

GLEK,,, Tegangnya langsung pindah di penisku.

Aku elus paha mulus Meta yang saat ini dia hanya memakai celana jeans pendek, sangking pendeknya sampai pahanya tidak tertutupi.

Meta : “sshh,,” Meta mendesis saat aku mengelus bagian dalam pahanya.

Meta : “agak keatas bee,,”

Aku : “gak,, kamu lagi nyetir”

Mendengar penolakanku, Meta memegang tanganku dan mengarahkannya tepat di wilayah memeknya.

Aku : “nanti nabrak bee,, ntar malem aja”

Dia menolehku,,,

Meta : “lakukan,,,”

Aku : “No,,,”

Meta : “Beee,,,”

Aku : “woii,, lihat depan Bee” aku panik menoleh kedepan dan kesamping secara cepat.. Meta masih masih tajam melihatku. Bahkan kurasakan mobil ini berjalan semakin cepat.

Meta : “aku akan terus melihatmu sampai kamu melakukannya,,,,”

Busett,, nekat bener Pacarku… aku turuti keinginannya aku gesek gesekkan tanganku di wilayah memeknya di luar celananya.akhirnya dia melihat kedepan lagi..

Meta : “achhh,, sange bee” rengeknya… setelah beberapa menit aku menggesek memeknya.

Meta : “Haduuuuh uda mau nyampek lagi..”

Aku : “kenapa emangnya?”

Meta : “bisa kali minggir bentar,,, xixixi”

Aku : “Hah ?Didalam mobil?”

Meta : “Yess,,”

Aku : “ckckck siang2 gini”

Meta : “xixixi,, next time yah..”

.

.

Akhirnya mobil ini berhenti..

Meta : “ini rumahku Bee..”

Kutarik tanganku ketika mobil Meta berhenti di sebuah rumah. Rumah? Ini sih istana,,, gede bener.

.

.

.

Rumah orang tua Meta terletak di sebuah komplek yang terkenal di pinggiran kota ini,, rumah dengan gaya modern ini membuatku kagum dengan kemegahannya,, dan tentunya semakin membuatku minder dan deg deg an.

Meta : “Mamiiiiiiiii…” Meta berlari dan berteriak kepada mamanya yang sudah menunggunya di depan pintu. Dan Meta langsung memeluknya..

Mama : “akhirnya kamu pulang juga Dek,, oh haii,,” Mamanya Meta melihatku dan menyapaku.

Aku : “siang tante..” aku tersenyum ramah

Mama : “jadi ini yang namanya Rega…” ucapnya sambil mengajakku bersalaman

Aku : “iya tante,,” aku sambut tangannya dan kucium tangannya

Mama : “hmm manis sekali,,”

Aku : “Dek,, pakaianmu kok gitu sih,, pahamu kemana mana tuh,, gak malu dilihat Rega”

“Aku sudah lihat semua daleman anakmu,,” ucapku dalam hati

Meta : “Ini namanya fashion ma,,Fashion,xixixi”

Mama : “Dasar,, sudah ayo masuk,, papamu sudah menunggu didalem”

Kami bertiga pun masuk ke dalam rumah mewah itu,, kesan pertama sih mama nya Meta ramah,, gak tau lagi bokapnya.

Meta : “Haii Papp…” Meta memeluk papanya yang sudah berada di Ruang Tamu..

Papa : “Gimana Dek magangmu? Lancar..?” Ucap Papanya meta Santai

Meta : “lancar dong,, oiya Pa,, kenalin ini Rega” Meta mengenalkan aku ke Papanya

DEG DEG DEG DEG

Aku : “siang Om.. Rega” aku mengulurkan tanganku ke arah bokapnya Meta

DEG DEG DEG

Ternyata papanya Meta Menyambut tanganku,,,

“fiuhh,,”

Mama : “Meta tidak pernah mengajak pacarnya kesini,,, bagaimana kamu mengenal Meta?” tanya Mamanya kepadaku,,

Aku : “Kita satu sekolah saat SMP Tante..”

Mama : “Oh Ya,, ? apa kamu dulu salah satu cowok yang suka Meta?”

“Tepat sekali,,,” ucapku dalam hati

Meta : “Maaaa..”

Mama : “hehe ,, dulu waktu Meta SMP banyak sekali cowok yang datang kesini mencarinya”

Meta : “Meta bantu mama menyiapkan makanan yuk, biar Rega ngobrol sama papamu..”

What,,, No..NO.. “jangan tinggalin aku Bee..” ucapku dalam hati….

Meta : “oke ma,,,”

“haduh langsung lemess..”

Mamanya Meta sempat berbisik ke suaminya,, walaupun pelan,, aku masih bisa mendengarnya,,

“jangan terlalu keras padanya..” kalimat itu yang dibisikkan mamanya Meta ke suaminya

Dan tinggalah aku berdua dengan papanya Meta di ruang tamu,, kalian tau? Ternyata papanya Meta tidak sekiller yang aku kira,,, Obrolan kami nyambung dan mengalir… kami mengobrol banyak, tentang Meta, pekerjaan, olahraga, keadaan ekonomi Negara dan lain2. Kami tertawa bersama…

Papa : “hahaha,, “

Mama : “Apa yang kalian tertawakan..?” tanya mamanya Meta ketika kembali ke ruang Tamu dengan Meta. Meta duduk di sebelah papanya…

Papa : “Aku suka dia Dek,,” ucap papa Meta sambil mencium kening Meta. Meta tersenyum melihatku

Meta : “jangan membuatnya takut Pa,,” meta masih melihatku dengan senyum cantiknya, kulihat mamanya meta juga tersenyum.

“sepertinya berjalan lancar..” ucapku dalam hati..

Mama : “sekarang ayo kita makan..”

Dan kami pun makan siang bersama,,, aku bisa merasakan kehangatan keluarga ini,. Aku jadi kangen rumah.. mungkinkah keluarga Meta akan jadi keluargaku juga? Gimana menurut kalian?

Setelah makan siang bersama, Meta menarikku,,,

Meta : “yukk,, kutunjukkan sesuatu,,”

Aku : “permisi Om, tante,,” pamitku ke orang tua Meta

Mama : “Silahkan,, anggaplah rumah sendiri..”

Meta mengajakku masuk ke sebuah kamar yang cukup besar di lantai 2 rumah ini.,,

Meta : ‘ini kamarku… aku kangennnn sekali tidur disini..” dia tiduran di tempat tidur

Aku : “Bagusss..”

aku masih mengamati seluruh ruangan ini, di meja rias ada beberapa foto Meta berurutan dari Meta kecil sampai remaja,,, Kuambil salah satu pigura yang ada foto waktu dia SMP. Aku masih mengingat wajah di foto ini… aku tersenyum melihatnya. Meta memang sudah cantik sejak kecil. Aku masih tidak percaya bisa berpacaran dengan Meta.

Meta : “kenapa Bee senyum2 liat fotoku?”

Aku : “cantik ya anak ini..?”kutunjukkan foto itu ke Meta

Meta : “lah ini orangnya,,?”

Aku : “Masih lebih cantik waktu kecil..” kutaruh foto itu lagi dimeja, dan kuhampiri Meta

Meta : “Hmm,, sekarang gak cantik ni ceritanya?”

Aku : “dulu cantiknya polos,, sekarang cantiknya sadis..”

Meta : “hahahahaha.. sini bee,,“ dia mengajakku rebahan disebelahnya

Meta : “mantan mantanku selalu gak pernah mau aku ajak kesini,, padahal aku pengen ngenalin mereka ke orang tuaku.. tapi aku bersyukur, karena akhirnya aku dengan mereka tidak bertahan..”

Kemudian Meta menindih tubuhku,

Meta : “Kamu satu satunya cowok yang mau aku ajak kesini.. semoga kita bisa bersama selamanya..”

CUP, Meta mengecup bibirku,,,

Aku : :”aku juga menginginkannya”

CUP, kami berciuman panas,, tubuh Meta menekan tubuhku,, kami saling bercumbu… kuremas bokong kecil Meta diluar celana pendeknya.

Beberapa saat kemudian Meta melepas kaos yang dia pakai,,

Aku : “tunggu bee,, haruskah melakukannya sekarang?”

Meta : “why..?”

Aku : “ortumu ada dibawah bee..”

Meta : “Sudah Gpp..” Meta mulai melepaskan Bra,

Dan akhirnya payudara imut Meta terbebas…

Meta : “kecil ya?” ucapnya sambil memegangi payudaranya, tampaknya dia gak PD dengan bentuk payudaranya

Aku : “ehmm, aku suka kok bee” sambil kuremas payudaranya

Aku : “cewek yang payudaranya kecil itu biasanya sangat pintar..” ucapku sambil meraba payudaranya.

Meta : “sssshs, kamu hanya pengen membuatku senang kan?”

Aku : “seriuss,,,aku lebih suka yang begini”

Meta : “Atau aku operasi aja yah? ,,,achhhhhh… ”

Aku : “Jangannn,, gak natural”

Meta : “hihihi… Aku memang gak salah milih kamu..”

Aku mulai mengemut payudara Meta,,, sambil kuremas payudara satunya… perlahan kurasakan putting susunya keras menegang. Dia sudah horny, kumainkan lidahku di putingnya. Pinggul meta bergerak di atas wilayah penisku.lalu tangannya menelusuri di bawah pantatnya untuk meremas penisku.

Meta : “uda tegang nih kayaknya..”

Aku : “uda dari tadi,,,” ucapku saat melepas putingnya..

Meta : “Mau diemutin?”

Aku : “Katanya gak suka,,?”

Meta memang belum pernah sekalipun memasukkan penisku di dalam mulutnya,, dia bilang gak suka,, katanya lebih milih ngemutin punya cewek daripada punya cowok,, sebenarnya aku agak geli sih denger ucapannya bilang lebih suka ngemutin punya cewek..

apa dia sudah pernah ngemutin punya cewek ?

Meta : “tapi kamu suka kan?”

Aku : “iya, tapi gak usah dipaksa..”

Meta : “aku akan melakukannya demi kamu… kebahagiaanmu nomor satu bagiku” aku terharu mendengar ucapannya, Meta membuka celanaku, penisku sudah tegang didepan wajah Meta..

Perlahan penisku mulai masuk di Mulut kecil Meta, kena giginya,, tapi aku tidak akan protes, karena ini pengalaman pertamanya mengoral penis. Dua kali gerakan dia mengeluarkan penisku dari mulutnya…

Lalu memasukannya lagi, begitu seterusnya..sepertinya dia tidak nyaman,,,

Aku : “Bee..,” dia tetap berusaha memasukkan penisku lebih dalam lagi di dalam mulutnya,, kemudian dengan cepat dia mengeluarkan penisku dari mulutnya,, kulihat dia seperti lagi pengen muntah dan batuk.

Segera aku beranjak dari tempat tidur,, ku ambil secangkir air putih yang berada di atas meja dan kuberikan padanya..

Meta : “maaf ya.. “ ucapnya setelah minum air.. kuambil lagi gelas yang sudah kosong itu dan kutaruh ke tempat asalnya..

Aku : “pelan2 aja belajarnya,, nanti juga terbiasa..”

Meta : “lebih enak isep rokok,,” dia tersenyum,,,

Aku : “Hmmm..”

Meta : “gak gak bee,, aku sudah tidak merokok empat hari ini,, sesuai permintaanmu”

lalu kucium lagi bibrnya,,, sambil kuremas payudaranya..aku masukkan jariku ke dalam celana pendek dan Cd nya,,, kuraba bagian yang ditumbuhi bulu bulu halus diatas memeknya.

Meta mendesah dalam ciumannya di bibirku saat jariku membelai bibir memeknya yang halus.. sedikit basah memeknya. Meta melepaskan ciumanku dan kini dia memelukku,, tubuhnya tidak tenang saat jariku sudah masuk ke dalam memeknya,,

Meta : “achhh,, beee” Resty menggigit gigit pundakku..

Setelah beberapa saat jariku bermain memeknya,, dia menarik tanganku ,, masih menempel di jariku cairan kental yang keluar dari memek Meta,

Meta : “sekarang bee..” Meta ingin aku segera menyodok memeknya…

Segera kutarik celana pendek dan CD Meta lepas dari kakinya,, dan kulepas celanaku.. langsung kumasukkan penisku ke dalam memek Meta..

Meta : “achhhh…”

Memek Meta yang sudah basah mambantu penisku menghujam memeknya,, seperti biasa,, memek Meta terasa sangat sempit.

Kupercepat genjotan pinggulku sambil kutekan perutnya…

Meta : “Achhhhhhhhhhh… Oh my GOd”

Aku : “jangan keras keras Bee,, ortumu dibawah”

Meta : “nghhgg ,, enak beeeee”

Sekitar 15 menit posisi kami seperti itu,,

PLOK PLOK PLOK,, dinding memek Meta menggesek penisku,, sungguh nikmat.

Meta : “achhhh,,, achhh.,, terus bee”

Meta merintih dengan mata yang tertutup,,,

Meta : “Achhhhhhhhhhhhh..” Meta mendesah panjang saat penisku kusodok mentok di dalam memeknya..

Meta : “iya gitu bee,, seperti itu,,”

Beberapa saat kemudian kucabut penisku, aku membalikkan tubuh Metaa,,

Kuciumi bokong Meta,, kujilati bagian belahanyya,,, Meta mendesis saat lidahku mengenai lobang anusnya.

Meta : “ssshh Bee,,”

Setelah seluruh bongkahan bokong Meta basah karena ludahku,, aku posisikan Penisku di sepan memek Meta,,

BLESSS

Penisku menyodok memek Meta dari belakang,, tubuh Meta hanya tengkurep di atas kasur,, kupegang pinggulnya,, aku nikmati sensasi pahaku bertemu dengan bokongnya…

Kuremas bokong Meta yang sangat putih itu, beerapa genjotan tiba2..,

DOK DOK DOK

Suara ketukan di Pintu menghentikan gerakan pinggulku,, Meta masih tengkurep seakan tak peduli..

Mama : “Dek,, bajumu sudah siap..!”

Aku : “Bee,, mamamu” ucapku pelan,,

Meta : “Iya maa,,, taruh dipintu dulu..” teriak Meta..

Mama : “mainnya kok di dalam kamar sih Dek,,”

Waduh gawat,,, segera kulepas penisku dari dalam tubuh Meta. Seketika penisku menciut,,,

Meta : “bee kok dilepas sih?” ucap Meta pelann..

Aku : “Heh,, itu mamamu diluar..” ucapku pelan seperti berbisik

Meta : “iya Maa,, bentar lagi selesai kok..”

Whatttt? Meta sangat ambigu ngejawab mamanya…

Meta : “ayo bee masukin lagi..”

Aku : “ udahan aja yah,,” aku masih takut ketahuan Mamanya Meta..

Meta : “ihh,, tinggal dikit lagi,, tuntasin..”

Setalah kuyakini mamanya Meta sudah menjauh dari kamar,, kukocoklagi penisku agar bisa kembali ereksi,, setelah sudah membesar kumasukkan lagi penisku di memek Meta,, tetap dengan posisi yang tadi,, Aku menyodok memek Meta dari belakang.

Meta : “nghh.. achhh…”

“yesss..”

“lebih kenceng bee..”

Aku memang sedang menggenjot memek Meta dengan sangat cpeat dan Kuat,, aku ingin segera menyudahii ini..

Meta : “Achh,,,”

“achhhh”

“achhh Bee,,”

Desahan Meta terdengar teratur,, ,mengikuti sodokan Peniskusa sampai mentok dI dalam memeknya..

Beberapa saat kemudian kami orgasme secara bersamaan… aku muncratkan spermaku diatas bokongnya…

Meta : “kamu cowok pertama yang menyetubuhiku di kamar ini,,”

CUP

Meta menciumku saat tubuh kami masih lemas di tempat tidur,,

Aku : “Baju apaan bee?”

Meta : “Baju buat ntar malem..”

Aku : “mau kemana..?”

Meta : “Kencan sama kamu lah bee,”

Meta beranjak dari tempat tidur menuju kamar kamdi didalam kamarnya, kemudian dia keluar lagi..

Meta kembali tiduran di sebelahku..

Aku : “nanti mau kemana?”

Meta : “As long as we’re together, There is no place I’d rather be..”

Astaga,, Gombalan gombalan Meta selalu sukses membuatku bahagia,,,, kutindih tubuh telanjang Meta.

Aku : “kamu romantis banget sih ?” sambil kubelai rambutnya

Meta : “biar kamu tambah cinta”

CUP, kucium bibirnya….

Meta : “malam minggu kencan kemana ya Enaknya?”

Meta : “ Bentar Bee,,” Meta mendorong tubuhku,, dia mengambil handphone dari tas kecilnya.,, entah apa yang dia lakukan dengan hapenya, kayaknya sih berkirim pesan ,, karena terdengar beberapa sound notifikasi. Dan Meta tersenyum… pesan dari siapa? Aku sedikit jeles,, hehehe

Meta : “aku Tau,, nanti malem kita ke café aja yah,, disana tempatnya romantis”

Aku : “Oke…” terserah Meta mau ngajak aku kemana,, yang penting aku bisa bersamanya,,, aku benar benar bahagia di dekatnya.

Meta : “kamu keluar dulu ya Bee, aku mau mandi dan dandan dulu,, kamu tunggu dibawah yah, ngobrol aja dengan papa, inget jangan ngobrolin yangh kita lakuin 2 jam tadi.. hahaha”

Aku : “he he he..” yaiyalah,, bisa dipecat aku jadi calon mantu ortumu,,,

Eh Calon Mantu? Aku kok sudah PD bakal bisa menikah dengan Meta… di aminin aja deh..

Setelah bersih bersih di kamar mandi dan berpakaian, aku keluar dari kamar Meta, menuju ruang tamu,,, tidak kutemukan siapa2 disana,, hanya beberapa kali mbak2 pembantu rumah ini berjalaln melaluiku,, setengah jam kemudian papanya Meta menghampiriku,, kami mengobrol lagi,,

Tak terasa sudah hampir 2 jam aku dan Papanya Meta ngobrol,, Meta belum juga turun,, lama bener dandannya…

Beberapa saat kemudian aku menghirup wangi parfum Meta,, aku dan Papanya Meta reflek menoleh ke arah wangi itu berasal,,

Oh My God… aku terkejut saat melihat Meta.. aku dan Papanya Meta reflek berdiri dari sofa..

Badanku merinding, Meta terlihat sangat cantik dan anggun dengan gaun yang dia pakai. Pesona kecantikan Meta terpancar sangat jelas. dengan gaun putihnya, Meta bagaikan Bidadari yang turun dari langit. aku masih tidak percaya inikah kekasihku? Aku jadi pengen telepon orang tuaku dan kuminta mereka kesini saat ini juga untuk melamar wanita cantik yang sedang tersenyum cantik melihatku,,,,,

Mama : “Nak Rega,, bagaimana menurut kamu anak Tante?” tanya mama Meta saat beliau mendampingi Meta menghampiri kami.

Aku masih terhipnotis dengan aura kecantikan Meta.. Meta benar benar mengalihkan duniaku.

Meta : “bee..” Meta membangunganku dari hipnotisnya,,

Aku : “ehm,, sorry tante,,” kuhampiri mereka,, aku berdiri dihadapan Meta.

Aku : “Mengagumkan,,” ucapku pada Meta sekaligus menjawab pertanyaan mamanya.

Meta tersenyum cantik..

Meta : “Pa,, Ma,, Kami berangkat dulu yah…” Meta memeluk orang tuanya,,

.

.

.

.

Sekarang kami sudah sampai di sebuah tempat, kalau dibilangi café tapi ada tempat dansa,, seperti klub tapi tidak ada musik DJ entahlah tempat apa ini. Tempat ini cukup ramai,, musik soft mengalun dari segala penjuru sudut, mengiringi beberapa pasangan yang sedang berdansa di bagian tengah tempat ini. Meta sudah memesan satu meja buat kami,, ketika kami menuju meja tersebut, para pengunjung tampak melihat kami ketika melewati mereka,,, salah,, mereka hanya melihat Meta. Aku begitu bangga bisa berjalan berdampingan dengan Meta.

Aku : “kamu sering kesini..?” tanyaku padanya saat kami berdua sudah duduk.

Meta : “sudah lama aku gak kesini,, dulu kesini dengan mantanku, tapi Cuma sekali,”

Meta : “Dia gak suka tempat seperti ini, ,, dia lebih suka di tempat tidur denganku” ucapnya sambil tersenyum

Aku sedikit jeles mendengar kalimatnya,,,

Aku : “ehmm,, papamu sangat hebat”

Meta : “Dia juga menyukaimu..” ucapnya dengan tersenyum..

Meta : “berdansalah denganku,,!!”

Aku : “hah,,? Aku tidak bisa..”

Meta : “Malam ini kamu pasti bisa..c’mon” ucap Meta memberi semangat padaku dengan senyumnya,,

Aku pun tidak bisa menolak ajakannya,, dan kami sudah berada di tengah2 lantai dansa.

DRTTT DRTTT. Kurasakan hapeku bergetar, sepertinya ada panggilan,, tapi kuabaikan

Meta : “Sir…” ucapnya sambil melakukan gerakan menyilangkan sedikit kakinya dan sedikit menundukan tubuhnya,, seperti sapaan bangsawan orang barat.

Aku : “My Lady..” aku juga meniru gerakannya, tapi bedanya tadi waktu Meta menyapa kedua tangannya berada disamping,, kalau aku satu tanganku dibelakang tubuh dan satu tanganku berada di depan tubuhku.

Meta : “hahaha,,” Meta langsung mendekatiku,

Satu tangannya mengepal satu telapak tanganku,,, kemudia tangan satunya berada di punggungku..

Meta : “pegang pinggulku,,” perintahnya,, dan aku menurutinya,,,

Kemudian Meta menggerakkan badanya dan menggerakkan badanku,, tubuh kami bergerak mengikuti alunan musik romantis yang terdengar,, aku hanya mengikuti gerakan tubuh Meta. Sambil tetap berdansa,, kepala Meta bersandar di pundakku,,, sangat romantis sekali suasana seperti ini. Aku merasa nyaman seperti ini, berada di pelukan wanita yang sangat aku cintai,,, ya, aku benar benar sudah bisa mencintai Meta. Kurapatkan tubuhnya ke tubuhku,,

Aku : “aku terkesan,,,” ucapku padanya

Meta : “aku memang mengesankan…”

.

.

.

Setelah beberapa menit berdansa, kami kembali ke meja,,, kami mengobrol beberapa hal, tak henti hentinya Meta mengodaku dengan gombalan gombalannya, dan selalu sukses membuatku luluh. Yidak pernah ada wanita yang seperti itu padaku..

Meta memandangi panggung di salah satu sudut tempat ini,, disana ada piano classic tidak ada yang memainkannya..

Meta : “Menyanyilah untukku..”

Aku : “ha?.. tidakk..tidak,”

Meta : “kamu mencintaiku?”

Aku : “tentu,,”

Meta : “bernyanyilah untukku,,!”

Hadeeeh Meta mulai kumat dengan permintaan permintaan anehnya..

Meta : “pleaseeee,,”

Aku : “malu bee..”

Meta cemberut,,, “aaaa,, aku beneran harus nyanyi nih..?” ucapku dalam hati..

Aku : “baiklah,,”

Meta : “Yeeeeeeeeeeee,,” Meta tampak bersemangat

Meta : “Go Tigerrr..” ucapnya saat aku beranjak dari meja sambil mengepalkan tangannya,

.

.

.

DRTTT DRTTTTT, hapeku bergetar lagi,,

Aku : “TES..”

DOG..DOG..DOG.. NGINGGGGGG . bunyi MIC yang kupukul untuk memastikan MIC itu sudah menyala.

Aku : “ehmmm Hai semua,,” kulihat beberapa pengunjung café yang melihat ke arahku, kebanyakan tidak peduli. Aku melihat Meta yang sedang tersenyum,,

Aku : “ngg.. anu,, aku mau menyumbang sebuah lagu, dan lagu ini kupersembahkan untuk wanitaku. Maredta..” aku mendengar beberapa orang tepuk tangan ,, Meta tidak tepuk tangan,, dia hanya memandangiku dengan senyumannya.

Tunggu dulu,,, lagu apa yang akan kunyanyikan? Gilaa,, aku sudah sampai disini tapi tidak tau lagu apa yang akan aku nyanyikan.

Untuk Meta,, ya, apapun lagunya yang penting untuk Meta.. kupejamkan mataku,,, .. perlahan jari jariku sudah menari nari diatas tuts piano sambil aku mengingat ngingat lagi kebersamaanku 4 hari ini dengan Meta, wajahnya, cantiknya, payudaranya,, eh bukan bukan.. maksudku senyumnya, tawanya.

Suara tepuk tangan mengiringi piano yang terdengar menggema di seluruh ruangan café..,

Mungkin musiknya seperti ini :

“♪ Tak terasa gelap pun jatuh,,,, ♪”

“♪ Diujung malam.. menuju pagi yang dingin ♪”

“♪ Hanya ada sedikit bintang malam ini ♪”

“♪ Mungkin karena kau, sedang cantik-cantiknya ♪”

“♪ Lalu mataku merasa malu,, ♪”

“♪ Semakin dalam ia malu kini ♪”

“♪ Kadang juga ia takut ♪’

“♪ Tatkala Harus,, berpapasan ditengah pelariannya ♪”

“♪ Di malam hari,,, Menuju pagi.. ♪”

“♪ Sedikit Cemas.. Banyak Rindunya♪”

Suara tepuk tangan dari para pengunjung terdengar,, aku jadi tersanjung…

Aku : “terimakasih,,,”

Kulihat Meja Meta,, dia sudah tidak ada disana,,, “loh kemana dia”?

Ternyata dia sudah ada disebelahku,,, aku pun berdiri didekatnya,,, tiba tiba Meta memegang pipiku,, dia mencimuku..

Kami berciuman di atas panggung,,, kecupan kecupan dia daratkan di bibirku..

Para pengunjung yang melihat kami pun heboh,, mereka tepuk tangan dan berteriak teriak,,,

“Suitttt,,,”
“yeeaaa..”

“terima,, terima,,”

Woii apanya yang diterima,, Dia sudah jadi pacarku,,

Meta : “makasih Bee…” ucapnya sambil tersenyum

Karena asyik berciuman,, kami tidak menyadari ada seseorang yang melihat kami dari dekat dari bawah panggung. Kami baru sadar saat kami mau bergerak..

Aku kaget melihat siapa yang sedang melihat kami,, Loh..?

Aku & Meta : “Resty..?”

Loh Meta tau Resty ?.. kami berdua kaget karena kami mengucap nama Resty berbarengan. Kami saling memandang,,, tapi beberapa saat kemudian Resty pergi berlari menuju pintu keluar,,, sempat kulihat dia menangis,,,

Kenapa Resty Menangis?

Aku reflek mengejar Resty,, tapi tertahan karena Meta tidak bisa berjalan dengan cepat dengan gaun yang dia pakai,, Aku berjalan pelan dengan Meta menuju pintu keluar.

Saat kami sudah di pintu ,, kulihat mobil Resty sudah berjalan sangat kencang menjauhi tempat ini…

Meta : “kamu kenal Resty?”

Aku : “Dia atasanku yang aku ceritakan kapan hari..”

Meta : “tunggu,,tunggu,, kamu pernah ke Singapore dengan dia?” ucapnya dengan sedikit membentak

Hah? Bagaimana Meta bisa tau aku dan Resty pernah ke Singapore bersama,,,?

Aku : “bagaimana kamu bisa tau?”

Meta : “Ohh,, Fuck,,Fuck..” Meta tidak berhenti mengumpat sambil memegangi kepalanya,,

Sebenarnya ada apa dengan semua ini? Aku bingung dengan apa yang terjadi..?

Kenapa Resty ada disini? Kenapa dia Menangis? Apa karena dia melihatku berciuman dengan Meta? Dan apa hubungannya dengan Meta?

Aku : “Bee,,” aku menghampiri Meta yang sedang duduk jongkok dekat pintu

Aku : “jelaskan padaku apa yang terjadi?” aku mengangkat tubuhunya untuk berdiri,, dia tampak kebingungan. Kupeluk tubuhnya.. dia tidak menangis,, tapi kulihat mukanya sedih. Dia mendorong tubuhku….

Kenapa dengannya? Apa dia tau kedekatanku dengan Resty? Dia tau kegiatanku dengan Resty di Singapore ?

Meta : “pulanglah Ga,, aku akan menyusulnya”

DEG

Ga? Meta sudah tidak memanggilku “bee” lagi

Aku : “kenapa Bee?,, tolong jelaskan padaku?”

Meta tidak menjawabku.. dia berjalan menuju mobilnya yang parkir tidak jauh dekat kami berdiri,,,

Aku : “Bee..?”

BRAKKK.. pintu mobil ditutup sangat keras,,, Meta sangat emosi. Dia tidak mempedulikanku… kemudian mobilnya berjalan kencang,, meninggalku sendirian dengan berjuta pertanyaan,

“Fuckkkk,,,”

Aku harus menyusulnya juga,,, kuraba celanaku mencari kunci motor,,

“Ohh Great,,” aku baru ingat tadi kesini semobil dengan Meta,

Aku tertunduk lesu di pinggir jalan…

DRTTT DRTTTT..

Hapeku kembali bergetar,, mungkin panggilan dari Meta. Atau Resty? Segera kubuka hapeku..

“Linda..?”

Ternyata dari tadi yang menelponku adalah Linda… kenapa dengannya?

Aku : Halo..

Linda : Ga,,,, (aku bisa mendengar kalau dia sedang menangis..)

Aku : Halo Lin,, kamu kenapa?

Linda : Dias Ga… hikss

DEG .. Dias ?

Aku : ada apa lin dengan Dias?

BERSAMBUNG

Daftar Part