. Cerita Seks Hadiah Spesial Dari Mama | Kisah Malam

Cerita Seks Hadiah Spesial Dari Mama

0
462

Cerita Seks Hadiah Spesial Dari Mama – Entah setan mana yang mempengaruhiku, kuberanikan mengajak Mama untuk menghadiri pesta remaja bertopeng yang diselengarakan oleh teman kuliahku, setiap malam minggu kempat.

Walaupun Mama sudah berusia 18 tahun lebih tua dariku atau tepat tahun itu berumur 38 tahun, tetapi bila dibandingkan dengan teman2 perempuan sebayaku, Mama tidak kala cantiknya, malah melebihi kecantikan mereka.

Mama berperawakan sedang pada umumnya tetapi memiliki tubuh terbilang sangat sempurna, berkulit kuning langsat kearah keputih2an, berambut ikal panjang sebatas bahu, Mata besar indah yang dihiasi buluh mata yang lentik, Bibir merah merekah sekalipun tidak menggunakan pemerah bibir, selalu lembab dan tipis melindungi barisan gigi putih berbaris rapih dan teratur dalam mulutnya yang mungil.

Hidung mungil dan mancung menmbah serasi kesempurnaan dengan dagu Mama yang menggelantung. Gambaran wajah Wanita seperti inilah yang menjadi idaman perempuan perempuan masa kini.

Tubuh dengan kombinasi mulai dari Leher yang bergaris datar teratur, buah dada yang masih mencuat kedepan, pinggul dan bokong serta betisnya menampakan mahluk yang sangat sempurna yang membuat laki-laki manapun pasti ingin memilikinya.

Mama sangat menyayangiku, mungkin karena aku adalah anak laki-laki satu-satunya yang sering menjaganya apabila papa keluar kota, waktu senggang, mama sering mengajakku menemaninya ke Mall, Apabila kami berjalan berdua, mama selalu menggelantung manja di bahu kiriku, kayak mahluk yang berpacaran saja, Malah beberapa teman kuliahku apabila bertemu dan melihat kami berduaan dengan Mama terkadang menggangguku atau bercanda

“Kenalin donk Ceweknya yang cantik” atau..

“Wow cantik banget cewek mu Ar,” kami berdua hanya tersenyum.., dan entah kenapa kami berdua malah sangat bangga dengan canda seperti itu.

Baca Juga : Cerita Seks Pejantan Kampung Yang Perkasa

Mungkin dengan alasan itulah, aku memberanikan diri mengajak Mama, lagi pula pesta itu hanyalah pertemuan biasa antara 2 remaja yang suka-sama suka, pacaran sesaat, curhat, berdansa yang diiringi lagu yang romantis, beramai-ramai, walaupun kami saling mengenal tetapi kami tidak saling mengetahui saat itu, karena masing2 mengenakan topeng, jadi hanya mereka yang datang bersama dengan pasangannya yang tau. Pada mulanya Mama tidak setuju,

“Ar.. itukan pesta Anak muda teman2mu.., masa sih mengajak Mama, Apa kamu tidak malu, Mama kan udah tua” tolak Mama dengan halus..,

“Betul Mama, semua teman Ar.., tetapi kami didalam tidak saling mengenal lagi karena udah menggunakan Topeng, jadi mereka bebas bercurhat.. tanpa rasa risih, terkadang mereka berpelukan dan berdansa tetapi hanya dengan pasangan yang datang bersamanya.., pokoknya pesta anak muda yang paling sopan Mam!! lagi pula siapa yang bilang mama uda tua..,, malah kecantikan mama melebihi teman Ar.. !!” kataku membujuk.

“OK Ar !!!, Mama mengalah.., tapi kali ini aja yah!!, jam berapa pestanya? !!.” kata Mama menyetujui permintaanku walaupun karena terpaksa,

“Terima kasih Mama, Malam ini tepat jam 12, memang Mamaku yang cantik,” lalu kukecup keningnya dan langsung berlari ke Kamar mandi, takutnya ada perubahan dari mama

“Ar.. bersiap duluan yah Mam.”

[table id=Ads4D /]

Melihat Mama keluar dari kamarnya, dan setelah berdandan sederhana namun sangat sempurna layaknya seorang gadis perawan, untuk bersiap2 menemaniku kepesta.., ada perasaan yang sangat aneh menelusuri seluruh tubuhku,.. perasaan yang campur aduk yang menyebabkan getaran jantungku seirama dengan denyut Yuniorku, Mamaku yang cantik, malam ini akan berstatus sebagai pacarku, baru kali ini aku alami perasaan seperti ini, tidak ada maksud lain sebelumnya, dan aku tidak berani membayangkan yang aneh2 dengan Mama,

“Cepat donk Mama, ntar telat, bisa2 kita ketahuan identitasnya lho kalau terlambat” sambil menarik tangan Mama bergegas naik ke Mobil.

Kurang lebih 2 jam perjalanan, setelah melalui jalan yang berkelok-kelok kearah puncak, Sesampai ditempat tujuan, aku memberikan Mama sebuah topeng untuk dikenakan dan setelah aku mengenakan topeng yang satunya, lalu kataku

“Mama Kenal gak anakmu ini,”

“Pastilah!!!,” kata Mama tersenyum.

Kami berdua turun dari mobil sambil bergandeng tangan dan sesampai diruang tempat pesta, kuraup pinggang Mama, Mama sedikit bergetar, tetapi selanjutnya, Justru Mama berjalan disampingku sambil balas memeluk pinggangku, mama menyandarkan kepalanya dibahuku, Mama telah berbuat yang terbaik untuk Anaknya, membuat suasana makin romantis.

Perlahan lahan, kami berdua memasuki ruang yang cukup luas dan beberapa tempat hanya disinari dengan lampu yang sangat redup, tampak beberapa sudut telah terisi dengan pasangan muda-mudi ada yang bercakap duduk berdampingan dan adapula yang saling berpelukan mesrah sambil menikmati alunan musik yang lembut.

[table id=AdsKaisar /]

Tidak beberapa lama kemudian, masih ada 2 pasangan yang lebil lambat datangnya dari kami dan tepat pukul 24.00 atau jam 12 tengah malam, lampu disemua ruang dinyalakan.. suasana menjadi ramai, semua berdiri saling berjabat tangan atau salam semut tanpa mengucapkan kata, kemudian salah satu pasangan menghitung jumlah tamu yang datang, tepat 17 pasang, sesuai jumlah undangan, dengan kata lain pesta akan segera dimulai.

Awalnya beberapa pasangan berjoget bercaca, atau sekedar bergoyang mengikuti irama lagu yang eksotik, yang lainnya hanya sekedar duduk berpelukan sambil mencicipi makanan ringan dan soft drink, Pada Pesta ini tidak pernah ditemukan Miras atau barang terlarang atau pun sejenisnya, Kami berdua hanya mengikuti 2 irama lagu dengan gerakan sekedarnya untuk menghangatkan tubuh kami mengimbangi suhu ruang yang mulai sangat dingin, selebihnya kami duduk berduan disalah satu pojok yang remang-remang.

Mama sangat penuh pengertian, ia duduk sangat santainya disampingku, dan melingkarkan lengan kanannya memelukku sangat erat, paha kirinya menindih paha kiriku, wajahnya menengadah, mama tersenyum dengan bibir sedikit terbuka menatapku dengan penuh mesrah. Jantungku makin berdetak, kukecup keningnya dan kubelai rambutnya

“Mama!!!, sangat can..” mama menyetop perkataanku dengan tangannya yang halus menempel di bibirku

“Ssttt!, diruang ini tidak ada kata-kata Mama, ya !!, malam ini semuanya untuk Ar..” sambil tangan lainnya meraih wajahku sampai menunduk membawa bibirku bersentuhan dengan bibir mama yang tipis, wow bibir mama sangat lembut dan hangat, dan kusambut ciuman mama, bibir mama makin terbuka dan kesempatan ini tidak kusia-siakan, kusedot lidah mama, dan mama balas menyedot, mulut kami membuat suatu ruang yang kecil, lidah kami saling menggelitik, air liur kami saling bercampur, nikmat rasanya..

Dan jantung kami berdetak bpacu, tangan kananku mulai merambah kebuah dada mama, tidak sulit bagiku menyusupkan tangan dibawah BH mama, terasa buah dada mama hangat, kenyal, makin kuramas, malah makin kenyal, dengan sedikit pelintir dan jepitan jari-jariku ke puting mama, mama mulai mengeliat, menggeser pinggul dan bokongnya lebih mendekat, nafas mama mulai mendesah, dan tangan mama yang lembut juga mulai diaktifkan kearah selangkangku membuat yuniorku makin meregang terjepit dengan celanaku..

Kedua paha mama entah kapan menjepit paha kiriku, membuat tubuh mama menindih sebagian tubuhku, posisi kami mulanya duduk berpelukan tetapi kini setengah baring dan kepalaku persis dilengan sofa yang kami gunakan. Mama kini menindih hampir seluruh tubuhku, menyerang dan menciumku penuh gairah.

[table id=AdsLapakPk /]

Jari2 mama mulai meremas yuniorku dari luar, waktu mama berusaha memasukan jarinya kedalam celanaku, dengan cakatan aku membantunya.. Dan tidak berapa lama tersemburlah yuniorku membebaskan diri dari jepitan celana dalamku dan segera disambut oleh jari jari mama yang halus dengan sangat cekatan,

“Waoh gede amat !!,” tidak hanya disitu, mama membasahi jari tangannya dengan ludahnya lalu mulailah mama mengocok yuniorku dengan lembut dan kadang kadang lebih cepat seirama dengan alunan musik malam itu.

Kesempatan ini aku tidak sia-siakan, mengimbagi usaha mama untuk mempermainkan yuniorku dan memberikan kenikmatan yang tiada taranya, tangan kiriku juga mulai menyusup keselangkang mama, langsung dibawah celana dalamnya menelusuri bibir vagina mama yang diatasnya ditumbuhi buluh halus, tiba2 ujung jariku mencapai benjolan clitoris mama yang hangat dan mulai basah diliputi lendir, mama makin mengeliat tidak karuan..

“Ar ini tidak boleh ,” tetapi mama tidak berusaha melepaskannya, malah justru mengankat dan memupar pinggulnya menyebabkan jari2 ku masuk lebih dalam, dan terasa dinding vagina mama mulai berdenyut dan menjepit jariku, rupanya mama juga mulai orgasme, vaginanya makin basah, hangat dan berdenyut.

“Jangan Ar Tabu ” pinta mama sekali lagi dalam desah nafasnya,

“Tapi Mam.., Ar tidak tahan lagi” selaku membujuk, tetapi mama dengan melawan birahinya yang hampir meledak,

Tiba2 mama merubah posisinya, berjongkok dan mengarahkan mulutnya ke yuniorku yang sangat tegang dan kenyal dengan besaran yang sudah maksimal, Mama menyomotnya sampai kepangkal yuniorku, sambil tangannya membantu menopang, mengangkat 2 biji telur yang mengelantung seakan akan mama ingin memasukannya juga kedalam mulutnya yang mungil.

Menjilat dan mengocok dengan bibirnya disertai gelitikan ujung lidah mama membuatku merasakan suatu kenikmatan.. yang tiada taranya dan akhirnya aku tidak tahan lagi semburan lendir dari yuniorku semuanya masuk kedalam mulut mama, tidak ada yang tertumpah, namun mama tidak menelannya, satu trik yang paling dahzat yang aku tidak bisa lupakan yaitu setelah beberapa detik semburan terakhir, mama mengencangkan bibirnya sambil menarik yuniorku dengan mulutnya dan melepaskan kepalanya sambil berbunyi cluppp!!!, kemudian mama memuntahkan semua lendir dari mulutnya ke batang yunirku dan mengkocoknya lagi sampai aku betul2 merasakan pemberian kenikmatan birahi dari Ibu Kandungku

Setelah suguhan mama berakhir, dengan nafas yang masih ter-engah2, mama memintaku diantar ke kamar kecil untuk membersihkan mulutnya. Dikamar kecil mama mengatakan bahwa adegan tadi adalah bonus spseial untuk anaknya yang kurang ajar membawanya ke pesta gila ini.

Sambil tersenyum, kucium dan kucomot lagi mulut mama, mama juga menyambutnya, namun sewaktu tangan kami mulai membuka babak berikutnya, mama lalu melepaskan ciumanku

“Jangan disini.. Ar.. ntar sampai dirumah masih panjang waktu kita ,”

“Oh!!! mamaku engkau telah membuka jalan kenikmatan birahi untuk anakmu,” gumanku dalam hati..

“OK mam!! janji ya harus ditepati” Jawabku sambil kutarik lagii tubuhnya dan kukecup bibirnya agar mama tidak sempat mengucapkan alasan sepatah katapun dan akhirnya kami keluar dari kamar kecil tersebut.

[table id=AdsTbet /]

Setiba diruang pesta, kembali terdengar alunan musik yang sangat cocok untuk berdansa, tanpa kata-kata, kami berpelukan dan berciuman sambil mengikuti irama lagu, kami berdansa sangat lengket, terkadang mama mengelantung dileherku tanpa melepaskan ciumannya, tangan kami berpelukan sangat erat, kutarik bokong mama sedikit keatas agar vagina mama tepat berada dan berciuman, bersentuhan dengan yuniorku yang juga mulai menegang kembali, Kalau mama merasakan ransangan dari ku, mama terus mengencangkan bibirnya membuat bibirku tergigit kecil lalu sapanya

“Ar jangan nakal dini yah.., pokoknya sesampai dirumah Mama kasi bonus Istimewa, Sabar ya Ar!!,”

“Ok mam,” otomatis jawabku.

Sapaan Mam awalnya untuk mama yang melahirkanku.. tetapi kali ini justru lebih kearah pasangan kekasih yang tercinta, kekasih yang memberikan kenikmatan Birahi.

Tak terasa 2 jam telah berlalu dan dalam waktu yang sesingkat itu, mama telah merubah hidupku, 20 tahun yang lalu Ibu yang melahirkanku telah merawatku dengan penuh kasih sampai 2 jam lalu, dan saat ini Ibuku memberikan nilai tambahannya yaitu merawatku bagaikan suaminya, selalu memberikan kenikmatan birahi yang sangat tidak lasim untuk pandangan Umum.

[table id=iklanlapak /]

Sewaktu kami hendak pulang, dimobil, Ibuku masih sempat mengecup bibirku dan mengisapnya agak kelamaan, tidak lagi seperti dulu yaitu kecupan sekilas dikening.

Begitu juga dalam perjalanan, mama lebih banyak menyandarkan kepalanya ke bahuku. aku membawa mobil walaupun tidak dengan konsentrasi penuh, tetapi ekstra hati-hati, agar kami tiba dirumah dengan selamat dan menagih utang Bonus Istimewa dari mama.

Dalam 1 jam terakhir perjalan pulang, mama menggunakan kesempatan untuk istirahan dan tertidur dimobil, dan akhirnya kamipun tiba dirumah, Mbo surti pembantu kami sudah siap membuka pintu garasi dan rumah,

“Kok cepat banget pulangnya Den!!” sapanya

“Iya mbo, lebih cepat sejam, Pestanya cepat usai, dan lagian Mama udah ngantuk, tuh liat malah udah tertidur.”

Kami berdua langsung naik kelantai 2, karena kamar kami semuanya di lantai 2, sedangkan Mbo.. tidurnya di lantai bawah, Mama sangat keletihan, menaiki anak tangga perlahan lahan sambil menggelantung dibahuku, keadaan ini kami sering lakukan sepulang mangantar mama dari Mall, Mbo surti sudah biasa melihatnya, persaan waktu itu biasa-biasa saja, maklum anak mama yang manja, tetapi perasaanku saat ini lain dari biasanya, sangking lelahnya mama sampai membuka pintu kamarnya saja hampir tidak mampu,

“Ar tolong dibukakan pintu kamarnya”.

Setiba dalam kamar mama,

“Ar.., kamu tidur sama mama aja yah, ntar setelah mama istirahat sebentar, mama tunaikan janji mama” sambil menguap sangking ngantuknya mama memohon pengertianku,

Iya Mam jawabku singkat, dan mama langsung mengulang ciumannya di bibirku, sambil mulai melepas kancing celana panjangku, aku pun tidak menyia2kan bantuan mama, akhirnya pakaianku dan pakaian mama semua terlepas berhamburan dilantai kamar dan kami berdua telanjang bulat,
Perlahan lahan mama melangkah ke pembaringan, sekarang kulihat semua bentuk asli buah dada mama sangat padat dan mencuat kedepan, goyangan pinggulnya, pinggangnya yang ramping, perut yang datar seakan aku tidak pernah dikandungnya, dan vaginanya yang ditumbuhi buluh yang sangat halus, serta tubuh yang indah ditopang dengan paha dan betis yang sangat mulus, semua ciptaan yang sangat sempurna dan membuat jantungkungku semakin berdetak, Kuakui bahwa Mamaku sangat seksi dan cantik bak bidadari yang turun dari kahyangan dan sebentar lagi semuanya, mama mengisinkanku untuk menikmatinya.

[table id=iklanlapak /]

Mama langsung berbaring terlentang, 5 detik membiarkan aku kebingungan, kemudian Mama memanggilku untuk ikut berbaring disampingnya, setelah kunikmati pemandangan yang sangat indah dan sempurna ini, perlahan-lahan aku naik juga kepembaringan mama, menindih setengah bagian tubuhnya yang indah, mama membuka kedua lengannya seakan akan menyambut tubuhku yang kekar dan memeluknya, paha kirinya menyanggah yuniorku yang makin tegang dan sudah sangat membesar.

Tangan kanannya menjemput dan menggenggamnya dengan lembut dan meraihnya sampai didepan bibir vaginanya

“Ar.. jangan terburu-buru ya, kita mainnya perlahan-plahan aja, malam ini kamu bisa menikmati tubuh mama sepuasnya sampai pagi..” Rupanya inilah bonus istimewa dari mama ku yang cantik.

Entah apa yang kami perbuat dini hari tersebut selama 4 jam penuh.. kurang lebih 9 model posisi bersanggamah yang diajarkan oleh mama dan tiga kali kami mengalami orgasme, kadang kadang mama menjadi guru senam yang cerdas dan bersahaja, di lain saat mama menjadi kuda binal yang liar menikmati yuniorku yang tak kunjung puasdan seterusnya sampai kami berdua bermandikan lendir bercampur keringat birahi, air mani mama yang bercampur dengan air maniku terhambur kemana-mana, sunggunh nikmat dan melelahkan dan akhirnya tertidur sampai siang hari dalam keadaan bugil tanpa sehelai benangpun

Setelah terbangun, yuniorku yang lebih dahulu terjaga, membuat mama terasa terganjal dipahanya, kami membuka mata barengan,

“Mama, ada yang kelupaan semalam”

“Apa itu Ar?” tanya mama

“Itu lho Mam, sambil jari telunjuku mengarah kesofa Mama lupa mengajari Ar.. bermain di sofa..” spontannya mama menjawab..

“Kalau mau main disofa bilang aja sama mama, mumpung masih banyak waktu mama pasti ajarin. Ayo Ar kita mulai” sambil mama bangun untuk melangkah ke sofa, namun tanganku meraih tubuh mama, kupeluk dengan erat, sehingga mama kembali terlentang pasrah dan kutindih tubuhnya,..

Dan dengan cekatan kumasukan yuniorku ke vagina mama, rupanya nafsu mama masih membara setelah tertidur malah tenaga binal mama makin menjadi-jadi, kudekap mulutnya dengan mulutku kuselingi jilatan ke lehernya sampai ke buah dadanya bergantian., kurangkul tubuh mama yang mungil, kocokan yuniorku makin kencang kedalam vagina mamakami berdua mendengus dan merintih, sangkin kerasnya mungkin terdengar oleh mbo surti..

Sangkin serunya hempasan tubuh kami berdua menimbulkan suara diatas spring bed mama yang empuk.., kusemprotkan lendir yuniorku kedalam vagina mama, vagina mama hangat dan turut bergetar membuat yuniorku makin kelelap, dengan menambah tenaga kugendong tubuh mama, berdiri dengan yunior masih mengaduk biru vagina mama, sangking kencangnya kugoyangkan tubuh mama, hampir2 yunior terlepas dari mulut vagina mama, mama berteriak

“Ohh Ar Jangan dilepas”

“Jepit lebih kencang mama,” beberapa lama mama sudah tidak bisa tahan lagi perlakuan gendongan mautku.., mama minta dibaringkan.. tetapi aku malah justru melangkah ke Sofa.

Lalu aku duduk dan mendudukan mama diatas pahaku dengan yunior tetap melekat erat di vaginan mama Ku onjok onjok vagina mama, kuremas dan kuisap buah dadanya dan akhirnya mama dan aku tidak tahan pelukan kami makin ketat, kedua mulut menyatu, 2 pasang lengan saling mencengkram, kaki mama makin tegang vaginanya basah hangat sangat berdenyut.. menyambut semprotan lendir kental daari yunior kuledakan birahi yang dahsatpun terjadi membuat kami anak dan ibu lemas terkulai diatas sofa lama sekali kami terdiam dan akhirnya

“Ar .. kamu sungguh jantan”

“Mama juga sangat lembut bagai kuda binal” dan kami tertawa berdua dan mama minta digendong dan ditemani mandi

END – Cerita Seks Hadiah Spesial Dari Mama | Cerita Seks Hadiah Spesial Dari Mama – END