. Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) | Kisah Malam

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 8

0
623

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 8 -PERKENALAN-

Yanti
Usia : 18 Tahun
BB : 50kg
Tinggi : 154cm
Toket : 34D

Sudah seminggu sejak aku berada di kota ini dan sudah seminggu pula aku bersama mas rozak, seakan tidak merasa lelah hampir setiap malam kami memadu kasih tapi dia masih tetap menjaga kesucianku. Hal itu membuatku semakin cinta kepadanya namun disaat yang sama membuatku menjadi perempuan yang bernafsu tinggi. Setelah beberapa hari ini mencari pekerjaan akhirnya aku diterima untuk bekerja di salah satu rumah makan yang sedang berkembang di kota ini, mereka membuka lowongan kerja cukup banyak karena akan membuka cabang baru. Karena tempat kerjaku dan kos mas rozak cukup jauh jadi aku sekalian mencari kos yang deket tempat kerja, untungnya biaya kos ditanggung oleh tempat kerja jadi aku tidak harus meminjam uang terlebih dahulu, karena uang yang kubawa semakin menitip dan harus ngirit buat makan. Dihari pertama bekerja tentunya aku memperkenalkan diriku kepada teman teman kerja disini , dirumah makan ini ada 8 orang karyawan. Selesai juga akhirnya kerja dihari pertama , cukup melelahkan namun teman teman disini orangnya asik dan gampang diajak bercanda jadinya aku gak bosan . Salah satunya adalah Mas Alfian dia begitu pintar kalau ngasih guyonan, jadinya kami semua terhibur, ada juga mas doni dan mbak nunik yang sering jail sama teman teman yang lain, walau baru bekerja aku sudah merasa mengenal mereka sejak lama.

Setelah menutup pintu aku diajak oleh mereka untuk jalan jalan karena memang aku cerita sama mereka selama disini aku belum pernah jalan jalan di area kota. Karena gak ada motor sendiri jadinya aku dibonceng sama mas alfian. Dia memang orang yang asik , selama diatas motor dia slalu bikin candaan yang membuatku terhibur, akhirnya kami sampai di alun alun kota disini terdapat pohon beringin kembar yang mitosnya jika bisa melewati sambil menutup mata maka akan segera mendapat jodoh, hmm mitos yang unik juga ternyata hahaha.. Kami membeli makan dan kembali mengobrol santai, mbak nunik yang usil dan suka seenaknya kalo ngmong malah mencomblangkan mas alfian denganku karena mas alfian emang masih jomblo katanya. Aku pun hanya tertawa dan menganggap itu candaan semata, namun mas doni juga akhirnya ikut-ikutan akhirnya teman yang lain juga ikutan, mas alfian yang Nampak malu hanya senyum senyum begitu pula denganku. Mereka emang gokil baru kenal aja asik banget orang orangnya. Jam sudah menunjukan pukul 10 malam, akhirnya aku diantar oleh mas alfian pulang ke kosku, aku satu kos dengan arifa yang juga baru masuk bekerja, namun arifa orangnya sedikit pendiam. Sampai kamar aku langsung kasih kabar ke mas rozak kalau ditempat kerjaku teman temanya baik dan kerjanya menyenangkan walau agak berat. Dia pun memberikanku dukungan agar lebih giat bekerja, disela sela chat itu dia menyelipkan kata kata nakal , katanya dia kangen sama kehangatan tubuhku, apalagi pengen nenen di toketku.. akupun jahil padanya dengan membalas

“sukurin gak dapet jatah” balasku
“awas ya kalau ketemu tak bikin lemes lho kamu”
“gak takut kan udan sering”
“haduh jadi tegang nih yang”
“uhh kasian ya gak ada yang jadi pelampiasan, hehehe”
“kamu kapan libur kerja nanti nginep sini lagi ya?”
“liburnya Cuma 2x sebulan sayang, aku kan baru masuk kerja sabar ya”
“yahh bakal lama gak dapet jatah nih”
“belajar sabar donk, dulu ldr aja sanggup”
“hmm iya deh aku sabar kok”
“nah gitu donk, disini ada temenku sayang jangan chat aneh aneh”
“emang dia lihatin chat kita”
“ya enggak tapi kalau aku jadi nafsu kan tubuhku jadi sensitive”
“iya deh maaf sayang, yaudah istirahat gih besok kan kerja lagi”
“oke sayang good night”
“night tooo sayang”
Selesai chat dengan pacarku aku kemudian bersih bersih dang anti baju, setelah itu aku tidur. Rasanya badan cukup cakep juga karna belum terbiasa kerja di rumah makan yang harus mondar mandir buat nerima pesanan dan nganterin makan ke meja, belum lagi kalau nyuci dan bersih bersih. Hoaaam ngantuk banget rasanya dan akupun akhirnya tertidur..

Keesokan paginya aku berangkat kerja bareng arifa dan sampai ditempat kerja pas banget pintunya dibuka sama mas doni karena dia yang paling senior jadi dia yang dipercayain sama bos buat pegang kunci. Dan saat mas alfian datang lagi lagi mereka menjahiliku dan mas alfian,,
“cie mukanya kelihatan seger nih alfian mau deketin yanti ya jadinya lebih segar dan semangat” celetk mas doni
“apaan sih don , biasa aja kali tiap hari kan aku rapid an segar hahaha”
“alah gak juga biasanya gak sewangi ini kok” mbak nunik akhirnya ikutan
“udah ah kasian yanti tuh mukanya udah merah” akhirnya devita ikut ikutan ngomporin

Aku diam saja dan hanya ketawa dengan ulah teman temanku mereka ada ada aja, emang aku gak cerita sih kalau udah punya pacar. Apa mas alfian benar benar mau deketin aku ya??? Hm perkataan itu jadi melintas difikiranku. Hari ini pun berjalan gak jauh beda dari yang kemarin , dan gak kerasa udah mulai malam dan rumah makan bentar lagi tutup. Kerja disini gak kerasa banget waktu berlalu karena teman teman gokilku disini hehehe. Dan mas alfian lagi lagi menawarkan untuk mengantarku balik namun karena gak enak sama arifa jadi aku jalan kaki bareng dia aja. Kelihatan banget kalau mas alifan kecewa.. sampai kos kulihat ada chat masuk dari mas alfian dan mas rozak. Mas rozak seperti biasa nanyain gimana kerja hari ini dan aku udah makan apa belum dan juga menyuruhku untuk slalu jaga kesehatan. Aku seneng dia perhatian karena memang itu yang dibutuhkan seorang perempuan dari pasanganya. Kemudian kulihat chat dari mas alfian dia ngajakin keluar untuk makan malam dan 30 menit lagi akan jemput. Ihh aneh kok jadi langsung nentuin waktu aku kan belum mandi dan siap siap . Lalu aku membalasnnya dengan mengatakan aku gak laper, namun dia lagi lagi memohon untuk mau diajak makan, yaudah karena aku gak enak nolaknya jadi aku iyain aja deh.

30 Menit kemudian kulihat mas alfian udah dateng , aku langsung mengambil helm dan keluar untuk menemuinya, dan kamipun akhirnya jalan muter muter sekitar area keraton dan akhirnya kami memutuskan untuk makan ditempat makan lesehan pinggir jalan, suasana yang teduh dan bintang bintang cerah membuat malam itu begitu indah. Aku jadi pengen ngajak mas rozak jalan jalan kesini kalau libur kerja nanti. Mas alfian tiba tiba mengagetkanku dan membuyarkan lamunanku.
“woi,, daritadi lihat keatas terus ngapain sih dek?”
“ahh mas alfian ngagetin aja kan aku lagi lihatin bintang bintang.”
“haduh kamu ini kayak gak pernah lihat bintang aja”
“kan aku jarang sih keluar malam , makanya jarang lihat bintang apalagi ini masih musim hujan jadi sering mendung!”
“hmm iya deh kamu anak baik baik makanya jarang keluar malam”
“ya iyalah emang kamu kalau malem keluar terus”
“siapa bilang? Kan kelaur kalau ada perlu doank”
“terus kenapa mala mini ngajak keluar? Kan gak ada keperluan?
“justru itu keperluanya, kan ngajakin kamu makan malam”
“ihh apaan sih mas, gak jelas banget”
“haha gakpapa donk”
“iya deh terserah aja,”
“kamu tak ajak keluar gini gak ada yang marah”
“emang siapa yang mau marah mas?”
“siapa tau kamu ada pacar gitu dan nglarang kamu pergi”
“gak ada yang nglarang kok, kan Cuma makan malam”
“syukur deh kalau gitu”

Tak berselang lama makanan yang kami pesan sudah datang dan kami langsung menyantapnya, hmm masakan disini emang enak enak , iya sih kalau gak enak mana laku ya hehehe. Sehabis makan mas alfian mengajakku ke tempat biasa dia nongkrong, karena belum terlalu malam jadi aku ngikut aja. Ternyata tempatnya kayak basecamp gitu dan banyak teman temanya yang lagi ngumpul sambil ngopi dan main musik, setelah berkenalan dengan teman teman mas alfian mereka mengajakku untuk bernyanyi, benar benar menambah suasana yang asik malam itu. Setelah beberapa lagu akhirnya kulihat jam sudah lebih dari pukul 10, akupun mengajak mas alfian untuk pulang takut pintu gerbang kos sudah dikunci.. Kamipun berpamitan dan pulang menuju kos. Aku sudah was was karen biasa jam setengah 11 gerbang dikunci , mana ibu yang bawa kunci juga kadang balik ke rumahnya lagi gak tidur dideket kos. Dan sampai kos ternyata feelingku bener.
“Haduh gerbangnya udah kekunci mas gimana nih??”
“yah maaf dek aku lupa lihat jam juga tadi, terus gimana donk?”
“aku juga gak ada kenalan cewek lagi yang deket sini mas”
“yaudah cari penginapan aja untuk semalam dek”
“duitnya siapa mas kan aku baru masuk kerja belum gajian”
“hmm iya ya, gak mungkin juga kan ke kosku”
“yaudah mas tak coba lompat pagar aja”
Akupun nekat memanjat pagar namun karena tinggi jadi gak sampai atas..
“mas tolongin donk angkat aku gak bisa sampai atas nih”
“iya mas bantuin nih dek, tak dorong keatas ya”
Mas alfian membantu dengan mendorongku keatas, dia menyentuh kedua bokongku dan mendorongnya keatas, kurasakan sedikit remasan saat dia mengangkatku..Namun aku tidak peduli, akhirnya bisa juga sampai atas , kemudian aku meloncat, huuft untung aja gak jatuh waktu loncat.. Ahkirnya mas alfian berpamitan dan aku menuju kekamar , kuketuk pintu kamar untunglah arifa masih belum tidur terlalu pulas jadi cepet bangun.
“kamu dari mana sih? Kok sampe malam begini” Tanya arifa padaku sambil membukakan pintu
“tadi diajak makan mas alfian terus dia ngajak ke basecamp buat nyanyi nyanyi, tadi gak lihat jam ternyata udah malam banget”
“huu saking asiknya pdkt ya sampe lupa waktu”
“ihh apaan sih enggak lah, kan cuma temen biasa”
“kalau cuma temen gak mungkin lupa waktu , lagian kamu tadi gimana bisa masuk ? bukanya pintu gerbang udah dikunci ya?”
“ya aku lompat lah tadi”
“nekat banget sih untung kamu gak jatuh tadi”
“hehehe iya sih habisnya gak tau harus gimana lagi”
“yaudah tidur yuk aku ngantuk banget”
Arifa langsung tertidur, aku langsung ganti pakaian dan ikutan tidur juga akhirnya.
(SKIP SKIP)

Sudah 2 minggu ini aku bekerja dan selama 2 minggu ini pula mas alfian berusaha mendekatiku, namun aku juga akhir akhir ini berupaya jaga jarak karena aku udah punya pacar. Namun mas alfian yang belum tau jadinya dia slalu berusaha merayuku, bahkan kemarin aku dibawain bunga sama coklat romantis juga orangnya..Akhirnya diminggu kedua hari ini aku ambil libur sehari dan karna udah janji sama mas rozak aku dijemput sama dia dan kami jalan jalan ke daerah Im****i. Daerah yang sejuk dengan hutan pinus dan taman bunga yang indah membuat fikiranku menjadi fresh dan beban pikiran menjadi hilang.. Benar benar tempat yang pas untuk liburan, apalagi ditemani dengan pacarku yang perhatian ahh benar benar hari yang sempurna. Setelah berkeliling cukup lama akhirnya kami memutuskan untuk beli makan dan ngobrol-ngobrol. Aku menceritakan kejadian ditempat kerja kepada mas rozak, begitu pula cerita tentang mas alfian yang berusaha mendekatiku, dia agaknya cukup cemburu dengan hal itu , namun dia mengatakan bahwa dia percaya kalau aku bisa jaga hati cuma buat dia. Aku seneng punya pacar yang bisa berfikir dewasa dan aku semakin menyayanginya. Setelah makan dan ngobrol cukup lama akhirnya kami pulang dan seperti biasa karna udah kangen dia ngajak aku untuk ke kosnya. Padahal masih siang tapi udah pengen aja nih mas rozak.
Sampai kos mas rozak langsung memeluku dan mencium bibirku dengan bernafsu , sepertinya karna gak dapet jatah selama 2 minggu dia jadi benar benar ingin memuaskan birahinya.
“uummmm aahhh nafsu banget sih mas nyiumnya”
“iya sayang aku udah kangen nih”

Kemudian dia membuka pakainya dan aku juga membuka pakaianku, dalam waktu singkat kamai sudah telanjang bulat , mas rozak kemudian meremas toketku dan menghisap putingku..
“aahhhh geli mas,, enak banget aahh teruss” aku pun mendesah karna sudah bernafsu,
“kocokin kontolku sayang.” Mas rozak berbisik ditelingaku membuat bulu romanku berdiri , tanpa basi basi aku langsung mengocok kontolnya yang sudah berdiri tegak.. Pergumulan kami berjalan cukup lma dan mas rozak masih bergantian menghisap putingku kanan dan kiri begitu pula tanganya yang nakal meremas toketku dan menggesek klitorisku membuatku benar benar seperti cacing kepanasan.
“aaaaaahh oouuuh aaaaaccchhh emmm enak mas terus aaaaahhhhh”
“emm iya sayang kocokan kamu juga enakk. Jarimu lembut sekali sayangku”
“aaaahhh iya mass emm aaaaaahhhhh”
Setelah 30 menit akhirnya aku orgasme karena kenakalan mas rozak ,, cairan hangat keluar dari memeku dan membuat badanku menjadi lemas,, ahh padahal hanya bermain di toketku dengan jari di klitorisku dan bibir vaginaku namun bisa membuatku orgasme, aku tidak bisa membayangkan kalau kontolnya masuk ke dalam pasti aku bisa orgasme berkali kali. Jari jariku sudah lelah mengocok kontolnya namun belum juga croot, mas rozak benar benar kuat, memang dia memiliki badan atletis dan sering olahraga mungkin itu yang membuat staminanya kuat..
“aku udah capek mas ngocokin terus, badanku juga udah lemes nih”
“kamu sih nafssunya gede jadinya cepet orgasme”

“emm iya sayang habisnya kamu mainya pinter sih padahal cuma pakai jari tapi bisa bikin aku nafsu banget”
“yaudah yang kocokin pake toketmu aja ya sampai aku keluar”
“iya sayang,,” mas rozak menempatkan kontolnya diantara kedua toketku dan digesekan naik turun, tanganku menekan kedua toketku sehingga kontolnya terasa lebih keras. Kontolnya begitu besar dan panjang membuat nafsuku kembali naik, aku menekan kedua toketku dan meremas remas sendiri dengan tanganku, sambil mas rozak tetap menggesekkan kontolnya naik turun.. setelah 15 menit akhirnya mas rozak mengatakan udah mau keluar dan meyuruhku buka mulut,,

“aaahhh crooot crroooot” akhirnya pejunya yang banyak itu menyembur kewajahku dan banyak yang masuk kedalam mulutku, namun karena aku tidak suka rasanya aku tidak mau menelanya, aku mengambil tisu dan mengelap semua peju yang belepotan diwajahku sampai bersih.. Kamipun tertidur karena lelah setelah pergumulan tadi.. Saat terbangun hari sudah sore kulihat hpku dan jam menunjukan pukul 5 sore, akhirnya aku mandi dulu dang anti baju.. Mas rozak sudah bangun ketika aku selesai mandi dan gentian dia yang mandi.. Setelah itu dia mengajaku makan dan mengantarkanku balik ke kosku. Tak berselang lama setelah mas rozak pergi tiba tiba ada yang mengetuk pintu kamarku, kubuka pintu dan ternyata arifa bersama mas alfian.
“nih yan, mas alfian katanya kangen kamu jadinya ikut kesini”

“ihh apan sih rifa”
“yee beneran lho dia seharian gak semangat kerja karna kamu libur”
“eeh enggak kok, aku cuma pengen bawain ini buat yanti”
Kemudian mas alfian menyodorkan bingkisan kepadaku. Setelah itu dia berpamitan dan langsung pulang. Sepertinya dia malu malu karna ada arifa , ada- ada sih mas alfian.
-Bersambung-

Cerita Terpopuler