. Pengalaman Mengubah Hidup Part 11 | Kisah Malam

Pengalaman Mengubah Hidup Part 11

0
113

Pengalaman Mengubah Hidup Part 11

Kami berlanjut berciuman, “smoocchhh smoochhhh cuuupphhh”, lidah kami saling bersentuhan dan menari-nari, mata kami terpejam menikmati moment ini.

Tanganku semakin nakal dengan meremas pantatnya, dan tanganku masuk kedalam celananya. Kami terus berciuman dengan intim. Ku arahkan bibirku ke lehernya. Sandra menggelengkan kepalanya ke atas sambil terus mendesah “ahhhhhhhhhh ahhhhh”

Tanganku masuk ke bagian dalam celana bagian depan. Namun tangan Sandra menangkal tanganku. Dia lantas berdiri dan menarik tanganku untuk mengikutinya ke kamar yang disekat oleh ornament bamboo ini.

Sandra menarikku ke kasurnya. Dia pun berbaring dengan menarikku sehingga akupun ikut berbaring disebelahnya. Kami terus berciuman tiada henti.

“smoochhhh smooochhhhh”, rambut Sandra yang tadinya tertata sekarang sudah mulai kusut karena ganasnya kami berciuman.

Dari bibirnya aku pun turun terus ke dadanya, menciumi dadanya yang berukuran 32A ini dari luar bajunya. Lantas turun lagi ke bagian pusar dan hingga bagian selangakangannya. Sandra mendesah tiada henti-hentinya. “ahhh ahhh oowwhh ahhh” “uhhhh hmmmmmm ahhhhhh uhhhh”, saat dia mendesah suaranya berubah menjadi serak basah yang membuatku semakin bernapsu.

Aku membuka kancing celananya. Sandra melihatku dengan tatapan nafsu. Aku melepas celanannya. Terlihatlah celana dalamnya yang sudah sangat basah sekali. Aku pernah mendengar bahwa orang Chinese lebih basah jika sedang horny.

Aku melepas celana dalamnya. “wow indah banget Sandra, gak ada bulunya dan warnanya pink”. Sandra hanya mengangguk pelan. Aku menjulurkan lidahku dan menjilati bagian klitorisnya. Sandra mendesah tiada akhir.

“ahhh Rend, ahhhh yees, ahhh enak banget ahhhh”

“uuhhhh yeeesss ahhhh iya disitu terus ahhhh”

Kepala ku diberada selangkangannya dan rambutku di remas olehnya saat permainan lidahku semakin intens. Pahanya juga semakin mencengram hebat ke kepalaku.

“ahhhhhhhh cepet bentar lagi lebih cepeeeet aaaaaawwwhhhhhh” Dari permainan lidah ini Sandra mendapatkan orgasme. Cairan demi cairan surgawinya mengalir dari vaginanya, aku terus menjilatinya hingga dia klejotan gak jelas.

“culuuun ahhh culuun terus iyaaa aaaa culuuuunnn stoppp please aaaaahhh ahh ahhhh ahhhhh”, desah Sandra saat setelah orgasme aku masih memburu vaginanya.

Aku pun teringat pesan tante Dina bahwa setiap wanita bisa squirt, maka aku ingin mencobanya. Sebelum aku mencoba squirt kepada Sandra, aku ingin tau apakah dia masih perawan atau tidak. Aku melepas celanaku. Turut aku lepas juga baju dan BH Sandra, dia Nampak pasrah saat aku melepas bajunya satu per satu.

Aku membaringkan dia di kasur, sembari menciumi bibirnya “smooochhh ahh Rendy smoochhhh”

“enak banget Sandra, aku napsu banget, boleh kah aku ngentotin kamu?”, walau sudah sama-sama telanjang aku masih menanyakan itu hanya sebagai basa-basi.

Dia mengangguk pelan tanda persetujuan.

Ku arahkan kontolku ke arah vaginanya. Sandra pun terlihat siap menerima kontolku.

“mmmmmmmmmhh” desahan ringan Sandra diiringi nafas panjangnya saat aku memasukkan kontolku. Vagina Sandra sangat basah dan kecil sekali, sehingga terasa sangat sempit. Aku gerakan maju mundur, Sandra memeluk tubuhku dan kakinya melingkar dibadanku.

“ahh, ahh, ahhhh auuuww, enak culun”.

“ahhh yes ahhh terus culun”, “ahh enak banget sandraaa”, “ahhh terus culuuun ahh ahhh ahhh hmmmm”

Disaat dia sedang merem melek keenakan. Dari rasa di kontolku nampaknya dia akan segera orgamse lagi, aku pun mencabut kontolku.

“kok berhenti culun, aku udah dekat”, pintanya. Aku hiraukan saja, aku menciumi badannya dan turun ke vaginanya lagi. “ahhh ayo masukin lagi kontolmu culun”, desah dia semakin liar.

Aku masukkan kedua jariku, Sandra mengerang kesakitan, “ahhhh, kamu mau ngapain? Aku belum pernah diginiin, masukin kontolmu aja”.

“dinikmati aja Sand, kamu bakal keenakan yakin deh”

Aku melihat vaginanya banyak lendir yang mengalir dari lubang surgawi dia. Aku gerakkan jariku seperti aku melakukan pada tante Dina. Dia pun mengerang keenakan “aw enak banget culun, terus jangan berhenti”. Sandra memposisikan tubuhnya seperti duduk di kasur karena ingin melihat aktifitasku. Aku memintanya untuk pasrah.

“pasrahin aja Sandra”

“iyaa ohhh, aku pasrahhhhh, enak banget sumpaaaaaa”

“ahhh enak banget, aku belum pernah diginiin, ahhhhw ahhhhhw ahhhhhw yeeesss”

CROK CROK CROK CROK
CROK CROK CROK
CROK CROK

“hmmmm awwwww yesss ahhhhh awwwww”, desah Sandra, jariku sudah merasa sangat pegal namun aku tak peduli, tujuanku buat Sandra klejotan.

Beberapa saat kemudian, aku merasakan tonjolan di dinding atas vaginanya dan aku menatap mata Sandra seperti sudah akan kehilangan control atas tubuhnya, kakinya sudah mencengkram, bergetarlah badannya.

Aku tekan tonjolan itu. “ahhhhhhhhhhhhhhHHHHHHH”

“AWWWWWWW AHHHHHHH AWWWHHHHHHHH HUUUAAAHHHH”,

CROOOT CROOOOT CROOOOTTTT

teriakan yang sangat kerasss, diiringi dengan badan dia yg bergetar, diikuti dengan semburan air bening dari lubang surgawi dia membasahi tanganku dan kasur. Aku terus menggobel vaginanya, squirt itu tiada akhir, terus keluar dan Sandra berburu nafas dengan desahan desahan yang sangat keras.

“huuuhhh ahhhuuuu huuaahhh huuuuuuhh hmmmm”

“ahhhhh oooowhhhh my gaddddd ahhhhhh” “oohhhhh ahhhhhh ahhhhhh”. Semburan itu akhirnya berakhir, Sandra bisa menguasai tubuhnya, dia terlihat sangat lemas, dia menarik kepalaku mendekatkan dengan bibirnya, dia memelukku lemas. Sembari memberi ciuman ciuman ringan yang sangat intimate.

“enak banget, aku belum pernah orgasme sampe seperti ini”, bisiknya.

Aku memandanginya dan tersenyum. Aku beranjak dari kasurnya untuk mencari dompetku, karena ada kondom di dalamnya. Ya aku selalu sedia 2 bungkus kondom untuk berjaga-jaga.

Aku berdiri di pinggir kasur dan buka bungkusan pelindung itu. Sandra merebutnya dari tanganku dan dia yang mengenakkannya menggunakan mulutnya.”ahh oohh”,

Aku ajak dia ke kamar mandinya yang aku ketahui ada kaca besar didalamnya, aku ingin bersetubuh sambil melihat badan kita sendiri. Aku posisikan dia sedikit menungging di depan kaca itu, aku berada dibelakangnya dan aku hujam vaginanya dengan kontolku.

BLEEESSSSS.

“aw aw aw aw aw” PLOK PLOK PLOK PLOK

“ahh ahhh ahhhh ahhh”, desahan demi desahan saling bersahutan. Kami lakukan posisi doggy dengan berdiri, aku ingin bertahan selama mungkin, mengingat dia cewek tercantik di fakultasku menurutku.

“awwww yeeeesss ahhh hmmm ahhhhhh”, Sandra hanya pasrah merem melek menikmati setiap centimeter kontolku mengobel vagina indahnya itu.

“hmmmm ahhh aku gak kuat kalo lebih lama lagiiihhhh ahhhh ahhhhhhhh”

“culun aku mau keluar, aku gak kuaaaaaat culun”, pintanya dengan keras. Aku mempercepat gerakanku, badan dia bergetar, “ooooooooooooohhhhhhhhhhhh”, teriakan keenakan keluar dari mulutnya, vaginanya mencengkram erat kontolku.

“bentar culun, aku istirahat bentar, tp jangan km cabut, kamu masih jauh?”, dia minta berhenti sejenak.

“teriakanmu kenceng banget, nanti tetangga denger lho”, tanyaku khawatir.

“abis enak banget culun”

Aku tak sadar jika selama ini dia turut membawa HP nya ke kamar mandi. Sambil aku memeluknya dari belakang, dia mengarahkan HP nya ke kaca dan dia ingin selfie.

“culun selfie yuk”

“serius kamu? Nanti kalo kesebar lho!”

“enggak enggak, sini peluk aku yang kenceng”

Dia berpose secantik mungkin dengan keadaan terlelah dan bugil, aku memeluknya mesra. “ckreeek” suara HP itu memotret keadaan kita.

Aku kembali menggoyangkan kontolku. “bikin aku keluar Sandraa”

Dia bergerak maju mundur, sesekali dia ingin memotret moment ini.

Beberapa saat kemudian. Desakan sperma ingin keluarpun muncul. Aku bergerak semakin cepat.

“aku mau keluar sandraaa”, Sandra menggerakkan tubuhnya semakin kencang.

“ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh” desah panjangku, sperma nyembur keluar namun tertampung kondomku. Badanku terasa sangat lemas. Aku bersandar pada badan Sandra.

“hihi keenakan ya culun”

“heeh enak banget”

Aku cabut kontolku, tertampung sperma yang cukup banyak menurutku.

“banyak banget spermamu, kalo nyembur di dalem pasti anget banget, gendooong dong culun, kakiku lemes banget”

Aku pun menggendong dia, ku taruh dia dikasurnya. Ku duduk dipinggir kasur sambil memandanginya.

“kasurku basah culun, gara-gara kamu nih”, katanya manja.

“kan keluarnya dari vaginamu”

“yang bikin keluar kan kamu”

Sandra menurunkan badannya dari kasur saksi bisu hubungan badan yang kami lakukan. Badan yang masih terlihat lunglai itu memunguti pakaiannya yang berserakan di sebelah kasur, dan mengenakannya. Hanya baju dan celan dalamnya yang Sandra kenakan.

“culun, peluuukkk”, sambil memelukku.

“iya Sandra. eh iya biar nanti gak dikira ada apa-apa, pas sama temenmu kamu boleh kok berkata-kata seperti kemarin, yang penting aku udah tau Sandra aslinya bagaimana” aku membungkuk dan memeluknya, aku merasakan pelukan ini bukan pelukan nafsu semata, namun pelukan dari hati.

Dia memelukku erat. Aku terkaget saat melihat jam tau-tau udah hampir jam 11 malam lebih dan aku masih telanjang tanpa sehelai benangpun dibadanku.

“Sandra aku pulang ya, ini udah malem ternyata” ucapku sembari bangun dari pelukan Sandra.

“nginep disini aja gapapa culun, nemenin aku ya ya ya”, mintanya sambil merenggek.

Aku diam sesaat.

“emang gapapa ya?”

“gapapa lah, kan apartemen, bebas residennya mau ngapain aja”

“yauda kalau gitu, cari makan yuuk, mandi dulu tapi”

“mandi bareng yuk hihi”, canda Sandra.

Malam itu lantas aku dengannya keluar untuk mencari makan untuk mengganti asupan makanan yang habis saat proses ngentot.

—BERSAMBUNG—

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part

Cerita Terpopuler