. Buku Harian Ari Part 20 | Kisah Malam

Buku Harian Ari Part 20

0
488

Buku Harian Ari Part 20

Calon Pelakor

Ari

Permainan threesome yang dilakoni oleh aku dan kedua istriku cukup menguras tenagaku semalaman, walaupun sudah didukung dengan jamu obat kuat ala mbak tini, namun aku benar-benar keletihan, bisa jadi karena pada pagi harinya sudah mengendarai mobil selama berjam-jam lalu malamnya dilanjut dengan ‘mengendarai’ dua memek sekaligus. Aku masih tidak percaya dengan perubahan yang terjadi pada otot memek ika, bagaimana mungkin bisa menjadi serapat itu hanya dalam kurun waktu beberapa minggu, ya cukup kusyukuri saja lebih tepatnya, daripada terus menanyakan hal itu di dalam kepalaku, karena ika sudah melakukan yang terbaik untuk suaminya. Hari ini adalah hari pertama aku kuliah, setelah sekian lama tidak belajar rasanya otakku terasa beku, tidak dapat menyerap pelajaran dengan baik dan benar. Sehingga selama di kelas aku hanya menguap saja, badanku terasa sangat pegal.

Setelah perkuliahan selesai…

Aku singgah di kantin sejenak, sekedar ‘mencuci mata’, walaupun tak bisa kupungkiri sebenarnya kedua istriku sudah sangat sempurna, namun namanya pria yang ditakdirkan sebagai pemburu pasti tidak ada bosannya melirik kesana kemari mencari ‘kesegaran’. Aku teringat mengenai secarik kertas resep yang diberikan oleh mbak tini kemarin, aku ingat bahwa disana tercantum nomor hp mbak tini, sehingga lekas kuperiksa dan kuinputkan nomor tersebut ke hpku, ternyata terhubung ke aplikasi Whatsup (WA). Ketika kubuka profilnya ternyata ia baru offline beberapa menit lalu, sehingga aku iseng mengirimkan pesan padanya.

“Selamat siang mbak” tulisku.

Tak butuh waktu lama, ia langsung membalas pesanku.

“Ya selamat siang, ini siapa ya?” balasnya.

“Ini yang mbak kasih resep kemarin :D” balasku.

“Ooo mas ari toh…tak kira siapa hehe” balasnya.

“Ya ini saya ari mbak, makasih loh mbak resepnya manjur parah” balasku memuji khasiat resep jamunya.

“Wah mantep dong, dapat berapa ronde mas?” tanyanya.

“Dapet 2 ronde aja, tapi 2 istri sekaligus hehe” balasku.

“Widih…perkasa banget masnya nih, saya jadi …” balasnya singkat.

“Jadi apa mbak?” balasku.

“Jadi apa hayooo? Hahaha” balasnya.

“Ah si mbak bikin penasaran aja” balasku.

“Kalau penasaran sini dong” tantangnya.

“Yaudah emang dimana?” balasku.

Mbak tini tidak membalas pesanku dan terlihat langsung offline. Hal itu cukup membuatku dongkol.

Tapi yasudahlah, aku memutuskan untuk pulang saja, karena hari juga sudah mulai sore.

Setibanya aku di rumah, kudapati ika dan aliyah terlihat akur menonton tv bersama di ruang tengah. “Widih serius amat nontonnya buk!” ucapku mengagetkan mereka. “Eh copot copot…Ihhh mas nih ngagetin aja!” pekik aliyah latah. “Hahaha latah hahahaha” ika tertawa terpingkal-pingkal melihat aliyah latah. “Hahaha lucunya istri mas ini, serius amat sampai gak denger masnya ucap salam” ucapku sembari menyodorkan tanganku yang langsung disambut oleh kedua istriku.

Malam telah tiba…

Saat kami bertiga sedang duduk bersama di ruang tengah dan tentunya menonton televisi, kurasakan hpku bergetar beberapa kali. Ketika kubuka notifikasi, ternyata ada WA dari mbak tini.

“Selamat malam mas gagahku” tulis mbak tini.

“Ya malam mbak” balasku.

“Lagi apa mas?” balasnya.

“Ini lagi nonton bareng istri” balasku.

“Widih…sambil grepe ndak tuh?” balas mbak tini nakal.

“Ya ndak lah mbak, mbaknya sendiri apa ndak digrepe sama suaminya?” balasku nakal.

“Ndak mas, suami lagi dinas malam” balas mbak tini.

“Ololololo kasian dianggurin suami hehe” ledekku.

“Huu sombong yaa….coba kalau ndak ada istrinya pasti itu …” balas mbak tini.

“Itu apa mbak?” balasku.

“Itu ada deh…” balas mbak tini.

Dan tak beberapa detik ia mengirimkan sebuah foto yang diberi caption “Apa mas ndak rindu sama ini?”, karena kuota internetku menipis, maka gambar tersebut cukup lama diunduhnya. Saat selesai diunduh ternyata foto mbak tini mengenakan kaos putih yang tersingkap sehingga terlihat bra merah yang menahan toket gedenya.

“Wadaw dikirim foto toket” balasku salting.

“Dikenyot sinih mass” balasnya.

“Wah usil mbaknya nih” balasku.

“Biar aja masnya ngaceng tiba-tiba pas lagi nonton” balasnya.

“Awas ya kamu mbak” balasku.

Keesokan harinya…

Aku berkuliah seperti biasa, setelah jam perkuliahan habis yang kebetulan sudah sangat sore, aku memutuskan untuk langsung pulang saja. Dan hendak mampir sejenak ke toilet yang dekat parkiran sekedar ingin membuang hajat. Saat selesai hajat yang kutahan dari tadi tersalurkan ke tempat pembuangan. Aku bergegas keluar, namun tak berapa langkah. “Mas buru-buru amat” terdengar suara wanita dari belakangku saat kutoleh ternyata mbak tini. “Eh iya nih mbak, baru selesai kuliah pingin balik” ucapku. “Oo…mas disini tinggal dimana?” tanya mbak tini basa-basi. “Saya tinggal di *******” ucapku. “Ooo ndak jauh dari rumah kos suami saya dong, saya boleh nebeng ndak mas?” tanya mbak tini.

“Bo..boleh sih…tapi suaminya mbak gimana?” tanyaku. “Suamiku dari tadi kutungguin gak nongol-nongol, katanya patroli” jelas mbak tini. “Oo gitu…ya kampus ini gede sih mbak, yaudah deh yuk bareng aja” ucapku. Saat kami sudah berada di dalam mobil, “Beneran nih suami mbak gak masalah, kalau saya yang anterin?” tanyaku memastikan. “Beneran, barusan sudah aku WA suamiku” ucap mbak tini. “Oo oke deh” ucapku seraya menjalankan mobilku. Ditengah perjalanan, sesekali kulirik mbak tini yang hari ini mengenakan jaket hoodie biru dengan bagian atas sedikit terbuka, sehingga tanktop kuning yang ia kenakan tak mampu menutupi toket gede miliknya.

“Kalau mau liat ya liat aja mas, jangan lirik-lirik gitu” ucapnya seraya menurunkan resleting jaket hoodienya sehingga kini gundukan dibalik tanktop kuningnya terlihat sangat menantang. Beberapa kali aku menelan ludah, dan saat mobilku berhenti di persimpangan karena lagi lampu merah, tiba-tiba tangan mbak tini mendarat di celanaku tepat pada kontolku. “Huu udah ngaceng, tapi sok ditahan” ucapnya menggodaku. “Haduh mbak ndak fokus sayanya” ucapku seraya menyingkirkan tangannya. “Gimana mau fokus, daritadi matanya jelalatan kesini” ucapnya seraya menarik tanganku untuk menyentuh toketnya. “Remes ajaah mass…masih lamah kan ini” ucapnya menekan-nekan jemariku untuk meremas toketnya. Aku yang sudah benar-benar tak sanggup menguasai syahwatku akhirnya mulai meremas toketnya.

“Nahh mauuhh jugaa kann uhh” desah mbak tini yang membuat kontolku ngaceng seketika. Tangannya yang tadi kusingkirkanpun kembali mendarat diatas celanaku dan langsung meremas kontolku. “Sudah ngaceng keras gini kok” ucapnya seraya berusaha membuka resleting celanaku. Aku membiarkan ia melakukan apa yang ia inginkan, setelah resletingku terbuka langsung ia tarik kontolku keluar dari cd yang kukenakan. “Ini nihh yang tini rindukan masss” ucapnya seraya mengocok kontolku. Saat lampu lalu lintas sudah hijau, akupun menyingkirkan tangan mbak tini dari kocokannya karena aku hendak mengganti gigi. Ketika sudah berjalan normal, tangan mbak tini kembali mengocok kontolku. “Makin panjang aja mass kontolnya…apa perasaan tini aja yaa?” ucapnya yang lagi-lagi membuatku kehilangan fokus mengendarai mobilku. Kugenggam tangannya agar menghentikan kocokannya sejenak, “Masnya lagi nyetir nih mbak…bentar yaaa” ucapku. “I iyaa deh” ucapnya seraya cemberut.

Aku yang menjadi tidak enak hati padanya, mengubah arah mobilku kearah yang sedikit berlawanan dengan arah kami tadi. “Loh mau kemana kita mas?” tanya mbak tini kebingungan seraya melihat keluar jendela. “Kok ke pom bensin mas, habis bensin ya?” tanya mbak tini. Kuparkirkan mobilku dekat toilet pom bensin, lalu lekas kumasukkan kembali kontolku ke dalam celana dan keluar dari mobil. Kuminta mbak tini juga keluar dari mobil, dari luar kulihat ia sibuk menutup kembali resleting hoodienya. “Mau ngapain kesini mas?” tanya mbak tini. “Mau ke toilet mbak, yuk” ajakku. Mbak tini hanya mengikuti menuju salah satu toilet yang paling ujung, “Lah bukannya tadi mas baru buang hajat ya di kampus?” tanyanya yang masih kebingungan dengan tingkahku. Saat kubuka pintu toilet lekas kutarik tubuhnya untuk masuk ke dalam toilet kecil tersebut, dan dengan sedikit tergesa-gesa, kubuka resleting celana berikut cdku, “Mau buang cairan dari ini” ucapku seraya menggenggam keras palkonku. “Oohh” ucap mbak tini seraya tersenyum nakal lalu ia jongkok di depan kontolku.

Dan dengan dipenuhi nafsu mbak tini langsung melahap kontolku, ia menghisap kontolku dengan sangat telaten, sesekali ia melirik kearahku dan memejamkan matanya seolah ia sangat menikmati rasa kontolku. Karena sangat nikmat, tanpa sadar aku menekan kepalanya ke kontolku dengan sangat keras. “Bwahh….keras amat nekannya mas” ucap mbak tini saat melepaskan kulumannya. “Mbak telaten amat sih, saya sampai kewalahan ngadepin permainan mulutnya mbak” ucapku memujinya. “Pasti istri-istrinya mas belum sejago saya kan?” ucap mbak tini seraya membelakangiku, ia lalu menurunkan celana jeans dan cd yang ia kenakan, lalu ia menungging dengan bertumpu pada bak mandi yang ada pada toilet kecil ini. “Jangan kebanyakan pemanasan ahh mas…memek saya udah gatal” ucapnya seraya menggoyangkan pinggulnya. Akupun yang juga sudah dipuncak syahwat, langsung memasukkan kontolku ke memeknya. “Akkhh kontol masss” desahnya. Akupun langsung mempercepat sodokan kontolku, sehingga tubuhnya terangguk cukup kuat.

“Ikhh ikkhh sshh mass” desahnya. Aku menahan mulutnya agar desahannya yang cukup melengking itu tidak sampai terdengar keluar. “Hhmm hhmm hhmmm” desahnya setiap palkonku mengetuk pintu rahimnya. “Hhhmm hhhmmmm” desahnya sedikit panjang diiringi semburan cairan cintanya yang langsung menghangatkan palkonku, ternyata ia baru saja menggapai orgasme pertamanya. Ia menoleh padaku, kulihat matanya sayu dan tersenyum puas. Namun bukannya memberikan kesempatan baginya untuk menikmati orgasme pertama, justru aku semakin keras menyodokkan kontolku ke memeknya. Selang beberapa menit, aku bosan dengan posisi menungging ini. Sehingga aku arahkan mbak tini untuk berdiri menyender pada dinding toilet, salah satu kakinya diangkat dan diletakkan di pinggulku, lalu langsung saja kumasukkan kembali kontolku ke memeknya.

“Augghh” desah mbak tini. Kupercepat sodokan kontolku, kedua tangankupun sibuk membuka resleting hoodie, lalu menyingkapkan tanktop kuning yang ia kenakan, namun bra biru tua yang ia kenakan menghalangi jamahanku pada toket montoknya, tanpa membukanya, kusingkapkan saja branya tersebut keatas dengan paksa, dan seketika kedua toket montoknya ‘meloncat’. Melihat toketnya kini telah bebas, langsung kulumat dan kuremas kiri dan kanan secara bergantian. “Akkhh masss isap masss remess” desah mbak tini kembali keras. Kugunakan satu tanganku yang menganggur untuk menutup mulutnya.

“Ugghh ummm ugghh” desah mbak tini menerima serangan gandaku pada tubuhnya. Tak beberapa menit, kepala mbak tini menggeleng-geleng dan kurasakan dinding memeknya kembali berkedut, “Ugghh hhmm ohh” desah mbak tini diikuti semburan cairan cinta yang cukup deras dibandingkan yang sebelumnya, merasakan cairan cinta yang begitu banyak, membuatku ingin segera memuntahkan peju milikku. Kulihat mbak tini terpejam menikmati sisa-sisa orgasmenya, “Mbak boleh buang dalem gak?” bisikku. Kulihat mbak tini hanya mengangguk pelan. Mendapat jawaban setuju, aku langsung menyodokkan kontolku dengan sangat keras dan cepat. “Ihh uhh sshh” desah mbak tini merasakan dinding memeknya tergesek keras kontolku.

“Akhh mbakk” desahku seraya menekan kontolku dalam-dalam, “Crooot crooot croott” ada sekitar 3 semburan pejuku yang langsung memenuhi liang memek mbak tini dan tentunya bersatu padu dengan cairan cintanya tadi. Kubiarkan kontolku tetap di dalam memek mbak tini hingga semburan terakhir selesai. Saat kucabut, seketika meluber keluar semua cairan cinta kami dan hal itu membasahi paha mbak tini. Kami lalu bergegas merapikan pakaian kami dan kembali ke mobil. Saat aku mengendarai mobilku, kulihat mbak tini terduduk lemas. “Puas gak mbak?” tanyaku seraya meremas toketnya yang kini ditutupi jaket hoodienya secara keseluruhan. Ia hanya mengangguk lemas.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler