. Bercinta Dengan Instruktur Senam Part 15 | Kisah Malam

Bercinta Dengan Instruktur Senam Part 15

0
292

Bercinta Dengan Instruktur Senam Part 15

Cinta dan Nafsu

POV AYU

“……” Melihat Lia masuk aku langsung mengambil handuk yang tergantung di dekat lemari dan melilitkan di pinggangku.

Aku kaget banget ayu melihat kita kayak gini, ihhh, malu aku.

“Ini anak, ketok pintu kek dulu” pikirku dalam hati

“Hihihihi.. hayo ngapaen itu?” Lia ketawa cekikikan

Dia gak ada kaget kagetnya.

Andi ku lihat dengan cepat memakai kolornya.

“Ehh.. dekk.. kok baru pulang, eh udah pulang ya?” tanya ku gugup. Salah tingkah aku jadinya gini.

“Iyalah mbak, udah jam segini ya pulang. Udah mbak lanjut aja, kasian tu nanggung, haha” kata lia ketawa

Lia lalu keluar kamar.

“Duhhhh enaknya kalau punya suami, hahaha” Teriak lia sambil jalan ke kamarnya

Ku lihat andi yang melongo. Aku senyum aja dan kucium pipinya.

“Uhhh dasar lia, perusak suasana” kata andi kesel

“Hihi, ntar kita banyak waktu syank” kata ku

“Aku ke dapur dulu ya, nyiapin makan malem, lia pasti juga udah laper tu?” kata ku ke andi

“Iya yank” jawab andi

Ku lihat lia masih tidur tiduran maen HP, dia masih memakai baju kantornya. Mau nyapa dia tapi masih malu, ihhh. Aku masak aja dulu ahh. Ku lihat di dapur ada banyak bahan masakan.

“Wah tinggal di olah aj nih” pikir ku

Setengah jam aku di dapur, lalu tiba – tiba aku di kagetkan dengan pelukan di belakang ku. Ini aroma parfum nya Lia.

“Mbak syank…. hihi” kata dia

“Apa dek?”

“Kok gak lanjut aja?” tanya nya manja

“Ihhh udah ahh, kamu jangan bahas lagi, sini deh bantuin mbak masak” kata ku

“Malesss ahh, aku kan mau bantu yang lain aja” sambil dia mengambil ayam yang udah aku goreng

“Maksudnya?” tanya ku bingung

“Mau bantu mbak puasin bli andi syank, hahahaha” dia ketawa

“Huhhh, apa sih kamu” duh lia kok ngomong gitu, ahh paling dia cuma becanda

“Ya mbak ya, ya ya ya” rengek dia

“Ihh apa sih dek, makanya kamu cari pacar sana” jawab ku

“Serius mbak, mbak besok udah balik, gak tau kapan bisa pulang lagi. hiks” kata lia

“…..” iya ya, besok aku udah pisah sama Lia, jadi sedih

“Aku masih kangen sama mbak, hukss hukss” sambil lia mengucek matanya

Ku matikan kompor dan ku peluk dia.

“Sini sini.. Jangan sedih ya, mbak pasti akan jenguk kamu lagi, mbak juga sedih banget pergi. Tapi sekarang kan udah beda, nanti kita harus tetap komunikasi. Mbak janji pas mbak nikah nanti kamu tak ajak ke Bali” hibur ku

“Serius mbak?”.. tanya lia

“Iya sayang, masak mbak bo’ong”

“Kalau aku pengen maen ke Kupang juga boleh ya” tanya dia

“Ya boleh lah”

“Hihi, asiikk” lia memeluk ku erat

“Mbak…….” kata lia

“Iyaa, kenapa?” Tanya ku

“Mmm.. boleh ya aku liat mbak sama bli andi lagi ena ena, hehe” pertanyaan lia membuatku kaget, ku pikir dia daritadi becanda

“Ihhh kamu ini, malu lah mbak” sambil ku lepas pelukannya

“Mohon mbak, ini permintaanku sebelum mbak pergi lo, tega amat, huks” jawab lia kesel

“Emang kenapa sih kamu pengen banget liat?” Tanya ku penasaran

“Hehe, penasaran aja” jawab lia tersenyum

“Mmmmmm.. “ pusing kepalaku mikirin ini.

Gimana coba lagi ngeseks diliatin orang, emang aku artis porno. Tapi lia benar benar memohon pada ku, dan dia serius pengen. Emang udah stres kali ini anak, pikirku.

Akhirnya ku putuskan

“Ya deh, tapi kali ini aja ya” aku memutuskan untuk menuruti keinginannya

“Tapi mbak gak jamin andi mau lo dek” lanjut ku

“Horeeeeeeee. Alah, bli andi pasti mau, hihi” lia kegirangan

“Ntar malam ya mbak” lanjut dia, sambil keluar dapur

“Ehhh katanya mau bantuin mbak masak?!” Teriak ku

“Males mbak, nanti aku bantu malah jadi gak enak, haha” jawab dia

“Dasar kamu ya” teriak ku

Duhh apa keputusan ku benar ya, aku gak bisa ngebayangin gmn ntar.

Ahh bodo, aku nyiapain makanan dlu.

….

“Yank bangunin tasya ajak maem” kata ku ke andi, yg lagi sibuk sama laptopnya di kamar

“Iya yank, udah mateng ya, hehe” jawabnya

“Dek yok makan” aku panggil lia

“Iya mbak, masih pake obat mukak” ku lihat dia lagi asik di depan cermin nya

“Bapak ibu belum pulang ya yank?” Tanya andi

“Iya nie, tapi emang acara gitu biasanya lama, kan disana ada acara makan makan juga, kita duluan aj yank” jawab ku

“O gt. Hmmmm aroma nya enak banget, istri idaman deh, hihi. Mana peyek nya yank? Haha” kata andi

“Haha, nanti ya, aku bikinin kamu 1 karung”

Asik kita ngbrol lalu datang Lia.

“Makan yg banyak biar kuat, hahaha” ledek dia

“Uhhukk” aku kaget denger ucapannya dia

“Mbak jadi kan ntar?” Lia mengedipkan matanya ke aku

“Apa sih dek” jwab ku

“Jadi apaan sih?” Tanya andi

“Mbak ayu mau ngasih kejutan katanya bli, haha” jawab lia

“Ngak yank, gak ada apa apa. Ihh kamu nie!!”jawab ku sambil ku cubit paha nya lia

“Gimana tadi di kantor dek?” Tanya andi ke Lia

“Capek bli, padahal kerjaanku duduk aja, tapi kok bisa capek banget” kata lia

“Terkadang kerja otak itu bisa lebih capek dari otot. Aku juga kalau pulang kantor tu rasanya pengen tidur aja” tambah andi

“Emang gaji ku kira kira berapa ya nanti bli?” Tanya lia

“Ya cukuplah lah untuk kehidupan kamu sehari hari, plus bisa nabung juga pasti nanti. Makanya kamu kerja yang rajin, tulus, dan lalukan yang terbaik, pasti rejeki bakal lancar” kata andi

“Andi kalau udah nasehatin orang paling pinter deh haha” pikir ku

….

Jam sudah menunjukan pukul 9, Bapak dan ibu juga baru pulang.

“Lama amat acaranya pak?” Tanya ku

“Iya tu, pak haji ngomong ny buanyak banget” kata bapak

“Tasya mana nduk?” Tanya ibu

“Lagi maen sama andi bu”

“Wah kalian besok udah harus balik ya, ibu kesepian lagi deh” kata ibu

“Iya bu, nanti aku pasti balik lagi. Nanti pas aku nikah, bapak ibu sama Lia ikut ke Bali ya” kata ku

“Hehe, iya iya, emang kapan kamu nikah? Jangan lama lama lo.”

Kata bapak

“Anak gadis nunggu di lamar pak, haha” kata ku ketawa

“Mudah mudahan dalam waktu dekat pak, andi mau nyari waktu yang pas, hari baik, sama kita mau nyiapin modal dulu. Doain ya pak, bu” kata ku

“Iya sayang, bapak sama ibu selalu berdoa buat kamu dan adek mu. Semoga kalian bahagia terus. Lupakan masa lalu, jadikan pelajaran ya” kata ibu. Aku merebahkan kepalaku di pelukan ibu ku.

“Oo ya, ntar tasya tidur sama kita aja ya. Besok mau di tinggal, ibu kan pengen sama cucu ibu” kata ibu

“Iya bu, nanti ceritain aj dia dongeng, haha” jawab ku

Udah jam 10 tasya ku bawa ke kamar ibu, dan mereka becanda becanda disana. Aku balik ke kamar.

“Udah ngantuk yank?” Tanya ku ke andi

“Dikit yank, mau beres barang malas, hehe.” Kata dia rebahan

“Ihh pasti kamu nyuruh aku beresin kopernya, dasar. Oo ya, besok pesawat ny jam berapa yank?” Tanya ku

“Jam 6 sore yank, kita naik garuda.”

“Y besok aja beresin kalau gitu” kata ku

“Sini yank” ajak andi ke tempat tidur

Andi merentangkan tangannya, kepala ku ku rebahkan di lengannya, lalu ku peluk dia dari samping. Duh senengnya, hihi.

“Yank nanti langsung pindah ke rumah aku ya?” Kata andi sambil mengelus elus lenganku.

“Tapi kontrak an ku itu masih sisa 6 bulan yank” kata ku. Karena aku ngontraknya tahunan, jadi syang juga.

“Alah, biarin aja. Rumahku lebih bagus, cuma berantakan, makanya kamu harus cepat pindah, haha” kata andi

“Oo jadi kamu mau suruh aku beresin rumah yank, huu, jahat” kata ku

“Haha, tau aja kamu. Sebenernya aku pengen tidur di temenin sama kamu terus, bangun pagi di samping ku ada kamu. Walaupun kamu ngorok aku bakal tahan. Hahaha” ketawa nya

“Kamu nie, sebentar romantis sebentar ngeledekin aku terus”

“Emang kalau aku temenin tidur, kamu mau ngapaen?” Goda ku

“Bisa meluk kamu kayak gini” andi tiba tiba menaikkan lengannya, jadinya kepalaku ikut ke angkat dan muka ku pas di depan muka nya.

Lalu aku naik ke atas nya andi, ku duduk di atas kontolnya yang masih terhalang celana.

Ku tundukan badan ku dan mencium nya. Andi menekan sedikit kepalaku, dia pengen ciuman yg lebih dalam sepertinya. Ku buka mulutku sambil mencari lidahnya.

“Ceepp cepp” suara bibir kita yang udah penuh dengan air liur kemana mana.

Tangan andi mulai meraba raba pinggangku. Tangannya masuk ke dalam tank top ku, dan mengelus elus mulai dari pinggang, punggung, dan naik ke kaitan BH ku. Nafsu ku tambah naik dibuatnya.

Satu tangan dia bisa melepas kaitannya. Lalu dia mengangkat tanktop ku ke atas, sekaligus dengan BH ku, dia gulung agar tidak turun lagi.

Maka bebas lah dada ku bergelantungan. Kami masih ciuman, dan tambah liar. Aku menghigit bibir bawah andi saat dia mulai menyentuh putingku dengan jari telunjuknya.

“Hemppppp, hemppp” desahku tertahan mulutnya

Semakin andi memainkan puting ku, nafsu ku tambah naik, ku gesek gesekan selangkangan ku mencari tonjolan keras itu.

Lalu ku tarik baju andi ke atas. Ku lepas ciuman ku.

“Ayaankk bukaa” bisik ku

Andi agak menegakkan badannya, lalu aku menarik bajunya melewati lehernya, dan ku buang di sebelah.

Dengan liar ku cium lagi mulutnya, andi kembali menjatuhkan badanya. Sekarang aku yang ambil alih, ku tempelkan dadaku di dadanya andi, aku udah seperti ular yang menggesek gesekan tubuhku ku di atas tubuhnya dia.

“Ouhhh syank, aku udah gak tahan lagi pengen kamu genjot” pikir ku. Kurasakan memek ku udah banjir.

Ku lepas ciuman ku dan ku hisap puting dada nya andi.

“Ahhhh syank” desah andi sambil tangannya menekan kepalaku

Lagi enak enaknya aku nyusu, hp ku bunyi beberapa kali. Ku tau itu notif WA, biarin aja deh.

Selang beberapa saat ada telpon masuk. Andi mengambil hp ku

“Lia yank” kata dia

“Ehh, ngapaen dia nelpon” pas aku angkat dia menutupnya.

Lalu ku cek WA, dia ada chat aku 20 kali.

“Mbak jadi kan?”

“Mbaaaakk”

“Mbak sini cepet”

….

“Kalau gak kesini, aku mau pergi dari rumah”

Wahhh lupa aku sama janji ku tadi.

“Iya tunggu, mbak kesana sekarang” ku balas

“Sayang maaf ya, aku ke kamar Lia bentar, bentar aja, nanti lanjut lagi, hehe” ku cium pipinya

Andi hanya diam, kayaknya kesel juga dia.

Aku merapikan bajuku dan sedikit menyisit rambut. Lalu aku ke kamar Lia.

“Ihhh mbak lupa ya, atau mbak mau ingkar janji” kata Lia yang lagi duduk di kasurny

“Iya maaf, mbak lupa. Beneran serius kamu sama omongan tadi dek?” Tanya ku

“Nggak mbak, gak jadi. Mbak emang selalu buat aku kecewa, aku pergi aja” lia bangun dan mau ganti baju

Aku lari dan ku peluk dia.

“Ihh adek nya mbak, gt aja ngambek, hihi” ku becandain dia

“Abisnya mbak sih”

“Iya iya, tapi kamu jangan nyuruh kita aneh aneh ya” tanya ku

“Iya mbak, aku kan pengen liat ajah” jawab nya senyum

“Mbak WA andi dulu” aku ngetik d Hape

“Wah hp nya mbak baru ya?” Tanya lia

“Hehe, hadiah dari suami” kata ku

“Yank kamu ke kamar nya Lia ya, ku tunggu disini” chat ku

“Ngapaen yank, cepetan balik sini” balas andi

“Plisss yank, bentar aja” balas ku lagi

“Iyaaa”

POV ANDI

“Lia emang bener bener, udah 2 kali gw kentang gara gara dia. Sekarang ngapaen lagi” kesel gw dalam hati.

Gw keluar kamar dan masuk ke kamar nya Lia. Gw lihat ayu dan lia lagi duduk di atas tempat tidur.

“Sini yank” ajak ayu

Lia hanya senyum senyum penuh makna

“Kenapa yank?” Tanya gw

“Sini duduk bareng kita”

Gw duduk di pinggir di sebelah ayu

Lalu ayu tiba tiba memeluk gw dan mencium bibir gw. Gw kaget dan gw melepas ciuman.

“Ayank, apa apaan sih, ini ada Lia juga. Yok kita ke kamar aja” gw kaget, ngapaen ayu nyium gw dihadapan Lia

“Hihi, ayank dengerin aku dulu” ayu duduk di pangkuan gw. Gw agak risih, mesra mesra an di liat orang lain

“Sini liat aku” di memegang pipi ku

“Anggap aj Lia gak ada ya” kata ayu

“Maksudnya gimana yank?” Gw bener bener bingung

“Ini permintaan lia syank, dia pengen liat kita, hehe. Aku awalnya gk mau, tapi ini permintaan dia sebelum kita pergi besok. Kali ini aja. Jadi sekarang kita anggap aja lia gak ada” bisik ku

“Tapi yank..” belum selesai gw ngmong

“Sssstttt.. kita kerjain lia yok. Kamu cumbu aku paling hot ya, hihi” senyum ayu yg manis meluluhkan hati gw

“….” gw mengangguk dan gw lirik lia, dia pindah ke kursi di depan meja rias nya, dan duduk melihat kita

“Awas kamu Lia” kata gw dalam hati. Sekalian aja gw perkosa nie cewek stres.

Ayu langsung mencium gw, lalu melepas nya lagi.

“Syank puasin akuhh” kata ayu

Gw tau dia mau panes panesin lia

“Iya syank, malam ini milik kita” lanjut gw, kita harus ngerjain Lia ini

Gw lirik lia, dia masih senyum senyum merhatiin kita

Gw cium ayu buas banget, gw lahap semua bibirnya, liur nya yang netes gw jilatin,

“Ouhh ayank… cepp.. slurrpp” suara ciuman kita

Ayu juga gak mau kalah, dia mengulum bibir atas gw seperti permen.

Jujur mulut gw agak ngilu juga lama lama gini

Ayu menarik kaos gw ke atas, lalu melepasnya. Lalu dia lempar ke muka Lia. Haha.

“Hihi” ayu tertawa kecil

Lia hanya diam dan menyingkirkan kaos itu.

Ayu mulai menjilati gw, dari leher gw, dia cupang cupang dari kiri ke kanan. Duh merah merah dah sampai besok, pikir gw. Ayu agak memundurkan badan nya, dan jilatan nya turun ke dada gw, ke puting dada gw. Perlahan lidah nya meliuk liuk di sana, ayu tambah liar aja nie.

Gw pun mengangkat tanktop nya dia,

“Sayank buka” lalu ayu mengingkirkan tangan gw, dan mengkat tanktop nya sendiri.

Ayu kemudian menutup muka gw dengan tanktop nya, aroma parfum menyatu dengan keringatnya dia bikin gw tambah nafsu

“Hihi” tawa dia kecil

Gw melepas kaitan BH hitam nya, dan menyingkirkan baju ayu dari muka gw

Ayu melepasnya dan kembali melparkan ke Lia. Gw liat lia dia udah gak ad senyum senyum lagi, dia sangat memperhatikan kita

“Sayank isep” desah ayu

“Yank pake lagi baju nya ya” kata gw

“Kok?” Tanya ayu bingung

“Aku suka liat kamu pake baju gini, seksi banget,tapi BH nya gak usah” kata gw

Ayu tersenyum dan mengangguk, dia memakai tank top ny lagi.

Puting ny yang keras terlihat menonjol di bajunya. Gw jilat pelan.

“Ouuhhh syank, terusss” desah ayu

Gw kenyot kenyot putingnya, ludah gw membekas di tank top putih nya. Puting nya yg coklat makin terlihat. Tangan gw tetap meremas dadanya yang lagi satu. Ayu sesekali menjambak rambut gw.

“Aahhh… ouhhh.. ahhh.. ahhh.. ayank, gigiiiittt yang ini” desah ayu makin keras sambil menyodorkan puting nya yang lagi satu.

“Iya itu yank, lagi gigit nya, ahhh.. ahhh ayank…” ayu tambah menggelinjang, dia terus melihat gw yang lagi ngeyot dada nya.

Pantat nya yang empuk terus dia gesekan maju mundur. Semakin gw mainkan putingny semakin cepat ayu menggoyangkan pantatnya.

“Ayaank.. ahh.. ahh.. aku mau keluar” teriak dia

Desahannya membuat gw tambah horny, gw makin liar memainkan puting nya dia. Gw pengen ayu keluar duluan.

“Ahhh ayank… ahhh.. ahhh.. ahhh.. ahhh..aaaaaahhhhhhhh” ayu memeluk kepala gw dan membenamkan di dadanya

“Hahhh.. hahh.. hahh..” ayu tersenyum sambil mengatur nafasnya

“Enak ya yank?” Gw tanya

“Ngak, hihi… tapi aku mau lagi..” dia cium kening gw

Gw lirik Lia, dia tersenyum dan mukanya udah agak memerah. Dia horny juga kayaknya, haha.

Ayu menjatuhkan badannya ke belakang, jadinya sekarang dia berbaring dan gw duduk di antara kaki nya.

“Syank kamu gak kangen sama ini” ayu mengangkat kedua tangannya, dia memamerkan ketiaknya yang mulus, kayaknya jadi bintang iklan rexona dia udah cocok ini, hihi. Ayu seksi banget pose kayak gitu, gw seperti kucing yang di iming imingi ikan asin, haha. Dengan cepat gw nindih dia lagi, dan mulut gw menyasar ketiak nya.

“Ahhh ayank geli..” desah dia manja

Gw menjilatnya panjang, dari bawah ke atas.

“Cepptttt.. cepptttt..” berkali kali gw bikin cupang disana.

Puas dengan yang kanan gw pindah ke kiri.

“Ohh ayu syang, beruntung banget gw bisa menikmati seluruh tubuhmu” pikir gw dalam hati

Puas dengan ketiaknya, sekarang gw sasar memek ny, pasti udah basah.

“Syank buka” sambil gw lepas kancing celananya dan menariknya dengan cepat ke bawah.

Lalu celana dalamnya gw tarik. Maka telanjanglah bagian bawah nya dia. Gw pegang pergelangan kakinya, dan gw ciuk lembut.

“Aku syang banget sama kamu” bisik gw

Ciuman gw naik perlahan sampai di pahanya. Ayu membuka kakinya pelan, sekarang posisinya sudah mengangkang. Gw dekatkan wajah gw ke memeknya. Memeknya masih saja imut, di tengahnya ada garis dan di sekitar ada bulu bulu halus, plus aromanya yang khas.

Ayu menengok keselangkangan ny, dia ingin melihat gw melahap memekny.

“Ahhhh ayankk” desah dia, saat lidah gw menyapu bagian tengah memekny,

Entah gw kerasukan setan dari mana, gw lahap memek ayu seperti gw melahap bibir nya. Cairan yang keluar gak ada yang gw biarkan netes.

“Slurrpppppppp” suara yang gw buat

“Ouhhhhh syank, enak banget, jilat terusssss” ayu sangat menikmati service yang gw kasi, dia menaiik – naikkan pantatnya ingin mulut gw lebih dalam lagi. Ayu menjepit kepala gw dengan paha mulusnya, duh gw sempat sesak nafas disana.

Ayu tiba tiba duduk dan menarik pantatnya.

“Ayank tiduran aja ya” perintah ayu

Gw ngikut aja, gw rasakan mulut gw belepotan. Ayu mengambil bantal dan menaruh di kepala gw.

“Ayank lagiiihh.. ” desah nya

Ayu mengangkangi wajah gw, dia memegang kayu dipan di depan nya, dan menduduki wajah gw. Ini cewek makin liar saja, pikir gw.

“Oke syang, sini bawa semua, aku siap puasin kamu” kata gw dalam hati

“Ahhhhh ayankkkk, terus jangan berhentiiii” ayu menggesek gesekan memek nya di mulut gw. Terkadang sampai hidung gw juga masuk, haha. Gw masih menahan paha nya agar gak terlalu menekan gw, bisa mati gw kehabisan nafas.

Gw udah gak mikir apa apa lagi, gw cuma pengen ayu puas. Tiba tiba gw rasakan kontol gw bebas gak kehalang celana lagi. Siapa yang nelanjangin bawah gw ya, hmm, pasti Lia. Gw gak bisa melihat nya karena di depan mata gw sekarang hanya keliatan memek nya ayu.

“Hemmmpppp” gw merasakan hangat dan basah di kontol gw, Lia pasti lagi BJ gw. Kayaknya dia udah gak tahan lagi. Yes. sekarang gw bisa garap 2 cewek nafsuin ini. Teriak gw dalam hati.

“Hehhh, adek ngapaen kamu..” ayu melihat kebelakang, melihat adik nya yang melahap kontol gw. Ayu menggentikan goyangannya.

“Hihi, hmpppp” Gw dengar lia ketawa kecil

“Sana sana, katanya mau liat aja” kata ayu

“Pliss mbak, aku ikut ya, gak kuat aku, hehe” Lia melepas hisapannya.

“Ini punya mbak, awas awas sanaa” ayu memutar badan nya, sekarang dia menghadap ke Lia.

“Ihhhh mbak sana aja, ini jatah ku. Bli andi juga seneng tu. haha” jawab Lia

Gw agak kawatir juga ayu beneran ngelarang Lia, bisa gagal gw nikmatin tubuh mereka sekaligus. Gw lanjut menjilati memek ayu yang kini menghadap ke arah yang berlawanan.

“Ahhhhhhhhhhhhh ayank…” ayu kaget dan udah gak memperhatikan Lia lagi.

Jilatan gw naik ke atas sampai di lubang anus nya, sekarang kamu nikmati aja sayang, haha.

“Ouhhhh ayank, geli, jangan disana” kata ayu

Ini lubang harus gw genjot, kata gw dalam hati.

“Ahhhhhhhhh” anjir kontol gw nikmat banget rasanya, Lia mulai menunjukan keahliannya, hisapannya yang dalam membuat gw gak bisa lagi konsentrasi memuaskan ayu.

Gw hentikan jilatan gw sambil menikmati hisapan lia. Ayu sepertinya mengerti. Dia bangun dan merangkak mendekati Lia.

Ahhhh terang kembali dunia ini, hihi. Gw lihat Lia lagi asik mengulum kontol gw. Dia masih memakai tank top pink nya, ooo, celana nya juga masih ada.

“Mbak ngapaen sih, ini biar aku aja” kata Lia

“Ini punya mbak lo, kamu sebagai adek tu nurut, sana nonton aja”

“Ngaaaakk mau, hemppppp..” Lia melanjutkan

Ayu mendorong dorong tubuh Lia, gw pengen ketawa melihat tingkah mereka.

“Apa kamu senyum senyum yank, suka ya, ihhhhhhhhh” ayu melihat gw sambi memonyongkan bibirnya,

“Sini sayang” gw menahan nikmat, gw panggil ayu mendekati gw

Gw cium lagi bibir manis nya,

“Ayank kamu kerja sama aja ya, jangan berantem, hihi” kata gw

“Kakak sama adek harus rukun lo” tambah gw

“Alah, bilang aja kamu pengen yank. Jujur!” tanya ayu

“Iya kalau dikasi pasti gak nolak, hehe. Aku sayang banget sama kalian berdua, tapi hati aku udah milik kamu seorang” gw cium lagi bibirnya sambil berbisik

“….., aku juga sayang kamu” jawab ayu

Ayu lalu mendekati Lia,

“Hehe, ikut dong dek” senyum ayu ke Lia

Lia melepas hisapannya dan menyodorkan kontol gw ke ayu. Dengan cepat ayu melahap nya.

“Ouhhhhhhhhh…” ya ampun, gw lihat ke selangkangan gw, ada dua cewek manis lagi giliran nge-BJ gw. Mimpi apa gw semalem. Gw cuma bisa merem melek menikmati service mereka, gw berusaha menahan biar gak cepet cepet keluar.

Posisi ayu agak nungging, pantat ny ada di sebelah tangan gw, sedangkan lia tengkurap di antara kaki gw. Saat ayu melahap kontol gw, lia juga ikut menyasar biji gw.

“Ahhh” bisa jebol pertahan gw lama – lama gini. Gw berusaha biar gak fokus, gw inget – inget kerjaan gw di kantor, haha. Tapi udah di kroyok 2 cewek horny kayak gini, gw gak bisa tahan.

“Ampun sayank” desah gw

Gw harus bisa tahan, gw pengen puasin kakak adik ini. Gw elus elus memek ayu dari belakang.

“Ayank masukkin aja” perintah gw ke ayu

“Dek awas” ayu mendorong lia dan sudah jongkok di atas kontol gw.

“Ouhhhhhh… enak syang..kayaknya makin besar aja punya kamu” desah ayu mulai menaik turunkan badan nya

“Masak yank?” tanya gw

“Hee hemmpp” ayu menganggukkan kepalanya

“Sayank aku juga” entah kapan Lia membuka celananya, sekarang dia hanya memakai tanktop nya, dan BH nya gua lihat masih dia pakai.

Lia mengangkangi wajah gw, meminta gw jilatin. Memek lia hampir mirip sama ayu, cuma punya lia udah gundul, bersih. Bersih maksudnya gak ada bulunya. Haha. Gw pegang paha nya dan mulai melahap memek mungil nya. Gw bisa pakai buat pecah konsen nie, di goyang sama ayu gw emang paling gak kuat.

“Ouhhh syang enak banget, jilat di dalem” desah Lia

“Hehhhh, ngpaen kamu pake sayang sayang juga” kata ayu mengehntikan goyangannya

“Haha, mbak nie protes terus, aku kan juga sayang sama bli.. ahhhh.. trus syang..” lia tertawa kecil

Haha ayu kayaknya cemburu sama adek nya.

Gw rasakan kembali kontol gw di urut memutar, sepertinya ayu memutar badannya jadinya menghadap ke kaki gw. Gw buka lebar kaki gw, sehingga dia bisa jongkok di antaranya. Dia menggenjot gw sambil memutar pantatnya.

“Ouhh syang, service kamu emang paling mantap” pikir gw.

“Ahhhh….ihhhhss.. ” desah lia

Mulut gw udah penuh sama cairan memek nya lia, sepertinya ini anak udah mau keluar. Jujur mulut gw udah capek banget melahap 2 memek sekaligus, gw mau nikmatin ngegenjot memek, bukan jilatin gini, haha.

Gw coba raih dadanya dia yang masih terbungkus BH nya, gw masukkan kedua tangan gw melewati tank top nya, gw rasakan kulitnya udah basah karena keringat.

Kemudian meremas dadanya dengan kencang. Lia langsung membuka bajunya dan dengan cepat melepas BH nya.

Sekarang di atas kepala gw ada cewek telanjang bulat, lagi mendesah desah, di atas kontol gw ada cewek lagi bergoyang – goyang.

Gw pilin pilin puting nya Lia, dia semakain menekan memek nya ke mulut gw.

“Ahhhh…ohhhh…ahhhh.. sayang terus, dikit lagi… ahhhh…ahhhh..” desahan lia makin kencang

“Serrrrr…” mulut gw basah banget rasanya, tubuh lia menegang dan dia menghentikan gerakan nya. Dia masih menikmati orgasem nya.

“Ahhhhhhhhhhh…ahhh..ahh.ah.. enak banget syang. Pantes mbak ayu cinta mati sama kamu, haha” tawa dia sambil mengatur nafasnya.

Anjir akhirnya selesai. Untung lia lebih kurus dari ayu, jadi gw masih bisa nahan berat badan nya dia.

Lia kemudian duduk di sebelah gw dan memperhatikan ayu yang lagi asik.

“Hehmp…ahh..ahh..uhhh..” desah ayu pendek setiap dia menekan pantatnya ke kontol gw. Sekarang gw bisa fokus nikmatin goyangan nya. Gw bangun dan duduk di belakang nya ayu. Gw tarik badannya biar nempel di dada gw.

“Sayang, udah sama lia nya, hihi” kata dia

Gw meremas dada nya dan memainkan putingnya, membuat ayu makin mendesah desah keenakan. Adik kaka kelemahannya sama, kalau udah gw mainin putingnya, pasti cepet banget naiknya.

“Plok plok plok…” suara kontol gw menggenjot memek ayu yang banjir

“Sayang stop dulu” ayu menghentikan gerakannya.

“Kenapa sayang?”

“Aku gak mau cepet cepet keluar, mau nikmatin sama kamu lebih lama” jawab ayu

“Dek nihh” ayu berdiri dan terlepaslah kontol gw dari memek nya. gw lihat kontol gw mengkilat penuh dengan cairan memek ayu.

Lia kemudian merangkak ke kaki gw.

“Sayang dari belakang ya” kata dia

Semangat 45 gw bangun dan berlutut di belakang pantat nya Lia. Gw arahkan kontol gw ke memek mungil nya.

“Ahhh..ouhhhhh” desah lia saat gw mendorong kontol gw dalam dalam,

Perlahan gw genjot, sambil gw remas pantat nya yang bulat. Walaupun gak sebulat ayu. Memek lia gak sebecek punya ayu, jadi gw masih bisa merasakan dinding memeknya.

“hemmpppp, hempppp.. ahhh” Desah lia sambil menutup mulutnya.

Tempo gw percepat dan gw tanamkan dalam dalam tiap hentakannya. Gw gak peduli dia kesakitan atau nggak, ini anak emang perlu dikasi “pelajaran”, haha.

Ayu kemudian mendekati gw dan memeluk gw dari samping.

“Kuat banget kamu yank” kata ayu

“Ahhh… aku pengen muasin kalian yank, hehe” sambil gw menggenjot Lia

Ayu menjilat puting dada gw sambil dia memperhatikan kontol gw yang keluar masuk memek adik nya.

“Ahhhh syang, nanti aku keluar, jangan dijilatin” kata gw ke ayu

Bisa di bayangkan kan, gimana saat kontol keluar masuk terus puting dada di jilatin.

“Hihihi, ayank kasi Lia pelajaran ya” bisik ayu pelan

“Pelajaran apa yank?” tanya gw

“Masukkin situuu” ayu menunjuk lubang anus lia

Wah bener juga kata ayu, haha. Gw mengangguk ke ayu.

“Tapi kamu ambil gel lubricant yang aku beli itu dulu yank, ada di atas meja di kamar, biar gak kesakitan nanti dia” bisik gw pelan biar lia gak di dengar lia

“Hihi” Ayu berdiri dan berjalan ke luar, dia mengendap ngendap biar gak ribut.

“Ahhhh.. mba..ak kemaana?” lia tanya. Gw tambah cepat menyodok memek nya,

“Kamu diem aja dek” jawab gw

Gw jambak rambut lia, dan menariknya ke belakang. Seksi banget dia kalau dikasarin gini.

Tak berapa lama, ayu masuk. Dia mendekati gw.

“Ini yank?” bisik lia sambil menunjukan botol plastik Durex Lubricant. Gw mengangguk.

“Kamu cari perhatian nya Lia yank” bisik gw

Ayu lalu mendekati lia yang mendesah desah kayak orang kepedesan.

“Enak dek..?” tanya ayu

“Ihh mbak sanaaaaaaa” lia mendorong ayu

Mendadak ayu mencium Lia. Gw kaget ayu sampe ngelakuin itu, apa dia emang nafsu ya, hihi. Lia pun udah mulai mengikuti. Sialan mereka berdua hot banget. Ciuman ayu ke lia seperti ciuman nya sama gw, mereka saling mengulum bibir. Rasanya gw pengen ikut jilatin bibir mereka sekarang. Lalu ayu ngasi gw kode, dia ngacunin jempol ke gw.

Pelan pelan gw buka botol lubricant lalu gw tuang di lubang pantat nya Lia. Gel nya agak dingin kayaknya dia bakal ngerasin deh. Pas gw tuang gw genjot dalem.

“Hempppp… hemppp.. mulutnya masih di lumat sama ayu. Ayu juga mulai meremas remas dadanya Lia. Lia tambah blingsatan.

“Wah ini kesempatan” pikir gw

Lumayan banyak gw olesin gel nya. Malah ada yang udah masuk ke dalam. Dengan cepat gw cabut kontol gw dari memek nya lia, dan mengarahkan ke lubang atasnya.

“Njir susah banget masukny” gw luruskan kontol gw dan memakaa kepalanya masuk.

“Hemmmmmmppp… aaaahhhhhwwww” Lia melepas ciuman ayu dan agak berteriak

“Syang jangan disana, sakit…” kata lia

“Ini hukuman cewek nakal” kata gw

“Hihi, gak sakit kok adek syang” kata ayu

Lalu ayu memasukkan kepalanya ke bawah badan nya lia, dia menyasar puting nya.

“Ahhhhhhh.. ahhh.. mbaakk” lia mendesah keenakan saat ayu menghisap puting nya

“Dek isepin punya mbak juga” kata ayu

Merka pun saling memainkan dadanya masing masing. Sialan hot banget,

Lalu gw tekan kontol gw lagi, dan kali ini masuknya lebih gampang. Kayaknya efek lubricant tadi. Gila sempit banget, gw kira lia udah pernah anal. Gw lihat kontol gw udah masuk sampai pangkal nya.

Gw tarik lagi sampai ujung, dan masukkin lagi, gw coba pelan pelan biar Lia terbiasa dulu.

“Aouhhhh enak banget, sumpah” gw mulai percepat gerakan genjotannya.

“Ahhhh, ahhhhh…ahhhh..” desahan lia makin keras, dia melepas hisapannya, dan melirik gw yang lagi menikmati lubang sempitnya.

Ayu makin liar memainkan puting nya lia.

Melihat mereka berdua gw bener bener gak tahan, bentar lagi pertahanan gw jebol,

“Ahhh dek enak banget. Aku udah gak kuat lagi.” kata gw ke lia

“Aku juga yank, lagi dikit, ahhhhh… mbak isep yang kuat, gigiiitt” desah Lia

Gw makin percepat genjotan gw,

“Ahhhh…ahhh..ahhh..ouhhhh..” tubuh lia menegang, dia meremas seprei kuat kuat, dan jepitannya makin kenceng. Dia sangat menikmati orgasme nya.

Sperma gw udah di ujung, semgan cepat gw cabut kontol gw, dan gw dorong lia kesampin, sampai dia jatuh dan tiduran di kasur, dan

“Ahhhhhh… ahhh.. ahhh..” enak banget

Gw semprot kan 3 kali sperma gw ke ayu, tepat mengenai wajah cantiknya, dan benerapa tetes di rambutnya.

“Ihhhh ayank kok gak bilang ngeluarin disini” ayu kaget

“Ahhhh.. abisnya kamu ngegemesin banget hehe” gw pun menjatuhkan diri ke belakang.

Selesai juga pertempuran sengit ini, capek banget gw. Dengkul rasanya lemes banget, gw gak bisa berdiri. Gw cuma menatap langit langit kamar nya lia.

Ayu mendekati gw dan dia menaruh kepalanya di lengan kanan gw, dia masih melap wajahnya dengan tisu basah.

“Capek ya sayang, hihi.. kamu kuat deh, bisa lawan kita” kata ayu

“Banget yank, ampun deh” jawab gw

Lia pun ikut mendekati gw dan merebahkan kepalanya di lengan kiri gw.

“Kalian sekongkol berdua ya, ngerjain aku” tanya lia

“Hahaha, biar kamu gak minta aneh aneh lagi dek” kata ayu ketawa

“Duh pantat ku masih sakit ini” kya lia mengelus pantatnya

“Gapapa, biar kamu gak sembelit” jawab gw

“Hahaha” tawa kita

“Mbak kapan lagi ya bisa gini?” Tanya lia

“Husss, mbak gak mau lagi, ini terakhir. Kamu jangan aneh aneh dek” jawab lia

“Yee orang bli andi syang juga seneng kok” sambil lia mengelus dada gw

“Hehe, kalau di kasi ya gpp” jwab gw

“Tuu kan mbak, haha” kata Lia

“Ihhhh nih.. nihh.. nih” ayu mencubit dada gw keras, sakit banget

“Hahaha, ngak yank, ampun ampun” gw menahan ayu

“Dek makanya kamu cari pacar, d kantor masak gak ada cowok cowok deketin kamu” kata ayu

“Males mbak, aku gak suka di atur atur” jwab lia

Gw cuma planga plongo aja sengerin mereka ngobrol, kedua lengan gw mereka jadikan bantal, gw kayak raja yang di temenin 2 permaisuri. Haha. Walaupun mereka lagi bugil gini, kontol gw udah gak sanggup lagi berdiri.

“Mbak besok jam berapa jalan?” Tanya Lia

“Sore ya yank ya, jam 6 sore gt” jawab ayu

“Hihi harusnya bisa lagi satu ronde” kata lia

Ini anak hyper atau gimana, nafas gw aja masih setengah setengah, dia malah bisa ngajakin lagi.

“Udah mbak bilang ngaaaaakk!!” Kata ayu

“Uhh mbak gak asikkkkkkk”

Mereka masih ribut aja, sementara gw udah lemes banget, gw pejamkan mata, dan suara mereka perlahan seperti hilang.

“Ahhhhh” terimakasih ayu lia, ini pengalaman yang indah banget

Besok gw bakal balik ke Kupang, semoga planning gw sama ayu bisa lancar….

Bersambung

Daftar Part