. Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) | Kisah Malam

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 7

0
484

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 7 – Pengakuan

Aku terbangun oleh suara adzan subuh. Kubangun dan menunaikan kewajiban sekaligus memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kulakukan. Aku yang telah ternoda dan tergoda oleh nafsu dunia. Setelah kejadian kemarin dan tadi malam yang ku alami, aku merasa benar-benar bodoh karena mau menuruti nafsu laki laki yang bukan muhrimku, pengesalan itu membuatku meneteskan air mata. Dalam hati kusungguh berniat untuk tidak mengulanginya lagi. Setelah berdo’a aku kembali melanjutkan aktivitas seperti biasa.. Namun satu hal yang masih berputar dipikiranku adalah tentang suara perempuan yang marah sama bang yanto, mungkin aku harus menanyakanya kalau sudah ditempat kerja..

Akupun berangkat ketempat kerja bersama dengan temanku, diperjalanan dia menanyakan darimana aku kemarin, lalu aku bercerita kalau aku dan bang yanto jalan-jalan ke pantai . lagi dan lagi aku terpaksa berbohong .. sampai ditempat kerja aku tidak menemukan bang yanto, bahkan saat aku cek ke gudang juga tidak ada. Kulihat bbm juga off. Akupun menanyakan kepada Parjo temanya yang kurasa cukup akrab. Saat ku tanya parjo pun tidak tau kemana bang yanto, namun dari keterangan parjo kecurigaanku benar-benar terjadi, ternyata bang yanto memang sudah menikah dan punya istri.. Kenapa dia begitu jahat , padahal waktu kenalan dia mengatakan belum menikah. Rasa kecewa , malu dan marah bercampur jadi satu, aku semakin menyesal, hampir saja keperawananku direnggut oleh lelaki yang sudah beristri, Saat ini aku benar-benar merasa bersalah kepada pacarku.. Dia sedang berjuang untuk masa depan kami nanti, namun aku justru mengkhianatinya.

Tak terasa hari sudah sore dan waktunya untuk pulang, saat aku mau mengambil motorku diparkiran kulihat bang yanto datang , namun dia tidak sendiri kulihat ada seorang perempuan yang diboncengnya. Akupun terkejut saat perempuan itu turun dan tiba tiba menggamparku, aku yang tidak mau membalasnya hanya bisa mennagis, dia memaki dan mengatakan bahwa aku seorang pelakor, bang yanto berusaha menenangkan perempuan itu yang kurasa adalah istrinya. Aku menjelaskan apa yang terjadi secara baik baik kepada istri bang yanto tapi karna dia sudah emosi lagi lagi tamparan keras yang aku dapat. Temanku akhirnya datang untuk melerai dan menyuruhku cepat pulang.. Sampai rumah aku langsung menuju ke kamar dan menangis. Betapa bodohnya aku yang mudah dirayu, kulihat hpku da nada chat dari mas rozak.. Akupun berniat untuk berterus terang kepadanya tentang kejadian yang kualami. Apapun resikoya aku harus jujur kali ini.. Cukup lama aku menjelaskan kejadian itu kepada mas rozak, namun aku hanya menjelaskan kalau aku pergi dan akhirnya istri temanku marah mengira kami selingkuh, untungnya mas rozak percaya dan dia hari minggu akan pulang untuk menemaniku menjelaskan semuanya kepada istri bang yanto..

Akhirnya tiba dihari minggu, mas rozak menjemputku dan mengantarku untuk kerumah bang yanto , saat kami tiba disana suasana begitu tidak bersahabat, aku takut untuk bicara dnegan istrinya namun mas rozak meyakinkanku. Semua akan baik baik saja asal kamu jujur. Kalimat darinya membuatku terharu. Setelah menjelaskan semuanya akhirnya istri bang yanto mau memaafkanku, sementara bang yanto hanya diam saat kami berbincang. Dengan meneteskan air mata aku meminta maaf dan memeluk istri bang yanto, aku sungguh menyesali semuanya. Kamipun berpamitan dan pulang, diperjelanan pulang mas rozak mengatakan padaku kalau dia ingin mengajakku ke J***a tempat dia kuliah, dia ingin aku bekerja disana sehingga kami bisa dekat dan tidak ada masalah seperti kemarin. Akupun menyetujui hal itu dan sampai dirumah aku langsung mengemasi pakaianku.. Aku pamit kepada orang tuaku dengan alas an mau ikut kerja temen smk di semarang,, karna kau tau kalau bilang ikut mas rozak pasti orang tua tidak mengizinkan.. Yaahh kuakui aku memang cukup nekat kali ini karna ini untuk pertama kalinya aku akan merantau.

Kamipun tiba dimalam hari dikota yang ramai dan terkenal dengan julukan kota pelajar, karna sudah malam mas rozak langsung membawaku ke kosnya, dia mengatakan padaku kalau malam ini aku sebaiknya menginap dulu, besok baru cari kerja sekalian cari kosan . Ternyata kos yang ditempati mas rozak adalah kos bebas karna kulihat ada pasangan pemuda pemudi yang kos disini. Akupun mandi dan bersih bersih karna badanku terasa lengket penuh keringat, selesai mandi kulihat mas rozak sudah memebelikanku makan dan kamipun makan bersama.. Setelah makan kulihat mas rozak sedang mengerjakan tugas, karena aku sudah mengantuk akhirnya aku tidur duluan..

Tiba tiba kurasakan ada yang memeluk dan menciumiku, kulihat samar samar ternyata mas rozak sudah berada tepat didepanku.. dia mencium bibirku dan membuatku kaget, aku yang masih mengantuk langsung membuka mataku.. Dia membelai rambutku dengan lembut dan pelukanya terasa begitu hangat, setelah melepas ciumanya diapun berkata padaku, “Aku gak mau kamu menjadi milik orang lain, aku sayang sama kamu dek”. Tanpa membalas kata apapun aku langsung membalas pelukanya, seketika rasa bersalahku kembali muncul karna aku sempat dekat dengan laki laki lain dan mengkhianati pacarku ini .. Aku memeluknya erat sambil meneteskan air mata.

Mas Rozak menghapus air mataku dan kembali mencium bibirku, kali ini aku membalas ciumanya dan kami berpagutan cukup lama.. Kurasakan tanganya masuk kedalam bajuku dan meremas toketku, rasanya begitu nikmat .. maafkan aku Tuhan karna aku kembali terjerumus dalam jurang nafsu ini,, tak cukup dengan meremas toketku mas rozak juga membuka baju dan bhku , aku sama sekali tidak menolaknya, justru aku semakin bernafsu kepadanya,, dan kulihat diapun sudah membuka celana dan cdnya sehingga aku bisa melihat kontol pacarku ini, ternyata ukuranya hampir sama dengan milik bang yanto yang kurasa panjangnya 16cm .. tanpa diminta aku langsung meremas dan mengocoknya,, kamipun kembali berciuman .. memeku tak luput dari sasaran jari nakal mas rozak, dia mengelus elus klitorisku dan membuatku semakin bernafsu,,,,

“aaaahhhh… uuhhhhhh. Oouuuhhhhhhhhhhh…aaaahhhhhhhh aahhhhhh” aku mendesah gak karuan saat jarinya masuk kedalam memekku ,, gerakan keluar masuk dengan tempo pelan membuatku seperti cacing kepanasan,, ouuh sungguh nikmat… mas rozak kemudian memintaku untuk melepas celana dan cdku dan akupun menuruti permintaanya,, dia melihat bulu halus yang rapi disekitar bibir memekku ,, aku memang sering mencukurnya sehingga rapi dan tidak terlalu lebat.. mas rozak kembali memainkan jarinya di memek dan toketku,, hal itu benar benar nikmat..

“aaaahhhh…terus mass,, aahh ooouuhhhhh ,,”
“ternyata kamu gampang nafsuan dek”
“ahh iya masss ,, kamu nakal sicch”
“tapi kamu mau kan kalau mas nakalin kamu??”
“aaahhhh iya masss aku mauu, yang penting kita selalu bersama”
“iya sayangku,, aku akan selalu sama kamu”
“emm iya mas,, terusin lagi mass, mainin jarimu kesini”
“kemana sayang??”
“kedalam vaginaku mas”

Mas rozak kemudian mempercepat gerakan jarinya,, ahhh aku yang sudah bernafsu akhirnya orgasme setelah 15 menit kami berpacu dengan nafsu,, cairan hangat keluar dari memekku dan membasahi tangan mas rozak,,, badanku terasa lemas namun begitu nikmat yang kurasakan.. aku kemudian berbaring dan kulihat mas rozak menggesekkan kontolnya dilubang mekiku,, rasanya begitu nikmat dan berbeda dari sebelumnya.. ahhhh apakah kali ini aku akan benar benar kehilangan perawanku?? Ahh aku tidak peduli lagi,kenikmatan ini membuatku ingin lebih dan lebih..kembali diremas dan diemutnya putingku membuat nafsuku semakin naik…
“kalau mas masukin kesini boleh gak dek?”

“emm terserah mas aja,, aku udah lemes mas.. mas mau apain aja aku mau”
“iya sayangku, tapi aku pengen simpan ini untuk malam pertama kita nanti setelah menikah”
Kata-kata itu membuatku terharu,, walau sudah bernafsu namun dia tetap menjaga perawanku untuk nanti saat kami sudah menikah.. akupun memeluknya dengan erat..
“tapi mas kan itunya masih berdiri , terus gimana?”
“kamu kocokin sampe pejunya keluar ya”

“iya mas,,” akupun mengocok kontol pacarku dan setelah 15 menit akhirnya dia bilang kalau udah mau keluar dan menyuruhku untuk berbaring, dan tak berselang lama peju yang lengket menyembur keatas toketku,, begitu banyak sampai terkena wajah bahkan rambutku..
“ihh banyak banget mas”

“iya kan mas udah lama gak keluarin peju dek,, makasih ya “
“iya iya.. ambilin tisu donk,, lengket semua nih badanku”
Setelah membersihkan sisa-sisa pertempuran kami akhirnya kami kembali berpelukan dan tertidur..

-Bersambung-