. Whole Family Interlude Part 26 | Kisah Malam

Whole Family Interlude Part 26

0
115

Whole Family Interlude Part 26

BATAM CITY

(POV ANDRI)

setelah hampir 2 malam spermaku dikuras oleh istri, sekarang rasanya benar-benar kosong, bahkan mau ngaceng aja butuh perjuangan. Bella menjadi doyan kugauli setelah aku berhasil membuat teman-temannya tepar bermandikan cairan vagina akibat orgasme.
“mas, kalau udah selesai tugasnya buruan pulang yaa”, ujar genit istriku saat aku sudah bersiap untuk berangkat ke bandara.
“iya sayang, pasti, kangen aku buat KO yah”, balasku sambil memberikan ciuman pada bibir mungilnya.
“hehe tau aja, berapa hari mas?”, tanyanya lagi.
“3 hari sayang”, balasku singkat sambil menarik koperku kearah taksi yg sudah menunggu di depan rumah.

perjalanan kali ini, rasanya antara excited dan berat. excited karena bekerja disambi oleh liburan, sudah ada beberapa list belanjaan yg istriku titip untuk dibelikan. jika nanti aku jadi menyebrang ke Singapura pasti istriku menambah lagi titipannya. dilain sisi, berat karena aku bertugas dengan Tasya, aku kembali membawa Tasya karena dia sudah paham dengan apa yg harus dikerjakan jadi tak perlu memberinya arahan lagi. Tony masih belum bisa aku ajak keluar bertugas karena ada pekerjaan lain yg menjerat dirinya. ditambah dengan hubunganku yg berlebihan dengan Tasya, aku khawatir kalau ini berlebihan dan kami menjadi teman affair yg rutin. perilaku Tasya sedikit berubah paska kejadian itu, dia jadi sangat perhatian padaku.

aku sudah tiba di depan pintu pesawat, Tasya dibelakangku sambil membawa tas jinjingnya. dia tampak professional dengan mengenakan celana panjang hitam serta blouse dan tak lupa highheels warna merah yg membuatnya jadi lebih tinggi 15cm. kulangkahkan kaki masuk dalam pesawat, disambut oleh pramugari cantik dan anggun itu. kali ini aku dipesankan untuk duduk di business class, dengan Tasya duduk disebelahku. terkadang dia selfie dan senyum-senyum sendiri, mungkin wajar bagi seseorang yg tak biasa naik di business class.
“mbak Tasya, ini nanti kita tiba di Batam kurang lebih jam 4 an, mau langsung rapat hingga malam atau besok pagi? kalau besok pagi, konsekuensinya kita kerja terus sampai pulang”, tanyaku memecah keheningan.
“boleh langsung malam ini pak”, balasnya dengan singkat dan sopan.
lantas aku menyiapkan pesan yg akan aku kirim ke direksi mereka, namun baru akan aku kirim jika nanti sudah transit di Jakarta.

setibanya di Batam, disambut oleh para jajaran direksi, seperti yg sudah diagendakan, kami semua langsung menuju kantor untuk segera membuka rapat untuk mulai menyicil pekerjaan. selama rapat, kami juga dipesankan beberapa makan malam agar kami tidak hanya bekerja dengan perut yg kosong dan sebagai asupan energi. tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, aku dan Tasya sama sekali belum check in dan terkena air setelah landing tadi, jadi di badan rasanya sangat tak enak sekali.

“baik bapak dan ibu, ini sudah jam 9 malam, terimakasih banyak, ayo kita istirahat pulang dan besok kerja lagi, besok start jam 10 saja ya”, terangku pada peserta rapat.
lantas aku beranjak dari tempat duduk diiringi oleh para direksi lainnya untuk mengantar kami semua hingga lobby kantor, sebagian mengantar kami ke hotel. namun sebelum ke hotel, kami diajak untuk makan malam terlebih dahulu, sehingga sesampainya di hotel kami bisa langsung istirahat.
setibanya di hotel, seperti biasa kamar aku dan Tasya dipisah, karena bukan pasangan suami istri, tidak perlu dipertanyakan. hotel yg cukup mewah di lokasi wisata yg hanya sejengkal dari Singapura, banyak bule yg turut menginap disini. aku mendapat kamar 303 dan Tasya di kamar 309.
“mbak Tasya, selamat istirahat ya”, ujarku saat aku sudah berada di depan pintu kamarku sambil menarik koporku yg berukuran kecil berwarna hitam. aku tak menginginkan kelakuan di luar batas wajar lagi, selebihnya aku akan tinggal di hotel ini dengan waktu yg lumayan lama.
“pak Andri…………..”, ujarnya

*
(POV BELLA)
dirumah Denpasar

setelah suami berangkat bertugas, aku dirumah bersama kedua anakku dan kedua pembantuku. urusan rumah tangga selalu beres setiap aku akan mulai membersihkannya sendiri, namun untuk urusan kamarku, kedua pembantuku tak boleh masuk tanpa seijinku, bukan karena banyak perhiasan atau barang mewah, namun karena kadang ada hal yg berbau seks terdapat di meja riasku atau di kasur dekat bantal.

3 hari kedepan bakal menjadi hari yg panjang tanpa kehadiran suamiku, kamar terasa sepi dan kering. ya aku sekarang menjadi penikmat seks dengan suami, bukan yg lain. mumpung usia masih 31 tahun, banyak orang menyarankanku untuk nambah anak, namun rasanya 2 anak saja sudah berat ngurusinya. siang ini rasanya boring sekali, kedua anakku masih sekolah dan pembantu berada di depan TV nonton drama India.
[11.13] Claudia: beb, pesenanmu diantar kapan?
[11.15] Bella: hehe tau aja kalau lg dirumah sendiri. hari ini selonggarmu aja beb.
[11.16] Claudia: sekarang ya, otw, abis dari belanja, 15 menit lg nyampe
[11.16] Bella: ok.
masih ingat kan, aku pesan apa, ya aku pesan seks toys dari Claudia, namun aku lupa bilang mas Andri kalau aku memesan itu, namun tak apalah, nanti malam aku surprise aja, kuajak video call atau kukirimi videoku.

15 menit kemudian, wanita yg berbadan langsing dan berpayudara bulat itu datang ke rumah sambil membawa box coklat tak ada keterangannya apa-apa itu.
“Bella…”, sapa Claudia dari depan pintu.
“hoit… masuk beb”, ajakku.
lalu wanita berbadan seksi itu masuk dan duduk diruang tamu dari rumahku, memberikan kotakan itu, dengan cepat langsung aku bawa masuk ke dalam kamar sebelum aku terlupa. tak lupa juga aku mentransfer mengganti jumlah uang yg digunakan Claudia untuk membelikan itu.
“yg magic wand bisa buat orgasme hebat, apalagi ditambah di main dildo haha bisa lemes lemes itu badan langsingmu”, terang Claudia, yg jelas membuatku jadi gak sabar untuk mencobanya.
“haha ntar malem ah beb, buat pengantar tidur”, balasku.
“kalau gak horny dulu gak bisa tidur ya. aku juga gitu haha entah nih badan jadi aneh gitu”, ucapnya dengan santai.
“iya, kalau sampe orgasme langsung tidurnya nyenyak banget, tapi repotnya kalau suami gak di rumah, kudu kreatif haha”, terangku.
“iya, pakai toys makanya”, balasnya.
lalu kami melanjutkan obrolan hingga jam anak sekolah tiba untuk aku mulai berberes dan menyiapkan makan siangnya.

tiba akhirnya malam, kedua anakku sudah tidur, rumah sudah gelap dan remang, aku masuk ke dalam kamar dan aku kunci, membuka bungkusan tadi, aku excited dengan vibrator dan dildonya, tak sabar untuk segera kujejalkan dalam tubuhku. kuturunkan celana ku hingga sebatas paha, kuhidupakan vibrator itu dan tak lupa merekamnya untuk suamiku
“ttttttttreeeeeeeeeeeeeettttt”, vibrator itu berbunyi dan rasanya seperti kecanduan saat benda itu menyentuh klitorisku, aku hanya memejamkan mata dan menikmati alat itu. aku hanya mendesah, keenakan dan mengaduh, “awwwhhh oooohhh awwhhhh”. video terus berjalan dan mendokumentasi tiap gerakan yg aku lakukan.
“ahhh Bella mu kangen mas Andri buruan pulang, masa kamu tega aku hanya dipuasin sama benda”, desahku di video untuk suamiku.
aku menggerak-gerakkan alat itu naik dan turun, aku tekan dalam-dalam dan kukendorkan, klitorisku benar-benar terstimuli dengan sempurna, tanganku satunya memainkan payudaraku.
“awwwhhh ooowwhhhh enakk banget yaampuuun awwhhhh”
“aduuuuhhh ahhhh mas aku kangeeen masss ahhhh”
“perkosa aku massss kentotin Bella yg kenceng masss, sampai muncraat masss”
aku terus mendesah, namun desahan tak membuat aku menjadi lebih kuat, hingga akhirnya desakan untuk meledak itu muncul di depan mata. aku terus menggerak-gerakkan mencari yg paling pas untuk segera orgasme, badanku menunjukkan kearah sana, mulai melemas dan otot menjadi kencang, desahku semakin kencang.
“ssshhhh awwhhhhh ooohhhhh awhhhh ahhhhhh oowwhhhh yeess awwwhhh”, desahku panjang mengiringi orgasme yg keluar, memekku jadi banjir dan basah, badanku menjadi lemas dan lunglai. tapi video terus merekam saat aku istirahat kurang lebih 1 menit, lalu aku bangkit dan mematikannya namun sebelumnya, aku ingin memberi pesan untuk mas Andri.
“mas, Bella kangen, vibrator ini dibeliin Claudia, untuk menemani malam Bella, tiap malem tidur sendiri mainnya pakai vibrator ya mas, makanya buruan pulang”, ujarku di depan kamera dengan rambut berantakan dan wajah puas setelah orgasme. durasi video 5.11, wow cepet banget kalau pakai toyseks.

dengan hati-hati ku kirimkan ke mas Andri, dan aku tidur.

*
(POV TASYA)

aku berjalan di sebelah pak Andri di lorong hotel menuju kamar masing-masing. setelah kejadian yg lalu, entah kenapa aku selalu mefantasikan beliau. bahkan saat aku bercinta dengan suamiku sendiri selalu membayangkan kalau yg diatasku adalah pak Andri. apakah ini wajar?
rasanya aku seperti anak ABG yg sedang jatuh cinta, berdebar-debar dan salah tingkah. akankah pak Andri akan mengajakku kembali ke kamarnya dan mengulangi kejadian itu, yg jelas aku tak mungkin menolaknya. bukan hanya nafsu yg berbicara, namun juga hati, aku sangat rela badanku digauli olehnya bahkan mendapatkan cintanya pun aku mau. pak Andri, seandaianya bapak tau kalau aku sungguh mengagumimu..
pak Andri suda tiba di depan kamarnya, dan tak ada tanda-tanda dia mengajakku ke kamarnya.
“mbak Tasya, selamat istirahat ya”, ujarnya dengan sangat lembut.
“pak Andri..bolehkah aku..”, balasku sambil memberi isyarat untuk turut masuk.
“hmmm, mbak Tasya, ada apa dengan kamarnya?”, ujarnya defensif.
“engga apa-apa pak, maaf, yauda selamat istirahat pak”, balasku yg kecewa karena pak Andri menolak untuk mengijinkan aku turut masuk. lantas aku berbalik arah dan berjalan ke kamarku sendiri, aku sudah nampak murahan sekali di tolak olehnya.

aku memasuki kamarku, menaruh tasku di pinggir kasur, rasanya sakit sekali ditolak oleh pria yg aku kagumi. kagum dengan cinta berbeda ya, cinta itu dari hati dan untuk selamanya, kagum itu bagaikan wangi ruangan, senang pada waktu ada, namun jika sudah hilang ya udah. aku melepas seluruh pakaianku hingga tersisa BH dan celana dalam, aku melihat badanku sendiri di depan kaca, apa aku kurang menarik untuk cinta satu malamnya pak Andri? aku berjalan memasuki kamar mandi, terlepaslah semua, dan berdiri dibawah air shower yg membahasahi badanku. sebenarnya aku tak masalah tak bercinta dengan dia, namun kalau di tolak ya sakit dan rendah banget. tapi aku yakin, pria manapun, walau dirumah ada ayam goreng, tapi pasti tetep doyan nasi ikan asin kalau udah di depannya. ya biarin aku dikata ikan asin, namun aku kan jadi ayam goreng kalau suamiku dirumah. oh Tasya kenapa kamu nakal banget sih..

aku tertidur dikamarku, sendiri.

keesokan harinya. berjalan menuju area makan yg disediakan hotel. ku lihat pak Andri sudah duduk disana sendiri, dengan kopi di hadapannya dan sarapan, beberapa kali dia selingi dengan membaca koran hari ini. sebagai bawahannya, aku wajib untuk memberi salam padanya.
“pagi pak Andri”, ujarku.
“eh mbak Tasya, ayo duduk sini”, tawarnya, lalu menaruh tas jinjingku pada kursi yg dihadapannya, lalu aku meninggalkan dia untuk mengambil sarapanku. aku mengambil bubur ayam dan kopi.
“hari ini kalau bisa kita beresin semua, terus lusa biar kita ada free time buat belanja dan syukur-syukur bisa ke Singapore”, terangnya.
“baik pak”, balasku singkat masih menaruh rasa kecewa, namun aku bersikap professional. pak Andri sibuk memberiku arahan tentang hari ini dan aku hanya manggut-manggut saja mengikuti perintahnya. obrolan panjang lebar namun pak Andri sedikitpun tak menyingung masalah tadi malam mengapa dia tak mengijinkanku masuk ke dalam kamarnya. memang seorang wanita yg mudah turn on dan terakhir disentuh lebih dari 3 minggu yg lalu sedangkan suamiku baru balik ke Denpasar kurang lebih 4 minggu lagi. bermain dengan tangan rasanya sudah sangat kurang untuk mengakomodasi libidoku.

akhirnya setelah sarapan, kami melanjutkan kerja di kantor mitra, aku sudah nyaman dengan pekerjaan baruku, namun jika dipasangkan dengan pak Andri menganggu keseimbangan tubuhku.

pukul 19.23, aku kembali ke kamarku, sendiri.

keluar dari kamar mandi setelah membasuh seluruh tubuhku dan keramas, tubuhku yg tinggi hanya aku bungkus dengan handuk berwarna putih khas hotel. sembari memilih baju yg berada di dalam koper, aku berpikir, apakah pak Andri menjauhiku, apakah dia tak ingin mengulangi hubungan yg pernah kita lakukan, apa dia ada masalah apa sehingga dia tak seperti biasanya yg ramah dan senang bercanda. aku memilih menggunakan celana pendek sepaha yg dan kaos tipis mini seperti tanktop.

[19.59] Andri Oprasional: mbak Tasya, cari makan malam yuk?
[19.59] Tasya: baik pak boleh, saya ganti dulu ya.
[20.02] Andri Oprasional: memang pakai pakaian apa?
[20.03] Tasya: hmm haha, saya sudah di lorong, bapak.
lantas pak Andri yg flamboyan menggunakan celana pendek, baju polo dan sepatu tanpa tali itu keluar dari dalam kamarnya, dia nampak fresh sekali. memekku bisa langsung basah ini hanya dengan menatap matanya.
“mau cari makan kemana, pak?”, tanyaku basa-basi, aku masih menggunakan celana pendek tadi, heels dan baju lengan panjang, beberapa kali pak Andri curi-curi pandang melihat pahaku. mungkin saja dia kangen.
“ke food court, di deket taman saja, ada tempat untuk belanja gitu juga”, balasnya.
“membelikan ibu ya pak?”, tanyaku.
“haha iya, besok juga bisa kalau mau seharian belanja, untung hari ini tadi sudah diberesin semua, ke Singapore juga bisa”, terangnya, aku hanya manggut-manggut saja.

duduk di kursi food court tempat makan, dengan menu ikan bakar.

setelah jalan yg cukup panjang, menggunakan heels membuat tumitku sedikit terasa sakit. aku duduk di depan pria yg pernah kuajak selingkuh namun aku nampaknya ketagihan dengannya.
“mbak, saya pesan ikan bakar lombok hijau ya”, pesan pak Andri.
“saya ikan bakar aja mbak”, lanjutku.
kami berdua ngobrol santai membahas mengenai keluarga dan anak, dari ceritanya keluarga pak Andri sangat harmonis dan bahagia, aku jadi sangat berdosa berani berbuat yg tak senonoh dengan dirinya yg seorang family-man. beberapa kali dia juga nampak sibuk membalas pesan singkat dari istrinya yg memesan untuk dibelikan sesuatu untuk oleh-oleh, terlebih si anak pasti banyak permintaan mainannya. aku menahan diri untuk tak menanyai atau menyinggung masalah tadi malam, aku hanya duduk rapi dan sopan menjaga diri.
akhirnya setelah menunggu sekian lama, perut yg sudah keroncongan akhirnya akan terisi juga setelah si pelayan mengantar makanan kami, kami berdua makan dengan lahapnya hingga tak ada yg tersisa.

kami berdua melanjutkan jalan kaki yg lebih jauh untuk memutari night market yg ada di pinggir pantai. pak Andri sibuk memilihkan oleh-oleh untuk istrinya yg kini ku ketahui yg bernama Bella.
“ini bagus gak?”, tanya dia saat menunjukkan jenis tas bermodel simpel handmade dari anyaman ulos itu.
“bagus pak buat ibu”, balasku singkat padanya.
pak Andri tak ada lelahnya berjalan dengan membawa beberapa tas hasil belanjaan, begitupula dengan aku yg juga turut berbelanja untuk suamiku dan buah hatiku menunggu dirumah.
setelah cukup lama, aku memperhatikan jam tanganku, sudah menunjukkan pukul 22.45, kami berdua jalan kaki menuju hotel, kami tidak memesan taksi karena tak ada taksi yg dalam night market dan jalanan terlalu ramai untuk sebuah mobil melintas. namun baru setengah jalan, aku berkali-kali menurunkan kecepatan berjalanku karena sakit menggunakan heels untuk berjalan jauh.
“sshhh pelan-pelan pak jalannya, tumit saya sakit karena heels ini”, ujarku dengan sedikit memelas.
“hmmm iya mbak, atau cari sandal japit aja, aku carikan yak”, tawar pak Andri.
“gak usah pak, jalannya pelan-pelan aja”, lanjutku, lalu aku dengan berusaha kuat untuk terus berjalan. kurang lebih hampir 10 menit aku menahan sakit dengan berjalan menggunakan heels, dan kami tiba di hotel, setibanya di lobby aku langsung melepas heelsku dan berjalan tanpa alas kaki.
“masih sakit yak, aku pijitin gimana biar besok bisa jalan-jalan”, tawar pak Andri.
“kalau besok masih sakit, bapak jalan-jalan sendiri saja”, balasku.
“ah jangan lah, yauda aku pijitin yak”, balasnya singkat.
lalu kami berdua jalan memasuki lorong lantai kami, pak Andri mampir ke kamarnya untuk menaruh semua belanjaannya dan lalu dia langsung menuju kamarku untuk memijit telapakan kakiku. entah apakah ini hanya memijit telapakan apa juga rahimku.

(POV ANDRI)

setelah malam pertama aku menolak ajakan Tasya untuk dia mampir ke kamarku, karena sebelumnya istriku katanya ingin ngobrol atau apa, tapi nampaknya dia memberikan video dia sedang masturbasi dengan mainan barunya. tapi di lain sisi aku ingin berusaha berhenti dari lifestyle yg gak sehat ini.

kubuka kiriman video dari istriku, betapa nakalnya dia merekam adegan masturbasinya dengan toyseks yg belum pernah aku lihat sebelumnya, kata dia itu dari Claudia, semoga aja begitu, tidak dari pemberian pasangan barternya, aku berpikir positif. melihat dengan seksama agedan panas dia memainkan klitorisnya menggunakan magic wand, istriku mendesah keenakan sambil terus memanggil namaku untuk segera pulang.

aku menurunkan celanaku, penis yg berukuran 18cm itu sudah tegak, aku lingkarkan tangan kananku, dan tangan kiriku memegang HP, ku kocok pelan demi pelan sambil terus menikmati adegan masturbasi istriku, kukocok dengan tempo sedikit cepat, aku tak ingin terlalu lama memainkan penisku sendiri.
CREK CREK CREK CREK
CREK CREK CREK CREK
CREK CREK CREK CREK
suara kocokanku bercampur lendir bening yg keluar dari penisku, aku hanya merem melek keenakan, tak sampai 8 menit desakan pejuh itu ingin segera muncrat, kupercepat gerakanku.
CROOOOT CROOOT CROOOOT CROOOT
“awwhhh awhhh ohhhhh Bella sayangg ahh nakal banget sihh ahhhh”, aku meronta keenakan sambil memanggil istriku, cairan putih kental itu menyiram perut hingga dadaku. ku ambil tisu yg berada di sebelah kasurku dan ku bersihkannya dengan itu.
“wooah gila, udah lama gak ngocok, masih enak juga, mending ngocok dari pada pikiran jorok terus pas istri jauh haha”, ujarku pada diri sendiri sambil menaikkan kembali celanaku.

hari sudah semakin larut, saatnya tidur. besok kerja.

**

malam kedua setelah jalan-jalan.

aku berjalan ke kamar Tasya yg pintunya tidak dikunci, aku sudah membulatkan niat untuk tidak melanjutkan hubungan yg tak halal itu. aku sudah berhasil menahan diri untuk tidak melakukannya dengan menolak Tasya dengan halus yg menginginkan untuk tidur satu kamar denganku. aku paham, aku pria beristri dan dia wanita bersuami, maka dari itu wajib untuk saling menjaga kehormatan masing-masing.

“mbak Tasya..”, sapaku.
“iya pak, silahkan masuk”, balasnya.
“bagaimana?”, tanyaku sambil menutup kembali pintu depannya.
“ya pegal pak rasanya”, ujarnya sambil menekan-nekan telapakan kakinya yg sudah berada di atas kasur.
“aku pijitin yak, ya sebisaku sih, seperti kalau istriku telapakannya sakit juga”, tawarku.
“terimakasih pak”, balasnya.
lantas aku memegang telapakan kakinya yg mungil dan lembut itu, kuurut pelan-pelan, Tasya hanya mengaduh dan kadang mendesah karena geli saat bagian telapak kaki disentuh.
“ssshhhhawwwhhhh…”.
betisnya yg putih dan mulus membuat badanku rasanya gak karuan, namun kalau mengingat bini dirumah, rasa nakal itu jadi menghilang. Tasya berkali-kali meliuk-liukkan badan bagaikan seorang wanita yg sedang disentuh vaginanya.
“awhhh pak Andri enak pakk..”, desahnya yg membuatku kaget karena ini telapakan kaki namun mendesahnya seperti saat aku memainkan alat vitalnya.
“eh eh kok mendesahnya gitu haha”, protesku dengan bingung.
“hahaa abisnya rasanya enak banget pak Andri, seperti dulu”, balasnya, seperti dulu, dia semacam berusaha mengingatkanku pada hubungan terlarang yg pernah kita lakukan.
“haha jangan-jangan abis ini orgasme lagi”, candaku.
“haha bisa jadi pak..”, balasnya Tasya dengan tertawa.
aku tak ingin obrolan ini berubah menjadi suatu tindakan yg terlewat batas, lalu aku melepaskan pijatanku pada Tasya yg membuat dia bertanya-tanya kenapa aku tak melanjutkan pijatan itu.
“pak, sudah ya”, tanya Tasya sembari bertumpu pada sikunya untuk melihat apa yg terjadi padaku yg sebelumnya dia berbaring rata dikasur.

aku harus keluar dari kamar ini, aku tak ingin khilaf bersamanya lagi..

-BERSAMBUNG-

Hallo Bosku, Disini Admin KisahMalah
Agar Admin Semakin Semangat Update Cerita Cerita Seru Seterusnya, Bantu Klik Iklan yang Ngambang ya.
Atau Gambar Dibawah INI

Atau Bagi Kamu yang suka bermain game Poker Online atau Gambling Online lainnya, bisa di coba daftarkan ya. Banyak Bonus dan Hadiahnya Loh.
Untuk yang Kesulitan Daftar bisa Hub Admin di WA untuk di bantu Daftar.
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part