. Halaman Baru Part 12 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 12

0
301

Halaman Baru Part 12

SEXVENTURE-SINGAPORE

–POV EGA–

Hari hari bersama Resty membuatku sedikit demi sedikit bisa melupakan rasa sakit karena gagal menjalin cinta dengan Dias. Resty benar benar mempunyai obat untuk rasa sakit yang aku alami. Terlepas dari obat yang ada di dalam pangkal pahanya yang diberikan Resty hari minggu kemarin, dekat dengan Resty benar-benar membuatku lupa tentang Dias. Dan perlahan lahan timbul rasa dari hatiku untuknya, meskipun masih berupa percikan kecil.

sejak hari minggu kemarin, sampai saat ini beberapa hari kemudian, kelamin kami belum pernah ketemu kembali. Meskipun aku beberapa kali menginap di apartemennya, tapi tidak ada permainan panas diantara kami. kami hanya makan bersama, tidur bersama, berangkat ke kantor bersama, pulang juga bersama sama. Resty tidak pernah memakasaku untuk bercinta dengannya, walaupun dia selalu menggodaku. Sebenarnya aku juga pengen sih melakukan denganya lagi,

Atau dia menungguku untuk memintanya?

Entahlah,, aku masih belum begitu berani,, karena minggu kemarin aku kalah telak 0-3,, haduuh aku benar2 malu.. aku malu tidak bisa membuatnya mencapai puncak kenikmatan. seorang wanita di kota sebelah pernah berkata padaku saat kami sedang saling bertindihan menyatukan kelamin

“jangan egois di ranjang!”,,

kata2nya membuatku masih ragu untuk melakukannya lagi dengan Resty,, bukan bermaksud egois, tapi memek Resty benar2 memanjakan penisku.

Resty : “heii.. ngelumun mulu” Resty mengagetkanku dengan cubitannya di perutku.

Aku :” auwwwwwww..” aku berteriak kaget karena cubitannya yang tiba2.. Aku yakin orang2 di pesawat mendengar teriakanku, dua orang ibu2 yang duduk diseberang bangku kami juga melihatku. Aku langsung menutup mulutku.

Resty : “Hush,, Teriakanmu Kayak cewek.. Xixixi”

Aku : “apaan sih? Kaget tau.. ”

Resty : “lah kamu sih.. Dipanggil panggil, tapi cuman diem,, mikirin apa? Masih mikirin cewek itu? ”

Aku : “enggak…” jawabku cuek

Resty : “terus? ” dia masih penasaran

Aku : “mikirin kamu… ”

Resty :” hmmmm Ega.. Luluh hati adekk bang” dia merangkul lenganku. Lalu mengesek2kan dahinya di ujung lenganku.

Woi.. Woi.. Dilihat orang sebelah woii… . nyesel aku tadi ngomong gitu.. Sifat childish Resty muncul lagi….

Kalian masih ingat tempo hari Resty menyuruhku mengurus Paspor & Visa dan mengajakku ke Singapore? Saat ini kami sedang menuju ke negara tetangga itu untuk mengurus beberapa hal mengenai jaringan disana. Memang visaku belum jadi, tapi ke Singapore tidak perlu memakai Visa,, paspor saja sudah cukup. cuman berdua? Iya,, Resty hanya mengajakku, meninggalkan Rendy & Shinta di kantor selama 3 hari. pesawat kami baru saja take off dari salah satu bandara dengan nama pasangan pahlawan proklamator .Kami terbang diantar dengan salah satu maskapai kebanggaan negeri ini. berhubung jarak tempuh antar kedua negara yang tidak membutuhkan waktu terlalu lama, Resty hanya memilih kelas ekonomi dalam penerbangan ini.

Hari ini Resty terlihat sangat cantik dengan kemeja kotak2 warna pink yang dia pakai,

dengan 3 kancing bagian atasnya dibiarkan terlepas. Bisa kulihat belahan payudara Resty yang mengundang siapapun untuk menelusuri belahan itu. Rambutnya terurai panjang kebelakang tubuhnya

Wait .. Rambut??

Aku : “Tumben gak pakai jilbab?”

Setauku Resty hanya membuka jilbab di dalam kamar apartemen dan sekitaran komplek apartemennya. Apakah dia sering bepergian tidak pakai jilbab. Dasar labil…

Resty : “Knp? Kamu lebih suka aku pakai jilbab?” dia berbalik tanya,

Resty : “Kalo aku pakai jilbab, entar kamu keingetan Desy mulu”

Aku : “Dias..”aku membenarkan ucapannya,

Resty : “Oiya.. maap2. Dias maksudnya, xixixi”

Resty : “tuh kan,, kamu keingetan dia lagi..”

Iya sih,, sampai saat ini aku seringkali terbayang Dias tiap melihat cewek yang menggunakan Jilbab. Resty tau banget yang aku rasakan,, tapi dia tak harus sampai segitunya mempedulikanku.

Resty : “btw, Kamu lebih suka liat aku pakai jilbab atau nggak?

Aku : “jadilah dirimu apa adanya..” ucapku pelan,,

Resty : “HAH ? KAMU SUKA AKU TIDAK PAKAI APA2? Dia berbicara cukup keras.. lagi lagi orang di kursi seberang melihat kami. Mereka melotot padaku, seakan men-judgeku sebagai cowok mesum.

Buset nih cewek,,, memang suaraku yang pelan atau dia yang budeg? Langsug kubekap mulutnya yang ngawur itu,,,,

Resty : “Nghmh,,mnghhfh..” dia mengatakan sesuatu tapi tertahan tanganku yang membekap mulutnya,

Resty : “maap..maap.. xixixi” ucap Resty setelah kulpeas tanganku di mulutnya.

Resty : “tapi kamu suka waktu aku tidak pakai apa2 kan?..xixi”sambil berbisik kepadaku

Resty : “btw, Kamu bilang apa tadi..?”

Aku : “Bodo’…”

Resty : “Hmmm .. apa kok?”

Aku tidak menjawabnya, aku memejamkan mataku..

Resty : “Ga…?” sambil mencolek colek perutku

Aku : “Hmm..” masih memejamkan mataku

Resty : “Issh, Egaaaa…liat sini..!” sekarang dia malah menarik narik lenganku..

Terpaksa aku melihatnya,,,,

Resty memajukan bibirnya,, matanya sayu. Kemudian dia menempelkan jarinya di bibirnya yang mengisyaratkan agar aku mencium bibirnya…

GLEK,, serius? Sekarang ? Di dalam pesawat..?

Resty tetap seperti itu sambil menarik narik lenganku..

Aku kayak orang bodoh melihat ke arah sebelah kanan tempat ibu2 tadi, kedepan,, kebelakang. Haruskah kuturuti? Atau diabaiakan saja? Bibir Resty terlalu menggoda untuk dibiarkan seperti itu.

Nampaknya setan lebih banyak menguasai tubuhku,, tak peduli dilihat orang.. aku langsung mencium bibirnya, , Resty sempat kaget, mungkin dia tidak menyangka aku berani menciumnya di dalam pesawat.

Tidak lebih dari 10 detik bibir kami berpagutan..,, setelah itu Resty merangkul lenganku,, kepalanya bersandar dipundakku.

Luar biasa,, sungguh menegangkan melakukannya.. ini pertama kali buatku berciuman di dalam pesawat yang sedang ramai penumpang, bahkan pertama kali buatku berciuman selain di dalam rumah.

Apakah aksi kami dilihat orang? Aku tidak berani melihat ibu2 yang duduk diseberang tempat duduk kami.

Resty : “kamu orang pertama yang mencium bibirku di atas langit” dia berbicara pelan sambil memejamkan mata

Aku : “dasar mesum..”

Resty : “Kita pasangan mesum..xixi”

Aku tersenyum mendengar ucapan Resty, “Yap,, kita benar2 pasangan mesum..” ucapku dalam hati. Aku merangkul tubuhnya yang masih mendekat ke tubuhku melalui belakang tubuhnya, lalu ku usap usap lengannya.

Kemudian Sisa perjalanan menuju Singapore Resty banyak berbicara tentang apa yang akan kami lakukan disana. Nanti disana kami akan menemui beberapa orang untuk membicarakan jaringan yang overload di beberapa titik di Singapore. Kalau sudah menjelakan tentang pekerjaan, Resty terlihat dewasa dan pintar, dia sangat detail menjelaskan semuanya kepadaku.

.

.

.

.

.

.

Dan akhirnya kami disini,,masih jam 9 pagi kami sudah sampai di sebuah hotel megah yang merupakan salah satu landmark Negara ini. Dengan alasan penghematan, Resty hanya memesan 1 kamar..

“Kalau mau hemat ya jangan nginep disini…”ucapku dalam hati

Resty : “yukk.. ke kamar..!”

Kami sempatkan instirahat sebentar di dalam kamar, kami gunakan waktu untuk tidur sejenak karena tadi pagi kita bangun pagi pagi sekali. Aku bahkan semalam tidak bisa tidur karena Resty tidur memelukku hanya menggunakan kimono tipis andalannya.

.

.

Jam 12 siang kami bertemu beberapa orang di lobby hotel, tidak lama,, hanya setengah jam pertemuan kami berlangsung.

Dalam perjalanan menuju kamar,

Resty : “akhirnya pekerjaan kita selesai..!”

Aku : “hah? Gitu doang?”

Resty : “iya gitu doang..” sambil menganggukan kepala

Aku : “gitu doang pakai email kan bisa?,, lagipula kenapa harus 2 malam disini?”

Resty : “Ishh,, bawel kamu Ga” kemudian dia berhenti berjalan, aku juga ikut berhenti

Resty : “aku butuh refreshing,, apalagi kamu, kamu juga butuh liburan” kemudian melanjutkan lagi berjalan menuju kamar

Kayak gini nih yang dimaksud kunker sambil wisata,, jangan ditiru ya guyss !!

Brugg,, aku merebahkan lagi tubuhku di tempat tidur. sedangkan Resty hanya duduk di tepian tempat tidur..

Resty : “Enaknya ngapain ya siang2 gini?”

Aku : “tidur..” jawabku sambil memejamkan mata

Resty : “tidur mulu,,,”

Resty : “Ngentot yuk Ga..!”

Aku langsung membuka mata mendengar ucapannya,, Gila enteng banget dia ngajak aku bercinta. Aku berdebar dengan ajakannya,, aku sebenarnya pengen sekali, aku ketagihan bercinta dengannya, siapa coba cowok yang nolak jika ada cewek se sexy Resty ngajak bercinta.

Aku : “ehm,, Res, Anu,,” aku tidak sanggup menolaknya atau menyanggupinya, aku bingung.

Resty : “aku tau…”

Kemudian Resty berdiri dari duduknya, dia mengambil handphonenya,, lalu ditaruh handphoneya di sebuah wadah seperti tempat remote AC di sebelah pintu kamar. Seketika kemudian ada suara musik dari sebuah lagu keluar dari beberapa sudut kamar. “woww,, canggih bener nih kamar” ucapku dalam hati,,,

Come on over in my direction
So thankful for that, it’s such a blessin’, yeah
Turn every situation into Heaven, yeah

Lagu yang sedang hits itu terdengar,

kulihat Resty sedang memegang ujung celananya sambil bergoyang mengikuti irama lagu. Pinggulnya bergoyang mengikuti dentuman alat musik yang terdengar…

perlahan dia turunkan celananya, sambil tetap bergoyang… bagaikan adegan slowmotion, celananya sedikit demi sedikit turun,, terlihat panties yang dia pakai,,

turunn lagi,, paha Resty yang mulus itu terlihat,, dia melakukannya sambil melihat tajam ke arahku.

Hingga Celanya pun terlepas dari tubuhnya, bagian bawahnya hanya tertutupi panties ketat,, kemudian dia mengangkat bagian bawah kemejanya, sampai di bawah payudaranya dia ikat kemeja itu,, sehingga keliatan pusarnya yang imut itu..

Goyangan pinggulnya semakin hot, bokong Resty tetap bergoyang mengikuti irama lagu yang sedang diputar.

Mataku tak bisa berpaling melihat goyangan pinggul Resty yang sangat menggoda itu, sambil beberapa kali aku melirik bibir memek Resty yang tercetak di pantiesnya.

kini Kedua tangannya meraba bagian pahanya…kemudian naik ketas

Meraba perutnya,

Ke atas lagi,,

Kedua tangannya kini menyentuh payudaranya sendiri, sambil tetap bergoyang,, dia melihatku lalu mengedipkan satu matanya kepadaku… Resty menggodaku.

Aku hanya bisa terperanga diatas tempat tidur melihat Resty sedang striptease dihadapanku.

Penisku semakin menegang ketika dia meremas payudaranya sendiri diluar kemejanya, sambil pinggungnya naik turun mengikuti irama musik,,,,

“buka..buka..buka..” ucapku dalam hati saat dia memegang ujung kemejanya,

Kini dia membalikkan tubuhnya membelakangiku,, masih tetap bergoyang..

kemudian dia meregangkan kemejanya,,

Resty melepaskan kemejanya dengan membelakangku,, memperlihatkan bagian belakang tubuhnya yang indah itu,, kedua tanganya diarahkan ke atas, lalu membalikkan badannya,,

Resty menggoyangkan tubuhnya dengan kedua tangan diarahkanke atas,, terlihat bagian ketiaknya yang mulus itu,, aku semakin tidak tenang saat dia melepaskan bra yang dia pakai.

Di berjoget sexy hanya menggunakan panties mini,, payudaranya yang jumbo itu ikut bergoyanng saat dia menggerakkan tubuhnya..

Resty sungguh liar siang ini.

Kemudian tangannya menunjuk kepadaku, telunjuknya bergerak ke atas.. suatu tanda untuk mengajak seseorang.

Resty : “bergoyanglah denganku..!”

Resty : “lupakan wanita itu,,!”

Resty : “Nikmati tubuhku Ga.. tubuh ini milikmu..!”

Lupakan Dias ?

Betul kata Resty, aku harus melupakannya… buat apa aku berlama lama mengenang kejadian pahit itu. Mulai saat ini aku putuskan untuk move on dari Dias. Aku akan melanjutkan hari hariku dengan mencari penggantinya. Apakah dengan Resty? Entahlah,, aku akan nikmati sajian yang Resty tawarkan untukku saat ini.

Aku beranjak dari tempat tidur, kuhampiri Resty,, dia tersenyum dan Kedua tangannya merangkul leherku.. dia masih menggoyangkan tubuhnya,, kupegang pinggulnya yang sedang bergoyang itu. Kemudian aku ikut bergoyang dengannya,,, dia tersenyum kembali

Kucium bibirnya yang menggoda itu, kuhisap lidahnya,,, Resty sedikit mengerang saat aku menyedot lidahnya.,, lalu dia membalas menyedot lidahku,, lidah kami beradu di antara mulut kami,, waktu mau aku lepas ciumanku, dengan cepat Resty meraih bibirku lagi dengan mulutnya..

Tanganku tak tinggal diam, kuremas kedua payudara Resty yang berkali kali memalingkan pandanganku dari wajahnya. Tubuh Resty terangkat ketika menarik narik putingnya… matanya terpejam.

Akhirnya ciuman kami terlepas, aku berlutut di depannya,, kukecup perlahan badan Resty..

“ahhh..”Resty mendesah kecill..

Aku ciumi payudara Resty,, sambil kuremas Payudaranya..

Aku : “Sejak lama aku ingin melakukan ini,,! Ucapku padanya,,

Resty : “ahh,, really?”

Aku : “ya..” aku tidak ragu mengakuinya

Resty : “mintalah kapanpun kamu ingin,,,, achhhhh” Resty mendesah saat aku menyedot putingnya

Resty : “ohh,, Fuckk,, “

Kuturunkan panties yang dia pakai, perlahan… aroma khas kelamin wanita langsung tercium. Sungguh memabukkan…

Ini pertama kalinya kulihat Memek Resty dari sangat dekat,, tepat di depan wajahku.

Perlahan aku cium paha bagian dalamnya,, “Sshh..” Resty kegelian..

Lidahku mengusap paha Resty ke atas sampai ke samping memeknya,,

Apa aku pernah mengoral memek wanita? Sering.. tapi ini pertama kalinya aku akan mengoral memek Resty..

Langsung kujilat bibir memek Resty dari bawah keatas,,

Resty : “SHHHHjh..Gaaa..” dia menjambak Rambutku.

Kumasukkan lidahku di dalam bibir memek warna pink itu,, perlahan memek Resty yang kecil itu terbuka.. aku melahap habis bibir memeknya masuk kedalam mulutku,

Resty : “AHHhhhhh,,, shitt”

Didalam mulutku,, lidahku menjilati klentit di dalam memek Resty,, kugerakkan cepat lidahku di bagian itu.. hal itu membuat pinggul Resty semakin maju menekan kepalaku.

Resty : “iya sayang disituu.. uhhhhhh”

Pinggul Resty kemudian semakin menekan,, semakin kupecepat gerakan lidahku…

Resty :

“Achhhh..”

“Uhhhhgn”

“Fuckkkkkkk”

“jangan berhenti”

“Teruskan Ga..”

Lenguhan lenguhan Resty semakin keras, mengalahkan suara musik yang masih berputar.

Kurasakan memek Resty mulai basah, pelumas pelumas di dalam memeknya sudah mulai keluar..,, tiba2 pinggung Resty menekan kepalaku sangat kuat, sedangkan kedua tangannya menekan kepalau agar lebih menekan memeknya.. dibarengi dengan sebuah desahan yang sangat panjang

“aaaaassaschcAhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..”

Die mengangkat lenganku, menyuruhku agar berdiri,, kemudian dia memelukku sangat erat.

Dia Orgasme ?

Bisa kurasakan detak jantungnya berdetak kencang,,

Resty : “Permainan lidahmu hebat sekali,, mirip Met..” kalimatnya terhenti..

Aku : “Hah.. mirip ?”

Resty : “gpp..lupakan”

Aku : “Gimana rasanya..?” tanyaku penasaran

Resty : “Sejutya rasanya, hah,,hah,,” jawabnya masih ngos ngosan.

Yesss,, akhirnya dia mencapai klimaks,, meskipun hanya dengan lidahku,, xixi

Kemudian Resty menark bajuku keatas sampai terlepas, lalu membuka sabuk yang kupakai,, resletingku ditarik kebawah,, kemudian menurunkan CD yang kupakai.

Penisku yang sudah tegang langsung diraihnya..,, dia mengocok penisku sambil mencimku.

Kemudian dia melepaskan ciumanku,,

Resty : “Capek.. di tempat tidur yuk”

Aku hanya mengngguk,, dia menarik tanganku menuju tempat tidur.

Kami duduk disana dan kami berciuman lagi,,, dia memegang penisku kepalanya turun menuju kesana. Resty sepertinya akan menyepong penisku,,

Resty : “gak beli viagra dulu nih.?. xixixi”

Ahhhhhhhhhh sial dia meledekku..

Kemudian dia memasukkan penisku di dalam mulutnya,,,

Ini pertama kali Resty mengoral penisku,, rasanya luar biasa. Penisku yang besar tidak bisa masuk seluruhnya di dalam mulutnya yang kecil itu.

Rasanya luar biasa, Resty seperti membawaku terbang ke langit ketujuh. Resty sangat jago mengulum penisku.. sama sekali tidak mengenai gignya. sepertinya dia sering melakukan ini.

Sama siapa?

Sisa bagian penisku yang tidak bisa masuk di mulutnya dikocok dengan tangannya.. dia melirik keatas, melirikku. Tatapannya begitu menggoda.

“ahhhh.. shhh ..fuck” aku mendesah

.lidahnya kini menjilati bagian pangkal penisku,, dia menjilat sampai ke atas mengikuti bentuk penisku. Lalu sampai diatas kepala penisku,, dia masukkan lagi di dalam mulutnya,,,

Haduuhh, ini sungguh luar biasa untuk dijelaskan. Kepalanya maju mundur mengikuti alur kulumannya di penisku.

Setelah beberapa lama dia mengulum penisku kemudian Resty menjilati testisku,,,

“oouchhh…”

Kemudian dia menarikku hingga daku merebahkan diriku diatas tempat tidur. “fiuhh..aku selamat dari mulut Resty, aku masih bisa bertahan” ucapku dalam hati

Aku sempat kaget dia meludahi bagian belahan payudaramya yang besar itu..

Resty : “kamu pasti belum pernah diginiin..”

Aku : :”Hah? Gimana?”

Dia memegang kedua payudaranya, kemudian diarahkan penisku. Lalu penisku ditempatkan di tengah2 kedua payudaranya.. dengan dibantu tangnnya, kedua payudaranya menekan penisku dan payudaranya digerakkan naik turun..

“Ohh,, fuckk,,,” memang benar ini baru pertama kali kurasakan, dia meludahi belahan payudaranya lagi yang sedang ada penisku ditengahnya.

Payudaranya mengcok penisku,, gesekkan penisku dengan payudaranya sungguh nikmat.

Aku tidak kuat,,, kupejamkan mataku.. sepertinya aku mau keluar

Lalu dia berhenti, dilepaskannya penisku di payudaranya.

Loh ?

Kubuka mataku lagi, masih ngos ngosan….

Resty : “jangan keluar dulu,, keluarin di dalam memekku“

Aku yang sudah tidak tahan,, langsung menarik tubuhnya.. kurebahkan dia di tempat tidur,, lalu kebuka lebar kakinya.. kuarahkan penisku tepat di memeknya.. tanpa ragu langsung aku masukkan penisku kesana.

BLESSSSS

Resty : “Yesss… ouuhh,,FuckMe”

Aku menggenjot memeknya sambil sesekali mencium bibirnyaa

Resty : “ouchh.. Fuckkk”
“Oh My..”

“yes…’

PLOK PLOK PLOK

Suara pinggul kami yang bersentuhan,,

Semakin kupercepat gerakan pinggulku karena aku sudah tak tahan lagi,,

Resty : “aku mau sampai Ga..”

Loh tumben?

Akan aku tahan sampai Resty Klimaks,, aku harus bisaaaaa

Kuperlambat genjotan pinggulku,,, penisku menghujam memeknya samoai mentok,, sontakan sontakan penisku di dalam memeknya membuat dia merem melek.

Resty : “Ouhhhh,, Fuck”

Perlahan tubuh Resty terangkat dengan matanya melotot,, sepertinya dia mau sampai.

Kupercepat lagi genjotanku di memeknya..

“Ahhh..”
“Uhhhh”
“Achhhhhhhhh”

Desahan kami bersautan,, hingga kami mencapai klimaks bersama-sama. Aku menyempotkan spermaku di dalam memeknya,, banyak sekaliii,,,

Lalu aku rebahan di sampingnya.. dia memelukku.

Resty : “sudah sore,, ke merlion yuk”

Aku masih tidak bisa berkata apa2 setelah orgasme yang luar biasa. Kemudian dia beranjak dari tempat tidur.. menuju kamar mandi. Kemudian keluar lagi Memakai lagi panties dan celananya. kemudai dia mengambil kemejanya dan memakainya..kulihat kemejanya itu menutupi payudaranya,

bisa kulihat tonjolan putting Resty tercetak di luar kemejanya.

Woi..woi…Tunggu dulu…..

Aku : “ini gak dipakai..?” aku memegang bra yang tadi dipakai Resty

Resty : “Nggak ,,, kamu aja yang pakai kalau mau,,xixi”

Aku : “aku bisa melihat putingmu..”

Resty : “Biarin,, biar nanti disana kamu gak ngeliatin perabotan cewek lain,, disana pasti banyak bule cantik juga pada gak pake bra, kamu liatin iniku aja yah” sambil memegang kedua putingnya di luar kemejanya.

Sedikit perasaan dalam hatiku tidak ingin orang lain melihat tonjolan putting Resty yang tercetak di kemejanya. Tapi aku tidak bisa memaksanya,, dia masih bukan siapa2ku.

Resty : “yuk berangkat,,”

.

.

Kami berdua hanya berjalan kaki menuju ke patung merlion, karena jaraknya yang tidak seberapa jauh. Hanya perlu memutar.. kami tidak sendiri,, banyak bule bule juga lalu lalang menuju ke merlion atau yang sudah dari sana. sepanjang perjalanan, Resty menggandeng tanganku sambil aku melihat lihat kota ini.., sangat berbeda dengan yang ada di negeriku. Semua disini tertata rapi dan sangat bersih,, mulai dari trotoar, sistem transportasi yang bagus, angkutan kota baik bus dan subway yang bersih, benar2 suatu perbandingan yang kontras.

Resty : “iiii.. lucu” terika Resty melihat anak kecil berwajah bule sedang berjalan terbata bata. Munkin baru bisa jalan

Sepertinya Resty sangat suka dengan anak2..

Resty : “Ayuk bikin kayak gitu Ga…” sambil merengek padaku.

Aku : “Kan aku bukan bule..”

Resty : “Hmm,, iyasih,, bokapnya tu anak mau gak ya bikin sama aku,, hahaha”

Aku : “tanya aja sendiri,,,” aku melanjutkan berjalanku,, kemudian dia sedikit berlalri mengejarku, lalu menggandeng lenganku

Resty : “hmm,, jeles yah? xixixi”

Akhirnya kami tiba disini,, di tempat wisata Patung Merlion, salah satu landmark Negeri ini. Semua yang baru pertama kali ke singapore, pasti harus menyempatkan datang kesini, banyak bule2 mancanegara. Yang mengunjungi tempat ini Tempatnya sejuk dengan air mancur yang keluar dari patung itu. Kami berdua menuju pagar tepian tanjung dekat patung.

Aku berdiri di belakang tubuh Resty yang sedang melihat patung, sesekali bokong Resty menyentuh bagian penisku, entah dia sengaja tau tidak. Di sepanjang pagar tepian tanjung yang menghadap ke patung, hampir semua pengunjung mengabadikan kebereradaan mereka disini dengan berfoto selfie, ada juga yang berfoto bergerombol. Tiba tiba Resty menjewer telingaku. Aku tidak menyadari kalau dia sudah membaik badannya.

Resty : “tuh kaan,., matanya ke mana2” ucapnya kesal dengan menarik telingaku,,,

Aku : “aduh2.. orang aku lagi liatin orang selfie“ ucapku sambil memgangi telingaku yang sedikit panas

Resty : “Bohong.. masih kurang ngeliatin punyaku? apa harus dibuka ni bajuku?” tantangnya,,

Aku : “Buka aja kalo berani..” aku balik menantangnya..

Beberapa saat kemudian dia melepaskan dengan cepat kancing2 kemejanya. Tapi masih menutupi bagian tubuhnya.

Woi… bener bener nekat nih cewek, di tempat seramai ini dia mau membuka bajunya. Jantungku berdetak kencang melihat dia melakukan itu, Saat Resty sudah berhail melepas kancing paling bawah, aku melihat cepat ke kanan kiri,, memastikan tidak ada yang melihat Resty. Dia melihat tajam ke wajahku, sambil cemberut.

Ketika dia memegang setiap bagian bajunya, seperti sedang bersiap membuka kemeja itu,, langsung dengan cepat kupeluk tubuhnya.

Resty : “kamu tidak pengen tubuhku dillihat orang lain ya?” ucapnya lirih

Aku : “pasang lagi kancingmu..!” ucapku pelan, sambil tetap memeluknya

Resty : “cium dulu,,,”

Aku : “pasang dulu..!” kemudian masih dalam pelukanku dia pasang lagi satu persatu kancing kemejanya,

Setelah itu kucium keningnya, dia tersenyum manis,,Lalu menempelkan jarinya di bibirnya…

Aku tau yang dia maksud, langsung kucium bibirnya di keramaian itu.. aku mencium bibirnya sambil kupegang pinggulnya.

“suitt..suitt..”

“Yeahhh”

Beberapa orang bersiul melihat kami,, ada yang tepuk tangan.. Ratusan turis pasti sedang melihat kelakuan kami berdua.

Aku tidak mempedulikan mereka,, aku lebih memilih mereka melihat kami berciuman daripada mereka melihat tubuh Resty.

Resty selalu sukses membuat jantungku berdebar, tapi harus aku akui ini menyenangkan.Resty memberikan pengalaman berbeda ,, Aku senang berada di dekatnya, aku nyaman dengannya. Entah kenakalan apa lagi yang akan kami lakukan disini, adrenalin seperti apa yang akan aku hadapi dengannya, sementara ini akan aku nikmati basah bibir Resty di bibirku dulu,, Kami masih berciuman, mungkin saat kalian sedang membaca ini,, kami masih berciuman.

SEMENTARA ITU DITEMPAT LAIN ADA YANG SEDANG BICARA MELALUI TELEPON

OM Danu : “Halo..”

OM Danu : “ya..”

Om Danu : “Kamu yakin?”

Om Danu : “oke..”

Om Danu : “oke..”

“tuuuuttt…”

BERSAMBUNG

Daftar Part