. Buku Harian Ari Part 19 | Kisah Malam

Buku Harian Ari Part 19

0
462

Buku Harian Ari Part 19

Sebuah Kerjasama

Ari

Saat aku tiba di rumah bersama aliyah, ika yang terkejut saat bertemu sahabat lamanya tersebut mendadak pingsan. Bisa jadi hal itu juga karena dia keletihan ngurusin rumah sendirian sejak ia kembali ke kota beberapa hari lalu. Setelah ia siuman, akupun berusaha untuk menghubungi bu rida ataupu pihak kampus sekedar untuk memberitahu bahwa pada esok hari ika belum dapat hadir karena sedang sakit, namun tidak ada satupun yang menanggapi panggilanku. Sehingga aku memutuskan pergi sendiri kampus. Setibanya di kampus, akupun mengurus hal-hal yang diperlukan dalam rangka izin kuliah beberapa hari untuk ika. Tak terasa hari mulai magrib, aku merasa badanku sudah sangat letih dan memutuskan untuk lekas pulang.

Saat aku melintas di salah satu pos satpam, aku seperti melihat seorang wanita yang tak asing bagiku, setelah kuamati dan kudekati ternyata mbak tini, sang binor semok. “Mbak tini…ngapain disini?” tanyaku menyapanya. “Loh mas ari toh, ini saya lagi nungguin suami saya patroli sebentar, masnya ngapain?” tanya mbak tini. “Oh iya ya suaminya mbak kerja disini, saya habis urus surat izin kuliah istri saya” ucapku. “Oh jadi sudah balik lagi nih ke kota dengan istri?” tanya mbak tini. “Iya mbak, bareng bonus hehe” ucapku. “Bonus gimana mas?” tanya mbak tini bingung. Akupun membisik lalu menceritakan apa yang kualami. “Oalah masnya nambah istri toh, mentang-mentang itu” ucap mbak tini berbisik, “Iya mbak tau dong istri pertama saya gimana kondisinya” jelasku.

“Oh iya sih, jadi udah digarap dua-duanya?” tanya mbak tini. “Belum….nah kebetulan nih jumpa mbaknya, minta dong resep jamu kemarin” ucapku. “Weleh….ndak berani tanpa jamu…cupuu huuu” ledek mbak tini. “Heh enak aja…untuk jaga-jaga aja mbak” ucapku. “Emang waktu bulan madu sama istri kedua gak dapet dua ronde?” tanya mbak tini. “Dapet sih mbak, tiga malah, tapi ya supaya lebih jreng…hehe” ucapku. “Nah itu sampai tiga, yaudah sini, mana kertas biar tak tulisin resepnya” ucap mbak tini. Saat ia menuliskan resep tersebut, aku melihat sebuah kata dan aku hendak mengusilinya, “Kocok? Kocok yang biar bagus hasilnya gimana mbak?” tanyaku. “Yang begini mas” ucapnya seraya menggerakkan tangannya memperagakan lagi ngocok kontol. “Yeee itu mah ngocok ini mbak” ucapku seraya menggenggam kontolku yang berada di balik celana.

Dia tak menggubris aksi usilku, dan setelah ia selesai menulis resepnya, akupun membaca dengan seksama. Tiba-tiba ia meremas kontolku dari luar celanaku, “Saya sebenarnya rindu sama kontolmu mas, tapi dirimu pakai dulu deh untuk puasin dua istrinya hehe” ucapnya. Aku tak menanggapi remasan usilnya dan aku malah pamit pulang. Saat perjalanan pulang, aku singgah di beberapa kios jamu untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan, ketika aku memastikan semua bahan yang tertulis pada kertas dan memeriksa ke belakang kertas takut ada yang kurang, namun yang aku temukan adalah sebuah kata dan angka “Tini : 08xxxxxxxxxx”, ternyata mbak tini memberikan nomor hpnya padaku.

Setibanya di rumah, kulihat ika dan aliyah sedang berada di dapur, sepertinya mereka tengah menyiapkan makan malam, mereka terlihat sangat akur, aku sangat bersyukur melihat kondisi harmonis seperti itu. “Makan malam apa kita sayang-sayangku?” tanyaku seraya memeluk pinggul kedua istriku. “Ih peluk-peluk, lagi pegang pisau ini” ucap aliyah. “Hehe…usil nih mas, lagi masak sop” ucap ika. Setelah sop yang mereka masak telah terhidang di meja makan, kami makan bersama. “Gimana kondisimu say?” tanyaku pada ika. “Udah baikan kok mas, dari tadi aliyah yang jagain ika” jelas ika yang menyejukkan hatiku. “Iya tadi mbak ika sudah mulai membaik mas. Maaf nih, nanti aku tidur dimana ya mas?” tanya aliyah malu-malu. “Tidur sama kami lah, kan kamu istrinya mas juga” jawabku. “Emangnya muat mas?” Tanya aliyah lugu. “Muat kok aliyah…kan mbak ndak gendut hehe” canda ika.

Setelah kami menyelesaikan makan malam kami, ika dan aliyah membereskan piring-piring yang tadi digunakan sementara aku mengganti pakaianku tanpa menggunakan dalaman, karena malam ini aku ingin menggarap kedua istriku. Saat mereka berdua tengah menonton tv di ruang tengah, aku menuju dapur hendak meracik obat kuat sesuai resep yang diberikan oleh mbak tini tadi. “Mas…kami ke kamar dulu ya” ucap ika diikuti dengan aliyah. Saat jamu yang kuracik sudah siap, langsung kuseduh. Hanya butuh beberapa menit saja hingga kurasakan khasiatnya, kurasakan tubuhku memanas dan kontolku berdenyut. Saat aku masuk ke kamar kami, kulihat diatas ranjang ada ika yang mengenakan baju kaos dan celana panjang hitam dipadukan jilbab coklat berbaring seraya bermain hp, sementara aliyah yang mengenakan baju kaos dan celana tidur coklat muda dipadukan jilbab berwarna krem tengah membaca sebuah buku novel milik ika. Akupun berjalan mendekati mereka berdua dan melemparkan tubuhku ditengah-tengah mereka, “Ih mas pakai lompat segala” ucap aliyah yang kaget dengan ulahku. “Dia mah umur aja tua, kelakuan masih bocah hehe” ledek ika.

Untuk ronde awal, aku ingin menjamah ika yang sudah cukup lama tidak kujamah, perlahan tanganku menaikkan baju kaos yang ia kenakan dan meremasi toketnya, “Hhmm ehhmm” desah ika tertahan sembari masih sibuk dengan hpnya. Ia lalu membantuku membuka bra hitam yang ia kenakan, sehingga kini sepasang toket yang kurindukan dapat dengan mudah aku kenyot dan remas, “Shh hhmm” desah ika menerima serangan pertamaku. “Eh lah? Mas gituan? Haduh…aku keluar aja ya” ucap aliyah panik, namun aku menahan tangannya, “Disini aja sayang, malam ini mas akan puasin kalian, kan kalian istri-istrinya mas” ucapku. “Iya disini aja aliyah, kamu gak bakal kecewa kok sama suami kita ini sshh” ucap ika. Ika lalu membuka celana training yang aku kenakan, seketika kontolku mengacung, “Shh gak pakai cd mas? Jangan-jangan dari sejak ke kampus ya?” ledek ika. “Yahh ndak lah hhmm” jawabku seraya melumat kembali toket ika, kurasakan nafas ika semakin memberat pertanda ia tengah dilanda birahi. Ika meremas dan mengocok kontolku, “Aliyah…letak aja bukunya, sini mbak ajarin cara puasin suami” ucap ika seraya terus mengocok kontolku. Kudapati aliyah menggeser tubuhnya, “Eee gimana mbak?” tanya aliyah lugu.

“Kamu pegang kontolnya mas ari” ucap ika. Kurasakan ada sepasang tangan yang terasa dingin menggenggam kontolku, “Jangan digenggam aja, dikocok dong aliyah” perintah ika. Aliyah perlahan mengikuti arahan ika untuk mengocok kontolku, akupun mulai menurunkan celana panjang dan cd ika, sehingga kini ika hanya mengenakan jilbab dan baju kaos yang telah tersingkap, kumainkan jemariku pada memeknya, namun lekas ia tahan. “Masa’ ika terus, jamahlah istri mas yang bingung gimana cara ngocokin kontol mas itu hehe” ucap ika. Akupun beralih ke aliyah, dia yang sedari tadi duduk disamping pahaku, kurebahkan tubuhnya hingga akhirnya berhadapan denganku, kunaikkan baju kaos yang ia kenakan, ia yang paham aku kesulitan membuka branya, langsung dengan sigap ia respon. Saat aku hendak membuka celana tidur yang ia kenakan, tanganku ia tahan. “Jangan deh mas…aliyah malu…aliyah keluar aja” ucap aliyah. “Ahh jangan malu-malu deh” ucapku seraya mencumbu bibirnya, perlahan tapi pasti aliyah membiarkan tanganku membuka celana tidur berikut cd yang ia kenakan.

Kurasakan kontolku dikulum oleh ika di bawah sana, “Ehhmm…kalau puasin suami harus mau hisap ininya hmm” ucap ika seraya mengulum dan mengocok kontolku. Aliyah yang melirik perbuatan ika terlihat melirik jijik, namun wajahnya kembali kuarahkan untuk dapat kucumbu. Kurasakan memek aliyah sudah mulai becek, akupun menghentikan semua seranganku pada tubuh aliyah, aku menarik ika untuk kembali terlentang, “Mas…aliyah dulu deh…” ucap ika. Aku tak tau apa maksudnya, tapi yasudah aku turutin saja permintaannya. Akupun memposisikan tubuhku diatas aliyah, ika berbaring disamping aliyah seraya meremasi toket aliyah bergantian, “Sshh mbak..” desah aliyah. “Jangan tegang gitu ah…ayo rileks” ucap ika menenangkan aliyah. Akupun mulai memasukkan kontolku ke memek aliyah, “akkhh mass” desah aliyah. Saat kontolku sudah masuk semuanya ke dalam memek aliyah, lalu mulai kusodok dengan tempo lamban lalu berubah cepat. “Ikhh ikkhh sshh mass” aliyah mendesah tanpa malu. Ikapun semakin beringas melumat dan meremasi toket aliyah.

Tak berselang beberapa menit kurasakan otot memek aliyah mengencang pertanda ia akan orgasme, “Akkhh mass” desah aliyah diiringi semburan cairan cintanya, ya dia mendapatkan orgasme pertamanya pada hari ini. “Dan giliranmu sekarang,baring sana” perintahku pada ika. Ikapun memposisikan tubuhnya berbaring terlentang disamping aliyah dengan posisi kedua kaki yang mengangkang, akupun mulai memasukkan kontolku ke memeknya. Saat setengah batang kontolku masuk ke dalam memeknya, kurasakan sensasi yang berbeda, kutatap matanya seolah bertanya, namun hanya dibalas senyuman olehnya. “Ugh” desahku saat merasakan himpitan memek ika yang semakin rapat ketika kontolku masuk semakin dalam di memeknya. Ika lalu menggoyangkan pinggulnya, yang langsung kubalas dengan sodokan keras kontolku, namun tidak selonggar beberapa bulan lalu, kini kontolku terasa seperti ngentotin memek aliyah pada malam pertama kemarin.

“Akkhh masss kontolnya gede” desah ika, “Kok memek kamu rapet banget? Ughh ughh” tanyaku. “Uhh uhh hehe ada dehh sshh” desahnya. Toketnya yang berayun berirama dengan sodokan kontolku, tak lepas dari serangan tangan dan mulutku. Daya tahan ika lebih kuat dari sebelumnya, sudah bermenit-menit aku menyodok memeknya namun belum ada tanda-tanda ia akan orgasme. Malah justru aku yang tidak tahan ingin segera menyemburkan pejuku. Akupun mempercepat sodokan kontolku, ika membalas dengan goyangannya yang liar, kulirik aliyah menyaksikan adegan kami dengan seksama. “Akhh gak kuat akuhh” pekik ika diiringi semburan cairan cintanya. Kutekan kontolku dalam-dalam dan “Croott croott croott” ada sekitar 3 semburan pejuku yang langsung bercampur aduk dengan cairan cintanya ika.

Kulihat ika begitu lemas walaupun ia baru menggapai orgasme pertamanya, kucabut kontolku dan seketika sisa cairan cinta kami meluber keluar dari bibir memeknya. Kuubah posisi tubuhku menuju aliyah yang masih mengangkang, “Masih ngangkang aja bu? Hehe” ledekku. Saat aku hendak memasukkan kontolku ke memek aliyah, aliyah lalu mengapit kedua kakinya pada pinggulku. “Widih..belum masuk kontolnya udah diapit aja” ucapku seraya memasukkan kontolku ke memek aliyah. “akhh mass…genjot ahh” desah aliyah mulai liar diikuti gerakan pinggulnya mengikuti gaya goyangan ika yang ia saksikan tadi. “Iyahh sayang…memek kamu nikmat” ucapku seraya mulai mencumbuinya. Kulirik ika membersihkan memeknya dari sisa-sisa cairan cinta kami tadi dengan cd nya, lalu ia merangkak menuju aku dan aliyah.

Ia menarik salah satu tangan aliyah dan mengarahkan pada memeknya, “Kocokin memek mbak dong” ucap ika manja. Aliyah lalu memainkan jemarinya pada memek ika, “Sshh enak jemarimu” desah ika. Tak berselang beberapa lama, aku yang bosan dengan posisi missionary meminta aliyah menungging sama seperti saat malam pertama. Kini posisi kami, ika terlentang dengan kaki mengangkang, aliyah menungging dimana wajahnya dekat dengan perut ika sementara aku berdiri diluar ranjang menggenjot memek aliyah. “Sshh mass uhh” desah aliyah. “Jilat memek mbak dong…masa’ jari aja” pinta ika. “Jangan dulu ka…dia belum paham” ucapku. Lalu kucabut kontolku dari memek aliyah, aliyah menoleh padaku seolah mempertanyakan perbuatanku. Aku lalu berbaring di samping ika, “Aliyah…sini naik ketubuh mas, masukin kontol mas ke memekmu dengan cara berjongkok diatasnya” perintahku pada aliyah, lalu aliyah mengikuti instruksiku. Saat kontolku sudah tepat dibibir memeknya, aliyah langsung menurunkan tubuhnya sehingga kini kontolku berada di dalam memeknya, ia lalu berusaha menaik turunkan tubuhnya, kedua tangannya bertumpu pada dadaku.

“Uhh sshh uhh” desahnya. Kuberi kode pada ika untuk mengangkang di kepalaku, iapun jongkok tepat di wajahku, “Uhh ssh lah mbak ika kok dudukin mas ari uhh” tanya aliyah lugu. “Habisnya kamu ndak mau jilatin memeknya mbak sih” ucap ika yang mulai menduduki wajahku, akupun langsung menjilati memeknya yang lembab. “Uhh mass jilat yang dalem ahh” desah ika. “Akhh mass akuhhh sampai” desah aliyah diiringi semburan cairan cintanya. “Yahh udah dua kalihh aja kamuu” ika meledek aliyah. “Uhh iyahh mbak…kontol suami kita nikmat banget sshh” desah aliyah yang masih menggerakkan pinggulnya naik turun di kontolku. “Istirahat dulu aja aliyah” ucap ika, ikapun beranjak dari wajahku dan menggantikan posisi aliyah, kini ika mulai memasukkan kontolku ke memeknya dengan cara berjongkok diatas kontolku. “akhh mass…” desah ika saat kontolku tenggelam sepenuhnya di memek ika.

Ia lalu menaik turunkan pinggulnya dengan sangat liar, kurasakan memeknya mulai berkedut-kedut dan menjadi sangat rapat pertanda bahwa ia akan segera menggapai orgasme keduanya. “Akhh rapat banget…memekmuuhh…masss gak tahan..” desahku. “Tahan dulu ahh mass…aku sampaihh inihhh…” desah ika diiringi semburan cairan cintanya yang cukup deras. Belum berakhir semburan cairan cintanya ia merubuhkan tubuhnya dengan berbaring disampingku seraya terus mengocok memeknya sehingga cairan cintanya menyembur-nyembur sehingga membasahi sprei ranjang ini. “akhh sshh” desahnya. Akupun bangkit hendak menjilat semua cairan cintanya namun ia menahan tubuhku, “Aliyah sini mbak ajarin jilat dan hisap kontol, biar suami kita puas” ucap ika yang bangkit dan duduk menghadap kontolku, begitu juga aliyah yang mengikuti arahan ika.

Ika lalu memperagakan sepongan handalnya pada kontolku, “Nah coba kamu sekarang” ucap ika. Aliyah tampak ragu saat hendak menghisap kontolku, namun ia beranikan dirinya karena takut diremehkan oleh ika lagi. Pelan tapi pasti ia mulai menjilat dan mengulum kontolku. “Ahh gak tahan nih” desahku. ”Aliyah lepasin hisapanmu” ucap ika. “Sekarang kita sebagai istri harus siap wajah kita dihujani peju suami kita” ucap ika memberi arahan dengan menengadahkan kepalanya di depan kontolku. Dengan polosnya aliyah pun mengikutinya, ika mengarahkan tangan aliyah untuk mengocok kontolku dengan keras. Melihat wajah kedua istriku yang tengah dilanda birahi membuatku tak tahan lagi untuk menahan desakan peju pada palkonku “Akhh aku keluar” desahku. “Croott crooot croott” ada sekitar 4 semburan pejuku yang masing-masing 2 semburan mendarat di wajah ika dan 2 lainnya mendarat di wajah aliyah.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part