. Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) | Kisah Malam

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 15

0
477

Cewek Jilbab Polos Yang Binal (Kisah Nyata) Part 15

-Harga Sebuah Pengkhianatan-

Aku sangat terkejut dengan foto itu , aku tertunduk malu melihatnya. Darimana mas rozak mendapatkan foto itu? Pertanyaan itu muncul dalam pikiranku.

“Kenapa diem aja sayang? Aku dapet foto ini dari internet lho bagus banget. Aku pikir bodu perempuan ini mirip sama kamu lho” Aku sempet berfikir mas rozak tau kalau itu aku, apa dia memang gak sadar ya kalau itu aku. Karna difoto itu wajahku ditutup kain hitam dan tidak terlihat semua.

“emm mungkin ii itu cu cuma mirip aja sayang..” aku sedikit gugup menjawabnya.

“Tapi waktu aku lihat itu ada captionya tulisanya cewek jilboobs kota j***a. Kok kebetulan ya kamu kan juga lagi disini sayang.”

“eemmm ya ya mungkin a aja sih yang.. kan banyak cewek kayak gitu.” Kenapa aku jadi tambah gugup gini ya haduh..

“ok yaudah deh, aku jadi tenang sekarang. Aku percaya sama kamu kok. Yang penting kamu slalu jujur. Tapi kalau kamu sampai bohong awas ya aku bakal kasih kamu hukuman.” Mas Rozak megucapkan hal itu sambil menatap tajam kearahku, namun dalam sekejab dia tersenyum kembali.. Huuft lega dalam hatiku..

“iya sayang aku gak bakal bohong kok, kalau bohong hukum aja.”

“ok deh. Kalau gitu tidur yuk nanti pagi kan kita berangkat.”

“iya sayang.. good night.”

“night too.” Mas rozak kemudian mengecup keningku dan kemudian dia tidur.. Aku berusaha menutup mataku namun rasanya masih sulit. Entah kenapa pertanyaan mas rozak dan pernyataanya tadi seakan akan dia tau tentang foto itu. Aku punya feeling kalau mas rozak sudah tau itu adalah aku.. Tapi kalau dia emang tau kenapa dia harus nanya lagi dan dia percaya jawabanku tadi, kalau dia tau pasti tadi akan menyanggah jawabanku. Setelah beberapa lama berfikir akhirnya aku mulai mengantuk dan memejamkan mataku..

Pagipun telah datang, aku bangun karna alarm berbunyi jam 4 pagi begitupun mas rozak yang cepat cepat bangun dan mandi , setelah mas rozak mandi giliranku untuk mandi.. Setelah itu kami menjalankan sholat bersama. Setelah itu kami bersiap siap untuk pulang kampung, setelah semua barang yang akan dibawa masuk tas semua kamipun berangkat.. Butuh waktu 4 jam perjalanan untuk sampai ke kota asal kami. Setelah setengah perjalanan aku mengajak mas rozak untuk berhenti karna capek..

“Mas berhenti dulu yuk.”

“Kenapa sayang?”

“aku capek, istirahat dulu sekalian nih kebelet pipis.”

“oke kita cari spbu yang deket ya.”

Setelah 10 menit akhirnya ada spbu juga. Kami berhenti untuk istirahat dan aku segera menuju ke wc karna udah kebelet. Setelah kembali dari wc kulihat mas rozak terdiam sambil melihat layar hp nya. Kira kira apa yang dia lihat ya? Hal itu membuatku penasaran. Namun belum sempat aku melirik mas rozak sudah memasukkan hpnya ke kantung.

“Udah gak kebelet kan?”

“Udah yang udah lega kok.”

“yaudah yuk lanjut jalan lagi.”

“iya sayang.” Setelah 10 menit berhenti kami lanjutkan perjalanan ke kampung halaman kami. Dan akhirnya setelah hampir 4 jam perjalanan kami sampai juga. Kemudian mas rozak mengantarku kerumah dan dia pamit setelah bersalaman dengan orangtuaku.. Setelah itu aku memasukkan barang barangku ke kamar dan kulihat di layar hp ada beberapa notif, kulihat salah satunya chat dari rudi..

R : “udah sampai rumah mbak?”

Aku : “Udah rud, baru aja sampai.”

R : “syukurlah kalau udah dirumah. Nitip salam ya buat ortu.”

Aku : “Iya rud nanti aku sampaikan..Rame gak di tempat kerja?”

R : “Wah rame banget mbak, tapi gak ada kamu jadi agak sepi.”

Aku : “Halah kamu bisa aja sih gombalnya.”

R : “hehehe iya donk, balik kesini lagi kapan mbak?”

Aku : “Hari rabu rud.”

R : “Oke aku tunggu ya balik kesini, selamat liburan mbak yanti.”

Aku : “Iya rudi makasih ya.”

Sorenya aku mengajak ortu dan adikku jalan jalan . Seneng banget bisa lihat mereka senyum dan kumpul bareng kayak gini. Udah lama juga aku gak pulang jadinya bener bener bahagia kalau kumpul sama keluarga kayak gini..Besok juga temen temenku smk ngajak ketemu dan kumpul kumpul mumpung aku pulang. Wah seneng banget liburan bisa bareng keluarga dan temen temenku.

Keesokan harinya aku pergi ketempat kumpul yang kemarin aku dan temen temen udah diskusiin. Kami kumpul disalah satu rumah temen smk ku karna mau bikin acara makan makan.Aku jadi tambah semangat kalau gini. Dan saat aku sampai udah banyak juga temenku yang dateng. Seneng banget rasanya kumpul kumpul lagi, kamipun berfoto bersama dan kami memasak bersama sama.

Skip Skip —————————————————————————-

Tak terasa libur 3 hari berjalan begitu cepat dan sore ini aku harus balik lagi untuk merantau.. Mas Rozak sudah menjemputku dan kami kembali berangkat.. Setelah 4 jam perjalanan kami sampai ke tujuan dan aku kembali menginap dikos mas rozak..

“Kamu capek gak sayang?”

“Capek banget nih, pengen langsung bobok.”

“Yaudah kamu tiduran dulu aku mau beli minum ya.. kamu mau nitip?”

“enggak sayang, aku mau tidur aja.”

“oke yaudah kalo gitu.”

Kulihat mas rozak keluar kamar dan kembali menutup pintu, hmm suasana kosnya sepi banget, karna libur semester kali ya jadinya yang kuliah pada pulang kampung. Kasian juga mas rozak malah nemenin aku balik kesini. Jadi dia gak bisa liburan dirumah kayak temen temenya yang lain..Akupun berganti pakaian mengenakan celana pendek dan kaos , kemudian aku memejamkan mata.. Kurasakan ada yang meraba toketku saat aku tertidur , emm sepertinya mas rozak sudah balik ke kamar dan sudah bernafsu saat melihatku.. Karna lelah aku mengbaikanya dan membiarkan dia bermain sendiri. Dia langsung menarik celanaku dan cdku kebawah..

“aaahhhh mass kok langsung buka bawah..” mas rozak tidak menjawabku dan kurasakan kontolnya sudah menempel dimulut vaginaku.. Dia menggesekkanya perlahan..

“aaahhhh geli mass.. emmm aaaahhhh.” Aku mendesah dengan keadaan masih menutup mata…Tanganya pun tak berhenti meremas toketku sejak tadi.. ahh nikmat sekali rasanya..

“aaaaahhhh iya masss teruuss ahhhh enak maass aaaaahhhhh.” Aku semakin keras mendesah saat gesekan divaginaku semakin kencang.. Dan tiba tiba kurasakan kontol itu masuk ke dalam vaginaku…

“aaaaaaaaaaahhhhh ouuuuhhhhh aaaaaahhhhhhhh.” Kontolnya besar , lebih besar dari milik rudi… Dan aku langsung membuka mataku karna mengingat sesuatu.. Aku baru ingat kalau mas rozak kan belum tau aku sudah tidak perawan.. Dan dia memasukkan kontolnya padahal dulu bilang kalau tidak mau melakukanya.. Aku benar benar kaget dan kulihat mas rozak menatap sinis kearahku..

“Kenapa sayang? Kamu pikir aku gak tau kamu sudah gak perawan? Terima ini.” Mas rozak dengan cepat melakukan penetrasi didalam vaginaku setelah mengucapkan hal itu. Berarti dia sudah tau semuanya?

“aaaahhhh pelan pelan mass aahhhh.. jadi mas udah ta tau?”

“iya aku udah tau,, kamu munafik, tega kamu bohongin aku ya!! Aku akan kasih hukuman sama kamu , terima ini”

“aaaaahhh mass aahhhhhh ouuuuhhh sakit mas pelan pelan aaahhhh.” Mas rozak tidak memperdulikanku dan mempercepat penetrasinya … dia kemudian membuka bajuku dan menarik bhku . sekarang aku benar benar telanjang bulat.. Jarinya mencubit putingku dengan keras.

“aaawwhhh sakit mass jangan dicubit. Ahhhhh aaahh .” sensasi aneh kurasakan walaupun sakit namun aku menikmatinya… mas rozak kemudian mencupang toketku beberapa kali..

“aaahhhh mass,, aaaawwwhhh sakit masss.. aahhhh”

“Kamu bilang sakit? Lebih sakit mana sama perasaanku hah? Kamu tega bohongi aku selama ini kan! Aku udah tau semuanya!.” Sambil terus menggenjotku terlihat ada raut kemarahan diwajah mas rozak yang membuatku sedikit takut..

“aaahhhh mas aku minta maaf mas.. aahhh aku akan lakukan apapun untuk menebus kesalahanku mas.. aahhhhh aku mohon mas aaaaahhhhh aahhhhhhhhh.” Aku cukup sulit berbicara karna kenikmatan ini membuatku tak kuasa menahan desahanku…

“Aku akan maafin kamu sayang,, tapi kamu harus nurut sama aku ya.. aaahhhh aku akan kasih kamu hukuman..”

“ ouuuh aahhhh iyaa akan aku terima mas aahhhh aaahhh a apapun hukumanya ouuuhh asal mas aaahh mau maafin aku .. aaaahhhh aahhhhhhhhh.”

“aahh iya sayang,, aku akan ingat kata katamu itu…”

Mas rozak menggenjotku dengan gerakan lebih cepat dan setelah 15 menit aku merasakan akan orgasme..
“aaaahhhh… uuhhhhhh ahhhhhhhh oouuuhhhhhhhhhhh…aaaahhhhhhhh aahhhhhh….. ihhhhhhhhhh… ehhmmmm… aaahhhhhhh…..aachhhhhhhhhhhhhh achhhhhhhh achhhhhhhhhhhhh oouuuuuuuuuuhhhhhhhhhhh….. ouuccchhhhhhhhhhh aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh ssshhhhhhhh aahhhhhhhhhhhhhhhhh” ledakan orgasme begitu nikmat kurasakan.. benar benar permainan liar dari mas rozak , tubuhku bergetar hebat karenanya..

“aaahh aku mau nyampe sayang… aaaaaahhhhhh” (crot crot croot croot ) Mas rozak menumpahkan pejunya didalam rahimku, rasanya begitu hangat..Namun aku baru ingat..

“Mas kok dikeluarin didalem? Aku kan habis mens dan ini masuk masa suburku mas. Kalau aku hamil gimana?”

“Tenang aja sekarang kamu minum ini.” Mas rozak menyodorkan beberapa pil kepadaku.

“Ini pil kb, kalau kamu minum ini kamu gak akan hamil sayangku.”

Akupun mengambil pil itu dan segera kuminum. Setelah meminumnya aku menanyakan beberapa hal kepada mas rozak.

“Mas darimana tau semuanya itu?”

“Aku punya banyak temen disini yanti, jadi aku bisa tau kalau kamu berbohong dan selingkuh dibelakangku.”

“Berarti saat kita mau pulang mas juga tau kalau itu fotoku?”

“Iya aku juga tau kalau itu foto kamu, karna itu aku coba tanya ke kamu. Ternyata kamu gak jujur.”

“Maaf mas, aku takut kalau nanti kamu marah dan kecewa sama aku, lagian aku diancem kalau laporin hal itu maka foto dan videoku bakal disebarin sama dia.”

“Sekarangpun aku sudah kecewa sama kamu, lebih baik kamu jujur dari awal kan jadi aku bisa bantu kamu.”

“Maaf mas aku tau aku yang salah karna gak mau jujur.”

“Aku bakal maafin kamu yang penting kamu sekarang harus ikuti semua yang aku mau. Terus yang kamu maksud dia tadi siapa?”

“Temen kerjaku, dia yang udah perawani aku mas. Saat itu aku gak tau karna aku tertidur.” Akupun menceritakan semuanya kepada mas rozak. Diapun akhirnya mau memaafkanku, namun karna aku berbohong aku harus menerima hukuman darinya. Dia menyuruhku untuk tetap bersikap biasa pada teman temanku, namun jika rudi memintaku melayaninya aku harus menolak.

-Bersambung-

 

Cerita Terpopuler