. Halaman Baru Part 42 | Kisah Malam

Halaman Baru Part 42

0
99

Halaman Baru Part 42

PERMATA YANG SELALU DICINTAI DAN RASA TAKUT KEHILANGAN

Rein :” Dingin banget deek…. ” ucap Rein, lalu dia memindahkan tubuhnya yang sebelumnya tiduran di dadaku berganti tidur miring membelakangiku dan menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya.

Aku :” kirain uda tidur… ” aku ikutan tidur miring dibelakangnya, lalu gantian aku memeluk tubuhnya.. ganasnya hawa dingin di kota ini begitu terasa saat malam hari.. memang dingin banget meskipun AC mati..

Rein :” kamu kenapa belum tidur? Buruan tidur.. besok pagi mau kencan gitu.. ” ucapnya pelan..

Aku :” belum ngantuk… ” lalu aku membuka selimutnya Rein bermaksud menyembunyikan tubuhku juga di bawah selimut agar hawa dingin tidak menemukan tubuhku.

Aku peluk tubuh telanjangnya Rein dari belakang,,, tanganku mengusap usap perutnya yang langsing,, dan semakin menekankan tubuhku ke tubuhnya agar tercipta rasa hangat pada tubuh kami berdua.

Rein :” kamu bener2 nurutin kata2ku ya Dek… ”

Aku :” hmm..? ”

Rein :” aku pernah menyarankanmu agar mendapatkan pacar yang masih perawan, melakukan hanya dengannya, lalu jaga dia sampai kalian menikah, karena wanita yang masih menjaga perawannya itu patut untuk diperjuangkan..”

Eh..? Aku malah lupa dia pernah berkata seperti itu..? Kapan yah?

Rein :” kamu sekarang berpacaran dengan Amel, kamu juga sudah mendapatkan perawannya,jadi tolong jaga dia sampai kalian menikah.. jangan hianati Amel, jangan bercinta dengan wanita lain lagi, termasuk denganku… Karena dia akan menyesal memberikan perawannya untukmu jika kamu masih main sama cewek2 lain… ”

Aku :” ii.. iya… Hehe”

Waduh… Rein malah ngomong kayak gitu.. padahal Amel bukan pacarku yang sebenarnya… Aku sih gak keberatan kalau memang dia gak mau lagi melakukannya denganku.. tapi aku jadi merasa bersalah sudah berbohong padanya.. disaat aku tau Rein ada perasaan denganku, dia malah harus menjauhiku… maafin aku Rein… Semakin erat kupeluk tubuhnya…

Rein :” deek… kamu cinta banget ya sama Amel…? ” ucapnya pelan..

Tuh kan.. Tuh kan… aku harus jawab apa? Kalau aku bilang tidak, dia pasti curiga… kalau aku bilang cinta banget dengan Amel, Rein pasti cemburu dan sedih.. sial…

Rein :” bodohnya aku tanya seperti itu.. , pasti kamu sangat mencintainya kan…. ” ohh tidakk.. Rein… Maaaf.. Untungnya Rein membelakangiku, aku gak tega memandang wajahnya..

.

Rein :” Dek.. kamu selalu memanggilku REIN.. kamu mau tau arti dari namaku itu?”

Aku :” hmm.. Apa..? ”

Rein :” kata Mama.., REIN itu diambil dari bahasa Jepang yang artinya PERMATA. ”

Ohh.. jadi Rein = Permata. bagus banget artinya.. Kirain Rein itu nama marga atau sejenisnya..

Rein :” kalau AMANDA diambil dari bahasa Portugis yang artinya SELALU DICINTAI. jadi mama berharap selama hidupku aku akan selalu dicintai orang2 seperti orang2 mencintai batu permata yang indah. ..”

Rein :” tapi kenyataannya.. orang2 yang mencintaiku selalu pergi meninggalkanku.. ”

Loh.. Loh…

Aku :” aku mencintaimu Rein,, aku tidak akan pernah meninggalkanmu.. . ”

Rein :” meskipun kamu sudah menikah..? ”

Aku :” eh..? ”

Jauh banget ngomongnya… segitu khawatirnya kah dia akan kutinggalkan Saat aku menikah nanti…?

Lalu Rein membalikkan tubuhnya, dia menghadapku dan tersenyum…

Rein :”Dengan siapapun nanti kamu akan menikah, aku akan berbahagia dan tersenyum untukmu,, tapi berjanjilah padaku untuk tidak menjauhiku, berjanjilah tidak akan meninggalkanku sendirian.. karena.. … ” kalimatnya tertahan..

Rein :” karena aku kakakmu…… ” dia tersenyum….

Kenapa dia berkata seperti itu?

Aku :” iya janji.. ” aku tersenyum padanya..

Dengan siapapun nanti aku menikah, aku tidak akan pernah meninggalkanmu Rein, meskipun kamu hanya menganggap cintaku hanya sebatas cinta seorang adik pada kakaknya, tapi kamu adalah permata di hatiku… Namamu seindah permata, wajahmu secantik permata, ketulusanmu semurni permata,,, dan aku akan selalu mencintaimu. Seandainya bisa dan dibolehkan, aku ingin wanita cantik yang sedang memandangku sambil membelai wajahku ini menjadi istriku kelak…. Rasa cintaku padamu lebih besar daripada cintaku ke Alexa karena cintaku ke Alexa sering tertahan keraguanku akan cintanya padaku…

Katakan Rein..

Katakan kamu mencintaiku, aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu.. Apa yang menahanmu? Karena kita saudara tiri..? Huftt… seandainya kita dipertemukan di keadaan yang berbeda..

Rein :” yuk tidur… good night adekk.. ” dia mengecup keningku… Lalu Kulihat Rein memejamkan matanya..

Yap… dia tidak akan pernah mengatakannya, dia pasti sekuat tenaga menahan untuk tidak menunjukkannya padaku,, karena dia menganggap cintanya padaku itu terlarang…

Aku :” good night… permataku… ” kubalas mengecupnya, tapi kali ini aku mengecup bibirnya.. Dia tidak bereaksi, hanya Kulihat senyum di bibirnya..

Tuhan…kalau memang aku dan Rein tidak boleh bersama sama,, pertemukan kami di alam mimpi,, ijinkan aku dan dia bersatu disana, saling bergandengan tangan sampai cakrawala pagi datang.

Tuhan.. tolong bahagiakan dia, aku sangat menyayanginya Tuhan.. dan jika memang benar2 cintaku padanya kamu larang,, tolong pertemukan dia dengan cinta sejatinya, cinta yang tidak bisa kupersembahkan untuknya.

Tes.

.

.

Pagi Harinya

Aku :” ahhh… ”

Aku terbangun merasakan nikmat sekaligus berat di tubuhku….

Aku :” Rein.. apa yang kamu lakukan..?. Achhhh… ”

Aku kaget terbangun melihat Rein sudah duduk diatas perutku dengan penisku ada di dalam memeknya… Kedua tangannya menopang kebelakang, kedua payudaranya yang bulat bergoyang naik turun mengikuti gerakan tubuhnya.

Rein :” achhhhhhh…. Achhhhhhhhhhhhh. ADekkk..achh. ”

Aku :” hoi.. Rein……. ”

Dia tidak mendengarku, matanya terpejam menikmati rasa geli di memeknya yang sedang menerjang penisku… Aku paling suka melihat wajah polos Rein seperti sekarang… wajahnya terlihat tidak berdaya menahan nikmatnya bercinta.

Rein :” uhhhhhh…..sssh hhhhh…. Achh.. Achhs.. ”

Plok

Plok

Rein :” achh… Achhhhhhhhhhh.. ”

Plok

Plok

Rein :” achh. achhh.. Achhh.. Achhh.. Achjhhhh…… ”

Gerakan pinggulnya semakin cepat… semakin nikmat juga kurasakan gesekan memeknya di penisku…

Rein :” aaaacccchhhhhhhhhhhhhh……. ” dia mendesah panjang saat dia berhenti bergerak, tubuhnya bergetar, kurasakan memeknya sangat basah… ehm… sepertinya dia sudah mencapai orgasmenya..,

dengan posisi penisku masih di dalam memeknya dia menindihku, payudaranya menempel kenyal di dadaku.. Dia masih ngos2an.. Biisa kurasakan debar jantungnya yanh cepat di dadaku..

Aku :” tadi malem kamu kan bilang tidak ingin melakukannya dengankuu lagi…..”

Rein :” hah.. Hah…hah… perkataan cewek yg sedang sedih biasanya ngelantur… hehe… Ssshh.. enak banget Dek.ahhhh ” meskipun dia sudah orgasme tapi dia tetap menggerakkan pinggulnya…

Jadi semalam dia beneran sedih..? cuman dia sekuat tenaga menahannya agar tidak kulihat..

Rein :” lagipula aku tau kamu tidak akan berhenti hanya dengan Amel… Kamu pasti akan melakukannya dengan cewek lain selain Amel… Ya kan?”

Aku :” hahh..? ” kesimpulan datang dari mana itu… Sok tau banget..

Rein :” awas ya kalau sampai Amel tau dan dia sedih.. kamu akan berurusan denganku…!”

Buseet.. aku langsung mengingat saat Rein menghajar Anak buahnya Galih tahun lalu.. ngebayangin tubuhku kena tendangannya Rein… seremm…

Aku :” aku tidak ada rencana dengan cewek lain.. kecuali cewek itu yang memaksaku… hahaha… ”

Rein :” Siapa? Guru PPL itu lagi? ”

Aku :” eh.. Bukan.. Bukan…. ”

Rein :” awas ya kamu ada apa2 dengan guru itu lagi.. ” ucapnya serius….

Aku :” engggaaakk… Sapa juga yg mau sama dia… ”

Rein :” tapi dia yang mau sama kamu…memang guru itu kegatelan banget…. ”

Rein :” lagian kamu gampang banget sih dek sangenya… tadi aja nih waktu aku bangun, punyamu ini tegak.. padahal kamu sedang tidur.. mimpi jorok ya? ”

Aku :” eh enggak… Mana aku tau punyaku menegang.. dia membesar secara alami kalau pagi hari… ” aku membela penisku,, emang tadi aku mimpi apa’an ya? Lupa…

Aku :” terus kamu jadi sange lihat punyaku memebesar..? Lalu tiba2 memperkosaku saat aku sedang tidur… Iya..? ”

Rein :” idiihh sok tau.. aku tu tadi kasian liat punyamu kayak gitu.. dia kelihatan tersiksa berdiri kayak gitu… aku membantunya agar tidur lagi…. ”

Aku :” alesaan… Bilang aja. .. Emphhh.. Emphhhhhh” tiba2 Rein membungkam. Mulutku dengan tangannya saat aku akan berkata sesuatu..

Rein :” Gausah bawell ya… uda ah aku mau mandi.. Mau ke salon… ” Dengan cepat dia berdiri…

Aku :” woi.. Rein..punyaku masih berdiri nih.. katanya mau bantuin..? ”

Rein :”uda males.. pake tanganmu sendiri… ”

AAAAAAAAA… buset nanggung amat… Curang banget,.. Eh..? salon..?

Aku :”katanya mau lanjut latihan nyetir? Kok malah kesalon…? ”

Rein :” yupp.. biar tambah cantik kayak Amel. Hihihi.. nanti habis dari salon lanjut latihan nyetir.. ”

Hadeeeh.. gak perlu ke salon dia sudah cantik banget padahal.. Kulihat Rein sudah masuk ke dalam kamar mandi di dalan kamarnya..

Ikutan Ah.. sapa tau bisa nuntasin… Hihihihi..

Cklek..

Cklek.. Cklek.. Cklek…

Dok.. Dok.. Dok

Aku :” Rein… Kok dikunci sih… ”

Rein :” mandi dikamarmu sendiri…. ” teriaknya dari dalam kamar mandi…

“Hadeeehh.. tega banget sih Rein padaku pagi ini…. huftt.. awas ya nanti malem..” ucapku dalan hati..

Setelah berpakain, aku kembali ke kamarku…

Eh…?

Mbak Tina :” Pagi Mas.. ” senyum. mbak Tina padaku, dia sedang mengepel di dekat kamarnya Rein..

Aku :” iya Mbak.. Pagi… ”

Sejak kapan Mbak Tina disitu? Apa dia tau aku dan Rein tadi… please jangan… jangan menambah masalahku…

Aku segera mandi dan bersiap menuju sekolah untuk menghadiri acara Festival Musik yg dilaksanakan di hari minggu ini..

.

.

.

Sesampainya Di Sekolah

Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, suasana sekolah sudah membludak para siswa.. tidak hanya siswa dari sekolah kami tapi juga siswa dari sekolah2 lain.. acara yang bertajuk “Eleven Fest” ini memang mengundang band2 dari sekolah lain untuk ikutan berpastisipasi dalam acara ini. Tidak pernah aku melihat keadaan sekolah seramai ini..

Dari kejauhan sudah terdengar musik Reggae yang mengalun merayu orang2 yang mendengarnya untuk menggoyangkan badan.. suaranya berasal dari lapangan tempat panggung megah berdiri…

Aku segera menuju ke asal suara tersebut, melewati stand2 sponsor acara ini… berbagai macam sponsor ikut mempersembahkan acara ini, seperti sponsor makanan, minuman, operator seluler, motor dan lain lain. banyaknya sponsor menggambarkan betapa suksesnya panitia merayu sponsor2 itu ikut berpastisipasi.

Aku mencari tempat untuk duduk di bawah pohon yang rindang di pinggiran lapangan.. Didepanku terlihat lautan siswa sedang berdiri di tengah lapangan.. Terik matahari tidak mengurangi semangat mereka untuk bergoyang goyang, meloncat, dan bernyanyi menghadap ke arah panggung.

Beberapa band sekolahan silih berganti menunjukkan kemampuan mereka dalam bermusik.. Ada yang beraliran Rock, punk, Reggae, SKA, dan masih banyak aliran pop… memang di tahun ini grup band sedang populer di kalangan pelajar. sungguh ironi, seandainya mereka tau beberapa tahun kedepan pasar musik di negara ini akan diserang Boy Band dan Girl Band.. tapi untungnya tidak begitu lama.. yang kemudian berganti ke musik EDM seperti yg sedang ditekuni Adit saat ini.

Oiya Adit dan AL pasti sekarang sedang sibuk.. anak2 dari ekskul musik memang dalam acara ini di plot sebagai panitia. ehmm.. katanya sih AL akan perform…jadi gak sabar melihat pacarku itu beraksi Diatas panggung… Dua jam kemudian aku masih duduk di bawah pohon membaca buku yang beberapa hari yang lalu aku pinjam di perpustakaan. masih tidak kulihat teman2ku…” Ressa kok gak kelihatan yah..? Kemana tu anak…? ” ucapku dalam hati.. Kulihat sekeliling lapangan masih tidak kutemukan satupun teman2 dekatku..,

Oiya..aku harus mengingatkan diriku sendiri kalau seminggu lagi obatnya Ressa akan habis.. aku harus segera ketemu Kak Neta.. lebih cepat lebih baik..

“Kak Neta hari ini kesini gak yah…? ” ucapku dalam hati… kayaknya gak mungkin.. dia pasti pulang ke kota sebelah menemui keluarganya, adiknya yang sangat dia sayangi itu……

Hadeeeh.. kemana sih semua orang? Kenapa di tempat seramai ini aku malah kesepian daritadi..

Kusandarkan tubuhku di tembok dan kutaruh buku yang kubaca menutupi wajahku…

“AL..”

“AL..”

“AL..”

“AL..”

Hmmm…?

Kudengar para siswa itu memanggil manggil nama pacarku,, aku langsung reflek melihat ke arah panggung… eh.. itu Alexa…

AL :” masih semangat….? ” Suara Alexa terdengar dari speaker speaker raksasa di sekeliling lapangan…

Langsung disambut sorak sorai para siswa yang ada didepan panggung… mereka kelihatan senang mengetahui yang akan tampil adalah band nya Alexa.. mereka ngidol sama Alexa atau Bandnya ya ?

Aku langsung berlari mendekat ke arah panggung agar bisa melihatnya dari dekat saat dia beraksi, baju yang dipakainya terkesan cuek,, hanya tanktop hitam mini dan juga celana panjang warna hitam juga.. sangat kontras dengan kulitnya Alexa yang sangat putih.,, Alexa terlihat tomboy seperti biasanya,,, Dia sempat melihatku dan aku melambaikan tangan padanya.. tapi dia tidak berekasi.. langsung memalingkan wajahnya… buset.. aku dicuekin lagi.. ..

Lagu pertama yang dibawakan bandnya Alexa adalah lagunya Paramore yang berjudul Decode.. lagu yang populer sebagai salah satu OST film Twilight,, suara Alexa yang serak serak basah sangat cocok membawakan lagu itu.. ngerock abisss. Apalagi tubuh mungil Alexa meloncat loncat diatas panggung dan Tidak lupa Head Bang yang dia peragakan sukses membuat suasana lebih meriah… seakan membawa semangat baru bagi penonton..

Lagu kedua yang mereka bawakan adalah lagunya evanescence yang berjudul Bring Me To Live.. berduet dengan salah satu vocalist cowok,, mereka sukses membawakan lagu itu. Tidak henti hentinya aku merinding mendengar suara Alexa yang menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan…

Lagu ketiga dimulai, para personel bandnya Alexa memulai memainkan alat musiknya..

Eh lagu ini?

aku langsung tau lagu apa yang akan mereka bawakan hanya mendengar dari intronya..

AL :” untuk lagu ketiga ini kita agak cooling down… oke? …. ”

Langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton..

AL :” lagu ini khusus aku persembahkan untuk orang yang sangat spesial bagiku… dan dia sudah ada diantara kaian….. ”

Eh…? Spesial? Buat aku kan….?

Para penonton kembali bertepuk tangan mendengar ucapan Alexa…

AL :” seseorang yang telah meyakinkanku untuk berani jatuh cinta lagi….”

Tiba2 AL memandangku…. Kulihat para penonton kebingungan siapa yang sedang dilihat Alexa..

AL :” sayang,,, meskipun masih sebentar, tapi aku merasakan sudah mencintaimu selama seribu tahun… dan aku akan tetap mencintaimu ribuan tahun yang akan datang… I love you… ”

Semuanya bertepuk tangan dan bersorak mendengar kata2 romantis dari Alexa… . ada yang bersiul….

” love you too… ” aku tidak mengucapkannya dengan keras.. tapi aku pastikan Alexa tau apa yang aku ucapkan dengan gerakan bibirku…

Dan Alexa mulai menyanyi lagu itu.. kalian pasti tau lagu apa yang dia bawakan jika paham dengan kata2nya Alexa tadi…

Betapa senangnya aku,, Aku terharu dia membawakan lagu itu untukku.. apakah dia berakting? bagiku dia sama sekali tidak kelihatan sedang berakting… Aku sungguh bahagia.. Jika ada yang sedang melihatku sekarang pasti tau kalau mataku sedang berkaca kaca… Alexa selalu berhasil menghapus segala keraguanku padanya…

♫ One step closer

♫ I have died everyday, waiting for you
♫ Darling , don’t be afraid, I have loved you for a thousand years
♫ I’ll love you for a thousand more
♫ And all along I believed, I would find you
♫ Time has brought your heart to me, I have loved you for a thousand years
♫ I’ll love you for a thousand more

Suara merdu Alexa diikuti penonton yang juga ikut bernyanyi…

Eh siapa itu?

Di tengah2 lagu, kulihat seorang cowok maju kedepan ke arah panggung, lebih tepatnya menuju ke arah berdirinya Alexa..

Mau ngapain dia? Loh.. Loh…

Semua penonton langsung kembali bersorak menyaksikan cowok yang menghampiri Alexa memberikan setangkai mawar untuk Alexa dari bawah panggung…

Asemmm. langsung panas aku melihatnya… aku kok gak kepikiran seperti itu ya… ******..******… dasar culun…

“oh jadi itu cowoknya barunya AL.. ”

“kasep pisan…. ”

Eh..eh.. bukan2.. Itu bukan cowoknya..Wah..wah..jadi salah paham gini sih… aku ingin menanggapi omongan2 siswa di sebelahku tapi tidak bisa…

AAAAAAAAAAA, Siapa sih cowok itu? Kurang ajar banget berani2nya mendekati pacarku… Ehm… Kayaknya bukan anak sekolah sini deh… aku gak pernah melihatnya disekolah ini..

.

.

Setelah menyelesaikan 3 lagu, Alexa dan Band nya turun dari panggung bergantian dengan band yang lain… langsung aku susul Alexa ke belakang panggung…

Kulihat dia sedang ngobrol dan tertawa bersama bandnya, Alexa masih memegang bunga yang diberikan cowok asing tadi.. .. mereka sepertinya puas dengan penampilan mereka tadi…. Kupanggil Alexa saat aku sudah mendekatinya.. tapi dia hanya melihatku sebentar lalu ngobrol lagi dengan anggota bandnya…

Hadeehh.. dicuekin lagi….

Aku :” Rein gak dateng……. ” Mendengar ucapanku, dia langsung mendekatiku…

AL :” Serius…? ” tanya AL meyakinkan omonganku..

Aku :” iya.. pagi ini dia ke salon lanjut latihan nyetir…. Lagipula dia……”

AL :” Hmm..? ”

Aku :” Gak jadi.. Gak jadi… Hehehe”

AL :” Dia males lihat aku dipanggung kan…? ”

Aku :” Hehehe.. ” bagaimana dia bisa tau..?

AL :”syukurkah kalau Amanda gak dateng… btw,, bagaimana penampilanku tadi..? ” dia terlihat antusias menunggu jawabanku.

Aku :” sempurna… apalagi pas di lagu terakhir… ,aku gak nyangka kamu akan membawakannya untukku.. Boleh aku memelukmu.? ”

AL :” hihihi.. sebenernya aku sudah tidak kuat menahannya, aku bisa melihatmu disekolah tapi tidak bisa didekatmu.. Sekuat tenaga aku harus menahan diri ketika merindukanmu… jadi.. selama tidak ada Amanda disekolah.. .. kamu bebas melakukan apa saja padaku… ” dia tersenyum.. Lalu lengannya terbuka menunggu pelukanku….

Oh My.. aku tidak pernah bisa kuat mendengar kata2nya… Tanpa ragu kupeluk tubuh mungilnya,, sedingkit kuangkat keatas…

Aku :” yapp.. Kali ini jangan ditahan, luapkan semua kerinduanmu hari ini.. hihihi… btw, terimakasih sudah memepersembahkan lagu itu untukku… ”

AL :” sebenernya tadi cuman akting… Biar tambah dramatis.. ”

Aku :” haahh..? ” aku shock mendengarnya…

AL :” hahahaha.. bercanda sayang.. coba dari awal aku tau Amanda gak dateng… pasti aku akan menyanyikannya sambil turun panggung menuju kearahmu.. Lalu aku bernyanyi sambil memegang tanganmu… ” dia tersenyum…

Aku membayangkan kata2nya… Hmm.. asik sih sebenernya..

Aku :” emang berani meskipun Rein gak dateng…? ”

AL :” enggak.. hahaha.. ..”

Buset.. php mulu nih pacarku…. Aku pasang muka sebel padanya..

AL :” Temennya Amanda tu banyak, ntar mereka laporan ke Amanda kalau adiknya aku goda….. ”

Iya juga sih..

Aku :” mau dong digoda kakak cantik…. ” aku tersenyum padanya…

AL :” dasar… Mesummmm… ”

Aku :” eh…? Emang wajahku kelihatan mesum…? ”

AL :” kelihatan banget… tapiiii.. mau dong dimesumin dedek ganteng… ” dia mengucapkannya sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuhku dengan tatapan yang menggoda… Hadeeh.. malah aku yang tergoda olehnya..

AL :” hahahaha.. aku gak tahan lihat mukamu… Hahahaha.. ”

Aku :” hehh..?…. ”

AL :” udah ah.. kamu gak pengen ngajakin aku makan…? Laper nih.. ”

Aku :” yauda yuk ke kantin… ” aku sudah mulai berjalan.. tapi dia malah diemm..

Aku :” luh… Katanya kaper..? ”

AL :” gitu doang..? gak pengen gandeng tanganku gitu..? Aku ini pacarmu loh.. ..”

Buset.. tumben banget sih Dia manja padaku…. Jadi gemes…

Langsung kutarik tangannya.. Dia tersenyum.. malah merangkul lenganku…. Baru kali ini aku dan Alexa bebas bergandengan seperti ini di sekolah… mungkin karena banyaknya pengunjung, dia berani melakukan seperti ini sebab sangat kecil kemungkinan kami berdua kepergok orang lain…..

.

.

Sesampainya di kantin kami memesan mie ayam dan duduk di sebuah meja…. tiba2 Adit mendekati meja kami.. .. dia gak sendirian.. dia bareng2 dengan Mira..

Mira :” hai Kak Rega… Kak AL… ” loh.. Mira kenal Alexa..? Ehmm.. sepertinya semua siswa tau Alexa deh Tanpa harus mengenalnya…

Aku :” kalian kok barengan…? ” tanyaku pada mereka.. sedangkan Alexa hanya tersenyum pada mereka…

Adit langsung duduk didepan kami.. Sedangkan Mira tiba2 handphone nya berdering.. Kemudian dia menjauhi kami untuk menjawab teleponnya…

Adit :” tadi ketemu saat menuju kesini.. Mira mau makan juga katanya.. yauda barengan deh… ”

Aku :” owh…. ”

Adit :” ciee… Ciee.. tumben berani berduaan? Aku mengGanggu nih kayaknya… ”

AL :” Uda disini aja Dit.. biar kita gak terlau kelihatan mencolok… ”

Adit :” ohh Oke.. tapi aku traktir ya…!”

AL :” ohh jadi kamu mau traktir kita Dit…? Makasih loh…. sumpah kamu baik banget.. ”

Adit :” loh.. maksudku.. Aku yang… ”

AL :” iya kamu yang traktir kita kan…? Kami mau dengan senang hati kok.. ”

Adit :” ahh sudahlah… terserah.. ”

Aku tertawa milihat Alexa berhasil mempermainkan Adit..

Adit :” Btw, penampilanmu tadi bagus banget kak AL… apalagi pas lagu ketiga… behh… pasti ada yang langsung mewek… ” Adit melirikku…

AL :” Kamu tadi mewek sayang…? ” AL bertanya padaku…

Aku :” Eh.. enggak.. Enggak… ”

Adit :” halah.. uda ngaku aja.. ”

Tiba2 Mira dateng dan langsung duduk di sebelah Adit…

Mira :” lagi ngobrolin apa Nih…? ”

Hahaha.. Mira menyelamatku dari tuduhannya Adit…

Aku :” Hai Mirr.. Winry gak dateng…? ” aku langsung mengalihkan pembicaraan.. tapi malah jadi bumerang bagiku…

Mira :” Enggak dateng Kak.. kenapa? Kangen ya Sama Winry?.. Hayoo…. ”

Waduh.. Gawat.. Buset Mira.. mendengar ucapan Mira, AL langsung menatapku..

Aku :” eh.. apa sih Mir… Enggak kok. Hahaha” aku tersenyum miris mendengar tuduhan Mira.

AL :” hayoo.. Kangen sama Winry ya kamu..? ” ucap Alexa dengan senyumnya..

Aku :” Enggak.. Enggak…beneran.. ..”

Mira :” luh Kak AL kenal Winry juga…? ”

AL :” Enggak.. yang mana sih? .. cantik nggak…? ”

Mira :” Cantik dong.. … yang ini kak anaknya… ” Mira menunjukkan foto Winry yg ada di handphonenya pada Alexa..

AL :” cantik banget.. Aku aja suka ngelihatnya… kayak gini nih pasti dikangenin… ” Alexa menatapku lagi…

Mira :” iya Kak Rega pasti kangen nih sama Winry.. kangen dengan panggilan sayangnya Winry ke kak Rega…. ”

AL :” Panggilan Sayang…? Kayak gimana..? Jadi Pengen tau…. ” AL senyum2 ke Mira…

Mira :” Winry selalu manggil Kak Rega itu “senior” gitu… ”

Buset.. aku semakin tersudut… lagipula itu bukan panggilan sayang.. ngaco aja daritadi nih si Mira…

AL :” ohh itu panggilan sayangnya… pasti gini Winry manggilnya.. “Hai Senior…” ucap Alexa sambil tersenyum melihatku.

Mira : “iya.. Iya… Kayak Gitu…. kak AL tau banget….”

Sial.. Sial… mulutnya Mira harus segera dibungkam nih… dibawah Meja aku menendang kakinya Adit.. dia juga bingung kenapa Mira ember banget mulutnya…

Apa yang harus aku lakukan… ? bakalan marah gak ya nih Alexa… aku belum tau Alexa cewek yg pencemburu atau tidak.

Dalam kebingunganku aku melihat Amel di kejauhan… Bisa nih jadi bahan pengalih pembicaraan… Langsung aku teriak memanggil Amel.

Aku : “Amel… Sini….” mendengarku yang memanggilnya, langsung dia tersenyum dan berlari kecil menuju ke arah meja kami..

tapi lagi2…

Amel : “Hai Pangeranku…..” ucap Amel sebenarnya kencang.. tapi panggilanya kepadaku berubah pelan saat dia menyadari kalau Alexa ada disebelahku.. dia langsung menutup mulutnya menyadari kelancangannya memanggilku seperti itu..

AL : “Hei Pangeran..tuh tuan putri sedang memanggilmu….” ucap AL padaku…

Mampus… lagi2 aku kenak peluru senjataku sendiri.. .. AAAAAAAAAAAA, kenapa bisa gini sih… please siapapun bunuh aku sekarang juga…

AL : “ternyata Ini yang namanya Amel,, cantik banget ternyata.. pantes aja…..”

Pantes aja? Mungkin maksudnya Alexa pantes aja aku memilih Amel sebagai pacar boonganku.. sial… aku lupa kalau AL belum pernah ketemu dengan Amel…

Kemudian Mie Ayam pesananku datang.. Aku langsung memakannya.. .AL tidak bicara lagi setelah tadi… apa dia kecewa denganku… ? Aku gak berani melihatnya…

Mira : “Kok gak dimakan Kak?” Tanya Mira pada AL.

AL : “tiba2 eneg….” jawab AL pada Mira…

Hadeeeh… Dia pasti eneg denganku…

Setelah itu pesenan Adit, Mira dan Amel dateng… Mira dan Adit memesan cireng.. sedangkan Amel pesen bakso..

Mira : “Haduuh banyak banget cirengnya.. aku kan harus diet…. kak Adit Bantuin makan Ya… hihihi…”

Adit : “Hmm..? Oke…..”

Tapi anehnya… Mira malah memakan semua cireng itu seporsi… kemudian dia baru sadar kalau menghabiskan semua cireng itu sendirian…

Mira : “loh.. Aaaaaaaaaa.. Apa yang aku lakukan…?” Ucap Mira sambil memegang pipinya…

Adit dan Amel tertawa melihat kekhilafan Mira… tapi bukan Mira yang sedang kupikirkan.. aku sedang memikirkan pacarku yang daritadi hanya mengulek ngulek mie nya dengan garpu tanpa sekalipun memakannya… Dan tanpa suara… Sepertinya dia marah…

Mira : “kak Amel,, Kak AL.. hari ini kita kompak gini yah pake item2.. Hihihi..padahal gak janjian.. ”

AL : “iya.. kayak lagi di pemakaman.. Jadi pengen ngubur seseorang… ” ucap Alexa datar menanggapi pernyataan Mira..

Glek..

sedangkan Amel masih menunduk dia masih merasa bersalah. Mira terlihat bingung dengan apa yang sebenernya terjadi…

.

Beberapa menit kemudian suasana masih sunyi antara aku dan Alexa.. fix. Dia kexewa denganku…. Adit dan Mira masih asik ngobrol sekali2 Amel menanggapi…

Kemudian seseorang datang mendatangi meja kami, tepatnya mendatangi Alexa..

……. : “Hei… Damn Girl…. Performmu tadi asik banget,.. ..”

Ehmm.. dia kan cowok yang tadi memberikan bunga ke Alexa.. ngapain dia kesini?

AL : “Makasih.. makasih juga bunganya.. Aku tidak pernah mendapatkan bunga sebelumnya… Reno kan?” Alexa langsung bersemangat didatangi cowok itu.. Sambil melirikku..

Reno? Dan Alexa mengenalnya…? Siapa dia sebenarnya.. semua yang ada di meja melihat cowok itu.

Reno : “ahh, cuman setangkai bunga…tidak cukup untuk cewek sepertimu… Lain kali akan kubawakan yg lebih banyak.. ”

AL : “hahaha.. Bisa aja kamu. …btw, penampilan Bandmu tadi juga keren…Teknik Vocalmu juga bagus.. .. Lain kali kamu harus ikutan nyanyi dipanggung denganku…”

Eh..? Jadi cowok ini juga vocalist band ?

Mira :” Kak Adit.. kenalin cowok itu dong.. ganteng banget…. ” kudengar Mira bisik2 ke Adit..

Reno : “wah boleh.. Boleh.. … next time kita harus ngejam bareng..”

Obrolan antara AL dan Reno masih berlangsung lama.. obrolan mereka nyambung tentang musik, band mereka masing2, tempat latihan dll..

Semakin lama aku semakin panas mendengar obrolan mereka, karena kelihatan banget Reno berusaha mendekati AL, sedangkan Alexa juga terbuka banget ke cowok itu….

Reno : “Kamu sudah makan ya..? Makanan apa yang enak di sekolahan ini..?” tanya Reno pada Alexa..

AL : “tadinya sih pengen makan Mie Ayam.. tapi tiba2 eneg.. ehmm kamu harus mencoba ice cream di kantin ini.. dijamin enaak..”

Reno : “Oh yah..? Oke aku akan mencobanya.. … Kamu mau..?”

AL : “Mau.. Mau banget…”

Reno : “tunggu yah… aku beliin juga buat kamu..”

AL : “hmm.. makasih Loh.. uda dikasih bunga sekarang mau dibeliin ice cream.. uhh senengnya…”

Buset.. ganjen banget sih…

Setelah itu.. cowok itu menuju salah satu outlet penjuak ice cream di kantin ini..

Mira : “Kak AL.. kenalin juga dong sama cowok itu…”

AL : “hmmm..? Mau dikenalin Reno juga..?”

Mira : “Mau Kak.. kak Reno ganteng banget…”

AL : “yap.. Reno memang good looking, keren, menawan, berkharisma, baik, tau apa yang diinginkan wanita, suaranya bagus,, dan…..”

Tiba2 Alexa memandangku…

AL : “Sepertinya setia….” dia menatapku tajam..

Mira : “heeehhh..?”

Aku dan Alexa masih saling berpandangan..

Aku : “Keren ? halah biasa aja.. cowok kayak gitu banyak,,.” ucapku sebel pada AL.

AL : “bilang aja kamu cemburu sama Reno…” Ucap AL padaku..

Aku : “Aku? cemburu? Hahahahahaha.. cemburu hanya sifat bodoh karena ketidakpercayaan terhadap pasangan…” ucapku kesal ke Alexa..

AL : “Tapi Kadang cemburu adalah sifat spontanitas dari naluri seseorang karena rasa takut kehilangan orang yang dicintainya.. ..” ucap AL padaku dengan sebal…

Ehh..?

Tiba2 Reno datang membawa ice cream dan memberikannya ke Alexa.. Lalu Alexa berdiri…

AL : “Makasih.. jangan makan disini… Mau aku tunjukkan ruangan eskul musik sekolah ini? ” ucap Alexa pada Reno..

Reno : “mau banget… Yuk…”

Mereka kemudian pergi meninggalkan kantin.. meninggalkan aku yang sedang kepanasan… AAAAAAAAAaaaaa

Adit dan Amel, tau apa yang sedang terjadi.. sedangkan Mira tampak kebingungan…

Mira : “Kak Adit.. jangan2 Kak Rega dan Kak AL….”

Adit menganggukk..

Mira : “Heeeeehhhhh?…..” Mira langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya menyadari perbuatannya tadi nyinggung2 soal Winry padaku didepan Alexa.

Mira : “Kak Rega Maaf.. Aku gak tau kalau kalian berpacaran… haduhhh.. maaf banget…”

Aku : “iya gpp uda terlanjur.. bisa minta tolong tinggalkan aku sendirian?”

Adit : “Yuk Mir.. kita lihat konser lagi….” Mira langsung berdiri dari kursinya dengan tatapan yang sangat menyesal padaku..

Amel : “Rega…..” dia kelihatan khawatir padaku…

Aku : “gpp Mel… ” aku tersenyum padanya…

Mereka semua pergi meninggalkanku sesuai permintaanku. Kenapa Alexa pergi dengan cowok itu? Dia begitu tega denganku.. kalau semisal dia melakukannya karena membalasku, dia sangat berhasil melakukannya.. aku sekarang begitu cemburu melihat Alexa dan Reno pergi berdua..

Wajar kan jika aku cemburu? Cowok mana yang ikhlas melihat ceweknya jalan berdua dengan cowok lain, malahan daritadi Alexa memuji muji Reno.. dilihat dari segi manapun aku memang tidak ada apa2nya dengan Reno.. Huftt…. tapi kembali lagi.. wajar kan aku cemburu? Bukannya cemburu itu tanda cinta?

(AL : “Tapi Kadang cemburu adalah sifat spontanitas dari naluri seseorang karena rasa takut kehilangan orang yang dicintainya.. ..”)

Aku mengingat yang dikatakan Alexa tadi padaku.. Cemburu dengan pasangan bukan sama sekali tanda cinta, tapi cemburu sama juga dengan ketakutan akan kehilangan..

benar.. aku takut kehilanganmu AL…. mungkin kamu juga merasakan hal yang sama saat Mira menyebut nama Winry dan Panggilan Amel padaku.. kamu juga takut kehilanganku…

Kemudian aku berdiri… “takkan kubiarkan aku kehilanganmu….” ucapku dalam hati…

Aku langsung menyul ke arah AL dan Reno pergi.. menuju ke dalam gedung sekolah tempat Ruangan Ekskul musik…

Hampir sampai di tempat itu, aku lihat dari kejauhan mereka berdua… dengan sangat jelas kulihat Alexa sedang dipojokkan Reno di dinding dekat pintu ruangan ekskul musik.. Mereka saling berhadapan… Satu tangan Reno memegang tembok.. dan tangan satunya mengelus bagian atas lengan Alexa. … Suasana yang sepi membuat Reno berani melakukan itu…

Sial…sial.. aku semakin panas dan marah melihatnya…takkan kubiarkan Reno seenaknya nyentuh2 Pacarku… aku langsung berlari menuju mereka.. dan sekuat tenaga kudorong Tubuh Reno.. Reno yang tidak tau kedatanganku langsung tersungkur di lantai karena doronganku…

Kulihat Alexa tidak terkejut sama sekali dengan kedatanganku…

Reno : “apa-apa’an ini? Hah…..? ” Dia kemudian berdiri mendekatiku… Dan menarik bagian atas kaos yang kupakai..

Aku : “jangan berani2 menyentuh cewekku…!”

Reno : “hah? Hahahaha.. Ngimpi kamu ya? alexa sendiri bilang padaki dia tidak punya cowok.. .. hei Alexa.. cowok ini ngaku2 jadi cowokmu… katakan sesuatu…”

Kemudian AL mendekati kami… Alexa memandangiku…

AL : “dia bukan cowokku…..” ucapnya, sambil melihatku…

Reno : “hahahaha..” Reno tertawa geli mendengar ucapan Alexa..

Apa maksudnya? Didepan Reno, Alexa tidak membelaku,, malahan dia tidak menganggapku sebagai cowoknya… Kemudian dia memandangi Reno..

AL : “cowok ini adalah tunanganku, dia sudah melamarku.. lepaskan tanganmu…” ucap Alexa pada Reno…

Ehh…?

Reno : “Ma..maksudnya…?” Reno melepaskan tangannya dari kaosku…

AL : “kamu gak percaya..? Nih lihat….” dia mengacungkan jari manisnya yang masih terlilit kawat pengikat kabel yang aku ikat malam itu dikamarku..

Astaga… Aku tidak menyadarinya..

AL : “sebaiknya kamu segera pergi.. karena kalau tunanganku ini lagi cemburu.. dia akan semakin menggila….” ucap Alexa tegas pada Reno…

Reno : “Fuck………” dia mengumpat lalu pergi meninggalkanku dan Alexa…

Alexa langsung menarikku masuk ke dalam ruangan Ekskul Musik.. lalu dia mengunci pintu itu.

AL : “kenapa lama sekali ? Kirain kamu tidak akan pernah menyusulku…”

Aku : “Hahh? Kamu hanya mengetesku…?”

Dia tersenyumm… lalu memelukku..

AL : “Maaf ya… Kamu sih nyebelin…. sebenarnya aku sedikit takut saat Reno menyentuhku.. karena tidak semua cewek segampang itu mau disentuh cowok… apalagi bagi cewek yg sudah punya pasangan… untung kamu datang… ”

Kusambut pelukannya… Tidak kusangka Alexa tau dan memahami statusnya yang sudah jadi cewekku dan menghargaiku sebagai cowoknya.. sedangkan aku..? Dia memperbolehkan aku menyentuh tubuh Rein tiap malam.. malahan aku menyentuh cewek2 lain juga tanpa sepenhetahuannya… semakin kupererat pelukanku padanya menyadari kesalahanku…

Aku : “maafin aku juga….”

AL : “hmm..? Aku percaya kok kamu tidak ada apa2 dengan Winry dan Amel… aku percaya kamu…”

Astaga.. dia telah percaya pada orang yang salah.. aku harus berkata yang sebenarnya… Dia berhak tau…

Aku : “AL…”

AL : “hmm..?” dia melepaskan pelukannya lalu melihatku… Kupandangi wajah kekasihku ini…

Tidak.. Aku tidak bisa mengatakannya.. Alexa pasti terluka mendengar aku telah main2 dengan cewek lain… aku tidak sanggup melihatnya terluka.

Aku : “I love you….”

AL : “love you too…” kemudian dia mengecup bibirku….

Aku : “tunangan..,?”

AL : “hahaha,kenapa? lucu kan..? Emang kamu gak mau jadi tunanganku…?”

Aku : “he hehe.. kalau gitu.. kamu harus ketemu bunda…”

AL : “hmmm? Baiklah ketemukan aku dengan bundamu.. Aku akan meminta restunya menikahi anak kesayangannya ini.. .”

Aku : “seriusss….?”

AL : “iya.. tapi.. Pertama Kamu harus menemukan caranya membuat Rein menerimaku… Kamu sudah menemukan caranya?”

Eh..? Rein.. aku lupa soal Rein…sama seperti Alexa, dia juga mencintaiku… Hadeeeh.. pusing…

AL : “sayang.. jangan terlalu dipikirin.. pelan2 aja.. oke..? Jangan siksa hari2mu mengkhawatirkan hal itu…. Masih banyak waktu untuk menemukan caranya…” dia tersenyum padaku… dan membelai wajahku dengan tangannya yang halus… kubalas senyumnya..

AL : Tapi sekarang aku tidak punya banyak waktu.. aku harus segera kembali ke yang lain.. ehmm.. aku masih punya waktu satu jam… Kamu mau melakukannya disini..?”

Aku : “hmm? Melakukan apa..?” Tiba2 AL melepaskan tanktopnya.. menampakkan Bra model sport yang dia pakai…. Whatt..?

Aku : “eh..? Kenapa tiba2..?”

AL : “aku menginginkannya.. Sebenarnya semalam aku membayangkanmu… ”

Aku :” ngebayangin apa..? ”

AL :” ahh nyebelin ini.. kamu pasti tau apa yang aku maksud… aku malu mengatakannya… ” ucapnya sebel…

Aku :” hehehe… ” kemudian AL mendekat ke tubuhku… Langsung kupeluk tubuhnya..

Aku : “lain kali aja ya… jangan dipaksakan… Kamu bakalan sibuk sampai malem… ”

AL : “hmm..? tumben kamu gak mau..? Udah lah.. jangan ditahan mesumnya.. hihihi…”

Aku : “hehehe.. aku hanya ingin memelukmu satu jam ini….”

AL : “yauda.. lain kali ya…” Kami berdua berpelukan erat….. senengnya bisa berdamai dengan pacarku.

Aku : “satu jam tidak akan cukup. pasti kamu minta nambah… hihihihi…” aku menggodanya… Dia mencubit perutku pelan..

.

.

Setelah kejadian yang penuh dengan emosi dan kecemburuan itu.. aku dan Alexa masih bersama sama sampai malam hari.. aku menemaninya beres2 dan merapikan segala barang2 milik ekskul musik.. tidak lupa Amel dan Mira juga ikutan membantu.. mereka cukup senang melihatku dan Alexa akur lagi. Meskipun aku, Mira dan Amel tidak gabung dalan ekskul musik,, kami ikhlas membantu Alexa, Adit dan anggota ekskul musik yang lain..

Aku : “Dit… Ressa kok gak kelihatan..?” tanyaku pada Adit saat aku dan dia sedang menggulung kabel..

Adit : “kakaknya Ressa dateng Ga..”

Aku : “ohhh pantesan… loh kamu gak menemui kakaknya Ressa? Kalian kan….”

Adit : “hahh..?”

Aku : “eh.. Maksudku.. kamu dan kakaknya Ressa kan saling kenal….”

Adit kelihatan murung…

Adit : “enggak.. aku sudah lupa…”

Hehh Kok gitu…?

.

.

Jam 11 Malam aku baru nyampek rumah… suasana sudah sepi.. aku menyempatkan lihat kamarnya Rein , tertutup.. mungkin dia sudah tidur… Setelah mandi aku meregangkan tubuhku di tempat tidur… “hari yang melelahkan…” ucapku dalam hati…

Tidak ada alasan lagi bagiku meragukan cintanya Alexa padaku… dia begitu mencintaiku, sama seperti Rein…. Huft… apa yang harus aku lakukan pada mereka berdua? Mereka berdua mencintaiku… tapi aku tidak bisa mencintai mereka bersama sama.. mana yg harus kupilih?.. Jika aku memilih permata, aku akan kehilangan Alexa… Jika aku memilih Alexa.. permata itu akan hancur…. … oh sial…

Aku : “Tidur aja deh.. pusing mikirinnya..”

Tak butuh waktu lama, aku ketiduran tapi hanya sebentar karena tiba2 aku mendengar suara teriakan yang sangat keras… Dan itu teriakannya Rein…

Rein : “AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA……”

Pyarr….. Aku mendengar sesautu,, seperti kaca yang pecah ..

Aku sangat kaget mendengar teriakan Rein.. apa yang terjadi dengannya? Kulihat jam menujukkan pukul 00.02

Aku langsung berlari menuju kamarnya Rein…

Dok dok dok

Aku : “Rein.. kamu kenapa…? Rein…?”

Dok dok dok

Cklek, eh.. Gak terkunci… saat aku masuk ke dalam kamarnya Rein… suasana sangat gelap… aku sampai tidak bisa melihat dengan jelas.. aku tekan saklar lampu kamar ini tapi tetap tidak mau menyala…

Aku : “Rein….?”

Tiba2 aku dikagetkan sebuah cahaya kecil dari arah tempat tidurnya Rein…Cahaya itu sedikit membuat mataku bisa melihat keadaan.. dan akhirnya aku tau kalau cahaya itu tersembunyi di dalam kain mirip selimut tapi tipis yang menutupi sesuatu seperti orang yang sedang duduk…

Badanku langsung merinding…pelan2 kudekati sosok itu….

Aku : “Rein…?”

Saat sudah dekat tempat tidur… dengan cepat kutarik selimut yang menutupi sosok itu…

Aku : “WaaaaaaaaaAAAAAAAA…”

Ternyata Rein yang sedang duduk diatas tempat tidur dengan selimut menutupi tubuhnya.. cahaya kecil tadi adalah cahaya lilin yang menancap di sebuah kue.. .. dan tanpa rasa berdosa telah membuatku takut dan kaget dia bilang :

Rein : “Selamat Ulang Tahun Adekkk…..”

BERSAMBUNG

Daftar Part

Cerita Terpopuler