. Buku Harian Ari Part 28 | Kisah Malam

Buku Harian Ari Part 28

0
374

Buku Harian Ari Part 28

Sungguh Liar Racauanmu!

Ari

Setelah kemarin aku berpacu birahi dengan mbak tini di taman wisata. Hari ini aku mendapat kabar bahagia dari aliyah, ia habis iseng-iseng tes kehamilan, ternyata mendapat hasil positif hamil. “Aku seneng banget sayang…akhirnyaa yaaa” ucap aliyah bahagia seraya memelukku. “Iyaa sayang…selamat sayangku” ucapku mencium-cium dahinya. “Jaga kandungan anak kita baik-baik yaa…itu amanah loh” ucapku seraya mengelus perutnya. “Iyaahh sayang….akuhh sayang banget sama mas dan calon anak kita nanti” ucap aliyah.

Siang harinya…

Aku mendapat notifikasi SMS dari mbak tini..

“Makasih ya mas untuk yang kemarin” tulis mbak tini.

“Iyaa sama-sama mbak…mbak saya ada berita bahagia” balasku.

“Wah berita apa tuh mas?” balasnya.

“Istri kedua saya hamil mbak..” balasku bangga.

“Wah selamat yaa mas….manjur banget pejunya mas hehe” balasnya.

“Iyaa mbak….jangan-jangan peju yang saya sembur di mbak malah jadi anak nanti…gimana dong?” balasku bingung.

“Ahh gak usah khawatir…saya masih sering KB kok” balasnya.

“Oh syukur deh….jadi masih bisa dong hehe” balasku.

“Ngentot? Bisa lah… kan saya doyan sama kontolnya mas” balasnya dengan sedikit nakal.

“Hehe…kalau mbak jadi pembantu di rumah saya enak kayaknya nih” balasku.

“Ahh…nanti gak kerja saya….dientot mulu sama masnyaa…” balasnya.

“Oh iya…gak jadi deh hehehe” balasku.

“Sudah sudah mas….itu istrinya jangan dianggurin…kalau hamil, justru harus dientot terus biar otot memeknya gak shock pas melahirkan” jelas mbak tini dalam sms nya.

“Oh gitu…oke deh mbak” balasku mengakhiri sms kami.

Keesokan harinya…

Setelah pulang kuliah, aku memutuskan untuk singgah ke rumah kak lisa. “Tok..tok..tok”, “Yaa siapa ya?” tanya seorang wanita dari dalam. Saat pintu terbuka rupanya bukan kak lisa, melainkan seorang wanita dewasa yang kutebak mungkin ia adalah ibunda kak lisa ataupun saudaranya. Baju yang dikenakan oleh beliau cukup menggoda menurutku. “Lah kok bengong? Cari siapa mas?” tanyanya. “Eh ini bu…saya cari kak lisa” ucapku. “Oh lisa…jangan panggil bu lah, tante aja… Lisaa!! Anda temenmu ini!! Masuk dulu nak” ucap ibunya kak lisa.

Saat aku sudah duduk di ruang tamunya, kak lisa keluar dari kamarnya hanya dengan mengenakan celana gemes dipadukan dengan kemeja jeans yang cukup terbuka sehingga aku dapat melihat tanktop putih yang ia kenakan. “Apa kabar ri?” tanya kak lisa. “Kabar baik kak…terasa lebih sepi ya…” ucapku. “Iyaa gitu lah ri…kamu rindu ulan pastinya yaa” ucap kak lisa. “Iyaa gitu deh kak” ucapku. “Tapi rindu apanya dulu ni? Hayooo” kak lisa mengusiliku. Apa mungkin ia sudah tahu tentang skandalku dengan adiknya itu. “Yaa rindu orangnya lah kak” jawabku netral. “Oh kirain…” ucap kak lisa. “Kirain apa kak?” tanyaku berlagak bingung. “Ini sila diminum dulu” ucap ibunda kak lisa seraya membawakan minuman untukku. “Jadi ini pacarmu lis?” tanya ibunda kak lisa tiba-tiba.

“Eh bukan maa! Ini temen aja kok” sergah kak lisa dengan pipi yang memerah. “Haha iya deh…kalau pacarpun mama restui kok” ucap ibunda kak lisa seraya kembali ke dapur. “Maafin mama aku ya ri…dia memang suka bercanda” ucap kak lisa panik. “Hehe iya gak apa kok kak…” ucapku. Kami kembali saling berbagi cerita dari yang penting hingga ke hal yang yang gak penting sama sekali. “Loh kok cuman duduk-duduk disini aja…Jalan-jalan dong… Masa’ kamu gak mau lis diajak jalan sama cowok tampan gini?” ibunda kak lisa menjahili kak lisa. “Ihh! Mama nih!! Maaf ya ri…Mama ku memang suka usil” ucap kak lisa. “Jalan yuk…mau kak?” tanyaku. “Tuh kan diajak…Udah deh…gak usah malu-malu…siap-siap gih sana” ucap ibunda kak lisa. “Ish! Mama nih! Bentar yaa ri..kakak siap-siap dulu” ucap kak lisa. Sekitar 10 menitan ia akhirnya keluar dari kamarnya mengenakan pakaian yang sama, namun dengan celana jeans panjang. “Oke deh tan…kami pergi dulu ya” ucapku pamit pada ibunda kak lisa. “Yaa hati-hati di jalaannn!!” ucap ibunda kak lisa.

Dalam perjalanan, “Maafin keusilan mama aku ya ri…dia memang kayak gitu orangnya” jelas kak lisa. “Haha santai aja kali kak, jadi mau kemana nih kita?” tanyaku. “Lah kakak kira kamu tau mau kemana…habisnya kamu yang ngajak….Kakak ikut kamu aja deh” ucap kak lisa. Ketika hendak masuk ke salah satu mall, aku menyimpan struk parkir di tempat menyimpan receh, saat aku menarik tanganku, ada sesuatu yang jatuh ke kaki kak lisa, ia membantu mengambilkan, “Nih dek…eh ini kan…kondom?” tanya kak lisa. Aku yang panik dan sama sekali gak ingat itu kondom kapan, hanya bertanya “Ah masa’ sih kak?”, “Ini nih…waaa jangan-jangan buat check in sama dedek-dedek gemes nih… Hahaha” canda kak lisa. “Buset sizenya..!” pekik kak lisa seraya melempar kondom tersebut ke padaku. “Yah malah dilempar…Perasaan gak pernah beli kondom..simpan lagi deh kak mana tau berguna..hehe” ucapku memberikan kondom tersebut ke kak lisa agar ia letakkan ke tempatnya.

Setibanya di dalam mall, “Kita nonton bioskop aja gimana kak?” tanyaku, “Atur ari aja deh…kakak ngikut” ucap kak lisa. “Kakak mau nonton apa? Nih uangnya” tanyaku seraya memberi beberapa uang kertas padanya. Saat sudah berada di dalam bioskop, kak lisa memilih tempat yang sangat pojok, entah apa maksudnya. Dan 10 menit menjelang film ditayangkan, kondisi bioskop masih cukup sepi, tepat di depan kami ada sepasang kekasih. Selama 10 menit pertama, kami masih bisa menikmati film yang disajikan, namun saat sudah 30 menit, “Ri…denger gak?” bisik kak lisa. “Denger apa kak?” bisikku. “Ada yang ngedesah loh” bisik kak lisa seraya menunjuk ke sepasang kekasih yang berada di depan kami. “Lagi di grepe kali, lagian kakak kenapa milih duduk disini?” bisikku.

“Kamu apa gak pengen gitu?” ucap kak lisa seraya meremas pahaku. “Oh shit! Nekat juga nih cewek!” aku membatin. Diberikan kode hijau dari kak lisa, perlahan tanganku mulai menggerayangi tubuh kak lisa, dari paha dan terus menjalar ke bagian atas tubuhnya. “Kamu malu-malu ya tadi hhm?” bisik kak lisa seraya tangannya mulai berusaha membuka resleting celanaku. Tanganku semakin cepat untuk mendarat di toketnya, “Kak…gak pakai bra ya?” bisikku. Kak lisa hanya menggeleng, toketnya dapat kuremas dari balik tanktop putih yang ia kenakan, “Sshh” desah kak lisa, kudekatkan wajahku ke wajahnya dan ia langsung menyambut bibirku dan mencumbuiku.”Ehhmm hhmm” suara dengusan kak lisa dalam cumbuan kami. Tanganku berusaha masuk ke dalam tanktopnya, dan saat toketnya kembali kuremas, kutaksir berukuran 34B. Pentil toketnya kutarik-tarik hingga membuatnya kelojotan. Tangannya sibuk meremasi kontolku dari luar celanaku.

“Akuhh gak tahan” bisik kak lisa, “Kita keluar aja yuk” bisikku mengajaknya keluar dari bioskop. Saat udah keluar, hingga kami menuju mobil milikku, kak lisa memeluk pinggulku, kami bagaikan pasangan kekasih. Ketika sudah berada di mobilku, kami kembali bercumbu, akupun iseng mengambil kondomku, namun tanganku langsung ditepis sehingga kondom tadi terjatuh. “Gak usah pakai ituuhh…gak nikmat riii” ucap kak lisa manja. Akupun bergegas menyalakan mobilku dan mengendarainya ke sebuah wisma terdekat. Saat sudah berada di dalam kamar wisma, kulihat kak lisa melucuti celana dan cd yang ia kenakan dengan gerakan erotis. Ia berbaring mengangkang di ranjang tersebut, kulihat memeknya hanya dihiasi bulu-bulu halus, lekas kubuka celana dan cd yang kukenakan.

“WoW” ucap kak lisa kagum melihat kontolku yang sudah setengah tegang. Aku langsung naik ke ranjang, kumainkan jemariku di memek kak lisa. “Ughh jarimu nakal sshh” desah kak lisa seraya membuka kemeja yang kukenakan. Kusingkapkan kemeja jeans dan tanktop putih yang ia kenakan, hingga akhirnya terpampang toket 34B miliknya yang tadi sempat kuremas. Tubuhnya putih bersih dan sangat terawat. Toketnya kuremas dan kuhisap dengan lahap, demi membangkitkan gairahnya. “Akhh…masukin ajaahh… udahin jarinyaaahh” desah kak lisa seraya menarik-narik kontolku untuk masuk ke memeknya. Ku masukkan perlahan, “Ughhh panjang dan besar ssshh” desah kak lisa. Saat kontolku sudah berada di dalam memeknya secara keseluruhan, kurasakan kak lisa menggerakkan pinggulnya, “Goyang dong ihh” pintanya manja.

“Akhh ughh akhh ughh sshh kontol ! !” desah dan racau kak lisa sungguh memanaskan permainan ini. “Akhirnya aku bisa nikmati kakakmu lan” aku membatin. “Akhh bangsat! Kalah akuhhh ughhhh” desah kak lisa diikuti semburan cairan cintanya yang cukup banyak. Kurebahkan tubuhku agar wajah kami berdekatan, “udah lama gak ngentot ya?’ tanyaku. “Iyaahh ugghh aku rindu kontol….” Desahnya. “Kontol aku kamu suka kak?” tanyaku menggodanya. “Suka lah bangsat! Gede dan bisa ngalahin aku ugghh” desah kak lisa. “Emang sebelumnya gimana?” tanyaku seraya menggenjot memeknya dengan tempo rendah. “Sebelumnya gede cuman crot duluan…” ucap kak lisa. Aku memintanya untuk menungging, kulihat anusnya masih sangat rapat alias perawan, namun aku belum tertarik untuk memerawani anusnya. “Ughh kontol! Entot terusss!” desahan kak lisa semakin liar pada posisi doggy style seperti ini.

“Ugghh kamu pernah entotin adekku kan!” desah kak lisa. Namun aku tak menjawab. Ada sekitar 10 menitan aku menggenjot memeknya, “Akhh akhh sial lah!” desah kak lisa diikuti semburan cairan cinta untuk kedua kalinya. “Ahh uhh ahh auhh….” Desahnya terengah-engah. Ia menoleh melihatku yang masih saja menyodok memeknya tanpa ampun, “Gila! Kontol njing! Perkasa banget bangsat! Ughh” racau kak lisa semakin liar. Mendengar racauannya yang begitu liar, membuatku ingin menyodok memeknya lebih kasar dan dalam. “Ughh pintuuhh…pinttuuhh rahim kuhh … anjing kontol panjang!!” desah kak lisa.

“Kak hampir nih” ucapku. Ia langsung melepaskan kontolku, memutar tubuhnya dan ia menggenggam kontolku, mengocok dan menjilat. “Hmm hhmm” desahnya…”Kak aku mau keluar urrrgghhh” desahku dan “Croott…croott..croott” ada sekitar 3 semburan pejuku menyembur di dalam mulut kak lisa, dan yang membuatku kagum adalah ia menelan semua pejuku sampai tak tersisa. “Wah ditelen semua kak? Doyan peju ya?’ tanyaku kagum. “Iyaa..dan sekarang aku jatuh cinta sama kontolmu” ucap kak lisa seraya menghisap-hisap lagi kontolku yang mulai melemas.

Rini

Sudah beberapa hari semenjak aku merusakkan rumah tangga pak samsul, sebenarnya bukan seratus persen salahku, hal itu bisa terjadi ya karena pak samsul sendiri yang mengajakku ke rumahnya, bahkan ia yang menarikku dalam syahwat yang memabukkan itu. “Ah sudahlah rini!” aku membatin. Hari ini saat perkuliahan sudah usai, aku keluar gedung utama, saat hendak menuju pagar kampus. Tiba-tiba tanganku ditarik dan aku digiring ke salah satu sudut gedung, aku berusaha meronta karena ada seorang laki-laki memakai jaket hitam dengan penutup wajah menarikku seperti ini. Tepat di bawah tangga, “Lepasin saya…tolong lepasin” ucapku memelas. “Saya akan lepasin kamu kalau kamu puaskan ini saya dulu” ucap sang pria seraya menurunkan celananya, sehingga kini sebuah kontol yang cukup kecil menurutku, tengah mengacung. “Saya mohon…jangan sakiti saya…lepaskan saya” aku memelas. “Kalau kamu teriak…kamu mati” ucap sang pria mengacungkan pisau lipat tepat di depan wajahku.

“A..ampun…apa salah saya? Tolong lepaskan saya” ucapku. Lalu pria tersebut membuka penutup wajah yang sedari tadi ia kenakan, “Pak anto! Hmmpph” pekikku yang langsung ditahan oleh wajahnya, “Ba..bagaimana bapak bisa lolos?Bapak kabur?!” tanyaku panik. Ternyata pria ini adalah pak anto, dosen yang dijebloskan ke penjara, karena kasus pelecehan seksual yang ia lakukan padaku beberapa waktu lalu. “Saya disuruh beli ‘barang’ sama sipir, jadi saya mampir kesini untuk nikmatin memek kamu sekali lagi” ucap pak anto seraya meremas pangkal pahaku dari balik rok berwarna pink yang kukenakan.

“Pak…jangan sakiti saya pak” aku memohon. “Saya bakal beri kenikmatan, bukan ingin menyakitimu” ucap pak anto seraya mengelus pipiku. Aku yang kaget akan perlakuannya langsung menepis kedua tangannya yang menyentuh tubuhku. Akupun bergegas menghindar darinya, namun karena aku mengenakan rok, lariku menjadi tidak maksimal dan kembali tertangkap oleh beliau. Kini beliau dengan kasar ‘menyeret’ ku ke salah satu ruangan kelas, disana ia menggendong tubuhku untuk berbaring di meja pengajar. “Pak lepaskan saya pak…lepaskan!” pekikku seraya meronta-ronta.

“Diam kau!! nikmati saja” ucap pak anto seraya menyingkapkan rok yang kukenakan dan merobek cd milikku dengan pisau lipat miliknya. Aku terus meronta agar ia tidak melancarkan niat bejatnya pada tubuhku, namun apa daya, rontaanku tak dapat menghindarkan aku dari paksaan niat bejatnya, kini kurasakan palkon pak anto tengah menggesek bibir memekku. Saat berada posisi yang tepat langsung saja beliau menghentakkan pinggulnya, sehingga kontol pendeknya langsung masuk ke dalam memekku. Ia pun lekas menyodokkan kontolnya dengan tempo yang tidak beraturan.

“Akkhh pakkk lepasinnn pakkk!” pekikku. “Ugghh ugghh ughh” dengusnya yang menandakan ia telah dipenuhi syahwat dalam otaknya. Gesekan kontol pendeknya tak memberikan sensasi apapun pada memekku, namun bentuknya yang gemuk membuat dinding memekku merasa kegelian. Tak berselang beberapa lama, “Bukkk!” sebuah pukulan keras mengenai punggung pak anto, sehingga ia langsung terjerembab di lantai, dan hal itu membuatku bisa terbebas dari cengkramannya, aku langsung bergegas turun dari meja pengajar tadi seraya merapikan pakaianku. Saat kulihat ternyata yang memukul pak anto barusan adalah pak samsul.

“Dasar dosen bejat! Harusnya kau di penjara sekarang! Gimana kau bisa-bisanya berada disini!!” amuk pak samsul. “Nak tenang nak….rapikan pakaianmu dulu” ucap pak samsul. “Pak awas pak!” pekikku saat menyadari tepat dibelakang pak samsul, pak anto tengah berdiri hendak menerkam pak samsul. Aku langsung berlari ke pintu kelas, mereka sempat beberapa kali adu pukul, “Pak awas! Dia pegang pisau!!” pekikku.

Namun nasib malang harus diterima pak samsul, tusukan pisau pak anto tepat mengenai dada pak samsul, sehingga membuat tubuh pak samsul rubuh seketika merasakan sakit yang luar biasa. Bukannya prihatin, pak anto malah menusuk dada pak samsul berkali-kali hingga ia puas. “Arrghhh!!!!” pekik pak samsul, aku langsung berlari ke dekat pak samsul. “Pak! Pak! Bapak harus bertahan pak! Tolong! Tolong!!!” pekikku meminta bantuan. “Lain kali pasti bisa kuentotin kamu!” ucap pak anto seraya memukul kepalaku dan berlari keluar ruang kelas.

“Bangsat kamu anto!!!” bentak pak samsul yang mulai sekarat. “Sudah pak…sudah….sekarang bagaimana caranya bapak harus bertahan!!” ucapku seraya menahan tangis. “Astaga ada apa ini!!” pekik seorang wanita di dekat pintu, saat kumenoleh ternyata kak rida. “Kakak!! Bapak ini dibacok kak….cari bantuan kak!!” ucapku tersedu-sedu. “Ya ampun….Tolong!! Tolong!!!” kak rida juga berteriak hingga akhirnya ada beberapa mahasiswa yang datang dan kami lekas membawa pak samsul ke klinik terdekat, namun nyawa beliau tak tertolong, karena beliau mengalami pendarahan yang cukup banyak.

Aku berpelukan dengan kak rida, menangis tersedu-sedu meratapi kepergian pak samsul, orang yang pernah melecehkanku namun diakhir hidupnya ia justru melindungiku dari orang yang sangat keji.

Keesokan harinya…

Aku dan kak rida diminta hadir ke kantor polisi untuk memberikan keterangan pasca kematian pak samsul. Aku memberikan fakta yang sesungguhnya walaupun di ruang persidangan, pak anto menatapku tajam, aku tak peduli lagi, karena ia sudah keterlaluan. Hingga akhirnya didapatkan keputusan bahwa pak anto akan dihukum seumur hidup di penjara.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part