. Buku Harian Ari Part 27 | Kisah Malam

Buku Harian Ari Part 27

0
328

Buku Harian Ari Part 27

Calon Janda

Ari

Kesempatan dapat berada dalam satu mobil berdua dengan kak lisa tadi malam membuatku tidak fokus kuliah pada hari ini. Pada hari ini aliyah memutuskan untuk melaporkan kasus ika ke polisi, aliyah meminta aku mengantarkannya ke kantor polisi, namun jika ada urusan, aku bisa meninggalkannya saja disana, biar ia pulang saja sendiri katanya. Namun aku yang masih trauma akan kehilangan ika, memutuskan untuk menunggu aliyah menyelesaikan laporannya di kantor polisi terdekat. Selama aku menunggu, kurasakan hpku bergetar pertanda ada pesan masuk, saat kubuka ternyata pesan tersebut berasal dari mbak tini.

“Apa kabar mas kuh?” tulisnya.

“Kabar baik mbak” balasku singkat.

“Jutek amat dah…ketemuan yuk mas…aku mau cerita” balas mbak tini.

“Kalau sekarang ndak bisa mbak” balasku.

“Jadi bisanya kapan?” tanya mbak tini.

“Besok bisa…mbaknya gimana?” balasku.

“Besok ya…bisa kok…nanti kabarin aja ya.. :* “ balasnya diakhiri dengan emotikon cium.

Setelah menyelesaikan semua laporan dan dokumen terkait hilangnya ika, aku dan aliyah pulang ke rumah kebetulan sudah mulai sore. Setibanya di rumah, “Mas…kira-kira mbak ika kemana ya?” tanya aliyah. “Masnya juga ndak tau say…kemarin cek ke rumah temennya ndak ada” jawabku. “Tapi mas ketemu dengan temennya itu?” tanya aliyah. “Iya ketemu” jawabku, “Apa kata temennya itu mas?” tanya aliyah. “Kata temennya, dia belum ada jumpa ika akhir-akhir ini” jelasku. “Lah kok gitu?! Berarti mbak ika bohong dong? Haduuuuhhh” ucap aliyah mengamuk. “Sstt…jangan marah-marah gitu sayang…kita sama-sama panik….tapi coba bersabar” ucapku menenangkannya. “Ya tapi gak gini mas! Apa coba maksud mbak ika bohongin kita?!” ucap aliyah dengan nada tingginya. “Ya mungkin dia ada masalah kali” ucapku mengalihkan perhatian, walaupun sejujurnya aku masih kesal dengan kebohongan yang ika perbuat.

Keesokan harinya…

Aliyah berangkat duluan karena ia ada kuliah pagi, jadi setelah mengantarkannya aku pulang dulu hendak bersiap-siap. Kurasakan hp bergetar pertanda ada notifikasi pesan masuk.

“Jadi kita jumpa hari ini mas kuh?” sebuah sms dari mbak tini.

“Jadi mbak…tapi saya kuliah dulu ya” balasku.

“Baiklah mas…muach” balasnya.

Aku jadi ngerasa aneh dengan sikap mbak tini yang tiba-tiba berubah begitu manja dan mesra, padahal dia tahu status kami saat ini sama-sama memiliki pasangan. Namun ya sudahlah.

Siang harinya…

Sepulang kuliah, aku memutuskan menghubungi mbak tini terlebih dahulu menggunakan fitur SMS.

“Jadi ketemuan mbak?” tanyaku.

“Jadi dong mas…di mall XXX aja gimana mas?” balasnya.

“Oo oke deh…saya bentar lagi kesana” balasku.

Aku langsung memacu mobilku ke mall yang dimaksud, salah satu mall besar di kota ini, setibanya disana aku melihat berkeliling lebih tepatnya celingak celinguk mencari dimana mbak tini menungguku. Kulihat ada seorang wanita melambaikan tangan sedang duduk di salah satu food court, saat kudekati ternyata mbak tini. “Mau cerita apa mbaknya nih?” tanyaku to the point. Mbak tini menjawab pertanyaanku barusan dengan sebuah cerita yang cukup membuat hatiku kesal, dimana suami mbak tini malah main serong dengan daun muda padahal istrinya yang sangat bohay ini malah ia abaikan. “Jadi mbak gimana dengan suaminya sekarang?” tanyaku. “Saya mau cerai mas” ucap mbak tini.

“Yah kok cerai mbak…masih bisa diomongin baik-baik kali…kasihan anaknya mbak juga” ucapku memberi nasehat. “Diomongin gimana?! Orang jelas-jelas aku liat dia ngentot di depanku mas…perih hatiku mas” ucap mbak tini berusaha menahan tangisnya. “Cup..cup..cup sabar mbak” ucapku seraya mengelus kepalanya. “I..iya aku sabar mas.. cuman kenapa ngenes gini ya nasibku” ucap mbak tini yang mulai bisa menguasai emosinya. “Mas boleh temenin aku gak hari ini?” tanya mbak tini tiba-tiba. “Ini kan saya lagi temenin mbaknya” ucapku. “Temenin saya jalan sebentar mas…saya butuh tempat yang tenang” ucap mbak tini. “Baiklah kalau memang itu bisa menghibur mbaknya” ucapku.

Aku mengendarai mobilku ke sebuah tempat wisata, dimana dulu aku memadu kasih dengan ika saat masa PDKT kami. “Wahhh segar banget udaranya disini mas” ucap mbak tini. “Iya mbak…wisata alam” ucapku. “Tapi kok sepi ya…apa jangan-jangan malam ramai?” tanya mbak tini. “Mungkin karena bukan hari libur kali mbak, malam mana bisa ramai mbak, gak ada penerangan gini” ucapku. “Ah mas kayak gak paham aja, ramai mengisi dibalik semak gituuh ahh mas” canda mbak tini seraya mencubit bahuku. “Hayooo jangan-jangan mbaknya pernah main di semak hahaha” candaku. “Hahaha saya belum pernah mas…apa mau kita coba nih?” tanya mbak tini menggodaku. Mendapat pertanyaan seperti itu, naluri dalam diriku langsung memicu kepalaku celingak celinguk memperhatikan keadaan sekeliling, “ Kenapa celingak celinguk mas? Pengen yah? Hahaha” canda mbak tini.

“Hahaha paham aja mbaknya, kapan lagi ya bisa ngentot di alam bebas” jawabku. Mbak tini lalu menggiringku ke salah satu semak yang cukup lebat, disana ia langsung membuka celana dan cd yang ia kenakan, dan langsung mengambil posisi menungging di tanah, “Cepetan atuh mas…digigit nyamuk nanti” godanya seraya menggoyangkan pinggulnya. “Iyaahh sabar say” ucapku seraya membuka resleting celanaku dan mengeluarkan kontol lemasku tanpa membuka celana yang kukenakan. “Jilat dulu dong…belum ngaceng nih” ucapku. Mbak tini lalu jongkok di hadapanku, mulai mempermainkan kontolku, kulihat tatapannya begitu menggoda hingga tak butuh waktu lama bagiku, hingga akhirnya kontolku kini tegang sempurna, “Cepet masukin mas..gregetan akuhh” ucap mbak tini kembali ke posisi menungging di tanah.

Tanpa membuatnya ‘becek’ langsung saja aku memasukkan kontolku ke memeknya. “Ughh” desahnya. Sodokan kontolku sedikit terhambat karena memeknya yang masih kering, “Gak sakit nih memeknya mbak?” tanyaku. “Ughh ugghh..nyeri dikit…tapi entot terus masss…agghh” desahnya seraya menggerakkan pinggulnya seirama dengan sodokan kontolku. Aku menarik bahunya agar tegak lurus dengan tubuhku, kuremas kedua toketnya dari balik baju yang ia kenakan, ia yang paham kesulitanku langsung melepaskan bra merah yang ia kenakan, hingga kini tanganku bisa bebas meremas toket brutal miliknya. Salah satu tangannya membelai-belai kepalaku, sesekali menjambak rambutku. “Ughh ughh….mas perkasa banget ihhh sshh” desahnya. “Ugghh aggh mbak bohong…pasti masih lebih perkasa suaminya mbak” ucapku. “Agghh jangan ngomongin si kontol busuk itu lagiiihh….mas ku inih yang perkasa ughh” desahnya sambil mengutuk suaminya.

“Ughhh…mbak mau yang lebih seru gak?” tanyaku. “Seru gimana masss ughh?” tanyanya. “Kita ngentot diatas kap mobil saya” ucapku. “Wah boleh juga tuh…” ucap mbak tini seraya melepaskan kontolku dan beranjak menuju mobilku tanpa mengenakan celana dan bra, ia melenggang tanpa peduli keadaan sekitar. Aku yang was-was bergegas menuju mobilku seraya memunguti celana dan pakaian dalam mbak tini, kulihat mbak tini naik dan duduk mengangkang di kap depan mobilku, sungguh pemandangan yang sangat menggoda, akupun kembali memasukkan kontolku ke memeknya. “Ughh mass cepetan ihhh…aku mau keluaarrrr” desahnya seraya mengalungkan kedua tangannya ke leherku. Mendengar desahannya yang seolah memohon padaku, lekas saja kupercepat sodokan kontolku.

“Ughh ughhh ughhh massss” desahnya diikuti semburan cairan cintnya yang begitu deras. Tubuhnya seketika melemas, namun sodokan tak kuhentikan, karena belum ada tanda-tanda aku akan ejakulasi. “Mass…aku kalah teruss dari mass….” Desah mbak tini seraya tersenyum. Aku memeluknya erat dengan maksud hendak menggendongnya, “Ihh mas mau ngapain” ucapnya bingung. Aku tak menjawab dan terus menggendongnya tanpa melepaskan kontolku. Kubuka pintu mobil bagian belakang, masuk dan duduk di jok belakang, aku beringsut ke dalam agar aku bisa berbaring, “Sekarang giliranmu mbak” ucapku, mbak tini turun dari mobil hendak memutar posisinya jadi menghadapku.

Ia naik dan mengambil posisi WOT. Kini dia yang mengendarai permainan ini, ia menggenjot kontolku dengan tempo erotisnya, toketnya yang berayun indah dan cukup membuatku gemas. “Akhhh mas…remas toket aku masss” desah mbak tini seraya mempercepat genjotannya. Ada sekitar 10 menit ia menggenjotku hingga akhirnya aku merasakan tanda-tanda bahwa aku akan berejakulasi, “Akhh mbak….cepetin mbak…sayaahh mau crot” desahku. “Ehhmm ehhmm”desah mbak tini seraya mengangguk. “Ughh masss aku juga nih mau sampai lagiiihh” desah mbak tini.

“Ganti posisi mbak…biar saya gak keluar di dalem” ucapku, namun tak dihiraukannya. Ia terus saja menggenjot kontolku dengan semakin liar, “Ugghh ughh masss aku sampaiihhh” desah mbak tini diikuti semburan cairan cintanya, “Iyyaahh mbakk ugghhh” desahku dan “Croot…crooot…crooot” ada sekitar 3 semburan pejuku yang langsung berpadu dengan cairan cinta mbak tini di dalam memeknya. Mbak tini yang keletihan langsung merubuhkan tubuhnya ke depan. “Makasih mas…udah temenin aku…udah mau puasin akuuhh” ucap mbak tini terengah-engah. Kamipun akhirnya bercumbu.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler