. Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) | Kisah Malam

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 17

0
414

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 17

-Pesta Yang Gila (Pembuka) –

Keesokan harinya aku membangunkan yanti untuk bersiap siap, sepertinya dia begitu kelelahan sampai sampai udah adzan belum bangun juga.. Kulihat wajahnya yang terlihat begitu polos saat tertidur.. Namun kalau sudah bernafsu dia begitu agresif dan mudah terangsang..

“sayang bangun , udah pagi nih sayang.” Kubisikkan pelan didekat telinganya sampil kuusap kepalanya dengan lembut.. Setelah beberapa kali akhirnya dia terbangun..

“eemm iya sayang,” hooammm yanti menguap.. sepertinya dia memnag masih mengantuk..

“kok masih ngantuk sih kan semalem kita cuma main sekali sayang gak sampe tengah malem” kataku kepadanya sambil tersenyum.. Yanti kemudian menatapku..

“iya cuma sekali tapi kamu bikin lemes yank..” balasnya sambil tersenyum kepadaku

“habisnya kamu bikin aku nafsu sih yank..”

“padahal aku gak ngapa-ngapain , kamu yang main peluk tiap kepengen kan.” Yanti coba meledekku dengan candaan.

“iya deh,, aku yang duluan. Yaudah mandi yuk siap siap.”

“huum yank, kamu duluan nanti gentian aku mandi.”

“gak mau mandi bareng yank?”

“enggak ah nanti kamu nakal, aku masih capek yank.”

“emm iya deh aku duluan ya.” Kemudian aku meninggalkan yanti dan pergi ke kamar mandi.. Setelah 15 menit aku sudah selesai mandi dan menyuruh yanti untuk cepat mandi dan bersiap.. Dan setelah 40 menit kami akhirnya selesai bersiap siap dan berangkat menuju tempat janjian. Aku dan hadi udah janjian didekat pertigaan Ringroad.. Dan setelah aku sampai disana ternyata hadi sudah menunggu dengan 2 orang temanya.

“Hallo bro” hadi menyapaku setibanya kami disana

“Hallo bro,, sorry ya kalo telat.” Balasku kepada hadi..

“santai aja bro, kita juga baru sampe sini kok.”

“oh iya ini namanya yanti pacarku.” Aku berpura pura mengenalkan yanti kepada hadi dan teman temanya. Dan merekapun berkenalan dan bersalaman. Hadi bersama dua temanya yaitu Intan dan Riki.. emang sengaja aku bilang sama hadi untuk bawa satu cewek lagi supaya yanti gak curiga kalau aku nyuruh dia bareng hadi nanti..

“yaudah gimana kalo kita langsung berangkat aja?” ajak hadi kepada kami.. dan saat itu aku tau bahwa itu kode agar aku pura pura mengangkat telepon dan menjauh.. akupun berpura pura untuk mengangkat telepon..

“bentar aku angkat telepon dulu..” aku agak menjauh agar yanti tidak curiga bahwa aku pura pura aja telponan. Dan setelah beberapa menit ngomong sendiri aku kembali menghampiri mereka dan bilang sama yanti bahwa aku ada tugas dadakan.

“sayang maaf nih aku ada tugas kelompok ternyata tadi temenku telpon ngajak buat ngerjain sekarang soalnya udah deket deadline.”

“lha terus gimana yang? Kita udah packing dan siap siap liburan nih.” Nampak raut kecewa dari wajah yanti. ( ternyata actingku berhasil kali ini)

“yaudah gini aja sayang, kamu bareng sama temen temenku aja nanti aku nyusul. Aku udah tau lokasinya. Nanti kalau lupa bisa hubungi hadi lagi kok.” Aku mencoba membujuk yanti

“gakpapa yank kalau aku duluan sama temen temenmu?” yanti masih agak ragu

“gakpapa sayang , nanti aku beneran nyusul kok, paling sore nanti aku nyusul kalau udah selesai tugasnya. Lagian kalo kamu nunggu aku nanti kamu bosen sendirian kan. Aku kan ngerjain tugasnya ditempat temenku” Aku mencoba meyakinkan yanti..

“emm yaudah deh aku ikut mereka ya.” Setelah beberapa menit berfikir akhirnya yanti mau ikut dengan hadi dan teman temanya. Dan setelah berpamitan kemudian mereka berangkat.

“Aku duluan ya bro, nanti nyusul ya.” Hadi berpura pura untuk mengingatkanku agar yanti lebih percaya.

“oke bro hati hati ya, pasti aku nyusul nanti.” Setelah mereka berangkat aku segera kembali ke kosku. Aku menunggu kabar berikutnya dari hadi dan karna perjalanan menuju villa sekitar 2 jam ya sebaiknya aku tidur dulu sambil nunggu.

YANTI
Aku sedikit kecewa karna mas rozak tidak bisa berangkat bareng kami ,tapi kalau aku ikut dia ngerjain tugas nanti aku malah gangguin dan dia gak fokus jadi aku ikut saranya untuk brangkat duluan bareng hadi dan temen temenya.. Setelah jalan lumayan lama akhirnya hadi mengajakku untuk ngobrol.

“Yanti kamu kenapa dari tadi diem aja.” Ucap hadi sambil menoleh kearahku.

“Gakpapa kok mas.” Karna kulihat dia lebih tua jadi kupanggil mas untuk menghormatinya. Dan juga dia kan temanya mas rozak.

“Santai aja yanti kita kan mau liburan masak kamu diem gitu , gak perlu tegang.”

“iya mas, maaf. Aku cuma belum biasa aja pergi sama orang yang baru aku kenal.”

“tenang aja nanti juga bakal biasa kok.. ngomong ngomong kamu udah lama pacaran sama rozak?”

“udah mas udah setahun lebih.”

“hmm lumayan lama juga ya. Kamu disini kerja apa kuliah?”

“kerja aku mas.”

“owh kerja,, dimana tempat kerjanya?”

“di rumah makan xxxxxxxx”

“wah itu lumayan laris juga disini, kayaknya aku lihat belum lama ini buka cabang baru kan?”

“iya mas, aku ditempatin dicabang yang baru itu.”

“ya ya aku tau itu tempatnya, tapi sayangnya cukup jauh dari tempatku.”

“mas hadi temen kuliahnya mas rozak?”

“owh bukan, kita temenan secara gak sengaja kenalan aja waktu main futsal. Tapi lumayan deket lah kita sebagai temen. Kalau aku udah kerja juga kok.”

“ohh iya mas.”

“kalau kamu capek mending tidur dulu nanti aku bangunin kalau udah sampai, ini masih lumayan lama soalnya.”

“iya mas lumayan ngantuk nih jarang lama dijalan.” Setelah membalas ucapan mas hadi aku menutup mataku dan tertidur..

Setelah lama tertidur aku mendengar suara yang membangunkanku dari tidurku ini.. Dan saat kubuka mataku aku melihat pemandangan yang indah diluar sana, pemandangan perbukitan yang indah dan udara yang sejuk. Aku segera keluar dari mobil dan membawa tasku keluar..

“Waaah seger banget udara disini, pemandanganya juga bagus..” Aku pun mengucap karna merasa bahagia.

“Iya bener kan disini bagus tempatnya. Aku gak salah pilih tempat hahaha.” Balas hadi kepadaku.

“Yoi bro cocok nih buat bikin pesta, apalagi jarak sama rumah atau villa lain lumayan jauh.” Ucap riki kepada kami..

“Pesta apa ya?” akupun bertanya heran pesta apa yang dimasud riki.

“Pesta makan sama hiburan mbak, kan kita kesini buat liburan dan senang senang.” Indah menjawab pertanyaanku.

“Iya yanti, kita bakal seneng seneng nanti.. Yang penting sekarang kita masukin barang barang dulu sambil nunggu yang lain.” Hadi mengajak kami masuk ke villa untuk menaruh barang barang kami.. Saat aku hendak membawa tasku hadi menghampiriku.

“Biar aku bantu yan, kayaknya berat tasnya.” Hadi menawarkan bantuan padaku.

“gak perlu had, aku bisa kok.”

“udah gak usah nolak, santai aja lah sama aku.” Dia langsung mengambil tasku dan membawanya masuk.

Hadi kemudian menunjukan kamarku di lantai 2 dan kulihat kamar ini begitu luas dan lega. Dengan jendela yang menghadap kearah pemandangan perbukitan tadi. Aku benar benar senang berada ditempat ini..

“Ini kamar kamu yanti, kalau capek bisa istirahat dulu. Nanti malam kita mulai pestanya.”

“Iya mas hadi, makasih ya udah bantuin bawa barangku.”

“iya gak masalah , santai aja ya.” Kemudian mas hadi menutup pintu kamar

Karna tubuhku masih kerasa capek jadi aku langsung tiduran di atas kasur, kulihat jam menunjukan pukul 10 pagi. Aku mending tidur dulu biar nanti malam kalau ada kegiatan bareng bareng aku gak cepet capek. Aku menutup mataku dan kembali tertidur..

Suara ketukan pintu membangunkanku dari tidur..

(tok tok tok) “yanti bangun udah sore nih.” Kudengar itu suara mas hadi dari luar kamarku.

“iya mas, aku udah bangun.”

“kalau udah cuci muka kebawah ya kita makan dulu. Udah disiapin nih.”

“iya mas aku segera turun”

Kulihat hpku dan ternyata udah jam 4 sore, ternyata aku tidur lama banget, apa karna aku capek ya jadi gak denger kalau ada adzan, apa karna villa ini jauh dari tempat warga jadi adzan gak terlalu kedengeran ya.. Aku turun dari tempat tidur dan mencuci muka, kemudian aku merapikan pakaian dan jilbabku, setelah itu aku turun dan kulihat mereka sudah dimeja makan. Ada beberapa laki laki yang belum kulihat sebelumnya..

“Ayo yanti gabung kesini kita makan bareng.” Ajak mas hadi kepadaku.

“iya mas” aku kemudian duduk ditempat yang masih kosong, kebetulan disamping kiri mas hadi.

“ohh iya kenalin ini Angga sama rian.” Mas hadi mengenalkanku kepada dua lelaki yang baru kulihat itu.

“iya mas, kenalin aku yanti.” Aku memperkenalkan diri kepada mereka. Setelah itu kami mulai makan dan ngobrol bareng, mereka cukup asik dan enak diajak bercanda..Dan setelah 30 menit akhirnya kami selesai makan..

“Kalau udah selesai makanya kalian bisa ke kamar masing masing dan mandi.. nanti jam 7 kita kumpul diruang tengah untuk mulai pesta..”ucap mas hadi kepada kami semua. Kemudian kami bubar dan menuju kamar kami masing masing. Setelah sampai kamar kulihat hpku da nada chat masuk dari mas rozak.

R : “Sayang maaf ya aku gak bisa nyusul sekarang, tugasnya belum selesai.”

Me : “Yah kok gitu sayang. Katanya tadi pagi mau nyusul.”

R : “Iya aku minta maaf karna belum selesai jadi gak mungkin aku tinggal, lagian kan disana banyak temenku. Kamu ikut aja acara mereka. Besok kalau udah selesai aku nyusul kok”

Me : “Hmm iya deh kalau gitu.. Semoga cepet selesai tugasnya.”

R : “Iya makasih sayang. Selamat liburan dan bersenang senang ya.”

Me : “Iya mas, cepetan kesini ya besok aku tunggu.”

R : “Iya sayang.. udah dulu ya. Love you”

Me : “Love you too.”

Setelah chat dengan mas rozak aku merasa sedikit kecewa karna dia gak jadi nyusul sore ini tapi ya gimana lagi. Aku gak bisa maksain dia kesini, lagian ini udah mau malem. Akupun menuju ke kamar mandi dan membuka pakaianku.. Setelah mandi rasanya begitu dingin karna didaerah pegunungan. Aku cepat cepat ganti pakaian.. Setelah menunggu akhirnya udah jam 7 malam, aku memutuskan untuk turun kebawah. Dan ternyata kulihat sudah ada mas hadi, anton dan rian. Sementara riki dan intan tak kulihat diruang tengah..

“Hallo yanti , wah kamu kelihatan cantik banget malam ini.” Mas hadi memuji penampilanku.

“Ah mas bisa aja, biasa aja kok.Eh iya Riki sama Intan kok gak kelihatan mas?”

“ohh mereka tadi bilang mau keluar untuk ketemu temen yang kebetulan deket daerah sini, nanti juga balik.”

“emm iya mas..”

“sini yanti kami tadi beli roti bakar nih ikutan makan sini..” kata mas anton sambil tersenyum padaku.

“iya mas makasih ya..” akupun duduk dan mengambil roti bakar dimeja. Dan mas hadi datang dari dapur membawakanku segelas minuman.

“nih diminum dulu biar hangat.” Mas hadi menyodorkan segelas minuman kepadaku. Karna rotinya agak seret ditenggorokan aku tanpa basa basi mengambil minuman itu dan meneguknya sampai setengah gelas..

“Pelan pelan donk minumnya yan.” Sahut mas anton

Tiba tiba kepalaku jadi pusing dan pandanganku agak buyar.. Apa sebenarnya yang aku minum, rasanya aneh dan gak pernah kurasakan sebelumnya. Dan badanku terasa panas karna minuman itu.. Setelah berusaha menahan kesadaranku akhirnya aku tak kuasa dan semua menjadi gelap.

-Bersambung dimalam jumat –

 

Cerita Terpopuler