. Buku Lawas Part 2 | Kisah Malam

Buku Lawas Part 2

0
390
Baca Cerita Dewasa Buku Lawas

Buku Lawas Part 2

Paijooooo

Paijo masih ingat bagaimana kagetnya dia kala bertemu pertama kali dengan mbak Astrid, cantiknya selangit, begitu kagetnya dia sehingga berteriak2 seperti orang ketakutan melihat hantu, dan Paijo benar2 seolah melihat hantu soalnya.

Bukan tanpa alasan Paijo begitu, dulu soalnya didesanya ada jejaka yang sempat digondol kuntilanak, 3 hari hilang di sebuah rumpun bambu yang katanya angker. Setelah ketemu atau pulang (entah beneran digondol kuntilanak atau Kunti tukang pijat) dia bercerita dibawa Kunti. Saat ditanya paijo, dia beneran sumpah2 dibawa pergi Kunti yang cantiknya luar biasa.

Itulah sebabnya kala melihat ada gadis cantik nya luar biasa dan berbaju putih jelas Paijo ketakutan bukan main. Sampai shock dia dan menjerit “hantttuuuuu” model gitu.

Mbak Jum sampai menyiramnya dengan air sisa nya ngepel buat nenangin. Gimana ga tenang, da airnya benar2 bau soalnya.

Setelah tahu kenapa Paijo berteriak2 histeris model begitu, Astrid jelas2 tertawa terbahak2 dalam hatinya ada rasa geli mendengar dirinya disamakan dengan kuntilanak hanya gara2 cantiknya kebangetan. Jelas Paijo tak sedang merayunya, apapun mana ada gadis yang tak suka dibilang cantik ?

Tapi demi gengsinya, Astrid menampilkan wajah yang marah,

“Hei lelaki kok penakut, mana jerit2 lagi kaya perempuan. Sini kamu, buka bajunya, eh hhiiiiii. Siapa suruh buka celananya, duile kontolmu kemana2 tuh baju dodol bukan celana. Eeeh gimana sih ini kamu dodooooollll kok mala pegang2 kontol ?

Duh ya udah buka bajunya sekalian. Ya buka. Mbak Jum siram lagi pake air bersih”

BYUUUR…

“Mbak Jum siram lagi pake 2 ember air bersih”

BYUUUR..

Dan Paijo pun kedinginan tapi bagian bawah badannya malah hangat, tak terasa kontolnya tegak berdiri menantang. Memang kok itu kontol ga aturan pisan. Pake ngaceng di depan gadis muda yang bernama Astrid dan Mbak Jum, pembantu kepala yang masih kenyal diusia 30an.

“Dasar paijo dodol, coba tangannya diginiin kaya binaraga, nah tuh otot badan we kenceng kaya binaraga tapi nyali seuprit. Sudah pokoknya mulai malam ini, kamu tidur disini sendiri. Mbak Jum kasih dia baju dan siapin tempat tidur disini.

Sampai buku2 ini rapih dan sedap dipandang kamu harus tidur disini biar jadi pemberani.

Dah ini dipel yang bersih nanti aku kesini lagi kalau sudah bersih. Mbak Jum atur2 tempat tidurnya dekat jendela yang disana ya dekat kamar mandi. Sudah aku masuk rumah dulu”

“Iya mbak Astrid. Maafin Paijo ya mbak”
“Iya, eh Pajioooo itu mbok ya bajunya cepet2 dipakai toh adddduuuh”
“Jooo ndang2 klamben tho. Kok malah bengong?”

***

Kisah antik pertama kali bertemu dengan Mbak Astrid itu selalu membayangi benak Paijo, ada rasa malu disana, ada rasa menyesal juga tapi ada rasa senang dirinya telanjang dilihatin mbak Astrid dan tak kurang melotot adalah mata mbak Jum kala melihat kontolnya.

Entah kenapa ketelanjangan buat Paijo bukan hal yang aneh juga sih, tiap mandi dirinyanjuga telanjang dan kadang ramai2 kala mandi di kali di desanya sana. Biasa banget kontolnya terbuka didepan para gadis di desanya, sama biasanya kala dirinya melihat susu dan memek disabuni juga. Tak ada yang aneh dan itu biasa2 saja. Cuma di kota ini, semua jadi aneh, yang di desanya dulu tabu, eh disini biasa saja. Yang di desanya biasa saja, disini tabu.

Paijo menerima perintah langsung dari mbak Astrid mengenai pengaturan buku2 di gudang itu. Perintah pertama Paijo disuruh mengelompokkan majalah, novel, buku pelajaran dan komik awalnya.

“Ini apa jo?”
“Novel”
“Ini apa ?”
“Majalah”
“Ini apa ?”
“Komik”
“Hadeww ini majalah joo majalah”
“Lho katanya kalau banyak gambarnya komik, gimana sih mbak ?”
“Aduh jooo, ini bukan gambar jooo ini foto, paham?”
“Lho katanya ini gambar porno, kok sekarang foto sih mbak, paijo bingung mbak….
Tuh khan itu ada kontol masuk memek, katanya gambar porno yang beginia mbak, katanya kalau gambarnya banyak namanya komik, bingung paijo mbak”

“Joooooooo….. Addduh pokoknya kalau kayak begini majalah jelassss??????”
“Iya mbak, itu majalah”

“Kalau ini apa?”
“Itu novel mbak?”
“Aduh ini majalah intisari Jooooo bukan novel”
“Aduuh mbak, itu khan buku nya kecil kayak gini kayanya novel, lah kalau kaya begini ada foto2 orang ngewe bukunya kecil namanya apa ?”

“Joooooooooooo addduuh mumet mbak jooo”

***

Astrid berkali2 memegang kepalanya yang semakin panas hingga seolah mendidih. Penjelasannya pada Paijo susah2 gampang, anaknya sendiri mudah mengingat tapi karena banyak hal yang tidak dia ketahui akibat tinggal di desa terpencil membuat Astrid kebingungan mencari kosa kata yang tepat.

Akhirnya…
“Dah gini saja baca buku buku ini tapi sambil dirapihkan sesuai yang kamu ngerti saja.
Lusa mbak coba periksa kamu bener apa ga ngatur buku2 ini.”

Dan Astridpun sempoyongan masuk ke rumah induk, kepalanya benar2 mau pecah karena pusingnya. Juga karena dari tadi dengan santainya Paijo memperlihatkan gambar2 porno dimajalah Playboy, Penthouse dan yang sejenis seolah itu majalah biasa.

Memek Astrid lagi2 gatal dan basah, sama seperti kala pertama kali jumpa dengan Paijo. Paijo kala itu dengan santainya memperlihatkan kontolnya yang panjang dan besar bergelantungan seolah itu bukan hal gang ditabukan.

Sudah begitu dedelnya (oon nya) minta ampun, sampai tobat Astrid mengajarinya memilah dan memilih buku. Dedel yang alami dan cenderung suka memamerkan batang secara terus menerus.

Batang yang besar sebesar kepalan bayi sepanjang lengan bayi juga, berurat dan begitu mempesona mata Astrid. Setiap Astrid bertemu Paijo, setidaknya 2 3 kali Paijo memperlihatkan batangnya dan memamerkannya kepadanya. Cuma pamer saja tanpa perlakuan apapun setelahnya.

***

Hari ketiga bejo eh Paijo mencoba membaca dan memilah buku di gudang baru buku2 itu bisa dipilah dengan agak benar. Kelompok majalah sudah mulai benar.

Kelompok besar majalah kemudian dipilah lagi dan diurutkan. Disini lagi2 paijo benar2 bingung, soalnya ada banyak majalah, macam2 majalah ada majalah anak2 sampai dewasa, majalah dalam dan luar negeri.

“Jo ini majalah dewasa joo”
“Eh kenapa mbak?”
“Aduuh Jooo… itu ada gambar miss V nya gitu lho ?
“Miss V apaan mbak ?”
“Waduuh jooo. Memek jooo tempik!!! Iih kamu ini joo”
“Gini jo pokoknya yang ada gambarnya susu dan tempik yg vulgar2 itu dewasa joo”
“Vulgar itu apaan mbak ?”
“Addduh jooooooo mumet mbaknya. Sini kamu catat semua kata2 yang ga kamu ngerti terua cari di kamus itu artinya”

“Kamus ?”
“Itu kamusnya, ini caranya baca, sebelah sini kata yang kamu cari, misalnya vulgar, cari huruf V dulu kemudian cari vulgar. Nah ini ketemu artinya nih baca “

“Iya mbak makasih nanti Paijo catat lah.”
“Ya sudah mbak Tinggal lagi”

***

“Lha jooooo ini apa kok catetannya isinya beginian sih? Torok tempik ngentu aaapppppaaaa ini jooooo?”
“Duh mbak nya ini kok lupa sih, khan kemaren disuruh nyatet yang ga tahu artinya?”
“Lha memang kamu ga tahu artinya ?”
“Tahu mbak tapi dalam bahasa sononya ga tahu mbak biar tahu dan bisa misah2in yang mahalah dewasa makanya dicari mbaak artinya. Eh ga ketemu mbak,”

Asteidpun mules mules langsung sakit perut dan meriang serta flu akut tambah mimisan.
Hampir2 pingsan saking khekinya.

Bejo eh Paijo memang sesuatu sekali.

Bersambung

Daftar part

Cerita Terpopuler