. Buku Lawas Part 11 | Kisah Malam

Buku Lawas Part 11

0
303
Baca Cerita Dewasa Buku Lawas

Buku Lawas Part 11

Mbak Jum

Keindahan tetaplah keindahan, bagaimanapun dan dari sudut manapun kamu melihatnya, masalahnya adalah kamu bisa merasakannya atau tidak.

***

Dua sosok manusia berlainan jenis di gudang buku sebelah pojok, tepatnya di kamar Paijo kelihatannya sedang melakukan kegiatan mesum, bagaimana tidak, keduanya telanjang bulat.

Paijo dan Mbak Jum sama2 berkeringat dan telanjang bulat. Apalagi desah suara mbak Jum dan kadang jeritan atau gumaman yang tak jelas terdengar sampai luar tembok. Dimana ada Srini yang montok sexy bersembunyi di kegelapan mengintip pada lubang yang entah sejak kapan ada.

Srini melihat bagaimana kedua orang tersebut melakukan aktifitas yang luar biasa membuat gerah dirinya. Sejak awal Srini benar2 terpikat dengan kemampuan memijat Paijo yang bisa membuat kencang susu milik Mbak Jum sehingga bak susunya perawan. Begitu bulat dan mengkal sekalipun tadi katanya belum sempurna sesuai dengan penjelasan Paijo.

Belum sempurna saja begitu bagus dan berubah banyak apalagi kalau jadi begus bener2. Srini menjadi tertarik dan menginginkan dirinya dipijat juga, namun mungkin ini soal bagaimana mengatur waktu saja.

Ada ndoro Putri dan mbak Jum yang merupakan atasan nya sudah mengambil jatah duluan. Baginya mungkin nanti kalau waktu sudah memungkinkan.

Namun melihat bagaimana prosesi tahap kedua, dimana nyata kelihatan bahwa Mbak Jum sudah mengalami kepuasan berkali2 hanya melalui sentuhan2 ringan dan kadang sedikit menekan, Srini mulai merasakan bahwa dirinya sudah tidak sabar lagi. Untuk segera “dipijat” si Paijo.

Benaknya berputar2 mencoba memikirkan celah2 waktu yang mungkin bisa dia dapatkan untuk “dipijit” oleh Paijo. Srini berpikir terus sambil mengintip.

Betapa melototnya Srini kala Paijo yang sedari tadi kelihatan punggung berbalik mengambil minyak pijat yang masih tersisa. Kontol besar Paijo yang tegak mengacung sedang ngaceng dengan urat2nya serta bendolan2 di beberapa tempat terlihat olehnya. Begitu menggairahkan dan melecut birahinya sampai ke puncak tertinggi.

***

Paijo mulai memijit memek Mbak Jum yang sudah terpampang nyata di depannya. Perlahan dia mengelus dan meraba bibir memek mbak Jum. Kadang dibukanya bibir itu lebar2 sehingga nampak gelambir2 merah yang basah, sangat basah dan ditekan2nya secara sirkular/memutar.

Terus seperti itu konstan dan sangat lembut.

Mbak Jum yang dipijat semacam itu jelas blengsatan ga karuan, memeknya kadang diangkat mencari2 jari Paijo

Kadang digoyang2

Kadang diputar2

Kemudian Paijo mulai memasukkan jari telunjuknya kedalam memek.mbak Jum, di korek2 nya memek mbak Jum, dirojok perlahan dan ditekan2 kedinding dalam memek mbak Jum

Diperlakukan semacam itu tentu saja mbak Jum blingsatan. Pantatnya bergerak ritmis secara tidak beraturan naik turun dan memutar kiri ke kanan atau sebalikmya.

“Mmmffhhhhhhhh fffhhhhhhh”

Suara erangan mbak Jum sambil menggigit kain selimut.

Rupanya mbak Jum malu kalau suaranya sampai keluar ruangan. Mbak Jum merasakan dinding memeknya menebal dan sangat kaku seolah bengkak.

Begitu banyak dan intens rang sangan itu sampai2 mbak Jum mengalami squirt secara terus menerus hingga cairannya seolah terperas.

Anehnya mbak Jum seolah merasakan kesegaran yang luar biasa. Seolah dirinya menjadi sosok yang berbeda sekarang.

Menjadi lebih fresh dan muda lagi.

***

“Mbak ini tolong diminum dulu sebentar, habiskan ya mbak, jamu itu disiapkan buat ndoro putri besok sebenarnya. Sekarang buat mbak Jum dulu, cuma besok bantu Paijo buat lagi ya mbak”

“Hghleegh ghlegh. Aaaah enak betul rasanya kayak ada bunga2nya gitu harum Jo.”

“Iya mbak itu ada melati dan mawarnya, segelas itu habisnya seminggu gaji ku mbak”

Paijo nampak lesu kala membicarakan gajinya. Uangnya habis banyak untuk mempelajari ilmu pijat yang jilid 2 ini.

“Kok kaya sedih Jo? “

“Besok aku belanja pake apa ya buat ramuan2 macem2 ini ? Uangku habis mbak, ndoro putri bakalan ge enak kalau aku minta tunda sampai punya uang lagi, ibarat ini sudah banyak merepotkan mbak malu kalau minta uang lagi”

“Oalah Joo Jooo, mana resepnya nanti mbak sekalian beli buat minyak urutmu sekalian, duh maaf ya Joo ramuannya Mbak Pake dulu”

“Ga papa mbak, namanya rejeki mbak itu, lagian aku juga ga yakin sih, pengen belajar saja berhasil tidaknya mbak besok buktikan sendiri, katanya sih memek mbak bakalan harumnkaya bunga mbak…

Katanya entah bener entah salah

Mbak kalau sudah seger bilang ya mbak, tahap ke-3 ga boleh dipaksakan soalnya

Mbak harus seger badannya dulu, kalau tidak repot nantinya”

“Tahap 3 memangnya gimana mijetnya Jo”

“Tahap 3, kontolku sebagai alat pijat bagian dalam memek mbak, jadi harus dimasukkan ke sana, sementara tanganku mijat susunya mbak biar lebih kenceng dan ndak turun mbak.”

***

Srini yang mendengarkan serta mengintip tadi langsung bangkit lagi hasrat birahinya. Tadi ssambil melihat Paijo memijat, dirinya juga mengobel2 memeknya sampai entah berapa kali dia mengalami orgasme.

Melihat dan membayangkan dirinya yang lagi dipijat, Srini langsung melonjak birahinya.

Bayangan tentang gedhenya kontol Paijo yang berurat dan ada benjolan2nya masuk dan merojok memeknya membuatnya seketika banjir lagi.

Apalagi kala mendengar percakapan kedua orang di kamar Paijo.

“Jo mbak sudah segeran Jo, ramuanmu benar2 luar biasa Jo, spontan aku bisa seger kaya gini ya Jo, ayo mulai Jo”

“Iya mbak, mbaknya gigit kemulnya (selimutnya) dulu biar ga kaget. Aku masukin kontolku ya mbak.”

“Mmmmmmmfffhhhhhhh mmmfffhhhh”

Mbak Jum merasakan kontol luar biasa Paijo masuk dengan susah payah, rasanya begitu luar biasa, memeknya jadi sangat sangat sangat sensitif.

Sedikit gesekan dengan memeknya menimbulkan rasa seerrrr yang luar biasa mengalir ke seluruh tubuh.

Apalagi ditingkahi remasan dan cubitan di susunya oleh kedua tangan Paijo.

“Mmmmmsssssshhhhhhhh. Sssshhhhhfff”

Mbak Jum mengalami siksaan birahi yang luar biasa, matanya membeliak2 seolah melotot, panggulnya aktif bergerak menjemput hujaman kontol Paijo yang meski perlaha. Namun entah kenapa menghasilkan gelombang rangsang baginya luar biasa, berkali2 mbak Jum menggerakkan sendiri pantatnya secara luar biasa celat dan kadang dihentakkan.

Rupanya mbak Jum merasakan posisi trance yang luar biasa seolah hilang kesadarannya dan hanya memgikuti nafsunya.

Susu Mbak Jum menjadi semakin keras dan membentuk bulatan penuh, padahal dia sedang terlentang tidur dirojok oleh Paijo, putingnya benar2 tegak mancung berdiri seolah bulatan penuh kecil dan warnanya berubah memerah seolah habis dicupang.

Aliran darah menuju memek dan sususnya begitu luar biasa dan mengahasilkan rangsangan yang tak tertahankan bagi mbak Jum lagi.

Mbak jum tubuhnya melonjak2 seolah ikan yang tiba2 berada di daratan kekurangan oksigen.

Mulutnya menganga seolah sedang menghisap udara sebebas2nya. Matanya membeliak dan tak ada suara keluar meski selimut yang tadinya digigitnya sudah lepas.

Gerakan mbak Jum berlangsung cukup lama, Paijo sendiri sudah melepaskan Kontolnya dari memek mbak Jum, malah sudah mengenakan celananya meski belum menggunakan bajunya.

Entah kenapa Paijo seolah tak merasa terangsang atau sebenarnya sudah mengalami orgasme tadi.

Entahlah

Sampai akhirnya mbak Jum mulai tenang dan mereda gerakannya. Matanya terpejam seolah sedang tidur, nafasnya perlahan, satu satu.

Kemudian oleh paijo dipijit perlahan kepala dan sekitar leharnya.

Sampai akhirnya mbak Jum membuka matanya dan bangun dari tidurnya.

“Duh Jo…

Rasanya enak sekali Jooo

Makasih ya Joo

Mbak belum pernah puas sepuas kali ini, makasih ya Joo” dengan mesra Mbak Jum mencium bibir Paijo lembut.

Namun Paijo seolah tak terpengaruh

“Mbak, Paijo capek, mbak Balik saja dulu ya, Paijo mau tidur dulu mbak”

“Hi hi hi, ini kontol masih jagoan belum keluar sama sekali Joo, tapi ya sudah mbak Jum balik ya Jo”

***

Malam itu Paijo tidak bisa tidur, bayangan memek mbak Jum dan rasa ketika kontolnya memasuki memek mbak Jum tak bisa lepas dari ingatannya.

Begitu memukau dan ada rasa aneh yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Tapi kenikmatan “besar” sebagaimana ditulis dibuku kala kontol merojok memek belum dia ketahui seperti apa.

Ada nikmat tapi bukan yang besar.

Ada rangsangan tapi rasanya di akhir jadi janggal.

Ada yang ngegantung.

Ada yang aneh.

Tapi enak sih

Terbayang dibenak Paijo, bagaimana besok mijit ndoro putri ? Apalagi mijit Mbak Astrid ?

Bayangan2 itulah yang akhirnya menghantarkan Paijo tidur nyenyak.

***

Bersambung

Daftar Part