. Sinar Rembulan Part 9 | Kisah Malam

Sinar Rembulan Part 9

0
78

Sinar Rembulan Part 9

Gagalnya 3S

Pagi itu aku bangun agak pagian dari biasanya, sebenarnya lebih tepatnya aku tak pernah tidur, mungkin putaran otakku sudah susah menuju titik yang pas untuk tidur. Terlalu cepat bahkan sangat amat cepat sekali muternya sehingga fase istirahat sulit dicapai.

Alhasil badan rasanya kaya ditaboki kumpeni setangki. Remuk redam, pegel linu, hancur lebuur bin kacau balau, jungkir balik wal lemah lunglai…

Karena Renata semalam nginep di rumah, maka acara sarapan bersama papa mama Renata pun kami ijin dibatalkan, eh ternyata sarapan tetap harus dilaksanakan ijin mertua tak diberikan. Alhasil pagi2 itu kami berdua berangkat dari rumah tanpa sarapan.

Ke empat bidadariku sarapan bersama ibu di rumah sebelum beraktivitas masing2.

***

Kok bisa mereka nginep bareng2 ?
Lha gimana, itu Santi dan Sinta ternyata memang niatnya akan nginep di rumah selama seminggu.

Kontan gadisku yang lain mencak2 lah.

“Ga bisa, pokoknya ga boleh ada yg curu start deh, enak saja, ibu ini ga adil, Wanda protes keras ”

“Hi hi hi, kok ibu disalahkan, ini rencana sejak dulu sudah kami bahas, mana tahu kalau tiba2 si Budi jadi kolektor abak gadis orang kaya sekarang, lagian sih kok mau2nya kalian semua jadi koleksinya si Budi….
Ibu aslinya dari kemaren mumet juga mikirin ini”

Alhasil, 3 kamar terisi penuh, kamarku dipakai oleh Santi dan Sinta, kamar tamu dipakai oleh Wanda dan Renata, Tiara bareng Ibu dikamar ibu…

Aku ?
Di sofa yang butut dan keras….

Kasian kasian kasian….
Apes bener aku ini…
Asal tahu saja, seminggu lamanya Santi dan Sinta mau nginep di rumahku, awalnya rencananya mau belajar masakan kesukaanku dan belajar macam2 dr ibu.

Karena tahu rencana itu, 3 gadis lainnya berencana boyongan nginep di rumahku juga….

Alamaaakkkk
Ini benar2 threesome yg gagal, coba kalau cuma Santi dan Sinta…
Pastilah….mmmmm…
Ha ha ha dasar otak mesum…

***

Kembali ke kantor adalah kembali ke dunia Realita.
Aku sudah menghubungi Bagas dan Ayu utk sekedar mengecheck persiapan mereka. Juga memberikan instruksi2 yg berkaitan dengan proposal yang akan diajukan oleh mbak Tiara.

Sengaja aku menelpon mereka menggunakan telepon kantor sambil berbusik2, lebih kepada memancing penasaran orang2 sekelilingku di kantor.

Pastinya, dengan kejadian kemaren dan sehari sebelumnya dimana kami lembur tanpa ada yang membantu, rasa curiga pihak lawan yang menyusup di dalam perusahaan akan terusik dan berusaha menggali informasi.

Aku menunggu dan menunggu, sambil tersenyum siapa yang akan memakan umpan ku. Telepon kantor sudah aku install semacam virus yang akan mendeteksi siapa saja yang menyadap pembicaraan ku dan mbak Tiara. Bukan hanya itu, virus tersebut sekaligus bisa memasuki sistem para penyadap dan akan memonitor secara otomatis kegiatan orang2 yang dicurigai.

Akhirnya semua kerja kerasku selama ini kala sendiri mempelajari berbagai macam ilmu pengetahuan secara otodidak ada juga manfaatnya.

Umpan telah terpasang tinggal menunggu saat yang tepat untuk disambar oleh pemangsa.

***

Aneh bin ajaib…
Umpan langsung tersambarbdi detik2 pertama bahkan.
Kala aku melakukan hubungan dengan Bagas, kok termonitor si Ayu yang melakukan penyadapan ya…?
Begitu pula saat aku melakukan hubungan dengan si Bagas, Ayu memonitor juga..

Ada apa ini ?
Ada apa ini ?
Tiba2 dadaku sesak….
Ah sudahlah, nanti aku cari alasannya
Sesakku semakin dalam….

Aseeemmmm

***

Mbak Tiara, datang ke kantor 1 jam terlambat. Ga biasanya sih…
Setelah masuk ruangannya 30 menit, pintu ruangan terbuka dan

“Gara, tolong print action plan dan bisnis plan yang aku kirim kemaren ya, habis itu ke ruangan saya kita bahas sebentar.
Jam 10 kita rapat dengan direksi.”

“Baik mbak”

Aneh…
Termonitor lagi2 Ayu dan Bagas masuk ke dalam jaringanku mengambil dokumen yang dikirim Mbak Tiara kemaren, eh kemaren, Ayu dan Bagas ?

Ada yang salah,
Harusnya Ayu dan Bagas tak bisa mengambil begitu saja dari luar perusahaan apalagi dr pesawat masuk ke dalam sistem perusahaan.

Mmmm….
Ada yang mau merusak hubungan baik kami dengan memalsukan identitas pribadinya. Salahnya mereka menggunakan nama Ayu dan Bagas. Kesalahan yg fatal…
1. Sepertinya mereka tak tahu kalau Ayu dan Bagas sedang pergi keluar negeri, masih di airport Soetta malah.
2. Sepertinya mereka tak paham2 amat sistem yang aku sisipkan bisa melihat siapa yang sedang monitor kegiatanku bahkan sampai memasang sistem monitoring balik seolah mirror sistem.

Lu jual gua beli…..
Virus generasi 2 ku sudah meluncur….

***

Mbak Tiara memang joss gandos dalam rapat tadi, semua pertanyaan dan tanggapan direksi langsung dijawab dengan cerdas.

Sesekali aku diminta bantuan menjawab juga dan alhamdulillah aku bisa melaluinya dengan baik. Ntah kenapa aku saat itu lepas saja bicara tentang sistem, selera dan daya pengamatan terhadap market. Yang membuat direksi kaget adalah tengara ku soal adanya penyusup yang membocorkan data perusahaan 2 tahun terakhir. Sehingga berdasar data, dalam 2 tahun terakhir perusahaan bonyok babak belur dihajar kompetitor.

Di akhir pengajuan proposal, mbak Tiara meminta agar aku dijadikan asisten beliau bidang kreasi dan lagi2 langsung disetujui mutlak.

Aneh saja….
Biasanya soal nama pasti alot…
Biasanya pihak SDM juga dimintai pendapat, kok ini tidak ?

Ada apa ya….?

***

Beberapa keanehan seminggu ini mengakibatkan otakku otomatis menscreening semua informasi yang masuk sebelum diolah…

Bagus, Ayu yang menerobos sistem ku…
Pengajuan naik jabatan yang instant…

Ada apa ini ?

***

Menjemput Renata pun juga aneh, tiba2 ngajak ke Mall nya batas, eh malah melihat pameran furniture di Braga..

Melihat lihat tempat tidur juga…
Nanya2 pendapatku dan lain2…
Kemudian ternyata, dari pameran tak juga langsung pulang, lanjut acara makan malam di Dago atas….

Makan malam yang romantis.
Aku berusaha menikmati saja, drpd bingung menebak nebak ada soalan apa kok aku diseret kemana2 sama Renata sampai malam, anehnya tak ada satupun wanitaku dirumah tang komplain…

Sama sekali tak ada telpon dr ibu juga…
Sunyi sepi senyap HP ku…
Isinya hanya laporan dari Bagas dan Ayu saja…

Jam 10 malam baru kami meluncur pulang.

***

“Assalamu’alaikum”
Seperti biasa aku berucap salam tiap masuk rumah…
Begitu masuk, aku keluar lagi, takut salah masuk rumah…

Rupanya isi rumah sudah di make over oleh para bidadariku…
Dicat ulang…
Di dekorasi ulang dengan interior disain yang ciamik punya…

Loteng yang dulu jadi gudang sdh jadi kamar tidur para bidadariku..
5 5 nya tidur di loteng lantai kayu yang sudah jadi ciamik….

Lengkap dengan lemari dan meja nya
Kamar mandi juga dibersihkan dan diperbarui saniternya…
Semuanya…

Rumah jadi semakin lega…
Ruang makan jadi bisa menampung banyak orang…

Asli aku melongo….
Bengong…
Persis koyo kethek ditulup …
(Persis kaya monyet disumpit..)

Kapan beresinnya ?
Oleh siapa ?
Bagaimana Caranya ?

Kok bisa kompak semuanya kerja ?
Aneh

Otakku jadi benar2 tumpul….
Buntu sama sekali…
Ga bisa mikir
Bisanya cuma bengong saja….

***

Mulustrasi
Renata
Interior Disainer
25 tahun, Sunda – Chinese

Renata, sembari mengajak aku kesana kemari, ternya dia juga monitor seluruh kegiatan make up interior rumahku, sedikitnya dia mengerahkan 20 orang bekerja secara teamwork dan dalam waktu singkat.

Luar biasa hasil kerjanya, dan semua itu direncanakan hanya dalam waktu semalam saja, karena memang baru semalam dia tinggal di rumahku.

Kecermelangan otaknya mendisain dan mengatur pelaksanaannya begitu luar biasa. Itulah yang bikin aku bengong…

Kamar untuk tamu di ubah menjadi kantor pusat kendali perusahaan, disatukan dengan kamar tidur ibu.
Si kembar punya tempat tidur sekamar dengan ibu, seperti cita2 mereka…

Kayaknya mereka lebih pengen jadi anak ibu daripada istriku kali ya…

Ha ha ha.

***

Kamar Renata, Tiara dan Wanda diatas (loteng) bersatu dengan ruang kerja direksi. Semua lemari, tempat tidur dan meja rias diatur sangat kompak dan efisien.

Yang paling menarik dari semuanya adalah kamar mandinya….
Aku sampai garuk2 kepala melihat ada kamar mandi yang dibangun hanya dalam waktu kurang dari 24 jam tapi semuanya benar2 sempurna…

Besar dan lengkap, modern dan sangat memanjakan.

Bagiku, Renata sudah dan sedang main sulap, dengan kemampuannya tak heran dia menjadi art vice director di kantor firma interiornya. Benar2 kemampuan Renata tampil menonjol kala bicara dibidang disain dan eksekusinya.

Ada wajah bangga dan bahagia keluar dari wajah Renata kala melihatku bengong…

“Puaskah sayang dengan hasil tempelan sana sini ku ?”

“Woooaaa….
Ini sempurna, sampek aku bengong melihatnya.
It’s a magic Renat, a magic…..”

***

Masih dalam kondisi bengong, aku lagi2 disuguhi pemandangan yang mempesona…

Kala aku masuk ruang kerjaku, laporan Wanda terpapar rapih di layar LCD 68″
Berikut dengan rundown kegiatan yang sesuai dengan kegiatan dimulainya operasi perusahaan 4 bulan lagi.

Wanda yang cenderung bebas tomboy dan manja ternyata bisa menyelesaikan tugasnya jauh lebih cepat dibanding perkiraanku.

Aku jadi optimis 4 bulan ke depan perusahaanku benar2 bisa beroperasi.

Aku mendekati Wanda dan memeluknya erat, sambil berbisik ke telinganya…

“Terima kasih ya sayang, kamu benar2 luar biasa….luar biasa”

***

“Eheem….
Yang ngerjain ini semua bukan Wanda dan Renata doang.
Kami semua bekerja keras utk hari ini lho”

Tampak Tiara matanya sembab merasa tidak dihargai….

“Duhai sayangku Tiara yang cantik, terima kasih ya sayang…
Kamu benar2 hebat mengatur team work. Aku tahu kok kamu yang mengkoordinasikan semua disain hingga jadi berbentuk begini, sini aku peluk…muachh..”

***

Santi dan Sinta tak perlu repot nunggu aku bicara…
Mereka berdua memanjakanku dengan memelukku kiri dan kanan plus cium pipi kiri kanan…

“Dah ah, bicaranya nanti saja. Kita makan malam bersama…
Ibu dah nunggu dari tadi di meja makan…”

Ternyata ibu benar2 sudah duduk di ujung meja, seolah sudah diatur, kiri kanannya, Santi dan Sinta mengambil tempat.

Kemudian Aku di ujung yang lain dengan Tiara dan Wanda duduk mwngapitku…

Renata dengan anggunnya memilih duduk di tengah…

Luar biasa…
Seperti makan malam di film2 mafioso…

Wes mbuh kah…
Pokok e dijalani saja…
Let it flow…

***

Make over habis2an interior rumah dan membuat ruang kerja yang benar2 didukung sistem IT terpadu bukan murah, dalam hitungan kasarku, setidaknya 1,5 M tabunganku lenyap…

Penghasilanku selama ini dari menulis dan membuat kreasi lainnya sudah aku serahkan sebagian kepada Wanda untuk diatur penggunaannya, kalau ga salah baru sebesar 15 M.
Tapi kok ga ada laporan pengeluaran sejauh ini. Aneh

Memangnya duitnya siapa ya yang dipake utk macem2 in rumahku ?

Yang paling memusingkan kepalaku adalah permintaan ibu agar semua calon istriku belajar melayani ku sebagai suaminya, maka selama setelah pulang kantor sd berangkat lagi, salah satu dari mereka secara bergilir

Dan itu berlaku mulai besok, ibu sendiri yang akan mengatur jadwal nya. Dengan sabtu dan minggu adalah hari bebasku sendirian…

Gillaaaa…..
Edaaannnnn…..
Lha kalau sampai dicoblos gimana ?
Ibu ini gimana sih….
Anak orang lho itu…
Hadeewww….
Semalam aku ga bisa tidur…
Bener2 ga bisa tidur….

Aslinya pengen melarikan diri….
Tapi tatapan mata ibu dengan tajamnya menghujam…

Kalau kamu melarikan diri…
Besok kamu lihat mayat ibu tergeletak disini….

Duh…
Jagad Pornografi….
Ini ada aturan ga jelas bagaimana ini ?

Aroma misteri mulai menyeruak kencang, soal apa bagaimanadan seterusnya benar2 menyesakkan dada dan pikiranku…
Ada apa ini ?
Ibu seolah bukan ibu lagi….
Ada yang membuatnya jadi begitu ?
Siapa berani menekan ibu ?

Gimana caranya mengurai data yang kusut ?
Yang bahkan ujung pangkalnya saling membelit membentuk simpul2 yg ga jelas ?

Ini soal uang seberapa besar ?
Ga mungkin kalau bukan soal uang atau kekuasaan anak boss perusahaan top mau dan rela menjadi istri ke sekian khan ?

Semoga Ibu bisa selamat lepas dari urusan ini sampai detik2 terakhir kisah…

Semoga

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler