. Buku Harian Ari Part 1 | Kisah Malam

Buku Harian Ari Part 1

0
44

Buku Harian Ari Part 1

Memulai Dari Awal

Intro
“Uhhh sshh kontol nikmat ahh” desah seorang istri.
“Ughh kamu udah binal ahh ma” ucap sang suami.
“Iyaaahh karena kontol kamuhh…” desah sang istri.
“Kontol entot memek mamah terus uhh” racau sang istri yang semakin larut dalam kenikmatan.
“Aarrgghh” suami dan istri tersebut mengejang bersama pertanda berakhirnya permainan panas mereka malam ini.
***************************************************************************************************************************************
Ari

Hari ini adalah 3 bulan pasca dosen alim yang telah kuperawani menikah dengan seorang pemuda yang tak lain adalah juniorku, Boby. Pada saat acara pernikahan mereka, aku diberi pesan oleh boby agar tidak mengganggu bu rida lagi karena sudah menjadi istri sahnya. Akupun menyanggupi hal itu, karena jujur sudah tidak ada hasrat lagi bagiku untuk menikmati liang kenikmatan bu rida. Kini aku lebih sering memacu syahwatku dengan salah seorang junior yang juga merupakan teman dari boby, yang bernama wiwi. Walaupun wiwi tidak berjilbab, namun dapat kuakui bahwa ia cukup berpengalaman.

Siang ini setelah selesai perkuliahan pak anto, aku lekas menuju kantin untuk makan siang, namun langkahku terhenti di depan pintu ruang kerja pak anto. Karena aku mendengar seperti ada desahan wanita, saat aku coba membuka pintunya, pintu tersebut terkunci, aku yang awalnya ingin bersikap masa bodo’ namun berujung penasaran, sehingga aku berusaha mencari celah untuk melihat ke dalam ruang kerja beliau yang hanya berdinding triplek ini, aku lihat ada spot khusus yaitu dengan memanjat meja di pantry. Betapa terkejutnya aku, melihat pak anto yang baru saja mengisi kuliah di kelasku, kini ia sudah tak bercelana, dan sedang menggenjot memek salah seorang mahasiswi berjilbab, “Akkhh pak..” desah mahasiswi tersebut. Aku semakin penasaran, siapa sih mahasiswi tersebut.

Aku merubah posisi mengintipku sehingga kini dapat kulihat jelas siapa mahasiswi tersebut, ternyata dia adalah nia, mahasiswi akhwat yang sangat aktif di kegiatan dakwah kampus, terlihat rok panjang hitamnya sudah tersingkap hingga ke paha, dan jilbab motif bunganya sudah tersingkap ke bahunya. “Ahh pak ahh” desah nia. Namun ada sesuatu yang ganjil, nia mendesah namun wajahnya tidak menggambarkan bahwa ia menikmati permainan yang pak anto berikan. “Akhh akhh saya sampai” desah pak anto dengan lekas ia keluarkan kontolnya, dan aku menahan tawaku karena ternyata kontol pak anto pendek kecil, pantas saja nia sama sekali tak menikmati, “Crot..crott..crott” ada sekitar 3 semburan peju pak anto yang langsung membasahi perut nia.

“Akkhh ahhh bapak puas nak” desah pak anto yang masih saja mengocok kontol kecilnya. Saat kontolnya sudah melemas, ia lekas memasang kembali celananya. Sementara nia, sibuk membersihkan perutnya yang dibasahi oleh peju pak anto, terlihat jelas bahwa nia sama sekali tak menikmati permainan pak anto, muka nia cemberut terus. “Terima kasih ya nak” ucap pak anto. “Ya sama-sama! Nilai saya jangan lupa” ucap nia ketus seraya ia meninggalkan pak anto. Akupun lekas turun dari meja pantry. Kudengar nia ngedumel di depan pintu ruang pak anto “Kontol kecil, gampang crot, kalau gak karena nilai, ogah aku dientot sama dia”, disitu aku terdiam kaget mendengar bahasa yang nia lontarkan, sama sekali tidak mencerminkan seorang akhwat dakwah.

Setelah menyaksikan perbuatan mesum dosenku itu, akupun langsung menuju kantin seperti tujuanku awal. Setibanya di kantin, aku sempat berpapasan dengan ika, “Hai ika, apa kabar?’ sapaku ramah. “Oh mas ari, tak kira siapa, alhamdulillah baik mas, mas sendiri bagaimana?” tanya ika. “Alhamdulillah baik juga ka, mau makan bareng disini?” ucapku. “Gak enak dilihat orang mas, saya sama temen disana, pamit mas” ucap ika. “Oh baiklah ka” ucapku. Saat ika berbalik badan dan menuju meja temannya, mataku puas jelalatan di tubuh ika dari atas hingga bawah, kalau dilihat-lihat tubuhnya ramping namun terlihat beberapa tonjolan khas seorang wanita menarik mataku. “Ah mikir apa sih ri!” teriakku dalam hati.

Malam harinya…
Aku iseng sms ika hanya sekedar basa basi,
“Assalamualaikum ika, sibuk gak?” tanyaku.
“Wa’alaikumsalam mas ari, tidak sibuk kok mas, kenapa?” balas ika.
“Oh emang gak ngerjain tugas apa gitu?” tanyaku mencairkan suasana.
“Sudah selesai semua kok mas, mas sendiri gimana?” balas ika.
“Tinggal dikit lagi, tapi gak apa-apa deh, pengen ngobrol sama neng ika cantik dulu” ucapku mulai menggodanya.
“Huuu mas ari gombal…selesaikan dulu kali mas, daripada digantung, kasian tuh tugasnya digantungin” balas ika yang mulai merespon candaanku.
“Ciee ciee, sepertinya pernah digantungin nih, ekhem” balasku.
“Gak pernah wee…” balas ika.
“Ya deh yaa…sekali-sekali boleh ndak mas ari ngajak ika jalan-jalan?” tanyaku.
“Jalan-jalan kemana mas?” balas ika.
“Ya kemana kek gitu, kan kemarin mas janji traktir ika” balasku.
“Oh iya ya, mas ari janji tuh, boleh deh” balas ika.
“Nah itu inget, besok mas jemput ya” balasku.
“Sip ditunggu mas” balas ika diakhiri dengan emotikon senyum.

Rini

Namaku rini, seorang mahasiswi baru di sebuah kampus swasta di kota yang baru kududuki ini. Aku tinggal di rantauan ini bersama kakak dan abang iparku. Selama di desa aku belajar di sebuah pesantren yang cukup dikenal hingga ke pelosok desa. Walaupun dari awal aku adalah santriwati, namun aku juga memiliki sisi kelam, pada masa akhir studiku di pendidikan menengah atas keagamaan, aku memiliki seorang kekasih yang bertetangga denganku di desa, kami menjalin hubungan sejak aku awal masuk pada pendidikan menengah atas, aku sangat mencintainya. Sampai suatu ketika, saat aku tengah liburan semester, dan kedua orang tuaku pergi ke kota untuk mengunjungi kakakku.

Aku hanya tinggal berdua dengan nenekku yang sudah cukup renta. Pada suatu malam, tepatnya malam minggu, kekasihku datang ke rumah membawa sebuah makanan yang menjadi favoritku, tak lain adalah sebungkus sop tulang, tidak berapa lama aku menyantap makanan tersebut, terasa jantungku berdegup cepat dan suhu tubuhku meningkat tajam, kurasakan payudara 34B ku mulai menegang, aku tidak paham perasaan macam apa ini. Dan selanjutnya terjadilah perbuatan hina yang benar-benar merubah hidupku.

Dihadapan orangtuaku, aku adalah rini gadis muda berhijab, namun didepan kekasihku, aku adalah rini yang binal gila pada keperkasaannya. Hingga suatu hari, perbuatan hina kami dipergoki oleh ayahku, kami benar-benar malu, karena kami masih sama-sama sekolah, orang tuaku sepakat ini hanya jadi aib keluarga sehingga tidak perlu dilaksanakan pernikahan.

Solusi terakhir dari orangtuaku adalah aku harus melanjutkan studi di kampus tempat kakakku bekerja, karena orangtuaku paham kerasnya didikan kakakku lebih keras daripada didikan kedua orang tuaku, dan inilah ceritaku dimulai semuanya dari awal, setelah perpisahanku dengan kekasihku, aku mulai berbenah diri di kota ini dengan belajar pada kakakku, aku mulai mengenakan hijab panjang dan mengisi waktu luangku dengan belajar agama. Kakakku dan suaminya sangat menjagaku, walaupun aku baru 1 bulan berada disini. Kakakku bernama rida dan abang iparku bernama boby, mereka menikah 2 bulan lalu. Kalau dilihat-lihat mas boby terbilang cukup muda dan tampan, saat aku mulai berkuliah, benar saja.

Ternyata mas boby adalah salah satu mahasiswa di kampusku, namun bagaimana ceritanya mas boby bisa menikah dengan kakakku, aku tidak paham mengenai hal itu. Kami tinggal disebuah rumah kecil sederhana, dimana hanya terdapat 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Kamar tidurku berdampingan dengan kamar beliau berdua dan hanya dibatasi oleh dinding bata tanpa adanya triplek plafon.

Dengan kondisi seperti itu, keimananku benar-benar diuji, tiap malam aku harus berhadapan dengan kondisi dimana sepasang suami istri tersebut memacu birahinya, hingga terdengar ranjang mereka berderit, walaupun tidak diiringi desahan, namun aku tau hal itu sangat nikmat. 2 minggu pertama, aku masih bisa mengabaikan aktifitas mereka dengan menutup telingaku dengan alunan musik dari earphone. Namun minggu-minggu berikutnya, aku mulai seolah ikut masuk ke dalam permainan mereka. Memang luar biasa kerja setan, ia mampu merangsang birahi yang telah lama kupendam hanya dengan mendengar suara deritan ranjang kakakku dan suaminya disana. Dalam keadaan masih berbaring ditutupi selimut, perlahan tanganku mulai menggerayangi payudara dan daerah intimku, aku berkhayal seolah kini penyebab suara deritan itu disebabkan permainan panas antara aku dan mas boby. “Uhh” tanpa sadar aku mendesah lirih. Cukup lama aku bermain dengan tubuhku sendiri, dan aku mendengar seperti suara kakakku yang sedikit berteriak “Uggghh”, dan akhirnya suara deritan itu berakhir, begitu juga aku menggapai puncak kenikmatan yang sudah lama kupendam.

Bersambung

Pembaca setia Kisah Malam, Terima Kasih sudah membaca cerita kita dan sabar menunggu updatenya setiap hari. Maafkan admin yang kadang telat Update (Admin juga manusia :D)
BTW yang mau jadi member VIP kisah malam dan dapat cerita full langsung sampai Tamat.
Info Lebih Lanjut Hubungin di Kontak
No WA Admin : +855 77 344 325 (Tambahkan ke kontak sesuai nomer [Pakai +855])
Terima Kasih 🙂

Daftar Part