. Cewek Jilbab Polos yang Binal Part 4 | Kisah Malam

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 4

0
485

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 4

Aku bangun dan merasakan badanku sangat lelah, dan aku masih barusaha meyakinkan diriku bahwa yang terjadi semalam hanyalah mimpi.. Perlahan-lahan aku beranjak dari kamar tidurku menuju kamar mandi , kubuka pakaianku satu persatu dan terlihatlah beberapa bekas merah ditoketku karena remasan dan kecupan yang dilakukan pak ruslan tadi malam. kubasahi tubuhku dengan air berharap air itu bisa membasuh luka yang ku alami, aku merasa bersalah karena tubuhku telah dijamah oleh laki-laki yang bukan muhrimku, meskipun belum sampai merebut mahkotaku.

Setelah selesai mandi aku keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk tipis, ku melihat ke cermin di dinding kamar, dank u perhatikan setiap lekuk tubuhku…
“ahh kenapa banyak laki-laki yang tergoda hanya karna bentuk tubuh? Apa tubuhku segitu menggoda ya , padahal aku sudah pakai jilbab juga” keluhku dalam hati…

Tapi aku menyadari bahwa ukuran toket 34D yang ku miliki diatas rata-rata wanita seusiaku membuat mata laki-laki tak bisa untuk menolak pemandangan dari gunung kembar yang menantang itu, apalagi karna belum tersentuh dan masih kencang sehingga setiap aku berjalan terlihat begitu indah, ditambah dengan bokong yang kencang dan lumayan besar , pantas saja pak ruslan sampai berusaha untuk mendapatkanya dengan segala cara. Mengingat kejadian semalam itu aku menjadi paham kenapa pak ruslan berusaha untuk mendapatkanku,, ku ingat lagi saat pak ruslan meremas toketku ini,,

eemmm ahhh ternyata rasanya geli geli enakk ,, tanpa ku sadari tanganku sudah memainkan dan meremas toketku sendiri .. handuk yang ku kenakan sudah terlepas dan tubuh bugilku berada diatas tempat tidur dengan satu tangan ditoket dan satu lagi mengelus-elus bibir memek yang masih sempit dan belum dimasuki kontol sekalipun,, ahhh emm enak banget rasanya ,, amm acchhhh … 10 menit ku lakukan aktivitas tersebut membuatku merasa aneh,, rasa nikmat itu membuatku tak ingin berhenti…

“aaaahhhh… uuhhhhhh. Oouuuhhhhhhhhhhh…aaaahhhhhhhh aahhhhhh….. ihhhhhhhhhh… ehhmmmm… aaahhhhhhh…..aachhhhhhhhhhhhhh achhhhhhhh achhhhhhhhhhhhh oouuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh….. ouuccchhhhhhhhhhh aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh ssshhhhhhhh aahhhhhhhhhhhhhhhhh” kurasakan ada aliran kencang yang ingin keluar dari dalam memeku

(tok tok tok) “yanti udah bangun apa belum” aku menghentikan aktivitasku karna terkejut ada yang mengetuk pintu kamarku…

“iiii yaa sebentar bu” aku tau bahwa itu suara bu neni pemilik klinik , sepertinya hari ini pak ruslan tidak masuk sehingga bu neni sendiri yang hari ini menjaga klinik dan apotek. Aku sedikit lega karna hari ini tidak bertemu dengan bandot tua it, tapi karna tadi terkejut dengan ketukan pintu rasa nikmat yang kualami tadi seketika menghilang.. ku kenakan handuku kembali dan membuka pintu..

“maaf bu saya tadi baru selesai mandi”
“iya gakpapa yanti, saya kira kamu belum bangun makanya saya bangunin”
“iya bu, saya ganti pakaian dulu habis itu langsung kedepan”
“iya ini saya bawakan sarapan, kamu sarapan dulu nanti terus kedepan ya “
“iya bu terima kasih”

Bu neni kemudian pergi kedepan , akupun memutuskan untuk segera bersiap-siap untuk kerja dan tentunya sarapan dulu.. saat ku kenakan pakaianku aku pun berfikir kembali apakah kalau melakukan hubungan intim bisa lebih nikmat dari yang kulakukan sendiri barusan , ahh sudahlah .. aku berusaha menghilangkan fikiran itu karna bagiku belum waktunya melakukan hal itu karna belum menikah. Setelah berpakaian ku lihat hpku ada bbm masuk dari mas rozak, dan kulihat ada 2 bbm masuk

“assalamuallaikum,, pagi bidadari cantikku” – Mas Ozak
“kamu udah bangun apa belum kok lama balesnya?”-Mas Ozak
“Ini udah bangun mas, maaf ya semalem aku langsung tidur jadi gak angkat telpon kamu” – Me
Cukup lama menunggu balasan akhirnya aku memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu karna sudah dibawakan oleh bu neni, ku lihat ada bbm masuk lagi

“iya gkpapa sayang, aku mau masuk kuliah ni.. kamu semangat ya kerjanya”-Mas Ozak
“iya mas kamu juga semoga kuliahnya lancer ya :*” –me
Setelah chat singkat itu membuatku kembali merasa bersalah kepada pacarku , aku membiarkan laki-laki lain menjamahku padahal dia tak pernah melakukanya. Akupun kembali bekerja seperti biasa. Selama seminggu ini ternyata pak rusdi ijin tidak bekerja, dan akupun bisa tenang selama seminggu ini..

Skip skip….
Seteah seminggu ijin akhirnya hari ini pak rusdi kembali bekerja,, aku berusaha menghindar untuk tidak menyapanya karna aku tidak mau kejadian itu terulang lagi.. tapi karna lingkup kerja yang sempit mau tidak mau aku harus menyapanya..

“selamat pagi pak, saya ikut berbela sungkawa ya pak”
Akupun berusaha bersikap biasa seperti yang lain karna memang hari ini pertama pak rusdi masuk setelah ibunya meninggal dan semua karyawan mengucapkan bela sungkawa.
“iya dek yanti, makasih ya”
“iya pak sama-sama” ..

Beberapa hari setelah itu tidak ada tanda-tanda bahwa pak rusdi ingin mendekatiku , akupun merasa lega dan menganggap bahwa masalahku dengan pak rusdi selesai. Namun tiba disuatu hari bu neni menyuruh pak rusdi untuk membeli stok obat ke semarang dan bu neni menyuruhku untuk menemani pak rusdi . aku tidak bisa menolaknya karna memang stok obat itu bagianku.

Akhirnya aku dan pak rusdi berangkat menggunakan mobil dinas klinik. Sepanjang perjalanan aku tidak berkata apapun, aku tidak berani untuk memulai obrolan dengan pak rusdi, dan pak rusdipun hanya diam.. Aneh tidak seperti biasanya pak rusdi pendiam seperti ini. Sudah beberapa hari ini juga dia jarang berinteraksi dan akrab dengan karyawan lain..

“Dek yanti” setelah sekian lama akhirnya pak rusdi membuka obrolan
“iya pak ada apa?”
“kamu pasti merasa takut kepadaku karna kejadian waktu itu kan?”
“maaf pak, kalau bisa jangan bahas hal itu.saya tidak mau bapak seperti itu lagi”
“maafin bapak dek..untuk laki-laki seumuran saya ini sedang mengalami masa puber kedua dan lagi saya seorang duda yang sudah lama tidak merasakan kehangatan wanita, itu yang membuat saya sampai seperti itu dek”
“tapi yang bapak lakukan itu salah..

kan bisa dengan cara yang lain , misalkan bapak mencari istri lagi untuk menyalurkan nafsu bapak itu” dengan nada agak marah aku membalas ucapak pak rusdi itu.
“kalau seperti itu , gimana kalau bapak lamar kamu untuk jadi istri bapak?”
Deg .. tiba-tiba pak rusdi mengucapkan hal itu kembali. Namun aku berusaha tetap tenang menjawabnya.
“maaf pak, saya sudah punya pacar dan saya akan segera menikah ..” aku berbohong agar pak rusdi tidak merayuku lagi.

“yasudah , bapak tidak akan memaksamu lagi”
Akhirya kamipun sampai dan membeli stok obat yang sudah ditentukan bu neni. Akupun meminta pak rusdi untuk langsung kembali karna sudah sore dan lagi hujan mulai turun. Perjalanan terasa lebih lambat karna hujan yang cukup deras sehingga pak rusdi tidak berani jalan cepat-cepat. Aku pun merasa mengantuk karna suara hujan dan kecepatan kendaraan yang pelan tanpa kusadari aku sudah tertidur … entah berapa lama aku tertidur, tiba-tiba aku merasakan tubuhku terasa dingin, lalu kubuka mataku..
“astagaaa””