. Sinar Rembulan Part 8 | Kisah Malam

Sinar Rembulan Part 8

0
78

Sinar Rembulan Part 8

Wes Mbuh Kah

Kalau mumet gara2 perbuatan sendiri masih mending, setidaknya kita masih bisa meyakinkan otak kita bahwa semuanya adalah akibat dari semua perbuatan kita…

Lha aku?
Mumet gara2 orang lain…
Duluu aku mumet gara2 dibully orang dianggap ndeso gara2 nama doang…
Sekarang mumet gara2 banyak anak gadis orang memaksa jadi pasangan hidupnya…
Plus…
Mumet gara2 ibu pake acara njodoh2 in pada anak2 kawannya…

Pokoknya mumet poll pake banget banget banget….

Ternyata yang dijodohkan resmi oleh ibuku adalah Renata, dan ternyata Renata serta papa mamanya dan ibuku tahu kalau aku yang nabrak mobil Renata gara2 ngebut.

Pantesan kala membaca nama di KTP Renata tampak senang sekali. Karena sebenarnya dia sudah tahu kalau itu aku tapi belum yakin benar, karena secara kita ketemuannya sudah jaman masih SMP gitu kalau ga salah.

Eh ya, dia itu adalah gadis yang aku tolongin dr preman dan aku antar ke rumah nya.

Peristiwa itu begitu membekas dihatinya dan kala tahu aku ini anak kawan mamanya kala diajak arisan mamanya, maka Renata pun berketetapan hati mau menjadi calon istriku….

Cerita yang simple khan….
Tapi kok ya faktor kebetulannya sangat sangat sangat besar ya…
Seolah ada tangan yang dahsyat yang mengatur semua ini…

Mbak Tiara kurang lebih mempunyai cerita yang hampir sama, dialah yang mobilnya mogok di jalan sepi, pas kebetulan aku pulang kampus sendirian melihat itu menepi dan membantu sampai mobilnya bisa jalan, aku sempet mengawal pakai motor dari belakang sih utk memastikan semuanya baik2 saja sampai mbak Tiara pulang ke rumah.
Perlu 5 tahun mbak Tiara mencariku karena aku tak mengenalkan diri dan waktu itu segitu kalutnya mbak Tiara sehingga juga lupa menanyakan namaku…

Akhirnya setelah 5 tahun barulah mbak Tiara menemukan aku yang sudah lupa peristiwa itu, bahkan lupa dengan mbak Tiara. Secara tak disengaja mbak Tiara jadi Manajer di Kantorku dan bertemu aku…

Aneh bukan ?
Ada yang kaya mengaturnya begitu….

Si Wanda ?
Anak manja satu ini memang awalnya tak mau dijodohkan karena gengsi sih sebenarnya.
Banyak kejadian diantara kami berdua karena kedekatan mama nya dan ibuku, soal antar mengantar entah kemana saja, aku ga pernah nolak membantu kalau memang bisa…
Ada suatu kejadian unik dimana aku menungguinya di rumah sakit kala kuliah di UGM sono.
Papa dan mamanya lagi berlibur di pulau maluku entah dimana sehingga tak ada sinyal.
Jadilah aku diutus ibu untuk mengurus Wanda kala sakit.
Seminggu utuh aku menungguinya, menyuapinya dan segala tetek bengek nya…

Sampai akhirnya Wanda begitu terpesona padaku karena belum pernah ada orang yang mau telaten mengurusinya selain papa mamanya.

Sehingga Wanda beketetapan hati utk menjaga diri dan hatinya hanya untukku…

Asyik bukan ?
Benar2 kaya ada yang ngatur…

Bukan sok cool atau apa, kalau melihat alasan2 nya, kayaknya tak ada yang benar2 cinta khan ?

Setuju khan dengan ku ?
Lebih banyak yang karena urusan balas budi atau semacamnya…
Inilah yang aku ga bisa terima.

Aku menebar budi tidak untuk dibalas, melainkan itu karena memang seharusnya seperti itulah hidup khan ?
Bukan sok moralis atau apa, banyak kejadian yang membuatku sesak di dada akibat dibully dan itu hanya bisa plong kala aku bisa membalasnya dengan kebaikan2 ke orang lain…
Bukankah itu biasa khan…?

***

Semakin dibully semakin banyak menolong orang lain itulah anak ibu yang gagah dan berjiwa ksatria

Kata2 penyemangat itulah yang membuatku menjadi senang dan terbiasa berbuat aneh2 di mata orang lain.

Itulah…
Hal2 biasa yang membuatku akhirnya kesandung dengan anak gadis orang yang membuat pusing kepala…

Rasa ingin membalas budi itu bukan cinta….
Itu adalah ego karena ingin terbebas dari hutang budi….

***

“Ibu…
Tiara, Rena dan Wanda….
Aku paham perasaan kalian, maaf tadinya aku tak mengenali kalian….
Tapj aku ga bisa menerima hubungan yg dilandasi balas budi atau hutang budi…

Begini, aku punya rencana ke depan untuk masa depanku dan keluargaku nantinya.
Aku ingin membentuk kerajaan bisnisku sendiri, aku sudah punya rancangan bisnis plan dan action plan.
Aku ingin kalian bertiga menjadi landasanku membentuk perusahaan itu nantinya.

Targetku dalam 4 tahun perusahaanku menjadi besar….
Aku ingin kalau kalian mau membalas budi balaslah dengan ikut andil mengembangkan perusahaanku…
Mudah2an dengan begitu hutang piutang budi diantara kita lenyap…
Saat itu kalaulah masih ada yang merasa mencintai ku dan aku mencintainya…

Dialah istriku…
Bagaimana ?”

“Maksudnya bagaimana ini Budi ?
Kamu mewajibkan mereka membayar hutang budi ?”

“Tidak ibu, aku memberi kesempatan mereka membayar hutang budi, ga wajib.
Mudah2an dengan itu mereka bisa obyektif menilai rasa mereka terhadapku ”

“Mmmm menarik….
Aku ikut tapi sebelumnya aku pengen lihat planning nya seperti apa”

“Siap, aku ikut”
“Aku juga”

“Ok….
Begini penjelasannya, aku ingin selama 4 tahun ini kita mendirikan perusahaan dengan planning seperti ini :
1. Kita bentuk PT dengan saham adalah 20% dan kalian masing2 20%.
Ibu dapat bagian 20%. Kalian tak perlu mengeluarkan modal sama sekali. Semua dana aku sudah siapkan.
Utk tahap 1 ini Wanda yang belum bekerja dan baru lulus yang sementara handling. bisa Wanda sayang ?”

“Bisa sayang”

“Ok thanks,
Langkah kedua adalah membangun dasar perusahaan, pada tahap ini aku ingin Renata keluar perusahaan dan mulai untuk melakukan penerimaan pegawai. Bisa Renata Sayang ?”

“Bisa sayang…”

“Langkah ketiga adalah mulai menjalankan perusahaan, semoga dalam 4 bulan langkah pertama dan kedua bisa kita kelarkan, sebab dalam 6 bulan aku dan Tiara sekaligus akan keluar kerja guna menjalankan perusahaan kita.

Bisa khan kira2 Wanda dan Renata sayang ?”

“Bisa sayang” Renata dan Wanda menjawab bersama…

“Lho aku kok ga ditanya sih ?”

“Muuaaach…
Aku cukup cium saja khan sayang ?”

“Mmmm iya sayang”

“Ihhh curang, aku juga mau muuach ”
“Sama, muaaach”

Hampir bersamaan si Wanda dan Renata menciumku

***

Nanti yang jadi komisaris utama ibu.
Wanda jadi direktur keuangan, Rena jadi direktur Operasional dan Tiara jadi Direktur Teknik

“Ada yang keberatan ?”

Semua diam, biarin apa yang ada dikepala mereka pokoknya jangan biarkan perempuan bicara soal pekerjaan, bisa ngelantur….
Ha ha ha…

“Aku sendiri yang akan jadi direktur utamanya

Terus…

Masing2 direktur boleh membentuk sendiri struktur organisasi dibawahnya tapi ingat, harus seramping mungkin, soalnya kita masih baru.

Dan yang pasti harus sesuai dengan bisnis plan yang aku buat.

Dan ini fotocopy bisnis plan utk kalian pegang satu2.

Ibu ketua dewan komisaris, anggotanya adalah orang tua Renata, Wanda dan Tiara.
Aku kok yakin orang tua Tiara ibu juga kenal soalnya”

“Hmmmm kok kamu tahu Bud ? Hi hi hi sudah mulai cerdas kamu ternyata, cuma yang ibu maksud mau jadi istrimu dan mau dijodohkan dengan kamu itu ga cuma Renata….
Hi hi hi….”

“IBUUUUUU”

Waduh, apalagi nih ?
Aku terpaksa mempercepat rencana membangun perusahaan karena keyakinan kuat, bahwa ketiga anak gadis orang yg mati2an pengen jadi istriku mampu bekerjasama…

Lha kok ini ada lagi…
Eh, sebentar..
Jangan2

“Sebentar bu, memangnya yang ibu lamar utk jadi istriku ada berapa ?

“Dua lagi, empat sama Wanda dan Renata”

Dua lagi….?
Arrrgggbhhh…
Ibu gimana sih, masa ngelamar anak orang, empat lagi ga pake bilang2..

Alamak…
Matiiii aku….
Matiiii akuuu….
Semuanya kemudian gelaaap…..

***

Aku terbangun kala malam sudah menjelang pertengahannya, entah bagaimana aku bisa pingsan mendengar cerita ibu tadi….

Mungkin tepatnya kondisi otak beku kali ya….
Bagaimana ga beku, lha nyari teman seiring saja sejak kecil ampe segini besar dapatnya si koplak Ayu ma Bagas doang, kagak ada lainnya…
Hidupku memang sepi sunyi dan aku sudah terbiasa, eh masuk langsung 3 calon istri error dah otak ku…
Dan ternyata itu bukan akhirnya…
Masih ada 2 lagi belum datang. Informasi demi informasi selama kurun waktu kurang dari seminggu langsung kontan bikin otakku beku….

Terbangun…
Ternyata aku tidak sendirian…
Ada 5 gadis anak orang, bak bidadari kahyangan ada disekelilingku…

5 orang boss….
Cuantik 2…
Ayu2…
Dan sexy2….

Kirain gua sudah mati tadinya lha wong begitu buka mata lihat bidadari lho boss…
Bukan kuntilanak…

Yang 2 lagi aku belum kenal betul, tapi wajahnya kerasa familiar juga sih…
Ingat ga ingat….
Setelah keduanya tersenyum dan pas betul sama senyumnya, baru aku ingat kalau mereka adalah si kembar yang dulu pernah main denganku kala masih kecil. Putri boss tambang batubara yg suka kesepian di rumah, karena orang tuanya hanya kerja kerja dan kerja…

Ketemu denganku di taman kompleks kala minggat dari rumah wujud protes pada orang tuanya. Masih kelas 1 SMP kalau ga salah waktu itu mereka.

Kasihan melihat waktu itu, mereka lapar dan ketakutan dibully teman2 kompleks saking cantiknya digodain sampai nangis pula, soalnya jarang2 ada cewek cantik di taman sih.

Akhirnyanaku ajak main ke rumah, makan bareng sampai sore menjelang. Sampai ibu pulang dari belanja buat ngisi toko bajunya kalau ga salah.

Begitu melihat ibu, mereka berteriak…
“Tantee….. ” sambil memeluk ibuku.
Ternyata mereka putri2 kawan karib ibu waktu kuliah dulu.

Kebetulan ibu dulu sering main ke rumahnya, ha ha ha ternyata minggat itu kaga betulan minggat, cuma sekedar pengen ke rumah ibu saja karena ibu mereka anggap orang tua yang suka mengajak mereka main kala bertamu di rumahnya dulu.
Pernah sekali mereka ikut mama mereka mengantar ibu pulang sampai di taman depan komplek.

Dan alhasil bertemu denganku.

Ha ha ha…

Sejak itu mereka kalau suntuk pasti main kerumah. Cuma setahun saja sih, sebelum mereka pindah ke luar kota ikut papa mama mereka mengembangkan bisnis di jakarta.

Ya …
Nama mereka aku ingat sekarang, Santi dan Sinta…

Beuh….
Akhirnya ketemu lagi dalam suasana yang benar2 akward bin musingin kepala.

Apa mereka berdua yang dimaksud ibu ? Aku masih belum yakin 100% sih tapi kayaknya iya.

Cuma setidaknya aku harus menyapa mereka berdua lebih dulu sebelum menanyakan kejelasan soal yg paling aneh ke ibuku……

“Eh… Santi dan Sinta ? Betul ?”

“Hi hi hi iya mas Ibud…
Gimana kabarnya mas ? Kami kangen main2 lagi sama mas Ibud lho hihihi ”

“Eh, ini yang Sinta khan ? Soalnya ada tahi lalat di atas bibir. Kalau ga salah ingat”

“Hi hi hi, betul mas Ibud, aku Santi, tahi lalat di bawah mata”

“Ha ha ha, iya Santi yang suka nangis, ha ha ha Sinta yang suka ngomong ha ha ha, bagaimana kabarnya sekarang ?”

“Kabar baik mas, baru tadi kami datang dari Jakarta dipanggil Ibu, menghadap”

“Menghadap ?”

“Iya menghadap calon suami kami, ya mas Ibud deh… Hihihi…
Eh sampai sini, ternyata yang antri jadi calon istri mas Ibud banyak juga ya
Kayaknya mas Ibud nakal deh setelah kami tinggal pindah ke Jakarta”

“Waduh….. Pusingku balik lagi, duh Gusti…
Santi Sinta, kok mau2nya dijodohin ma ibu dan mama sih?
Mas kan bukan orang yang tepat aslinya ? Kalau ga salah kalian berdua dulu suka marah2 sama Mas gara2 rebutan Ibu khan ?”

“Hi hi hi, lha ini juga kami mau ta gara2 biar dianggap anak betulan sama Ibu mas… Hi hi hi”

“Maksudnya ?”

“Ibu ngancam ga akan mau nganggap kami anak kalau ga mau nikah ma mas Ibud soalnya hi hi hi”

Alamak…..
Tobat…..

Gubrak….
Aku mau pingsan lagi, tapi ga jadi karena si Tiara akhirnya marah tak dianggap keberadaannya melempar bantal ke mukaku

“Gitu ya… Daritadi ditungguin dengan khawatir, eh bangun2 yg dianggap malah orang baru lagi…”

“Duh sayang, kalau marah kok tambah cantik sih, jangan marah2 ya sayang, aku bisa2 jadi makin sayang lho Tiaraku”

“Sini sayangku Wanda dan Renata….
Jangan manyun2 atuh, aku asli bingung mau gimana lagi…
Ngadepi kalian seorang seorang saja asli mumet kepalaku…
Ini langsung berlima….
Aslinya mau minggat saja…
Mas ga mau nyakitin hati siapa2 tapi kayaknya tiap hari kayaknya nyakitin kalian terus ya,
Duh gusti…
Gimana kalau kita time out ngomongin jodoh dan urusan nikah menikahi ya…
Kedepan kita urusin perusahaan saja ya, kalau ga setuju ya baiknya mas mati saja deh…
Tobat…”

“Hi hi hi iya deh mas Buas, Renata ikut saja deh, apan Rena calon istri yang baik, nurut deh ma calon suami…”

“Hi hi hi Tiara ok kok mas Gara, asal boleh cium mesra saja, hi hi hi”

“Huhh…. Wanda malah maunya dikeloni ma mas Budi kok, meskipun ga tiap hari…”

“Ha ha ha, modyar aku, kalau semua minta dikelonin gimana ?”

“Ya ga papa asal kuat saja ngelonin nya”

Wadawww…..tobat
Aseeeem

***

Ini pasti ada apa2nya…
Ibu pasti ada sesuatunya yg disembunyikan…

Mana ada jaman sekarang seorang gadis mau dimadu dan mau melayani satu orang saja rame2….
Ini jaman Emansipasi lho…
Pasti ada sesuatu yg disembunyikan ibu…

Mmmmm…

Let it be lah…
We’ll see what happen then….

Pokoknya ada yang jual, pasti gua beli…
Lha yg jual gadis cantik2 ? Ya gua kekepin lah…

Ha ha ha ha…
Mana ada ruginya tho ?

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part