. Halaman Baru Part 17 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 17

0
291

Halaman Baru Part 17

PROPOSAL NIKMAT & RANJANG SEMPIT

–POV EGA—

Meta : “so…?”

Meta masih menunggu jawabanku,

Tadi seusai jam kantor aku langsung menuju kesini, dan Meta sudah sampai terlebih dahulu. Dengan niat yang ditunjukkanya, Kayaknya sih Meta bener bener pengen aku jadi pacarnya. Tapi kenapa coba? Apa alasannya? Dia baru sekali ketemu denganku waktu reuni,dan pertemuan berikutnya dia langsung ngajakin pacaran. Memang sih cinta gak butuh alasan, tapi yah gak gini juga….

Aku : “tidak…”

Meta : “Kenapa ? aku bukan tipemu?”

Aku : “Tipeku banget,,” Ohh sial aku keceplosann

Dia tersenyum..

Aku : “maksudku kenapa kamu ngajakin aku pacaran..?”

Meta : “loh kenapa? kamu belum ada pasangan kan ? aku juga..”

Aku : “itu saja tidak cukup Meta..”

Meta : “apa yang kurang? kita harus pdkt dulu? Pengenalan dulu? Baper2an dulu? Jalan dulu sebulan?”

Aku : “harusnya kan memang gitu…”

Meta : “Ohh c’mon.. bullshit tau gak sih.. bisa gak kita skip aja itu semua, ini bukan rencana pernikahan Rega”

Kemudian dia berpindah duduk disebelahku, wangi parfum Meta menyerang hidungku.

Meta : “langsung saja pacaran dan bercinta..” bisik Meta kepadaku

GLEKK, aku menelan ludahku sendiri, penisku menegang mendengar ucapannya.

“kalau langsung bercinta aja gimana,,,” ucapku nakal dalam hati

Aku : “emmm,,, aku..”

aku bingung harus berkata apa, masa’ iya aku harus pacaran dengan Meta, dia begitu terus terang dengan mengajakku berpacaran dengannya, bahkan dia menuliskan jaminan bercinta dengannya didalam proposalnya agar aku menerimanya. Hanya pria bodoh yang menolak proposalnya itu.. tapi…

Meta : “Kebanyakan mikir Kamu Ga,,, ayo jalan”

Tiba tiba dia menarik tanganku,,,

Aku : “ehh mau kemana?” ucapku padanya ketika dia menarikku keluar klub.

Meta : “kamu pengen kita pendekatan dulu kan? ,, dimana mobilmu?”

Aku : “ehh anu,, aku adanya motor..” tuh kan, aku langsung minder dia menanyakan mobil.

Meta : “Perfect… aku gak masalah dengan motor, ayo jalan..”

Aku : “trus mobilmu?”

Meta : “aku tadi naik Taxi Online,, aku tau bakal berakhir seperti ini”

Buset,, Meta sudah memikirkan ini semua,,,

Aku : “aku hanya bawa helm satu..”

Meta : “tunggu Bentar,,,” Meta seperti sedang memikirikan sesuatu kemudian mengamati sekeliling,

Meta : “Nah,, Bang,,bang..”

Meta memanggil orang yang barusan parkir masuk memabawa motor, dan berjalan mendekati orang itu,, tak lama kemudian dia kembali dengan membawa Helm,,

Meta : “yuk..”

Aku tidak bertanya apa yang dia lakukan hingga berhasil mendapatkan helm, mungkin dia membeli helm orang tadi.

Aku : “mau kemana nih kita?” tanyaku padanya ketika motorku sudah berjalan menjauhi klub

Meta : “kemanapun terserah, yang penting kamu bisa merasa dekat denganku”

Meta merangkul tubuhku dari belakang ketika aku masih bingung membawanya kemana. Aku hanya berputar putar mengelilingi kota tanpa ada obrolan diantara kami. Tiba tiba..

TES

Kurasakan setetes air jatuh di pergelangan tanganku..

“ujan..?” kulihat keatas langit sangat merah.. tetes demi tetes air jatuh membasahi tubuh kami.

Beberapa detik kemudian tetesan itu menjadi sangat deras. Saat itu posisi motorku sedang berada di atas fly over,, tidak ada tempat berteduh.

Seketika badan kami berdua sangat basah dan Meta semakin erat memeluk tubuhku,

Setelah turun dari fly over,, motor aku hentikan di sebuah halte yang sudah banyak orang yang berteduh. Badan kami berdua sudah sangat basah, kulihat beberapa orang yang berteduh melihat tubuh Meta… gimana enggak? Baju tipis warna putih yang dipakai Meta sangat basah hingga keliatan menerawang, bra hitam yang dipakai Meta pun terlihat,, kulit putihya juga terlihat. Para pria disini pasti sangat beruntung melihat pemandangan tubuh Meta yang langsing bak model itu. Reflek aku lepas jaket yang kupakai, dan aku tutupkan ke tubuh Meta.

Meta : “thanks,, kamu sweet sekali” ucapnya kemudian tersenyum

Kulihat tubuh Meta menggigil, dengan tubuh langsing seperti itu dia pasti sangat rentan dengan hawa dingin, aku jadi khawatir.

Meta : “gak ada jas ujan?”

Aku : “ehmm,, sorry motorku gak ada bagasinya”

Meta : “Ehmm,,”

Aku : “kamu gpp?”

Meta : “gpp kok,,” tubuhnya semakin menggigil, aku sangat gak tega melihatnya

Setelah beberapa lama tidak ada tanda-tanda hujan mau berhenti, malah semakin deras dan suasana menjadi sangat dingin. Kasian sekali melihat Meta, coba saja tadi dia bawa mobil , pasti gak akan kayak gini jadinya.

Aku : “ehmm Met,, setelah perempatan itu,, disana tempatku tinggal.” Aku menunjuk ke arah depan..

Aku : “kalau kamu mau, kita bisa menunggu sampai hujan reda disana..”

Meta : “kok gak daritadi aja sih,, aku kedinginan tau..” ucapnya dengan agak kesal

Aku : “he he he,, sorry”

Meta : “yaudah cepetan…”

Kamipun sekali lagi menerobos derasnya hujan malam ini menuju kostku.

.

.

Meta : “kamarmu sangat rapi untuk ukuran kamar seroang cowok..” ucap Meta saat kami sudah berada di dalam kamar kost.

Aku : “tapi tidak sebesar kamar apartemenmu..”

Meta : “tentu tidak,,”

Aku : “sekitar 2 km lagi ada hotel,, bisa kupanggilkan taxi agar kamu bisa bermalam disana”

Meta : “No, no,, ini sudah cukup bagiku”

Whattt,,? Meta mau bermalam disini?

Meta : “boleh aku pinjam bajumu,,?”

Aku : “ehmm tentu,, akan aku ambilkan sesuatu untukmu..”

Aku mengambil sebuah kemeja dari dalam lemari pakaian,, dan kuserahkan padanya.

Aku : “sepertinya tidak ada celana kecil disini,,”

Meta : “it’s ok,, aku tidak memerlukannya”

Kemudian dia mengangkat baju basahnya tepat dihadapanku. Bagian atas tubuh Meta hanya tertutupi Bra,,sangat sexy… Setelah itu dia menggerakkan tangannya ke belakang punggungnya seakan mau melepas branya. Tapi ditahannya, dia menatapku tajam..

Aku : “eh,, sorry..sorry..” reflek aku berbalik arah membelakanginya,

Meta : “sudah berapa cewek yang kamu ajak kesini?”

Aku : “sebenarnya, kamu cewek pertama yang datang kesini” aku membalikkan tubuhku,

Di lantai sudah tergeletak, baju, celana , BRA, dan CD.. Whattt? Meta sudah tidak memakai apa apa lagi di balik kemeja yang dia pakai. Kulihat dia sedang merapikan rambutnya yang basah..

Sinar lampu di dalam kamar sempat membuat tubuhnya menerawang di balik kemeja tipis yang dia pakai.

Kemeja itu hanya mampu menutupi tubuhnya sampai sedikit diatas bokongnya, tinggal ditarik keatas dikit, memek Meta pasti kelihatan,,,

Penisku menegang memikirkan itu.

Aku : “ehmmm,, istirahatlah dulu,, akan aku buatkan sesuatu yang hangat untukmu..”

Aku : “teh..?”

Meta : “boleh,,”

Setelah kubuatkan teh, aku menghampiri Meta yang sedang duduk di tepian tempat tidurku yang sempit itu.

Aku : “kamu bisa tidur disitu,, aku akan tidur di bawah..” ucapku sambil menyerahkan secangkir teh untuknya..

Meta : “tidurlah disebelahku,,”

Aku : “hah? Tidak,, tidak,, aku dibawah saja.. ranjang itu terlalu sempit untuk berdua”

Meta : “kita bisa tidur berdekatan supaya pas,, atau kamu mau aku tidur diatas tubuhmu,? Atau dibawah tubuhmu?” ucapnya sambil tersenyummm…

Whattt…? Penisku sangat tegang mendengar ucapannya yang sedikit nakal…

Aku : “he he he… tidak perlu ,, tidak..”

Meta : “ayolaah,, kamu mau ada cewek cantik mati kedinginan di dalam kamarmu?”

Aku : “haaaa?..”

Meta : “aku masih kedinginan.. peluk aku..!!”

Great, itu alasan yang sangat sempurna untuk mengajakku tidur di sebelahnya,, oke rejeki ini tidak boleh ditolak, ya nggak guyss?

Kumatikan lampu kamar dan kulepas kaos yang kupakai lalu memposisikan tubuhku disebelahnya Meta,, dia membelakangiku,, kupeluk erat tubuhnya dari belakang…

Hampir dua jam berlalu, aku masih tidak bisa tidur yang ada penisku semakin menegang.. gimana enggak? Bokong Meta tepat di wilayah penisku,, seandainya Meta belum tidur, dia pasti bisa merasakan tegangnya penisku menyenggol nyenggol bokongnya,, semoga saja dia sudah tidur.

Tak pernah terbayangkan olehku, ada cewek sangat cantik berada di kamar kostku yang kecil dan sedang tidur di tempat tidurku yang sempit serta aku lagi ada disebelahnya.

Saat aku akan membetulkan posisi penisku, tanganku tidak sengaja menyentuh paha mulus Meta,, dengan sedikit kenekatan aku letakkan tanganku diatas paha Meta. Aku diamkan cukup lama tanganku disitu,,

uda segini aja ? sisi jahat hatiku mempertanyakan tindakanku selanjutnya,,

sambil melihat situasi. Kalau Meta masih belum tidur mungkin dia akan memindahkan tanganku dari pahanya. Setelah kutunggu beberapa menit tidak ada reaksi,, kembali nekat aku raba paha mulus Meta. Semakin ke atas,, semakin ke atas,, tanganku sudah berada di balik kemejanya, pas di bagian tulang pinggulnya,,, tinggal kumajukan sedikit aku bisa menyentuh bagian atas memek Meta. Waktu akan aku gerakkan…

Tiba tiba Meta menggerakkan tubuhnya, kini posisinya menghadap keatas..,

Meta Terbangun? Aku sempat takut dia tau aksiku,,, bisa bisa aku ditabok kayak dia menampar Rendy kapan hari, tapi karena perubahan posisi tidurnya akhirnya penisku terbebas dari tekanan bokongnya.

Kulihat mata Meja masih terpejam, tunggu dulu,, sejak kapan kancing kemeja terlepas ? empat kancing bagian atas kemejanya sudah terlepas menyebabkan bagian depan kemejanya tersingkap saat dia menggerakkan tubuhnya tadi,, dan karena itu juga, kini salah satu bagian payudara Meta terlihat .. harusnya dengan sekali tarikan, putingnya bisa terlihat juga…

Jantungku berdebar melihat pemandangan itu,, penisku semakin menegang. Aku begitu penasaran bagaimana bentuk puting susu Meta. Kupastikan Meta memang sudah tidur, nafasnya teratur…

Ya dia sudah tidur,, dengan tangan gemetar sedikit demi sedikit menarik ke bawah kemejanya.. sedikit demi sedikit putingnya keliatan dan akhirnya putting payudaranya terbebas tidak ada yang menutupi. Putting susu Meta sangat imut mencuat diatas payudaranya yang kecil,,, memang Payudara besar seperti punya Resty sangat menggiurkan, tapi bagiku payudara kecil sangat menggemaskan..

“sempurna,,” ucapku dalam hati..

uda segini aja ? lagi lagi sisi jahat hatiku menantangku untuk bertindak lebih,, apa yang harus aku lakukan ? menyentuh payudaranya? kalau dia terbangun gimana?

“Masa bodo,,, akan aku sentuh,, aku usap sedikit saja deh” ucapku dalam hati,,, kesempatan ini tidak mungkin bisa terulang kembali,,

DEG

DEG

DEG

Jantungku semakin berdebar ketika tanganku yang gemetar bergerak menuju payudara Meta,

DEG

DEG

DEG

Meta : “kamu boleh menyentuhnya..!”

Aku : “waaaaaaaaaaaaa…. “ aku sangat kaget ketika Meta berbicara. Aku sampai terbangun dan duduk dia atas tempat tidur.

Astaga ternyata Meta dari tadi tidak tidur, pasti dia dari tadi mengamati perlakuanku.

Aku : “eh,, tidak,, anu,, sorry”

Meta : “gpp sentuh aja kalau kamu pengen..”

GLEKK

Aku : “tidakk, tidak,,”

Meta : “dasar malu malu mau,,”

Meta memegang tanganku lalu diarahkannya telapak tanganku menyentuh payudaranya. kulit payudara Meta terasa hangat,, luar biasa. hanya sebentar telapak tanganku ditempelkan di payudaranya lalu diangkat lagi.

Meta : “sudah? Atau masih mau lagi?”

Meta membuka lebar kemejanya yang kancing bagian atasnya terbuka,, kini kedua payudara kecil Meta terlihat jelas..

GLEK

Aku masih diam saja tidak bergerak,,,

Meta : “yasudah kalau tidak mau,,” ucapnya sambil memasang lagi kancingnya

Aku : “tu,,tunggu..”

Meta : “hmm..?”

Aku : “apa boleh..?”

Meta : “kenapa tidak..?”

Perlahan kedua tanganku bergerak menuju payudaranya,, Meta melihatku , dia sedikit tersenyum. Dan akhirnya kedua tanganku menempel dikedua payudaranya. tanpa mengenai putingnya.

Aku mengusap sisi sisi kedua payudaranya,,

Meta : “ssshh..”

Sungguh pengalaman luar biasa aku bisa menyentuh payudara Meta, dulu waktu sekolah aku selalu mendengar teman2 cowok ingin melakukan ini pada payudara Meta.

Meta : “achhh…” desah Meta saat kupilin kedua putingnya…

Setelah beberapa menit tanganku bermain di payudaranya, Meta bangun dari rebahannya,, dia duduk menghadapku. Nafasnya sudah mulai tidak teratur… kupeluk tubuhnya lalu kucumbu lehernya..

Setelah itu dia mendorong tubuhku,, kemudian dengan sekali tarikan kemeja yang dipakai Meta terlepas. Kini tubuh Meta sudah telanjang di hadapanku,,,

Kedua mata kami bertemu,, aku langsung mencium bibirnya,, kami berciuman panas dengan posisi duduk dan kupegang kepalanya,,, tangannya mencoba membuka celanaku,lalu Meta berhasil meraih penisku yang sudah sangat tegang dan mengeluarkannya dari celana. Kemudian dia mengocok penisku,,, aku pun tak mau kalah dengan menarik narik putting susunya

Cukup lama kami melakukannya, lalu kudorong tubuhnya,, kini Meta rebahan di tempat tidur,, terlihat sangat jelas tubuh telanjang Meta, tubuh putih mulusnya, kaki kecilnya yang terlihat panjang, paha yang mulus,, memeknya dengan sedikit bulu bulu halus diatasnya,, sepertinya dia sering mencukurnya,,, dengan payudara kecil yang masih mengembang,, dan ketiaknya yang putih mulus ditunjang dengan kecantikan wajahnya,,, benar2 Tubuh wanita idamanku…

Kubuka lebar kaki Meta,, aku sudah bersiap memasukkan penisku ke dalam memeknya. Saat penisku mau sudah didepan memeknya,,

Meta : “apa yang akan kamu lakukan?”

Aku : “eh,, ?”

Meta : “kamu boleh memasukkanya kalau kamu mau jadi pacarku,,”

Aku : “haaah? Tapi met…?”

Waaaa sial,, nanggung banget,,, Gila, saat ini hormon bercintaku sudah sangat tinggi tingginya, masa iya kagak jadi. Bodo’, akan aku paksa saja,,, kugerakkan maju penisku kini menempel di bibir memeknya.

Meta : “jika kamu masih memaksakan, akan aku tuntut kamu dengan pasal 285 tindak pidana perkosaan,,!” ancamnya padaku…

Astaga, aku lupa kalau meta calon pengacara…

Aku : “eh,, tunggu,,tunggu,,” kutarik lagi penisku menjauh dari memeknya

Meta : “jadilah pacarku, setelah itu tubuhku ini milikmu,,”

Ap ayang harus aku lakukan? Sudah sangat tanggung sekali,,, haruskah aku menerimanya? Sialan Meta berhasil menjebakku.. dia pasti sudah memikirkan ini semua

“aaaaaaaaaaaaa…” aku berteriak di dalam hati. Kalau aku menerimanya , bagaimana dengan Resty? Aku masih sayang Resty,, tapi..

(Resty : “aku gak mau pacaran dulu..”) aku teringat dengan ucapan Resty semalam..

Dia masih tidak ingin menjalin suatu hubungan,, Ya, aku masih tidak bisa berpacaran dengan Resty. Lalu bagaimana dengan Dias?

Sedikit perasaanku masih tersisa untuknya.. tapi.

(Dias : “aku dijodohkan orang tuaku Ga..”) Dias sudah punya pasangan hidup pilihan orang tuanya,,, aku dan Dias sudah tidak ada harapan.

Kedua wanita yang kusayang dan sangat aku cintai tidak mencintaiku,,,

malah wanita yang saat ini telanjang dihadapanku mengatakan dengan terus terang kalau dia menginginkanku jadi pacarnya tapi aku belum mencintainya,, aku hanya mengagumi kecantikannya.

Aku : “baiklah,,,”

Meta : “apa? Ucapkan!!”

Aku : “aku mau jadi pacarmu…”

Mungkin dengan berjalannya waktu aku bisa mencintaimu Meta.

Meta tersenyum mendengar ucapanku,, dia menang telak.

Meta : “masukin sayang,,, tubuh ini sudah jadi milikmu”

Aku mencoba tersenyum,,,

Lalu kuarahkan lagi penisku ke memek Meta.. dan

BLESSSSSS

Meta : “ackkkkh sakittttttttt..”

Gilaaaa,, sempit sekali memek Meta, lembih sempit dari memek Resty. dia masih virgin?

Aku : “maaf..maaf..”

Kucabut lagi keluar penisku … tidak ada darah.. dia sudah tidak virgin,, kulihat Meta masih meringis kesakitan,,, air matanya sampai keluar.

Meta : “hikk,, sakit banget Ga..”

Aku : “sorry,,,,” kutindih tubuhnya dan kuusap rambutnya,,,, kemudian kukecup bibirnya agar rasa sakitnya sedikit mereda.

Meta : “aku sudah sangat lama tidak melakukannya…punyamu terlalu besar”

Owala,, pantesan dia merasa sakit seperti itu….,,

Aku : “udahan aja ?” dia menggeleng,,,

Meta : “kasih waktu sebentar…”

Kuusap lembut pipinya,, dia melihatku dan tersenyum.. setelah diam beberapa menit

Meta : “coba lagi,,!!”

Aku : “yakin,,?” dia mengangguk

Dengan posisi masih menindih tubuhnya, kuarahkan penisku di Memeknya..

Meta : “pelan..” ucapnya saat kepala penisku sudah masuk di dakam memeknya..

Dengan sangat pelan aku masukkan penisku ke dalam memeknya, sambil kulihat wajahnya,, agar aku bisa segera tau kalau dia merasa kesakitan lagi.

Meta : “nghhh..” aku berhenti memasukkan penisku saat mendengar dia merintih,,,

Meta : “gpp lanjutkan..”

Akhirnya penisku bisa masuk ke dalam memeknya, aku genjot pinggulku di dalam memeknya secara perlahan,,, sepertinya Meta sudah bisa menikmatinya.

Meta : “achh..” “nghhh..”

Memek Meta sangat sempit sekali,, penisku terasa terjepit. Mata meta terpejam menikmati sodokan penisku di dalam memeknya yang sudah mulai kukencangkan.

Meta : “hahhh.. hah…”

Kucium mulutnya yang terbuka ,,, kemudian dia mebuka matanya. Kedua tangannya memegang punggungku. Aku masih mencumbui lehernya…

Hanya posisi misionaris ini yang kami lakukan dalam momen pertama kalinya kami bercinta…. Posisi seperti ini sangat romantis karena kita bisa saling melihat ekspressi pasangan kita. Sangat cocok bagiku untuk bisa melihat polosnya wajah Meta saat merasakan kenikmatan,, mulai saat ini,, wajah itu yang akan selalu kulihat saat aku bercinta.

Meta : “achhhhhhh..”

“ahhhhj”

Meta : “jangan di dalem..” ucap Meta saat merasakan genjotan pinggulku semakin cepat,,

Saat kurasakan aku mau keluar, kucabut penisku dan spermaku muncrat di atas tempat tidur.. aku masih tidak berani memuncratkan spermaku di tubuh Meta.

Kurasakan tubuhku gemetar sangat hebat,, saat sperma terakhir muncrat dari penisku. Kemudian kurebahkan tubuhku di sebelah Meta yang masih terpejam.

Kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 3 pagi.

Kemudian Meta tiduran di atas dadaku..

Aku : “apa kamu tetap akan menuntutku, kalau tadi aku memaksamu?”

Meta : “pasti,,”

GLEK, Sadisssss…..

Meta : “kapan terakhir kamu melakukannya?”

Aku : “ehmm,, malam sebelumnya!” mendengar jawabanku, dia menoleh kewajahku

Meta : “Dengan siapa? PSK?”

Aku : “Hehehe, bukan.. Dengan atasanku,,” Meta tertunduk lagi,, cukup lama diam,

Aku : “kenapa? bukannya kejujuran sangat penting untuk memulai suatu hubungan?”

Meta : “gpp,, mulai sekarang kamu gak boleh melakukannya dengan siapapun,, hanya denganku”

Aku : “iya,, kukecup keningnya..”

Yap,, mulai sekarang aku hanya bercinta dengan Meta seorang,, aku termasuk orang yang sangat menghargai perasaan orang lain. Apalagi dengan pasanganku sendiri….

Apa aku bisa menjaga perasaan Meta?

Tidak kusangka, yang berhasil menuliskan tanda hati di lembaran baru kehidupanku di kota ini adalah Meta. Semoga aku bisa benar benar mencintaimu,

Meta : “mau lagi..?” tantangnya,,

Aku tidak menjawabnya, aku hanya tersenyum dan membalikan tubuh Meta..

Kami melakukannya lagi.

PAGI HARINYA

–POV META—

Bukan,, ini bukan pagi lagi,, ini sudah jam 11 Siang,, baru saja aku terbangun,,, bangunku kali ini berbeda dari biasanya,, karena hari ini aku terbangun disebelah pasanganku. Aku sangat senang sekali,,, kukecup kening Rega yang masih tertidur.. semalam sangat luar biasa, setelah sekian lama aku tidak bercinta dengan seorang lelaki, akhirnya aku bisa merasakannya lagi.. apalagi aku melakukannya Rega yang beberapa hari ini selalu aku pikirkan,, dan dia sudah menjadi pacarku,, YESSSS.. Aku tersenyum memandangi wajah Rega

Rega masih tertidur, pasti dia sangat capek setelah kami bercinta sampai jam 5 pagi, hihihihi, Bolos kerja dong dia hari ini,?

Oiya,, kuambil handphoneku dan aku membuka aplikasi kamera.

KLIK

Kukirimkan pesan gambar untuk Resty, sengaja gak aku tunjukkan wajah Rega biar Resty penasaran. hihihihi

“heee Toge, aku sudah menemukan pasanganku,,cepet pulang, aku kenalkan”

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler