. Halaman Baru Part 11 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 11

0
297

Halaman Baru Part 11

MONSTER

–POV RESTY–

Ega memelukku sambil terisak dan pelukannya ini sangat erat sekali. Bisa kurasakan nafasnya di leherku, Dia pasti bisa merasakan Payudaraku yang tidak memakai Bra di balik baju tidur kimono yang sedang kupakai.

Kenapa sih dengan dia? Apa yang membuatnya jadi seperti ini?

Takut ada yang lewat dan melihat kami,,, masih memeluk Ega, aku menjangkau pintu kamarku dan menutupnya. Setelah sekian lama diam, kini dia bereaksi. Tiba2 mulutnya mencumbu leherku, diciumnya segala bagian leherku ini. Kecupan kecupan bibirnya di leherku membuatku sedikit kegelian.

Aku : “Kamu Kenapa?” ucapku pelan kepadanya.

Dia tidak menjawabku, tangannya yang awalnya hanya mengelus pundakku kini sudah berada di pantatku. Disana, dia meremas remas pelan pantatku yang tidak memakai CD yang masih tertupi kimono. Kemudian dia memasukkan tangannya di balik kimono mini yang kupakai, bokongku yang sudah tidak terhalang selembar kain diremas kasar olehnya sambil dia tetap mengecup leherku. Dan aku masih tidak bereaksi dengan perlakuannya.

Aku : “Ga..?”

Ega memeluk mencumbu dan meremas pantaku ku sambil dia berjalan maju sampai ke tempat tidur. Sampai di tepian tempat tidur, badanku didorongnya dengan sangat kasar membuatku jatuh terlentang disana. Untungnya tempat tidurku sangat empuk, kalau tidak bisa remuk badanku akibat dorongan Ega yang sangat kasar.

Aku : “Apa2an sih ini?” ucapku kesal padanya,

Aku sangat shock dengan perlakuan kasarnya. Akibat dorongannya, bagian bawah kimono yang kupakai sedikit tersingkap. Ega sekarang bisa melihat memekku, Aku lihat pandangan mata Ega tertuju kesana. namun secepat kilat kurapikan lagi kimonoku.

Kemudain dia melepas jaket yang dipakai, dilanjutkan dengan melepaskan kaosnya. Bagian atas tubuh Ega kini sudah tidak memakai apa apa, terlihat dada Ega yang sangat bidang itu. Aku juga bisa melihat lengannya yang sedikit berotot. perutnya rata membentuk kotak kotak yang jika dihitung jumlahnya ada 4. Benar benar tubuh pria yang ideal. Tubuh kayak gini yang jadi favorit temanku Meta, Meta selalu meleleh jika melihat cowok yang punya fisik tubuh seperti Ega. Apalagi Ega termasuk kategori cowok dengan wajah manis dan tampan.

Ega masih tidak berkata apapun, kini dia menindih bagian bawah tubuhku.. dia mencumbuku kembali,, satu tangannya meremas kasar payudaraku dari luar kimono.

Aku : “auww,, Ega,, sakiit” aku merengek kepadanya

Karena remasan yang sangat kasar itu, aku mencoba mendorong badannya dengan kedua tanganku. Dia masih mencumbuku,, dia beberapa kali berhasil mengecup bibirku ini dengan aku masih menahan bagian dada Ega yang membuatnya sedikit kesusahan mencumbuku.

Aku : “Ega stopp..!”.

Dia masih tidak menghiraukanku, benar2 ada yang tidak beres dengannya, padahal kemarin dia sama sekali tidak menyentuh badanku waktu aku menggodanya.

Karena sikapku yang masih bertahan akan serangannya, Ega memegang tanganku yang masih menahan dadanya. Kemudian direnggangkannya tanganku. ditekannya sangat kuat sampai ke permukaan tempat tidur. Saat tanganku sudah tidak menghalangi, dia menciumi bagian depan leherku dan kemudian turun ke bagian samping atas payudaaku melalui celah bagian atas kimono yang kupai.

Aku : “Egaaaa please stopp..!” aku berteriak kepadanya.

Aku tidak bisa berontak karena masing2 kedua tangannya memegang kedua tanganku, dan kakiku ditahan oleh bagian bawah tubuh Ega. Tangan dan kakiku tidak bisa bergerak seperti ada yang memborgolnya, Badanku hanya bisa menggeliat, apalagi tubuhku sangat letih akibat permainan tadi dengan OM Danu, sehingga aku tidak bisa maksimal menahan Ega.

Tekanan bagian bawah tubuh Ega di kaki semakin kuat.

Akhirnya aku pasrah dengan serangannya,

Aku behenti berontak. Aku lihat tatapan Ega kosong, dia bukan seperti Ega yang selama ini kukenal.

Apa yang membuatnya jadi seperti ini?

Apa yang membuat dia menjadi seperti monster yang mengerikan ini?

Pertahananku yang kendor dan tanpa perlawanan membuat Ega leluasa meremas payudaraku lagi, diremasnya sangat kasar. Aku hanya diam saja merasakan sakit di bagian payudaraku. Dia masih mencoba mencumbuku, mencium bibirku.

Aku memang menginginkanya.

tapi tidak seperti ini,

kualihkan pandanganku kesamping. Aku pasrah dengan apa yang akan dia lakukan pada tubuhku.

Aku :” lakukan sesukamu” Air matatku menetes.

Seketika Ega menghentikan segala tindakannya, mungkin dia melihat air mataku. Kualihkan pandanganku ke wajahnya. Dia melihatku sebentar, kemudian dia menjatuhkan dirinya kesamping tubuhku.

Dia terlentang disebelahku,

Ega : “Maafkan aku Res..” akhirnya dia bersuara, kemudian salah satu lengannya ditaruh diatas matanya.

Kudengar dia terisak lagi,,

Cukup lama dia terisak, aku hanya diam saja, hanya memantau kondisinya dari samping tubuhnya.

sejam kemudian Ega sudah mulai tenang, tidak kudengar lagi suara isak tangisnya. Pelan kudengar dengkuran dari mulutnya, Ega tertidur disebelahku.

Kugunakan kesempatan ini untuk beranjak dari tempat tidurku,, sejenak aku melihatnya. Wajahnya tenang sekali jika tidur,, monster yang tadi kulihat sudah lenyap, kini wajah Ega terlihat seperti bayi yang tertidur setelah disusui ibunya.

“apa yang terjadi padamu?” batinku.

“sepertinya dia melalui malam yang sangat berat..”

Aku berjalan ke lemari, mengambil selimut besar.., sebenarnya di tempat tidurku sudah ada selimutnya. Tapi tertindih tubuh Ega.

Ku rentangkan selimut yang barusan aku ambil lalu aku tutupi tubuh Ega dengan selimut itu. Kuambil handphoneku dan kutuliskan pesan untuk Meta:

“Besok pagi jangan datang, OM akan datang”

Aku berbohong ke Meta, aku tidak ingin dia datang ketika ada orang lain disini.

Kutaruh lagi handphoneku di meja lalu kulepas ikatan baju kimonoku.

Kutarik masing masing bagian atas kimonoku lalu kubiarkan jatuh di lantai. Kini tubuhku telanjang tanpa sehelai kain yang menutupi. Kumatikan lampu kamar ini.

Aku berjalan menuju tempat tidur, aku masuk ke dalam selimut yang menyelimuti Ega,, aku tidur di sampingya,, lalu merangkulkan tanganku ke bagian dada Ega dan kurapatkan badanku ke tubuhnya. Payudaraku menempel di bagian samping dadanya, kukecup sebentar bibirnya lalu kupejamkan mataku.

KEESOKAN PAGINYA

–POV EGA—

Aku terbangun dengan kepala yang terasa sangat berat, Tumben kasurku terasa sangat empuk? , kuperiksa sekeliling,, meskipun masih gelap, aku bisa menyadari kalau ini bukan kamar kostku.

Pandangan mataku beralih ke samping ,,

Whatt ? siapa cewek itu ?

Siapa cewek telanjang yang tidur disebelahku ini, apa kami melakukannya semalam? Sial , aku benar benar tidak ingat apa yang terjadi semalam.

Btw, Akhirnya Aku ngeseks lagi? Woww,, tapi sayang sekali kenapa aku tidak ingat menikmati tubuh wanita ini semalam. Kuhampiri tubuh cewek sexy yang ada disebelahku ini,,

Hah ? Resty ?

Jadi ini kamar apartemen Resty,? Semalam aku ngeseks dengan Resty ? wowwww,, penisku perlahan menegang memikirkan itu.

Akhirnya aku bisa melihat payudara Resty tanpa ada baju dan bra yang menghalangi, “payudaramu mengagumkan Res..” ucapku dalam hati,, tubuhnya yang mulus,, dari pandanganku, aku bisa melihat sedikit bibir memeknya yang imut itu,, memeknya tersembunyi karena paha Resty sedang saling menumpuk,, apa benar aku semalam menyodok memeknya Resty?,, ahhh sial,, kenapa aku tidak bisa mengingatnya,, “bisa diulangi lagi gak?” ucapku nakal dalam hati,,

Resty membalikkan tubuhnya, dia terbangun. matanya terbuka, dia melihatku sedang melihati tubuhnya…

Menyadari tubuhnya telanjang bebas di hadapanku dan aku sedang melihatnya, refleks dia menutupi semua bagian2 sensitif tubuhnya dengan kedua tangannya kemudian berteriak.

Resty : “Egaaaaaa..”

“PLAKKKK…”

Aku : “Auww,, sssh,” aku mengelus pipiku

Resty : “Itu untuk semalam”

Aku : “Semalam? Apa yang terjadi semalam?”

“PLAKKKKK..” dia menamparku lagi

Aku : “ih sakit tau,, apa yang kita lakukan semalam?”

“PLAKKK,,,”

Resty : “Jangan pura pura bego..”

Aku : “Aku beneran tidak ingat Res,,” kulihat mukanya agak sebel

Aku : “Apa kita melakukannya semalam?”

“PLAKKK,,” ditampar lagi..

Aku : “Oke..Oke,,, kita melakukannya.. tapi kenapa kamu marah?”

Aku : “Apa karena aku mengeluarkannya di dalam?”

Dia tampak bingung dengan apa yang aku ucapkan,.

Resty : “kamu bener2 tidak ingat apa yang terjadi semalam Ga?”

Aku menggelengkan kepalaku

“PLAKKKKKKKK..” tamparannya semakin keras

Resty : “itu Supaya kamu ingat apa yang terjadi semalam…”

Resty benar benar marah padaku,, tapi sekuat apapun tamparannya, aku tetap tidak bisa mengingat apa yang terjadi semalam.

Kemudian dia diam saja, seperti memikirkan sesuatu. Setelah diam sesaat, kulihat air matanya menetes.

Loh..loh.. kenapa dia menangis, apa yang aku lakukan padanya semalam. Aku tidak menyangka Resty yang selama ini kukira sebagai wanita yang tangguh bisa menangis di hadapanku.

Kurangkul tubuh telanjangnya yang sedang duduk di tempat tidur,

Aku : “Maaf,,” ucapku pelan.

Resty : “Kamu semalam seperti monster Ga..” dia menyambut pelukanku, punggungku dielus olehnya.

Resty : “aku takut..” sambil terisak.

Monster?

Aku sekuat tenaga mengingat apa yang terjadi semalam hingga membuat Resty menangis..

Menangis ? bayangan kejadian2 semalam seketika muncul di pikiranku sangat lambat.

Bayangan wanita lain yang sedang menangis terbesit di pikiranku..

Siapa?

“Dias,,,”

aku ingat Dias semalam juga menangis

Tapi kenapa ?

“Aku dijodohkan orang tuaku Ga..”

DEG ,

seketika jantungku berdetak kencang.. Aku ingat, Dias mengatakannya sambil menangis,,

rasa sakit yang kurasakan semalam muncul lagi,,

lalu bayangan kejadian setelah itu sangat cepat memaksa masuk ke pikiranku scene demi scene.

Aku ingat semuanya..

aku tau kenapa Resty menangis.

Menyadari perlakuanku terhadap Resty semalam, kupererat pelukanku padanya.

Aku : “maaf,aku semalam kasar padamu..”

Resty : “Sudah ingat?”

Aku : “Maaf..”

Resty : “Kamu kenapa?”

Aku : “Patah Hati..!”

Resty :

“hahahahaahaha…”

“haaahahahahaha”

“hahaha”

Sialan, dia malah tertawa,,, kemudian dia mendorong tubuhku.

Resty : “Bentar..bentar,, jadi kamu semalem seperti orang kesetanan dan menangis seperti anak kecil itu karena patah hati?”

Resty : “hahahhahahahah… haduh,, haduh.. perutku sakit, kamu kayak anak SMA aja Ga”

Kenapa dia tertawa? Apa cowok gak boleh patah hati.,? apa cowok gak boleh menangis?

Kemudian dia beranjak dari tempat tidur, berjalan menuju dapur di apartemennya.

Menuangkan air putih ke dalam gelas lalu meminumnya. Dia melakukan itu masih dengan tubuh yang telanjang, kini bisa bebas kulihat memek tanpa berbulu Resty yang imut dan berwarna pink,,,

,Setelah minum, dia menghampiriku lagi, dia naik lagi ke tempat tidur lalu duduk bersila menghadapku .

Aku : “jadi semalam kita tidak melakukannya? “ Resty menggelengkan kepalanya

Resty : “ayo kita lakukan sekarang..! “ kemudian dia mendekatiku, lalu berbisik

Resty : “tenang aja.. kamu gak akan kutabok meskipun kamu keluarin di dalam.. xixixi”

Glekk.. penisku langsung menegang. Mukaku memerahh

Resty : “hahaha… Ega.. ega.. “

Resty : “btw, siapa Cewek itu?”

Aku : “Tunggu Res,, apa kamu gak sebaiknya pakai baju dulu?”

Resty : “Kenapa?”

Resty : “gak pernah lihat tubuh cewek bugil?,, dasar polos sekali kamu. Pantesan kamu diputusin”

Aku : “aku belum berpacaran dengannya,,”

Resty : “Hah..?

Resty : “hahahahahahahahahaha..”

Resty : “haduh perutku sakit lagi,,” sambil memegangi perutnya

Sialan Resty tertawa lagi,, tidak ada gunanya menceritakannya pada Resty. kemudian aku berusaha turun dari tempat tidur,,”

Resty : “Loh..Loh.. tunggu..tunggu,, mau kemana? Dia menahan tubuhku dengan kedua tangannya agar aku tidak turun dari tempat tidur.

Aku : “Pulang..”

Resty : “Cie ngambek…”

Kemudian Resty memelukku dari belakang, posisi kami seperti cowok cewek yang sedang berboncengan di atas motor.

Payudara besarnya menempel di punggungku.,, dia menciumi punggungku.

Resty : “Lalu kenapa kamu kesini?” aku diam saja..

Benar juga,, kenapa semalam aku kesini setelah patah hati?

Mungkin karena di kota ini hanya Resty yang kukenal dan hanya Resty yang saat ini cukup dekat denganku selain dengan Dias. Tapi aku tidak punya perasaan apa2 sama Resty,, aku hanya mengagumi tubuh indahnya dan menghormatinya sebagai leader, walaupun terkadang sikapnya seperti anak kecil.

Resty adalah pelarianku.?

Resty : “jangan pulang..!, temani aku, akan kuberikan obat untukmu”

Whattt ? obat apa’an?

Ciumannya di punggungku kini berubah menjadi jilatan jilatan di bagian atas punggungku. Sambil memelukku, tangannya meraih penisku yang sudah tegang dari tadi. Tangannya memijat Penisku dari luar celanaku.

Aku : “ehmm,,, Res?”

Resty : “ssttt,, nikmatin saja Ga”

Tangannya masih mengelus penisku, tangan satunya meraba dadaku.. menyentuh putingku dan dipilinnya.

“shhh,,” aku mendesah kegelian

Kemudian dia berusaha melepaskan sabuk yang kupakai, sepertinya dia kesusahan.. aku bantu dia membuka sabuk celanku. Setelah terbuka tangannya langsung masuk ke dalam CD yang kupakai.,,

Tangan lembut Resty kini memijat penisku secara langsung, kemudian dia keluarkan dari CD ku. Kini dia mengocok penisku perlahan.

Payudaranya semakin menekan punggungku., tangan satunya masih memilin putingku.

“ahhhhhh..Res..”

Sangat nikmat sekali rasa Geli yang kurasakan di bagian tubuhku,, Resty sangat jago melakukannya

Resty :” kontolmu gede banget Ga.. ”

Kocokannya di penisku semakin cepat.

Semakin cepat,,

CROT..CROT.CROT..

Tidak membutuhkan waktu lama Resty berhasil membuatku Orgasme,, aku sedikit malu.

Kemudian kubalik badanku menghadapnya,,, Resty menatapku tajam,,,, diraihnya tanganku.. diarahkan ke Payudaranya. tangannya menuntunku untuk meremas Payudaranya.

Resty : “ini yang selalu ingin kamu lakukan kan?” dia tersenyum nakal,

Tanganku gemetaran meremas ppayudaranya, ini pertama kali bagiku meremas payudara wanita sebesar ini, rasanya..

Aku : “Luar Biasa,,”

Resty : “ahhh,, shh, Suka..?”

Aku hannya mengangguk,,

Resty : “Cium kalo suka..”

Omongan Resty bagaikan hipnotis, aku menuruti perkataanya,, kucium payudara Resty, kecupan demi kecupan kudaratkan di bagian atas payudaranya.. . lalu kecupanku mendarat di putting payudaranya,, disana aku tidak melepaskan ciumanku,, aku menyedot putingnya,,

Dia mendesis,,, “Shhh,, ahhhhh”,, kepalaku ditekan di payudaranya

Sungguh luar biasa, dari sini aku bisa melihat pori2 bagian atas payudara Resty,, kurasakan penisku dipegang lagi sama Resty,, dikocoknya pelan, kocokan tangannya yg kecil itu sukses membuat penisku kembali berdiri..

Kemudian kulepaskan ciumanku di putting susunya,, aku meliha wajah Resty,, kuarahkan bibrku menuju bibirnya,

CLUP

Bibir kami bersentuhan,.. lidah kami beradu.., dia menggigit bibirku.. kubalas dengan menyedot lidahnya.. sambil tanganku meremas payudaranya lagi..remasan2 tanganku di payudaranya membuat tubuhnya tidak tenang.

Tubuhnya semakin bergejolak saat tanganku satunya meraba memeknya.. perlahan kumasukkan jariku ke dalam memeknya.. kucari klirotisnya.

Ketemu

Ku gesekkan jariku dibagian itu..

Resty : ” iya sayang disitu… ”

“uhhhhh…. ”

“shitt… ”

Kami saling memuaskan, aku menggesekkan jariku di memeknya dan kuremas payudaranya. sedangkan dia mengocok penisku..

“achhhhh.. ”

“ahhhhhhhh.. ”

Mulutnya terbuka mengeluarkan desahan desahan kenikamatan.. tak tinggal diam kucium lagi bibirnya..

Kemudian Resty menjatuhkan tubuhnya ke belakang.,

inikah saatnya? Aku masih terdiamm..

Resty : “apa yang kamu tunggu?”

Kemudian kedua tangan Resty memegang masing2 bagian memeknya, jari2nya membuka bibir memeknya,,,

Memek Resty bagian dalam juga warna pink,, sangat terawat.

Resty : “Di dalam sini obat yang kamu butuhkan Ga”

“Ya, inilah saatnya…. “

Kulepas celanaku,,, kini aku sudah telanjang di hadapan Resty.

Kuarahkan penisku ke memeknya, pelan.. kemudian.

BLESSS

Penisku sudah masuk ke dalam memek Resty tanpa ada yang menghalangi.

“Resty sudah gak Virgin..?’ ucapku dalam hati.

Resty : “ahhhhh,,”

Aku menggenjot memeknya kencang,, Resty merem melek akibat genjotanku,,

Resty : “ohhh God…”

“Fuckkk..”

“terus Ga,”

“ahhhhhhhhhh”

JLEB JLEB JLEB

Kupegang perut Resty, meskipun Resty sudah tidak perawan lagi,, tapi memeknya sangat rapet sekali.. Aku pasti tidak bisa tahan lama dengan memek seperti ini. Padahal aku tadi sudah orgasme..

Memeknya seperti memijat penisku ,, “Ahhh..ahh..ahh..”

“sial aku mau keluar lagi,,” ucapku dalam hati,, kucepatkan genjotanku di Memeknya..

Resty : “jangan buru2 Ga.. pelan pelan aja sayang,, hahh hahh”

Aku : “aku sudah tidak kuat Res..memekmu luar biasa”

Resty : “ngggnn..kenapa sayang memekkku,,? achhh”

Aku : “enak bangett..”

Resty : “ xixixi,, aku belum nyampek Ga.. tahan yah”

Aku : “aku mau keluar,,,”

Resty : “Yaah,, Egaa Payah,, “ dia merengekk

Genjotanku di memeknya semakin kuat,, sebenarnya aku masih ingin berlama lama Res,, tapi apa daya,, cenggkraman memekmu mengagumkan.

Resty : “Keliuarin di dalem..!”

Aku : “hah…?”

Kalau nanti Resty Hamil gimana?

Resty : “achhhh. Achhhhhhhh.. shitttt”

Aku belum siap jadi orang tua di usiaku yg masih muda ini..

Karena Terlalu banyak yang aku pikirkan.. Spermaku akhirnya keluar di dalam memek Resty.

Beberapa semburan penisku menembak liang Memeknya.

Tubuhku ambruk menindihnya.. penisku masih di dalem memeknya.

Resty : “kontol doang yg gede,, tapi tidak tahan lama”

Aku : “aku sudah lama tidak melakukanya.. “nafasku masih ngos2an

Resty : “alesan… “

Aku : “gpp keluar didalem? “

Resty : “knp? Takut aku hamil? “

Aku : “aku gak siap jadi bapak”

Resty : “dasar cowok,. Mau enaknya doang. gak mau tanggung jawab,..tenang aja aman kok,, aku ikut program KB”

Hah? Buat apa? Sesering itukah dia bercinta? Atu dia sudah punya cowok? Atau benar yg digosipkan Rendy? Haruskah aku bertanya? .

kuangkat tubuhku.. kucabut penisku dari dalam memeknya.. seketika spermaku keluar dari memeknya bagaikan larva gunung meletus.

Kuposisikan tubuhku rebahan disamping tubuhnya..laku dia memelukku dr samping.. menempatkan kepalanya di atas dadaku..

Aku : “so.. Siapa cewek itu..? “

Aku ceritakan semua dr awal sampai akhir tentang hubunganku dengan Dias.

Resty : “hngg kasian.. Emang masih jamannya ya dijodoh jodohin? “

Aku : “Entahlah..buktinya masih ada kan”

Resty : “artinya dia bukan jodohmu,, masih banyak cewek lain diluar sana yg bisa kamu pilih”

Resty : “kamu bisa menemukan mereka dengan wajah tampanmu ini” ucap Resty sambil memegang pipiku..

Resty : “tapi kamu tidak bisa memuaskan mereka dengan kontol besaemu itu.. Hahahaha”

Sialannnn dia membullyku karena aku tidak tahan lama…

Aku memang sudah lama tidak melakukan seks.. terakhir kali hampir 3 bulan yang lalu dengan dia yang ada disana.. dia yang akhir2 ini sering datang ke mimpiku. .

Kemudian Resty mengangkat tubuhnya, dia akan beranjak dari tempat tidur. Tapi langsung kurarik lengannya..

Kuangkat tubuhku untuk mencium bibirnya.. Dia membalas ciumanku… kami berciuman lagi.. bibir Resty yg imut itu kulumat,.. payudaranya kuremas lagi.

Resty : “masih mau nantang..?

BEBERAPA JAM KEMUDIAN DI TEMPAT LAIN

–POV DIAS—

“Hahahaha..”

“Hahahaha;;”
“hahahahhahaha”

Semua orang yang berada di ruangan ini tertawa, semuanya tertawa riang karena mendengar ayahku dan sahabatnya Om Tyo bersauatan menceritakan masa lalu mereka. Di sebelahnya OM Tyo adalah Galih, dia adalah anak dari Om Tyo yang dijodohkan denganku. Galih hanya tersenyum mendengar cerita orang tua kami sambil sesekali melihat ke arahku.

Galih cowok yang usianya setahun lebih tua dariku, seorang anak dari keluarga kaya yang merupakan teman dekat ayahku waktu kecil. Beberapa informasi yang kudapat, Galih anaknya sangat patuh dengan orang tua, baik, sopan, tidak pernah aneh2, tetap sederhana dan tidak pernah memakai label orang kaya yang dia punyai. Mungkin sikap patuhnya terhadap orang tuanya itu yang membuat dia mau menjalankan rencana perjodohan ini, padahal dengan tubuh fisik yang sempurna, wajah yang tampan, ditunjang dengan label orang kaya dibelakangnya, harusnya dia bisa mendapatkan wanita yang lebih cantik daripada aku. Apalagi Galih baru saja menyelesaikan pendidikan di Inggris.

Seluruh keluaraga besar Galih kini berada di rumahku untuk menbicarakan perjodahan kami berdua, keluarga kami berdua mulai hari ini akan semakin lebih sering bertemu.

Tanggal sudah ditentukan, waktuku tinggal 6 bulan lagi. Tawa keluarga kami, kalimat2 yang muncul dari mulut mereka semakin membuat hatiku sakit, perih, dalam hati aku ingin sekali berontak. Aku ingin bilang ke mereka kalau aku menolak ini semua, aku belum siap. Tapi aku tidak bisa? , aku tidak ingin membuat keluargaku malu di hadapan keluarga Galih, aku harus patuh.

Apa aku memang harus patuh?

Apa aku memang bodoh mematuhi ini semua?

Aku hanya pasrah dan berharap suatu keajaiban muncul, mulai dari sekarang waktu akan lebih seperti monster bagiku, monster itu akan menghantui hari hariku kedepan, mulai saat ini, aku akan membenci hari esok, aku takut akan datangnya besok hari, karena jika hari sudah berganti, maka semakin dekat monster itu akan mendatangiku.

“Oh Tuhan,, Tolong aku”

“Ega,, Tolong Aku”

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler