. Cerita Sex Menuruti Napsu 3 Dosen Bajingan | Kisah Malam

Cerita Sex Menuruti Napsu 3 Dosen Bajingan

0
503
Cerita Sex Menuruti Napsu 3 Dosen Bajingan

Cerita Sex Menuruti Napsu 3 Dosen Bajingan

Rosinta baru saja selesai mandi pagi, tubuhnya kini terasa segar. Senin pagi ini ia harus menemui pak Gunawan ketua jurusan fakultas hukum di kampusnya. Dia berusaha memakai pakaian serapih mungkin, diluar kebiasaanya setiap ke kampus yg selalu memakai pakaian casual.

Rosinta sudah menduga cepat atau lambat ia akan dipanggil oleh fihak kampus berkaitan dengan gambar gambarnya yg dimuat di subuah majalah khusus pria. Biaya kuliah saat ini sangat mahal, apalagi usaha orang tuanya agak tersendat sehingga otomatis aliran uang pun tersendat. Beruntung seorang kawan menawarinya pekerjaan menjadi model di sebuah majalah khusus pria dewasa, syaratnya tentu saja harus berani tampil hot.

Rosinta menerima tawaran itu dan gambarnya pun kerap menghiasi majalah pria dewasa, uang yg diterima nya pun cukup lumayan. Namun meski begitu, tetap saja penghasilannya belum cukup memenuhi seluruh kebutuhan hidup dan kuliahnya , oleh karena itu di waktu luang ia juga menjadi escort.

Rosinta bercermin untuk terakhir kalinya, mengagumi tubuhnya sendiri, rambut panjang , body ideal dan buah dada yg membanggakan. Rosinta tak pernah memakai make up berlebih , ia mempunyai kecantikan alami , kecantikan yg banyak membuat mata para lelaki terbelalak. hari ini Rosinta sengaja memakairok hitam diatas lutut dan blouse putih yg ketat mencetak buah dadanya.

Dia tiba di ruang ketua jurusan sedikit terlambat akibat macet. Rosinta mengetuk pintu dan masuk, ia sedikit terkejut karena selain pak Gunawan, disana ada pak Lukman pembantu rektor, dan pak hermanto dosen di fak hukum. Dimeja kerja pak Gunawan tergeletak majalah dewasa yg memuat gambar gambar panas Rosinta yang semi nude. Rosinta sedikit panik, karena ia tak menyangka harus bertemu tiga orang itu, tadinya ia akan sedikit merayu ketua jurusan seandainya ia akan kena sanksi .. Tapi sekarang..?

“Silakan duduk” kata pak Gunawan

“Pagi pak” jawab Rosinta dan duduk

“Rosinta kamu dipanggil kemari sehubungan dengan gambar kamu yg dimuat di majalah ini, kamu tahu ini bisa mencoreng nama baik kampus ini..” kata pak Gunawan.

“Tapi pak gambar ini punya estetika seninya, bukan gambar tabloid murahan.. apalagi majalah ini punya reputasi yang bagus” Rosinta membela diri

“Meski begitu bukan berarti kamu bisa bebas seperti ini, ingat reputasi terhormat kampus kita, apalagi dimana kamu kuliah tertulis jelas disitu.” kata pak Lukman.

Rosinta menyadari bahwa percuma ia berdebat, ia pasti kalah. Namun ia tetap mencari cara bagaimana ia bisa keluar dari masalah ini. Rosinta berusaha menarik simpati mereka.

“Maaf pak sekarang ekonomi keluarga saya sedang bermasalah, sementara kebutuhan saya banyak terutama untuk membayar uang kuliah pak kata Rosinta sedikit memelas.”

“Tapi kan kamu bisa bilang atau setidaknya mengajukan permohonan beasiswa” kata pak hermanto.

“Maaf Rosinta, namun demi nama baik kampus kita.. kamu bisa saja kami keluarkan” kata pak Gunawan kemudian.

Rosinta sedikit panik , ia sudah setengah jalan di fakultas hukum, ia tak mau jika harus berhenti di tengah jalan, dan menyia nyiakan tahun tahunnya.

“Aduh pak tolong.. saya mohon kebijaksanaannya saya siap melakukan apa saja pak kata Rosinta

Ruangan itu mendadak sunyi. Rosinta kemudian menyesali ucapannya, ia bisa merasakan ketiga mata lelaki itu memandanginya dengan penuh minat, keringat dingin keluar dari dahi Rosinta.

“Kita bisa mempertimbangkannya kembali kok Rosinta.. tapi tentu saja sesuai kata kata kamu, kamu harus melakukan sesuatu”

“Maksud bapak?” Rosinta mulai meduga apa yg ada di balik otak dosennya itu

“Kamu terlihat sangat berbakat di majalah ini.. sekarang seberapa jauh kamu bisa memanfaatkan bakat kamu itu untuk menolong kuliah kamu.” Kata pak Gunawan sambil tersenyum nakal

Rosinta mengerti maksud perkataan itu dia memang tak punya banyak pilihan, namun ia juga sedikit enggan harus melayani ketiga dosen bejadnya ini.

“Saya mengerti pak.. Tapi saya juga punya syarat.. Semuanya hanya dilakukan hari ini, di tempat ini dan tidak berlanjut ke hari atau waktu lain..” kata Rosinta

Ketiga orang itu terlihat ragu, mereka saling memandang. Rosinta tahu ia harus memanfaatkan keraguan mereka. Rosinta pun berpindah tempat duduk ke sofa, disana ia sengaja memamerkan pahanya yg mulus, membuat ketiga pria ia itu menelan ludah.

“Bagaimana pak setuju..?” kata Rosinta sambil membuka dua kancing blousenya dan menyibakan rambutnya ke belakang.

Pak Gunawan orang pertama yg menghampiri Rosinta, celananya terlihat menggembung. Pak Gunawan kemudian berlutut diantara kaki Rosinta. Rosinta menyambutnya dengan melebarkan kakinya, ia membiarkan tangan pak Gunawan menyusuri kaki dan pahanya sampai ke pangkal paha.

Pak Lukman menyusul mendekati Rosinta, dengan sedikit kasar ia meremas buah dada Rosinta dan mencubit putingnya. Sementara pak Gunawan melepaskan rok mini dan CD Rosinta, ia terpana melihat keindahan vagina Rosinta yg tertutup sedikit rambut halus. Pak Gunawan mendorong Rosinta agar berbaring di sofa untuk kemudian ia menjilati vagina Rosinta penuh nafsu dengan jilatan yang hangat dan basah

“Kamu cantik sekali Rosinta”. Kata pak Lukman sambil melepas blouse Rosinta dan branya.

“Dan ingat kamu harus melakukan apa saja hari ini sesuai perintah kami..” kata pak Lukman kemudian

Rosinta kembali berkeringat dingin, kata kata pak Lukman membuatnya berpikir, apakah ada yg lebih buruk daripada harus melayani nafsu bejad ketiga dosennya ini..?

“Tapi aahh..” Rosinta tak dapat melanjutkan kata katanya, ketika pak Lukman menyedot buah dadanya dengan kasar,
Sementara buah dada satunya jadi mainan pak hermanto.

Serangan bersamaan pada tubuhnya menimbulkan efek yang luar biasa bagi Rosinta, ini pertama kalinya ia harus melayani tiga pria sekaligus. Rosinta merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya yang siap meledak.

Sementara bagai kelaparan pak Gunawan masih menjilati vagina Rosinta, tak lama kemudian Rosinta merasakan sesuatu yang hangat dan basah mengalir diantara kakinya, dan tubuhnya seolah kehilangan tenaga.

Rasa geli dan nikmat muncul ketika pak Lukman menjilati seluruh tubuh Rosinta, dari leher sampai perut, tangannya tak lepas dari buah dada Rosinta. Rosinta mencoba menikmati dan meresapi semua rangsangan yang ia dapatkan dari tiga org ini.

Perlahan tapi pasti jilatan jilatan pak Gunawan membuat Rosinta mencapai kembali orgasme,

“Aaahh.. ahhhh pak aauhhhh.” Rintih Rosinta tubuhnya kembali melemas

Belum sempat Rosinta mengumpulkan tenaga, tiba tiba pak Gunawan berkata

“Yahh..belum apa apa udah lemes.. Sekarang kan baru kita mau mulai”

Rosinta terkejut melihat penis pak Gunawan saat ia melepas celananya. besar dan panjang menegang, ia

Khawatir tak snggup menghadapinya, ia menggeleng dan sedikit protes..

“Nanti dulu pak bentar.. saya masih lemas bentar lagi”

“Hehehe.. ingat perjanjiannya kan..? apalgi kamu bilang harus hari ini dan saat ini juga.. hehehe siap atau enggak ya harus mau hehehe.. “kata pak Gunawan

Tak mempedulikan perotes Rosinta, lalu memasukan penisnya ke vagina Rosinta, setiap inchi penis pak Gunawan masuk sebuah kesakitan dirasakan Rosinta, yang walau bukan virgin namun vaginanya masih sempit.

Rosinta mengerang saat kepala penis menerobos masuk, namun ia sedikit tertolong oleh cairan yang keluar akibat rangsangan sebelumnya. Setelah beberapa lama. Penis pak Gunawan terlihat terbenam di dalam vagina Rosinta, ia menggeram puas, ia kemudian mengatur posisi untuk siap menggenjot tubuh Rosinta

Rosinta menangis kesakitan saat gigi pak hermanto menggigit buah dadanya sampai lecet. Namun belum juga penderitaannya berakhir pak Lukman ikut ikutan menggigit buah dada Rosinta yang satunya, hingga kedua buah dadanya menjadi lecet

“Aawww.. sakit jangan..kasar kasar.. pak tolong..” ucap Rosinta kesakitan

Mereka berdua malah menjilati dan menyedot buah dada Rosinta tepat dilakukannya, membuat Rosinta menangis kesakitan.

Menahan sakit Rosinta menggelengkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, ia menyesali perkataanya tadi. Ia tak sengaja bicara seperti itu, bahwa ia siap melakukan apa saja. Sedikit kesadaran membuatnya ia tiba tiba berontak.

Dengan penis yang masih menancap di vagina Rosinta, Gunawan berkata

“Eeitt.. mo kemana sayang. Ingat kamu berjanji memberikan bakat kamu ke kita bertiga hehehehe”

Rosinta lemas tak berdaya, ia hanya bisa pasrah sekarang, ia tak menyangka akan menjadi begini.

Penderitaan Rosinta makin bertambah saat tiba tiba pak Gunawan mempercepat genjotannya. Vagina Rosinta terasa sangat sakit harus menerima beban di luar kapasitasnya.

Menit demi menit berlalu, menit menit penuh kesakitan bagi Rosinta.
Diantara rasa sakit Rosinta merasakan cairan hangat mengalir diantara kakinya. Sebentar lagi akan mencapai orgasme.
Pak Lukman dan pak hermanto sudah melepaskan mulutnya dari buah dada Rosinta. Namun mereka masih tetap meremas remas buah dada Rosinta yang terlihat sudah memar dan lecet.

Tiba tiba, pak Gunawan mencabut penisnya dari vagina Rosinta, sambil tiba tiba membalikan tubuh Rosinta.

Tanpa basa basi lagi ia menusukan penisnya ke anus Rosinta.
Rosinta tak sempat menjerit karena, mulutnya telah disumpal oleh penis pak Lukman.

Dengan menahan sakit ia juga harus mengocok penis pak Lukman dengan mulutnya. Akhirnya karena tak tahan kesakitan Rosinta akhirnya tak sadarkan diri.

Entah berapa lama Rosinta pingsan namun ketika sadarkan diri , rasa sakit itu belum hilang. Bahkan penis pak hermanto kini sedang menancap di vaginanya, di buah dadanya terasa cairan putih kental juga di mulutnya.

“Hehehe.. sudah bangun sayang tenang sebentar lagi bapak selesai kok..” kata pak hermanto.

Rosinta agak sedikit lega sampai tiba tiba pak Lukman berkata,

“Setelah ini kamu harus melayani kita bertiga sekaligus.. kalo sampe pingsan kita akan panggil engkus satpam kampus untuk menikmati tubuh kamu juga.. hahahahah”

Rosinta terdiam lemas, lelah tak berdaya berharap hari ini cepat berlalu.