. Cerita Dewasa Rasa Penasaran Bikin Nikmat | Kisah Malam - Part 4

Cerita Dewasa Rasa Penasaran Bikin Nikmat

0
2867

Cerita Dewasa Rasa Penasaran Bikin Nikmat

Kalau kakang ndak mau nurut yah udah! Lebih baik batal saja! terdengar suara mbak Siti meninggi.
Iya..iyaa! tadi itu aku kan cuma usul, nduk. Kalau tdk setuju ya ndak apaapatimpal mang Narko.Sepertinya dia yg harus mengalah.
Ada apa sih, mbak? tanyaku heran.
Ndak apaapa non. Ayo! Si non rebahnya nyamping biar mang Narko di belakang non

Aku mengikuti petunjuk mbak Siti meski hatiku masih bertanyatanya apa yg mereka ributkan barusan. Lalu setelah itu mang Narkopun rebah menyamping di belakangku. Tangan kanannya mengangkat paha kananku dan menopangnya agar tak jatuh.

Gini toh, nduk? tanya mang Narko pada istrinya.
Ya gitu..Pinggul kakang turunin sedikit ujar mbak Siti. Lalu mang Narko menggeser sedikit posisi tubuhnya lebih rendah dari pinggulku.
Ya segitu, kang. Nah..si Non lemesin aja badannya.Ndak usah tegang, ya ujar mbak Siti kali ini kepadaku.

Jantungku berdetak cepat. Kali ini lebih cepat dari sebelumnya.Perasaanku bercampur aduk menanti saatsaat mendebarkan itu. Sebentar lagi aku akan merasakan alat kelaminnya lelaki masuk ke dalam kemaluanku.

Uhhh! desahku lirih tatkala sesuatu yg hangat melintasi kedua pahaku hingga menyentuh bibir memekku. Aku tahu itu adalah k0ntolnya mang Narko.

Lep! dengan satu hentakan benda itu berusaha menerobos masuk

Oughhh aku merintih.

Ternyata cucukan pertamanya meleset dan hanya menyerempet klitorisku. Kegagalan pertama semakin membuat mang Narko bernapsu. Ia kembali mengambil ancangancang. Mencoba melakukan tusukan ke dua yg lebih akurat. Lep! kali inipun dia melesat. K0ntolnya malah nyelonong ke arah belakang dan menghantam pantatku!.

UuuuuPerett baget sih!gerutu mang Narko karena sodokannya selalu meleset.

Ternyata meskipun memekku sudah basah total namun ia masih saja kesulitan buat mempenetrasiku. Mungkin juga karena aku masih perawan sehingga memekku masih sangat rapat. Melihat situasi itu mbak Siti segera bertindak.

Sabaran sedikit toh kang. Ndak bakalan bisa masuk kalau kakang grasakgrusuk begitu!. Sini biar kubantu! katanya gemas.

Dengan jemarinya ia rentangkan bibir memekku. Sementara tangannya yg lain meraih batang k0ntol mang Narko dan mengarahkannya ke posisi yg tepat.

Coba tekann sedikitt.Kangg . ujarnya pada mang Narko.

Mang Narko mencoba kembali menyentak kan pinggulnya. Dan

AWWWWW..mmaaaanggg.!. aku merintih ketika sesuatu yg asing.begitu besar dan bertektur membuat bibir memekku merentang lebar.Dan..

CLEPP! Ujung k0ntol mang Narko yg bulat besar seperti jamur itu sepertinya berhasil masuk! Aku seakan tak percaya apa yg telah kulakukan ini. Aku telah membiarkan kemaluan seorang lelaki memasuki alat vitalku! Tapi ia belum berhenti. Dapat kurasakan secara perlahan sekali ia terus memasukiku mili demi mili. Merentangkanku Menyentuhku..menyelusup ke tempat yg belum seorangpun termasuk aku menjamahnya.

Uhhhhhhgg! Aku meringis. Sementara alisku yg mengerenyit.
Sakit..? tanya mbak Siti kepadaku. Tentu saja ia bisa mengetahuinya dari ekspresi wajahku.
Iya mbak tapi cuma sedikit!
Ndak pa pa itu biasa. Sebentar lagi juga enak

Benar kata mbak Siti. Tak perlu menunggu lama. Rasa ngilu yg sempat kurasakan tadi berangsurangsur pudar. Seiring waktu rasa geli bercampur nikmat mulai muncul. Bahkan semakin lama terasa semakin menyengat sekaligus mengubur habis rasa ngilu tadi. Aku sendiri tak menduga jika rasa nikmat yg ditimbulkannya ternyata begitu dasyat. Bahkan jauh lebih dasyat dari jilatan yg mang Narko lakukan tadi. Tektur daging k0ntolnya begitu kentara terasa menyentuh seluruh dinding pangkal memekku yg dipenuhi oleh jutaan picu bom kenikmatan.

Wuiiihh.. ternyata masih bisa masuuuuk kudengar mang Narko menggumam, rupanya ia masih terus mencoba melesakkan k0ntolnya jauh lebih dalam.

Srtttttt!

Aduuuuhh duhh!! Kali ini akumengaduh kesakitandi tengahtengah kenikmatan itu.
Kang! Kang! Cukupp segitu aja!. Ntar perawannya si non robek. Itu juga sudah sepertiganya punya kakang yg masuk! ujar mbak Siti memperingatkan mang Narko agar tak terlalu memaksakan dirinya.

Sepertinya ujung k0ntol mang Narko memang sudah menyentuh dan menekan selaput daraku.

Sebaiknya non rapetin pahanya biar bisa ngejepit sisa k0ntol mang Narko mbak Siti terus memberikan instruksi kepada kami berdua.

Kedua kaki mang Narko yg kurus dan berbulu itu diapitkan ke pinggulku. Aku baru mengerti mengapa ia harus berada di posisi belakang bukannya di depan seperti saat ia bersetubuh dengan mbak Siti. Dalam posisi itu k0ntol mang Narko akan selalu berada di jalur yg tepat sehingga tak bakal mudah terlepas sekaligus mencegah penetrasinya terlalu jauh ke dalam karena tubuhnya akan terganjal oleh pantatku.

Nah, kang. Kocokintapi pelanpelan dulu

Mang Narko mulai menggerakan pinggulnya mundur maju. Kecepatannya sungguh lambat namun ia lakukan dengan kedalaman terukur secara konstan. Sesekali k0ntolnya terlepas. Tapi mbak Siti dengan sigap menuntunnya balik masuk ke dalam memekku. Kedua tangan Mang Narko juga tdk tinggal diam. Yg satu tetap memegang pinggulku sementara yg satunya lagi memainkan clitorisku.

AAARRRGHHHHHHH! aku mengerang.
Enak non? tanya mang Narko.
I.yyaa Maang enakk..bangett!!rintihku tanpa malu mengakuinya.

Rasa ingin tahuku sungguh setimpal dengan resiko yg kuambil. Tak kusangka baru dicocol sedikit tapi nikmatnya sudah seperti ini apalagi jika di masukan semua pikirku saat itu. Sempat aku hampir dikuasai secara penuh oleh gairahku. Untungnya ditengah badai kenikmatan itu akal sehatku ternyata masih mampu diandalkan dan mencegahku agar tak kebablasan. Ya! Aku tak boleh melampaui batas. Jika aku masih ingin tetap PERAWAN! Apa yg telah kulakukan ini sudah maksimal. Demikian ketetapan dan batasan yg kutanamkan dalam hatiku.

Heegg..peretttnyaa! kembali kudengar keluhan mang Narko. Kutahu ia juga pasti sedang keenakan sebagaimana halnya diriku.
Ti..ngecrot di dalemm apa di luar, nihh? Kakang sudah ndak kuat lagi!.Tanya mang Narko buruburu sambil menoleh pada istrinya.
Lho bagaimana kakang ini?! Baru juga dimasukin sudah mau muntah!gerutu mbak Siti.
Eng anu. Soalnya tempik si non kuat banget ngemutnya ujar mang Narko berkilah.
Ntar! Di tahan dulu! cegah mbak Siti lalu ia beralih kepadaku.
si Non kapan dapet mensnya?
10 hari lagiii mbakk jawabku heran di selasela deraan nikmat yg menyengat itu.
Kecrotin aja di dalem kang. Masih aman kok. ujar mbak Siti pada mang Narko.

Aku jadi terkejut mendengar omongan mereka.

Mbaaakk..?rintihku lirih.
Ndak apaapa non. Mbak jamin ndak bakalan hamil kok ujar mbak Siti kembali menenangkanku.

Sepertinya ia memang selalu mengerti akan kekuatiranku sekaligus mampu membuat hatiku tenang.

Kang! Kalau bisa sih bikin non Monica ngecrot barengbiar bukan cuma kakang yg dapet enaknya oceh mbak Siti pada mang Narko.
Iyaainii juga sedangg di usahainnnjawab mang Narko terbatabata.

Tibatiba gerakan pinggulnya yg tadinya lambat mendadak semakin cepat. Ulahnya itu semakin membuat rasa geli nikmat pada mulut kemaluanku semakin tak tertahankan olehku.Dalam waktu singkat aku kembali terpekik.

AAAAWWWWWWWW.MAMAAAAANGGG!!

Mang Narko berhasil membuatku kembali orgasme! Letupan kali ini sungguh tak terkira nikmatnya. Bahkan jauh lebih nikmat ketimbang dari orgasme yg dihasilkan oleh jilatan mang Narko. Tubuhku mengejang disertai hilangnya kesadaranku saat hal itu terjadi. Kesepuluh jemariku secara spontan mencengram paha mang Narko yg keriput dengan kuat. Sementara itu mang Narko sendiri menggeram hebat.

GRRRHHHAA!! Oeenakk tenaaann!!!

Seper sekian detik kemudian kurasakan sesuatu memancar kuat dari ujung k0ntolnya.

CRuuuTTTTT!!! Itu pasti pipis enaknya mang Narko seperti yg di maksudkan oleh mbak Siti.

1 2 3 4 5

Cerita Terpopuler