. Buku Harian Ari Part 14 | Kisah Malam

Buku Harian Ari Part 14

0
354

Buku Harian Ari Part 14

Pingsan

Rini

Pasca kejadian yang cukup memalukan bagi diriku kemarin walaupun aku adalah korban, kurasakan tubuhku benar-benar keletihan. Mungkin hal itu disebabkan rontaan tanpa henti dari tubuhku melawan masuknya arwah jahat ke dalam tubuhku. “Istirahat aja di rumah dulu rin, izin kuliah aja dulu” ucap kak rida seraya masuk ke kamarku. “Gak apa kak, rini dah agak sehat kok kak” ucapku. “Sabar ya sayang, semoga kamu selalu dilindungi, nanti kalau mau pulang larut kabarin kakak” ucap kak rida seraya memelukku. “Iya kak, nanti rini kabarin, maafin rini ya kak, sudah buat kakak khawatir kemarin” ucapku. “Ya gak apa-apa rin, yang penting kamu pulang dengan keadaan selamat” ucap kak rida. “Ngomong-ngomong mas boby kemana kak?” tanyaku. “Oh mas boby lagi ke kantor polisi rin” ucap kak rida.

“Ngapain kak?” tanyaku penasaran. “Mas boby, satpam kampus dan ibu penjaga perpus menjadi saksi dalam kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh pak anto terhadapmu kemarin malam” jelas kak rida. “Oo seperti itu kak, oke deh kak, rini ke kampus dulu ya” ucapku seraya berpamitan dengannya. Tubuhku belum sepenuhnya pulih namun aku harus memaksakan diriku ke kampus karena ada mata kuliah yang tidak boleh kulewatkan. Saat perkuliahan usai aku bergegas membereskan perlengkapan kuliahku dan menuju kantin kampus hendak makan siang, namun baru setengah perjalanan, kurasakan kepalaku sakit serta pusing, “Neng…hati-hati” samar-samar kudengar suara pria yang berusaha menangkap tubuhku yang perlahan jatuh ke lantai. Dan seketika semuanya gelap.

Samsul

Aku adalah seorang security kampus atau bahasa sederhananya satpam kampus. Aku adalah pria yang telah memiliki istri dan seorang anak. Di kota ini aku hanya tinggal sendiri, sementara anak dan istriku yang bernama tini tinggal di desa. Tubuhku yang tak lagi muda tak menyurutkan semangatku untuk mengabdikan diri sebagai satpam kampus. Karena istriku selalu memuji kegagahanku ketika bekerja ataupun ketika diatas ranjang. Siang ini saat aku tengah berpatroli di sekitar kantin kampus, kulihat ada seorang mahasiswi baru yang berdasarkan info yang beredar, dia adalah korban pelecehan seksual oleh salah seorang dosen di kampus ini kemarin malam, kulihat ia sedang berjalan menuju kantin namun terlihat sesekali mengurut kepalanya dan tiba-tiba tubuhnya oleng, aku dengan sigap berusaha menangkap tubuhnya, namun ia sudah lebih dulu tergeletak di lantai. Akupun berinisiatif untuk mengangkat tubuhnya menuju UKS kampus.

Setibanya di UKS kampus, “Permisi…ada mahasiswi pingsan” ucapku seraya mengetuk pintu UKS dengan sikuku, namun sama sekali tidak ada tanggapan dari dalam, sehingga kupaksakan masuk ke ruang UKS tersebut lalu kuletakkan tubuh sang mahasiswi di ranjang pasien sambil menunggu ia siuman. Sekitar 15 menitan aku menunggu seraya melihat tubuhnya centi demi centi, “Wajar lah kalau si dosen bangsat itu perkosa mahasiswi ini, bodinya gak bohay, cuman mukanya menarik” aku membatin. Perlahan kurasakan birahiku meningkat, kudekati tubuhnya yang masih terkulai lemas tak sadarkan diri. Ia yang hari ini mengenakan jilbab merah jambu, gamis krem dan rok coklat terkesan biasa saja, namun wajahnya begitu manis ketika terpejam seperti saat ini. Perlahan kuberanikan untuk menyingkapkan rok coklatnya ke pinggang, centi demi centi kusaksikan betapa mulusnya paha mahasiswi ini, dan ternyata ia mengenakan cd berwarna merah jambu yang serasi dengan warna jilbab yang ia kenakan. Perlahan kuturunkan cd miliknya hingga ke ujung kakinya, aku menelan ludah beberapa kali saat aku melihat memek mahasiswi ini yang hanya ditumbuhi bulu-bulu halus.

Aku sudah tidak sabar ingin merangsek kontolku masuk ke memek rapat ini. Pintu UKS kampus lekas aku kunci dari dalam, aku takut dipergoki seperti dosen bangsat kemarin itu. Setelah kupastikan semuanya aman, aku kembali berdiri di samping ranjang pasien tempat mahasiswi tersebut terbaring lemas, kuberanikan diriku untuk menaikkan dan menyingkapkan gamis juga jilbab yang ia kenakan hingga ke lehernya. “Tidak sebesar milik tini, tapi setidaknya toket daun muda” aku membatin seraya menelan ludah melihat sepasang gunung kembar menggembung indah yang kini hanya tertutup bra berwarna krem. Birahiku yang sudah sampai ke ubun-ubun membuatku tergesa-gesa membuka celana dinas dan juga cd yang kukenakan, seketika kontol 15 cm milikku mengacung dengan gagahnya.

Akupun merangkak naik keatas ranjang pasien, tanpa merangsang sang mahasiswi langsung kumasukkan palkonku ke memeknya, sudah setengah kontolku masuk namun tidak ada respon apa-apa dari sang mahasiswi. “Ughh rapet banget” aku membatin saat kontolku sudah masuk seluruhnya di dalam memek mahasiswi ini. Perlahan kusodok kontolku pada memeknya, toketnya tidak berayun bebas karena masih tertahan oleh bra yang ia kenakan, setelah bra tersebut berhasil kulepas, langsung kulumat pentil toket mahasiswi ini, kurasakan dinding memeknya mulai berkontraksi dan timbul denyutan kecil.

Tak berselang beberapa menit, tubuh mahasiswi ini bergetar dan kurasakan dari titik terdalam memeknya menyemburkan cairan cintanya, “Pingsan tapi orgasme heheh” aku tertawa dalam hati. Sudah sekitar 10 menitan aku menggenjot memeknya, karena memeknya yang luar biasa rapat, aku merasa sudah tidak kuat lagi menahan semburan pejuku, sehingga kupercepat gerakan kontolku pada memeknya. “Hah! Hei! Bapak ngapain!” pekik sang mahasiswi yang seketika membuatku terkejut. Dengan sigap aku langsung menutup mulutnya dengan tanganku, aku memberi isyarat untuk diam dan tidak berteriak, ia terus meronta agar aku melepaskan tanganku dari mulutnya. Beberapa kali ia meludahi tanganku sehingga membuat tanganku licin dan terlepas dari mulutnya.

“Ssst jangan teriak…” aku memintanya seraya menatap tajam kedua matanya yang mulai tampak menatapku sayu. “Ta..tapi ssh apa yang bapak lakukan ahh pada saya?” ucapnya seraya sesekali mendesah. “Kamu tadi pingsan, sehingga bapak bawa tubuhmu kesini, namun tubuhmu memicu birahi bapak” jelasku. “Ma..makasih sudah ahh tolongin ihh sayaahh tapi gak sampaiihh giniihh juga pakkk” ucapnya seraya menahan desahannya. “Ya maafkan bapak, bapak rindu istri bapak, sekali ini aja ya nak” ucapku memperlambat genjotanku namun menghentakkan keras kontolku pada memeknya. Ia tak menjawab, ia hanya memalingkan wajahnya ke samping, aku anggap itu sebagai jawaban setuju. Kupercepat gerakan kontolku lagi karena aku benar-benar tidak tahan dengan desakan peju pada palkonku.

“Akhh” aku menarik keluar kontolku, kukocok keras dan “crot crot croott” ada sekitar 3 semburan pejuku yang mendarat diatas jembut sang mahasiswi. Setelah tetes terakhir keluar dari palkonku, aku beranjak turun dari ranjang pasien, “Makasih nak…” ucapanku terpotong karena aku lihat ia menangis. “Ma..maafin bapak nak, bapak khilaf” ucapku seraya memegang tangannya. Namun ia lepaskan genggamanku dengan keras, ia perlahan bangkit,kuberikan beberapa lembar tisue yang ada di UKS ini padanya, ia lalu membersihkan pejuku yang menempel pada jembutnya. Aku khawatir pada diriku sendiri, aku khawatir akan berbuat lebih padanya, sehingga aku bergegas mengenakan dan merapikan pakaianku. “Tapi makasih ya pak” ucapnya dengan nada datar. “I..iya sama-sama nak” ucapku gugup. Lekas kubuka kunci pintu UKS dan bergegas pergi dari ruang UKS tersebut.

Rini

Aku akhirnya siuman dari pingsan yang kualami, karena kurasakan sebuah benda yang besar keluar masuk dengan cepat di dalam memekku. Saat kubuka mata tepat diatas tubuhku ada sesosok satpam yang sedang menggenjot kontolnya di dalam memekku. Hal itu benar-benar membuatku ketakutan, dan ternyata ia tak berbuat hal yang lebih buruk padaku. Ia menjelaskan bahwa ia merindukan istrinya sehingga ia terpaksa menyalurkan nafsu seksualnya padaku kebetulan aku dalam kondisi pingsan, dimana ada kesempatan maka kejahatan akan terlaksana.

Aku yang masih lemas pasca siuman akhirnya diam dan merubah arah pandangku ke samping, sekuat tenaga aku menahan desahan. Karena dari yang kurasakan, kontol satpam ini tidak terlalu panjang namun sangat gemuk sehingga benar-benar memenuhi liang memekku. Tak butuh waktu lama baginya untuk menyemburkan peju hangatnya. Setelah ia berkemas dan begitu juga denganku. Kulihat ia bergegas keluar, sementara aku berjalan dengan bertatih-tatih karena kurasakan perih di bibir memekku karena baru pertama kali ini, memekku dimasukin oleh kontol segemuk itu.

Ari

Kemarin malam, aku sudah curahkan keluh kesahku pada ibu dan bapakku mengenai apa yang terjadi dalam rumah tanggaku, mereka sangat berduka dengan kondisiku. Ibu dan bapakku memberi saran untuk menetap disini sementara sampai setidaknya kondisi psikisku membaik, untuk menghindari pertengkaran lebih lanjut antara aku dan ika. Selama dua hari ini aku berusaha mengingat siapa sebenarnya akhwat yang datang ke rumahku kemarin, dan ia terlihat sangat akrab dengan ibuku. Akhirnya malam ini aku beranikan diri untuk menanyakan pada ibuku mengenai asal usul akhwat yang cukup mengganggu fikiranku selama dua hari ini. Ibukupun menjelaskan latar belakang sang akhwat, aku terkejut dan tak percaya namun juga miris mengetahuinya, semua perasaanku bercampur aduk. Namun diakhir pembicaraan ibuku berkata “Jika kamu tertarik, nanti bisa ibu usahakan.”, “Tertarik gimana bu?” tanyaku bingung. “Ibu tau kamu memang penasaran dari kemarin, dan dari gelagatmu terlihat bahwa dia cukup menarik bagimu, sudah jangan bohong sama ibu” ucap ibuku. Aku hanya terdiam. “Udah ngaku aja” ucap ibuku. “I…iya bu..tapi ika gimana ya?” tanyaku ragu. “Kan kemarin kamu cerita ika ndak masalah kalau kamu memadu dia, dia ikhlas katanya” ucap ibuku. “Iya sih bu, nanti coba ari tanya sekali lagi dengan ika” ucapku bimbang. “Ya cobalah tanya dia. Nak ibu ingin gendong cucu ibu” ucap ibuku yang seketika membuat jantungku berhenti.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part