. Budak Seks Korporasi Part 7 | Kisah Malam

Budak Seks Korporasi Part 7

0
263

Budak Seks Korporasi Part 7

” I Love You To ”

Mungkin kata itu terdengar simple , tapi percayalah justru kata itu adalah kata yang sangat saya hindari untuk di ucap dalam situasi dan kondisi serius seperti ini.

Terlihat air mata veronica jatuh saat kata itu ter ucap dari mulut ku. Pertama kali saya melihat air mata wanita ini semenjak mengenal nya saat masih kuliah dulu. Dimana image dia di mataku sebelum nya adalah wanita kejam yang gila yang tidak pernah bisa di ajak serius , dia terlihat serius hanya saat menginginkan sesuatu , seperti mendapat nilai tinggi / membalas perlakuan anak kampus yang dia rasa menyakiti hati nya atau teman terdekatnya.

Saya masih ingat betul bagimana saya mengenal wanita ini saat itu. Sedikit flashback, Saat itu jam istirahat siang di kampus ku , saya terduduk di sebuah meja makan panjang khas kantin. Saat itu terlihat alice duduk di sebelah ku ( nga percis di seblah sih , masih ada jarak yang cukup luas memisahkan kami ) , tentu saja saat itu juga saya belum mengenal siapa alice, hanya tau nama dan muka saja karena kami sekelas. Kami makan siang di tengah padat nya situasi kantin saat itu. Sampai saat itu veronica datang dan duduk di antara diriku dan alice, terlihat vero menggunakan kaos band “kiss” hitam lengan buntung nya. dia tampak sibuk dengan hp nya saat itu walau makanan sudah berada di depan nya.

“Hii alice, makanya mau kaka suapin nga?” Di barengi dengan kedatangan beberapa senior di depan meja kami.

Alice terlihat hanya tersenyum malu menunduk , godaan² dari senior itu pun semakin menjadi jadi. Ada yang terlihat berusaha memaksa mengambil sendok alice dari tangan alice saat itu, ada juga yang dengan lancang meminum minuman alice dengan sedotan nya, alice hanya bisa tertunduk melawan godaan² itu. sampai akhirnya..

“Brisik…DUG !!!” Terlihat vero berteriak sambil memukul tangan nya ke meja.

Di barengi dengan itu , semua senior yang sedang menggoda alice saat itu pun mengalihkan pandangan mereka ke veronica.

“Wuihh…galak amat neng” ucap salah satu senior yang kini sudah duduk di depan veronica.

“Lagi dapet ya ?” Buka salah satu dari kerumuman senior itu lagi di ikuti dengan tawa kerumunan itu.

Veronica tampak tidak menggubris perkataan para senior ini di depan nya, sambil terus perhatiannya tertuju ke hp di depan muka nya.

“Kamu anak jurusan apa ? Angkatan berapa ?” Tanya lelaki di depan veronica dengan senyum mupeng nya.

Melihat tidak ada respon , lelaki itu mulai terlihat ingin merebut hp veronica agar perhatian nya tertuju pada nya. Veronica dengan sigap menarik hp nya ke belakang sebelum tangan lelaki itu berhasil merebut hp veronica. Terlihat veronica mengambil segelas esteh manis yang ada di depan nya dan menyiramkan nya ke muka lelaki tersebut.

“Anjinggg, lonte” teriak lelaki di depan veronica saat itu sambil menegelap muka nya yang penuh dengan es teh oleh tangan nya.

Saya dan alice beserta beberapa orang yang saya liat di sekitar kami hanya bisa melongo kaget melihat aksi veronica saat itu. Terlihat lelaki itu dengan muka penuh amarah berdiri dan melihat ingin menampar veronica. Dengan sigap saya yang di sebelah veronica saat itu menghentikan tangan lelaki itu sebelum sempat menyentuh pipi veronica.

Melihat akibat perbuatannya , alih alih menyesal atau takut, veronica malah tampak menampar muka lelaki itu. yang tangan nya masih saya pegang saat itu percis di sebelah pipi veronica.

Kondisi kantin jadi semakin riuh saat itu , terlihat beberapa pedagang makanan dengan cepat mendatangi tempat kami dan mulai melerai ketegangan itu dengan menarik lelaki di depan veronica untuk menjauh. Dengan expresi datar nya veronica tampak meninggalkan kantin. Di barengi dengan semua mata yang tertuju kepada dirinya. Di lain sisi , itu adalah moment pertama kali saya bertatapan muka secara langsung dengan alice. Terlihat muka bingung alice saat itu, dengan terburu buru alice tampak pergi meninggalkan kantin juga saat itu. Ini kejadian nyata, jadi kalo lu senior gw saat itu yang merasa di siram esteh sambil di tampar cewe di kantin, lu pasti tau kita be 3 itu siapa. Wkwkwkw.

Semenjak hari itu beberapa kali saya melihat ke bersamaan vero dengan alice , mereka tampak akrab saya lihat, entah apa yang terjadi setelah itu terhadap mereka setelah kejadian tersebut. Ya sebener nya gw tau sih cerita nya setelan akhirnya mengenal mereka ber dua. Tapi ya kalo gw ceritain nga kelar² ni flashback.

Ok lanzut , samar samar saya merasakan sesuatu di selangkangan saya , dengan semakin kuat nya perasaan itu saya terbangun dari tidur ku. Terlihat kegelapan kamar ini masih memenuhi isi rungan ini.

“Shupp..shuppp..hook..slurpp” terdengar suara itu samar² terdengar dari arah bawah ku , bersamaan dengan sensasi basah & hisapan di batang penis saya.

Pandangan saya mulai fokus , saya mendapati veronica sedang asik mengemut batang penis saya di bawah selimut yang saat itu sudah berada di atas badan nya yang sedang tengkurap di atas paha ku.

“Ver” buka saya pelan yang masih mencoba mengumpulkan kesadaran ku saat itu.

Terlihat veronica berhenti dari aktifitas nya mengemut kontol ku saat itu.

“Pagi yank” sapa vero dengan senyum melihat ke arahku.

Saya hanya tersenyum membalas sapa vero saat itu.

“Ngapain lu pagi² di situ ?” Tanya saya mengucek mata sambil berusaha bangun untuk duduk dari rebahku saat itu.

“Kenapa? Enak ya bangun bangun?” Jawab vero sambil tertawa kecil menghampiri aku yang duduk bersandar di ujung kasur.

Saya hanya terdiam malu tak menjawab pertanyan vero saat itu. Terlihat vero me nyenderkan pipinya di dada ku sambil badan nya masuk ke rangkulan tangan ku.

Dengan jari nya vero tampak bermain di area puting saya , di putar jari nya memutar mengikuti bentuk puting saya saat itu. Sesekali jari jari kaki nya juga menyentuh lembut penis ku. Mendapat rangsangan seperti itu dari vero penis saya pun bergerak gerak sendiri di bawah sana.

“Ihh gerak²” buka vero sambil tertawa.

Vero terlihat mengangkat pipi nya dari atas puting kanan ku. Vero menatap , dengan tatapan penuh manja vero menatap ku lama. Tak tahan dengan manisnya tatapan vero saat itu kepada saya, kepala saya mulai bergerak mendekeat ke wajah vero dengan sendiri nya , seperti ada magnet yang menarik paksa bibir saya mencium bibir nya saat itu.

“Emmff” terdengar suara vero dari balik ciuman kami.

Sekitar beberapa menit adegan itu berlangsung , lidah saya mulai tanpak memaksa masuk ke dalam rongga mulut vero , di sambut nya lidah saya percis di belakang bibir veronica dengan lidah nya. Lidah kami bersentuhan , bergesekan , berdorongan ber ulang ulang.

Tangan saya mulai meremas payudara vero saat itu. Terdengar rintih vero mulai terdengar bersamaan juga dengan lepas nya ciuman nya.

“Uuhhhhhh..” desah vero.

Saya alihkan bibir saya ke puting payudaranya vero saat itu, saya jilat pelan puting nya atas bawah di iringi dengan respon tubuh vero yang menggeliat menahan geli. Saya mulai emut puting payudara kiri vero sambil tangan saya meremas dan memilin puting kanan vero. Desahan vero semakin menjadi.

“Aaahhhh…..uuuuuhhhh….aaaaachhh ! Desah vero dengan nafas nya yang memburu.

terasa tangan kanan vero mulai memegang penis ku di bawah nya, di belai nya dengan penuh kasih sayang sambil sesekali menggengam nya dan mengocok nya di iringi juga dengan semakin mengeras nya kontolku.

Beberapa menit kami habiskan dengan posisi itu sampai vero melepaskan emutan mulutku terhadap puting nya. Terlihat vero tersenyum menatapku. Ini anak ga tau kenapa senyam senyum mulu dah , mana senyum nya jadi manis banget lagi sumpah , pokonya beda deh dengan senyum² dia selama ini yang gw kenal , memory di otak gw juga nga bisa menemukan momen senyuman ini di otak gw saat itu.

Terlihat vero mulai bergerak menuju penisku , ku pegang tangan nya vero menoleh.

“Biar gw aja” jawab saya saat itu di iringi dengan muka bingung veronica.

Dengan wajah masih bingung , saya isyaratkan vero untuk berdiri sambil saya merebahkan lagi tubuh saya di kasur. Saya pegang kaki veronica yang tengah berdiri meng isyaratkan dia berdiri di atas wajahku. Di balik gelap nya kamar yang hanya di terangi lampu tidur 5 watt saya isyaratkan vero untuk berjongkok di atas wajahku. Sekarang di depan mataku tersajilah pemandangan vagina vero yang mulus dari bulu jembut di sana berhiaskan dengan sedikit lendir yang merembes keluar dari lobang vagina nya.

Saya mulai sentuh lobang vagina vero dengan ujung lidah saya saat itu. Sampai lendir nya menempel di ujung lidahku. Saya ulang aksi itu sampai saya menyapu vagina vero penuh dengan lidah saya. Dari bawah selangkangan nya saya melihat vero memejamkan matanya sambil mengemut sendiri bibir nya.

Saya mulai kencangkan tempo jilatan saya di vaginanya berbarengan dengan suara nya yang mendadak terdengar.

“Aaaaahhhhhhhhhh”

Terlihat vero menundukan kepala nya ke bawah menatapku sambil tangan nya meremas rambutku. Saya jilat secara konsisten vagina vero, terasa lendir vagina vero mulai banyak menempel di lidahku berbarengan dengan rasa sedikit asin manis yang saya rasakan di lidah saya saat itu , saya sedot vagina vero kuat dan menelan cairan vagina vero yang sudah tampak memenuhi mulutku begitu terasa kering saya mainkan lagi lidah saya di vagina dengan cepat. Aktifitas itu saya lakukan kurang lebih 10 menit. Sampai tegur vero menghentikanku.

“Udah yank, enak…geli banget…ga kuat” buka vero dengan mata sayunya menatapku.

Terlihat vero mulai bangun dari jongkok nya di wajahku. Vero tampak mundur ke arah kontol ku yang mengacung. Dia jongkok kan lagi badan nya tepat di atas kemaluan ku , dia pegang dengan tangan nya , di gesek kepala kontolku di vagina nya agar lendir nya membasahi kepala kontol ku , begitu dirasa cukup basah..

“Blesssss” hilanglah penis ku ke dalam vagina vero.

Terlihat vero memejamkan matanya sambil tertunduk merasakan penisku yang mulai masuk ke vagina nya. Dia diam sementara di atas ku sambil menunggu vagina nya terbiasa ter isi oleh kontol ku. Rasa pijatan vagina vero mulai terasa di kemaluanku. Di barengi dengan pantat vero yang mulai naik turun di atasku. Sesekali vero menggerakan pinggang nya maju mundur untuk merasakan sensasi lebih dari penis ku di dalam vagina nya.kocokan semakin kencang di iringi dengan suara paha kami ber adu.

“Plok…plok..plok..” terdengar suara saat vero menurunkan pantat nya menghantam paha ku. Desah vero semakin menjadi di barengi dengan semakin cepat nya kocokan itu.

“Aaaahhh..uuhhhhh…aaaahhh…oohhh..” desah vero.

Mendapat service sedemikian rupa dari vagina vero , kepala penis ku mulai gatal, mulai terasa saya akan segera mengeluarkan lava putih dari penis ku, tak mau pertarungan itu berakhir begitu cepat , saya hentinan kocokan vero , saya angkat tubuh nya sampai kontol ku terlepas. Saya balik kan tubuh vero , masih dengan posisi duduk, Dengan kaki terlipat saya mulai dekati badan saya ke vero , saya tempelkan dada saya ke punggung vero , saya taruh dagu saya di pundak vero , saya cium pundak nya , saya cium wangi pundak nya pagi itu, pundaknya pagi itu mulai di basahi keringat walau AC masih menyala.

Saya mulai mengarahkan penis saya untuk masuk menyodok vagina nya dari belakang. Saya kocok penis saya menyodok vagina vero. Vero tampak mengelinjang hebat di dalam pelukan saya yang saat itu tangan saya memeluk nya dari belakang. Dia mulai angkat tangan nya melingkar merangkul leherku , di tarik nya kepalaku mendekat ke bibir nya , di cium dengan buas bibir ku sambil mempertahankan tempo sodokan ku dari belakang. Nikmat yang teramat sangat saya rasakan di posisi itu , terasa jepitan belahan pantat vero menemani sensasi masuk nya penis ku di vagina nya.

Saya lepaskan ciuman bibir vero , masih dengan tangan vero yang merangkul leher ku , ku benamkan hidungku di ketiak vero. Ku cium aroma tubuh nya dalam dalam. Di iringi dengan semakin cepat nya sodokan ku terhadap veronica , menit demi menit berlalu di posisi itu , saya cabut penis saya , saya tiduri veronica telentang dan mulai saya masukan lagi penis saya.

dengan tenpo yang langsung cepat , saya rebahkan badan saya menindih tubuh veronica , saya buka ke 2 tangan nya ke atas , saya cumbu ketiaknya bergantian sampai rasanya saya tidak dapat menahan peju saya untuk keluar saat itu , saya cabut penis saya dari vagina vero , saya kocok dan muntahkan peju saya di atas perut vero pagi itu.

Dengan nafas masih memburu saya rebahkan badan saya ke belakang. (Aaaghhhh morning sex itu emang nga ada 2 nya , buat suhu² yang udh pernah , bener nga kata saya ? Wkwkwkw eh ada lagi sih yang enak nya sama , ngewe abis berantem..ga kalah mantep nya , tapi tetep morning sex number 1 menurut gw sih) Terlihat vero mulai bagun dari tidur nya , sambil mencolek sperma ku di atas perut nya , vero tampak sesekali mengemut jari nya di mulut nya sehabis mencolek genangan peju yang ada di perut nya. Terlihat senyum vero memenuhi mukanya saat itu.

“Kok di keluarin di luar yank ?” Buka vero sambil menatap ku tersenyum , memecah lamunan ku yang menatap wajah nya.

“Heh…iya, kalo di dalem ntar jadi gimana?” Jawab saya sambil tertawa.

” ya bagus dong, jadi lu bisa nikahin gw dan ga nakal² lagi ” jawab vero tersenyum sambil menatap perutnya mengelap peju di perut nya dengan selimut.

” yee…omongan itu doa, ntar jadi beneran bingung lu” balas saya lagi.

“Ya tuhan , semoga yang semalem beneran jadi” jawab vero sambil meletakan ke 2 tangan nya di dada terpejam dan tersenyum.

“Apaan sih…bego” jawab saya sambil melempar bantal ke arah vero, di iringi dengan tawa kita ber 2.

” dah yuk mandi , siap siap brangkat , gw ada meeting pagi nih sama bela” ajak saya sambil bagun dari kasur.

“Yankk…….gendonggg” rengek vero di kasur.

“Yaudah sini” jawab saya, sambil menggendong vero di punggung ku, kami tertawa berjalan menuju kamar mandi.

kami mandi ber 2 saat itu , di kamar mandi melihat ke mulusan tubuh vero penis saya bangun lagi , kami main se ronde lagi di dalam kamar mandri

Cerita ber alih ke kantor , dimana saat itu saya sedang meeting dengan bella , divisi business expansion , marketing & sales. Membahas tentang akusisi sebuah perushaan start-up yang sedang naik daun , tentu langkah ini adalah langkah yang wajar bagi sebuah perusahaan besar untuk menambah ke untungan & investasi di masa depan. Terlihat beberapa orang perwakil dari berbagai divisi menyampaikan pendapat plus minus nya mengenai langkah yang akan kami ambil. Terlihat pintu ruang meeting terbuka di barengi dengan masuk nya pak alex komisaris utama pemilik group ini , di samping nya terlihat martin anak pertama pak alex juga memasuki ruangan.

Martin adalah kaka nya bela , jadi bela memiliki 2 saudara , 1 laki laki bernama martin anak tertua , dan crstal perempuan anak bontot di dinasti keluarga alex , kalo suhu suhu ingat gadis yang menyapa saya di rumah bela sambil makan roti. Ya itulah crstal.

Terlihat semua orang di ruangan berdiri kecuali bela, dengan meng gerakan tangan nya meng intruksikan untuk semua orang duduk kembali. Terlihat pak alex menghampiri bela , mencium pipi nya di ikuti dengan martin juga yang tampak memeluk bela yang saat itu masih duduk di kursi nya. Dengan duduk di kursi kosong sebelah bela pak alex dan martin pun ikut di meeting itu. Sesekali martin melemparkan pertanyaan pertanyaan kepada kami yang sedang menyusun rencana akusisi tersebut. Terlihat pak alex dan bela hanya sibuk mengamati dengan sesekali menganguk. Putusan pun final , kami akan segera melakukan langkah kami.

“Oke jadi tim expansion yang akan ambil alih sementara untuk langkah ini kan?” terdengar martin bertanya.

Bela tampak menyentuh tangan martin dengan tangan nya , memberi isyarat kalau dia mau bicara.

“Langkah awal ini akan di serahkan ke tim yang baru gw buat koh” buka bela sambil menatap martin.

“Frans..sambil saya mempersiapkan menyempurnakan tim ini , kamu take handle sementara” buka bela.

Bak mendapat serangan petir saya terkaget…

“Siap bu” hanya itu yang bisa saya jawab saat itu.

“Koh boleh gw pinjem pak handoko dari kantor lu buat lead tim ini ? Gw juga ada beberapa orang buat gw masukin tim ini nantinya” Tanya bela kepada martin.

“Hmmm, oke , but are you sure ?” Tanya martin meyakinkan

Terlihat bela hanya tersenyum memandang ke depan sambil menganguk. Terdengar pak alex mulai bersuara.

“Oke good , bel , coba tolong kamu masukan crstal ke tim ini juga , saya mau dia mulai belajar sambil mempersiapkan s2 nya nanti di london.”buka pak alex sambil berdiri.

“Oke pih” jawab bela saat itu.

Apah ? Tu bocah udah mau s2 ? Gw pikir baru lulus sma soalnya mukanya imut bgt pikir saya dalam hati.

Meeting pun bubar, kami kembali ke meja masing² , jam makan siang tiba saya turun makan dengan veronica. Sampai suatu sore saya turun se orang diri untuk merokok , tampak hanya ada beberapa orang di smoking area ini , di ke sendirian ku , ku mulai membakar rokok ku , karna tak ada yang menemani, saya ambil hp saya saat itu , saya melihat icon galery berada di bagian atas menu smartphone ku. Ku klik icon itu , ku dapati foto² kebersamaan diriku dengan alice saat itu dan foto foto selfie dia yang membuat gairah nafsu saya memuncak , seketika hati ini merasa campur aduk , antara rindu , sakit , marah , sange melihat foto foto itu.


foto selfie alice saat nanya bagus nga , mau beli CD baru di mall.

di bawah ini foto selfie alice yang kangen katanya saat aku meeting sampai larut malam

ini juga

Saya cek kembali icon wa saya , terlihat chat dari alice yang saya abaikan , ada 52 pesan belum terbaca dari alice semalam , saya lihat icon panggilan tak terjawab , terlihat 15x alice menelfon dari semalam sampai paling baru siang td saat jam makan siang. Saya mulai teguhkan hati saya membuka pesan watsapp dari alice saat itu , isi nya hanya tentang permintaan maaf atas ke jadian semalam dan menjelaskan apa yang sudah saya dengar semalam dia mencoba meyakinkan ku lagi. saya baca semua pesan dari jam 2 pagi Sampai chat jam 6 pagi ini, isinya mulai berubah.

“Pagi bebi..aku nga tau kamu dimana saat ini, aku telfon ke rumah kamu , kata mbok sum kamu nga pulang semalam, semoga kamu baik² saja, jangan lupa sarapan sebelum berangkat kantor ya” isi pesan alice dengan emoticon hati di akhir pesan itu.

Saya baca lagi chat alice yang lain terlihat alice meng infokan dia sudah sampai kantor, begitu juga dengan chat² dia setelah nya. Sampai perhatian saya tertuju ke chat alice paling akhir.

“Sayang, tadi aku tanya vero mengenai kamu, apa benar kamu semalam tidur di apartemen vero?” Isi chat alice di akhiri dengan emoticon sedih di akhir pesan itu.

Terlihat tidak ada lagi pesan setelah itu. Melihat pesan itu aneh nya perasaan saya biasa saja , reaksi nya pasti akan berbeda 180 derajat jika tidak ada masalah ini, dapat di pastikan pasti akan langsung saya damprat veronica, dan memohon mohon agar alice tak percaya.

Seminggu sudah ku lewati dari hari sialan itu , telfon masih terus berdatangan daari alice tapi aneh nya sudah tidak ada lagi chat whatsapp dari nya setelah pesan pertanyaan apa benar saya menginap di apart vero saat itu. Terlihat beberapa kali alice menelfon ku di saat kebersamaan ku dengn vero. Vero selalu terlihat tersenyum bahagia saat telfon alice mati karna tak ku angkat. Walau saat itu hubungan ku dengan vero semakin dekat , tapi saya tidak mengangap vero apa² selain hanya sebatas teman saja. Level nya masih sama seperti sebelum kejadian robi alice, hanya berbeda sedikit lah sekarang, sekarang setiap saya jalan dengan vero saya sudah bisa mulai menikmati nya , tidak seperti dulu yang rasanya itu lebih ke beban.

Beberapa kali vero meyakinkan ku kalau kita sudah berpacaran secara resmi , berbekal kata² i love you to sialan yang saya ucapkan saat itu. Saya selalu mengelak jika vero sudah mulai membahas nya dan meminta vero mengerti. Sejauh ini vero sih tidak keberatan toh dia sebenr nya pasti tau saya sedang menjauh dari alice, cuma memang dia tidak pernah menanyakan secara langsung kepadaku ada masalah apa.

Hari itu kalau tidak salah hari jumat , entah kenapa yang awal nya saya merasa biasa aja, plus ada sedikit rasa puas di hati ketika mengetahui alice tau kalo saya sedang dekat dengan veronica akhir² ini. Perasaan bersalah terhadap alice mulai memenuhi hati ku. Ingin rasanya aku membalas chat alice saat itu, cuma apa daya rasa genggsi yang sudah membutakan ku mengurungkan niatan ku. Saat itu saya ter ingat , saya memiliki akun cadangan di IG untuk memfollow tempat² pijat , hotel , para BOan & agen² penyalur lendir. Saya masuk ke akun itu dengan harapan bisa melihat isi instastory dari alice tanpa di sadari nya saya melihat instastory nya. Profile alice memang tidak terkunci jd saya bisa lansgung masuk melihat instastory nya. Terlihat hanya ada 2 updatean saat itu , isi slide pertama hanya berupa kata² motivasi diri untuk bisa selalu tersenyum , dan slide ke 2 terlihat cover blank hitam dengan emoticon hati retak ber ada di tengah nya. Walau sedih hati ini membaca isi kata motivasi di slide awal itu yang kalo nga salah pokonya arti nya , “jangan biarkan senyum mu pudar dari wajahmu , itu hanya akan membuat orang² makin senang melihatmu” kalo nga salah sih itu ya isi dan arti nya kurang lebih lah. Saya jadi membayangkan posisi alice saat itu. Dalam hati terdengar mulai perdebatan oleh suara hati ku.

“Kepedean lu monyet , itu bukan buat maslaah lu sama dia kali..pasti ya dia sekarang lagi seneng² ga ada lu karna bebas bukti nya dia udh nga pernah chat lu lagi”

“Hei frans , ingatlah bagaimana pengorbanan alice dulu memperioritaskan dirimu di banding diri nya”

Terdengar suara hati mulai bersautan. Entah setan apa yang membisiki saya saat itu memerintahkan jari tangan saya mengetik nama Robi di kolom pencarian , saya menemukan IG robi sama tak tergembok , robi ini tipe cowo cowo banci kamera jadi dia seneng banget mem posting diri nya, terlihat followers nya juga ber K K. Semacan selebram rintisan lah. Terlihat IG nya memiliki instastory saat itu. Saya buka, alangkah kaget dan mendidih nya darah saya melihat ig story dia , tampak gambar boomerang tiket nonton goyang goyang saat itu dengan dia men-tag IG alice saat itu. Melihat pemandangan itu saya jadi kebakaran jenggot , saya cek biskop , filem dan waktu yang sama dengan tiket di IG story Robi , terlihat masih ada bangku di row yang sama dengan tiket itu , saya order segera tiket itu di aplikasi , saya pilih kursi yang paling berdekatan dengan kursi mereka.

Saya mendapatkan tiket sama row dengan mereka , tapi sialnya ada 2 kursi sebelah yang memisahkan antara kursi saya dan kursi mereka yang tidak bisa saya pesan karna sudah di pesan orang lain, dengan emosi meletup letup saya samper veronica ke meja nya.

“Ver nanti malem sebelum pulang kita nonton dulu ya?” Ajak saya

“Hah, nonton ? Asssiikkkk pacarannn” jawab vero dengan senangnya.

“Cieeeeeee” terdengar Nana & farid yang duduk berdekatan dengan meja vero menggoda.

“Jadi udah official nih ver ? Traktir bisa kali” cletuk farid.

“Tenang , besok gw traktir , malem ini gw pacaran dulu ya nga yank ?” jawab vero bangga.

Saya hanya terdiam menatap vero. Akhirnya malam pun tiba saya memacu kendaraan saya ke sebuah mall di kota ini ke heningan dalam mobil terpecah bersamaan dengan vero membuka obrolan.

“Tumben yank , kamu yang ajak nonton , biasa susah banget di minta , mana nontonnya filem lama lagi , bukan nya itu udah mau 2 mingguan ya di puter di bioskop ?” Buka vero

“Iya , lagi pengen aja nonton ga tau kenapa td iseng aja gw beli” jawab saya sambil menyetir.

“Ah aku tau , pasti kamu nyari tempat sepi kannnnnn??? Hayoo ngaku , kenapa bosen ya yank main di apart ?” Balas vero senang dengan nada menggoda.

Saya hanya tersenyum saat itu. dengan jam yang hampir menunjukan jam masuk ke studio, 3 menit terlewat saat itu.

“Yank , beli popcorn dlu” pinta vero sambil menunjuk gerai cafetaria di bioskop itu.

Sambil memperhatikan ke adaan bioskop , saya tidak melihat keberadaan alice & robi.

“Nanti aja ver , cape ah mau duduk , nanti gw beliin kalo dah nga cape” jawab saya.

Sebenernya itu hanya alibi saya saja , tujuan utama saya adalah masuk studio di saat lampu masih terang , berharap alice sudah berada di dalam bioskop dan duduk di kursi nya , jadi dia bisa dengan jelas melihat saya datang. Dengan hati penuh harap saya masuk ke dalam studio , di depan pintu studio saya mulai menggandeng tangan vero. Vero terlihat terkejut dengan aksi saya saat itu. Dengan muka penuh senyum vero berjalan di sebelah ku , kami masuk studio, nafas saya terasa makin sesak saat mulai melewati lorong studio tersebut yang sebentar lagi memperlihatkan bagian tempat duduk di bioskop itu , “Drenggg” benar saja , terlihat alice duduk di sebelah robi, dengan memakan popcorn di tangan nya.

Wajah alice terlihat datar saat itu sambil makan dia melihat ke layar bioskop yang menyajikan iklan iklan sebelum filem di mulai. Beda dengan alice , tampak wajah robi penuh dengan senyum kemenangan.

Wait a sec , orang di sebelah robi terasa tak asing, terlihat beberapa teman kantor alice juga berada di sana , kalo saya hitung ada 4 jadi ya sebenrnya mereka ber 6 nonton di bioskop ini. Memang dasar tengik dalam hati saya ber ucap saat itu , ternyata robi hanya halu nonton be 2 dengan alice , padahal nonton nya itu rame rame , tapi yang di tag hanya alice.

Terlihat alice mulai menyadari kedatangan ku , mata kami saling bertatapan , terlihat kunyahan alice berhenti , duduk nya yang menyandar mendadak tegak, terlihat alice melihat ke arah robi di sebelah nya dan menatap diriku lagi, ku alihkan pandangan muka ku ke tangga bioskop itu , terlihat vero juga kaget melihat alice ada di sana , masih dengan menggandeng tangan ku vero melambai heran ke alice, tangan vero terasa lebih kuat memegang tangan ku , dengan tertunduk saya bisa melihat senyum penuh kepuasan di wajah veronica.

Kami duduk ternyata bersebelahan dengan alice saat itu , ternyata 2 kursi yang memisahkan kami juga menjadi kursi yang di pesan robi , dan tampak nya mereka tidak duduk di nomor kursi yang di update robi tadi. vero lah yang duduk di sebelah alice.

“Hei beb ? Apa kabar ?” Sapa vero ke alice sambil mencium pipi kiri kanan nya.

Terlihat di muka alice masih shock bisa bertemu dengan saya dan vero saat itu. Tak bersuara vero kembali membuka obrolan.

“Sama siapa beb ? Cowo lu ?” Tanya vero sambil melihat robi di sebelah nya alice.

Terlihat Robi tersenyum salting menatap vero tanpa berani menatap ku di sebelah vero.

“Eeee..bukan , ini gw sama temen² kantor rame² kok kita ini sebaris temen ge semua” jawab alice ke vero dengan panik sambil sesekali melihat diriku. Walau saya nga menengok ke samping , hanya melirik tipis , tapi saya bisa lihat alice begitu.

“Ooooooo” balas vero.

“Frans” buka alice sambil menatapku.

Aku tak menghiraukan sapa alice saat itu , pandangan ku tetap ter tuju ke layar bioskop. Filem pun di maulai , kami menonton beberapa menit. Emang dasar vero , sepertinya dia juga merasa ini waktu yang tepat untuk memprovokasi alice , dia angkat pembatas kursi biskop itu , dengan kaki terangkat vero merebahkan kepalanya ke dada ku sambil mengangkat tangan ku agar merangkul nya.

“Dingin” buka vero.

Ah sa ae lu ver , bilang aje mau manas manas in alice , orang di apart juga ac udah kaya udara antartika pules aje tidur tlanjang nga slimutan. Dalam hati ku ber ucap.

Melihat tingkah vero sesekali saya melihat alice , terlihat alice juga memperhatikan gerak gerik vero. Sesekali alice terlihat tertunduk , terus menatap lagi layar bioskop. Sampai terlihat di tengah filem alice tampak berdiri keluar dari kursi , terdengar suara lirih alice melewati kami

“PERMISI” buka alice sambil tertunduk tak melihat kami.

Saya berpikir alice mungkin pergi ke toilet. Kurang lebih 10 menit tak terlihat alice masuk kembali ke dalam studio. Dengan perasaan campur aduk antara , puas + marah + khawatir saya memutuskan keluar studio juga , saya bilang ke vero kalo saya mau beli popcorn , vero tak langsung percaya , vero menebak saya ingin menemui alice , merasa khawatir vero tak mengizinkan atau memaksa ikut. Saya yakinkan vero saat itu.

“Udah gw sendiri aja , orang beli popcorn doang , katanya td mau makan popcorn” buka saya

“Nga ah, aku ikut, ntar kamu ketemu alice lagi di luar.”terdengar suara vero BT

“Sebentar aja” jawab ku kepada vero sambil mencium rambut nya

Terlihat vero kaget dan senyum senyum memandangku. Akhirnya saya bisa keluar, begitu saya keluar , saya di kagetkan dengan alice yang sedang duduk menangis di depan kursi studio kita saat itu , terlihat alice menatapku sambil menyeka airmata di wajah nya. Ku tinggalkan alice menuju cafetaria , membeli popcorn dan kembali terlihat alice sudah berdiri di depan pintu studio.

“Frans” buka alice tertunduk di depanku

Saya tidak menghiraukan alice saya berusaha mencari jalan lain untuk masuk melewati alice , tapi alice terus menutupi langkahku.

“Kamu masih marah ya sama aku Masalah tempo hari di apartemen ?” Buka alice lagi sambil menatapku dengan air mata di mata dan pipinya.

“Apaan sih lice , tolong misi , gw mau lewat” jawab saya

“Jawab aku dulu frans” tanya alice lagi sambil menahan tangis nya.

“Marah?? Ngapain marah ?? Kita nga ada hubungan apa² kan? Hanya temen , ngapain ge marah masalah itu” jawab saya berusaha menekan emosi saya di dalam hati.

Terlihat alice terjongkok di depanku sambil menangis , tangan nya menutup mulut nya, sontak kita langsung menjadi pusat perhatian di bioskop itu, karena malu juga , saya tinggal alice masuk ke studio. Setelah kejadian itu alice tak terlihat masuk studio kembali , saat filem selesai saya juga tidak mendapati alice di area bioskop , hanya teman teman nya saja dan robi. Kami pulang ke apartemen vero saat itu.

Seminggu berlalu lagi dari hari itu kalau tidak salah , saat itu saya di kantor seperti biasa , masih mempersiapkan project saya yang di beri oleh bela saat itu. Dengan maksut menunjukan flow akusisi yang saya siapkan untuk di koreksi oleh bela , saya pergi ke ruangan bela saat itu. Terlihat bela sedang memijit mijit pundak nya dengan tangan
nya sendiri , sampai konsentrasinnya terpecah saat saya datang.

“Siang bu , mau nunjukin materi nih ke ibu, sekalian minta approval” buka saya sambil masuk ke ruangan bela.

“Eh frans , gimana ? Sini.” Jawab bela

Terlihat bela memandang tablet yang saya bawa , dengan seksama kami berdiskusi dengan serius tentang file itu sampai semuanya jelas.

“Kenapa bu?” Tanya saya melihat bela masih memijit mijit pundak nya.

“Iya nih pegel banget saya rasanya , cuma mau spa males, kamu tau sendiri jadwal saya lagi padat bgt” jawab bela sambil menyender di kursi nya terpejam.

Seketika ke heningan terpecah dengan cletuk bela.

“Frans, coba kamu pijit pundak saya” pinta bela sambil memutar kursinya yang kini memblakangi saya.

Saya pijat pundak bela seadanya, berbekal pengalaman pijet di spa ena ena saat dulu jaman jaman baru lulus s1 dan masih kuliah saya mulai pijit dengan serius pundak bela. 5 menit berlangsung kurang lebih sampai pijitan saya terhenti.

“Frans, nanti malem abis selesai meeting kamu yang supirin saya pulang ke rumah ya, lanjutin pijitin saya di rumah” buka bela tanpa menatap saya.

Heeeeeeeeee dalam hati saya ber ucap..

BERSAMBUNG

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part